• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II - BAB II PAk.doc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB II - BAB II PAk.doc"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

KERANGKA TEORITIS DAN KERANGKA KONSEPTUAL

SERTA PENGAJUAN HIPOTESI

II. Kerangka Teoritis

II.1 Pendidikan Agama kristen ( PAK)

2.1. 1 Pengertian Pendidikan Agama Kristen (PAK0

Agar dimengerti apa yang dimaksud dengan pengertian Pendidikan

Agama Kristen, sebaiknya terlebih dahulumemelihat apa yang dimaksud dengan

istilah Pendidikan Agama Kristen berasal dari bahasa inggris Chistian Education.

Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai “Pendidikan Agama Kristen”

karena istilah Pendidikan Agama Kristen mempunyai arti yang agak berbeda

dengan istilah “Pendidikan Kristen’ . Pendidikan Kristen dalam bahasa Indonesia

menunjuk pada pengajaran biasanya diberikan dalam suasana Kristiani, namun

dapat juga diartikan sekolah-sekolah yang dijalankan oleh gereja atau organisasi

atau yayasan Kristen. Istilah Pendidikan Agama Kristen dibedakan dengan

Pendidikan (PK) karena Pendidikan Agama Kristen merupakan yang berporos

pada pribadi Tuhan Yesus Kristus dan Alkitab ( firman Allah) sebagai dasar atau

sumber acuannya.

Untuk memberikan gambaran tentang pengertian Pendidikan Agama

Kristen, berikut ini diuraikan beberapa pandangan tokoh dan lembaga gereja.

1. Hieronimus mengatakan PAK adalah pendidikan yang

tujuannya mendidikan jiwa sehingga menjadi “ bait Tuhan”. Haruslah

kamu sempurna sama seperti Bapamu yang disurga adalah sempurna (Mat

(2)

2. Agustinus mengatakan PAK adalah Pendidikan yang

bertujuan mengajar orang supaya melihat Allah “dengan hidup bahagia”.

Dalam pendidikan ini para pelajar sudah diajar secara lengkap dari ayat

pertama kitab kejadian “ pada mulanya Allah menciptan langit dan bumi”.

Samapi arti penciptaan itu pada masa gereja sekolah ini. Pelajaran

difokuskan pada perbuatan Allah.

3. Jhon Calvin mengatakan PAK adalah pendidikan yang

bertujuan mendidik semua putra- putri gereja agar mereka.

a. Terlihat dalam penelaahan Alkitab secara cerdas. Sebagaimana dengan

bimbingan Roh Kudus.

b. Mengambil bagian dalam kebaktian dan memahami keesaan gereja

c. Diperlengkapi untuk memilih cara-cara mengarahkan pengabdian diri

kepada Allah Bapa dan Yesus Kristus dalam pekerjaan sehari-hari serta

hidup bertanggung jawab dibawah kedaulatan Allah demi kemulianNya

sebagai lambang ucapan syukur mereka yang dalam Yesus Kristus.

Setelah diketahui arti dari pengertian, maka dapatlah dikatakan apa yang

dimaksud dengan “penngertian Pendidikan Agama Kristen”, yuiti bagaimana

Pendidikan Agama Kristen dapat dipahami dalam kehidupan sebagai makhluk

yang beragama dan beriman bukan sebatas pengusaan materi saja tetapi dapa

muwujukan/melakoninya di dalam gerak kehidupan sehari-hari sebagai bukti dari

(3)

Pengertian Pendidikan adalah sesuatu perbuatan yang sengaja oleh orang

dewasa terhadap yang belum dewasa. Dalam bukunya yang berjudul: “Tinjauan

Pendidikan Humaniora” menyatakan sebagai berikut:

“Mendidik berarti membantu seseorang kepada kedewasaan, dipahami sebagai tahap hidup manusia ketika dia dapat dengan bebas bertindak dan bersikap secara bertanggung jawab dalam kesetiaan dengan sesamanya, maka mendidik itu lebih luas dari mengajar karena mendidik adalah pemanusiaan. Dalam pengertiannya yang kaya ini, mendidik adalah membentuk seseorang untuk menagkap nilai-nilai hidup manusia dan mewartakannya”.

Pendidikan dalam arti luas meliputi semua perbuatan adan usaha dari

generasi tua untuk mengalihkan pengetahuannya, pengalamannya serta

ketrampilan orang menanamkan ini juga “mengalihkan’ kebudayaan dalam bahasa

belanda (Culturoverdracht)kepad generasi muda sebagai usaha menyiapkan agr

dapat memenuhi fungsi hidupnya jasmaniah maupun rohani. Dalam arti ini

sampai tingkat tertentu dikatakan. Bahwa binatang yang melatih anaknya untuk

dapat berdiri sendiri juga “mendidik anakya”. Tetapi pada manusia masih ada satu

faktor penting yaitu adanya rasa tanggung jawab dalam hubungan ini maka

pendidikan adalah suatu usaha manusia untuk membawa sianak yang belum

dewasa ketingkat kedewasaan dalam arti sadar dan mampu memikul tanggung

jawab atas segala perbuatanya. Secara moril dapat pula dikatakan, bahwa

pendidikan itu adalah usaha secara sengaja dari orang dewasa untuk dengan

pengaruhnya meningkatkan sianak kedewasaan yang selalu diartikan mampu

memikul tanggung jawab moril dari segala perbuatannya. Pendidikan tentang

(4)

Pendidikan Nasional dalam UU No. 20 Tahun 2003 bertujuan membentuk

manuia yang berpotensi, beriman,cakap, terampil kratif, berahklak mulia dan

mandiri.

Dari kutipan tersebut di atas dapat di katakan bahwa pendidikan itu

bersifat usaha yang dilakuan dengan sengaja, dan intinya mengarah kepada

pengembangan kepribadian dan kemampuan manusia. Dengan demikian tingkat

kedewasaan yang dicapai oleh seseorang tergantung pada proses pemberian

bimbingan dan pendidikan oleh lingkunganya .

Jika hal tersebut di atas dirangkaikan ngan Agama Kristen dalam hal ini

Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang adalah usaha sadar (sengaja) dilakukan

untuk mengembangkan kpribadian dan kemampuan manusia menurut ajaran dan

iman Kristiani. Jika sasaran yang ditinjau adalah kepribadian seseorang maka ia

dapat berkembang dan mampu melakukan perintah Allah di dalam

hidupnyasecara dewasa dan bertanggung jawab.

PAK adalah Pendidikan Agama Kristen yang sarat dengan niai-nilai

kristiani yang bersumber dari Alkitab. Dalam bukunya yang berjudul “Pendidikan

Agama Kristen” mengungkapkan:

Pendidikan Agama Kristen berpangunkal kepada persekutuan umat Tuhan di dalam perjanjian Lama, jadi pada hakekatnya dasar-dasar Pendidikan Agama Kristen sudah terdapat dalam sejarah suci purbakala, mulai terpanggilnya Abraham menjadi nenek moyang umat pilihan Tuhan, bahwa Pendidikan Agama Kristen berpokok kepada Allah sendiri, karena Allah menjadi pendidik agung bagi umatnya.

Pendidikan Agama Kristen sudah mulai dalam masa perjanjian lama

yang berpokok kepada Allah sendiri , oleh sebab itu Pendidikan Agama Kristen

(5)

mengarakhan hidup manusia. Perbuatan kasih dari Allah telah menetapkan

ajaran-Nya untuk sebarkan keseluruh bumi agar menjadi tuntunan bagi keselamatan

banyak orang. Hal ini dimulai dan dikenakan Allah dalam keluarga umat

pilihan-Nya penegasan Allah tersebut dapat dipilih dalam ulangan 6:6 dan 7 yang

bunyinya:

“ Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anakmu dan membicarakannya apabila engaku duduk dirumahmu, apabila engkau bangun”. (juga terdapat dalam: Efesus 6:4, Amsal 22:6, dan 2 Timotius3: 16).

Anak di dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen, haruslah

memahami bahwa Pendidikan Agaman Kristen berasal dari Allah, oleh Allah dan

untuk Allah. Kehadiran dan keberadaan Pendidikan Agama Kristen bukanlah

merupakan hasil kompromi Allah dengan makhluk lainnya dan bukanlah pula

karena hasil penemuan atau hasil karya manusia semata-mata seperti ilmu bumi,

ilmu fisika, ilmu matematika, ilmu biologi atau ilmu-ilmu pengetahuan lainnya

yang semuanya itu berasal dan berdasarkan hasil penelitian manusia secara

biologis.

Pendidikan Agama Kristen sebagai tugas panggilan gereja adalah usaha

untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan peserta didik agar

pertolongan Roh Kudus dapat memahami dan menghayati Kasih Allah dalam

Yesus Kristus, yang dinyatakannya dalam kehidupan sehari-hari terhadap sesama

dan lingkungan hidupnya.

Melalui Pendidikan Agama Kristen, Allah mengintruksikan bagi umat

(6)

generasi. Allah sebagai pengajaran dan pendidikan yang agung di dalam di

dalam Perjanjian lama dan, telah diteruskan didalam diri Tuhan Yesus sendri

dimana Yesus disampingkan penebus dan pembebas, ia juga menjadi seorang

guru yang agung. Itulah sebabya ia disebut rabbi. Oleh sebab itu setiap guru

dalam mengajar harus meneladani Yesus Sang Guru Agung itu. Yesus seorang

pengajar yang ahli tentang kebenaran Allah. Guru–guru Agama adalah pengajar

Pendidikan Agama Kristen yang meneruskan pengajaran Yesus sesuai dengan

amanat agung yang tertulis dalam Matius 28:19-20:

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid Ku, baptiskanlah mereka dalam nama Bapa Anak dan Rohkudus dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang Kuperintahkan kepadamu………”

Dari seluruh kutipan diatas maka dapatlah dikatakan bahwa pengertian

PAK dapat dimengerti/dipahami dalam kehidupan sebagai makluk yang beragama

dan beriman tidak sebatas mengusai materi saja tetapi mampu

mewujudkan/melakoninya dalam gerak kehidupan sehari-hari yang bermanfaat

bagi diri sendiri dan orang lain disekitarnya.

2.1.2 Tujuan Pendidikan Agama Kristen

James D. Smart dalam bukunya “ The Teaching Ministry of the Church”

merumuskan tujuan Pendidikan Agama Kristen dapat terikat kepada Allah secara

penuh dengan memahaminya serta mengimaninya secara pribadi sehingga

memungkinkan mereka memberikan kesaksian yang menyakinkan baik dengan

kata-kata maupun perbuatan di tengah-tengah dunia.

Sedangkan Wenner C. Graendorf dalam bukunya “Introduction to Biblical

(7)

untuk membimbing individu-individu pada semua tingkat perkembangannya,

dengan cara pendidikan kontemporer, menuju pengenalan dan pengalaman akan

tujuan rencana Allah melalui Kristus dalam setiap aspek kehidupan dan juga

untuk memperlengkapi mereka demi pelayanan yang efektif.

Konferensi kurikulum I PAK yang diselenggarakan oleh KOMPAK DGI

di Sukabumi 12 Juni 14 Juni 1963, merumuskan tujuan pendidikan Agama

Kristen yaitu : mengajak, membantu, menghantar seseorang untuk mengenal akan

kasih Allah yang nyata dalam Yesus Kristus, sehingga dengan pimpinan Roh

Kudus, ia datang ke dalam satu persekutuan hidup pribadi dengan Tuhan. Hal ini

dinyatakan dalam kasihnya kepada Allah dan sesamanya manusia yang

dihayatinya dalam hidup sehari-hari, baik dengan kata-kata, maupun dengan

perbuatab selaku anggota Tubuh Kristus.

Dari rumusan tujuan Pendidikan Agama Kristen tersebut di atas, dapat

ditarik intinnya, bahwa tujuan Pendidikan Agama Kristen membawa anak untuk

percaya kepada injil dan mewujudkan di dalam imin melalui perkataan dan tindak

laku dalam seluruh aspek kehidupannya sebagai respon kasih Allah yang telah di

berikanNya melalui Yesus Kristen.

Secara khusus dapat dilihat tujuan Pendidikan Agama Kristen bagi yang

belum percaya kepada Yesus Kristus adalah : menolong anak untuk mempercayai

Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Sebab tidak ada dasar

seseorang berkata bahwa dirinya telah di selamatkan pada hal tidak percaya atau

tidak beriman kepada Yesus. Siswa yang belum beriman kepada Yesus belum bisa

(8)

Firman Tuhan berkata :

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga, selain di dalam dia sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehNya kita diselamatkan.” (Kis 4:12)

Dan di dalam Injil Yohannes 14 :6,

Yesus dengan jelas dan tegas berkata: “ Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapak, kalau tidak melalui Aku.” (Yoh 14:6)

Bagi orang yang sudah percaya dan menerima Yesus maka tujuan

Pendidikan Agama Kristen adalah : untuk menolong anak membimbing dan

menentukannya dalam pertumbuhan dan perkembangan imannya, sehingga

melalui Pendidikan Agama Kristen (PAK) mereka dapat mengenal Allah dengan

benar.

Dari uraian di atas maka dikatakan bahwa tujuan Pendidikan Agama

Kristen bagi orang yang belum percaya dan tujuan Pendidikan Agama Kristen

yang sudah pecaya tidak jauh berbeda. Semuanya bertujuan agar mereka dapat

mengenal Allah dan menyembah Dia di dalam Yesus dengan benar dalam iman

percaya yang kokoh.

Firman Tuhan berkata dalam Injil Yohannes 3: 16

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia, sehingga ia telah mengaruniakan Anaknya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, malainkan beroleh hidup yang kekal.”

Ayat ini menunjukkan kepada satu arti bahwa barangsiapa yang percaya

kepada Anak, ia boleh hidup yang kekal, namun sebaliknya barangsiapa yang

tidak percaya kepada Anak, ia tidak melihat hidup, melainkan murka Allah tetap

(9)

Di dalam kurikulum berbasis Kompetensi (KBK) Pendidikan Agama

Kristen (PAK), mengembangkan dua tujuan umum dan tujuan khusus. Adapun

tujuan umum Pendidikan Agama Kristen yang dirumuskan adalah.

1. Memperkenalkan Allah Bapa, Putra Roh Kudus dan karya-karya_Nya.

2. Menghasilkan manusia indonesia yang mampu menghayati imannya

secara bertanggung jawab di tengah-tengah masyarakat yang pluralistik.

Sedangkan tujuan khususnya pendidikan Agama Kristen – Kurikulum berbasis

Kompetensi yang dirumuskan disini adalah :

“Menanamkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan pribadi dan sosial sehingga siswa mampu menjadikan nilai Kristiani sebagai acuan hidup personal maupun komunitas”.

Sejalan dengan itu Hartoko mengatakan “Pendidikan Agama Kristen” bertujuan :

“Agar seorang Kristen secara bertahap diantar untuk semakin mengenal rahasia rencana penyelamatan Allah serta dapa belajar berbakti kepada Allah Bapa dan kepada sesama manusia dalam Roh kebenaran”.

Dari seluruh kutipan di atas maka dapatlah dikatakan bahwa tujuan PAK

mengarah kepada aspek kehidupan anak yaitu :

1. Anak sebagai makhluk religius yang harus bertanggung jawab.

Dalam hal ini anak sebagai makhluk religius dididik untuk mengetahui peristiwa ,

pengajaran yang terdapat dalam Alkitab diberikan untuk tujuan agar dapat

membentuk iman percayanya kepada Yesus Kristus sebagai jurusselamat serta

tanggung jawab dalam memuliakan Tuhan melalui semua sendi-sendi

kehidupannya sebagai orang Kristen.

2. Anak didik sebagai mahkluk sosial (bermasyarakat) yang harus

(10)

Dalam hal ini anak dididik dan dibina perilakunya menjadi perilaku Kristen

yang sebenarnya agar ia menjadi manusia yang mampu menghayati imannya

melalui hidupnya sehari-hari, baik di dalam lingkungan keluarga maupun terhadap

sesama manusia di tengah-tengah masyarakat yang pluralistik dengan penuh

tanggung jawab.

Jadi jelas, bahwa tujuan Pendidikan Agama Kristen bukanlah persoalan ilmu

pengetahuan semata, melainkan agar di dalam diri anak dapat terjadi perubahan

sikap dan tingkah laku serta komitmen yang relevan dengan kebenaran Allah. Hal

ini sesuai dengan pola pelayanan Yesus sendiri, dengan pengajaran-Nya senatiasa

membawa akibat-akibat yang sungguh-sungguh mampun merubah

aktivitas-aktivitas para pendengarnya. Ia berkata : “Mari ikutlah Aku, kamu akan

Kujadikan penjala manusia.” (Mat 4:19), seketika itu juga Simon Petrus dan

Andreas saudaranya segera meninggalkan jalanya dimana mereka yang selama

ini bekerja sebagai nelayan dilaut, lalu mengikut Yesus. Begitu juga dua orang

saudara yang pekerjaannya sebagai nelayan mereka adalah Yakobus dan Yakobus

dari, Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu mereka

lalu mengikuti Yesus (Mat 4:18-22). Perubahan aktivitas Simon Petrus,

Andreas,Yakobus dan Yohannes dari penjala ikan menjadi penjala manusia,

adalah suatu akibat pengajaran Yesus sendiri yang sungguh-sungguh menyentuh

hati dan kehidupan mereka yang mendengar.

Anak –anak Kristen merupakan sasaran Pendidikan Agama Kristen yang

utama di sekolah melalui pengajaran Pendidikan Agama Kristen mereka dibawa

(11)

sasaran Pendidikan Agama Kristen, dituntut perubahan-perubahan yang objektif,

terarah kepada ketaatan dan kesetiaan berdasarkan iman kepada Tuhan Yesus

Kristus. Hal ini disebabkan karena mereka telah terlihat sebagai pribadi yang

menerima keselamatan dalam diri Yesus Kristus. Oleh sebab itu mereka yang

telah menerima keselamatan Yesus Kristus, sebagai konsekuensinya, anak tidak

hanya berdiam diri melainkan dituntut untuk menampakkannya dalam aksi atau

perbuatan melalui sikap, perbuatan dan perkataan sehari-hari ditengah-tengah

keluarga dan ditengah-tengah masyarakat. Mereka sebagai anak harus mampu

menunjukan sikap yaitu, sikap perbuatan yang menjunjung tinggi kebenaran Injil

Yesus Kristus.

Dari seluruh jabaran tujuan Pendidikan Agama Kristen di atas maka dapat

dikatakan bahwa anak Kristen merupakan sasaran Pendidikan Agama Kristen

yang utama di sekolah. Untuk itu kepada mereka dituntut perubahan-perubahan

yang objektif yan terarah kepada ketaatan dan kesetiaan berdasarkan iman kepada

Yesus Kristus, oleh sebab itu sebagai konsekuensinya anak tidak hanya berdiam

diri tetapi di tuntut suatu sikap perbuatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai

Kristiani ditengah-tengah masyarakat dan kepribadian yang bertanggung jawab

kepada masyarakat dan Tuhan.

2.2 Minat

2.2.1 Pengertian Minat

Menurut kamus Bahasa Indonesia minat adalah perhatian : kesukaan

(12)

perburuan , tak ada minat untuk belajar Pendidikan Agama Kristen. Berminat :

menaruh minat , cenderung hati kepada ; suka (akan) miasalnya; filsafat itu minat

mencapai kebenaran yang asli ; tiada lagi minat untuk mengarang ; meminat ,

memperhatikan, mengindahkan , memperhatikan (menghormati) kedatangan

orang ,peminat orang yang menaruh minat kepada sesuatu misalnya melukis.

Menurut pengertian yang paling dasar, minat berarti sibuk, tertarik, atau

terlibat sepenuhnya dengan sesuatu kegiatan karena menyadari karena menyadari

pentingnya kegiatan itu. Dengan demikian, minat studi adalah keterlibatan

sepenuhnya seseorang anak dengan segenap kegiatan pikiran secara penuh

perhatian untuk memperoleh pengetahuan dan mencapai pemahaman tentang

berbagai bidang pengetahuan ilmiah yang di tuntut d sekolah. Minat sebagai

landasan bagi konsentrasi. Minat dalam belajar merupakan suatu kewajiban yang

menyertai anada ke kelas dan menemani anda selama setiap tugas studi, dengan

demikian memungkinkan anda berhasil dalam kegiatan studi. Pelajaran berjalan

lancar bila ada minat. Anak-anak malas, tidak belajar, gagal karena tidak adanya

minat. Minat adalah keinginan, kehendak, kesukaan, kesediaan jiwa yang sifatnya

aktif untuk menerima sesuatu dari luar. Tiap-tiap pelajaran harus dapat menarik

minat dari murid-murid. Minat merupakan suatu kaidah pokok dalam didaktik.

Dapat dikatakan bahwa minat adalah suatu bentuk kesadaran, keinginan

seseorang terhadapa suatu objek, suatu soal atau suatu situasi dimana hal tersebut

mengandung sangkut paut terhadap dirinya sendiri.

(13)

a. Bangkitkan suatu kebutuhan (kebutuhan untuk menghargai

keindahan,untuk mendapatkan penghargaan, dan sebagainya).

b. Hubungkan dengan pengalaman yang lampau.

c. Beri kesempatan untuk mendapatkan hasil baik, “Nothing

success like success”. Tak ada yang lebih memberi hasil yang lebih baik

daripada hasil yang baik. Untuk itu bahan pelajaran disesuaikan dengan

kesanggupan individu.

d. Gunakan berbagai bentuk mengajar seperti diskusi, kerja

kelompok membaca, demonstrasi dan sebagainya.

2.2.2 Minat sebagai tujuan pendidikan

Oleh karena seorang yang terdidik dapat ditandai dari adanya minat yang

luas serta bernilai maka jelaslah sudah bahwa memperkembangkan minat

semacam itu merupakan tujuan yang penting. Minat terlalu kerap diturunkan

derajatnya, sehingga hanya dianggap sebagai suatu alat saja untuk mencapai

sesuatu lain.

Arti minat adalah kesadaran seseorang bahwa suatu objek seseorang suatu

soal atau suatu situasi mengandung sangkut paut dengan dirinya. Rupa-rupa minat

harus dipandang sebagai suatu sambutan yang sadar kalau tidak demikian minat

itu tidak mempunyai arti sama sekali. Oleh sebab itu pengetahuan atau informasi

tentang seseorang atau suatu objek pasti harus ada lebih dahulu daripada minat

terhadap orang tau objek tadi. Dalam pekerjaan sekolah murid-murid

kadang-kadang berkata : “ saya tidak mau mempelajari suatu mata pelajaran tertentu. Oleh

(14)

mengetahui suatu apapun tentang pelajaran itu seperti biasa terjadi dalam hal

semacam itu sebenarnya tidak dapatlah ia mengetahui , apakah mata-pelajaran

mempunyai sangkut paut dengan dirinya atau tidak oleh sebab itu tidak mungkin

ia tidak berminat. Kalau mengajar dan belajar murid-murid dapat mempunyai

kesadaran yang penuh tentang apa yang sebenarnya mempunyai sangkut paut

dengan dirinya selama ia hidup maka hal yang semacam ini akan merupakan suatu

penolong yang bukan main pentingnya.

Referensi

Dokumen terkait

Para manajer bertanggung jawab untuk memelihara lingkungan kerja yang bebas dari kekerasan dan pelecehan yang tidak sepatutnya, termasuk segera bertindak melakukan

Masrun dalam Budi, (2005) merumuskan bahwa orang yang mandiri mempunyai ciri – ciri yaitu : memungkinkan seseorang untuk bertindak bebas, melakukan sesuatu atas

Peserta didik diajarkan untuk jujur dalam kehidupan sehari-hari, bertanggung jawab atas apapun yang dilakukan, serta diajarkan untuk menjadi seseorang yang tegas dan berprinsip

Sebuah perusahaan yang melakukan praktik bisnis yang bertanggung jawab secara sosial berarti perusahaan tersebut mengadopsi kegiatan bisnis dan investasi yang mendukung

Bank sentral pada awalnya berkembang dari suatu bank komersial yang ditugaskan dan bertanggung jawab untuk menerbitkan uang kertas dan bertindak sebagai agen dan

Selanjutnya Mustari (2011:28) mengemukakan bahwa kita adalah orang yang bertanggung jawab pada hidup kita.Kita perlu membiasakan diri bertanggung jawab atas tugas

Namun, anggota direksi tidak bertanggung jawab atas kepailitan perseroan tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya, dan dia telah melakukan pengurusan dengan itikad

Maka anak laki-laki tertua dari keturunan tertua mempunyai kedudukan sebagai pemimpin (tuwe) yang bertindak memimpin dan bertanggung jawab mengatur anggota