SISTEM INFORMASI
PERUSAHAAN UMUM PEGADAIAN
CABANG PANDAAN
SKRIPSI
DISUSUN OLEH :
LULUT HERMAWAN
NIM. 99. 402. 046
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
SISTEM INFORMASI
PERUSAHAAN UMUM PEGADAIAN
CABANG PANDAAN
SKRIPSI
DIAJUKAN SEBAGAI SALAH SATU SYARAT
UNTUK MEMPEROLEH GELAR SARJANA KOMPUTER
OLEH :
LULUT HERMAWAN NIM. 99. 402. 046
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Lulut Hermawan
Tempat,tanggal lahir : Pasuruan, 31 maret 1979
Nim : 99.402.046
Fakultas / Jurusan : Teknik / Teknik Informatika
Menyatakan bahwa Skripsi yang berjudul ”Sistem Informasi Perusahaan
Umum Pegadaian cabang Pandaan” adalah bukan Skripsi atau karya ilmiah orang
lain, baik sebagian atau seluruhnya, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah
disebutkan sumbernya.
Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya dan apabila
pernyataan ini tidak benar, kami bersedia mendapatkan sanksi akademis.
Sidoarjo, 25 September 2004
Yang menyatakan
Lulut Hermawan
Mengetahui,
Dosen pembimbing
SISTEM INFORMASI
PERUSAHAAN UMUM PEGADAIAN CABANG PANDAAN
Usulan penelitian untuk skripsi S-1
Jurusan teknik Informatika
Yang diajukan Oleh :
LULUT HERMAWAN
NIM. 99.402.046
Telah di setujui oleh :
Dosen pembimbing,
skripsi
SISTEM INFORMASI
PERUSAHAAN UMUM PEGADAIAN CABANG PANDAAN
Yangdipersiapkan dan disusun Oleh
LULUT HERMAWAN
NIM. 99. 402. 046
Telah dipertahankan di depan dewan penguji
Pada tanggal 25 September 2004
Dan telah dinyatakan telah memnuhi syarat
Susunan tim penguji
Ketua : Ir. Sumarno ………
Sekretaris : Suprianto, S.Si.M.Si ………
Anggota : Ir. Rajudin ………
Anggota : Ir. Machmud Fauzy ………
Sidoarjo, 25 September 2004
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Fakultas Teknik
Dekan,
MOTTO
Hidup adalah senda gurau dan permainan, bermain dan tertawalah sesukamu tapi ingat ada saatnya permainan dan senda gurau itu berakhir.
Dan ketika semua itu berakhir, yang ada hanya sesal dan puji syukur.
Ku persembahkan skripsi ini untuk :
o Alloh SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya
o Kedua orang tua dan segenap saudaraku
ABSTRAKSI
”Sistem informasi Perusahaan umum pegadaian Cabang Pandaan” Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa sekarang ini semakin cepat dalam segala bidang dalam meningkatkan taraf hidup manusia.
Sementara ini perusahaan umum pegadaian merupakan salah satu sumber pemasukan devisa negara di bawah pengelolahan departemen keuangan republik Indonesia. Perusahaan umum pegadaian juga merupakan kepanjangan tangan dari departemen keuangan (Pemerintah) dalam mengalirkan kredit modal perusahaan- perusahaan kecil dan menengah, serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
KATA PENGANTAR
Assalammu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur alhamdulillah, kali panjatkan atas kehadirat Alloh SWT atas
rahmat, hidayah serta inayah-NYA sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
akhir ini dengan judul :
SISTEM INFORMASI
PERUSAHAAN UMUM PEGADAIAN CABANG PANDAAN
Tugas akhir ini kami susun sebagai salah salah satu syarat guna
menyelesaikan studi S-1 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo fakultas teknik
jurusan teknik informatika.
Kami menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh dari kata sempurna,
namun dengan selesainya tugas akhir ini semoga dapat menambah khasanah
keilmuan pada perpustakaan serta dapat dijadikan bahan bacaan untuk dapat
dipahami dan dikembangkan lebih lanjut.
Akhirnya penulis berharap tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi pembaca
khusunya rekan-rekan mahasiswa. Saran serta kritik yang membangun senantiasa
kami nantikan untuk penyempurnaan tugas akhir ini.
Sidoarjo 25 September 2004
UCAPAN TERIMA KASIH
Pertama-tama kami panjatkan puji syukur Alhamdulillah atas berkah
rhmat dan hidayahnya sehingga kami dapa menyelesaikan tugas akhir ini tanpa
halangan yang berarti. Amien.
Penulis ucapkan terima kasih kepada kedua orang tua dan
saudara-saudaraku atas kasih sayang serta dorongan unuk dapat menyelesaikan ini semua,
juga kami ucapkan kepada istriku yang tercinta atas dorongan moral, semangat
sehingga kami mampu menuntaskannya.
Penulis juga ucapkan terma kasih kepada bapak Suprianto, S.Si, M.Si
dan bapak Ir. Machmud Fauzy atas kesabaran dalam membimbing penulis dalam
menyelesaikan tugas akhir ini.
Dan tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Syafig A Mughni, MA selaku Rektor Universitas
Muhammadiyah Sidoarjo.
2. Bapak Ir Sumarno selaku dekan fakultas teknik Universitas
Muhammadiyah Sidoarjo.
3. Bapak serta Ibu dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
4. Istri dan penyemangatku Sulam Anita Yeni Arti, sahabatku M. Hafid,
S.Komp, Sampurno, S.Komp serta keluarga besar UKM HIMMPAS.
5. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo Dra. Lailiyatul Ch, MM.
6. Serta yang terakhir semua pihak yang membantu kelancaran tugas akhir
DAFTAR ISI
HALAMAN PERNYATAAN
HALAMAN PERSETUJUAN
LEMBAR PENGESAHAN
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
UCAPAN TERIMA KASIH
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan
1.4. Manfaat Penelitian
1.5. Batasan Masalah
1.6. Metodelogi
1.7. Sistematika Penulisan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Konsep Dasar Sistem Informasi
2.1.2. Desain Input secara Umum
2.1.3. Desain Output secara Umum
2.1.4. Desain Database secara Umum
2.1.5. Type dari File
2.1.6. Entity-Relationship atau E-R Diagram
2.1.7. Teknik Normalisasi
2.2. Perusahaan Umum Pegadaian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1.Lokasi Penelitian
3.2.Sumber Data
3.3.Bahan dan Alat
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.Perancangan Sistem
4.2.Uji Coba Perancangan Sistem
4.3.Implementasi Sistem
4.4.Pembahasan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.Kesimpulan
5.2.Saran
DAFTAR TABEL
TABEL HALAMAN
1. Tabel 2.1 Perkembangan Operasional 34
2. Tabel 2.2 Ikhtisar Rugi Laba 34
3. Tabel 2.3 Ikhtisar Neraca
4. Tabel 3.1 Plafon Sewa Modal
5. Tabel 3.2 File Nasabah
6. Tabel 3.3 File Barang
7. Tabel 3.4 File Petugas
8. Tabel 3.5 File Gudang
9. Tabel 3.6 File Transaksi
10. Tabel 4.1 Tabel Nasabah
11. Tabel 4.2 Data Petugas
12. Tabel 4.3 Data Barang
13. Tabel 4.4 Data Gudang
14. Tabel 4.1 Plafon Sewa Modal
DATA GAMBAR
TABEL HALAMAN
1. Gambar 2.1 Analisa Sistem 34
2. Gambar 2.2 Siklus Informasi 34
3. Gambar 2.3 Bentuk Normafl Pertama
4. Gambar 2.4 Flowchart menurut ANSI
5. Gambar 2.5 Struktur Organisasi Pegadaian
6. Gambar 2.6 Logo Pegadaian
7. Gambar 3.1 E-R Diagram
8. Gambar 3.2 Mapping E-R
9. Gambar 3.3 Tampilan Delphi 6.0
10. Gambar 3.4 Tampilan Open Delphi 6.0
11. Gambar 3.5 Database Desktop Type Paradox
12. Gambar 3.6 Flowchart pengajuan Kredit
13. Gambar 3.7 Flowchart Pelunasan Kredit
14. Gambar 4.1 Menu Utama
15. Gambar 4.2 File Data Nasabah
16. Gambar 4.3 File Data Petugas
17. Gambar 4.4 File Data Barang
18. Gambar 4.5 File Data Sewa Modal
19. Gambar 4.6 File Data Transaksi
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Dalam era globalisasi dewasa ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi terasa sangat pesat, sehingga menawarkan banyak sekali
kemudahan-kemudahan dalam menjalankan aktivitasnya, baik berupa pekerjaan ringan dalam
rumah tangga maupun pekerjaan rumit dalam dunia industri/perusahaan, sehingga
pada akhirnya seolah-olah kita dimanjakan oleh teknologi tersebut.
Kehadiran teknologi ini dimaksudkan untuk mencapai hasil yang lebih
baik dengan efisien, efektivitas dan kepresisian yang lebih tinggi. Dan ketika
teknologi komputer telah merajai di berbagai bidang usaha, hal ini yang menjadi
dasar penerapan dalam sebuah aplikasi nyata penggunaan media komunikasi dan
pengalohan data pada perusahaan umum pegadaian di kantor cabang Pandaan
Pasuruan.
Sementara ini perusahaan umum pegadaian cabang Pandaan telah
menggunakan komputerisasi, namun karena sumber daya yang tidak memadai
sehingga sering terjadi kesalahan dalam mengaplikasikan program yang ada.
Untuk itu diperlukan upaya dalam memperbaiki program serta mengembangkan
sumber daya manusia yang ada.
Dan dikarenakan luasnya usaha yang ada di perusahaan umum
pegadaian maka akan kami fokuskan pada usaha utama pegadaian saja sehingga
Pandaan” yang akan meliputi informasi data nasabah, data petugas, data sewa
modal, data barang dan data gudang.
1.2. Rumusan masalah
Program yang ada di perusahaan umum pegadaian Pandaan memerlukan
perbaikan. Perbaikan-perbaikan tersebut meliputi informasi data nasabah, data
petugas, data sewa modal, data barang dan data gudang yang baik antara lain:
1. Di perusahaan umum pegadaian terdapat kekurangan dalam melaksanakan
penghitungan transaksi sehari-hari karena masih menggunakan Microsoft
Excel dalam penglahan data.
2. Merancang/mendesain program aplikasi yang aplikatif yang lebih tepat serta
kekhususan dalam pengolahan informasi ataupun transaksi sehari-hari.
3. Mengaplikasikan sistem informasi tersebut dalam pengolahan informasi
ataupun transaksi sehari-hari.
1.3. Tujuan
Setiap kali dalam melakukan satu hal pasti memiliki arah dan tujuan
yang ingin dicapai melalui apa yang di namakan dengan target. Demikian juga
skripsi ini memiliki satu atau beberapa tujuan yang nantinya ingin dicapai.
Tujuan-tujuan tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Membangun sistem pengolahan data yang berbasis DBMS (Database
Management System) yang efektif, efisien serta kepresisian yang tinggi di
2. Meminimalkan segala bentuk kesalahan (Human Error) sehingga mampu
meningkatkan efektivitas serta efisisensi proses pengolahan data.
1.4. Manfaat penelitian
Pada dasarnya manfaat penelitian ini akan sangat berguna bagi diri
pribadi peneliti, hal ini merupakan pengalaman yang tak ternilai harganya. Namun
di samping itu juga penelitian ini juga akan berguna bagi perusahaan umum
pegadaian dalam menjalankan transaksi yang selanjutnya. Dan manfaatnya
sebagai berikut :
1. Penulis: adalah merupakan pengembangan diri sekaligus penerapan materi
yang telah diperoleh selama perkuliahan.
2. Perusahaan umum Pegadaian: adalah membua sistem pengolahan data yang
kuat, efektif dan efisien serta tingkat kepresisian yang tinggi untuk operasional
sehari-hari. Merupakan salah satu upaya perusahaan umum pegadaian agar
mampu bertahan sebagai perusahaan umum milik negara yang mandiri dan
mampu bersaing dengan badan keuangan lainnya misalnya bank.
3. Universitas: adalah merupakan penambahan khasanah keilmuan dan studi
banding bagi mahasiswa dimasa yang akan datang.
1.5. Batasan masalah
Batasan masalah adalah merupakan garis pembatas yang akan di
agar tidak terjadi penyimpangan ataupun perbedaan sudut pendang yang ada.
Batasan masalah yang kami maksudkan sebagai berikut :
1. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa pemrograman delphi 6.0.
2. Sistem informasi yang dibangun ini difokuskan pada proses transaksi
pengajuan kredit berdasarkan hukum gadai yang meliputi informasi data
nasabah, data petugas, data barang dan data transaksi.
3. Nilai taksir suatu barang dianggap sebagai nominal masukan dalam proses
pengajuan kredit tersebut.
1.6. Sistematika penulisan
Sistematika penulisan merupakan tata cara serta bentuk struktural
penulisan yang baik dan benar sesuai dengan acuan yang ada, dari metode
penulisan ini dapat di lihat sejauh mana bobot dan isi kandungannya. Untuk
proposal yang ada ini, metode penulisannya sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Berisi pendahuluan yang di dalamnya memuat tentang latar belakang
permasalahan serta di batasi oleh batasan masalah, tujuan dan manfaat
penelitian hingga sistematika pemecahan masalah.
BAB II LANDASAN TEORI
Merupakan teori dasar acuan sebagai penunjang untuk menjelaskan
tentang sistem informasi pengolahan data perusahaan umum pegadaian
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN KOMPUTERISASI SISTEM
INFORMASI PENGOLAHAN DATA PERUSAHAAN UMUM
PEGADAIAN CABANG PANDAAN
Menjelaskan tentang perencanaan penggunaan software serta
menganalisa dan merencanakan secara terperinci dan sistematis dalam
mencari pemecahannya
BAB IV IMPLEMENTASI DAN UJI COBA
Mengimplementasikan model sistem komputerisasi pada perusahaan
umum pegadaian cabang pandaan.
BAB V KESIMPULAN
Merupakan kesimpulan sebagai alternatif yang di sodorkan, berisi
tentang kesimpulan dan saran dalam upaya penyempurnaan sistem yang
telah dibuat.
BAB VI PENUTUP
Merupakan kesimpulan sebagai alternative pemecahan yang akan tersaji
dalam bentuk kesimpulan, saran dan kritik dalam upaya penyempurnaan
BAB II
TEORI DASAR PENUNJANG 2.1. Perusahaan umum pegadaian
Perusahaan umum pegadaian adalah suatu perusahaan milik negara
dibawah naungan departemen keuangan republik Indonesia. Perusahaan ini sendiri
bergerak dibidang perkreditan seperti dunia perbankan lainnya, namun pencairan
kredit yang telah diajukan harus disertai barang ataupun lainnya sebagai barang
jaminan. Perbedaan yang kedua adalah pengajuan kredit tersbut lebih mengarah
masyarakat menengah kebawah, hal ini tercermin dari barang jaminan serta
besarnya jumlah pengajuan kredit yang ada.
Perusahaan umum pegadaian dalam perkembangannya menjalankan
banyak bidang usaha agar dapat bertahan atau bahkan mungkin bersaing dengan
dunia perbankan lainnya. Saat ini ada 5 (lima) bidang usaha antara lain
perkreditan/pegadaian, jasa taksir, galeri 24, koin emas ONH, jasa penitipan
barang dan yang paling baru adalah pegadaian syariah. Selain banyaknya bidang
usaha tersebut membuat perusahaan umum pegadaian juga menginginkan adanya
pembaharuan dalam proses transaksi sehari-hari. Guna semakin memantapkan
langkah perusahaan umum pegadaian dalam menyongsong eraglobalisasi dan
pasar bebas, dimana tidak ada lagi istilah monopoli dan perlindungan dari
pemerintah. Dan penggunaan teknlogi informasi (TI) menjadi salah satu alternatif
selain pengembangan sumber daya manusia yang ada.
Gambar 2.1. Logo Pegadaian
Pohon rindang berwarna hijau
o Melindungi dan membantu masyarakat atau sebagai pengayom
masyarakat.
o Senantiasa tumbuh dan berkembang.
o Mencerminkan keteduhan
o Warna hijau merupakan warna agraris yang akrab dengan
masyarakat kecil.
Timbangan berwarna hitam
o Keseimbangan dan keterbukaan dalam
pelayanan.
o kejujuran
Tulisan ‘Pegadaian’ dengan huruf miring
o Sederhana, kepraktisan dan kemudahan
o Dinamis dan senantiasa bergerak maju
Slogan atau semboyan pegadaian yang resmi telah ditetapkan pada tanggal
10 April 1991 adalah:
Mengatasi masalah tanpa masalah
Slogan atau semboyan tersebut mencerminkan ciri utama pelayanan
pegadaian.
Mengatasi masalah keuangan atau kebutuhan dana dengan pelayanan dalam
waktu yang relatif singkat.
Tidak menuntut persyaratan-persyaratan administrasi yang menyulitkan
nasabah.
Maskot pegadaian adalah si ‘INTAN’ merupkana kependekan dari Inovavatif,
Nilai Moral Tinggi, Terampil, Adi Layanan, dan Nuansa Citra.
I : Inovatif
Seluruh Pegawai pegadaian senantiasa berkreasi dan mengembangkan ide-ide
baru guna menciptakan peluang dan pelayanan yang lebih baik lagi sehingga
nasabah terlayani dengan baik dan merasa puas.
N : Nilai Moral Tinggi
Pegawai pegadaian diharapkan berbuat maksimal dalam melayani dan
menjaga hubungan baik dengan nasabah dan senantiasa bertaqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi nilai moral, etika, kejujurandan
kewaspadaan, selalu mendasari sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas
sehari-hari.
Pegawai pegadaian senantiasa dapat melaksanakan tugas keseharian dengan
cepat, lugas, tegas dan akurat serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
A : Adi Layanan
Pegawai pegadaian selalu memberikan layanan yang prima. Kepuasan nasabah
merupakan kebanggaan tersendiri bagi setiap insan pegadaian.
N : Nuansa Citra
Pegawai pegadaian selalu menjaga citra baik perusahaan, bekerja profesional,
menjaga kebersihan lingkungan, kerapihan penampilan dan efisiensi serta
a. Sejarah
• Pegadaian zaman pemerintahan hindia belanda
Pada tahun 1800 VOC dibubarkan pemerintahan belanda sebagai
penanggung jawab pemerintahan, maka keberadaan lembaga kredit bank van
leening dipertegas. Gubenur jendral daendelsmengeluarkan peraturan yang
merinci jenis barang yang digadaikan.
Gubenur jendral hindia belanda merasa perlu memperhatikan tokoh
tokoh humanisme dan mempertimbangkan tentang untuk menjalankan ethiesche
politiek. Salah satu langkah merealisasikan kebijakan tersebut adalah melakukan
pengkajian kembali kebijakan perizinan dan operasional lembaga pegadaian.
Untuk maksud itu maka pemerintah hindia belanda mambentuk lembaga
penelitian yang dipimpin oleh de wolf van westerrode pada tahun 1900.
Berdasarkan penelitian tersebut, maka pemerintah mengeluarkan staatsblad (stbl)
no. 131 tanggal 12 maret 1901, yang pada prinsipnya mengatur bahwa pendirian
pegadaian merupakan monopoli dan karena itu hanya bisa dijalankan oleh
pemerintah. Maka berdasarkan undang–undang ini didirikanlah pegadaian negara
(pandhuis) pertama di kota sukabumi (jawa barat) pada tanggal 1 april 1901.
• Pegadaian zaman pemerintahan jepang
Struktur organisasi pegadaian semasa pemerintahan pendudukan jepang
hampir tidak mengalami perubahan. Hanya saja jumlah inspektorat menciut
berkedudukan di Jakarta untuk wilayah pulau Jawa, Bukit tinggi untuk wilayah
Sumatera, dan Makassar untuk wilayah Sulawesi dan Indonesia timur. Ketiga
pejabat tersebut di bantu oleh 27 kontrolir yang masing–masing membawahi 10
sampai 16 kantor cabang pegadaian.
• Pegadaian zaman perjuangan kemerdekaan
Pada masa awal pemerintahan RI yang terbentuk pada bulan agustus
1945, Mr saubari ditunjuk sebagai kepala jawatan pegadaian dari ohno san, tidak
lama kemudian diangkat sebagai sekertaris jendral departemen keuangan.
Sehingga jawatan pegadaian diserahkan kepada R. Hendarsin Tjokrosoedirjo.
Pada waktu itu pertempuran terjadi dimana-mana sehingga koordinasi kantor
jawatan pegadaian pusat dan daerah tidak lancar, oleh karena itu kantor jawatan
pegadaian pusat hijrah ke Kebumen, sementara itu pemerintah pusat telah terlebih
dahulu pindah ke Yogjakarta.
• Pegadaian pada masa pembangunan.
Peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perpu) no. 19 / 1960
menetapkan bahwa semua perusahaan yang modalnya dari pemerintah di jadikan
perusahaan negara (PN). Tujuannya adalah untuk menyederhanakan
perusahaan-perusahaan negara yang bentuknya beraneka ragam menjadi satu bentuk.
b. Strutur pegadaian
Instruksi presiden no. 17/1967 diwujudkan dengan dikeluarkannya perpu
mengatur tentang bentuk badan usaha negara menjadi tiga (3) bentuk, yaitu :
perjan (perusahaan jawatan), perum (perusahaan umum), dan persero.
Sejalan dengan ketentuan dalam undang-undang tersebut, maka
dikeluarkan peraturan pemerintah no. 7 tahun 1969 yang mencabut PP
no.178/1961 dan menyatakan bahwa mulai 1 mei 1969 di tetapkan menjadi
perusahaan jawatan (perjan) pegadaian. Peranan perjan pegadaian dituangkan
dalam surat keputusan menteri keuangan no. KEP-39/MK/6/1/1971 tanggal 20
januari 1971 bab II pasal 2 yang berbunya bahwa perjan pegadaian mempunyai
tugas membantu menteri keuangan Cq. Direktorat Jendral Moneter Dslam Negeri
dalam :
1. Membina perekonomian rakyat kecil dengan menyalurkan kredit atas
dasar hukum gadai kepada :
a. Para petani, nelayan, pedagang kecil, industri kecil yang bersifat
produktif.
b.Kaum buruh/pegawai negeri yang ekonomi lemah yang bersifat
konsumtif.
2. Ikut serta mencegah adanya pemberian pinjaman yang tidak wajar, ijon,
pegadaian gelap, dan praktek riba lainnya.
3. Di samping menyalurkan kredit, maupun usaha-usaha lainnya yang
bermanfaat terutama bagi pemerintah dan masyarakat.
4. Membina pola perkreditan supaya benar-benar terarah dan bermanfaat,
terutama mengenai kredit yang bersifat produktif dan bila perlu
DIREKSI
Sumber : kantor pusat perum pegadaian
C. Organisasi perjan (perusahaan jawatan) pegadaian
Daerah inspeksi
1. Kantor daerah inspeksi I di Medan
2. Kantor daerah inspeksi II di Jakarta
3. Kantor daerah inspeksi III di Bandung
4. Kantor daerah inspeksi IV di Semarang
5. Kantor daerah inspeksi V di Yogjakarta
6. Kantor daerah inspeksi VI di Surakarta
DIREKTUR Tata usaha dan rumah
7. Kantor daerah inspeksi VII di Surabaya
8. Kantor daerah inspeksi VIII di Malang
9. Kantor daerah inspeksi IX di Jember
10. Kantor daerah inspeksi X di Ujung pandang
Kemudian berdasarkan pemberitahuan menurut surat edaran kepala
perjan pegadaian no. Proses.2/3/32 tanggal 24 agustus 1981 di bentuk lagi 4
kantor inspeksi, antara lain :
1. Kantor daerah inspeksi XI di Padang
2. Kantor daerah inspeksi XII di Purwokerto
3. Kantor daerah inspeksi XIII di Madiun
4. Kantor daerah inspeksi XIV di Denpasar
Kepala daerah inspeksi di bantu oleh kepala daerah pemeriksaan
sebanyak 43 orang, dengan jumlah cabang sebanyak 488 cabang.
D. Perkembangan dan kegiatan usaha perusahaan
Perkembangan operasional tahun 1990 sampai dengan 2000
Tahun Jumlah cabang
1996
Sumber : kantor pusat perum pegadaian
Perkembangan ikhtisar rugi laba
Tahun Sewa modal Pendapatan
lain
Biaya Laba sebelum
Sumber : kantor pusat perum pegadaian
Kewajiban Ekuitas
1990
1. Usaha pokok kredit gadai
Kredit gadai adalah fasilitas pinjaman berdasarkan hukum gadai dengan
prosedur pelayanan mudah, aman, dan cepat. Dengan usaha gadai ini, pegadaian
melindungi masyarakat yang tidak mempunyai akses di dunia perbankan
Plafon pinjaman, tarif sewa modal, jangka waktu kredit, dan jenis barang jaminan
Gol Uang pinjaman
Rp.
1,75 % 120 hari Perhiasan, sepeda motor,
elektronik dll.
D1 510.000 – 20
juta
1,75 % 120 hari Perhiasan, sepeda motor,
elektronik, mobil
D2 Diatas 20 juta 1,75 % 120 hari Perhiasan, mobil
Hampir semua barang jaminan bergerak dapat di jadikan sebagai barang
jaminan kredit. Perhitungan sewa modal dihitung per 15 hari dimana 1hari
dihitung 15 hari. Jangka waktu pinjaman semua golongan pinjamandi tetapkan
120 hari dan setelah jatuh tempo bisa di perpanjang dengan hanya membayar
jumlah uang sewa modalnya. Jangka waktu yang diberikan pada setiap golongan
pinjaman adalah sama, tetapi tarif sewa modalnya agak berbeda sesuai besar
jumlah pinjaman. Atas barang jaminan yang telah di gadaikan, nasabah dipungut
biaya penyimpanan dan biaya pemeliharaan barang jaminan yang besarnya sesuai
dengan golongan pinjaman. Bila terjadi kehilangan atau kerusakan atas barang
barang jaminan diberikan penggantian sebesar 125 % dari nilai taksiran barang
jaminan. Kebijakan ini dimaksudkan untuk melindungi masyarakat kecil.
Pegadaian tidak mengenal istilah bunga atas pinjaman yang di berikan,
melainkan sewa modal atas modal yang di pinjamkan kepada nasabah.selanjutnya
apabila nasabah tersebut tidak dapat melunasi pinjaman dan sewa modal atau
tidak memperpanjang jangka waktu pinjamannya dan menyatakan agar barang
jaminannya di gunakan sebagai pelunasan hutangnya, maka pegadaian terpaksa
menjualnya dengan melelangnya. Pada awalnya pelelangan barang jaminan
dipegadaian di selenggarakan oleh kantor lelang negara, dengan stbl tahun 1933
no. 341 pelaksanaan lelang barang jaminan habis tempo (barang kasep) yang ada
di pegadaian tidak lagi di selenggerakan oleh kantor lelang negara. Pelaksanaan
lelang barang-barang tersebut di selenggarakan sendiri oleh pegadaian dengan
pertimbangan bahwa pada umumnya paara kepala cabang pegadaian lebih
mengetahui harga-harga barang jaminan yang di terima sebagai barang jaminan di
pegadaian di bandingkan dengan kepala balai lelang (vendu meester). Pada
dasarnya, penjualan dengan cara lelang ini dimaksudkan agar masyarakat
mendapatkan harga jual setinggi-tingginya. Penawaran lelang dengan sistem
“naik-naik”. Harga penawaran pertama di tetapkan berdasarkan tafsiran ulang di
tambah dengan biaya lelang penjual sebesar 3 %. Pemenang lelang di kenakan
biaya lelang pembeli sebesar 9% dan uang miskin sebesar 0,7% dari harga
lakunya lelang. Barang lelang yang tidak laku dilelang di beli oleh perusahaan
umum. Selisih harga pembelian dengan harga penjualan menjadi laba atau rugi
perusahaan.
Agar penjualan barang-barang tersebut mendapat keuntungan,
diupayakan bisa terjual setinggi-tingginya. Jika harga harga penjualan melebihi
jumlah uang pinjaman ditambah sewa modal dan biaya lainnya, maka uang
kelebihan itu diserahkan kepada nasabah. Kadaluarsa kelebihan uang tersebut
adalah satu tahun setelah hari lelang.
2. Usaha jasa titipan
Jasa titipan adalah fasilitas semacam safe deposite box yang di tawarkan
oleh pegadaian kepada masyarakat dengan maksud untuk melindungi surat-surat
penting atau barang-barang berharga lainnya bila pemiliknya meninggalkan
rumah atau menghendaki perlindungan yang lebih aman di banding dengan
disimpan di rumah.
3. Galeri 24 (toko emas pegadaian)
Galeri 24 diciptakan untuk menyediakan perhiasan dengan kualitas yang
benar dan desain perhiasan yang modern. Dengan membeli perhiasan emas di
galeri 24, masyarakat mendapat keuntungan yang berlipat yaitu bergaya dan
berinvestasi secara aman dan terjamin serta melindungi nilai uang dari inflasi,
sedangkan kadarnya adalah kadar sesuai standar nasional indonesia.
4. Usaha persewaan gedung
Usaha persewaan gedung adalah upaya pemanfaatan asset secara
sedemikian rupa sebagai auditorium kantor pusat dengan nama gedung langen
palikrama
5. Usaha taksiran / sertifikasi
Jasa taksiran ditawarkan oleh pegadaian kepada masyarakat dengan
maksud untuk melindungi masyarakat dari pemalsuan para penjual perhiasan
emas permata. Di samping itu, juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang
ingin mengetahui kualitas barang-barang perhiasan.
6. Usaha penjualan keping emas ONH
Penjualan keping emas ONH kepada masyarakat dimaksudkan untuk
melindungi nilai uang masyarakat yang ingin merencanakan ibadah haji. Sejak
dulu biaya naik haji ekuivalen dengan 250 gram emas murni. Emas ONH adalah
emas murni dengan berat mulai dari 1 gram sampai dengan 10 gram. Harga
penjualan keping emas ONH berdasarkan harga emas yang berlaku pada saat
transaksi. keping emas ONH juga dapat di jual di mana saja dengan harga emas
jual yang berlaku pada saat itu apabila diperlukan.
Logo
Pohon rindang berwarna hijau:
A. melindungi dan membantu masyarakat
B. senantiasa tumbuh dan berkembang
D. warna hijau merupakan warna agraris yang akrab
dengan masyarakat kecil
timbangan berwarna hitam :
a. keseimbangan dan keterbukaan dalam pelayanan.
b. Kejujuran
Tulisan 'pegadaian' dengan huruf miring :
a. sederhana, kepraktisan,dan kemudahan
b. dinamis, terus bergerak maju
c. huruf balok melambangkan keteguhan dan
kekokohan
slogan atau semboyan pegadaian yang resmi telah ditetapkan pada tanggal 10 april
1991 adalah :
mengatasi masalah tanpa masalah
slogan atau semboyan itu mencerminkan ciri utama pelayanan pegadaian, yaitu :
a. mengatasi masalah keuangan atau kebutuhan dana dengan pelayanan
dalam waktu yang relatif singkat
b. tidak menuntut persyaratan-persyaratan administrasi yang menyulitkan
I : inovatif
Pegawai pagadaian senantiasa berkreasi dan mengembangkan ide-ide guna
menciptakan produk-produk dan cara krja baru untuk memenuhi
kebutuhan konsumen
N : nilai moral tinggi
Pegawai pagadaian senantiasa bartaqwa kepada tuhan yang maha esa, rajin
beribadah, menjunjung nilai moral yang tinggi. Kesusilaan, etika,
kejujuran, dan kewaspadaan, selalu mendasari sikap dan perilaku dalam
melaksanakan tugas sehari-hari
T : terampil
Pegawai pagadaian senantiasadapat maelaksanakan tugas dengan cepat
dan akurat, serta dapat di pertanggung jawabkan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku
A : adi layanan
Pegawai pagadaian senantiasamamberikan layanan yang prima. Kepuasan
konsumen merupakan kebanggaan tersendiri bagi setiap insan pegadaian.
N : nuansa citra
Pegawai pagadaian senantiasa menjaga citra baik perusahaan. Bekerja
profesional, menjaga kebersihan lingkungan ,kerapihan penampilan,
efisiensi dan produktivitas.
Perusahaan umum pegadaian adalah suatu perusahaan milik negara di
bawah departemen keuangan republik Indonesia. Perusahaan ini bergerak bidang
perkreditan seperti halnya dunia perbankan lainnya, namun lebih mengarah
kepada masyarakat menengah ke bawah, hal ini tercermin dari bentuk barang
jaminan dan besarnya pengajuan jumlah kredit yang ada.
Perusahaan umum pegadaian menjalankan banyak bidang usaha agar dapat
bertahan atau bahkan mungkin bersaing dengan dunia perbankan lainnya, saat ini
ada lima (5) bidang usaha yang ada antara lain perkreditan, jasa taksir, galeri 24,
koin emas ONH, jasa penitipan dan yang paling baru adalah pagadaian syari’ah.
Selain banyaknya bidang tersebut membuat Perusahaan umum pegadaian juga
menginginkan adanya pembaharuan dalam proses transaksi sehari-hari guna
semakin memantapkan langkah dalam menyongsong era globalisasi dan pasar
bebas dimana tidak ada lagi istilah monopoli dan perlindungan dari pemerintah.
Dan pengunaan teknologi informasi (TI) menjadi salah satu solusi alternatif selain
pengembangan sumber daya manusia yang ada.
2.2. sbd
2.3. Konsep Dasar sistem informasi 2.1.1. Pengertian sistem informasi
Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya dijelaskan terlebih dahulu
apa yang didefinisikan dengan sistem itu sendiri. Sistem yang umum di dunia
manajemen adalah suatu kumpulan elemen–elemen yang saling berkaitan erat satu
sama lainnya dan bertanggung jawab memroses masukan (input) sehingga
• tujuan, meliputi : tujuan usaha, kebutuhan, masalah dan prosedur
pencapaian tujuan tersebut.
• Batasan, meliputi : peraturan-peraturan, biaya, personel, peralatan
dan lainnya.
• Kontrol, meliputi : kontrol pemasukan data, kontrol pengeluaran
data, kontrol pengoperasian, dan lain sebagainya.
• Input, meliputi : asal masukan, frekuensi masukan data, jenis
pemasukan data, dan lainnya.
• Proses, meliputi : klasifikasi, peringkasan, pencarian dan lainnya.
• Output, meliputi ; laporan, grafik dan lainnya.
• umpan balik, meliputi : perbaikan, pemeliharaan dan lain
sebagainya.
Sehingga dapat di gambarkan sebagai berikut :
tujuan
batasan
kontrol
proses
• Sebagai suatu yang dinamik , sebuah sistem memiliki pula tingkah laku yang
berbeda dari satu sistem dengan sistem yang lainnya.berdasarkan timgkah laku
ini sistem di bedakan menjadi 5 kategori antara lain :
• Determinstic system, yaitu : sistem dimana segala tingkah lakunya dapat
diramalkan.
• Probabilistic system, yaitu : sistem dimana segala tingkah lakunya tidak dapat
diramalkan.
• Closed system, yaitu : sistem yang tidak mempunyai relasi atau hubungan
dengan lingkungan.
• Open system, yaitu : sistem yang mempunyai relasi atau hubungan dengan
lingkungan.
• Stable system, yaitu : sistem yang hubungannya telah didefinisikan dengan
jelas, apabila suatu elemen ada kesalahan maka sistem akan berhenti.
Kalau sistem merupakan suatu kumpulan elemen–elemen yang saling
berkaitan erat satu sama lainnya dan bertanggung jawab atas proses masukan
(input) sehingga menjadi keluaran (output), maka informasi disini bisa di
definisikan sebagai data yang di olah untuk menjadi bentuk yang lebih berguna
dan lebih berarti bagi penerimanya. Dimana informasi merupakan landasan dalam
pengambilan keputusan yang strategis tentang apa yang akan di jalankan
selanjutnya, selain itu juga informasi yang berkualitas dapat mengurangi
ketidakpastian sehingga mengetahui dengan jalas maksud dan tujuannya.
Informasi merupakan darah yanng mengalir didalam tubuh organisasi,
sehingga apabila suatu sisitem yang ada kurang mendapatkan informasi akan
menjadi luruh. Sumber informasi adalah data yang merupakan kenyataan yang
menggambarkan suatu kejadian (event) dan kesatuan nyata (fact).
Informasi yang dikatakan berkualitas memiliki tiga (3) syarat yaitu :
• Akurat, artinya informasi yang ada atau telah tersedia kebenaran dan
kevalidannya teruji sehingga seminimal mungkin menutup dari
kesalahan-kesalahan yang menyesatkan sehingga membuat penerima informasi tidak
menjadi bias.
• Tepat waktunya, artinya jelas bahwa informasi yang di dapat si penerima
tidak terlambat, sehingga dalam mengantisipasi atas informasi yang ada tepat
hal ini bisa dipahami dengan mudah dengan memberikan contohnya dalam
keseharian, misalnya harga koran hari ini jauh lebih mahal dari harga koran
kemarin.
• Relevan, artinya informasi tersebut mempunyai manfaat bagi pemakainya.
Informasi bersifat dinamik, sehingga informasi mengalami suatu siklus.
Ilustrasi siklus informasi bisa di gambarkan sebagai berikut :
Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima
kemudian menerima informasi tersebut dan membuat suatu keputusan untuk
tindakan selanjutnya, yang berarti akan menghasilkan suatu tindakan yang lain
masukan (input) dan di proses kembali lewat model dan begitu seterusnya. Hal
ini akan mudah di pahami dengan gambar sebagai berikut :
2.1.2. Desain input secara umum
Alat Input dapat digolongkan menjadi 2 golongan yaitu alat input langsung
(online input device) dan alat input tidak langsung (offline input device).
Alat input merupakan alat input yang langsung dihubungkan CPU (central
processing unit), misalnya dengan keyboard, mouse, dan lain sebagainya . alat
input tidak langsung dihubungkan dengan CPU.
Proses input dapat melibatkan 2 atau 3 tahapan utama yaitu pengambilan
data, penyiapan data, pemasukan data.
a. pengambilan data atau (data capture), merupakan proses
mencatat kejadian nyata yang terjadi akibat transaksi yang
dilakukan oleh organisasi kedalam dokumen dasar. Dokumen
dasar merupakan bukti transaksi.
Proses model
output
penerima
Keputusan aksi Dasar data
Hasil aksi data
b. Penyiapan data (data preparation), yaitu mengubah data yang
telah dimasukkan kedalam bentuk yang dapat dibaca oleh
mesin misalnya, pita magnetik, atau disk magnetik
c. Pemasukan data (data Entry) merupakan proses membaca atau
memasukkan data kedalam komputer.
• Langkah –langkah Desain Input Secara Umum
Yang perlu didesain secara rinci untuk input adalah bentuk dari
dokumen dasar yang digunakan untuk memasukkan data, kode-kode input
yang digunakan dan bentuk dari tampilan input diatas alat input. Untuk
tahap desain input secara umum, yang perlu dilakukan secara umum
adalah mengidentifikasi terlebih dahulu input-input yang akan didesain
secara rinci. Langkah-langkah ini adalah sebagai berikut:
1. Menentukan kebutuhan input dari sistem yang ada.
Input yang akan didesain dapat ditentukan dari diagaram Arus Data
(DAD) sistem yang ada. Input di DAD ditujukkan oleh arus data dari
luar kesuatu proses dan bentuk tampilan input dialat input yang
ditujukkan oleh suatu proses pemasukan data.
2. Menentukan parameter dari input.
Setelah input-input yang akan didesain telah dapat ditentukan, maka
parameter dari input selnjutnya dapat ditentukan. Parameter ini
meliputi :
a. Bentuk dari input, dokumen dasar atau bentuk isian dialat input
c. Alat input yang digunakan
d. Volume input
e. Periode input
2.1.3. Desain output secara umum
Output ( keluaran ) adalah produk dari sistem informasi ynag dapat dilihat.
Output dapat berupa hasil dimedia keras (seperti kertas, microfilm) atau hasil
dimedia lunak (berupa tampilan dilayar monitor). Disamping itu output juga dapat
berupa hasil dari suatu proses lain yang tersimpan disuatu media seperti tape, disk
atau kartu. Output dapat diklasifikasikan kedalam beberapa type, yaitu internal
output (output intern) dan output ekstern (external output). Output intern adalah
output yang dimasudkan untuk mendukung kegiatan manajemen. Output ini akan
tetap ada diperusahaan dan akan disimpan sebagai arsip atau dimusnakan bila
tidak digunakan lagi. Output ini dapat berupa laporan rinci, laporan ringkasan dan
laporan yang aslinnya. Output ekstern adalah output yang akan didistribusiakan
kepada pihak luar yang membutuhkannya. Contoh otput ekstern adalah faktur,
tanda terima pembayaran, surat jalan untuk barang, dan lain sebagainya. Output
ekstern ini dibuat di formulir yang sudah tercetak sebelumnya (preprinted form)
dan sistem informasi hanya menambahkan bagian-bagian yang masih harus diisi.
• Langkah – langkah Desain Output Secara Umum
Desain output secara umum dapat dilakukan dengan langkah–
langkah sebagai berikut :
Output yang akan didesain dapat ditentukan dari DAD (diagram alir
data) sistem baru yang telah dibuat. Output di DAD ditunjukkan arus
data dari suatu proses ke proses lainya.
2. Menetukan parameter dari output
Setelah output yang akan didesai telah dapat ditenntukan, maka
parameter dari output selanjutnya dapat ditentukan . parameter ini
meliputi tipe dari output, formatnya, media yang digunakan, jumlah
tembusan tebusan, distribusi dan periode output.
2.1.4. Desain database secara umum
Basis data merupakan kumpulan suatu data terhubung (interrenlated data)
yang disimpan secara bersama pada suatu media, tidak perlu kerangkapan data
(redundancy data) dengan cara-cara tertentu sehingga mudah untuk digunakan
atau ditampilkan kembali dan dapat digunakan oleh suatu atau lebih program
apliaksi secara optimal, data yang tanpa mengalami ketergamangan pada program
yang akan disimpan sedemikain rupa sehingga penambahan, pengambilan dan
modifikasi data dapat dilakukan dengan mudah dan terkontrol. Database ini
merupakan komponen yang sangat penting di sistem informasi, karena berfungsi
sebagai basis penyedia informasi bagi pemakainya. Penerapan database dalam
sistem informasi disebut dengan database sistem dengan kata lain yaitu sistem
manajemen basis data (database manajement system/DBMS). Suatu sistem
manajemen basis data (SMBD) berisi satu lokasi data saling berelasi dengan satu
terdiri atas database dan set program pengelola untuk menambah data,
menghapusdata, mengambil data dan membaca data.
Keuntungan daripada SMBD
1. kepraktisan : Menggunakan media penyimpan sekunder yang
berukuran kecil tetapi padat informasi
2. kecepatan : Mesin dapat mengambil atau mengubah data jauh lebih
cepat daripada manusia.
3. mengurangi kejemuan : Orang cenderung menjadi bosan jika
melakukan tindakan-tindakan berulang yang menggunakan tangan
(misalnya harus mengganti suatu informasi ).
4. kekinian : Informasi yang tersedia pada SDMB akan bersifat mutakhir
dan akurat setiap saat.
2.1.5. Type Dari File
Database dibentuk dari kumpulan file. File di dalam pemprosesan aplikasi
dikategorikan ke dalam beberapa tipe diantaranya yaitu :
1. File Induk (Master File )
Di dalam aplikasi, file ini merupakan file yang penting. File ini tetap harus
ada selama hidup dari sistem informasi. File induk dapat dibedakan menjadi :
a. File Induk Acuan (reference master file), yaitu : file yang recordnya relatif
statis, jarang mengalami perubahan nilainya . contoh file ini adalah daftar
gaji, file daftar mata kuliah.
b. File Induk Dinamik (dynamic master file), yaitu : Induk yang nilai dari
(updated) sebagai akibat dari suatu transaksi. Contoh file ini adalah file
induk persediaan, file induk langganan dan lain sebagainya.
2. File Transaksi ( transaction file)
File transaksi disebut juga file input (input file). File ini digunakan untuk
merekam data hasil dari suatu transaksi yang terjadi. Misalnya nilai unit dari file
persediaan. File induk ini hanya menunjukkan status unit akhir ini berasal dari
transaksi yang pernah terjadi. Untuk melihat transaksi-transaksi yang
mempengaruhi nilai file induk , dapat dilihat pada file transaksinya. Contoh file
transaksi yang lain adalah file transaksi penjualan yang terjadi. File transaksi
memuat rekaman tanggal dari transaksi yang menunjukkan kapan transaksi
tersebut terjadi.
3. File Laporan (report file)
File ini disebut juga dengan file output (output file) yang berisi dengan
informasi yang akan ditampilkan. File ini dibuat untuk mempersiapkan untuk
membuat suatu laporan.
4. File sejarah (history file)
File sejarah dapat juga disebut sebagai file arsip (archival file), yaitu file
yang berisi data masa lalu yang tidak aktif lagi, tetapi perlu disimpan untuk masa
yang akan datang.
5. File Pelindung (backup file)
File pelindung merupakan salinan dari file-file yang masih aktif di
database pada suatu saat tertentu file ini digunakan sebagai cadangan atau
6. File Kerja (working file)
File kerja disebut juga dengan nama file sementara (temperory file atau
scratch file). File ini dibuat oleh suatu proses program secara sementara karena
memori komputer tidak mencukupi atau untuk menghemat pemakaian memori
selama proses dan akan dihapus bila proses telah selesai.
2.1.6. Entity-relationship atau E-R diagram
Entity-relationship atau E-R Diagram adalah model konsep data yang
digunakan untuk merancang struktur database. Data model ini dapat membantu
dalam membuat konsep struktur database dan mempermudah dalam membuat
program aplikasi.
Konsep yang digunakan dalam E-R Diagram adalah sebagai berikut:
1. Entity
Adalah sesuatu yang dapat dijadikan obyek dalam penelitian, objek
tersebut bisa berupa obyek fisik misalnya karyawan, rumah dan sebagainya dan
bisa juga berupa konsep atau gambaran, misalnya bagian dalam perusahaan.
Setiap entity mempunyai atribut yang berfungsi menerangkan entity
tersebut, misalnya dalam sistem informasi stock barang entity barang atributnya
kode barang, nama barang, dan lain sebagainya. Dalam sistem informasi
penggajian dan absebsi karyawan, entity karyawan mempunyai atribut yaitu nama
karyawan, tempat tanggal lahir, gaji pokok dan lain sebagainya.
Setiap atribute dari entity mempunyai key atribute atau kunci atribute.
Kunci atribute ini akan mewakili dari atribute yang lain.
Adalah intitas yang lemah, artinya entitas yang tidak bisa berdiri sendiri
atau tidak mempunyai kunci atribute.
3. Atribute
Setiap entity mempunyai atribute atau sebutan untuk mewakili suatu
entity. Karyawan dapat dilihat dari atributenya, misalnya nama karyawan, nomor
induk karyawan, alamat. Atribute juga disebut sebagai data elemen, data field,
data item.
4. Multivalue Atribute
Adalah atribute yang mempunyai nilai banyak, misalnya satu departemen
terletak di beberapa lokasi. Maka merupakan multivalue dari entitas departemen.
2.1.7. Teknik normalisasi
Langkah pertama dalam membangun database adalah membangun tabel
yang benar .tabel-tabel dengan desain yang akan mengurangi kompleksitas
aplikasi juga menambah fleksibilitas struktur data yang baik merupakan faktor
utama dalam kesuksesan aplikasi delphi berlandaskan pada database model
rasional dengan mengikuti aturan dari model ini, data dapat dimanipulasi dengan
mudah agar data mentah dalam dunia nyata data mencapai database model
rasional, diperlukan proses yang dinamakan normalisasi.
Normalisasi adalah reduksi bertahap yang dilakukan pada sekumpulan
tabel .prosedure normalisasi bersifat reversibel artinya normalisional ( misalnya 3
NF ) selalu dapat dikembalikan ke keadaan awal ( misalnya 2 NF). Reversibel
Database relasional selalu menggunakan field kunci untuk mendefinisikan
relasi antar tabel, semakin banyak tabel yang kita miliki, maka semakin banyak
relasi yang kita perlukan untuk menghubungkan semua tabel. Sebuah tabel tidak
harus langsung berhubungan dengan setiap tabel lain, tetapi setiap tabel dalam
data base terhubung satu sama lain ( tidak tabel yang berdiri sendiri) jadi tabel
dapat berhubungan dengan setiap tabel yang lain dengan hubungan lansung/tidak
langsung. Konsep dari umum normalisasi adalah ::
• Field / atribute kunci
Setiap file selalu terdapat kunci dari file berupa satu field atau satu set
field yang memiliki record , misalnya nomor pelanggan merupakan kunci dari
nama pelanggan . setiap pencarian cukup dengan menyebut nomor pelanggan.
maka dapat diketahui nama pelanggan, alamat dan atribute lainnya seorang
pelanggan tersebut.
1. Super Key
Super key adalah satu minimal set dari atribute yang menyatakan secara
langsung dimana tidak dapat membuang beberapa atribute dalam set tanpa
merusak kepemilikan yang unik.
Contoh :
File barang
• Nomor Nota
• Kode barang
• Nama barang
• satuan
Super key disini adalah :
Nomor pelanggan dan kode pelanggan , nomor pelanggan merupakan
kunci yang lemah dan kode pelanggan merupakan kunci kuat, maka kode
pelanggan dipakai sebagai kunci.
2. kunci kandidat/kunci calon (Candidat Key)
Kunci kandidat adalah satu atribute atau lebih yang mendefinisikan secara
unik suatu kejadian spesifik dari entity.
Contoh :
File nasabah berisi atribute
• kode nasabah
• Nama nasabah
• No. KTP
• alamat nasabah
• telepon
• golongan kredit
Kunci Kandidat disini adalah :
• Kode nasabah karena unik tidak mungkin sama
• Nama nasabah sering dipakai sebagai kunci pencarian namun
tidak dapat dikatakan kunci karena seseorang punya nama yang
sama.
Primary key adalah atribute yang tidak hanya mengidentifikasikan secara
unik suatu kejadian spesifik, tapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu
entity.
4. kunci primer (Alternate Key)
Kunci alternatif adalah kunci yang dipakai sebagai kunci pengurutan
dalam laporan
5. kunci tamu (Foreign Key)
Kunci tamu adalah satu atribute yang melengkapi satu hubungan
(relationship) yang menyatakan keinduknya. Contoh :
File Transaksi Penjualan Sepeda Motor
• kode nasabah
• No Nota / No kwintasi
• Tanggal
• Harga jual
• Nilai taksir I
• Nilai maksimal (up)
• Nilai taksir II
• Nilai maksimal (up)
• Kebergantungan Fungsi (fungtional dependency)
Bila kita sudah memilih masalah yang akan diselesaikan, tahap berikutnya
adalah membagi data-data ke dalam tabel. Kita dapat memasukan semua data
yang diperlukan dalam sebuah tabel. Kebergantungan fungsional mendefinisikan
lain. Atribute sama dengan field oleh sebab itu kita harus memperjatikan
field-field mana yang tergantung pada field-field yang lain . misalnya kita mempunyai data
petugas, setiap petugas mempunyai nomor petugas yang berbeda. Nama petugas
akan bergantung pada nomor petugas, artinya untuk sebuah nomor petugas
misalnya : ptg 001, kita dapat menentukan bahwa namanya Adalah Sandra. Akan
tetapi tidak sebaliknya artinya kita tahu seorang sandra apakah nomornya ptg 001
? belum tentu, karena mungkin saja ada 2 orang petugas dengan nama yang sama
tetapi pasti nomor petugasnya berbeda.
Dalam kasus petugas data-data lain juga bergantung pada nomor petugas, yaitu
alamat, bagian, telepon, jenjang pendidikannya, dan seterusnya
3. Bentuk normalisasi
pada proses normalisasi ini perlu dikenal definisi dari tahap normalisasi
• Bentuk Normal Pertama (first normal form/1NF )
Bentuk normal pertama ini adalah tabel yang tidak mengandung
pengulangan data, dan nilai-nilai pada tabel tersebut bersifat non atomik. Sebuah
nilai atomik adalah field yang menyatakan data tunggal, bukan gabungan
nilai-nilai pada mulanya, database relational, membatasi banyaknya field dalam suatu
record. Untuk menyimpan banyak data , beberapa data harus digabungkan
kedalam sebuah field contoh : buku tulis, map, pensil, tas, penghapus.
Bentuk data seperti ini akan menyulitkan proses retrive, menghapus data,
menambah data dan proses yang lain. Untuk memperjelas kita harus membuat
prosedure untuk mencari sub string yang menyatakan sebuah data. Hal ini akan
di awali dengan huruf besar. Kita dapat memakai karakter lain untuk menyatakan
pemisah data, misalnya spasi untuk mengubah tabel tersebut menjadi bentuk
normal pertama. Kita harus memecahkannya menjadi 5 field.
Contoh :
No fak Brg 1 Brg 2 Brg 3 Brg 4 Brg 5
F1 Buku tulis Map Pensil Tas Penghapus
F2 Kertas Pensil
Bentuk diatas adalah bentuk normal pertama
• Bentuk Normal Kedua (second normal form / 2NF)
Bentuk noramal kedua (2NF ) adalah tabel 1 NF dan setiap field bukan
kunci bergantung sepenuhnya pada kunci. Dengan kata lain tidak ada non kunci
yang bergantung sebagian komponen-komponen kunci. Bagaimana dengan tabel
diatas ? nama barang dan harga bergantung pada fungsional pada nomor barang
saja. Bukan kombinasi nomor faktur + nomor barang. Berarti nama barang dan
harga ( non kunci ) bergantung pada sebagian kunci. Sama halnya dengan nomor
langganan, kunci langganan, kota langganan dan discount hanya bergantung pada
nomor faktur jadi Tabel diatas harus dipecah menjadi 3 tabel.
• Bentuk Normal Ketiga (3NF/Third Normal Form)
Untuk menjadi bentuk normal ketiga maka semua relasi haruslah dalam
bentuk normal kedua dan semua atribute bukan primer dan tidak punya hubungan
transitif. Dengan kata lain, setiap atribute bukan kunci harus bergantung hanya
pada primary key dan pada primary key secara menyeluruh.
Data flow diagram gambaran sistem secara logikal, dan sering digunakan
untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem yang baru yang
akan dikembangkan secara logika. Data flow diagram merupakan alat yang
digunakan pada metedologi pengembangan sistem yang terstruktur (structured
Analisys and desaign)
a. Sumber data atau tujuan data
sumber data flow diagram biasanya entity disebut sebagai sumber data
atau tujuan data, misalkan memasukkan data absensi karyawan sumbernya
dari data karyawan yang masuk. Sumber data tersebut merupakan input
sistem.
b. Proses
Proses digunakan untuk perancangan program yang akan dibuatkan
input misalnya proses perhitungan, perbaikan, atau perbaikan penghapusan
dan penambahan data.
c. Penyimpanan Data
Perancangan program yang akan dibuat harus disimpan dalam file-file
tersendiri.
d. Aliran Data
Aliran data merupakan aliran arus data yang dikeluarkan
e. Simbol-simbol yang digunakan dalam data flow diagram
No Nama Fungsi gambar
1 Terminal symbol Menunjukan awal & akhir
2 Preparation symbol Memberikan nilai awal suatu
variable/counter
3 Processing symbol Pengolaan arithmatika &
pemindahan data
4 Pedefined process
symbol
Detail yang terpisah
(sub routine)
5 Decision symbol Mewakili operasi
perbandingan logika
6 Connector symbol Hubungan Yang putus masih
dalam halaman Yang sama
7 off page connector
symbol
Hubungan Yang putus masih
dalam halaman Yang berbeda
8 Annotation flag
symbol
Keterangan untuk
memperjelas symbol yang lain
2.2 Konsep dasar bahasa pemrograman delphi 6.0
Bahasa pemrograman yang akan di gunakan adalah bahasa pemrograman
delphi. Borland delphi adalah bahasa pemrograman yang bekerja dalam lingkup
MS-WINDOWS. Kemampuan dephi sendiri mampu untuk merancang suatu
program aplikasi layaknya program aplikasi windows lainnya. Kemampuan
lainnya bahwa delphi menyediakan komponen-komponen atau fasilitas obyek
yang lengkap dan kuat yang memungkinkan kita lebih mudah menjlankannya,dan
pemenuhan kebutuhan perusahaan (enterprise) yang kemudian dikenal dengan
sebutan inprise (integrated enterprise).
a. Memulai delphi 6.0
Untuk memulai borland delphi 6.0 lakukan langkah-langkah sebagai
berikut :
1. Klik ikon start pada sistem operasi windows.
2. Pilih program, lalu pilih program delphi 6 dan delphi 6
b. membuat program aplikasi
BAB III
ANALISA SISTEM INFORMASI 3.1 Umum
Sistem informasi di perusahaan merupakan sistem informasi yang sangat
berguna untuk kelancaran pemprosesan data terutama di bidang sistem informasi
penjualan kredit di koperasi Mitradika ini
Sistem informasi koperasi yang sbelumnya masih dilakukan secara manual
akan sering menimbulakn keterlambatan informasi, apalagi informasi yang
menyangkut tentang laporan-laporan penjualan kredit yang dibutuhkan. Sistem
informasi yang dilakukan dengan cara manual mengalami tingkat kesalahan
paling tinggi atau paling besar karena data harus diproses secara berulang kali
setiap ada proses ataupun memeberikan penyususnan baik laporan harian atau
laporan bulanan
3.1. Sumber data
Seperti apa yang di jelaskan diatas informasi yang berkualitas adalah
pengambilan keputusan berikutnya. Disini penulis dalam pengambilan data
penulis mengambil data dengan secara langsung terjun ke kantor perum
pegadaian, di sini selain melihat langsung proses transaksi sehari-hari juga dengan
jalan bertanya langsung dengan petugas yang bersangkutan sehingga kevalidan
dapat terjamin.
3.2. Bahan dan alat 3.2.1. Bahan
• software
Bahasa pemrograman yang akan di gunakan adalah bahasa
pemrograman delphi. Borland delphi adalah bahasa pemrograman yang bekerja
dalam lingkup MS-WINDOWS. Kemampuan dephi sendiri mampu untuk
merancang suatu program aplikasi layaknya program aplikasi windows lainnya.
Kemampuan lainnya bahwa delphi menyediakan komponen-komponen atau
fasilitas obyek yang lengkap dan kuat yang memungkinkan kita lebih mudah
menjlankannya,dan sejak diluncurkannya delphi versi ke IV yang lebih condong
ke aplikasi bisnis dan pemenuhan kebutuhan perusahaan (enterprise) yang
kemudian dikenal dengan sebutan inprise (integrated enterprise).
3.2.2. Alat
Untuk personal computer yang dibutuhkan setidaknya pentium generasi
pertama (P100, P133 dan seterusnya) atau setara kemampuannya. Hal ini kerena
delphi itu sendiri bekerja di lingkup MS-WINDOWS.
3.3. Jadwal pelaksanaan
No. Nama kegiatan Jadwal pelaksanaan Keterangan
1 Penelitian
2 Pembuatan proposal
3 Bimbingan
4 Pembuatan program
5 Penyelesaian tulisan
6 Ujian skripsi
7 Refisi
DAFTAR PUSTAKA
• Tavri d. mahyusir, ”analisa dan perancangan sistem pengolahan data”,
penerbit PT. Elex Media Komputindo, kelompok gramedia, anggota IKAPI,
jakarta, 1997.
• Djoko pramono, “mudah menguasai delphi 4”, jilid I, penerbit PT. Elex Media