• Sundari, SE, MM
• S1 , S2 Ilmu Manajemen STIE AUB Surakarta
• Griya Rosari Indah A11 MJ9 Solo (0271) 8501570, 085642356440
• E-mail :
Referensi
• Amirullah & Rindyah Hanafi, 2002. Pengantar Manajemen. Graha Ilmu, Yogyakarta.
• James A.F. Stoner & R. Edward Freeman. Manajemen, edisi Indonesia, jilid 1 dan 2. Intermedia, Jakarta
• Stephen P. Robins & Mary Coulter, 1999. Manajemen, edisi Indonesia, jilid 1 dan 2. PT. Prehellindo, Jakarta.
• M.A. Mukhyi, 1995. Pengantar Manajemen Umum, Gundarma, Jakarta.
• Fx. Soedjadi, 1997. Analisis Manajemen Modern, Kerangka pikir dan beberapa pokok aplikasi. Gunung Agung, Jakarta.
• Sondang P. Siagian MPA, 1996. Fungsi-fungsi Manajemen. Bumi Aksara, Jakarta.
• Sukanto Reksohadiprodjo, 1986. Dasar-dasar Manajemen. BPFE, Yogyakarta
STANDAR KOPETENSI
Mahasiswa memahami konsep
dasar manajemen, kepemimpinan
dan menjelaskankan fungsi-fungsi
manajemen dalam mendukung
SAP Pengantar Manajemen
Mempelajari konsep dasar manajemen, keterkaitannya dengan manajer dan kepemimpinan, fungsi-fungsi
manajemen mulai dari perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, pengarahan, pengawasan dan pengendalian serta fungsi evaluasi.
Mata kuliah ini juga memberi kesempatan mahasiswa untuk mempelajari manajemen sumber daya manusia yang merupakan unsur utama dalam pelaksanaan
manajemen yang meliputi upaya-upaya peningkatan motivasi, kinerja dan produktivitas.
Pada akhir pertemuan mata kuliah ini mengenalkan
kepada mahasiswa mengenai konsep sistem informasi manajemen dan peranannya dalam menunjang
Pengantar Manajemen
1. Proses-proses manajemen
2. Evolusi teori manajemen
3. Elemen-elemen lingkungan
organisasi
4. Tanggung Jawab Sosial dan Etika 5. Budaya organisasi
6. Perencanaan organisasi
7. Pengorganisasian 8. Motivasi
Manajemen dan Manajerial
Manajemen (James A.F Stone)
Sebuah proses perencanaan,
pengorganisasian, memimpin dan mengevaluasi kerja anggota
organisasi dan menggunakan semua sumber daya yang ada untuk
mencapai tujuan organisasi
Manajemen (Peter E Drucker)
Manajemen dan Manajerial
•
Manajer
Orang yang bertanggungjawab
mengarahkan segala upaya yang
Manajemen dan Manajerial
•
Organisasi
Dua atau lebih orang yang bekerjasama dengan cara tertentu untuk mencapai tujuan tertentu
bekerjasama bukan bekerja bersama-sama tujuan tertentu bukan sembarang
Kinerja
•
Kinerja Manajerial
ukuran yang menentukan efektifitas dan efisiensi seorang manajer
-seberapa baik ia memimpin dan mencapai tujuan tertentu
•
Kinerja Organisasi
Prinsip Dasar Manajemen
(Peter E Drucker)
•
Efisiensi
kemampuan mengunakan sumberdaya
seminimal mungkin untuk mencapai tujuan organisasi - doing things right
•
Efektifitas
Proses Manajemen
(Henry Fayol/Fayolism)
•
Perencanaan
proses menentukan tujuan dan rencana
tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut
•
Pengorganisasian
Proses Manajemen
•
Memimpin
proses mengarahkan dan
mempengaruhi pekerjaan yang terkait dengan kegiatan anggota/bagian
organisasi
• M
engendalikan
Tingkatan Manajer
•
Top-level Manager
1. Menguasai peran dan kemampuan manajemen
2. Memahami faktor eksternal
3. Membuat keputusan jangka panjang 4. Keputusan dibuat berdasarkan proses
analisis, pengarahan, konseptual/prilaku dan/partisipatif
5. Bertanggungjawab membuat keputusan strategik
6. Meninjau rencana dan memastikan
Tingkatan Manajer
•
Middle Manager
1. Memahami tugas-tugas manajerial tertentu
2. Bertanggungjawab melaksanakan tugas yang dibuat oleh top management
•
Lower Manager
1. Memastikan keputusan dan rencana yang dibuat dua level manajer di
atasnya berjalan
Manajer Berdasarkan Fungsi
•
Produksi
•
Keuangan
•
Sumber daya manusia
Kemampuan Manajer
•
Teknis
•
Hubungan antar individu
Tantangan Manajer
•
Globalisasi
•
Lingkungan multikultur
•
Anti korporasi
•
Etika dan Tanggungjawab sosial
Teori Manajemen:
•
Evolusi Teori Manajemen
- Aliran Manajemen Ilmiah
- Aliran Teori Organisasi Klasik
- Aliran Tingkah laku Manusia
•
Aliran Ilmu Manajemen
- Pendekatan Sistem
Pemikiran Awal
Mengenai
Manajemen :
• Jauh sebelum “manajemen” dikenal, telah banyak
organisasi formal yang telah memikirkan bagaimana organisasi agar efisien dan efektif.
• Marchiavelli (1531) -->mengenalkan beberapa prinsip-prinsip yang dapat diadaptasikan untuk diterapkan pada organisasi manajemen masa kini.
• Filsafat Cina Sun Tzu (2000th yang lalu) yang kemudian di modifikasi oleh Mao Zedong, --> mengenalkan strategi
Lanjutan….
•
Manajemen dan Organisasi
merupakan produk dari sejarah,
keadaan sosial dan tempat kejadian.
•
Belajar teori manajemen membantu
kita untuk membantu kita memahami
manajemen dan organisasi yang
Teori Manajemen
•
Sekelompok asumsi yang erat berkaitan
dan logis, dikemukakan untuk menjelaskan
hubungan antara dua fakta atau lebih yang
dapat diamati serta menyediakan dasar
yang mantap untuk memperkirakan
peristiwa pada masa depan.
•
Abstraksi (kesimpulan) dari pengalaman
empirik yang meramalkan peristiwa di
•
Teori didapatkan dari:
penelitian berulangkali dalam skala luas dan telah diuji oleh kelompok/orang lain (obyektif/inter subyektifitas)
•
Teori dimanfaatkan untuk:
1.Memudahkan kita memahami peristiwa yang kita alami
2.Membuat keputusan untuk mengatasi masalah
Aliran Manajemen Ilmiah
(scientific Management Theory)
Tokoh:
- Frederick A. Taylor (1856-1915)
- Henry L.Gantt (1861-1919)
- Frank B. Gilberth (1868-1924) & Lilian M. Gilberth (1878-1972)
Menerangkan secara ilmiah metode terbaik untuk melaksanakan tugas apapun, dan untuk
menyeleksi, melatih dan memotivasi pekerja.
Frederick A. Taylor
Filosofis 4 Prinsip dasar :
• Pengembangan didasarkan ilmu manajemen yang terukur sehingga ditemukan metode terbaik untuk mengerjakan tiap tugas
• Seleksi ilmiah para pekerja, sehingga setiap pekerja akan diberi tanggung jawab melakukan tugas yang paling cocok dengannya (right man in the right place).
• Pendidikan dan pengembangan ilmiah para pekerja.
• Kerjasama bersahabat dan secara pribadi antara manajemen dan tenaga kerja.
Sukses dari prinsip-prinsip tersebut, memerlukan
“revolusi mental yang lengkap” dari para manajer
Henry L. Gantt
Tidak menggunakan sistem insentif (bentuk pendidikan dan pelatihan) ala Taylor, tapi memperkenalkan sistem bonus
• Memberikan motivasi kepada karyawan yang mampu menyelesaikan tugas yang dibebankan melalui insentif /bonus.
Gilberth:"cyclographs" dan
"chronocyclographs"
• Mempelajari kelelahan dan gerakan serta memfokuskan pada berbagai cara untuk mendorong kesejahteraan pekerja.
• Perhatian Manajemen terhadap pekerja,
terutama dalam mencari gerakan yang paling ekonomis sehingga dapat meningkatkan
moral pekerja.
Teori Scientific Management
• Kelemahan:
Mengabaikan dimensi perbedaan kemampuan, identitas tugas, kepentingan tugas, otonomi, dan umpan balik
Teori Organisasi Klasik
• Tokoh :
- Henry Fayol (1841-1925) -Max Webber (1864-1920)
- Mary Parker Follett (1868-1933) -Chester I. Barnard (1886-1961)
Henry Fayol
Manajemen adalah suatu ketrampilan yang dapat diajarkan jika prinsip dasarnya dipahami.
14 Prinsip Manajemen Fayol :
1. Pembagian Tugas 11. Keadilan
2. Wewenang 12. Stabilitas Staff 3. Disiplin 13. Inisiatif
4. Kesatuan komando 14. Semangat Korps 5. Kesatuan dalam Pengarahan
6. Kepentingan Individual di bawah kepentingan umum 7. Imbalan
8. Sentralisasi (Desentralisasi) 9. Hierarki
Max Webber
Organisasi apapun mempunyai orientasi pada berbagai sasaran memerlukan pengendalian peraturan dari
semua aktivitasnya dengan hati-hati.
• Mengembangkan sebuah teori mengenai manajemen birokrasi yang menekankan pada kebutuhan akan
hierarki yang ditetapkan dengan ketat untuk
mengatur peraturan dan wewenang denga jelas. (value oriented)
• Organisasi ideal pastilah sebuah birokrasi yang aktivitas dan tujuan dipikirkan secara rasional dan pembagian tugas dari para karyawan dinyatakan secara jelas. (logis)
Marry Parker Follett
Manajemen adalah seni melaksanakan pekerjaan lewat orang lain.
• Memperkenalkan konsep hubungan manusia dan struktur organisasi.
• Kelompok merupakan tempat individual dapat
menggabungkan bakat yang berbeda-beda menjadi sesuatu yang lebih besar.
• Fungsi control (pengendalian)yang “utuh”
memperhitungkan bukan hanya individual dan kelompok, tetapi juga pengaruh dari faktor-faktor lingkungan seperti, politik, ekonomi dan biologi.
Follet membuka jalan bagi teori manajemen untuk
Chester I. Barnard
Mengidentifikasi organisasi informal, dan mempromosikan efektivitas mengenali dan menggunakan kelompok informal di
tempat kerja,
• Orang berkumpul bersama dalam organisasi formal tidak dapat mencapai tujuan jika bekerja sendiri-sendiri. Tetapi, dalam mengejar sasaran organisasi mereka juga harus
memuaskan kebutuhan individual masing-masing.
• Zone of indifference (area of acceptane) ; kecenderungan yang mengkondisikan individual dapat menerima perintah yang berada dalam rentang tanggung jawab atau aktivitas yang sudah dikenal.
Chester I. Barnard
Insentif
1. Uang dan material lain
2. Kesempatan non material 3. Kondisi kerja yang baik
4. Imbalan ideal (kebanggan)
Tugas Pemimpin:
1. Membangun dan mempertahankan sistem komunikasi 2. Menyiapkan pelayanan penting
Teori Behavioral (Organisasi
adalah Manusia)
Tokoh : (behavioral scientist)
• Elton Mayo (1880-1949)
• Abraham Maslow
• Douglas McGregor
Aliran tingkah laku muncul sebagai akibat dari pendekatan klasik tidak berhasil mencapai produksi efisien dan
harmoni di tempat kerja yang memadai.
Elton Mayo
Gerakan hubungan manusia
Penelitian manusia dalam lingkungan kerja :
• Pekerja yang mendapatkan perhatian khusus
akan berkerja lebih baik dan dapat meningkatkan produktivitas.
• Pekerja akan bekerja lebih keras jika mereka percaya pihak manajemen memperhatikan kesejahteraan dan perhatian khusus.
Abraham Maslow & Doglas McGregor
Pendekatan Ilmiah tingkah laku
• Maslow : kebutuhan yang memotivasi manusia untuk
mendapatkan kepuasan dapat dibuat hierarki. Kebutuhan peringkat bawah harus dipuaskan terlebih dahulu sebelum kebutuhan peringkat yang lebih tinggi dapat dipenuhi.
• McGregor : membedakan 2 asumsi dasar alternatif mengenai manusia dan pendekatan mereka terhadap pekerjaan. 2 asumsi tersebut memunculkan teori X dan teori Y.
Teori X : pandangan tradisional tentang motivasi -->
pekerjaan yang dibenci oleh karyawan yang harus diberi motivasi dengan paksaan uang dan pujian.
Manajemen Science School
(Operation Research)
•
Management Science School
Menggunakan teknik matematika untuk
membuat model, menganalisis dan
Teori Manajemen Kontemporer
• Pendekatan Sistem :
Pandangan organisasi sebagai sistem yang
dipersatukan dan diarahkan dari bagian-bagian yang saling berkaitan.
Kata kunci : Subsistem, sinergi, open system & close system, System boundary, flows, feedback(umpan balik).
• Pendekatan kontigensi
Pandangan bahwa teknik manajemen yang paling baik
memberikan kontribusi untuk mencapai sasaran organisasi mungkin bervariasi dalam situasi atau lingkungan yang
berbeda.
Lingkungan Organisasi
Lingkungan Organisasi
Lingkungan Internal
Lingkungan Eksternal
Lingkungan yang terkait langsung (Mikro)
Lingkungan yang tidak terkait langsung (Makro)
Lokal Internasional
Lokal Internasional
Pemilik Organisasi, Tim Manajemen, Para Anggota atau Para Pekerja,
Lingkungan Fisik Organisasi
Pemasok, Pelanggan, Pesaing, Partner Strategis, Regulator, Pemerintah,
Lingkungan Internal Organisasi
1. Pemilik modal
2. Dewan Direksi (Tim Manajerial)
3. Pekerja
Lingkungan Eksternal
Organisasi
1. Konsumen 2. Pemasok 3. Pemerintah
4. Kelompok kepentingan (SIG & PACs) 5. Pembela konsumen
6. Media
7. Serikat buruh
8. Institusi Finansial 9. Pesaing
Lingkungan Tak Terkait
Langsung
Mempengaruhi Organisasi dengan 2 cara:
1. Mendorong terbentuknya kelompok
kepentingan yang menekan organisasi
2. Menciptakan situasi tertentu yang
Variabel Lingkungan
Tak Langsung Organisasi
•
Variabel sosial
(demografi, gaya hidup, nilai sosial)•
Variabel ekonomi
(GDP, tabungan, investasi, harga, upah, produktivitas - inflasi, IKK-, APBN, nilai tukar, ekspor-impor, angka pengangguran, neraca perdagangan, neraca pembayaran)•
Variabel politik
(konflik kelompok)Tanggung Jawab Sosial Organisasi
Dasar Pemikiran: - Charity Principle:
individu yang beruntung (kaya) harus memberi bantuan pada yang kalah (miskin)
- Stewardship Principle:
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
(Corporate Social Responsibility)
• Corporate social responsiveness
mengatur perusahaan merespon isu sosial yang menghalangi perusahaan (reaktif)
• Corporate social perfomance
Globalisasi
• Globalisasi Ekonomi
- Kegiatan ekonomi merupakan pintu masuk dari globalisasi sektor lain (budaya, sosial dst)
- Kegiatan ekonomi melintasi batas negara dan bangsa
• Aspek Globalisasi - Kedekatan:
teknologi informasi dan transportasi - Lokasi:
produksi, distribusi, pasar di banyak negara - Sikap:
Kompetisi Global
• Kompetitif:
keunggulan organisasi dibandingkan organisasi lain
• Competitive Advantage:
kenggulan suatu bangsa menghasilkan produk dan jasa tertentu dibandingkan bangsa lain
• Kerjasama Internasional
Negara dan Globalisasi
Fungai Negara:
1. Sebagai fasilitator perdagangan (tarif, bea masuk, pajak, insentif)
2. Otoritas moneter
3. Menyediakan stimulus untuk
meningkatkan keunggulan kompetitif industri (competitive advantage)
4. Mencegah monopoli dan krisis
Perubahan Dunia
• Perdagangan „semakin‟ bebas
•
Kerjasama ekonomi dunia (WTO,
MEE, AFTA, NAFTA dst)
•
Kekuatan ekonomi baru di Asia:
Cina dan India
Bentuk Investasi Global
• Investasi Portofolio: Kepemilikan saham
• Investasi Langsung:
Memiliki perusahaan di negara lain
• Perusahaan Multinasional
Orientasi Globalisasi
• Etnosentris
mengandaikan negara tujuan memiliki situasi yang sama dengan negara asal
• Polisentris
mengandaikan tiap negara memiliki keunikan
• Geosentris
Strategi Memasuki
Pasar Global
• Ekspor
mengirimkan produk dalam negeri ke luar negeri
• Lisensi
menjual hak produksi ke perusahaan luar negeri
• Franchise
lisensi produk retail
• Joint Venture
Manajemen Lintas Budaya
Unsur Kebudayaan: 1. Corak ekonomi 2. Bahasa
3. Lingkungan (iklim, topografi,SDA) 4. Pendidikan
5. Populasi dan Ikatan keluarga 6. Sejarah
7. Agama
Manajemen Lintas Budaya
Dimensi Budaya Organisasi: Geert Hofstede 1. Individualisme/Kolektifisme
(Individualism/LDV)
2. Jarak Kekuasaan (Power Distance/PDI)
3. Maskulin (material & asertif) atau Feminim (kualitas hidup & perhatian)
(Masculinity/MAS)
4. Kesiapan menghadapi ketidakpastian (Uncertainity Avoidance/UAI)
Kebudayaan
1. Suatu proses umum perkembangan intelektual, spritual dan estetik
2. Pandangan hidup masyarakat/kelompok dalam suatu periode tertentu
Budaya Organisasi
• Seperangkat pemahaman yang penting menyangkut norma, nilai, sikap, dan
keyakinan yang dimiliki oleh anggota organisasi
• Budaya Organisasi merupakan rumusan
manusia (diawali dari pendiri organisasi) oleh karena itu bisa dibuat, diubah dan
dihilangkan.
Budaya Organisasi
Formal
• Tujuan
• Teknologi
• Struktur
• Kebijakan dan Prosedur
• Sumber keuangan
Informal
• Persepsi
• Sikap
• Jiwa
Hubungan Budaya dan Kinerja
Organisasi
1. Budaya organisasi memberikan pengaruh jangka panjang bagi kinerja ekonomi organisasi
2. Budaya organisasi mungkin menjadi faktor yang lebih penting di dekade mendatang
3. Banyak perusahaan membuktikan budaya organisasi yang baik mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan jangka panjang
Multikulturalisme
Pandangan yang memperhatikan
perbedaan latar belakang dan faktor
budaya yang dimiliki tiap anggota
Masalah Gender dalam
Hubungan Kerja
Masalah Perempuan Pekerja:
1. Glass ceiling syndrome 2. Pelecehan seksual
3. Streotipe
Masalah Kelompok Minoritas
1. Meraih posisi puncak
2. Kesenjangan pendapatan
3. Durasi bekerja
4.
Klik „suku‟
Alasan Mempertahankan
Multikulturalisme (Taylor Cox)
1. Biaya
2. Sumber daya
3. Pemasaran
Masalah Manajemen Organisasi
Multikultur
1. Budaya Organisasi 2. Kerangka berpikir 3. Perbedaan budaya 4. Masalah pendidikan 5. Sistem rekrutmen
6. Peningkatan karier perempuan
Manajemen Kualitas
Kualitas
Mencapai produk dan jasa dengan harga yang lebih kompetitif
Total Quality Manajemen
komitmen budaya organisasi yang bertujuan memuaskan konsumen melalui pemanfaatan sistem alat, teknik, metode yang terintegrasi. Proses ini melibatkan perbaikan organisasi berkesinambungan untuk menghasilkan
Manajemen Kualitas
Proses Kontrol Statistik
Metode pengukuran variasi dan perbaikan proses produksi
berkesinambungan sebelum
pemeriksaan akhir untuk menghindari produk gagal/cacat
Lingkaran Kualitas
Kelompok kerja yang berdiskusi untuk meningkatkan kualitas dan
14 Prinsip Manajemen Kualitas
Menurut W. Edward Deming
1. Penetapan tujuan memperbaiki produk dan jasa
2. Meyakini nilai baru (pertumbuhan, keuntungan, kepuasan konsumen) 3. Tidak bergantung pada pemeriksaan
4. Tidak menghargai bisnis semata pada harga 5. Terus menerus melakukan perbaikan sistem
produksi
6. Menerapkan pelatihan pekerjaan yang modern
14 Prinsip Manajemen Kualitas
Menurut W. Edward Deming
8. Menjauhkan ketakutan
9. Meniadakan halangan staf antar bagian
10. Menghindari slogan, perintah, target di tempat kerja
11. Menghindari kuota nominal
12. Meniadakan halangan untuk bangga pada pekerjaan
13. Menyediakan beragam pelatihan dan pendidikan
TQM
1. Pendekatan sistem (budaya, teknik,
manajemen)
2. Alat TQM (
fish bone diagram
dan
bench
marking
)
3. Fokus pada konsumen
4. Peran manajemen
Perencanaan
Pengambilan Keputusan
Proses mengidentifikasi dan memilih
serangkaian tindakan untuk
menyelesaikan masalah tertentu
Masalah
Proses Menemukan Masalah
•
Penyimpangan dari pengalaman masa lalu
•
Penyimpangan dari rencana
•
Orang lain membawa masalah
Pengambilan Keputusan
(Model Rasional)
1. Analisis Situasi
2. Menyusun Alternatif
3. Evaluasi Alternatif
Manajemen dan Manajerial
Manajemen (James A.F Stone)
Sebuah proses perencanaan,
pengorganisasian, memimpin dan mengevaluasi kerja anggota
organisasi dan menggunakan semua sumber daya yang ada untuk
mencapai tujuan organisasi
Manajemen (Peter E Drucker)
Manajemen dan Manajerial
Manajer
Orang yang bertanggungjawab
mengarahkan segala upaya yang
Manajemen dan Manajerial
Organisasi
Dua atau lebih orang yang bekerjasama dengan cara tertentu untuk mencapai tujuan tertentu
bekerjasama bukan bekerja bersama-sama tujuan tertentu bukan sembarang
Kinerja
Kinerja Manajerial
ukuran yang menentukan efektifitas dan efisiensi seorang manajer
-seberapa baik ia memimpin dan mencapai tujuan tertentu
Kinerja Organisasi
Prinsip Dasar Manajemen
(Peter E Drucker)
Efisiensi
kemampuan mengunakan sumberdaya
seminimal mungkin untuk mencapai tujuan organisasi - doing things right
Efektifitas
Proses Manajemen
(Henry Fayol/Fayolism)
Perencanaan
proses menentukan tujuan dan rencana
tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut
Pengorganisasian
Proses Manajemen
Memimpin
proses mengarahkan dan
mempengaruhi pekerjaan yang terkait dengan kegiatan anggota/bagian
organisasi
M
engendalikan
Tingkatan Manajer
Top-level Manager
1. Menguasai peran dan kemampuan manajemen
2. Memahami faktor eksternal
3. Membuat keputusan jangka panjang 4. Keputusan dibuat berdasarkan proses
analisis, pengarahan, konseptual/prilaku dan/partisipatif
5. Bertanggungjawab membuat keputusan strategik
6. Meninjau rencana dan memastikan
Tingkatan Manajer
Middle Manager
1. Memahami tugas-tugas manajerial tertentu
2. Bertanggungjawab melaksanakan tugas yang dibuat oleh top management
Lower Manager
1. Memastikan keputusan dan rencana yang dibuat dua level manajer di
atasnya berjalan
Manajer Berdasarkan Fungsi
Produksi
Keuangan
Sumber daya manusia
Kemampuan Manajer
Teknis
Hubungan antar individu
Tantangan Manajer
Globalisasi
Lingkungan multikultur
Anti korporasi
Etika dan Tanggungjawab sosial
DAFTAR PUSTAKA
1. Attner, Straub. (2001). Introduction to Business. International Thomson Publishing 2. Brigham, Eugene F. dan Joel F. Houston. (2008). Fundamentals of Financial
Management. 12th edition. Thomson-South Western Learning.
3. Dessler, Gary. (2000). Human Resource Management. 8th Edition. New Jersey: Prentice Hall, Inc.
4. Griffin, Ricky W. dan Ronald J. Ebert. (2009). Pengantar Bisnis. Jakarta: Prenhallindo. 5. Hartono, J. (2010). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. BPFE Yogyakarta. Yogyakarta 6. Husnan, Suad dan Enny Pudjiastuti. (2002). Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Edisi
Keempat.Yogyakarta:UPP AMP YKPN.
7. Kismono, Gugup. (2005). Bisnis Pengantar. Edisi Pertama. Yogyakarta: Badan Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.
8. Kotler, Philip. (2008). Dasar-Dasar Pemasaran Jilid I. Jakarta: Prenhallindo. 9. _________. (2008). Dasar-Dasar Pemasaran Jilid II. Jakarta: Prenhallindo.
10. Krietner, Robert dan Kinicki, Angelo. (2004). Organizational Behavior. 6th edition. New York: McGrawHIll Companies, Inc.
11. Simamora, Henry. (2000). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta:STIE 12. YKPN.
13. Stoner, James A., Freeman, Edward R., Gilbert Jr, Daniel R. (2006). Manajemen. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Prenhallindo
88
Pengertian Bisnis
Menurut Steinhoff
“Aktifitas yang menyediakan barang dan
jasa yang diperlukan / diinginkan konsumen.
Menurut Griffin dan Ebert
“Perusahaan yang menyediakan produk
89
Bisnis dilakukan oleh :
1. Perusahaan : - Memiliki badan
hukum seperti Surat Izin Tempat Usaha
(SITU) dan Surat
Izin Usaha Perdagangan
(SIUP).
- Memiliki badan
usaha (PT, CV dll)
2. Perorangan : - Tidak memiliki badan hukum/badan usaha
(SITU dan SIUP) seperti pedagang kaki lima,
90
Produk terbagi :
1. Tangible goods
:
Produk yang
dapat diindera oleh pancaindera
manusia (mobil, rumah, dll)
2. Intangible goods
:
Produk yang
tidak dapat dilihat tapi dapat
91
Badan Usaha (PT, CV dll)
• Profit oriented organization (wadah untuk melakukan kegiatan usaha didirikan untuk mencari keuntungan).
• Non profit oriented organization (yayasan didirikan dengan tujuan tidak mencari keuntungan) bidang yang dilakukan
yayasan adalah kegiatan sosial, keagamaan dan kemanusiaan.
UU Nomor 16 tahun 2001 tentang yayasan “yayasan diperbolehkan
mendirikan badan usaha yang kegiatannya sesuai dengan
maksud dan tujuan yayasan”.
Kegiatan badan usaha yayasan :
1. Bidang sosial, menyelenggarakan pendidikan formal dan non formal, panti asuhan, panti jompo, rumah sakit, poliklinik dll. 2. Bidang keagamaan, mendirikan sarana ibadah, pondok
pesantren, madrasah dll
92
Jalur distribusi produk konsumsi
Prinsipal
(PT. Unilever Indonesia)
Distributor (PT. Panjunan)
Grosir Inti / SO
Grosir
Toko Eceran
Konsumen Akhir
HCO/
High Class Outlet Makro, Carefour
93
Kegiatan distribusi produk dapat pula dilakukan secara langsung dengan sistem distribusi direct selling
(penjualan langsung) misalnya Amway, CNI dll
Meskipun perusahaan yang melakukan penjualan
langsung menggunakan jasa Point Operator, Stockist dll tetapi Point Operator tidak melakukan penambahan harga jual.
Penjualan langsung dilakukan perusahaan dengan menggunakan media televisi, internet dll.
Kegiatan penjualan tidak langsung dimana anggotanya saluran distribusinya (toko) melakukan tambahan
94
Sisi konsumen sebagai pembeli produk dibagi 4 kategori :
1. Companies that consume
Perusahaan membeli produk / jasa untuk dijadikan sebagai bagian dari produk akhir perusahaan. Misalnya General motor membeli komponen otomotif untuk dirakit pada mobil yang diproduksinya tetapi lain halnya dengan GM membeli mesin foto copy untuk
kegiatan administrasi maka GM bertindak sebagai pengguna produk (user).
2. Government agencies
Pemerintah merupakan pembeli terbesar produk-produk tertentu misal pemerintah membeli kebutuhan pokok untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat seluruh Indonesia dan pemerintah membeli semen dan bahan bangunan dalam jumlah besar untuk kepentingan pembangunan jalan.
3. Institution
Lembaga pendidikan merupakan pembeli buku, alat tulis dll. Kemudian rumah sakit merupakan pembeli produk farmasi, alat kesehatan dll.
4. Resellers
Perusahaan yang melakukan pembelian produk dari produsen untuk dijual ke konsumen misalnya PT. Putri Daya Usaha distributor
95
Ruang lingkup bisnis secara umum (Philip Kotler) :
1. Informations, media masa baik cetak maupun elektronik merupakan
pelaku bisnis informasi. Pada saat berlangsungnya pemilihan umum presiden disiarkan langsung sejak pagi sampai malam oleh Metro TV (penayangan berita yang sedang jadi perhatian akan meningkatkan rating siaran televisi sehingga menarik pengiklan untuk memasang iklan.
2. Places, misalnya tempat tujuan wisata memiliki objek wisata yang
dapat dijual kepada wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.
3. Experiences, manusia senang aktifitas untuk memperoleh
pengalaman tertentu, contoh kita suka permainan sensasi jatuh maka semua wahana yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan sensasi jatuh menjadi lahan bisnis pengelola tempat rekreasi seperti Taman Impian Jaya Ancol dll.
4. Organizations, perusahaan yang menghasilkan produk bermutu bila
perusahaan tersebut menghasilkan produk baru, umumnya akan dinilai memiliki kualitas yang baik oleh konsumen.
5. Ideas, seluruh produk yang dipasarkan berasal dari suatu ide produk
96
6. People, manusia dengan segala kemampuan dan talenta yang
dimilikinya misal pemain bola Perancis Zinedine Zidane menjadi incaran klub-klub eropa karena kemampuannya.
7. Properties, hak kepemilikan terhadap benda berharga dapat
dijadikan komoditi bisnis misal sertifikat tanah dapat diperjualbelikan dll.
8. Events, berselang beberapa hari setelah ledakan bom kuningan grup
band asal Jerman Scorpion tampil di publik Indonesia merupakan contoh events yang dapat diperjualbelikan.
9. Tangible goods, produk pasta gigi, minuman ringan dll contoh
tangible goods yang dapat ditawarkan karena produk tersebut
memiliki nilai sehingga konsumen mau menukar uang yang mereka miliki dengan produk tersebut.
10. Services, ciri utama jasa bersifat intangible goods tidak dapat dilihat tapi dapat dirasakan manfaatnya.
ciri lainnya inseparable tidak dapat dipisahkan dari sipemberi jasa sehingga kualitas jasa tergantung siapa yang memberi jasa.
ciri lainnya variability jasa yang diberikan pemberi jasa memiliki variasi antara satu pemberian jasa dengan pemberian jasa lainnya hal ini dipengaruhi suasana psikologis pemberi jasa.
97
Ruang lingkup bisnis menurut lapangan usaha :
1. Usaha pertanian
2. Usaha pertambangan
3. Usaha industri dan pengolahan 4. Usaha listrik, gas dan air
5. Usaha konstruksi
6. Usaha perdagangan besar, eceran, rumah makan dan jasa akomodasi 7. Usaha angkutan, pergudangan dan
komunikasi
Pada pokoknya kegiatan bisnis meliputi :
•
Perdagangan (melalui pedagang)
•
Pengangkutan ( dengan alat transportasi)
•
Penyimpanan (sampai barang terjual)
•
Pembelanjaan (melalui bank atau kreditur)
•
Pemberian informasi (dengan promosi)
Jenis-jenis lokasi perusahaan
1. Lokasi terkait pada alam, perusahaan yang aktifitasnya tergantung pada alam misalnya lokasi perusahaan
pertambangan minyak, batubara dll
2. Lokasi berdasar sejarah, misalnya perusahaan batik yang lokasinya didaerah Yogyakarta
3. Lokasi ditetapkan pemerintah, lokasi perusahaan peternakan ayam dll
4. Lokasi atas dasar faktor ekonomi, misalnya pabrik adalah sebagai berikut :
1. Nearness to material 2. Nearness to markets
Cabang perusahaan ada 4 golongan yaitu :
1. Agraris, perusahaan yang bekerja dilapangan agraris lokasi perusahan dipengaruhi keadaan alam,
perkebunan teh pada umumnya ada di daerah pegunungan
2. Perniagaan, lokasi perusahaan mendekati tempat produsen misalnya perusahaan yang membeli daun tembakau basah dari petani Yogyakarta berada dekat para penanam tembakau
3. Industri, lokasi perusahaan yang bekerja di lapangan industri faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah bahan mentah, tenaga kerja dll
4. Pemberi jasa, pabrik padi kedapatan ditengah-tengah sawah, rumah sakit di daerah perkotaan dll
Sejarah Perkembangan Bisnis
•
Alasan pada masa lalu kegiatan bisnis
tidak menarik :
1. Faktor psikologis masyarakat lebih
tertarik pegawai negeri (meski gaji kecil
merasa lebih terhormat)
2. Masyarakat menganggap profesi bisnis
bersifat tidak jujur, bersaing
3. Pandangan “untuk apa sekolah tinggi
jika hanya mau jadi pedagang”
•
Hal-hal yang mendorong kegiatan bisnis
pada masa sekarang :
1. Pandangan masyarakat sudah terbuka
2. Generasi muda sudah tidak malu terjun
ke dunia bisnis
3. Semakin ketat dan sulitnya persaingan
didunia kerja
4. Sempitnya kesempatan berusaha
didunia kerja
Perkembangan Bisnis
1. Perekonomian Tradisional
Kegiatan bisnis dilakukan pada tingkat keluarga secara tertutup belum terjadi pertukaran (bercocok tanam,
berburu dll)
2. Perekonomian Sistem Barter
Perekonomian semakin berkembang menyebabkan bertambahnya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi dan pada masa itu belum ada alat pembayaran maka dilakukan barter (menukarkan barang yang dibutuhkan dengang barang yang dimiliki)
3. Perekonomian Spesialisasi
Seiring perkembangan yang ada mereka merasakan keuntungan yang memungkinkan mereka membatasi pekerjaannya pada salah satu jenis produk atau jasa
Ekonomi dan Perusahaan
•
Ilmu ekonomi
adalah ilmu yang
mempelajari aktivitas manusia dalam
memenuhi kebutuhannya.
•
Dalam kegiatannya aktivitas ekonomi
memerlukan 3 unsur :
1. Kebutuhan manusia
2. Faktor-faktor produksi
3. Cara-cara produksi
1. Kebutuhan Manusia
Kebutuhan manusia terbagi dua bagian yaitu kebutuhan pokok dan kebutuhan tambahan
2. Faktor-faktor produksi
1. Tanah dan sumber daya alam
Meliputi tanah, barang tambang, hasil hutan dan sebagainya 2. Tenaga kerja
Meliputi jumlah buruh, keahlian dan keterampilan pekerja Atas dasar keahlian tenaga kerja dibagi :
1. Tenaga kerja kasar : - tidak berpendidikan - berpendidikan rendah
2. Tenaga kerja terampil : memiliki keahlian dari pendidikan atau pengalaman kerja misalnya montir, tukang kayu dan ahli reparasi
3. Tenaga kerja terdidik : memiliki pendidikan yang tinggi dan ahli dibidang tertentu misalnya dokter, akuntan pengacara dll
Tiga persoalan yang dihadapi
dalam perekonomian
•
What
berkaitan dengan :
1. Barang dan jasa apa yang harus
diproduksi
2. Berapa banyak barang / jasa diproduksi
3. Kapan barang jasa diproduksi
4. Ukuran dari barang / jasa
• How
berkaitan dengan :
1. Siapa yang akan memproduksi
2. Gabungan faktor-faktor produksi yang digunakan
3. Teknik produksi apa yang digunakan
For Whom
Berkaitan dengan siapa yang akan menikmati
maupun memperoleh manfaat dari barang / jasa yang diproduksi
•
Ilmu ekonomi perusahaan adalah bagian
dari ilmu ekonomi yang khusus
mempelajari masalah-masalah dalam
ekonomi rumah tangga perusahaan.
109
Pengertian dan bentuk-bentuk usaha di
Indonesia
Perusahaan dalam Undang-undang No.1
tahun 1987 :
Setiap bentuk usaha yang menjalankan
setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan
terus menerus yang didirikan dan bekerja
serta berkedudukan dalam wilayah
Republik Indonesia untuk tujuan
110
Usaha dalam Pasal 1 Undang-undang No.3 tahun 1982 tentang wajib daftar
perusahaan adalah
Setiap tindakan, perbuatan atau kegiatan apa pun dalam bidang perekonomian yang dilakukan oleh setiap pengusaha untuk tujuan memperoleh keuntungan dan / atau
laba.
Pengusaha
Setiap orang perseorangan atau persekutuan atau badan hukum yang menjalankan
111
Secara umum perusahaan memiliki
dua unsur :
1. Bentuk usaha : organisasi usaha /
badan usaha yang menjadi wadah
penggerak setiap jenis usaha.
Bentuk usaha (perseorangan,
persekutuan dll)
2. Jenis usaha : kegiatan dalam bidang
perekonomian yang mencakup
112
Secara lebih rinci unsur-unsur
perusahaan :
1. Badan usaha
2. Kegiatan dalam bidang
perekonomian
3. Terus menerus (
going concern
)
4. Bersifat tetap
5. Terang-terangan
6. Keuntungan dan / atau laba
113
Bentuk-bentuk hukum perusahaan :
Bentuk
Perusahaan
Badan Usaha Non Badan Berbadan Hukum
Perjan, Perum, Koperasi
114
Bentuk hukum perusahaan dikelompokkan dalam tiga kelompok :
1. Perusahaan perseorangan : perusahaan swasta yang didirikan dan dimiliki oleh pengusaha
perseorangan (pendirian tidak diatur dalam KUHD, tidak memiliki perjanjian).
Dibagi dalam 2 kelompok :
1) Usaha perseorangan berizin : memiliki izin dari departemen teknis (perusahaan bergerak dalam bidang perdagangan memiliki Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP) dari Departemen
Perdagangan, perusahaan bergerak dalam bidang pertambangan memiliki Surat Izin Pertambangan Daerah (SIPD) dari Departemen Pertambangan). 2) Usaha perseorangan yang tidak memiliki izin : usaha yang dilakukan pedagang kaki lima,
Kebaikan perusahaan perseorangan :
1. Organisasi yang mudah (ease of organization) mengorganisir perusahaan relatif lebih mudah karena perusahaannya kecil dan aktifitasnya masih sedikit
2. Kebebasan bergerak (freedom of action)
pemilik bebas mengambil keputusan dan dapat dilakukan dengan cepat
3. Penerimaan seluruh keuntungan 4. Kerahasiaan terjamin
5. Pajak yang rendah
116
2. Perusahaan Persekutuan (Partnership) Bukan Badan Hukum :
Perusahaan swasta dimiliki beberapa pengusaha tidak
termasuk kategori badan usaha berbadan hukum (Firma dan Persekutuan Komanditer (CV)).
Firma : Persekutuan perdata (perjanjian dua orang/lebih) menjalankan perusahaan dengan nama bersama. (akta autentik di Notaris, terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan
Negeri, diumumkan dalam Berita Negara) berakhir Firma bila jangka waktu pada anggaran dasar berakhir.
CV (Persekutuan Komanditer) : Firma yang mempunyai beberapa orang sekutu komanditer (sekutu yang
menyerahkan uang, barang dan tidak ikut campur
pengurusan persekutuan) berakhir CV jangka waktu pada anggaran dasar berakhir, pemberhentian sekutu.
Persekutuan komanditer :
a. Sekutu komplementer : sekutu aktif menjadi pengurus persekutuan (tanggung jawabnya tidak terbatas terhadap kerugian CV).
Kebaikan Firma :
1. Kemampuan manajemen lebih besar
karena ada pembagian kerja
2. Pendirian Firma lebih mudah karenatidak
memerlukan akte pendirian
3. Kebutuhan modal lebih mudah dipenuhi
karena mempunyai kemampuan financial
yang lebih besar
4. Lebih mudah memperoleh kredi karena
mempunyai manajemen dan kemampuan
financial lebih baik
Keburukan Firma :
1. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas
terhadap hutang perusahaan,kekayaan
pribadi menjadi jaminan
2. Kerugian yang diakibatkan oleh seorang
anggota harus ditanggung bersama
3. Pimpinan dipegang lebih dari satu orang
119
Badan usaha berbadan hukum
1. Perjan : perusahaan negara yang modalnya berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan menjadi bagian integral departemen teknis (mengutamakan pelayanan publik,
pengelola adalah pejabat suatu departemen bertanggung jawab kepada dirjen departemen bersangkutan). PT KAI 2. Perum : perusahaan negara yang modalnya dari kekayaan
negara yang dipisahkan dan tidak terbagi atas saham-saham (Perumtel yang sekarang menjadi PT. Telkom). 3. Persero : perusahaan negara berbentuk Perseroan
Terbatas modalnya terdiri dari negara dan sebagian dimiliki swasta, misalnya PT. PLN.
4. Perusahaan daerah : perusahaan yang didirikan oleh
pemerintah daerah tk I maupun tk II modalnya berasal dari kekayaan daerah yang dipisahkan, misalnya PDAM.
5. Perseroan Terbatas (PT) : badan hukum yang didirikan
Kebaikan Perseroan Terbatas :
1. Adanya tanggung jawab yang terbatas
pemegang saham terhadap hutang
perusahaan
2. Kelangsungan hidup terjamin karena
pemiliknya dapat berganti-ganti
3. Saham dapat diperjualbelikan dengan
relatif mudah
PELAKU DAN LINGKUNGAN
BISNIS
Perwatakan Pelaku Bisnis.
Menurut Meredith ada beberapa tanda-tanda yang menjadi perwatakan pelaku bisnis. Perwatakan
tersebut adalah :
1. Berjiwa enterpreneur
2. Mempunyai sifat kepemimpinan 3. Berani mengambil risiko
4. Berkemampuan merencanakan bisnis
5. Mampu mengunakan waktu secara efektif
Lingkungan Kegiatan Bisnis
Ada beberapa lapis jenis lingkungan yang mempengaruhi kegiatan suatu bisnis yang dijalankan oleh para pelaku bisnis. Pada dasarnya lingkungan tersebut dibedakan kedalam dua lapis, yaitu :
• Lingkungan intern. Lingkungan intern ini dimungkinkan untuk dikendalikan oleh para pelaku bisnis, sehingga dapat diarahkan sesuai dengan keinginan perusahaan.
• Lingkungan ekstern. Yaitu lingkungan yang berada diluar kegiatan bisnis yang tidak mungkin dapat
dikendalikan begitu saja oleh para pelaku bisnis sesuai dengan keinginan perusahaan. Malah pelaku bisnislah
yang harus mengikuti ”kemauan” lingkungan ekstern tersebut, agar kegiatan bisnis bisa ”selamat” dari
pengaruh lingkungan tersebut.
Faktor-faktor yang termasuk dalam
lingkungan intern :
•
Tenaga kerja (Man)
•
Modal (Money)
•
Material / bahan baku (Material)
•
Peralatan/perlengkapan produksi
(Machine)
•
Metode (Methods)
Lingkungan ekstern bagi
perusahaan :
•
Lingkungan Mikro
•
Lingkungan Makro
Lingkungan Mikro
Lingkungan bisnis mikro adalah lingkungan yang berada diluar lapisan intern perusahaan. Lingkungan mikro bisnis (mendekati perusahaan) terdiri dari :
• Pemerintah
• Pemegang saham (shareholders)
• Kreditor
• Pesaing
• Publik
• Perantara
• Pemasok
• Konsumen
Lingkungan Makro
Lingkungan makro perusahaan adalah kekuatan luar yang dapat mempengaruhi jalannya bisnis perusahaan.
Lingkungan ini jauh lebih luas dan lebih besar dari lingkungan mikro yang sudah kita bicarakan diatas.
Lingkungan ini dapat berupa kekuatan-kekuatan berikut :
• Sosial ekonomi
• Demografi
• Sosial politik
• Sosial budaya
• Teknologi dan informasi
• Kekuatan alam
Tanggung Jawab Sosial Kegiatan Bisnis
Suatu kegiatan bisnis atau perusahaan berdiri dan hidup ditengah-tengah kehidupan masyarakat. Masyarakat
pulalah yang menjadi sasaran pengumpulan laba dari produk yang dikelola perusahaan itu. Oleh karena itu, kegiatan bisnis (perusahaan) perlu berbuat baik pada masyarakat sekitar, seperti baiknya perilaku anggota
masyarakat yang menghidupi perusahaan tersebut, hal itu sebagai bentuk tanggung moral perusahaan kepada
masyarakat. Bentuk-bentuk tanggung jawab sosial yang dipikul oleh perusahaan dapat berupa :(a) Tanggung jawab fisik, dan (b) Tanggung jawab non fisik.
Tanggung jawab fisik :
• Tidak memproduksi produk yang merusak masyarakat
• Tidak menguras sumber air milik masyarakat
• Tidak menyebarkan polusi udara buangan yang merusak kehidupan
• Tidak mendirikan bangunan yang
mempersukar arus lalu-lintas masyarakat
• Berkewajiban memperkerjakansebagian penduduk setempat
• Turut aktif membina dan meningkatkan kualitas lingkungan sekitar
Tanggung jawab Non-fisik :
•
Membantu kegiatan amal yang dilakukan
masyarakat setempat
•
Peka terhadap lingkungan dan keluhan
yang disampaikan masyarakat
•
Aktif turut serta mengentaskan
kemiskinandan meningkatkan kesehatan
dan kesejateraan masyarakat
FUNGSI, SISTEM DAN SUB
SISTEM BISNIS
Fungsi Bisnis
Fungsi utama bisnis adalah untuk
menciptakan nilai (kegunaan) suatu produk,
yang semula kurang bernilai, setelah diubah
atau diolah menjadi menjadi dapat
memenuhi kebutuhan masyarakat /
konsumen.
Nilai kegunaan (utility Value) yang
diciptakan oleh kegiatan bisnis, sehingga
dapat memenuhi kebutuhan masyarakat
adalah terangkum dalam fungsi utama
bisnis.
Fungsi utama bisnis adalah menciptakan nilai suatu produk atau jasa dengan cara :
•
Mengubah bentuknya (form utility), yang
tidak lain dari fungsi produksi
•
Memindahkan tempat produk itu (place
utility), atau fungsi distribusi
•
Mengubah kepemilikan (possessive
utility), yaitu fungsi penjualan
•
Menunda waktu kegunaan (time utility),
atau fungsi pemasaran
Ada tiga fungsi utama bisnis, yaitu
:
•
Mencari bahan mentah (acquiring raw
material)
•
Mengubah bahan mentah menjadi
barang jadi(manufacturing raw materials
into product)
•
Menyalurkan barang yang sudah jadi
tersebut ketangan konsumen
(distributing product to consumers)
Kesimpulan yang dapat diambil dari fungsi bisnis adalah : prinsip utama kegiatan bisnis adalah memproduksi barang
atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen. Hal tersebut tidak akan melakukan atau menciptakan produk yang tidak
laku dijual dipasar, karena dapat mendatangkan kerugian yang besar. Agar kegiatan bisnis itu tidak menghadapi risiko seperti itu, maka jauh hari sebelumnya pelaku bisnis
tersebut sudah melakukan penelitian dan survey pasar tentang produk-produk apa yang dapat diproduksi sesuai
dengan kebutuhan dan keinginan selera konsumen (pasar).
Sistem Dan Sub Sistem Bisnis.
Sistem dalam pengertian umum adalah sekelompok bagian-bagian yang saling berinteraksi sesamanya secara
teratur untuk mencapai tujuan tertentu. Masing-masing bagian yang disebut sub sistem itu sudah dapat bekerja
secara mandiri tanpa terkait pada sistem keseluruhan. Namun bila ia saling berinteraksi akan diperoleh manfaat yang lebih besar dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Dalam sistem bisnis tentu ada sub-sub sistem yang menjadi pendukung berfungsinya sistem untuk mencapai
tujuannya. Tanpa dukungan dari masing-masing sub sistem, maka sistem bisnis akan menjadi lumpuh dan tidak
berfungsi.
Sub sistem dalam sistem bisnis
adalah :
• Man (Sumaber Daya Manusia)
• Money (Uang atau modal)
• Material (Bahan baku)
• Machine (Mesin, termasuk juga tenaga listrik)
• Methods (yang disamakan dengan manajemen atau skill, ketrampilan yang digunakan untuk mengkoordinir dan mengkombinasikan sub-sub sistem yang lain)
Sistem Bisnis Dengan Sub-sub
Sistemnya
1. Man (Sumber Daya Manusia) 1. Money (Sumber dana / Modal) 2. Material (Bahan baku)
3. Machine (mesin + aliran listrik) 4. Methods (Manajemen atau Skills) Sistem Bisnis
Macam Macam Kegiatan Dalam Bisnis
Dalam menciptakan nilai manfaat suatu produk, ada tiga aktivitas yang harus dilakukan oleh usaha
bisnis, sehingga kepentingan kedua belah pihak (prodsen dan konsumen) terpenuhi.
Ketiga aktivitas tersebut adalah : 1. Productions activities
2. Distribution activities 3. Consumption activities
Dilihat dari jenis produk yang diproduksi,
ada 3 macam jenis produksi :
•
Produk primer (dasar)
•
Produk sekunder (lanjutan)
•
Produk tersier (diluar produk primer dan
sekunder)
Karakter Pengusaha:
1. Sifat bekerja keras, memusatkan segala
sumber daya & berani mengambil resiko utk mewujudkan gagasannya (Sifat Khusus).
2. Mampu & peka membaca peluang (Kemampuan Khusus).
3. Langkah nyata mengintegrasikan sumber daya (resources), baik yg telah/belum dimiliki utk
mewujudkan gagasannya (Tindakan).
4. Realisasi gagasan menjadi komoditas/produk, teknologi & lapangan kerja (Hasil karya).
Ciri Kepribadian Pengusaha:
1. Memiliki cita2 & berusaha mewujudkan cita2nya tsb.
2. Berani menanggung risiko. 3. Mau bekerja keras.
4. Memiliki semangat & tak mudah putus asa.
5. Memiliki rasa percaya diri (Self confidence) yg kuat.
6. Cakap memimpin.
7. Mempunyai kreativitas yg tinggi.
Sifat Pengusaha Sukses
:
1. Tekun.
2. Ulet.
3. Tahan banting.
4. Peka.
5. Pekerja keras.
6. Bijaksana.
7. Berpikir mandiri atau merdeka
(Sukamdani S. Gitosardjono, 1989
).
1. Sifat2 pribadi seorang pengusaha tsb
mendorong ia utk mencapai keinginan, cita2 & sasaran yg telah ditetapkan.
2. Melaksanakan keinginan menjadi kenyataan, memerlukan usaha & manajemen sumber
daya yg ada. Demikian pula dng resiko yg
telah diperhitungkan sebelumnya pd akhirnya tetap menjadi tanggung jawab pengusaha.
3. Disinilah letak keberanian seorang pengusaha utk mengambil keputusan bisnis &
menanggung semua resiko yg mungkin akan timbul.
SIFAT BISNIS (1)
Semua bisnis menunjukkan adanya
kesamaan tertentu, yaitu mengacu
pada unsur-unsur sebagai berikut:
Berkaitan dengan barang dan jasa
Menyangkut pengalihan barang dan jasa
dari satu orang kepada orang lain
Adanya keteraturan dalam penanganan
Senantiasa diarahkan pada keuntungan
SIFAT BISNIS (2)
Adanya ketidakpastian penghasilan
(imbalan) bagi pemilik
PERANAN BISNIS DALAM
PEREKONOMIAN
PEREKONOMIAN BISNIS
Pembayaran untuk barang dan jasa Memproduksi barang dan jasa
Menyediakan faktor-faktor produksi
Pembayaran untuk faktor-faktor produksi
JENIS KEGIATAN BISNIS
.
Produksi
Distribusi Konsumsi
Produsen barang dan jasa menyediakan barang dan jasa dalam jumlah dan jenis yang tepat
Jaringan distribusi mengantar barang dan jasa kepada konsumen atau
pengguna
Konsumsi mencerminkan tingkat permintaan akan barang dan jasa. Daya beli atau permintaan meningkat jika tersedia
pembiayaan
KARAKTERISTIK SISTEM
BISNIS
Karakter sistem bisnis dapat disoroti dari
tiga aspek yaitu:
Kompleksitas dan keanekaragaman, sistem bisnis modern merupakan sistem sangat kompleks yang meliputi banyak sektor, dan masing-masing terdiri atas kelompok-kelompok industri.
Saling ketergantungan, setiap perusahaan di
kalangan dunia usaha melakukan kegiatan bisnis antara satu dengan lainnya.
Perubahan dan inovasi, untuk menjamin keberhasilan, dunia usaha harus merespon
perubahan-perubahan yang terjadi pada selera dan tuntutan dari konsumen.
Organisasi Bisnis
Rencana Bisnis (Business Plan)
• Pemangku Kepentingan Bisnis
– Pemilik
– Karyawan & Manajer
– Pemasok
– Pelanggan
– Kreditor
• Fungsi Utama Bisnis
– Operasi/Produksi
– Pemasaran
– Keuangan
– SDM
– Sistem Informasi
• Lingkungan Ekonomi
• Lingkungan Industri
• Lingkungan Global
• Struktur Organisasi
• Produksi/Operasi
• SDM
• Target Pasar
• Karakteristik Produk
• Penentuan Harga
• Distribusi
• Promosi
• Kelayakan Bisnis
• Pendanaan Bisnis • Mengembangkan Rencana Bisnis
- Memperkirakan Lingkungan Bisnis - Rencana Produksi/Operasi
- Rencana Pemasaran - Rencana Keuangan
Kepemilikan Bisnis
• Bentuk Kepemilikan Bisnis
– Perusahaan Perorangan
– Perusahaan Kemitraan
– Korporasi
• Cara untuk Memiliki Bisnis
– Mengambil Kepemilikan Bisnis
– Membeli Bisnis Yang Ada
– Waralaba
• Mengukur Kinerja Bisnis
– Imbalan atas Modal
– Resiko
Organisasi Bisnis
Etika Bisnis dan
TanggungJawab Sosial
• Kepada Pelanggan
• Kepada Karyawan
• Kepada Pemegang Saham
• Kepada Kreditor
• Kepada Lingkungan
• Kepada Komunitas
Value (Nilai)
Merupakan kumpulan manfaat yang dapat diberikan suatu produk.
1. Value dilihat dari sudut pandang konsumen Nilai suatu produk akan bertambah dari
sudut konsumen, apabila dengan
pengeluaran yang sama akan memperoleh manfaat yang lebih besar.
2. Value dilihat dari sudut pandang perusahaan Nilai suatu produk dapat dilihat dari
kemampuan produk tersebut menghasilkan keuntungan.
Lingkungan Perusahaan (Business Environment)
Sekumpulan sumber daya (resources), kekuatan (force), dan lembaga (intitution) yang memiliki pengaruh dalam menciptakan nilai barang dan jasa.
• Jenis lingkungan perusahaan 1. Lingkungan Khusus
Outside stakeholder yang secara langsung mempengaruhi kemampuan organisasi. - Supplier (pemasok)
- Competitor (pesaing) - Customer (pelanggan) - Distributor (penyalur) - Pressure Group
- Creditor
2. Lingkungan Umum
Berbagai kekuatan yang mempengaruhi kekuatan (force) perusahaan secara umum - Economic forces
- International forces
- Demographic and Cultural forces - Political forces
- Technology forces
Stakeholders
Kumpulan individu maupun lembaga yang memiliki kepemilikan, tuntutan, kepentingan terhadap organisasi
perusahaan.
• Klasifikasi stakeholder 1. Inside stakeholder
- Pemegang saham (shareholder) - Para manajer (managers)
- Karyawan (workforce) 2. Outside stakeholder
- Pelanggan (customer) - Pemasok (supplier)
- Pemerintah (government) - Serikat Pekerja (unions)
Pembagian stakeholder berdasarkan aktivitas : 1. Primary stakeholder
Kelompok yang berinteraksi dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuan perusahaan melakukan kegiatan utama perusahaan.
- Investor (keuangan) - Kreditor (keuangan) - Karyawan (keahlian) - Pemasok
- Saluran pemasaran - Pelanggan
2. Secondary stakeholder
kelompok dalam masyarakat yang dipengaruhi secara langsung maupun tidak langsung oleh kegiatan utama perusahaan.
- Masyarakat umum
- Pemerintah pusat atau daerah - Kelompok aktivis sosial
Manajemen Bisnis
Nilai Bisnis
Organisasi Bisnis
Manajemen SDM:
Mengelola Karyawan
Motivasi Karyawan
Penerimaan, Pelatihan dan
Evaluasi Karyawan
Kepuasan Kerja Karyawan
• Penerimaan Karyawan
• Pelatihan Karyawan
Motivasi Karyawan
Upaya Karyawan Menghasilkan Produk Berkualitas
Upaya Karyawan Menjual
Produk
Upaya Karyawan Mencapai Efisiensi Produksi + Pemasran
Upaya Karyawan Mencapai Biaya Terendah