PERAN PEMERINTAH DALAM
MENGANTISIPASI KONFLIK DAN
KERAWANAN SOSIAL DI DKI
JAKARTA
MURADI
Sarasehan dan Pembekalan Ketua RW dan Tokoh Masyarakat di DKI Jakarta, Peningkatan Pemahaman Tentang Potensi
outline
•
Definisi Konflik dan Kerawanan Sosial
•
Sumber Konflik dan Kerawanan Sosial
•
Potensi Konflik dan Kerawanan Sosial di
DKI Jakarta
•
Esensi Kebijakan dan Penanggulangan
Konflik dan Kerawanan Sosial
•
Levelisasi Penanggulangan Konflik dan
Kerawanan sosial
Definisi Konflik
•
Konflik adalah warisan kehidupan sosial yang
terjadi dalam berbagai keadaan akibat dari
menguatnyaketidakpuasan dan
ketidaksetujuan kontroversi dan pertentangan
di antara dua pihak atau lebih secara terus
menerus.
•
Hubungan selain dapat menciptakan
kerjasama, hubungan saling tergantung dapat
pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika
masing – masing komponen organisasi
memiliki kepentingan atau tujuan sendiri –
Definisi Kerawanan
Sosial
Suatu
keresahan
sosial
yang
berkepanjangan, yang diakibatkan oleh
proses konflik yang ditimbulkan dari
perbedaan
pendapat
suatu
masyarakat/kelompok
golongan
tertentu,
dengan
pemecahan
dan
penyelesaian
masalah
yang
tidak
memuaskan
masyarakat/kelompok
Sumber Konflik dan
Kerawanan Sosial
• Pluralitas kondisi sosial yang tidak tertata dan terbina de-ngan baik.
• Pembagian hasil Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak adil terhadap daerah.
• Multi partai dalam kehidupan demokrasi dan tuntutan HAM.
• Keterpurukan perekonomian negara.
• Radikalisme kelompok masyarakat dan terorisme bom dari dalam maupun luar negeri.
• Separatisme dan perlawanan bersenjata sebagian rakyat yang menentang pemerintah.
• Dekadensi moralitas bangsa, akibat tidak diamalkan
dengan baik : Pancasila sebagaistatefundamentalnorm dan Lambang Negara dengan motto Bhinneka Tunggal Ika
Potensi Konflik dan Kerawanan
Sosial di DKI Jakarta
•
Penataan Kota yang Buruk;
•
Kepadatan Penduduk;
•
Heterogenitas populasi
•
Minimnya Lahan untuk Tempat
Tinggal;
•
Pelayanan Publik yang Belum Optimal;
•
Fasilitas Umum yang kurang memadai;
•
Pelaksanaan dan Aktivitas Politik;
Esensi Kebijakan dan
Penanggulangan
• Tidak mengambil resiko sekecil apapun yang dapat
mengancam NKRI (penyelesaian kerawanan sosial yang berkembang menjadi krisis).
• Penyelesaian kerawanan sosial dan krisis dengan tegas &
proposional, semata-mata hanya untuk kepenting-an nasional, bangsa dan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD ’45.
• Untuk menyelesaikan kera-wanan sosial dan krisis yang bersifat nasional, keutuhan wilayah NKRI menjadi tujuan utama, tanpa meng-ambil resiko sekecil apapun.
• Untuk menyelesaikan kera-wanan sosial dan krisis nasional, tetap berkibarnya lambang negara Bendera Merah Putih di seluruh pelosok tanah air menjadi tumpuan utama.