• Tidak ada hasil yang ditemukan

IDENTIFIKASI ISU DAN RUMUSAN PERTANYAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "IDENTIFIKASI ISU DAN RUMUSAN PERTANYAAN"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

IDENTIFIKASI ISU-ISU DAN RUMUSAN PERTANYAAN EVALUASI Disusun untuk memenuhi salah satu tugas dosen mata kuliah evaluasi

pembelajaran

Dosen : Dr. Haryanto, M.Pd

Disusun Oleh:

Ence Surahman (14707251039)

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA

(2)

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah, berkat rahmat Tuhan Yang

Maha Kuasa, makalah yang berjudul identifikasi isu-isu dan rumusan

pertanyaan evaluasi ini dapat diselesaikan tepat waktu. Sebagaimana

yang ditugaskan oleh dosen mata kuliah evaluasi pembelajaran Program

Studi Teknologi Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri

Yogyakarta. Shalawat serta salam semoga dilimpahkan kepada junjungan

kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan seluruh

umatnya.

Makalah ini berisi penjelasan tentang identifikasi isu-isu evaluasi

pembelajaran dan cara merumuskan pertanyaan evaluasi pembelajaran.

Keduanya merupakan bagian penting dalam proses evaluasi

pembelajaran. Seorang guru, dosen, yang akan bertindak sebagai seorang

evaluator seyogyanya memahami pokok bahasan ini agar kegiatan dan

program evaluasi pembelajaran berjalan efektif, efisien dan holistik sesuai

prinsip-prinsip evaluasi.

Penyusun menyadari penjelasan dalam makalah ini terdapat banyak

kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu adanya kritik dan masukan

dari berbagai pihak untuk penyempurnaan makalah ini sangat penyusun

nantikan. Demikian pengantar dari penyusun, semoga makalah ini

bermanfaat bagi kita semua.

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Permasalahan ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 4

1.4 Tujuan Penulisan... 4

1.5 Manfaat Penulisan ... 4

BAB II ... 6

IDENTIFIKASI ISU-ISU DAN RUMUSAN PERTANYAAN EVALUASI ... 6

2.1 Identifikasi Isu-Isu Evaluasi ... 6

2.2 Merumuskan Pertanyaan Evaluasi ... 9

BAB III ... 21

PENUTUP ... 21

3.1 Simpulan ... 21

3.2 Saran ... 22

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Permasalahan

Dalam pandangan ilmu teknologi pendidikan, evaluasi memiliki

peranan yang sangat penting dan tidak tergantikan. Sehingga evaluasi

termasuk dalam salah satu kawasan ilmu teknologi pendidikan selain

desain, pengembangan, pemanfaatan, dan pengelolaan. Hal itu sesuai

dengan definisi dan kawasan teknologi pendidikan menurut AECT

tahun 1994 sebagaimana dalam gambar berikut.

Bagan 1.1 Kawasan Ilmu Teknologi Pendidikan Menurut AECT 1994 Teori

dan Praktik

1. Desain

2. Pengembangan

3. Pemanfaatan 4. Pengelolaan

(5)

Selain itu jika pembelajaran dipandang sebagai suatu sistem yang

terdiri dari beberapa komponen didalamnya. Maka salah satu komponen

sistem pembelajaran yang tidak boleh dihilangkan dan memeliki peran dan

fungsi yang sangat penting adalah evaluasi. Sebagaimana gambar berikut

ini:

Bagan 1.2 Komponen-Komponen Pembelajaran Menurut Zaenal Arifin.

Disamping itu evaluasi pembelajaran memiliki landasan yuridis yang

sangat kuat, sebagaimana dalam Permendiknas No 16 Tahun 2007

tentang Kualifikasi Akademik dan Standar Kompetensi Guru dinyatakan

bahwa salah satu kompetensi inti guru adalah menyelenggarakan

penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. Kompetensi inti

(6)

prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai

dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu, 2) menentukan

aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan

dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu, 3)

menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar,

4) mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil

belajar, 5) mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar

secara berkesinambungan dengan mengunakan berbagai instrumen, 6)

menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai

tujuan, dan 7) melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.

Memperhatikan tuntutan kompetensi guru sesuai permendiknas di

atas, dapat diketahui bahwa salah satu kompetensi yang harus

dikuasai oleh seorang guru adalah kemampuan melakukan program

penialaian yang efektif. Untuk dapat melaksanakan penilaian yang

baik, maka guru harus memahami hal-hal prinsip dalam dimensi

evaluasi, selain model-model evaluasi, analisis kebutuhan evaluasi,

pengembangan instrumen evaluasi, analisis hasil evaluasi, hal yang

tidak kalah penting adalah kemampuan evaluator memahami isu-isu

tentang evaluasi dan kemampuan dalam merumuskan

pertanyaan-pertanyaan yang bisa mengungkap setiap tujuan dari objek yang akan

(7)

Maka dari itu, dalam makalah ini, penulis mencoba menjabarkan

sebagian kecil pembahasan tentang isu-isu evaluasi pembelajaran dan

cara merumuskan pertanyaan dalam evaluasi.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah bagaimana

isu-isu evaluasi pembelajaran dan bagaimana merumuskan pertanyaan dalam

proses evaluasi pembelajaran?

1.4 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu memberikan

penjelasan kepada para pembaca khususnya mahasiswa Prodi TP B yang

sedang kuliah evaluasi pembelajaran mengenai isu-isu evaluasi

pembelajaran dan bagaimana merumuskan pertanyaan dalam proses

evaluasi pembelajaran.

1.5 Manfaat Penulisan

Adapun manfaat yang diharapkan dari pembahasan dalam makalah ini

diantaranya :

1. Tersedianya sumber bacaan tentang isu-isu evaluasi pembelajaran

2. Tersedianya sumber bacaan tentang langkah dan cara merumuskan

(8)
(9)

BAB II

IDENTIFIKASI ISU-ISU DAN RUMUSAN PERTANYAAN EVALUASI

2.1 Identifikasi Isu-Isu Evaluasi

Apabila kita mengkaji dan menelaah referensi lama yang

mengupas tentang evaluasi pendidikan, maupun evaluasi

pembelajaran. Kita akan kesulitan menemukan pembahasan tentang

isu-isu evaluasi pembelajaran. Adapun mengenai pertanyaan

penelitian, dalam beberapa referensi disebut dengan objective

evaluation atau sejenis target dan tujuan pada objek yang dievaluasi.

Buku yang secara khusus mengupas tentang isu-isu evaluasi

pembelajaran dan langkah merumuskan pertanyaan dalam evaluasi

salah satunya adalah buku yang berjudul “evaluation a systematic

approach Sixth Edition yang ditulis oleh Petter H. Rossi, Howard E.

Freeman, & Mark W Lipsey.

Dalam buku tersebut dijelaskan beberapa hal penting berkaitan

dengan identifkasi isu-isu pada proses evaluasi. Disamping itu ada

beberapa buku lain yang membahas tentang topik tersebut.

Dua hal penting yang menjadi titik tolak perhatian seorang

evaluator pada efektivitas sebuah program, sebagaimana gambar

(10)

Bagan 2.3 dua Perhatian khusus tentang efektivitas program yang

dievaluasi.

Dari gambar diatas, terlihat jelas bahwa untuk melihat sejauh

mana efektivitas program yang kita laksanakan adalah dengan

mengevaluasi hasil yang bisa diobservasi, dengan hasil yang diperoleh.

Artinya hasil yang diperoleh dari sebuah kegiatan evaluasi didapatkan

dengan cara mengobservasi hasil-hasil dari program yang dilakukan.

Karena hasil program yang tidak bisa diobservasi susah untuk

dievaluasi.

Identifikasi isu dalam bidang pendidikan, bisa kita potret dari 8

standar nasional pendidikan yang sudah digariskan dalam peraturan

menteri pendidikan nasional no 19 tahun 2005 tentang standar

nasional pendidikan, diantaranya 1) standar sarana, 2) standar isi, 3)

(11)

6) standar pengelolaan, 7) standar pendidik dan tenaga pendidikan

dan 8) penilaian.

Sumber isu yang bisa dievaluasi bisa dikaji dari 8 standar

tersebut. Proses pemotretan isunya itu sendiri sangat bergantung pada

ketajaman analisis seorang evaluator atau pihak terkait dengan

program yang akan dievaluasi.

Contoh sederhana dalam standar kompetensi lulusan, isu yang

bisa menjadi objek evaluasi ada banyak sekali, misalnya relevansi

antara proses dengan target kompetensi lulusan, relevansi antara mata

latih/mata pelajaran dengan ranah kerja dilapangan, isu lainnya

jaminan pemberdayaan lulusan SMA dan sederajat didunia kerja.

Program evaluasi akhir masa studi yang belum optimal. Dan banyak

lagi yang lainnya.

Cara mengidentifikasi isu-isu dalam evaluasi program bisa

dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya:

1. Mengamati fenomena nyata dalam kehidupan sehari-hari,

2. Membaca laporan hasil penelitian

3. Menindaklanjuti laporan dari lembaga pengkajian maupun

penelitian

(12)

Setelah proses itu dilakukan, langkah selanjutnya adalah mengkaji

landasan dan toeri pendukung berkaitan dengan masalah yang

ditemukan. Hal ini diperlukan untuk menguatkan landasan dan tinjauan

kerangka teoritisnya. Sehingga dengan begitu proses identifikasi isu

memiliki landasan pendukung berupa teori dan atau pandangan para

ahli yang pakar dalam masalah yang sedang ditemukan.

Inti dari identifikasi isu-isu adalah proses seorang evaluator

menangkap fenomena baik masalah maupun yang lainnya dari sebuah

program baik sedang berjalan maupun setelahnya untuk dievaluasi baik

untuk tujuan perbaikan proses berjalan maupun rekomendasi untuk

perbaikan program berikutnya.

2.2 Merumuskan Pertanyaan Evaluasi

Terdapat beberapa istilah yang berdekatan makna dengan

pembahasan tentang pertanyaan evaluasi. Diantaranya evaluation

question, program goal, program objective, performance criterion.

Untuk memahami perbedaan dari masing-masing terminologi tersebut,

berikut definisi masing-masing istilah yang ditulis oleh Petter dkk

(1999:78), yang dimaksud dengan pertanyaan evaluasi (evaluation

questions) adalah

“A set of questions developed by the evaluator, evaluation

(13)

they can be answered in a way useful to stakeholders using

methods available to the evaluator”

Artinya seperangkat pertanyaan yang dikembangkan oleh

evaluator, pihak sponsor evaluator, maupun pihak lain yang

berkepentingan, berupa definisi pertanyaan mengenai isu evaluasi

yang akan diinvestigasi dan akan dinyatakan dalam terminologi

sebagaimana yang akan dijawab oleh mereka dengan cara yang

berguna bagi pihak terkait dengan menggunakan metode yang baik

bagi evaluator.

Definisi lainnya adalah the key issues to be explored by an

evaluation. They are developed and prioritized by program staff,

evaluation personnel, funders, and other stakeholders. Yang artinya

isu-isu penting yang harus dieksplorasi oleh seorang evaluator.

Pertanyaan evaluasi tersebut dikembangkan dan diprioritaskan oleh

staff program, personil evaluasi, pendiri, maupun pemangku

kepentingan lainnya.

Sementara itu definisi program goal atau tujuan dari program

adalah A statement, usually general and abstract, of a desired state

toward which a program is directed. Compare with program objectives.

Artinya sebuah pernyataan, biasanya bersifat umum dan abstrak yang

berisikan pernyataan masa depan setelah program dilaksanakan. Yang

(14)

Sementara itu yang dimaksud dengan program objective adalah

specific, operationalized statements detailing the desired

accomplishments of a program. Artinya tujuan yang spesifik,

penyataan operasional yang detil dari sebuah program yang

dilaksanakan.

Adapun yang dimaksud dengan performance indicator adalah the

standard against which a dimension of program performance is

compared so that it can be evaluated. Artinya sebuah standar yang

merupakan sebuah dimensi dari tampilan program yang sudah

dilaksanakn yang bisa dievaluasi.

Pertanyaan evaluasi yang baik adalah pertanyaan yang tepat

mengarah pada isu utama dalam sebuah program yang akan

dievaluasi, yang bermakna dalam kaitannya dengan masalah utama

dan juga konsep pada kebutuhan utama dari pihak berkepentingan

yang terkait dengan program yang akan dievaluasi. Artinya bahwa

pertanyaan evaluasi harus benar-benar mengarah pada penggalian

data dari isu utama dalam sebuah program yang menjadi perhatian

utama pihak yang berkepentingan, misalnya pempinan, kepala sekolah,

yayasan, masyarakat, dinas pendidikan hingga pemerinta.

Pertanyaan evaluasi yang baik adalah pertanyaan yang bisa

(15)

yang bisa dijadikan acuan menilai dari penampilan program yang akan

dinilai sepanjang dan setelah program dilaksanakan.

Pertanyaan evaluasi bisa dibuat dalam beberapa formula,

diantaranya lebih berdayaguna adan bermakna untuk pihak pimpinan

dan pembuat keputusan, kemudian ada juga pertanyaan evaluasi yang

lebih bermanfaat untuk tugas evaluator guna menyediakan jawaban

yang kredibel, selebihnya pertanyaan evaluasi ditujukan pada

efektivitas program. Pengembangan rumusan pertanyaan secara

cermat akan menghasilkan evaluasi yang terancang dengan baik, dan

hal tersebut merupakan langkah yang krusial dalam membuat program

evaluasi.

Menurut Michael Scriven dalam (Petter, 1999:81) logika umum

evaluasi ada empat diantaranya:

1. Membangun kriteria jasa/layanan program. (dalam dimensi apa

harus dievaluasi secara tepat?)

2. Membuat standar-standar (seberapa baik aspek yang akan

dievaluasi akan bekerja?)

3. Mengukur prestasi dan membandingkannya dengan standar.

(seberapa baik aspek yang dievaluasi telah bekerja dengan

(16)

4. Mensistesis dan mengintegrasikan data kedalam sebuah

perbandingan dari layanan atau nilai. (kelayakan dan nilai dari

aspek yang dievaluasi?)

Langkah-langkah menyusun pertanyaan evaluasi.

1. Bertemu dengan pemangku kepentingan

2. Tinjau semua material pendukung

3. Brainstorming pertanyaan evaluasi

4. Urutkan pertanyaan evaluasi dari hasil brainstorming

5. Tentukan pertanyaan evauasi yang akan digunakan

6. Verifikasi pertanyaan penelitian yang ada hubungannya dengan

program

7. Turunkan siapa, apa dan bagaimana data bisa dikumpulkan

Bagaimana membuat pertanyaan evaluasi yang baik?

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat pertanyaan

evaluasi yang baik diantaranya adalah dimensi kinerja program, kriteria

kinerja program, tipe pertanyaan evaluasi. Adapun penjelasan

masing-masing dimensinya adalah sebagai berikut :

a. Pertanyaan evaluasi seharusnya masuk akal dan sesuai

(17)

Untuk memastikan pertanyaan bisa dijawab, maka seorang

evaluator sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Tentukan kelompok anak-anak yang sedang bermasalah

2. Identifikasi spesifikasi karakteristik yang terukur dan memotong

nilai yang mewakili kebutuhan terbesar

3. Berikan sebuah contoh temuan evaluasi yang dihasilkan

4. Tetapkan kriteria evaluasi

5. Pihak penyumbang dana maupun pihak pemangku kepentingan

Beberapa kriteria yang mungkin relevan dengan kinerja program

Standar kinerja program bisa dinilai dalam sebuah evaluasi dengan

memperhatikan beberapa standar hal berikut:

1. Kebutuhan atau harapan dari populasi target

2. Tujuan program yang dinyatakan

3. Standar profesional

4. Praktek yang biasa; norma dari program yang lain

5. Persyaratan yang diperbolehkan

6. Nilai-nilai etika dan moral; keadilan sosial

7. Kinerja masa lalu; data sejarah

8. Target yang ditetapkan oleh manajer program

9. Pendapat pakar

(18)

11.Kondisi yang diharapkan dari hilangnya suatu program

12. Biaya atau biaya relatif

Selain itu ada pakar yang menyebutkan 10 pertanyaan evaluasi,

diantaranya:

1. Apa yang diperlukan pada sebuah program?

Hal ini menjelaskan tentang analisis kebutuhan dari sebuah

program. Proses penentuan analisis kebutuhan ini dilakukan diawal

penyusunan program maupun selama program berjalan. Point ini

penting karena berkaitan dengan urgent tidaknya, esensi tidaknya

sebuah program itu dilaksanakan.

2. Apakah program yang dilaksanakan itu relevan?

Yang dimaksdu relavan dalam hal ini adalah kesesuaian antara

program yang dilaksanakan dengan arahan atau visi, misi

pemangku kepentingan, pihak donatur dan lain-lain.

3. Apakah logika struktur dari program dapat dijalankan?

Hal ini berkaitan dengan model pengelolaan suatu program, dengan

cara memperhatikan beberapa hal terkait dengan program yang

dilaksanakan.

4. Apakah program yang dilaksanakan terwakili?

(19)

5. Apakah teknik program berjalan efektif?

Teknik berkaitan cara melhat antara input, proses dan output dari

sebuah program.

6. Sejauh mana tanggungjawab program terhadap hasil aktual yang

diperoleh?

Hal ini berkaitan dengan jaminan dari sebuah program bisa berhasil

tidaknya program yang telah dijalankan, apakah hasil akhir

sebagaimana yang menjadi target yang dibuat diawal.

7. Apakah program mampu mencapai target yang dimilikinya?

Hal ini berkaitan kemampuan dari sebuah program untuk mencapai

target yang telah disepakatinya.

8. Apakah pembiayaan program efektif?

Ini berkaiatan dengan pembiayaan program apakah efektif,

kekurangan atau berlebih.

9. Apakah pembiayaan program menguntungkan?

Pertanyaan ini lebih kepada bagaimana sebuah program itu

menguntungkan tidaknya.

10.Apakah program yang dilaksanakan memadai?

Yang dimaksud memadai adalah berkaitan dengan efisiensi teknik,

efektivitas pembiayaan dan lain-lain.

(20)

Gambar 2.4 ; diadopsi dari Nagarajan and Vanheukelen (1997, p.

25).

Dari gambar tersebut memberikan penjelasan kepada kita

tentang sistem, proses dan alur serta hal-hal yang terkait dengan

program yang kita jalankan dan akan dievaluasi. Mulai dari analisis

kebutuhan, target yang diharapkan, input, aktivitas, output,

efektifitas program dan hasil yang diperoleh secara aktual.

Pertanyaan Evaluasi yang Khas/Spesifik:

Beberapa pertanyaan yang diperlukan untuk layanan program :

(21)

3. Apa saja yang diperlukan oleh populasi?

4. Layanan apa yang diperlukan?

5. Seberapa banyak layanan yang dibutuhkan, dan seberapa lama?

6. Apakah penyampaian layanan yang tersusun dibutuhkan untuk

menyediakan layanan tersebut kepada populasi?

Beberapa pertanyaan untuk konsep dan rancangan program :

1. Klien seperti apa yang akan dilayani?

2. Layanan seperti apa yang akan diberikan?

3. Sistem penyampaian seperti apa yang baik untuk program layanan?

4. Bagaimana program bisa diidentifikasi, disambut klien dan

menopang yang ditujukan kepada klien?

5. Seperti apa seharusnya program dikelola?

6. Sumber daya apa saja yang diperlukan secara tepat guna untuk

program?

Pertanyaan untuk cara mengoperasikan program dan penyampaian

layanan:

1. Apakah administrasi dan tujuan layanan terpenuhi?

2. Apakah layanan disampaikan kepada orang-orang yang

dimaksudkan?

3. Apakah ada pihak yang memerlukan tapi belum terlayani oleh

program?

4. Apakah klien merasa puas dengan layanan yang diberikan?

5. Apakah administrasi, pengelolan dan fungsi personal tertangani

dengan baik?

Pertanyaan tentang keluaran program:

(22)

2. Apakah layanan memberikan keuntungan kepada penerima

layanan?

3. Apakah layanan memiliki efek samping yang merugikan pada

penerima?

4. Apakah masalah atau situasi yang menjadi tujuan program menjadi

lebih baik?

Pertanyaan tentang biaya program dan efisiensi:

1. Apakah sumber daya yang digunakan efisien?

2. Apakah biasa masuk akal dengan keluasan dari keuntungan

program?

3. Apakah pendekatan alternatif menghasilkan manfaat yang setara

dengan biaya kurang?

Pertanyaan evaluasi untuk setelah program dilaksanakan :

1. Apakah ada kebutuhan untuk program?

2. Apakah program dirancang dengan baik?

3. Apakah program terlaksana secara efektif?

4. Apakah program memiliki keluaran yang diharapkan?

5. Apakah pembiayaan program efektif?

Mewakili kepentingan dari penyokong dana dan pihak berkepentingan.

(23)

a. Mengapa evaluasi iti diperlukan?

b. Apa yang menjadi tujuan program dan target?

Hal penting yang harus dipahami oleh seorang evaluator adalah

sikap kolaborasi dan kerjasama dengan pihak pemangku kepentingan,

manajer program dan penyedia anggaran untuk evalausi.

(24)

BAB III PENUTUP

3.1Simpulan

Kemampuan seorang evaluator mengidentifikasi dan merumuskan

pertanyaan-pertanyaan evaluasi merupakan fase yang sangat penting

dalam proses evaluasi. Hal yang esensial dalam proses evaluasi adalah

penarikan kesimpulan dari jawaban atas pertanyaan yang berkaitan

dengan objek yang dievaluasi.

Pertanyaan evaluasi adalah seperangkat pertanyaan yang

dikembangkan oleh evaluator, pihak sponsor evaluator, maupun pihak lain

yang berkepentingan, berupa definisi pertanyaan mengenai isu evaluasi

yang akan diinvestigasi dan akan dinyatakan dalam terminologi

sebagaimana yang akan dijawab oleh mereka dengan cara yang berguna

bagi pihak terkait dengan menggunakan metode yang baik bagi evaluator.

Pertanyaan evaluasi harus memenuhi prinsip-prinsip masuk akal, dan

bisa dijawab. Selain itu pertanyaan evaluasi harus tepat sasaran dan

sesuain dengan target program yang dilaksanakan. Dalam

pengembangannya evaluator harus bertemu dengan pihak pemangku

kebijakan untuk membicarakan hal-hal prinsip yang saling terkait yang

(25)

menyebarkan pertanyaan, mengolah hasil dan menarik kesimpulan yang

salah satunya berguna untuk pihak pemangku kepentingan tadi.

3.2 Saran

Bahasan tentang identifikasi isu dan merumuskan pertanyaan

evaluasi referensinya belum banyak yang mengalihbahasakan ke dalam

Bahasa Indonesia. Maka perlu kiranya ada pihak-pihak yang membantu

mengalih bahasakannya. Selain itu bahasan tersebut awalnya muncul dari

evaluasi para bidang sosial. Sehingga penempatan dalam bidang sain

murni atau bidang yang lain masih perlu pengistilahan yang lebih tepat

(26)

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Z. (2013). Evaluasi Pembelajaran, Prinsip Teknik Prosedur.

Bandung: PT Rosda Karya.

Estiana Ekawati & Sumaryana. 2011. Pengembangan instrumen

pembelajaran matematika SD/SMP. Yogyakarta. PPPPTK

Matematika.

Nagarajan, N., & Vanheukelen, M. (1997). Evaluating EU expenditure

programs: A guide. Luxembourg: Publications Office of the

European Union.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 19 Tahun 2005 tentang Standar

Nasional Pendidikan.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 16 Tahun 2007 tentang

Kualifikasi Akademik dan Standar Kompetensi Guru.

Rossi, Peter Henry, 1921. Evaluation: a systematic approach / by Peter H.

Rossi, Howard E. Freeman, and Mark W. Lipsey. — 6th ed.

Gambar

Gambar 2.4 ; diadopsi dari Nagarajan and Vanheukelen (1997, p.

Referensi

Dokumen terkait

Karena itulah penulis membuat disertasi ini dari sudut pandang bidang akustik dengan memulai langkah awal yaitu identifikasi, klasifikasi dan analisis struktur spesies kawanan

Saat pertemuan lintas program maupun saat minlok hasil tsb disosialisaikan dan disepakati untuk menindak lanjutib. Masukan yang berupa identifikasi kebutuhan

Oleh karena itu, salah satu cara untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan dibuatnya sistem berbasis aturan untuk identifikasi penyakit tropik pada

Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan isolasi dan identifikasi senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etil asetat pada daun sambiloto dengan menggunakan cara

Visualisasi citra sesudah dilakukan filter Lowpass Visualisasi citra hasil filter Lowpass memiliki kenampakan batas tepi objek yang cenderung susah dilihat karena adanya

Jika dikaitkan dengan hasil penelitian tentang arah isu yang penulis peroleh periode Januari - Juni 2003 melalui surat kabar Kompas dan Media Indonesia yang bersifat positif

MATRIKS PROGRAM BIDANG NASYIATUL AISYIYAH PERIODE 2022-2026 Bidang Organisasi Isu Strategis Tujuan Indikator Strategi Program Aktivitas Hasil yang diha- rapkan 2026 Kapasitas

Pengembangan Bidang Pendidikan dan Pengajaran a Peningkatan kualitas hasil lulusan sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja dan perkembangan IPTEK.. b Pengembangan Program Studi dan