Artikel Mesin Konversi Energi
“Pemanfaatan Turbin Angin untuk Pembangkit Listrik”
Disusun oleh :
Dita Hesti Mey Lukmanasari
Miftachur Rozi A.
Juan Ardi Kusuma
(SA)
PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
Pemanfaatan turbin angin untuk pembangkit listrik
Pembangkit listrik tenaga angin adalah suatu pembangkit listrik yang menggunakan angin sebagai sumber energi untuk menghasilkan energi listrik. Pembangkit ini dapat mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Kincir angin merupakan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Awal mulanya kincir angin digunakan pada zaman babilonia untuk penggilingan padi.Penggunaan teknologi modern dimulai sekitar tahun 1930, diperkirakan ada sekitar 600.000 buah kincir angin untuk berbagai keperluan. Saat ini kapasitas daya yang dihasilkan kincir angin skala industri antara 1 – 4 mw.
Komponen pada Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Angin Wind Turbine ( Turbin Angin)
Komponen-komponen yang ada di dalam turbin angin : a. Anemometer
Mengukur kecepatan angin dan mengirim data kecepatan angin ke pengontrol
b. Blades
Kebanyakan turbin baik dua atau tiga pisau. Angin bertiup di atas menyebabkan pisau-pisau untuk mengangkat dan berputar.
c. Brake
Digunakan untuk menjaga putaran pada poros agar bekerja pada titik aman saat terdapat angin yang besar
d. Controller
Pengontrol mesin mulai dengan kecepatan angin sekitar 8 – 15 mil per jam (mph) dan menutup mesin turbin sekitar 55 mph. tidak beroperasi pada kecepatan sekitar 55 mph di atas, karena dapat rusak karena angin yang kencang.
e. Gear box
Menghubungkan poros kecepatan tinggi di poros kecepatan rendah dan meningkatkan kecepatan sekitar 30 – 50 rotasi per menit (rpm), sekitar 1000 – 1800 rpm.
f. Generator
Biasanya standar induksi generator yang menghasilkan listrik dari 50 siklus listrik AC
g. High-speed shaft
Mengubah poros rotor kecepatan tinggi
h. Low-speed shaft
Mengubah poros rotor kecepatan rendah sekitar 30 – 50 rpm.
i. Nacelle
Berada di atas menara dan berisi gear box, poros kecepatan rendah dan tinggi, generator, control, dan rem.
j. Pitch
Blades yang terbalik, atau nadan, dari angin untuk mengontrol kecepatan rotor dan menjaga rotor berputar dalam angin yang terlalu tinggi atau terlalu rendah untuk menghasilkan listrik.
Pisau dan terhubung bersama-sama
l. Tower
Menara yang terbuat dari baja tabung, beton atau kisi baja. Karena kecepatan angin meningkat dengan tinggi, menara tinggi memungkinkan turbin untuk menangkap lebih banyak energi dan menghasilkan lebih banyak.
m. Wind direction
Ini adalah turbin pertama yang disebut karena beroperasi melawan angin
n. Wind vane
Tindakan arah angin dan berkomunikasi dengan yaw drive untuk menggerakkan turbin dengan koneksi yang benar dengan angin
o. Yaw drive
Digunakan untuk menjaga rotor menghadap ke arah angin sebagai perubahan arah angin
p. Yaw motor
Kekuatan dari drive yaw
q. Penyimpan energi (Battery)
Alat penyimpan energi yang berfungsi sebagai back-up energi listrik.
Proses Pembangkitan Listrik Tenaga Angin
Suatu pembangkit listrik dari energi angin merupakan hasil dari penggabungan dari bebrapa turbin angin sehingga akhirnya dapat menghasilkan listrik. Cara kerja dari pembangkitan listrik tenaga angin ini yaitu awalnya energi angin memutar turbin angin. Turbin angin bekerja berkebalikan dengan kipas angin (bukan menggunakan listrik untuk menghasilkan listrik, namun menggunakan angin untuk menghasilkan listrik). Kemudian angin akan memutar sudut turbin, lalu diteruskan untuk memutar rotor pada generator di bagian belakang turbin angin. Generator mengubah energi gerak menjadi energi listrik dengan teori medan elektromagnetik, yaitu poros pada generator dipasang dengan material ferromagnetik permanen. Setelah itu di sekeliling poros terdapat stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop. Ketika poros generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya karena terjadi perubahan fluks ini akan dihasilkan tegangan dan arus listrik tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik untuk akhirnya digunakan oleh masyarakat. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan oleh generator ini berupa AC (alternating current) yang memiliki bentuk gelombang kurang lebih sinusoidal. Energi Listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan.
Dampak pembangkit listrik tenaga angin
1. Proses yang lama untuk pengembangan proyek energi angin. Memakan waktu hingga 4 tahun dalam ijin ladang angin yang besar.
2. Emisi karbon di tempat kincir angin dibangun, sulfur diosida, nitrogen dioksids, polutan atmosfir, tapi dalam operasinya pembangkit listrik tenaga angin ini tidak menghasilkan emisi yang berarti. Jika dibandingkan dengan batubara, minyak dan gas.
4. Efek lain terjadi derau frekuensi rendah dari sudu-sudu turbin ANGIN, penggunaan gearbox serta generator juga dapat menyebabkan derau suara mekanis dan juga derau suara listrik.Dalam keadaan tertentu turbin angin dapat juga menyebabkan interferensi elektromagnetik, mengganggu penerimaan sinyal televisi atau transmisi gelombang mikro untuk komunikasi.
5. Penggunaan skala besar dari pembangkit listrik tenaga angin dapat merubah iklim lokal maupun global karena menggunakan energi kinetik angin dan mengubah turbulensi udara pada daerah atmosfir,oleh karena itu ketinggian dan kecepatan perputaran rotor perlu dibatasi di bawah 70m/s.
6. Pengaruh ekologi, Burung dan kelelawar dapat terluka bahkan mati akibat terbang melewati sudu-sudu yang sedang berputar. Namun dampak ini masih lebih kecil jika dibanding dengan kematian burung akibat kendaraan ,adanya pembangkit listrik tenaga angin dapat mengganggu migrasi populasi burung dan kelelawar. Pembangunam pada lahan yang bertanah kurang bagus juga dapat menyebabkan rusaknya lahan di daerah tersebut.
7. Ladang angin lepas pantai dapat mengganggu pelaut dan kapal-kapal yang berlayar. Konstruksi tiang dapat mengganggu permukaan dasar laut dan terganggunya kehidupan bawah laut. Efek negatifnya,terjadinya polusi yang bertanggung jawab atas berkurangnya stok ikan. Studi baru-baru ini menemukan bahwa ladang pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai menambah 80 – 110 dB kepada noise frekuensi rendah yang dapat mengganggu komunikasi ikan paus dan kemungkinan distribusi predator laut.
8. Dalam operasinya, pembangkit listrik tenaga angin bukan tanpa kegagalan dan kecelakaan. Kegagalan operasi sudu-sudu dan juga jatuhnya es akibat perputaran telah menyebabkan beberapa kecalakaan dan kematian. Kematian juga terjadi kepada beberapa penerjun dan pesawat terbang kecil yang melewati turbin angin.
Penanggulangan dampak pembangkit listrik tenaga angin
Meskipun dampak-dampak lingkungan ini menjadi ancaman dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga angin, namun jika dibandingkan dengan penggunaan energi fosil, dampaknya masih jauh lebih kecil. Selain itu penggunaan energi angin dalam kelistrikan telah turut serta dalam mengurangi emisi gas buang.
Manfaat pembangkit listrik tenaga angin