• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Perubahan Harga BBM Terhadap Pe

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh Perubahan Harga BBM Terhadap Pe"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh Perubahan Harga BBM Terhadap Penjualan Sepeda Motor Merek Honda

Di Indonesia

Muthmainnah

Politeknik Piksi Ganesha Bandung [email protected]

Abstrak

Perubahan harga BBM (bahan bakar minyak) baik berupa kenaikan harga maupun penurunan harga selalu menjadi polemik tersendiri, sebab perubahan harga BBM tersebut berdampak pada berbagai sektor. Salah satu sektor yang terkena dampak akibat perubahan harga BBM adalah sektor industri otomotif. Honda sebagai market leader dalam pasar sepeda motor perlu melakukan berbagai hal untuk memanfaatkan setiap momentum perubahan harga BBM tersebut agar tidak mempengaruhi target penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh perubahan harga BBM terhadap volume penjualan sepeda motor honda di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data yang dipakai adalah data sekunder. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan harga BBM tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat penjualan sepeda motor. sebab t hitung lebih kecil dari t tabel yaitu 1,372 < 2,3060. Adapun kontribusi perubahan harga BBM terhadap penjualan sepeda motor honda hanya sebesar 0,438 atau 43,8 %. Dengan kata lain perubahan harga BBM tidak berpengaruh terhadap keputusan konsumen untuk membeli sepeda motor.

Keywords : perubahan harga BBM, penjualan sepeda motor Honda

The Influence Of Changes Of Fuel Prices On Honda Motorcycle Sales In Indonesia

Muthmainnah

Politeknik Piksi Ganesha Bandung [email protected]

Abstract

Changes in fuel prices (fuel oil) whether price increases or price reductions always has been a polemic of its own, because its have an impact on various sectors. One of the sectors affected by changes in fuel prices is the automotive industry sector. Honda as a market leader in the motorcycle market needs to do various things to take advantage of any momentum change in fuel prices in order not to affect sales targets. This study aims to illustrate the effect of changes in fuel prices on sales volume of Honda motorcycles in Indonesia. This research is a quantitative research. The data used is secondary data. The analysis technique used is linear regression and t test. The results showed that changes in fuel prices did not significantly affect the level of motorcycle sales. because t arithmetic smaller than t table that is 1.372 <2.3060. The contribution of changes in fuel prices to sales of motorcycles honda only amounted to 0.438 or 43.8%. In other words changes in fuel prices have no effect on consumer decisions to buy a motorcycle.

Keywords: fuel price changes, Honda motorcycle sales.

PENDAHULUAN

Di indonesia minyak bumi dimanfaatkan mulai sebagai bahan bakar kendaraan atau disebut Bahan bakar minyak (BBM) bahan campuran plastik dan obat-obatan serta aspal. BBM merupakan bahan bakar cair yang strukturnya tidak rapat contohnya bensin, gasolin, premium, minyak solar dan minyak tanah. Minyak bumi yang multi guna ditambah jumlah pemakai yang

terus meningkat, membuat jumlah minyak bumi yang ada terus berkurang. Sebagai penghasil energi, Bahan bakar minyak (BBM) menjadi kebutuhan dasar industri dan bahan baku utama kendaraan bermotor.

(2)

semua negara mampu menghasilkan atau mencukupi kebutuhan konsumsi BBM di negaranya sendiri. Begitu halnya dengan kondisi yang terjadi di Indonesia.

Selama ini pemerintah mengalokasikan dana subsidi untuk menekan harga BBM sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap harga – harga di pasar. Hal ini dilakukan karena harga BBM dapat mempengaruhi harga barang-barang lainnya sehingga dapat mengganggu kestabilan perekonomian dan kesejahteraan rakyat. Namun, sejak tahun 1998 harga minyak dunia terus meningkat akibat krisis moneter global dan adanya kebijakan pemotongan produksi minyak bumi oleh OPEC. Pada tahun 2000 jumlah dana yang dikeluarkan untuk subsidi mencapai 28,33 % dari keseluruhan anggaran belanja negara atau setara dengan Rp 221.467 Milyar (sumber: http://bappenas.go.id). Nilai ini terus mengalami kenaikan. Dan pada akhirnya dianggap membebani negara.

Saat kebijakan harga minyak melalui pemberian subsidi mulai diperdebatkan, Presiden Susilo Bambang Yudoyono (presiden saat itu) mengeluarkan Peraturan Presiden No.55 tahun 2005 tentang pengaturan kenaikan harga BBM. Memasuki tahun 2007 harga minyak dunia kembali bergejolak akibat adanya perang irak. Pada 6 Juni 2008 harga minyak dunia berada pada US$138,54 per barrel mencatat rekor kenaikan tertinggi dalam sehari yaitu sebesar US$10,75 perbarrel (sumber: investor daily, 9 Juni 2008).

Penyesuaian terhadap fluktuasi harga minyak dunia tersebut terhadap harga jual BBM di Indonesia di instruksikan langsung melalui keputusan presiden untuk menaikkan harga BBM dari Rp 4500 menjadi Rp 6000. Saat itu kebijakan subsidi BBM mulai menuai pro dan kontra. Terlebih dengan ditemukannya beberapa indikasi penyelewengan dalam penggunaannya.

Pada 18 November 2014, Pemerintahan Jokowi memutuskan untuk mengurangi subsidi BBM dan menaikkan harga BBM dari Rp. 6500 menjadi Rp. 8500 per liter. Pemerintahan Jokowi menyatakan bahwa keputusan menaikkan harga BBM tersebut dimaksudkan untuk mengurangi beban biaya APBN akibat adanya subsidi BBM (sumber: www.liputan6.com, 18 November 2014).

Selanjutnya, Pada 1 januari 2015 Presiden Joko Widodo mengumumkan kebijakan terkait harga BBM, yakni dengan dihapusnya subsidi untuk jenis premium dan penerapan harga BBM mengikuti harga pasar minyak dunia. Berarti saat harga pasar minyak dunia turun, maka harga BBM di Indonesia juga turun begitupun sebaliknya. Tak lama kemudian, tepatnya pada 28 Maret 2015 harga BBM di Indonesia mengalami penurunan menjadi Rp 7.300 yang kemudian mengalami penurunan kembali menjadi Rp 7.050 pada Januari 2016 seiring turunnya harga pasar minyak dunia (sumber: www.okezone.com, 1 januari 2016).

Fluktuasi harga BBM tersebut diduga mempengaruhi volume penjualan industri otomotif di Indonesia terutama untuk penjualan sepeda motor. Terlebih dengan adanya wacana pembatasan konsumsi premium bagi kendaraan roda empat yang muncul baru-baru ini. Untuk lebih jelas, perubahan harga BBM dari tahun 2007-2016 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1.1

Perubahan Harga BBM

Tahun 2007- 2016

Tahun Harga BBM

(3)

2012 Rp 4500 0 2013 Rp 6500 44,44 % 2014 Rp 8500 30,76% 2015 Rp 7600 -1,12% 2016 Rp 7050 -7,23% Sumber : BPS (data diolah)

Perubahan harga BBM berupa kenaikan harga BBM biasanya menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, sebab bagi masyarakat kenaikan harga BBM dianggap akan memicu naiknya harga barang-barang lainnya. Sementara, bagi pengguna sepeda motor kenaikan BBM ini membuat mereka harus mengeluarkan uang lebih untuk mengisi BBM.

Disisi lain ada juga masyarakat yang beralih menggunakan sepeda motor dengan pertimbangan efisiensi sebab tarif kendaraan umum dinilai terlalu mahal serta berbagai faktor lain seperti kemudahan dalam proses memiliki kendaraan bermotor, serta buruknya fasilitas kendaraan umum yang tersedia yang membuat orang lebih nyaman menggunakan kendaraan pribadi.

Kebijakan menaikkan harga BBM ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian produsen kendaraan bermotor. Namun, di sisi lain banyak pula produsen yang optimis bahwa peningkatan harga BBM tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap penjualan kendaraan bermotor. Sudirman M. Rusdi selaku ketua umum Gakindo (gabungan industri kendaraan bermotor Indonesia) mengatakan bahwa kenaikan BBM memang akan menurunkan target penjualan untuk sementara waktu, setelah itu, penjualan akan kembali normal (Republika, 16 november 2014).

Adapun perubahan harga BBM berupa penurunan harga BBM yang terjadi di tahun 2015 dan 2016 seringkali dianggap sebagai sinyal positif bagi produsen kendaraan bermotor dalam

upaya meningkatkan volume penjualannya. Sebab saat ini di Indonesia kendaraan bermotor digunakan oleh semua lapisan masyarakat. Tidak hanya oleh mereka yang sudah bekerja tetapi juga oleh anak-anak sekolah sebagai salah satu transportasi yang memudahkan mobilisasi orang maupun barang dari suatu tempat ke tempat lainnya.

Honda sebagai market leader dalam penjualan sepeda motor melihat adanya peluang pasar yang besar di Indonesia. Karenanya Honda senantiasa berupaya untuk meningkatkan volume penjualannya dengan terus berinovasi terhadap produknya melalui diferensiasi pada tipe, model dan teknologinya masing-masing yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, gaya hidup dan hobi penggunanya untuk menarik minat konsumen membeli produk buatannya, menyediakan jaringan distribusi yang luas dan menyediakan fasilitas tambahan seperti tempat service resmi AHASS, dan penjualan suku cadang asli yang tersedia di hampir seluruh daerah di Indonesia serta memberikan kemudahan bagi konsumennya untuk mengatasi hal-hal buruk berkaitan dengan kendaraaan yang dibelinya. Penjualan honda dari tahun ke tahun dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1.2

Data Penjualan Sepeda Motor Honda

Tahun 2007-2016

Tahun Penjualan sepeda

motor

Persentase

(4)

2014 5,051,100 7,45 2015 4,453,888 -11,82 2016 4,380,888 -1,64

Sumber : AISI (Asosiasi Industri Sepeda

Motor Indonesia), data diolah

Dari tabel tersebut terlihat adanya kenaikan penjualan kendaraan tiap tahun dari tahun 2007 sampai tahun 2014. Kemudian penjualan kendaraan mengalami penurunan sebesar 11,82 % di tahun 2015 dan mengalami penurunan kembali di tahun 2016 sebesar 1,64%. Padahal di tahun 2015 dan tahun 2016 harga BBM mengalami penurunan.

Dalam perspektif ekonomi, penurunan harga suatu barang komplementer dalam hal ini BBM akan meningkatkan permintaan terhadap barang lain yang menyertainya (kendaraan). Oleh karenanya, AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) menyatakan adanya wacana pembatasan konsumsi premium bagi kendaraan roda empat berpotensi mengalihkan sebagian pengguna mobil ke sepeda motor. Bahkan ketua AISI memproyeksikan penggunaan sepeda motor di Indonesia akan terus meningkat. Senada dengan hal tersebut, Menteri Perindustrian M.S. Hidayat optimis Industri otomotif di Indonesia akan terus berkembang seiring peningkatan permintaan jumlah kendaraan (sumber: http://kemenperin.go.id., juni 2016).

Maka fenomena mengenai adanya proyeksi peningkatan penjualan kendaraan bermotor di Indonesia kaitannya dengan dampak perubahan harga BBM terhadap industri kendaraan bermotor di Indonesia menjadi fokus pembicaraan dalam tulisan ini. Seberapa benar proyeksi penjualan kendaraan bermotor AISI tersebut dan bagaimana respon konsumen terhadap perubahan harga BBM serta bagaimana cara produsen kendaraan bermotor merespon pasar agar tetap bertahan dan meningkatkan penjualan. Berdasarkan fenomena

tersebut, kajian mengenai Dampak Perubahan Harga BBM Terhadap Penjualan Sepeda Motor

Merek Honda di Indonesia perlu untuk ditelaah

lebih lanjut.

METODE

Penelitian ini bersifat kuantitatif, yaitu menjelaskan hubungan antar variabel dengan menganalisis data numerik (angka) menggunakan metode statistik melalui pengujian hipotesa. Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data sekunder mengenai perubahan harga BBM yang didapat dari BPS (Badan Pusat Statistik) dan data sekunder penjualan sepeda motor di indonesia tahun 2007- 2016 dari AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia). Data-data ini diolah untuk menghasilkan suatu kesimpulan. Teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear.

Variabel yang ada dalam penelitian ini terdiri dari Independent atau variabel bebas yang selanjutnya kita sebut variabel (X) dan variabel Dependent atau variabel terikat yang selanjutnya

kita sebut variabel (Y). Variabel (X) mewakili perubahan harga BBM sementara variabel (Y) mewakili penjualan sepeda motor merek Honda.

Analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis regresi linier sederhana. Pengujian dilakukan dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 16. Dengan menggunakan uji t dalam perumusan hipotesis statistiknya, dimana t hitung adalah pengujian signifikansi untuk mengetahui pengaruh variabel X terhadap Y, apakah berpengaruh signifikan atau tidak. Untuk mengetahui hasilnya signifikan atau tidak, dengan membandingkan angka t hitung dengan t tabel. Berikut kriteria uji dalam hipotesisnya :

Jika a. t hitung ≥ t tabel maka H0 ditolak

(5)

Menurut Sugiyono (2010:87) Hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha) selalu berpasangan, bila salah satu ditolak, maka yanglain pasti diterima sehingga dapat dibuat keputusan yang tegas, yaitu apabila Ho ditolak pasti Ha diterima . Adapun hipotesis tersebut adalah :

Ho : β1 < 0, Tidak terdapat pengaruh

antara perubahan harga BBM terhadap penjualan sepeda motor merek Honda.

Ha : β2 ≥ 0, Terdapat pengaruh antara perubahan harga BBM terhadap penjualan sepeda motor merek Honda Persamaan regresi untuk regresi linier sederhana adalah:

Y =a+ bx Keterangan

Y : Penjualan sepeda motor honda b : koefisien konstanta

a : konstanta x : harga BBM

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Regresi Linear Sederhana

Dengan menggunakan software SPSS 16 didapat hasil sebagai berikut.

Tabel 4.1

Tabel Coefficients Regresi Model

418,22 167,567 ,662 2,49

5 ,037

Dependent Variable: Penjualan motor Honda Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai T hitung untuk Constant yaitu 1,372, pada T tabel dengan db= n-2 yakni 8 dan taraf signifikan 0,05 diperoleh 2,3060, karena T hitung

< T tabel maka Ho diterima. Adapun persamaan regresi linearnya dapat ditentukan sebagai berikut.

Y = 1377469,951 + 418,122x

Persamaan ini menunjukkan bahwa setiap perubahan harga BBM misalnya sebesar 100 maka penjualan sepeda motor honda menjadi 1377469,951 + 418,122(100) = 1419282,151. Jika perubahan harga BBM bernilai 0 (nol), maka penjualan sepeda motor merek Honda yaitu 1377469,951. Sedangkan,jika terjadi perubahan harga BBM maka, setiap perubahan harga BBM sebesar Rp 1 akan meningkatkan penjualan sepeda motor honda sebanyak 418,122 unit karena b positif.

Tabel 4.2

Tabel Model Summary b

Mod a. Predictors: (Constant), Harga BBM b. Dependent Variable: Penjualan motor

Berdasarkan hasil SPSS diatas terlihat bahwa nilai koefisien korelasi dalam penelitian ini adalah 0,662. Sementara nilai R square atau koefisien deteminasi dari interaksi antara variabel X dan Y diperoleh sebesar 43,8% yang berarti bahwa variabel bebas X (harga BBM) memiliki pengaruh kontribusi sebesar 43,8% terhadap Y (penjualan motor). Sedangkan sisanya sebesar 56,2% dipengaruhi oleh fakto-faktor lain diluar variabel X.

4.2 Uji T

(6)

harga BBM berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap penjualan sepeda motor Honda. Pengujian menggunakan tingkat signifikansi 0,05 dan 2 sisi. Dari output di dapat t hitung sebesar 1,372 dan signifikansi 0,207. T tabel yang didapat adalah 2,3060. (signifikansi 0,05/2 = 0,025 dengan df= n-2 atau 10-2 = 8). Dengan demikian jika kita bandingkan t hitung dengan t tabel maka dapat kita simpulkan nilai t hitung < t tabel (1,372 < 2,3060) maka Ho diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa perubahan harga BBM tidak signifikan berpengaruh terhadap penjualan sepeda motor merek Honda.

4.3 Pengaruh Harga BBM Terhadap

Penjualan Sepeda Motor Honda

Kaitan Harga BBM dengan Industri otomotif dapat dijelaskan melalui hukum permintaan dan penawaran. Hukum Permintaan menyatakan “Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang diminta, dan

sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin

sedikit jumlah barang yang diminta”

(Ahman:2009). Artinya ada hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Pada kasus barang komplementer, semakin mahal barang komplementer maka permintaan terhadap barang turun. Dalam hal ini saat BBM mengalami kenaikan maka permintaan terhadap kendaraan bermotor mengalami penurunan. Namun, bila harga BBM mengalami penurunan maka permintaan terhadap kendaraan bermotor meningkat.

Teori di atas seperti halnya hasil penelitian Najmulmunir (2012) yang menyatakan bahwa kebijakan kenaikan harga BBM menurunkan daya beli masyarakat. Ini menandakan bahwa perubahan harga BBM dapat mempengaruhi daya beli konsumen.

Namun, pada penelitian ini, dari hasil pengolahan data menggunakan regresi dan uji t di atas diketahui bahwa pengaruh antara perubahan BBM dengan penjualan sepeda motor Honda tidak signifikan. Berbanding terbalik dengan hukum permintaan yang menyatakan bahwa semakin naik harga suatu barang permintaan barang akan berkurang. BBM sebagai barang komplementer dari kendaraan bermotor justru memiliki pengaruh yang lemah terhadap penjualan sepeda motor merek Honda. Dengan kata lain perubahan harga BBM tidak terlalu mempengaruhi daya beli masyarakat.

Hal ini dimungkinkan oleh beberapa hal seperti pergeseran nilai dari kendaraan itu sendiri maupun nilai BBM. Saat ini BBM sudah menjadi barang inelastis yang akan terus dibeli meskipun harganya naik. Di sisi lain kendaraan bermotor saat ini tak hanya sebagai alat transportasi tapi juga sebagai bagian dari gaya hidup yang memungkinkan konsumennya untuk terus mengkonsumsi (membeli) sesuai tren yang berlaku. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat tidak terlalu terpengaruh dengan perubahan harga BBM.

Faktor pendukung lain yang mungkin menyebabkan kurang berpengaruhnya perubahan harga BBM terhadap penjualan sepeda motor diantaranya adalah kemudahan dalam kepemilikan sepeda motor melalui sistem kredit yang ditawarkan oleh dealer dan perubahan pendapatan dari masyarakat itu sendiri yang sayangnya tidak diteliti dalam tulisan ini dan dianggap sebagai faktor lain yang bersama dengan lainnya mempengaruhi penjualan honda sebesar 56,2%.

(7)

berdampak besar terhadap kinerja usaha pertanian secara makro, kesejahteraan petani, inflasi, biaya hidup atau pengeluaran konsumsi penduduk.

Hasil statistik ini juga sesuai dengan prediksi dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang menyatakan bahwa perubahan harga BBM tidak terlalu mempengaruhi penjualan sepeda motor. Dan juga sesuai dengan pernyataan dari ketua Gakindo, Sudirman M. Rusdi bahwa kenaikan BBM hanya menurunkan target penjualan untuk sementara waktu, setelah itu penjualan akan kembali normal. Penelitian sebelumnya oleh Farid Siliwangi Ramadhan (2013) mengenai Pengaruh Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Tahun 2013 Terhadap Investasi Saham (Event Study Saham pada Perusahaan Otomotif dan Komponen yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia) juga menyimpulkan hal yang senada dimana peristiwa perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak berpengaruh signifikan terhadap volume perdagangan saham di pasar modal.

KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara perubahan harga BBM dengan penjualan sepeda motor merek Honda. Hasil uji hipotesis menunjukkan Besarnya kontribusi perubahan harga BBM terhadap penjualan sepeda motor honda sebesar 43,8% terhadap Y (penjualan motor). Sedangkan sisanya sebesar 56,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar variabel X. Selain itu, koefisien b bernilai positif artinya perubahan harga BBM sebesar Rp 1 akan meningkatkan penjualan sepeda motor honda sebanyak 418,122 unit. Namun, bila perubahan harga BBM bernilai 0 (nol) atau tidak ada perubahan harga BBM, maka penjualan sepeda motor merek Honda meningkat sebesar

1377469,951. Sayangnya hasil uji signifikansi dengan uji t menunjukan bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel yaitu 1,372 < 2,3060. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan harga BBM tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat penjualan sepeda motor.

Atau dapat dikatakan bahwa perubahan harga BBM tidak berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam membeli sepeda motor.

DAFTAR PUSTAKA

Ahman, Eeng & Yana Rohmana. (2009). Pengantar Teori Ekonomi Mikro. Bandung: Rizqi Press

Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan SPSS. Semarang : UNDIP Press.

Albert Soebianto (2014) dalam Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Brand Equity Sepeda Motor Merek Honda Terhadap Keputusan Pembelian Pada Konsumen Di Kota Bandung)[online].Tersediahttp://www.e-journal.unpar.ac.id

Najmulmunir N. 2012 Dampak kebijakan harga minyak terhadap daya beli masyarakat. [online].Tersedia.http ejournal-unisma.net Ramadhan FS (2013) Pengaruh Kenaikan Harga

Bahan Bakar Minyak (BBM) Tahun 2013 Terhadap Investasi Saham (Event Study Saham pada Perusahaan Otomotif dan Komponen yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)[online].Tersedia.http://repositor i.unand.ac.id/20418/1/jurnal.pdf

(8)

Sumber Internet:

www.okezone.com, 1 januari 2016 www.liputan6.com, 18 November 2014 http://investor daily, 9 Juni 2008 http://kemenperin.go.id, juni 2016 www.aisi.org

/

penjualan-honda.html www.republika.co.id

Gambar

Tabel 1.2
Tabel Coefficients Regresi

Referensi

Dokumen terkait

Membuat sarana yang informatif di E- Diklat yakni dengan menyertakan content statistika, menyediakan fasilitas download (data diklat, data peserta diklat, data

Pada dasarnya, sebuah spin box digunakan untuk menampilkan suatu peubah saat itu dan kemudian nilai peubah tersebut akan bertambah ketika user menekan tombol dengan anak panah

dan elektrokimia (1) Absorbansi yang lebih kuat pada gelombang eksitasi daripada bahan lain yang ada, seperti reduktan dan katalis, jika memungkinkan akan lebih baik pada

[r]

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan dan efektifitas penggunaan media pembelajaran animasi materi siklus hidrologi pada siswa kelas X IPS di SMA

1) Berdasarkan teori dan hasil penelitian, pegawai yang ingin memperoleh pengembangan karir khususnya di Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Denpasar, sebaiknya

Hipotesis 2 yang menduga bahwa pengembangan karir berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan CV IPLUS diterima.Hal ini sesuai dengan penelitian Dewi &amp; Utama (2016)

Jasaraharja Putera, hasil penelitian ini akan memberikan pedoman strategis yang bisa diikuti untuk membantu efektivitas program- program pengembangan karir karyawan