• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rofiatin Novia UNIVERSITAS NEGERI SURABA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Rofiatin Novia UNIVERSITAS NEGERI SURABA"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

TRADISI BANTENGAN DAN MODERNISASI: STUDI TENTANG EKSISTENSI TRADISI BANTENGAN DI DESA CLAKET KECAMATAN

PACET KABUPATEN MOJOKERTO

BIDANG KEGIATAN PKM PENELITIAN

Diusulkan Oleh:

Rofi’atin Novia 15040254008/2015 Hari Wijayanti 15040254043/2015 Erik Darmawan 16040704130/2016

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

SURABAYA

2017

(2)
(3)

DAFTAR ISI

Halaman Sampul ... i

Daftar Isi... ii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan ... 2

1.4 Manfaat ... 2

1.5 Luaran ... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 3

2.1. Kerangka Teoritik ... 3

2.2. Modernisasi ... 3

2.3. Penelitian Terdahulu ... 4

BAB III METODE PENELITIAN... 6

3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian ... 6

3.2 Variabel ... 6

3.3 Teknik Pengumpulan Data ... 6

3.4 Teknik Pengolahan Data ... 7

3.5 Teknik Analisis Data ... 7

BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ... 9

4.1 Anggaran Biaya ... 9

4.2 Jadwal Kegiatan ... 9

DAFTAR PUSTAKA ... 10 LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran I Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pembimbing Lampiran II Justifikasi Anggaran Kegiatan

Lampiran III Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas Lampiran IV Surat Pernyataan Ketua Peneliti/Pelaksana

(4)

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang

Begitu banyak budaya Indonesia menjadikan Indonesia terkenal dikancah luar negeri mengenai keberagaman suku, tarian, bahasa dan lain-lain. Salah satu seni budaya yang masih tetap eksis di era modernisasi ini adalah tradisi Bantengan yang digadang berasal dari Malang dan Mojokerto. Memang kedua kota tersebut merupakan kota sejarah yang dahulunya memang tempat kerajaan Jawa yang pesat. Kesenian tradisional Bantengan yang tumbuh subur di daerah pegunungan di empat wilayah kecamatan, meliputi: Pacet, Trawas, Gondang, dan Jatirejo, kini berkembang di hampir 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kesenian Bantengan yang ada di Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto merupakan kesenian yang turun temurun di wariskan sejak jaman kolonial Belanda. Dimana kesenian ini menggabungkan antara seni silat dengan musik gamelan yang berpadu dengan heroisme pejuang masa kolonial yang di bumbui dengan kesurupan seperti umumnya kesenian yang ada di tanah Jawa.

Peralatan atau perlengkapan dalam pementasan Seni Bantengan sangat berperan penting untuk pementasan antara lain yaitu: Topeng, Atribut pemain, dan alat musik pengiring berupa jidor, gamelan, pengrawit, dan juga sinden. Dalam sebuah pagelaran seni tradisional tidak lengkap tanpa adanya iringan musik. Sehingga musik juga penting untuk menambah suasana meriah sebuah pertunjukan terutama Seni Bantengan. Bantengan juga selalu diiringi oleh macanan. Kostum macanan ini terbuat dari kain yang diberi pewarna (biasanya kuning belang oranye), yang dipakai oleh seorang lelaki. Macanan ini biasanya membantu bantengan kesurupan dan menahannya bila kesurupannya sampai terlalu ganas. Namun tidak jarang macanan juga mengalami kesurupan. Pementasan Seni Bantengan dilakukan berdasarkan sistem kekeluargaan tanpa upah, meskipun banyak dari kelompok lain yang mematok harga. Kostum-kostum atau pakaian semua diperoleh dari sponsor atau dana anggota kelompok Di Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.

(5)

Sedangkan fungsi internalnya kegiatan ini biasanya ada beberapa bagian penting yang harus dilakukan kelompok kesenian

Di tengah perkembangan zaman dan teknologi bantengan sudah memiliki tempat dihati masyarakat Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Hiburan yang lebih modern tidak jarang pula hadir di tengah masyarakat tetapi kesenian bantengan ini tidak begitu saja tergeserkan dari hiburan warga setempat. Untuk itu penulis ingin meneliti dari adanya tradisi Bantengan di Dusun Banong yang masih tetap ada di tengah perkembangan zaman yang semakin maju, maka kami mengangkat judul “Tradisi Bantengan Dan Modernisasi : Studi Tentang Eksistensi Tradisi Bantengan Di Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto”

1.2Rumusan Masalah

1. Bagaimana eksistensi tradisi Bantengan di tengah era modernisasi Di Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto?

2. Bagaimana peran masyarakat dalam menjaga tradisi bantengan Di Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui bagaimana eksistensi tradisi Bantengan di tengah era modernisasi Di Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto 2. Untuk mengetahui peran masyarakat dalam menjaga tradisi bantengan Di

Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto 1.4Manfaat

1. Dapat memberikan informasi atau gambaran bagi penulis lainnya mengenai Eksistensi Tradisi Bantengan Di Tengah Era Modernisasi Di Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Dengan adanya penulisan ini diharapkan masyarakat lebih bisa menyadari dan melestarikan budaya tradisi dari kesenian Bantengan yang sudah turun temurun diwariskan.

1.1Luaran

(6)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1Kerangka Teoretik

Berdasarkan fakta yang sudah ada di Desa Claket tradisi Bantengan memang menjadi sorotan yang diteliti karena perananya di era modernisasi ini Bantengan masih tetap eksis dan diminati warga, dari kondisi yang demikian maka dapat dikatakan adanya sistem yang saling memelihara, melengkapi serta mampu mempertahankan pola-pola kultural yang ada, dari fenomena tersebut peneliti akhirnya menggunakan teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons yang bisa dijabarkan di bawah ini. Dengan menggunakan definisi ini Parsons yakin bahwa ada empat fungsi penting untuk diperlukan dalam semua sistem. Yaitu adaptation (A), goal attainment (G), integration (I), dan latensi (L).

1. Adaptation (adaptasi) yaitu sebuah sistem harus bisa menanggulangi suatu eksternal yang gawat. Sistem harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dan menyesuaikan lingkungan dengan kebutuhannya.

2. Goal attainment (pencapaian tujuan) yaitu sebuah sistem harus mendefinisikan dan mencapai tujuan utamanya.

3. Integration (Integrasi) yaitu Sebuah sistem harus bisa mengatur antar hubungan bagian-bagian yang menjadi komponennya. Sistem harus bisa mengola antar hubungan ketiga fungsi penting lainnya (A,G,L). 4. Latency (latensi atau pemeliharaan pola) yaitu Sebuah sistem harus bisa

melangkapi, memelihara, dan memperbaiki, baik motivasi individual maupun pola-pola kultural yang menciptakan dan menopang motivasi. Pertama adaptasi dilaksanakan oleh organisme perilaku dengan cara melaksanakan fungsi adaptasi dengan cara menyesuaikan diri dan mengubah lingkungan eksternal.

2.2Modernisasi

(7)

Modernisasi adalah suatu proses transformasi dari suatu arah perubahan ke arah yang lebih maju atau meningkat dalam berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa modernisasi adalah proses perubahan dari cara tradisional ke cara-cara baru yang lebih maju, dimana dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seiring dengan pendapat Wilbert E. Moore yang mengemukakan bahwa modernisasi adalah suatu transformasi total kehidupan bersama yang tradisional atau pra moderen dalam arti teknologi serta organisasi sosial, ke arah pola ekonomis dan politis yang menjadi ciri-ciri negara barat yang stabil.

Syarat-syarat Modernisasi adalah sebagai berikut :

1. Cara berpikir yang ilmiah (Scientific thinking) yang melembaga dalam kelas pengusaha maupun masyarakat. Hal ini menghendaki suatu sistem pendidikan dan pengajaran yang terencana dan baik. 2. Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar

mewujudkan birokrasi

3. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur dan terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu. Hal ini memerlukan penelitian yang kontinu, agar data tidak tertinggal 5. Penciptaan iklim yang favourable dari masyarakat terhadap

modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa. Hal ini harus dilakukan tahap demi tahap, karena banyak sangkut pautnya dengan sistem kepercayaan masyarakat (belief system) 6. Tingkat organisasi yang tinggi, di satu pihak berarti disiplin, di

lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan

7. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial (Social Planning). Apabila tidak dilakukan, maka perencanaan akan terpengaruh oleh kekuatan-kekuatan dari kepentingan-kepentingan yang ingin mengubah perencanaan tersebut demi kepentingan suatu golongan kecil dalam masyarakat.

2.3Penelitian Terdahulu

Dalam penelitian ini, peneliti menganggap penting terhadap penelitian terdahulu yang mempunyai relevansi tema penelitian ini, karena dengan adanya hasil penelitian maka akan mempermudah dalam melakukan penelitian ini. Adapu yang menjadi pedoman pelitian antara lain:

(8)

menggunakan metode kualitatif dalam menggali informasi, dan memfokuskan pada dua maslah yang di teliti yaitu (1) bagaimana corak kesenian topeng loreng dan (2) mengapa sholawat bisa dimunculkan dalam kesenian topeng loreng. Sedangkan dari rumusan masalah yang sudah di gali tersebut maka dapat di temukan hasil penelitian adalah:

a. Penduduk desa manggong mayoritas beragama islam meskipun sebagian tidak menjalankan syariat islam secara penuh.

b. Berkembangnya tadisi yang ada pada masyarakat tersebut, merupakan aktifitas kebudayaan yang kemudian dikembangkan menjadi suatu kebudayaan yang akan selalu dijaga keberadaanya. c. Kesenian topeng loreng apabila kita lihat secara cermat di

dalamnya terdapat ajaran-ajaran ataupun pesan-pesan moral, social maupun agama.

d. Alkuturasi ajaran agama dan tradisi masyarakat setempat terutama ketika berlangsungnya upacara-upacara keagamaan yang berkaitan dengan tradisi selamatan tidak bisa dihadiri, karena disitu merupakan suatu bentuk kemasyarakatan yang dinamis dan agamis. Kesenian topeng loreng dari desa manggong ini tampak mengandung nilai-nilai religi yang dianut oleh warga masyarakat. Oleh karena di topang nilai-nilai dasar yang berlaku didalam masyarakat ini pula. Jenis kesenian ini masih bertahan hidup hingga sekarang.

Bagan 1. Kerangka Berpikir

Teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons Tradisi

Bantengan

Modernisasi

Peran masyarakat dalam menjaga tradisi

(9)

BAB III

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan keadaan, tingkah laku atau makna dari keadaan dan tingkah laku yang ada berdasarkan data-data kualitatif yang telah dikumpulkan. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif karena penelitian ini mengeksplor fenomena tetang Tradisi Bantengan Dan Modernisasi :Studi Tentang Eksistensi Tradisi Bantengan di Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto”.

3.1Waktu dan Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini berdasarkan tempat studi kasus yang relevan, yakni di Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto karena desa tersebut masih memegang teguh tradisi Bantengan. Penelitian ini akan dilaksanakan selama 4 bulan terhitung tempat yang menjadi sampel penelitian di berdasarkan pertimbangan sebagai berikut:

1. Peneliti sudah melakukan observasi dan tertarik untuk meneliti tentang masyarakat di Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.

2. Terdapat banyak kearifan lokal di tengah pesatnya modernisasi di Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.

3.2 Variabel

Adapun variabel di dalam penelitian ini adalah Tradisi Bantengan Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto sebagai variabel bebas dan Eksistensi Tradisi Bantengan Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto di tengah modernsisasi sebagai variabel terikat.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Sesuai dengan karakteristik data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah:

1. Observasi

Tradisi Bantengan Dan Modernisasi :Studi Tentang Eksistensi Tradisi Bantengan di Desa Claket Kecamatan

Pacet Kabupaten Mojokerto

Pendekata

Metode Kualitatif

deskriptif

(10)

Berkaitan dengan observasi yang dilakukan dalam penelitian kualitatif maka observasi yang digunakan yaitu observasi langsung. Observasi langsung dalam penelitian ini digunakan untuk mengungkap data mengenai eksistensi masyarakat suku Samin yang masih memegang tegug nilai – nilai tradisi dan kearifan lokalnya. Observasi ini bertujuan untuk mendapatkan data yang lebih lengkap mengenai masyarakat di Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.

2. Wawancara

Wawancara menurut Esterberg (Sugiyono, 2012:73) mengemukakan beberapa macam wawancara, di antaranya sebagai berikut:

1) Wawancara Terstruktur (Structured Interview)

Ketika ,elakukan wawancara, peneliti data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis, yaitu dimana alternatif jawabannya sudah disiapkan.

2) Wawancara Semiterstruktur (Semistructure Interview)

Wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-depth interview, dimana dalam pelaksanaannya lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawan cara jenis ini adalah untuk menemukan keberadaan Tradisi Bantengan secara lebih terbuka, dimana pihak yang dijak wawancara diminta pendapat dan ide-idenya. 3) Wawancara Tak Berstruktur (Unstructure Interview)

Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur. Maksudnya, dalam melakukan wawancara peneliti sudah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis. Di sini, peneliti melakukan wawancara terhadap kepala desa dan sejumlah tokoh masyarakat di Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.

3.4 Teknik Pengolahan Data

1. Menentukan daerah survey, bertempat di Desa Claket yang menjadi sampel yaitu Menentukan Responden

2. Pelaksanaan survey sesuai jadwal, waktu wawancara dilakukan kondisional tergantung jam masyarakat namun dibatasi selama 3 minggu pada bulan ketiga

3. Pengolahan Data

Langkah-langkah penelitian ini mulai dari : 1.Tahap Pra-Lapangan

2.Tahap Pekerjaan Lapangan 3.Tahap Analisa Data

(11)

6.Publikasi (seminar)

3.5 Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan unsur metodis filosofis untuk melakukan perspektif filosofis khususnya salah satu cabang filsafat khusus yaitu filsafat sosial. Unsur metodis ini antara lain:

1. Interpretasi, metode untuk berhadapan dengan kenyataan, bisa berbentuk fakta, bisa berbentuk data, yaitu pemberian dalam wujud hal atau peristiwa yang disajikan, atau pula dalam wujud sesuatu yang tercatat tentang hal, peristiwa, atau kenyataan lain yang mengandung pengetahuan untuk dijadikan dasar keterangna selanjutnya (Bakker & Achmad, 1990:41) 2. Deskriptif, berusaha memaparkan tentang konsep tradisi Bantengan serta

makna yang ada di dalamnya yang dapat diperoleh gambaran tentang tradisi Bantengan dan Modernisasi, khususnya studi tentang Eksistensi Tradisi Bantengan di Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto .

3. Koherensi, dengan menelaah data kepustakaan yang ada dengan menarik garis besar tradisi Bantengan dalam era modernisasi di Pulau Madura, khususnya studi Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.

(12)

BAB IV

BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1Anggaran Biaya

Tabel. Format Ringkasan Anggaran Biaya PKM

Adapun anggaran yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

No. Jenis Pengeluaran Biaya

1 Peralatan penunjang, ditulis sesuai kebutuhan Rp. 1025000

2 Bahan habis pakai Rp. 1870000

3 Perjalanan, Rp. 1310000

4 Lain-lain : administrasi, publikasi, seminar, laporan, lainnya sebutkan

Rp. 5165.000

Jumlah Rp. 51650000

4.2Jadwal Kegiatan

Tabel.2 Timeline pelaksanaan penelitian Bulan I,II,III,IV N

O

KEGIATAN BULAN

(13)

BAB V

DAFTAR PUSTAKA

Asy’ari dkk, 2005. Pengantar Study Islam. Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press Darma, Ruri. No I Januari 2013. “Kesenian Bantengan Mojokerto”, AVATARA

e-Journal Pendidikan Sejarah Volume I

Gani, A.G. (dkk). 2012. Ensiklopedi Umum cet. ke-20. Yogyakarta: Kanisius. Lindsay, Jennifer. 1991. Klasik, Kitsch, Kontemporer: Sebuah Studi tentang Seni

Pertunjukkan Jawa. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

M Paloma, Margaret. 2000. Sosiologi Kontemporer. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Nasikun. 1988. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: Rajawali

Peursen, C.A. Van. 1988. Strategi Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisisus

Setyawati, Edi & Sapardi Djoko Damono ( Editor ). 1983. Seni Dalam Masyarakat Indonesia, Bunga Rampai. Jakarta: PT Gramedia

Soedarsono, R.M. 2003. Seni Pertunjukan dari Perspektif Politik, Sosial, dan Ekonomi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Soedarsono. 1985. Peran Seni Budaya dalam Kehidupan Manusia: Kontinuitas dan Perubahannnya. Yogyakarta: FSUGM.

Soekanto, Soerjono. 1992. Memperkenalkan Sosiologi. Jakarta: Rajawali Pers Sugiyono, 2009. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta

Sztompka, Piotr. 2007. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada Media Grup Wagiyo, 2007. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Universitas Terbuka

Wilbert E. Moore, "Social Verandering" dalam Social Change, diterjemahkan oleh A. Basoski, Prisma Boeken, Utrech, Antwepen, 1965 hlm 129

(14)
(15)
(16)
(17)
(18)

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan 1. Peralatan Penunjang

Material Justifikasi Anggaran Kuantitas Harga Satuan (Rp)

Jumlah (Rp)

Cetak Foto Melengkapi data logbook, dokumentasi

4 Paket 175000 700000

Buku Penunjang Penelitian

Literatur Pustaka 4 75000 300000

Kertas Binder Mencatat Hasil Penelitian 2 12500 25000

SUB TOTAL (Rp) 1025000

2. Bahan Habis Pakai

Material Justifikasi Anggaran Kuantitas Harga Satuan (Rp)

Jumlah (Rp)

Materai Administrasi dengan informan dan pihak lain yang terkait penelitan

15 8000 120000

Kertas HVS Keperluan Kesekretariatan

Mencatat hasil penelitian lapangan

4 buah 15000 60000

Fotocopy Keperluan Kesekretariatan

1700 lembar

200 340000

(19)

Sovenir informan

Memberikan balas jasa kepada informan

15 paket 23000 345000

Konsumsi Informan

Memberikan balas jasa kepada informan

10 kontak 15000 150000

Alat Tulis Sebagai alat menulis 3 paket 15000 45000 Flash Disk Untuk Penyimpangan

data

2 buah 90000 180000

SUB TOTAL (Rp) 1870000

3. Perjalanan

Material Justifikasi Anggaran Kuantitas Harga Satuan Tempat Pengabdian

2 Motor x Tempat Pengabdian

(20)

Sewa Motor

Material Justifikasi Anggaran Kuantitas Harga Satuan

Untuk Uji Coba

Pengetahuan Masyarakat

Untuk Uji Coba

Pegetahuan Masyarakat Sebelum Adanya Program

(21)

Penjilidan Untuk Merapikan Data 10 kali 6000 60000 Studi Literatur Untuk Penelusuran

Sumber - sumber Terpercaya

250000

ID Card Untuk Identitas Pelaksanaan Kegiatan

25000

Cetak Foto Untuk Pendokumentasian Kegiatan Pelaksanaan Program

250000

SUB TOTAL (Rp) 960000

TOTAL KESELURUHAN 5165000

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas No Nama/NIM Program

1. Menyusun Laporan 2. Menyusun Daftar

Pustaka

3. Konsultasi Dosen Pembimbing 4. Merevisi cover 2 Hari

Wijayanti / 15040254043

PPKn Sosial 3 Jam / Minggu

1. Menyusun Laporan, 2. Membuat Daftar isi 3. Membuat Daftar

Lampiran 4. Merevisi format

penulisan

1. Merevisi format penulisan

2. Membuat Anggaran Dana

3. Memperbaiki format penulisan

(22)

Gambar

Tabel.2 Timeline pelaksanaan penelitian Bulan I,II,III,IV KEGIATAN

Referensi

Dokumen terkait

Perkembangan zaman yang semakin maju dan persaingan yang semakin pesat, setiap instansi baik instansi pemerintah maupun swasta tanpa terkecuali dituntut untuk

Tembakau adalah salah satu hasil bumi yang sangat menguntungkan apabila di produksi, Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju yang segalanya dapat dilakukan dengan alat

Tembakau adalah salah satu hasil bumi yang sangat menguntungkan apabila di produksi, Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju yang segalanya dapat dilakukan dengan alat

Perkembangan zaman yang semakin maju dan semakin banyak lembaga baru yang sudah cukup berkembang serta keadaan pandemi yang juga belum usai membuat seluruh

Perkembangan teknologi zaman sekarang sudah semakin maju, khususnya perkembangan komputer yang setiap kali mengalami perubahan baik kecil maupun besar contohnya multimedia

Perkembangan zaman yang semakin maju setiap saat mesti menjadi perhatian, pasalnya, disaat pemerintah akan memberikan insetif pajak harus diperhatikan juga perkembangan yang

Perkembangan zaman yang diiringi dengan perkembangan produk dan jasa di pasar membuat persaingan antar brand semakin ketat, terutama di industri gadget yang

tradisi dhekahan dhusun di Dusun Mangurejo Desa Guli Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali tetap diadakan secara turun-temurun sampai anak cucu nanti, (3) peneliti