Apa Tujuan Menikah Dalam Islam
Menikah itu pelengkap ibadah, Allah tidak akan menciptakan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Nya. Seluruh aktivitas yang dilakukan oleh manusia akan bernilai ibadah apabila diniatkan untuk Allah SWT, maka itu akan dinilai sebagai ibadah dan akan mendapatkan pahala.
Semua kekhilafan kita sebaiknya sesegera mungkin untuk memohon ampun kepada Allah, karena seluruh nikmat-Nya yang telah diberikan patut untuk disyukuri, dan setiap musibah yang ditimpa adalah sebuah ujian untuk menilai keimanan seseorang. Maka jangan berprasangka buruk dulu jika tertimpa musibah, dan jangan lupa untuk bersyukur dalam setiap kenikmatan yang Allah berikan.
Dengan menikah maka kamu bisa mendapatkan keutamaan dari Allah, apa saja itu? - Berhak untuk mendapatkan pertolongan Allah SWT kelak di hari Kiamat nanti “Tiga golongan orang yang berhak ditolong oleh Allah adalah:
a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya.
c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram" (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)
- Dengan menikah akan terbuka lebih lebar pintu rezeki
Dari Abu Hurairah ra., Nabi SAW bersabda: “Allah enggan untuk tidak memberi rezeki kepada hamba-Nya yang beriman, melainkan pasti diberinya dengan cara yang tak terhingga." (HR. Al-Faryabi dan Baihaqi)
Dari Jabir ra., ia berkata “Nabi saw. bersabda ‘Ada tiga hal bila orang melakukannya dengan penuh keyakinan kepada Allah dan mengharapkan pahala-Nya, Allah ta’ala mewajibkan diri-Nya untuk membantunya dan memberinya berkah. Orang yang berusaha memerdekakan budak karena imannya kepada Allah dan mengharapkan pahala-Nya, maka Allah ta’ala mewajibkan diri-Nya membantunya dan memberinya berkah. Orang yang menikah karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala-Nya, maka Allah ta’ala mewajibkan diri-Nya membantunya dan memberinya berkah …..’"(HR. Thabarani).
- Pahala orang yang sudah menikah lebih banyak daripada orang normal atau yang belum menikah dalam perkara beramal sholih
- Gugurnya dosa-dosa mereka saat memegang erat tangan pasangannya
“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan istrinya memperhatikan suaminya," kata Nabi Saw menjelaskan, “maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan perhatian penuh Rahmat. Manakala suaminya merengkuh telapak tangannya (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela-sela jari jemarinya." (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a)
- Menyempurnakan sebagian dari Agama Islam
“Apabila seorang hamba telah berkeluarga, berarti dia telah menyempurnakan setengah dari agamanya maka takutlah kepada Allah terhadap setengahnya yang lainnya." (HR At-Thabrani) Imam Al Ghazali meyebutkan bahwa hadits-hadits tersebut memperlihatkan isyarat akan keutamaan dari menikah disebabkankan dapat melindunginya dari penyimpangan demi
membentengi diri dari kerusakan. Dan seakan-akan bahwa yang menyebabkan rusaknya agama seseorang umumnya adalah kemaluan dan perutnya maka salah satunya dicukupkan dengan cara menikah." (Ihya Ulumuddin)