• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bisnis dan Manajemen dan bisnis riset

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Bisnis dan Manajemen dan bisnis riset"

Copied!
197
0
0

Teks penuh

(1)

Sundari, SE, MM

S1 , S2 Ilmu Manajemen STIE AUB Surakarta

Griya Rosari Indah A11 MJ9 Solo (0271) 8501570, 085642356440

E-mail :

(2)
(3)

Referensi

• Amirullah & Rindyah Hanafi, 2002. Pengantar Manajemen. Graha Ilmu, Yogyakarta.

• James A.F. Stoner & R. Edward Freeman. Manajemen, edisi Indonesia, jilid 1 dan 2. Intermedia, Jakarta

• Stephen P. Robins & Mary Coulter, 1999. Manajemen, edisi Indonesia, jilid 1 dan 2. PT. Prehellindo, Jakarta.

• M.A. Mukhyi, 1995. Pengantar Manajemen Umum, Gundarma, Jakarta.

• Fx. Soedjadi, 1997. Analisis Manajemen Modern, Kerangka pikir dan beberapa pokok aplikasi. Gunung Agung, Jakarta.

• Sondang P. Siagian MPA, 1996. Fungsi-fungsi Manajemen. Bumi Aksara, Jakarta.

• Sukanto Reksohadiprodjo, 1986. Dasar-dasar Manajemen. BPFE, Yogyakarta

(4)

STANDAR KOPETENSI

Mahasiswa memahami konsep

dasar manajemen, kepemimpinan

dan menjelaskankan fungsi-fungsi

manajemen dalam mendukung

(5)

SAP Pengantar Manajemen

Mempelajari konsep dasar manajemen, keterkaitannya dengan manajer dan kepemimpinan, fungsi-fungsi

manajemen mulai dari perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, pengarahan, pengawasan dan pengendalian serta fungsi evaluasi.

Mata kuliah ini juga memberi kesempatan mahasiswa untuk mempelajari manajemen sumber daya manusia yang merupakan unsur utama dalam pelaksanaan

manajemen yang meliputi upaya-upaya peningkatan motivasi, kinerja dan produktivitas.

Pada akhir pertemuan mata kuliah ini mengenalkan

kepada mahasiswa mengenai konsep sistem informasi manajemen dan peranannya dalam menunjang

(6)

Pengantar Manajemen

1. Proses-proses manajemen

2. Evolusi teori manajemen

3. Elemen-elemen lingkungan

organisasi

4. Tanggung Jawab Sosial dan Etika 5. Budaya organisasi

6. Perencanaan organisasi

7. Pengorganisasian 8. Motivasi

(7)
(8)

Manajemen dan Manajerial

Manajemen (James A.F Stone)

Sebuah proses perencanaan,

pengorganisasian, memimpin dan mengevaluasi kerja anggota

organisasi dan menggunakan semua sumber daya yang ada untuk

mencapai tujuan organisasi

Manajemen (Peter E Drucker)

(9)

Manajemen dan Manajerial

Manajer

Orang yang bertanggungjawab

mengarahkan segala upaya yang

(10)

Manajemen dan Manajerial

Organisasi

Dua atau lebih orang yang bekerjasama dengan cara tertentu untuk mencapai tujuan tertentu

bekerjasama bukan bekerja bersama-sama tujuan tertentu bukan sembarang

(11)

Kinerja

Kinerja Manajerial

ukuran yang menentukan efektifitas dan efisiensi seorang manajer

-seberapa baik ia memimpin dan mencapai tujuan tertentu

Kinerja Organisasi

(12)

Prinsip Dasar Manajemen

(Peter E Drucker)

Efisiensi

kemampuan mengunakan sumberdaya

seminimal mungkin untuk mencapai tujuan organisasi - doing things right

Efektifitas

(13)

Proses Manajemen

(Henry Fayol/Fayolism)

Perencanaan

proses menentukan tujuan dan rencana

tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut

Pengorganisasian

(14)

Proses Manajemen

Memimpin

proses mengarahkan dan

mempengaruhi pekerjaan yang terkait dengan kegiatan anggota/bagian

organisasi

M

engendalikan

(15)

Tingkatan Manajer

Top-level Manager

1. Menguasai peran dan kemampuan manajemen

2. Memahami faktor eksternal

3. Membuat keputusan jangka panjang 4. Keputusan dibuat berdasarkan proses

analisis, pengarahan, konseptual/prilaku dan/partisipatif

5. Bertanggungjawab membuat keputusan strategik

6. Meninjau rencana dan memastikan

(16)

Tingkatan Manajer

Middle Manager

1. Memahami tugas-tugas manajerial tertentu

2. Bertanggungjawab melaksanakan tugas yang dibuat oleh top management

Lower Manager

1. Memastikan keputusan dan rencana yang dibuat dua level manajer di

atasnya berjalan

(17)

Manajer Berdasarkan Fungsi

Produksi

Keuangan

Sumber daya manusia

(18)

Kemampuan Manajer

Teknis

Hubungan antar individu

(19)

Tantangan Manajer

Globalisasi

Lingkungan multikultur

Anti korporasi

Etika dan Tanggungjawab sosial

(20)

Teori Manajemen:

Evolusi Teori Manajemen

- Aliran Manajemen Ilmiah

- Aliran Teori Organisasi Klasik

- Aliran Tingkah laku Manusia

Aliran Ilmu Manajemen

- Pendekatan Sistem

(21)

Pemikiran Awal

Mengenai

Manajemen :

• Jauh sebelum “manajemen” dikenal, telah banyak

organisasi formal yang telah memikirkan bagaimana organisasi agar efisien dan efektif.

• Marchiavelli (1531) -->mengenalkan beberapa prinsip-prinsip yang dapat diadaptasikan untuk diterapkan pada organisasi manajemen masa kini.

• Filsafat Cina Sun Tzu (2000th yang lalu) yang kemudian di modifikasi oleh Mao Zedong, --> mengenalkan strategi

(22)

Lanjutan….

Manajemen dan Organisasi

merupakan produk dari sejarah,

keadaan sosial dan tempat kejadian.

Belajar teori manajemen membantu

kita untuk membantu kita memahami

manajemen dan organisasi yang

(23)

Teori Manajemen

Sekelompok asumsi yang erat berkaitan

dan logis, dikemukakan untuk menjelaskan

hubungan antara dua fakta atau lebih yang

dapat diamati serta menyediakan dasar

yang mantap untuk memperkirakan

peristiwa pada masa depan.

Abstraksi (kesimpulan) dari pengalaman

empirik yang meramalkan peristiwa di

(24)

Teori didapatkan dari:

penelitian berulangkali dalam skala luas dan telah diuji oleh kelompok/orang lain (obyektif/inter subyektifitas)

Teori dimanfaatkan untuk:

1.Memudahkan kita memahami peristiwa yang kita alami

2.Membuat keputusan untuk mengatasi masalah

(25)

Aliran Manajemen Ilmiah

(scientific Management Theory)

Tokoh:

- Frederick A. Taylor (1856-1915)

- Henry L.Gantt (1861-1919)

- Frank B. Gilberth (1868-1924) & Lilian M. Gilberth (1878-1972)

Menerangkan secara ilmiah metode terbaik untuk melaksanakan tugas apapun, dan untuk

menyeleksi, melatih dan memotivasi pekerja.

(26)

Frederick A. Taylor

Filosofis 4 Prinsip dasar :

Pengembangan didasarkan ilmu manajemen yang terukur sehingga ditemukan metode terbaik untuk mengerjakan tiap tugas

Seleksi ilmiah para pekerja, sehingga setiap pekerja akan diberi tanggung jawab melakukan tugas yang paling cocok dengannya (right man in the right place).

Pendidikan dan pengembangan ilmiah para pekerja.

Kerjasama bersahabat dan secara pribadi antara manajemen dan tenaga kerja.

Sukses dari prinsip-prinsip tersebut, memerlukan

“revolusi mental yang lengkap” dari para manajer

(27)

Henry L. Gantt

Tidak menggunakan sistem insentif (bentuk pendidikan dan pelatihan) ala Taylor, tapi memperkenalkan sistem bonus

• Memberikan motivasi kepada karyawan yang mampu menyelesaikan tugas yang dibebankan melalui insentif /bonus.

(28)

Gilberth:"cyclographs" dan

"chronocyclographs"

• Mempelajari kelelahan dan gerakan serta memfokuskan pada berbagai cara untuk mendorong kesejahteraan pekerja.

• Perhatian Manajemen terhadap pekerja,

terutama dalam mencari gerakan yang paling ekonomis sehingga dapat meningkatkan

moral pekerja.

(29)

Teori Scientific Management

Kelemahan:

Mengabaikan dimensi perbedaan kemampuan, identitas tugas, kepentingan tugas, otonomi, dan umpan balik

(30)

Teori Organisasi Klasik

Tokoh :

- Henry Fayol (1841-1925) -Max Webber (1864-1920)

- Mary Parker Follett (1868-1933) -Chester I. Barnard (1886-1961)

(31)

Henry Fayol

Manajemen adalah suatu ketrampilan yang dapat diajarkan jika prinsip dasarnya dipahami.

14 Prinsip Manajemen Fayol :

1. Pembagian Tugas 11. Keadilan

2. Wewenang 12. Stabilitas Staff 3. Disiplin 13. Inisiatif

4. Kesatuan komando 14. Semangat Korps 5. Kesatuan dalam Pengarahan

6. Kepentingan Individual di bawah kepentingan umum 7. Imbalan

8. Sentralisasi (Desentralisasi) 9. Hierarki

(32)

Max Webber

Organisasi apapun mempunyai orientasi pada berbagai sasaran memerlukan pengendalian peraturan dari

semua aktivitasnya dengan hati-hati.

• Mengembangkan sebuah teori mengenai manajemen birokrasi yang menekankan pada kebutuhan akan

hierarki yang ditetapkan dengan ketat untuk

mengatur peraturan dan wewenang denga jelas. (value oriented)

• Organisasi ideal pastilah sebuah birokrasi yang aktivitas dan tujuan dipikirkan secara rasional dan pembagian tugas dari para karyawan dinyatakan secara jelas. (logis)

(33)

Marry Parker Follett

Manajemen adalah seni melaksanakan pekerjaan lewat orang lain.

• Memperkenalkan konsep hubungan manusia dan struktur organisasi.

• Kelompok merupakan tempat individual dapat

menggabungkan bakat yang berbeda-beda menjadi sesuatu yang lebih besar.

• Fungsi control (pengendalian)yang “utuh”

memperhitungkan bukan hanya individual dan kelompok, tetapi juga pengaruh dari faktor-faktor lingkungan seperti, politik, ekonomi dan biologi.

Follet membuka jalan bagi teori manajemen untuk

(34)

Chester I. Barnard

Mengidentifikasi organisasi informal, dan mempromosikan efektivitas mengenali dan menggunakan kelompok informal di

tempat kerja,

• Orang berkumpul bersama dalam organisasi formal tidak dapat mencapai tujuan jika bekerja sendiri-sendiri. Tetapi, dalam mengejar sasaran organisasi mereka juga harus

memuaskan kebutuhan individual masing-masing.

Zone of indifference (area of acceptane) ; kecenderungan yang mengkondisikan individual dapat menerima perintah yang berada dalam rentang tanggung jawab atau aktivitas yang sudah dikenal.

(35)

Chester I. Barnard

Insentif

1. Uang dan material lain

2. Kesempatan non material 3. Kondisi kerja yang baik

4. Imbalan ideal (kebanggan)

Tugas Pemimpin:

1. Membangun dan mempertahankan sistem komunikasi 2. Menyiapkan pelayanan penting

(36)

Teori Behavioral (Organisasi

adalah Manusia)

Tokoh : (behavioral scientist)

• Elton Mayo (1880-1949)

• Abraham Maslow

• Douglas McGregor

Aliran tingkah laku muncul sebagai akibat dari pendekatan klasik tidak berhasil mencapai produksi efisien dan

harmoni di tempat kerja yang memadai.

(37)

Elton Mayo

Gerakan hubungan manusia

Penelitian manusia dalam lingkungan kerja :

• Pekerja yang mendapatkan perhatian khusus

akan berkerja lebih baik dan dapat meningkatkan produktivitas.

• Pekerja akan bekerja lebih keras jika mereka percaya pihak manajemen memperhatikan kesejahteraan dan perhatian khusus.

(38)

Abraham Maslow & Doglas McGregor

Pendekatan Ilmiah tingkah laku

• Maslow : kebutuhan yang memotivasi manusia untuk

mendapatkan kepuasan dapat dibuat hierarki. Kebutuhan peringkat bawah harus dipuaskan terlebih dahulu sebelum kebutuhan peringkat yang lebih tinggi dapat dipenuhi.

• McGregor : membedakan 2 asumsi dasar alternatif mengenai manusia dan pendekatan mereka terhadap pekerjaan. 2 asumsi tersebut memunculkan teori X dan teori Y.

Teori X : pandangan tradisional tentang motivasi -->

pekerjaan yang dibenci oleh karyawan yang harus diberi motivasi dengan paksaan uang dan pujian.

(39)

Manajemen Science School

(Operation Research)

Management Science School

Menggunakan teknik matematika untuk

membuat model, menganalisis dan

(40)

Teori Manajemen Kontemporer

Pendekatan Sistem :

Pandangan organisasi sebagai sistem yang

dipersatukan dan diarahkan dari bagian-bagian yang saling berkaitan.

Kata kunci : Subsistem, sinergi, open system & close system, System boundary, flows, feedback(umpan balik).

Pendekatan kontigensi

Pandangan bahwa teknik manajemen yang paling baik

memberikan kontribusi untuk mencapai sasaran organisasi mungkin bervariasi dalam situasi atau lingkungan yang

berbeda.

(41)

Lingkungan Organisasi

Lingkungan Organisasi

Lingkungan Internal

Lingkungan Eksternal

Lingkungan yang terkait langsung (Mikro)

Lingkungan yang tidak terkait langsung (Makro)

Lokal Internasional

Lokal Internasional

Pemilik Organisasi, Tim Manajemen, Para Anggota atau Para Pekerja,

Lingkungan Fisik Organisasi

Pemasok, Pelanggan, Pesaing, Partner Strategis, Regulator, Pemerintah,

(42)

Lingkungan Internal Organisasi

1. Pemilik modal

2. Dewan Direksi (Tim Manajerial)

3. Pekerja

(43)

Lingkungan Eksternal

Organisasi

1. Konsumen 2. Pemasok 3. Pemerintah

4. Kelompok kepentingan (SIG & PACs) 5. Pembela konsumen

6. Media

7. Serikat buruh

8. Institusi Finansial 9. Pesaing

(44)

Lingkungan Tak Terkait

Langsung

Mempengaruhi Organisasi dengan 2 cara:

1. Mendorong terbentuknya kelompok

kepentingan yang menekan organisasi

2. Menciptakan situasi tertentu yang

(45)

Variabel Lingkungan

Tak Langsung Organisasi

Variabel sosial

(demografi, gaya hidup, nilai sosial)

Variabel ekonomi

(GDP, tabungan, investasi, harga, upah, produktivitas - inflasi, IKK-, APBN, nilai tukar, ekspor-impor, angka pengangguran, neraca perdagangan, neraca pembayaran)

Variabel politik

(konflik kelompok)

(46)

Tanggung Jawab Sosial Organisasi

Dasar Pemikiran: - Charity Principle:

individu yang beruntung (kaya) harus memberi bantuan pada yang kalah (miskin)

- Stewardship Principle:

(47)

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

(Corporate Social Responsibility)

• Corporate social responsiveness

mengatur perusahaan merespon isu sosial yang menghalangi perusahaan (reaktif)

• Corporate social perfomance

(48)

Globalisasi

• Globalisasi Ekonomi

- Kegiatan ekonomi merupakan pintu masuk dari globalisasi sektor lain (budaya, sosial dst)

- Kegiatan ekonomi melintasi batas negara dan bangsa

• Aspek Globalisasi - Kedekatan:

teknologi informasi dan transportasi - Lokasi:

produksi, distribusi, pasar di banyak negara - Sikap:

(49)

Kompetisi Global

• Kompetitif:

keunggulan organisasi dibandingkan organisasi lain

• Competitive Advantage:

kenggulan suatu bangsa menghasilkan produk dan jasa tertentu dibandingkan bangsa lain

• Kerjasama Internasional

(50)

Negara dan Globalisasi

Fungai Negara:

1. Sebagai fasilitator perdagangan (tarif, bea masuk, pajak, insentif)

2. Otoritas moneter

3. Menyediakan stimulus untuk

meningkatkan keunggulan kompetitif industri (competitive advantage)

4. Mencegah monopoli dan krisis

(51)

Perubahan Dunia

• Perdagangan „semakin‟ bebas

Kerjasama ekonomi dunia (WTO,

MEE, AFTA, NAFTA dst)

Kekuatan ekonomi baru di Asia:

Cina dan India

(52)

Bentuk Investasi Global

• Investasi Portofolio: Kepemilikan saham

• Investasi Langsung:

Memiliki perusahaan di negara lain

• Perusahaan Multinasional

(53)

Orientasi Globalisasi

• Etnosentris

mengandaikan negara tujuan memiliki situasi yang sama dengan negara asal

• Polisentris

mengandaikan tiap negara memiliki keunikan

• Geosentris

(54)

Strategi Memasuki

Pasar Global

• Ekspor

mengirimkan produk dalam negeri ke luar negeri

• Lisensi

menjual hak produksi ke perusahaan luar negeri

• Franchise

lisensi produk retail

• Joint Venture

(55)

Manajemen Lintas Budaya

Unsur Kebudayaan: 1. Corak ekonomi 2. Bahasa

3. Lingkungan (iklim, topografi,SDA) 4. Pendidikan

5. Populasi dan Ikatan keluarga 6. Sejarah

7. Agama

(56)

Manajemen Lintas Budaya

Dimensi Budaya Organisasi: Geert Hofstede 1. Individualisme/Kolektifisme

(Individualism/LDV)

2. Jarak Kekuasaan (Power Distance/PDI)

3. Maskulin (material & asertif) atau Feminim (kualitas hidup & perhatian)

(Masculinity/MAS)

4. Kesiapan menghadapi ketidakpastian (Uncertainity Avoidance/UAI)

(57)

Kebudayaan

1. Suatu proses umum perkembangan intelektual, spritual dan estetik

2. Pandangan hidup masyarakat/kelompok dalam suatu periode tertentu

(58)

Budaya Organisasi

• Seperangkat pemahaman yang penting menyangkut norma, nilai, sikap, dan

keyakinan yang dimiliki oleh anggota organisasi

• Budaya Organisasi merupakan rumusan

manusia (diawali dari pendiri organisasi) oleh karena itu bisa dibuat, diubah dan

dihilangkan.

(59)

Budaya Organisasi

Formal

• Tujuan

• Teknologi

• Struktur

• Kebijakan dan Prosedur

• Sumber keuangan

Informal

• Persepsi

• Sikap

• Jiwa

(60)

Hubungan Budaya dan Kinerja

Organisasi

1. Budaya organisasi memberikan pengaruh jangka panjang bagi kinerja ekonomi organisasi

2. Budaya organisasi mungkin menjadi faktor yang lebih penting di dekade mendatang

3. Banyak perusahaan membuktikan budaya organisasi yang baik mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan jangka panjang

(61)

Multikulturalisme

Pandangan yang memperhatikan

perbedaan latar belakang dan faktor

budaya yang dimiliki tiap anggota

(62)

Masalah Gender dalam

Hubungan Kerja

Masalah Perempuan Pekerja:

1. Glass ceiling syndrome 2. Pelecehan seksual

3. Streotipe

(63)

Masalah Kelompok Minoritas

1. Meraih posisi puncak

2. Kesenjangan pendapatan

3. Durasi bekerja

4.

Klik „suku‟

(64)

Alasan Mempertahankan

Multikulturalisme (Taylor Cox)

1. Biaya

2. Sumber daya

3. Pemasaran

(65)

Masalah Manajemen Organisasi

Multikultur

1. Budaya Organisasi 2. Kerangka berpikir 3. Perbedaan budaya 4. Masalah pendidikan 5. Sistem rekrutmen

6. Peningkatan karier perempuan

(66)

Manajemen Kualitas

Kualitas

Mencapai produk dan jasa dengan harga yang lebih kompetitif

Total Quality Manajemen

komitmen budaya organisasi yang bertujuan memuaskan konsumen melalui pemanfaatan sistem alat, teknik, metode yang terintegrasi. Proses ini melibatkan perbaikan organisasi berkesinambungan untuk menghasilkan

(67)

Manajemen Kualitas

Proses Kontrol Statistik

Metode pengukuran variasi dan perbaikan proses produksi

berkesinambungan sebelum

pemeriksaan akhir untuk menghindari produk gagal/cacat

Lingkaran Kualitas

Kelompok kerja yang berdiskusi untuk meningkatkan kualitas dan

(68)

14 Prinsip Manajemen Kualitas

Menurut W. Edward Deming

1. Penetapan tujuan memperbaiki produk dan jasa

2. Meyakini nilai baru (pertumbuhan, keuntungan, kepuasan konsumen) 3. Tidak bergantung pada pemeriksaan

4. Tidak menghargai bisnis semata pada harga 5. Terus menerus melakukan perbaikan sistem

produksi

6. Menerapkan pelatihan pekerjaan yang modern

(69)

14 Prinsip Manajemen Kualitas

Menurut W. Edward Deming

8. Menjauhkan ketakutan

9. Meniadakan halangan staf antar bagian

10. Menghindari slogan, perintah, target di tempat kerja

11. Menghindari kuota nominal

12. Meniadakan halangan untuk bangga pada pekerjaan

13. Menyediakan beragam pelatihan dan pendidikan

(70)

TQM

1. Pendekatan sistem (budaya, teknik,

manajemen)

2. Alat TQM (

fish bone diagram

dan

bench

marking

)

3. Fokus pada konsumen

4. Peran manajemen

(71)

Perencanaan

Pengambilan Keputusan

Proses mengidentifikasi dan memilih

serangkaian tindakan untuk

menyelesaikan masalah tertentu

Masalah

(72)

Proses Menemukan Masalah

Penyimpangan dari pengalaman masa lalu

Penyimpangan dari rencana

Orang lain membawa masalah

(73)

Pengambilan Keputusan

(Model Rasional)

1. Analisis Situasi

2. Menyusun Alternatif

3. Evaluasi Alternatif

(74)

Manajemen dan Manajerial

Manajemen (James A.F Stone)

Sebuah proses perencanaan,

pengorganisasian, memimpin dan mengevaluasi kerja anggota

organisasi dan menggunakan semua sumber daya yang ada untuk

mencapai tujuan organisasi

Manajemen (Peter E Drucker)

(75)

Manajemen dan Manajerial

Manajer

Orang yang bertanggungjawab

mengarahkan segala upaya yang

(76)

Manajemen dan Manajerial

Organisasi

Dua atau lebih orang yang bekerjasama dengan cara tertentu untuk mencapai tujuan tertentu

bekerjasama bukan bekerja bersama-sama tujuan tertentu bukan sembarang

(77)

Kinerja

Kinerja Manajerial

ukuran yang menentukan efektifitas dan efisiensi seorang manajer

-seberapa baik ia memimpin dan mencapai tujuan tertentu

Kinerja Organisasi

(78)

Prinsip Dasar Manajemen

(Peter E Drucker)

Efisiensi

kemampuan mengunakan sumberdaya

seminimal mungkin untuk mencapai tujuan organisasi - doing things right

Efektifitas

(79)

Proses Manajemen

(Henry Fayol/Fayolism)

Perencanaan

proses menentukan tujuan dan rencana

tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut

Pengorganisasian

(80)

Proses Manajemen

Memimpin

proses mengarahkan dan

mempengaruhi pekerjaan yang terkait dengan kegiatan anggota/bagian

organisasi

M

engendalikan

(81)

Tingkatan Manajer

Top-level Manager

1. Menguasai peran dan kemampuan manajemen

2. Memahami faktor eksternal

3. Membuat keputusan jangka panjang 4. Keputusan dibuat berdasarkan proses

analisis, pengarahan, konseptual/prilaku dan/partisipatif

5. Bertanggungjawab membuat keputusan strategik

6. Meninjau rencana dan memastikan

(82)

Tingkatan Manajer

Middle Manager

1. Memahami tugas-tugas manajerial tertentu

2. Bertanggungjawab melaksanakan tugas yang dibuat oleh top management

Lower Manager

1. Memastikan keputusan dan rencana yang dibuat dua level manajer di

atasnya berjalan

(83)

Manajer Berdasarkan Fungsi

Produksi

Keuangan

Sumber daya manusia

(84)

Kemampuan Manajer

Teknis

Hubungan antar individu

(85)

Tantangan Manajer

Globalisasi

Lingkungan multikultur

Anti korporasi

Etika dan Tanggungjawab sosial

(86)
(87)

DAFTAR PUSTAKA

1. Attner, Straub. (2001). Introduction to Business. International Thomson Publishing 2. Brigham, Eugene F. dan Joel F. Houston. (2008). Fundamentals of Financial

Management. 12th edition. Thomson-South Western Learning.

3. Dessler, Gary. (2000). Human Resource Management. 8th Edition. New Jersey: Prentice Hall, Inc.

4. Griffin, Ricky W. dan Ronald J. Ebert. (2009). Pengantar Bisnis. Jakarta: Prenhallindo. 5. Hartono, J. (2010). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. BPFE Yogyakarta. Yogyakarta 6. Husnan, Suad dan Enny Pudjiastuti. (2002). Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Edisi

Keempat.Yogyakarta:UPP AMP YKPN.

7. Kismono, Gugup. (2005). Bisnis Pengantar. Edisi Pertama. Yogyakarta: Badan Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.

8. Kotler, Philip. (2008). Dasar-Dasar Pemasaran Jilid I. Jakarta: Prenhallindo. 9. _________. (2008). Dasar-Dasar Pemasaran Jilid II. Jakarta: Prenhallindo.

10. Krietner, Robert dan Kinicki, Angelo. (2004). Organizational Behavior. 6th edition. New York: McGrawHIll Companies, Inc.

11. Simamora, Henry. (2000). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta:STIE 12. YKPN.

13. Stoner, James A., Freeman, Edward R., Gilbert Jr, Daniel R. (2006). Manajemen. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Prenhallindo

(88)

88

Pengertian Bisnis

Menurut Steinhoff

“Aktifitas yang menyediakan barang dan

jasa yang diperlukan / diinginkan konsumen.

Menurut Griffin dan Ebert

“Perusahaan yang menyediakan produk

(89)

89

Bisnis dilakukan oleh :

1. Perusahaan : - Memiliki badan

hukum seperti Surat Izin Tempat Usaha

(SITU) dan Surat

Izin Usaha Perdagangan

(SIUP).

- Memiliki badan

usaha (PT, CV dll)

2. Perorangan : - Tidak memiliki badan hukum/badan usaha

(SITU dan SIUP) seperti pedagang kaki lima,

(90)

90

Produk terbagi :

1. Tangible goods

:

Produk yang

dapat diindera oleh pancaindera

manusia (mobil, rumah, dll)

2. Intangible goods

:

Produk yang

tidak dapat dilihat tapi dapat

(91)

91

Badan Usaha (PT, CV dll)

Profit oriented organization (wadah untuk melakukan kegiatan usaha didirikan untuk mencari keuntungan).

Non profit oriented organization (yayasan didirikan dengan tujuan tidak mencari keuntungan) bidang yang dilakukan

yayasan adalah kegiatan sosial, keagamaan dan kemanusiaan.

UU Nomor 16 tahun 2001 tentang yayasan “yayasan diperbolehkan

mendirikan badan usaha yang kegiatannya sesuai dengan

maksud dan tujuan yayasan”.

Kegiatan badan usaha yayasan :

1. Bidang sosial, menyelenggarakan pendidikan formal dan non formal, panti asuhan, panti jompo, rumah sakit, poliklinik dll. 2. Bidang keagamaan, mendirikan sarana ibadah, pondok

pesantren, madrasah dll

(92)

92

Jalur distribusi produk konsumsi

Prinsipal

(PT. Unilever Indonesia)

Distributor (PT. Panjunan)

Grosir Inti / SO

Grosir

Toko Eceran

Konsumen Akhir

HCO/

High Class Outlet Makro, Carefour

(93)

93

Kegiatan distribusi produk dapat pula dilakukan secara langsung dengan sistem distribusi direct selling

(penjualan langsung) misalnya Amway, CNI dll

Meskipun perusahaan yang melakukan penjualan

langsung menggunakan jasa Point Operator, Stockist dll tetapi Point Operator tidak melakukan penambahan harga jual.

Penjualan langsung dilakukan perusahaan dengan menggunakan media televisi, internet dll.

Kegiatan penjualan tidak langsung dimana anggotanya saluran distribusinya (toko) melakukan tambahan

(94)

94

Sisi konsumen sebagai pembeli produk dibagi 4 kategori :

1. Companies that consume

Perusahaan membeli produk / jasa untuk dijadikan sebagai bagian dari produk akhir perusahaan. Misalnya General motor membeli komponen otomotif untuk dirakit pada mobil yang diproduksinya tetapi lain halnya dengan GM membeli mesin foto copy untuk

kegiatan administrasi maka GM bertindak sebagai pengguna produk (user).

2. Government agencies

Pemerintah merupakan pembeli terbesar produk-produk tertentu misal pemerintah membeli kebutuhan pokok untuk memenuhi

kebutuhan masyarakat seluruh Indonesia dan pemerintah membeli semen dan bahan bangunan dalam jumlah besar untuk kepentingan pembangunan jalan.

3. Institution

Lembaga pendidikan merupakan pembeli buku, alat tulis dll. Kemudian rumah sakit merupakan pembeli produk farmasi, alat kesehatan dll.

4. Resellers

Perusahaan yang melakukan pembelian produk dari produsen untuk dijual ke konsumen misalnya PT. Putri Daya Usaha distributor

(95)

95

Ruang lingkup bisnis secara umum (Philip Kotler) :

1. Informations, media masa baik cetak maupun elektronik merupakan

pelaku bisnis informasi. Pada saat berlangsungnya pemilihan umum presiden disiarkan langsung sejak pagi sampai malam oleh Metro TV (penayangan berita yang sedang jadi perhatian akan meningkatkan rating siaran televisi sehingga menarik pengiklan untuk memasang iklan.

2. Places, misalnya tempat tujuan wisata memiliki objek wisata yang

dapat dijual kepada wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

3. Experiences, manusia senang aktifitas untuk memperoleh

pengalaman tertentu, contoh kita suka permainan sensasi jatuh maka semua wahana yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan sensasi jatuh menjadi lahan bisnis pengelola tempat rekreasi seperti Taman Impian Jaya Ancol dll.

4. Organizations, perusahaan yang menghasilkan produk bermutu bila

perusahaan tersebut menghasilkan produk baru, umumnya akan dinilai memiliki kualitas yang baik oleh konsumen.

5. Ideas, seluruh produk yang dipasarkan berasal dari suatu ide produk

(96)

96

6. People, manusia dengan segala kemampuan dan talenta yang

dimilikinya misal pemain bola Perancis Zinedine Zidane menjadi incaran klub-klub eropa karena kemampuannya.

7. Properties, hak kepemilikan terhadap benda berharga dapat

dijadikan komoditi bisnis misal sertifikat tanah dapat diperjualbelikan dll.

8. Events, berselang beberapa hari setelah ledakan bom kuningan grup

band asal Jerman Scorpion tampil di publik Indonesia merupakan contoh events yang dapat diperjualbelikan.

9. Tangible goods, produk pasta gigi, minuman ringan dll contoh

tangible goods yang dapat ditawarkan karena produk tersebut

memiliki nilai sehingga konsumen mau menukar uang yang mereka miliki dengan produk tersebut.

10. Services, ciri utama jasa bersifat intangible goods tidak dapat dilihat tapi dapat dirasakan manfaatnya.

ciri lainnya inseparable tidak dapat dipisahkan dari sipemberi jasa sehingga kualitas jasa tergantung siapa yang memberi jasa.

ciri lainnya variability jasa yang diberikan pemberi jasa memiliki variasi antara satu pemberian jasa dengan pemberian jasa lainnya hal ini dipengaruhi suasana psikologis pemberi jasa.

(97)

97

Ruang lingkup bisnis menurut lapangan usaha :

1. Usaha pertanian

2. Usaha pertambangan

3. Usaha industri dan pengolahan 4. Usaha listrik, gas dan air

5. Usaha konstruksi

6. Usaha perdagangan besar, eceran, rumah makan dan jasa akomodasi 7. Usaha angkutan, pergudangan dan

komunikasi

(98)

Pada pokoknya kegiatan bisnis meliputi :

Perdagangan (melalui pedagang)

Pengangkutan ( dengan alat transportasi)

Penyimpanan (sampai barang terjual)

Pembelanjaan (melalui bank atau kreditur)

Pemberian informasi (dengan promosi)

(99)

Jenis-jenis lokasi perusahaan

1. Lokasi terkait pada alam, perusahaan yang aktifitasnya tergantung pada alam misalnya lokasi perusahaan

pertambangan minyak, batubara dll

2. Lokasi berdasar sejarah, misalnya perusahaan batik yang lokasinya didaerah Yogyakarta

3. Lokasi ditetapkan pemerintah, lokasi perusahaan peternakan ayam dll

4. Lokasi atas dasar faktor ekonomi, misalnya pabrik adalah sebagai berikut :

1. Nearness to material 2. Nearness to markets

(100)

Cabang perusahaan ada 4 golongan yaitu :

1. Agraris, perusahaan yang bekerja dilapangan agraris lokasi perusahan dipengaruhi keadaan alam,

perkebunan teh pada umumnya ada di daerah pegunungan

2. Perniagaan, lokasi perusahaan mendekati tempat produsen misalnya perusahaan yang membeli daun tembakau basah dari petani Yogyakarta berada dekat para penanam tembakau

3. Industri, lokasi perusahaan yang bekerja di lapangan industri faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah bahan mentah, tenaga kerja dll

4. Pemberi jasa, pabrik padi kedapatan ditengah-tengah sawah, rumah sakit di daerah perkotaan dll

(101)

Sejarah Perkembangan Bisnis

Alasan pada masa lalu kegiatan bisnis

tidak menarik :

1. Faktor psikologis masyarakat lebih

tertarik pegawai negeri (meski gaji kecil

merasa lebih terhormat)

2. Masyarakat menganggap profesi bisnis

bersifat tidak jujur, bersaing

3. Pandangan “untuk apa sekolah tinggi

jika hanya mau jadi pedagang”

(102)

Hal-hal yang mendorong kegiatan bisnis

pada masa sekarang :

1. Pandangan masyarakat sudah terbuka

2. Generasi muda sudah tidak malu terjun

ke dunia bisnis

3. Semakin ketat dan sulitnya persaingan

didunia kerja

4. Sempitnya kesempatan berusaha

didunia kerja

(103)

Perkembangan Bisnis

1. Perekonomian Tradisional

Kegiatan bisnis dilakukan pada tingkat keluarga secara tertutup belum terjadi pertukaran (bercocok tanam,

berburu dll)

2. Perekonomian Sistem Barter

Perekonomian semakin berkembang menyebabkan bertambahnya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi dan pada masa itu belum ada alat pembayaran maka dilakukan barter (menukarkan barang yang dibutuhkan dengang barang yang dimiliki)

3. Perekonomian Spesialisasi

Seiring perkembangan yang ada mereka merasakan keuntungan yang memungkinkan mereka membatasi pekerjaannya pada salah satu jenis produk atau jasa

(104)

Ekonomi dan Perusahaan

Ilmu ekonomi

adalah ilmu yang

mempelajari aktivitas manusia dalam

memenuhi kebutuhannya.

Dalam kegiatannya aktivitas ekonomi

memerlukan 3 unsur :

1. Kebutuhan manusia

2. Faktor-faktor produksi

3. Cara-cara produksi

(105)

1. Kebutuhan Manusia

Kebutuhan manusia terbagi dua bagian yaitu kebutuhan pokok dan kebutuhan tambahan

2. Faktor-faktor produksi

1. Tanah dan sumber daya alam

Meliputi tanah, barang tambang, hasil hutan dan sebagainya 2. Tenaga kerja

Meliputi jumlah buruh, keahlian dan keterampilan pekerja Atas dasar keahlian tenaga kerja dibagi :

1. Tenaga kerja kasar : - tidak berpendidikan - berpendidikan rendah

2. Tenaga kerja terampil : memiliki keahlian dari pendidikan atau pengalaman kerja misalnya montir, tukang kayu dan ahli reparasi

3. Tenaga kerja terdidik : memiliki pendidikan yang tinggi dan ahli dibidang tertentu misalnya dokter, akuntan pengacara dll

(106)

Tiga persoalan yang dihadapi

dalam perekonomian

What

berkaitan dengan :

1. Barang dan jasa apa yang harus

diproduksi

2. Berapa banyak barang / jasa diproduksi

3. Kapan barang jasa diproduksi

4. Ukuran dari barang / jasa

(107)

• How

berkaitan dengan :

1. Siapa yang akan memproduksi

2. Gabungan faktor-faktor produksi yang digunakan

3. Teknik produksi apa yang digunakan

For Whom

Berkaitan dengan siapa yang akan menikmati

maupun memperoleh manfaat dari barang / jasa yang diproduksi

(108)

Ilmu ekonomi perusahaan adalah bagian

dari ilmu ekonomi yang khusus

mempelajari masalah-masalah dalam

ekonomi rumah tangga perusahaan.

(109)

109

Pengertian dan bentuk-bentuk usaha di

Indonesia

Perusahaan dalam Undang-undang No.1

tahun 1987 :

Setiap bentuk usaha yang menjalankan

setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan

terus menerus yang didirikan dan bekerja

serta berkedudukan dalam wilayah

Republik Indonesia untuk tujuan

(110)

110

Usaha dalam Pasal 1 Undang-undang No.3 tahun 1982 tentang wajib daftar

perusahaan adalah

Setiap tindakan, perbuatan atau kegiatan apa pun dalam bidang perekonomian yang dilakukan oleh setiap pengusaha untuk tujuan memperoleh keuntungan dan / atau

laba.

Pengusaha

Setiap orang perseorangan atau persekutuan atau badan hukum yang menjalankan

(111)

111

Secara umum perusahaan memiliki

dua unsur :

1. Bentuk usaha : organisasi usaha /

badan usaha yang menjadi wadah

penggerak setiap jenis usaha.

Bentuk usaha (perseorangan,

persekutuan dll)

2. Jenis usaha : kegiatan dalam bidang

perekonomian yang mencakup

(112)

112

Secara lebih rinci unsur-unsur

perusahaan :

1. Badan usaha

2. Kegiatan dalam bidang

perekonomian

3. Terus menerus (

going concern

)

4. Bersifat tetap

5. Terang-terangan

6. Keuntungan dan / atau laba

(113)

113

Bentuk-bentuk hukum perusahaan :

Bentuk

Perusahaan

Badan Usaha Non Badan Berbadan Hukum

Perjan, Perum, Koperasi

(114)

114

Bentuk hukum perusahaan dikelompokkan dalam tiga kelompok :

1. Perusahaan perseorangan : perusahaan swasta yang didirikan dan dimiliki oleh pengusaha

perseorangan (pendirian tidak diatur dalam KUHD, tidak memiliki perjanjian).

Dibagi dalam 2 kelompok :

1) Usaha perseorangan berizin : memiliki izin dari departemen teknis (perusahaan bergerak dalam bidang perdagangan memiliki Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP) dari Departemen

Perdagangan, perusahaan bergerak dalam bidang pertambangan memiliki Surat Izin Pertambangan Daerah (SIPD) dari Departemen Pertambangan). 2) Usaha perseorangan yang tidak memiliki izin : usaha yang dilakukan pedagang kaki lima,

(115)

Kebaikan perusahaan perseorangan :

1. Organisasi yang mudah (ease of organization) mengorganisir perusahaan relatif lebih mudah karena perusahaannya kecil dan aktifitasnya masih sedikit

2. Kebebasan bergerak (freedom of action)

pemilik bebas mengambil keputusan dan dapat dilakukan dengan cepat

3. Penerimaan seluruh keuntungan 4. Kerahasiaan terjamin

5. Pajak yang rendah

(116)

116

2. Perusahaan Persekutuan (Partnership) Bukan Badan Hukum :

Perusahaan swasta dimiliki beberapa pengusaha tidak

termasuk kategori badan usaha berbadan hukum (Firma dan Persekutuan Komanditer (CV)).

Firma : Persekutuan perdata (perjanjian dua orang/lebih) menjalankan perusahaan dengan nama bersama. (akta autentik di Notaris, terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan

Negeri, diumumkan dalam Berita Negara) berakhir Firma bila jangka waktu pada anggaran dasar berakhir.

CV (Persekutuan Komanditer) : Firma yang mempunyai beberapa orang sekutu komanditer (sekutu yang

menyerahkan uang, barang dan tidak ikut campur

pengurusan persekutuan) berakhir CV jangka waktu pada anggaran dasar berakhir, pemberhentian sekutu.

Persekutuan komanditer :

a. Sekutu komplementer : sekutu aktif menjadi pengurus persekutuan (tanggung jawabnya tidak terbatas terhadap kerugian CV).

(117)

Kebaikan Firma :

1. Kemampuan manajemen lebih besar

karena ada pembagian kerja

2. Pendirian Firma lebih mudah karenatidak

memerlukan akte pendirian

3. Kebutuhan modal lebih mudah dipenuhi

karena mempunyai kemampuan financial

yang lebih besar

4. Lebih mudah memperoleh kredi karena

mempunyai manajemen dan kemampuan

financial lebih baik

(118)

Keburukan Firma :

1. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas

terhadap hutang perusahaan,kekayaan

pribadi menjadi jaminan

2. Kerugian yang diakibatkan oleh seorang

anggota harus ditanggung bersama

3. Pimpinan dipegang lebih dari satu orang

(119)

119

Badan usaha berbadan hukum

1. Perjan : perusahaan negara yang modalnya berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan menjadi bagian integral departemen teknis (mengutamakan pelayanan publik,

pengelola adalah pejabat suatu departemen bertanggung jawab kepada dirjen departemen bersangkutan). PT KAI 2. Perum : perusahaan negara yang modalnya dari kekayaan

negara yang dipisahkan dan tidak terbagi atas saham-saham (Perumtel yang sekarang menjadi PT. Telkom). 3. Persero : perusahaan negara berbentuk Perseroan

Terbatas modalnya terdiri dari negara dan sebagian dimiliki swasta, misalnya PT. PLN.

4. Perusahaan daerah : perusahaan yang didirikan oleh

pemerintah daerah tk I maupun tk II modalnya berasal dari kekayaan daerah yang dipisahkan, misalnya PDAM.

5. Perseroan Terbatas (PT) : badan hukum yang didirikan

(120)

Kebaikan Perseroan Terbatas :

1. Adanya tanggung jawab yang terbatas

pemegang saham terhadap hutang

perusahaan

2. Kelangsungan hidup terjamin karena

pemiliknya dapat berganti-ganti

3. Saham dapat diperjualbelikan dengan

relatif mudah

(121)

PELAKU DAN LINGKUNGAN

BISNIS

(122)

Perwatakan Pelaku Bisnis.

Menurut Meredith ada beberapa tanda-tanda yang menjadi perwatakan pelaku bisnis. Perwatakan

tersebut adalah :

1. Berjiwa enterpreneur

2. Mempunyai sifat kepemimpinan 3. Berani mengambil risiko

4. Berkemampuan merencanakan bisnis

5. Mampu mengunakan waktu secara efektif

(123)

Lingkungan Kegiatan Bisnis

Ada beberapa lapis jenis lingkungan yang mempengaruhi kegiatan suatu bisnis yang dijalankan oleh para pelaku bisnis. Pada dasarnya lingkungan tersebut dibedakan kedalam dua lapis, yaitu :

• Lingkungan intern. Lingkungan intern ini dimungkinkan untuk dikendalikan oleh para pelaku bisnis, sehingga dapat diarahkan sesuai dengan keinginan perusahaan.

• Lingkungan ekstern. Yaitu lingkungan yang berada diluar kegiatan bisnis yang tidak mungkin dapat

dikendalikan begitu saja oleh para pelaku bisnis sesuai dengan keinginan perusahaan. Malah pelaku bisnislah

yang harus mengikuti ”kemauan” lingkungan ekstern tersebut, agar kegiatan bisnis bisa ”selamat” dari

pengaruh lingkungan tersebut.

(124)

Faktor-faktor yang termasuk dalam

lingkungan intern :

Tenaga kerja (Man)

Modal (Money)

Material / bahan baku (Material)

Peralatan/perlengkapan produksi

(Machine)

Metode (Methods)

(125)

Lingkungan ekstern bagi

perusahaan :

Lingkungan Mikro

Lingkungan Makro

(126)

Lingkungan Mikro

Lingkungan bisnis mikro adalah lingkungan yang berada diluar lapisan intern perusahaan. Lingkungan mikro bisnis (mendekati perusahaan) terdiri dari :

• Pemerintah

• Pemegang saham (shareholders)

• Kreditor

• Pesaing

• Publik

• Perantara

• Pemasok

• Konsumen

(127)

Lingkungan Makro

Lingkungan makro perusahaan adalah kekuatan luar yang dapat mempengaruhi jalannya bisnis perusahaan.

Lingkungan ini jauh lebih luas dan lebih besar dari lingkungan mikro yang sudah kita bicarakan diatas.

Lingkungan ini dapat berupa kekuatan-kekuatan berikut :

• Sosial ekonomi

• Demografi

• Sosial politik

• Sosial budaya

• Teknologi dan informasi

• Kekuatan alam

(128)

Tanggung Jawab Sosial Kegiatan Bisnis

Suatu kegiatan bisnis atau perusahaan berdiri dan hidup ditengah-tengah kehidupan masyarakat. Masyarakat

pulalah yang menjadi sasaran pengumpulan laba dari produk yang dikelola perusahaan itu. Oleh karena itu, kegiatan bisnis (perusahaan) perlu berbuat baik pada masyarakat sekitar, seperti baiknya perilaku anggota

masyarakat yang menghidupi perusahaan tersebut, hal itu sebagai bentuk tanggung moral perusahaan kepada

masyarakat. Bentuk-bentuk tanggung jawab sosial yang dipikul oleh perusahaan dapat berupa :(a) Tanggung jawab fisik, dan (b) Tanggung jawab non fisik.

(129)

Tanggung jawab fisik :

• Tidak memproduksi produk yang merusak masyarakat

• Tidak menguras sumber air milik masyarakat

• Tidak menyebarkan polusi udara buangan yang merusak kehidupan

• Tidak mendirikan bangunan yang

mempersukar arus lalu-lintas masyarakat

• Berkewajiban memperkerjakansebagian penduduk setempat

• Turut aktif membina dan meningkatkan kualitas lingkungan sekitar

(130)

Tanggung jawab Non-fisik :

Membantu kegiatan amal yang dilakukan

masyarakat setempat

Peka terhadap lingkungan dan keluhan

yang disampaikan masyarakat

Aktif turut serta mengentaskan

kemiskinandan meningkatkan kesehatan

dan kesejateraan masyarakat

(131)

FUNGSI, SISTEM DAN SUB

SISTEM BISNIS

(132)

Fungsi Bisnis

Fungsi utama bisnis adalah untuk

menciptakan nilai (kegunaan) suatu produk,

yang semula kurang bernilai, setelah diubah

atau diolah menjadi menjadi dapat

memenuhi kebutuhan masyarakat /

konsumen.

Nilai kegunaan (utility Value) yang

diciptakan oleh kegiatan bisnis, sehingga

dapat memenuhi kebutuhan masyarakat

adalah terangkum dalam fungsi utama

bisnis.

(133)

Fungsi utama bisnis adalah menciptakan nilai suatu produk atau jasa dengan cara :

Mengubah bentuknya (form utility), yang

tidak lain dari fungsi produksi

Memindahkan tempat produk itu (place

utility), atau fungsi distribusi

Mengubah kepemilikan (possessive

utility), yaitu fungsi penjualan

Menunda waktu kegunaan (time utility),

atau fungsi pemasaran

(134)

Ada tiga fungsi utama bisnis, yaitu

:

Mencari bahan mentah (acquiring raw

material)

Mengubah bahan mentah menjadi

barang jadi(manufacturing raw materials

into product)

Menyalurkan barang yang sudah jadi

tersebut ketangan konsumen

(distributing product to consumers)

(135)

Kesimpulan yang dapat diambil dari fungsi bisnis adalah : prinsip utama kegiatan bisnis adalah memproduksi barang

atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen. Hal tersebut tidak akan melakukan atau menciptakan produk yang tidak

laku dijual dipasar, karena dapat mendatangkan kerugian yang besar. Agar kegiatan bisnis itu tidak menghadapi risiko seperti itu, maka jauh hari sebelumnya pelaku bisnis

tersebut sudah melakukan penelitian dan survey pasar tentang produk-produk apa yang dapat diproduksi sesuai

dengan kebutuhan dan keinginan selera konsumen (pasar).

(136)

Sistem Dan Sub Sistem Bisnis.

Sistem dalam pengertian umum adalah sekelompok bagian-bagian yang saling berinteraksi sesamanya secara

teratur untuk mencapai tujuan tertentu. Masing-masing bagian yang disebut sub sistem itu sudah dapat bekerja

secara mandiri tanpa terkait pada sistem keseluruhan. Namun bila ia saling berinteraksi akan diperoleh manfaat yang lebih besar dalam rangka mencapai tujuan bersama.

Dalam sistem bisnis tentu ada sub-sub sistem yang menjadi pendukung berfungsinya sistem untuk mencapai

tujuannya. Tanpa dukungan dari masing-masing sub sistem, maka sistem bisnis akan menjadi lumpuh dan tidak

berfungsi.

(137)

Sub sistem dalam sistem bisnis

adalah :

• Man (Sumaber Daya Manusia)

• Money (Uang atau modal)

• Material (Bahan baku)

• Machine (Mesin, termasuk juga tenaga listrik)

• Methods (yang disamakan dengan manajemen atau skill, ketrampilan yang digunakan untuk mengkoordinir dan mengkombinasikan sub-sub sistem yang lain)

(138)

Sistem Bisnis Dengan Sub-sub

Sistemnya

1. Man (Sumber Daya Manusia) 1. Money (Sumber dana / Modal) 2. Material (Bahan baku)

3. Machine (mesin + aliran listrik) 4. Methods (Manajemen atau Skills) Sistem Bisnis

(139)

Macam Macam Kegiatan Dalam Bisnis

Dalam menciptakan nilai manfaat suatu produk, ada tiga aktivitas yang harus dilakukan oleh usaha

bisnis, sehingga kepentingan kedua belah pihak (prodsen dan konsumen) terpenuhi.

Ketiga aktivitas tersebut adalah : 1. Productions activities

2. Distribution activities 3. Consumption activities

(140)

Dilihat dari jenis produk yang diproduksi,

ada 3 macam jenis produksi :

Produk primer (dasar)

Produk sekunder (lanjutan)

Produk tersier (diluar produk primer dan

sekunder)

(141)

Karakter Pengusaha:

1. Sifat bekerja keras, memusatkan segala

sumber daya & berani mengambil resiko utk mewujudkan gagasannya (Sifat Khusus).

2. Mampu & peka membaca peluang (Kemampuan Khusus).

3. Langkah nyata mengintegrasikan sumber daya (resources), baik yg telah/belum dimiliki utk

mewujudkan gagasannya (Tindakan).

4. Realisasi gagasan menjadi komoditas/produk, teknologi & lapangan kerja (Hasil karya).

(142)

Ciri Kepribadian Pengusaha:

1. Memiliki cita2 & berusaha mewujudkan cita2nya tsb.

2. Berani menanggung risiko. 3. Mau bekerja keras.

4. Memiliki semangat & tak mudah putus asa.

5. Memiliki rasa percaya diri (Self confidence) yg kuat.

6. Cakap memimpin.

7. Mempunyai kreativitas yg tinggi.

(143)

Sifat Pengusaha Sukses

:

1. Tekun.

2. Ulet.

3. Tahan banting.

4. Peka.

5. Pekerja keras.

6. Bijaksana.

7. Berpikir mandiri atau merdeka

(Sukamdani S. Gitosardjono, 1989

).

(144)

1. Sifat2 pribadi seorang pengusaha tsb

mendorong ia utk mencapai keinginan, cita2 & sasaran yg telah ditetapkan.

2. Melaksanakan keinginan menjadi kenyataan, memerlukan usaha & manajemen sumber

daya yg ada. Demikian pula dng resiko yg

telah diperhitungkan sebelumnya pd akhirnya tetap menjadi tanggung jawab pengusaha.

3. Disinilah letak keberanian seorang pengusaha utk mengambil keputusan bisnis &

menanggung semua resiko yg mungkin akan timbul.

(145)

SIFAT BISNIS (1)

Semua bisnis menunjukkan adanya

kesamaan tertentu, yaitu mengacu

pada unsur-unsur sebagai berikut:

Berkaitan dengan barang dan jasa

Menyangkut pengalihan barang dan jasa

dari satu orang kepada orang lain

Adanya keteraturan dalam penanganan

Senantiasa diarahkan pada keuntungan

(146)

SIFAT BISNIS (2)

Adanya ketidakpastian penghasilan

(imbalan) bagi pemilik

(147)

PERANAN BISNIS DALAM

PEREKONOMIAN

PEREKONOMIAN BISNIS

Pembayaran untuk barang dan jasa Memproduksi barang dan jasa

Menyediakan faktor-faktor produksi

Pembayaran untuk faktor-faktor produksi

(148)

JENIS KEGIATAN BISNIS

.

Produksi

Distribusi Konsumsi

Produsen barang dan jasa menyediakan barang dan jasa dalam jumlah dan jenis yang tepat

Jaringan distribusi mengantar barang dan jasa kepada konsumen atau

pengguna

Konsumsi mencerminkan tingkat permintaan akan barang dan jasa. Daya beli atau permintaan meningkat jika tersedia

pembiayaan

(149)

KARAKTERISTIK SISTEM

BISNIS

Karakter sistem bisnis dapat disoroti dari

tiga aspek yaitu:

Kompleksitas dan keanekaragaman, sistem bisnis modern merupakan sistem sangat kompleks yang meliputi banyak sektor, dan masing-masing terdiri atas kelompok-kelompok industri.

Saling ketergantungan, setiap perusahaan di

kalangan dunia usaha melakukan kegiatan bisnis antara satu dengan lainnya.

Perubahan dan inovasi, untuk menjamin keberhasilan, dunia usaha harus merespon

perubahan-perubahan yang terjadi pada selera dan tuntutan dari konsumen.

(150)

Organisasi Bisnis

Rencana Bisnis (Business Plan)

Pemangku Kepentingan Bisnis

– Pemilik

– Karyawan & Manajer

– Pemasok

– Pelanggan

– Kreditor

Fungsi Utama Bisnis

– Operasi/Produksi

– Pemasaran

– Keuangan

– SDM

– Sistem Informasi

Lingkungan Ekonomi

Lingkungan Industri

Lingkungan Global

Struktur Organisasi

Produksi/Operasi

SDM

Target Pasar

Karakteristik Produk

Penentuan Harga

Distribusi

Promosi

Kelayakan Bisnis

Pendanaan BisnisMengembangkan Rencana Bisnis

- Memperkirakan Lingkungan Bisnis - Rencana Produksi/Operasi

- Rencana Pemasaran - Rencana Keuangan

(151)

Kepemilikan Bisnis

• Bentuk Kepemilikan Bisnis

– Perusahaan Perorangan

– Perusahaan Kemitraan

– Korporasi

• Cara untuk Memiliki Bisnis

– Mengambil Kepemilikan Bisnis

– Membeli Bisnis Yang Ada

– Waralaba

• Mengukur Kinerja Bisnis

– Imbalan atas Modal

– Resiko

Organisasi Bisnis

Etika Bisnis dan

TanggungJawab Sosial

• Kepada Pelanggan

• Kepada Karyawan

• Kepada Pemegang Saham

• Kepada Kreditor

• Kepada Lingkungan

• Kepada Komunitas

(152)

Value (Nilai)

Merupakan kumpulan manfaat yang dapat diberikan suatu produk.

1. Value dilihat dari sudut pandang konsumen Nilai suatu produk akan bertambah dari

sudut konsumen, apabila dengan

pengeluaran yang sama akan memperoleh manfaat yang lebih besar.

2. Value dilihat dari sudut pandang perusahaan Nilai suatu produk dapat dilihat dari

kemampuan produk tersebut menghasilkan keuntungan.

(153)

Lingkungan Perusahaan (Business Environment)

Sekumpulan sumber daya (resources), kekuatan (force), dan lembaga (intitution) yang memiliki pengaruh dalam menciptakan nilai barang dan jasa.

Jenis lingkungan perusahaan 1. Lingkungan Khusus

Outside stakeholder yang secara langsung mempengaruhi kemampuan organisasi. - Supplier (pemasok)

- Competitor (pesaing) - Customer (pelanggan) - Distributor (penyalur) - Pressure Group

- Creditor

2. Lingkungan Umum

Berbagai kekuatan yang mempengaruhi kekuatan (force) perusahaan secara umum - Economic forces

- International forces

- Demographic and Cultural forces - Political forces

- Technology forces

(154)

Stakeholders

Kumpulan individu maupun lembaga yang memiliki kepemilikan, tuntutan, kepentingan terhadap organisasi

perusahaan.

• Klasifikasi stakeholder 1. Inside stakeholder

- Pemegang saham (shareholder) - Para manajer (managers)

- Karyawan (workforce) 2. Outside stakeholder

- Pelanggan (customer) - Pemasok (supplier)

- Pemerintah (government) - Serikat Pekerja (unions)

(155)

Pembagian stakeholder berdasarkan aktivitas : 1. Primary stakeholder

Kelompok yang berinteraksi dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuan perusahaan melakukan kegiatan utama perusahaan.

- Investor (keuangan) - Kreditor (keuangan) - Karyawan (keahlian) - Pemasok

- Saluran pemasaran - Pelanggan

2. Secondary stakeholder

kelompok dalam masyarakat yang dipengaruhi secara langsung maupun tidak langsung oleh kegiatan utama perusahaan.

- Masyarakat umum

- Pemerintah pusat atau daerah - Kelompok aktivis sosial

(156)

Manajemen Bisnis

Nilai Bisnis

Organisasi Bisnis

(157)

Manajemen SDM:

Mengelola Karyawan

Motivasi Karyawan

Penerimaan, Pelatihan dan

Evaluasi Karyawan

Kepuasan Kerja Karyawan

• Penerimaan Karyawan

• Pelatihan Karyawan

(158)

Motivasi Karyawan

Upaya Karyawan Menghasilkan Produk Berkualitas

Upaya Karyawan Menjual

Produk

Upaya Karyawan Mencapai Efisiensi Produksi + Pemasran

Upaya Karyawan Mencapai Biaya Terendah

Referensi

Dokumen terkait

Apabila pekerjaan sesuai dengan ketrampilan karyawan, ada kesempatan untuk mengikuti pelatihan sehingga dapat mengembangkan diri, adanya penghargaam suasana kerja yang

Filardhi Surakarta sama seperti teori menurut Rivai (2014:189) yakni sistem seleksi yang efektif mengembangkan satu sistem seleksi menghasilkan karayawan produktif

Masalah warna dapat berpengaruh terhadap karyawan didalam melaksanakan pekerjaan, akan tetapi banyak perusahaan yang kurang memperhatikan masalah warna. Dengan

Penelitian ini juga adalah melihat perkembangan dari wirausaha yang mampu mengembangkan usaha, dengan mengikuti pelatihan di wms dengan cara mengasah skill yang ada

Seleksi Karyawan yang dilakukan oleh Candy Hijab Fashion ini untuk manajer atau karyawan harian adalah dengan wawancara, interview sesuai dengan yang dikemukakan

Subsistem perusahan agribisnis hulu berfungsi menghasilkan dan menyediakan sarana produksi pertanian terbaik agar mampu menghasilkan produk usahatani yang berkualitas,

Kesalahan awal dari perusahaan adalah kurangnya pelatihan ketrampilan kerja kepada karyawan baru U.S Customs, karyawan yang bekerja tanpa dibekali ketrampilan kerja yang cukup

Dengan adanya pelatihan dan pengembangan karyawan, moral karyawan diharapkan akan lebih baik, dimana keahlian dan keterampilan serta kemampuan yang dimiliki karyawan sesuai dengan