Program Studi Manajemen
Fakultas Ekonomi
SUSUNAN REDAKSI
Penanggung Jawab
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Pemimpin Editorial
Suyanto., SE., M.Si Dewan Editorial
Dr. FX. Wahono Dr. Sri Hermuningsih, MM
Dr. Gendro., MM Dr. Ir. Henny Welsa, MM
Sekretaris Editorial Dra. Prayekti, MM Risal Rinofah, SE., M.Sc
Administrasi Dandy, Vera
Diterbitkan oleh:
Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Jl. Kusumanegara, No. 121 Yogyakarta.
Telp. (0274) 557455
Kontak Redaksi: Telp. (0274) 557455
Email: [email protected] Website: http://fe.ustjogja.ac.id/
Jurnal ilmiah MANAJEMEN merupakan publikasi enam bulanan yang diterbitkan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta yang terbit sejak Desember 2011 Jurnal ini memuat artikel hasil penelitian empiris maupun kajian konseptual dan teoritis dalam bidang Ekonomi dan Bisnis.
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga jurnal MANAJEMEN dapat terbit sesuai dengan jadwal meskipun tidak terlepas dari kendala teknis dan non teknis.
Pada edisi ini berisi atas satu tulisan berupa kajian konseptual dan teoritis, yaitu: Analisis Sensitivitas Respon Pasar Terhadap Perubahan Desain Sepeda Motor Honda Beat (Studi Kasus Pada Mahasiswa Ust Dan Uty Yang Menggunakan Honda Beat), Pengaruh Perceived Ease Of Use Perceived Usefulness Brand Image Dan Trust Terhadap Purchase Intention Produk Attack Jaz 1 Semerbak Cinta Di Kecamatan Kotagede Yogyakarta, Pengaruh Aksestabilitas, Kompetensi, Sikap Moneter, Dan Pengalaman Positif Pengguna Jasa Asuransi Prudential Di Yogyakarta, Analisis Teknikal Saham Menggunakan Indikator Bollinger Bands Dan Relative Strength Index Untuk Pengambilan Keputusan Investasi, Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Nilai Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan Melalui Kepuasan Emosional Pada Pelanggan Anna Face & Body Care Centre Sarawak, Pengaruh Penjualan Adaptif, Kemampuan Mendengar Dan Orientasi Pelanggan Terhadap Kinerja Tenaga Penjual Jasa Hotel Bintang 4 & 5 Di Yogyakarta, Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Sepatu Merek Customade (Studi Di Merek Dagang Customade Indonesia), Leadership Development, Empowering Leadership Dan Peran Job Satisfaction Sebagai Variabel Mediasi Dalam Upaya Meningkatkan Organizational Commitment, Iklim Organisasi Dan Sifat Pekerjaan Sebagai Penyebab Terjadinya Pelecehan Seksual Dan Pengaruhnya Terhadap Motivasi, Stres Kerja, Kepuasan Kerja, Serta Kinerja Karyawan
Kami menyadari sepenuhnya bahwa edisi ini masih banyak kekurangan, terutama terkait jumlah tulisan yang dapat dimuat. Oleh karena itu kami akan terus berusaha untuk mengajak dan mengundang para akademisi/peneliti/pembaca jurnal ini, baik dari dalam lingkungan internal maupun eksternal untuk mengirimkan karya tulisannya guna diterbitkan dalam jurnal ini. Tidak lupa kami juga mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar jurnal ini semakin baik dan memjadi sarana publikasi tulisan bagi akademisi/ peneliti yang berkualitas.
Panduan Umum
1. Naskah yang dikirim ditulis dalam bahasa Indonesia dan belum pernah diterbitkan di media
lain’
2. Naskah dikirim dalam bentuk hardcopy dan softcopy dalam CD kepada Editorial Jurnal Manajemen Fakultas Ekonomi UST.
Jalan Kusumanegara No. 121 Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 557455
Email: [email protected]
Panduan Penulisan
1. Naskah diketik dalam format Microsoft Word dengan ketentuan:
- Ukuran kertyas A4
- Huruf times New Roman berukuran 12 point
- Jarak spasi 1,5 dengan margin kiri 4 cm dan margin atas/kanan/bawah masing-masing 3 cm
2. Format penomoran halaman diletakkan di kana bawah
3. Naskah ditulis maksimum 15 halaman termasuk gambar dan tabel
Format Naskah
1. Naskah hasil penelitian empiris terdiri atas: a. Judul
b. Nama penulis
c. Alamat penulis (instansi) d. Abstrak
e. Pendahuluan f. Permasalahan
g. Data dan metodologi h. Hasil dan pembahasan i. Pembahasan
j. Kesimpulan k. Daftar Pustaka
2. Naskah kajian konseptual dan teoritis terdiri atas: a. Judul,
b. Nama penulis c. Alamat penulis d. Abstrak
e. Pendahuluan, f. Permasalahan g. Pembahsan h. Kesimpulan i. Daftar Pustaka
3. Judul ditulis singkat, spesifik, dan informatif yang menggambarkan isi naskah maksimal 20 kata
JURNAL MANAJEMEN Volume 6, Nomor 1, Juni 2016
Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Sepatu Merek Customade (Studi Di Merek Dagang Customade Indonesia)
Mahir Pradana, Avian Reventiary 1
Leadership Development, Empowering Leadership Dan Peran Job Satisfaction Sebagai Variabel Mediasi Dalam Upaya Meningkatkan
Organizational Commitment
Maria Valeria Roellyanti 11
Iklim Organisasi Dan Sifat Pekerjaan Sebagai Penyebab Terjadinya Pelecehan Seksual Dan Pengaruhnya Terhadap Motivasi, Stres Kerja, Kepuasan Kerja, Serta Kinerja Karyawan
Rizki Ahidika Pranantya 24
Analisis Evaluasi Implementasi Strategi Penurunan Non-Performing Loan (Npl) (Studi Kasus Pada Salah Satu Bank Nasional Di Indonesia)
Daniel Joel Immanuel Kairupan 35
Pengaruh Aksestabilitas, Kompetensi, Sikap Moneter, Dan Pengalaman Positif Pengguna Jasa Asuransi Prudential Di Yogyakarta
Inti Dian Lisnawati
IBN Udayana 43
Pengaruh Perceived Ease Of Use Perceived Usefulness Brand Image Dan Trust Terhadap Purchase Intention Produk Attack Jaz 1 Semerbak Cinta Di Kecamatan Kotagede Yogyakarta
Kirwadi 49
Analisis Teknikal Saham Menggunakan Indikator Bollinger Bands Dan Relative Strength Index Untuk Pengambilan Keputusan Investasi
Gidion Willy Roy
Dr. Sri Hermuningsih, MM 63
Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Nilai Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan Melalui Kepuasan Emosional Pada Pelanggan Anna Face & Body Care Centre Sarawak
Lyana 69
Pengaruh Penjualan Adaptif, Kemampuan Mendengar Dan Orientasi Pelanggan Terhadap Kinerja Tenaga Penjual Jasa Hotel Bintang 4 & 5 Di Yogyakarta
PENGARUH ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPATU MEREK CUSTOMADE (STUDI di MEREK DAGANG CUSTOMADE INDONESIA)
Mahir Pradana Avian Reventiary Universitas Telkom [email protected] [email protected],
ABSTRAK
Fashion merupukan salah satu pilihan bisnis yang sangat menarik dan menguntungkan. Di era ini semua manusia membuthkan fashion yang dapat mencerminkan dirinya, karena pada zaman ini first impression sangatlah penting. Seorang individu yang memberikan first impression yang baik akan membuat dirinya diterima, dihargai, dan mendapatkan pengakuan dari orang lain. Salah satu produk fashion yang penting untuk menunjang penampilan adalah sepatu. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan apakah ada keterkaitan antara atribut produk dengan keputusan pembelian pada produk fashion syaitu sepatu, studi ini dilakukan dengan meneliti atribut produk sepatu dari merek Customade.
Menurut Tjiptono, (2008 : 103) atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dianggap penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pemngambilan keputusan pembelian. Menurut Kotler dan Keller (2009 : 188) keputusan pembelian konsumen meliputi, merek, penyalur, kuantitas,waktu dan metode pembayaran.
Metode yang digunakan daalam penelitian ini adalah metode kuantitaatif dengan jenis deskriptif dan kausal. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode probability sampling dengan teknik simple random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 74 reponden yang didapat dari hitungan dengan rumus Slovin. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis linear sederhana.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa atribut produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sebesar 48.5%, sedangkan sisanya sebesar 41.5% dipengaruhi factor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata kunci: Atribut produk, keputusan pembelian, manajemen pemasaran, perilaku konsumen
ABSTRACT
JURNAL MANAJEMEN VOL. 6 N0. 1 JUNI 2016
According to Tjiptono (2008: 103), product attribute is a product elements that are considered important by consumers and used as the basis for purchasing a product. According to Kotler and Keller (2009: 188), number of aspects which affect consumer decision in purchasing are brand, dealer, quantity, timing and method of payment.
The method used in this research is quantitative method with a descriptive and causal. Data used in this study are primary and secondary data. Sampling was conducted using probability sampling with simple random sampling technique, with the number of respondents as many as 74 respondents obtained from Slovin formula. Data were analyzed using descriptive and simple linear analysis.
Based on the results, the study show that the product attributes positively influenced consumer decision to do a purchase by 48.5%, while the remaining 41.5% influenced by other factors which were not examined in this study.
Keywords: Product Attributes, Purchasing Decision, Marketing Management, Customer Behaviour
1. Latar Belakang
1.1Pendahuluan
Dalam era globalisasi yang serba modern ini, tingkat persaingan yang di hadapi dapat dikatakan sangat tinggi. Hal ini terjadi karena banyak perusahaan yang menawarkan produk sejenis, di tunjukan untuk memenuhi kebutuhan tertentu bagi konsumen dalam kondisi demikian situasi persaingan akan semakin ketat.
Fashion merupakan salah satu pilihan
bisnis yang sangat menarik dan
menguntungkan, karena merupakan salah satu kebutuhan dasar dari manusia yaitu kebutuhan akan sandang. Semua manusia membutuhkan fashion yang dapat mencerminkan dirinya, karena pada zaman moderen ini first impression itu sangatlah penting. Seorang individu yang memeberikan first impression yang baik akan membuat dirinya diterima, dihargai, dan memndapatkan pengakuan dari orang lain.
Customade adalah salah satu merek sepatu asal Bandung yang berdiri sejak 2010, Customade muncul untk memperkaya pilihan model sepatu dan sandal serta memungkinkan para konsumennya untuk membuat sepatu sesuai dengan model yang diinginkan dengan harga dan kualitas yang bersaing. Customade memiliki perkembangan yang cukup pesat di mana peningkatan permintaan pembuatan sepatu mengalami pertumbuhan setiap
periodenya. Maka, penulis tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh
Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Sepatu Merek Customade (studi di merek dagang Customade Indonesia)”.
1.2Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
Rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut:
a) Bagaimana atribut produk dari Customade?
b) Bagaimana pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian produk dari Customade?
Sedangkan tujuan penelitian adalah: a) Untuk mengenalkan atribut produk dari
Customade
b) Untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli produk dari Customade.
c) Untuk menganalisa bagaimana
perkembangan dan persaingan bisnis
fashion di Indonesia yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli suatu produk atau barang.
2. Kajian Pustaka
memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Menurut Kotler dan Armstrong (2008:62)
”Bauran pemasaran (marketing mix) adalah
kumpulan alat pemasaran taktis terkendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkannya di pasar sasaran. Menurut Kotler dan Keller (2009:188) konsumen membentuk preferensi antar produk dalam kumpulan pilihan. Konsumen membentuk maksud untuk membeli produk atau merek yang paling disukai. Dalam melaksanakan pembelian, konsumen dapat membentuk lima subkeputusan, yaitu :
Pilihan produk/ merek Pilihan penyalur
Kuantitas
Waktu pembelian
Metode pembayaran
Menurut Tjiptono (2008:103) bahwa atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian.Dari atribut-atribut produk inilah suatu produk dapat dibedakan dengan produk sejenis lainnya, dan setiap perusahaan akan memberikan produk yang terbaik bagi para konsumennya.
Kotler & Armstrong (2008:354) menyatakan bahwa atribut produk memiliki 3 karakteristik produk yaitu:
Merek
Pengemasan
Kualitas Produk
2.1 Kerangka Pemikiran
Adapun kerangka pemikiran dari penelitian ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Gambar 1:Kerangka Pemikiran
3. Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2010:8).
3.1Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian yang bersifat deskriptif dan kausal. Menurut Seperti Sugiyono (2011:20) penelitian desktiptif adalah sebuah penelitian yang bertujuan untuk memberikan atau menjabarkan suatu keadaan atau fenomena yang terjadi saat ini dengan menggunakan prosedur ilmiah untuk menjawab masalah
Keputusan pembelian (Y)
Merek Penyalur Kuantitas Waktu Metode
pembayaran
Sumber : Kotler & Keller
(2009:188) Atribut Produk (X)
Merek Produk Kualitas Produk Kemasan Produk Fitur Produk Desain Produk
Sumber : Kotler &
Armstrong (2008:354)
dan M. Taufik Amir
JURNAL MANAJEMEN VOL. 6 N0. 1 JUNI 2016
secara aktual. Sedangkan penelitian kausalitas adalah penelitian yang menjelaskan hubungan sebab akibat antar variabel yang diteliti.
Hipotesis statistik dalam penelitian ini sebagai berikut :
Ho : Atribut produk tidak berpengaruh
terhadap keputusan pembelian sepatu Customade.
Ha : Atribut produk berpengaruh terhadap
keputusan pembelian sepatu Customade.
3.2 Populasi dan Sampel 3.2.1 Populasi
Menurut Sugiyono (2011 : 80) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Penelitian ini memilih populasi para konsumen Customade dalam kurun waktu 2014.
3.2.2. Sampel
Sugiyono (2011 : 81) menyatakan bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Populasi yang dijadikan sampel pada penelitian yaitu konsumen yang melakukan pembelian dalam kurun waktu di tahun 2014. Karena populasi dari yang menggunakan sepatu Customade diketahui maka teknik sampel dalam penelitian ini adalah probability sampling
dengan menggunakan sampling acak sederhana
(Simple Random Sampling). Karena populasi dalam penelitian ini diketahui maka dalam pengambilan jumlah sampel penulis menggunakan Slovin :
Keterangan :
n = ukuran sampel N = ukuran populasi
e = persen kelonggaran ketidak telitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir
Penelitian ini menggunakan tingkat keandalan 90% karena menggunakan tingkat kelonggaran ketidaktelitian sebesar 10%. Menurut Sugiyono (2008 : 138) pembulatan ke atas dilakukan karena berdasarkan tabel ukuran sampel dan batas kesalahan untuk tingkat kelonggaran penelitian 10%. Apabila dilakukan perhitungan menggunakan rumus, maka jumlah minimum yang di peroleh adalah:
n = = =
= 74,23 / 74 responden
Semua responden merupakan pembeli produk Customade yang semua berdomisili di Kota Bandung.
3.3 Teknik Analisis Data 3.3.1 Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif digunakan untuk menafsirkan data-data dan keterangan yang telah diperoleh dari responden dengan cara
mengumpulkan, menyusun dan
mengklasifikasikan data-data tersebut agar diketahui bagaimana pengaruh atribut produk
terhadap keputusan pembelian pada konsumen yang melakukan pembelian di tahun 2014.
3.3.2 Analisis Regresi Sederhana
Persamaan regresi dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen yaitu atribut produk (X) terhadap keputusan pembelian (Y). persamaan umum regresi linier sederhana adalah sebagai berikut:
Y = a + bX
Hipotesis statistik dalam penelitian ini sebagai berikut :
Ho : Atribut produk tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian sepatu merek Customade.
3.3.3 Uji-T (Regresi Parsial)
Uji t yaitu suatu uji untuk mengetahui signifikasi dari pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara individual dan menganggap variable dependen yang lain konstan. Kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut :
Apabila probabilitas signifikan kurang dari 5%, maka hipotesis alternatif diterima.
Apabila probabilitas signifikan lebih dari 5%, maka hipotesis alternatif ditolak.
4 Hasil dan Pembahasan 4.1 Analisis Deskriptif
Atribut produk memiliki 5 unsur, dari 5 unsur yang sudah di deskriptifkan di atas, unsur yang mendapat nilai tertinggi adalah kualitas produk dengan preentase 70.1% dengan
kategori “baik”. Hal ini menunjukan bahwa
kualitas dari sepatu merek Customade sesuai dengan apa yang ditawarkan kepada konsumennya. Dari 5 unsur atribut produk yang memiliki nilai terendah adalah merek produk yag mendapat presentase ssebesar 65.4% dan termasuk dalam kategori cukup baik. Hal ini menunjukan dimana merek dari Customade sudah cukup baik untuk menarik kenginan konsumen untuk membeli dan cukup mudah untuk dikenali.
Dari semua pernyataan pada variabel Keputusan Pembelian yang mendapatkan nilai
tertinggi adalah pernyataan tentang“saya
membelis sepatu merek Customade karena memiliki kualitas yang baik” dengan persentase
sebesar 67.8% masuk dalam kategori “cukup baik”. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen
dari Customade membeli sepatu merek Customade karena percaya dengan kualitas yang diberikan oleh Customade. Pernyataan yang mendapatkan nilai terendah walaupun
masuk dalam kategori “cukup baik” yaitu pernyataan tentang “Saya membeli sepatu
merek Customade ketika sepatu saya mulai
rusak” dengan persentase sebesar 57.8%. Hal
ini menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen Customade membeli sepatu Customade ketika sepatu yang lainnya sudah rusak.
4.2 Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas Data
Menurut Priyatno (2011 : 277) uji normalitas pada model regresi digunakan untuk menguji kenormalan distribusi nilai residual. Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuesioner dapat dilakukan uji normalitas untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak normal. Hasil pengolahan data melalui program SPSS 22 sebagai berikut:
Sumber : Hasil pengolahan data menggunakan SPSS 2.2
JURNAL MANAJEMEN VOL. 6 N0. 1 JUNI 2016
Hasil Uji Normalitas
Pada gambar 4.6 yang ditunjukkan oleh grafik normal probability plot menjelaskan bahwa data pada variabel yang digunakan dinyatakan berdistribusi normal. Hal ini dapat dilihat dengan adanya titik-titik data yang menyebar di sekitar garis diagonal, serta penyebaran titik-titik data searah mengikuti garis diagonal. Jika penyebaran garis diagonal mengikuti arah garis diagonal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
b. Uji Multikolinearitas
Multikolineritas adalah keadaan di mana pada model regresi ditemukan adanya korelasi yang sempurna atau mendekati sempurna antara variabel independen. Beberapa metode uji multikolineritas yaitu salah satunya dengan melihat nilai Tolerance atau Inflation Factor (VIF) pada model regresi.
Multikolineritas dapat dilihat dari nilai Variance Inflation Factor (VIF), nilai tolerance≥ 0,1 atau nilai VIF ≤ 10 maka model persamaan regresi bebas dari gangguan multikolineritas (Ghozali, 2012 : 85). Hasil pengujian multikolineritas dapat dilihat pada tabel 4.6 sebagai berikut:
Tabel 1
Hasil Uji Multikolineritas
Sumber : Hasil pengolahan data menggunakan SPSS 2.2
Dalam tabel di atas terlihat bahwa variabel Atribut Produk memiliki nilai tolerance
di atas 0,1 dan nilai VIF lebih kecil dari 10. Hal ini menunjukkan bahwa tiap variabel dalam model ini tidak terjadi multikolineritas.
c. Uji Heterokedastisitas
Uji heterokesdastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual pada satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Priyatno,
2011:296). Salah satu cara menguji adanya heterokesdastisitas dengan melalui metode
scatterplot, dengan mengamati pola titik-titiknya. Jika titik-titik pada scatterplot
menyebar di atas dan di bawah angka 0 dan tidak membentuk pola tertentu, maka dapat
dikatakan bahwa tidak terjadi
heterokesdastisitas.
Hasil pengolahan data untuk melihat ada tidaknya heterokesdastisitas adalah sebagai berikut:
Coefficientsa
Model
Unstandardize d Coefficients
Standardize d
Coefficients
T Sig.
Collinearity Statistics
B
Std.
Error Beta
Toleranc
e VIF
1 (Constant
) .581 ,288 2.020 ,047
Atribut Produk (X)
.714 ,087 ,697 8.241 ,000 1,000 1,000
Sumber : Hasil pengolahan data menggunakan SPSS 2.2 Gambar 3
Hasil Heterokedastisitas
Dari output di atas dapat diketahui bahwa titik-titik tidak membentuk pola yang jelas. Titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0. jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heterosdastisitas dalam model regresi.
4.6.2 Analisis Regresi Linier Sederhana Pada penelitian ini, analisis regresi sederhana dimaksudkan untuk mengetahui adanya pengaruh variabel Atribut Produk (X) terhadap Keputusan Pembelian (Y). Tujuannya umtuk meramalkan atau memperkirakan nilai variabel Atribut Produk dalam hubungan sebab akibat terhadap nilai variabel Keputusan
Pembelian. Bentuk umum persamaan regresi linier sederhana adalah:
Y= a+bX Keterangan:
Y = Nilai prediksi variabel Citra Perusahaan
a = Konstanta, yaitu nilai Y jika X = 0 b = Koefisien regresi, yaitu nilai
peningkatan atau penurunan variabel Y yang didasarkan varibel X
X = variabel Atribut Produk
Dengan menggunakan bantuan aplikasi program SPSS, didapat output hasil perhitungan regresi linier sederhana sebagai berikut :
Tabel 2
Hasil Linier Sederhana
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardize d
Coefficients
T Sig.
B
Std.
Error Beta
1 (Constant) .581 ,288 2.020 ,047 Atribut
Produk (X)
.714 ,087 .697 8.241 ,000
a.Dependent Variable: Keputusan Pembelian (Y)
JURNAL MANAJEMEN VOL. 6 N0. 1 JUNI 2016
Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 4.7 dapat dirumuskan model persamaan regresi sederhana sebagai berikut:
Y = 0.581 + 0.714X
Berdasarkan persamaan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Konstanta (α) = 0.581. Ini menunjukkan
nilai konstan yaitu jika variabel Atribut Produk = 0, maka Keputusan Pembelian tetap sebesar 0.581.
2. Koefisien (β) = 0.714. Ini menunjukkan
bahwa variabel Atribut Produk (X) berpengaruh secara positif terhadap Keputusan Pembelian (Y) sepatu Customade. Jika variabel Atribut produk ditingkatkan sebesar satu satuan, maka Keputusan Pembelian akan meningkat sebesar 0.714.
4.7 Uji Hipotesis
4.7.1 Uji t (Regresi Parsial)
Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara variabel bebas (Atribut Produk) terhadap variabel terikat (Keputusan Pembelian). Dalam penelitian ini hipotesis statistik yang akan diuji adalah sebagai berikut:
Ho: Atribut produk tidak berpengaruh terhadap
keputusan pembelian sepatu Customade Ha: Atribut produk berpengaruh terhadap
keputusan pembelian sepatu Converse Customade
Kriteria penilaian uji hipotesis adalah:
1. thitung > ttabel dan nilai signifikansi kurang
dari 0,05, maka H0 ditolak dan Ha
diterima. Hal ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan dari variabel Atribut Produk (X) terhadap variabel Keputusan Pembelian (Y)
2. thitung < ttabel dan nilai signifikansi lebih
dari 0,05, maka H0 diterima dan Ha
ditolak. Hal ini menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan dari variabel Atribut Produk (X) terhadap variabel Keputusan Pembelian (Y)
Untuk menentukkan nilai ttabel, maka diketahui
dengan rumus:
a) Derajat kebebasan (df) = (n-k-1) dan
tingkat kesalahan (α) = 5%
b) n = jumlah sampel
c) k = jumlah variabel bebas dan terikat d) maka df = 74-1-1= 72 sehingga
didapatkan ttabel = 1.669
Berikut tabel hasil perhitungan dari Hasil Uji t menggunakan program SPSS 22 :
Tabel 3 Hasil Uji t
Sumber : Hasil pengolahan data menggunakan SPSS 22 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa:
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B
Std.
Error Beta
1 (Constant) .581 .288 2.020 ,047
Atribut
Produk (X) .714 .087 .697 8.241 ,000
Variabel Atribut produk (X) memiliki nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel karena nilai t hitung (8.241) > t tabel (1.669) dan tingkat signifikansi 000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari variabel Atirbut produk (X) terhadap Keputusan pembelian (Y) sepatu Customade.
4.7.2 Koefisien Determinasi (R2 )
Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk melihat seberapa besar kontribusi variabel bebas (X) yaitu: Atribut Produk terhadap variabel terikat (Y) yaitu Keputusan Pembelian. Hasil koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel 4.9 sebagai berikut:
Tabel 4
Hasil Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .697a .485 .478 .498851
a. Predictors: (Constant), Atribut Produk b.Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Sumber : Hasil pengolahan data menggunakan SPSS 2.2
Dari tabel tersebut di atas dapat diketahui nilai R sebesar 0.697 maka koefisien determinasi dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:
KD = R2 X100% = 0.485 x 100% = 48.5%
Berdasarkan hasil perhitungan rumus di atas diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 48.5%. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh variabel Atribut Produk (X) terhadap variabel Keputusan Pembelian (Y) adalah sebesar 48.5%. Sedangkan sisanya sebesar 41.5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti di dalam penelitian ini.
5. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
Atribut Produk sepatu Customade
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis deskriptif, Atribut Produk sepatu Customade menurut tanggapan responden secara
keseluruhan masuk ke dalam kategori “cukup baik”. Dari jawaban responden terhadap delapan
belas pernyataan mendapat nilai skor total sebesar 4521 atau 67.9% masuk dalam kategori
“cukup baik”. Hal ini menunjukkan bahwa
Sepatu Cutomade memiliki atribut produk yang cukup baik dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan di tawarkan pada konsumen, Sepatu Customade memiliki merek yang cukup dikenal oleh para konsumennya, nyaman dipakai, merupakan produk yang tahan lama, memiliki ciri khas yang kuat dan kemasan yang menarik.
Dari semua pernyataan pada variabel Atribut Produk yang mendapatkan nilai tertinggi terdapat pada elemen kualitas produk dengan persentase sebesar 70.1% masuk kategori
“baik”. Sedangkan elemen dari atribut produk
yang mendapatkan nilai terendah terdapat pada elemen fitur produk dengan persentase sebesar
65,65% masuk kategori “cukup baik”
Keputusan Pembelian sepatu Customade
JURNAL MANAJEMEN VOL. 6 N0. 1 JUNI 2016
keseluruhan masuk ke dalam kategori “cukup baik”. Dari 6 pernyataan variabel Keputusan
Pembelian secara keseluruhan mendapat nilai skor total sebesar 1417 atau 63.8% dan masuk
dalam kategori “cukup baik”. Hal ini
menunjukan bahwa konsumen khususnya pada pembelian periode tahun 2014 banyak yang memutuskan untuk membeli produk sepatu merek Customade. Hal ini dikarenakan sepatu Customade memiliki atribut-atribut produk yang dianggap penting dan sesuai untuk kebutuhan mereka.
Dari lima pernyataan pada variabel Keputusan Pembelian yang mendapatkan nilai tertinggi adalah
pernyataan tentang “Saya membeli sepatu Customade karena memiliki kualitas yang baik”
dengan persentase sebesar 67.8% masuk dalam
kategori “cukup baik”. Pernyataan yang
mendapatkan nilai terendah walaupun masuk dalam
kategori “baik” yaitu pernyataan tentang “Saya
membeli sepatu merek Customade ketika sepatu
saya rusak.” dengan persentase sebesar 57.8%.
Pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian sepatu Customade
Atribut Produk sepatu Customade berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian pada pembelian periode tahun 2015. Hal ini dapat dilihat dari hasil t hitung > t tabel ( 8.241> 1.669) dan tingkat signifikansi 000 < 0,05. Besarnya pengaruh variabel Atribut Produk terhadap variabel Keputusan Pembelian secara keseluruhan dapat dilihat dari hasil perhitungan koefisien determinasi (R2) yaitu sebesar 48.5%. Sedangkan sisanya sebesar 41.5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan di atas, penulis dapat memberikan beberapa saran yang kiranya dapat berguna bagi perusahaan yaitu:
Perusahaan agar mengembangkan atribut produk dari sepatu Customade yang dinyatakan cukup baik menurut tanggapan responden, dan agar lebih memaksimalkan potensi dari atribut-atribut produk yang sudah di tawarkan agar para konsumen semakin percaya dengan produk dari Customade. Dilihat dari tanggapan responden yang telah mengakui akan kualitas dari sepatu Customade, agar elemen-elemen
lain dari atribut produk lebih tingkatkan lagi untuk menunjang permintaan pasar yang makin beragam dan konsumen yag semakin pintar dalam hal memilih kebutuhan akan fashion.
Perusahaan agar lebih inovatif dalam hal apa yang ingin ditonjolkan dan menjadi ciri khas dari Customade agar penjualan dan merambah pasar yang semakin luas.
Perusahaan disarankan agar menelaah dan melakukan penelitian terhadap faktor-faktor lain di luar Atribut produk yang memiliki pengaruh cukup besar. Berdasarkan hasil koefisien determinasi yaitu sebesar 41.5%.
Adapun saran bagi penelitian selanjutnya: Melakukan penelitian tentang SDM
secara internal perusahaan seperti tanggung jawab sosial terhadap karyawan dan kesejahteraan karyawan.
Melakukan penelitian terhadap bidang CSR untuk menunjang dan mamajukan ekonomi warga sekitar tempat pembuatan sepatu Customade.
Mengkaitkan variabel Atribut Produk dengan variabel lain selain variabel Kerputusan Pembelian misalnya variabel proses keputusan pembelian, kepuasan konsumen dan lain sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
1. Amir, M Taufiq. 2007. Dinamika Pemasaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
2. Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi.
3. Kotler, Philip dan Gary Armstrong. 2008. Prinsip-Prinsip Pemasaran Jilid 1. Jakarta: Erlangga
4. Kotler dan Keller. 2009. Manajemen Pemasaran Jilid 1 Edisi Ke 13. Jakarta: Erlangga
5. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta 6. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian
Kuantitatid Kualitatif dan R&D.
LEADERSHIP DEVELOPMENT, EMPOWERING LEADERSHIP DAN PERAN JOB SATISFACTION SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DALAM UPAYA MENINGKATKAN
ORGANIZATIONAL COMMITMENT
Maria Valeria Roellyanti
Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan [email protected]
Abstract
The study was aimed to examine the effect of Leadership Development and Empowering Leadership on the Organizational Commitment, that mediated by Job Satisfaction. Respodent of this study was taken from employees of Disperindagkop of Sleman Regency.
This study was conducted considering two factors of Leadership Development, i.e. coaching, training and development and four factors of Empowering Leadership, i.e. enhancing the meaningfulness of work, fostering participation in decision making, expressing confidence in high performance, providing autonomy from bureaucratic constraints. The Structural Equation Modeling (SEM) were used for developing theoretical and analyzing of this study..
Result of this study found that the two factors of Leadership Development and four factors of Empowering Leadership effected on Job Satisfaction, and than the correlation between Job Satisfaction and the organizational commitment was founded positive effect.
Development policies and programs in Disperindagkop should therefore focus on building Leadership Development and Empowering Leadership to make the hight Job Satisfaction and hight organizational commitment of it’s employees.
Keywords: Leadership Development, Empowering Leadership, Job Satisfaction, Organizational Commitment, Structural Equation Modeling.
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Menurut (Kriemadis & Papaioannou, 2006), kita hidup di era globalisasi di bidang social, ekononi, budaya, dan juga lingkungan teknologi, dimana organisasi mampu meraih kesuksesan jika memiliki sumber daya yang mencukupi, antara lain adalah; bahan baku, fasilitas dan perlengkapan, dan juga yang sangat penting adalah sumber daya manusia. Terkait dengan pernyataan (Kriemadis & Papaioannou, 2006) terutama yang menyangkut sumber daya manusia, maka kalangan praktisi
semestinya memberikan perhatian serius bagi sumber daya manusis. Dalam masyarakat modern saat ini, persaingan dan pertumbuhan
ekonomi yang cepat mempengaruhi
perkembangan mental dan fisik karyawan di tempat kerja. Komitmen organisasi, tidak terlepas dari persepsi karyawan terhadap
kepemimpinan. Kemudian
JURNAL MANAJEMEN VOL. 6 N0. 1 JUNI 2016
Departemen sumber daya manusia memegang peran penting dalam manajemen. Hal ini terjadi karena fungsi sumber daya manusia merupakan fungsi yang penting, Karen memegang aktivitas organisasi. Menurut para peneliti, asset sumber daya manusia dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif yang berkelanjutan karena asset-aset manusia tersebut mempunyai penghetahuan dan kompleksitas social yang sulit ditiru oleh para pesaing. Praktek-praktek sumber daya manusia dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif yang berkelanjutan antara lain, selektivitas dalam rekrutmen, pemberian upah yang memadai, pembagian informasi, keterlibatan dan pemberdayaan, pelatihan dan pengembangan, maupun keadilan keorganisasian.
Beberapa penelitian telah dilakukan oleh para praktisi maupun akademisi, terkait dengan
kepemimpinan dan perannya dalam
mempengaruhi tingkat komitmen karyawan. Menurut (Tsai, Tsai, & Wang, 2011) dalam penelitiannya yang berjudul “A study on the relationship between leadership style, emotional intelligence, self-efficacy and organizational commitment:A case study of the Banking Industry in Taiwan”, yang bertujuan menganalisis dengan metode penelitian kuantitatif untuk mengetahui dampak antara kecerdasan emosional dan gaya kepemimpinan, self-efficacy dan komitmen organisasi karyawan di industri perbankan di Taiwan. Studi ini menemukan bahwa emosional intelijen supervisor memiliki pengaruh positif signifikan terhadap gaya kepemimpinan, bahwa seorang supervisor dengan kecerdasan emosional yang tinggi mampu mengangkat self efficacy
karyawan, kemudian self-efficacy karyawan berpengaruh signifikan positif terhadap komitmen organisasi.
Dalam penelitian (Chou, 2013; Gelaidan, 2011) membuktikan bahwa visi pimpinan berdampak pada tingkat komitmen karyawan pada organisasi tempat mereka bekerja. Kinerja bisnis sering berhubungan dengan komitmen karyawan yang mana di pertimbangkan sebagai
prakondisi prilaku perusahaan. Beberapa faktor yang meningkatkan komitmen, visi pimpinan merupakan faktor sensitif dan faktor nilai yang menjadi pertimbangan oleh karyawan. Sebelumnya (Yaqoob, 2009) melakukan studi yang berkaitan dengan pengaruh dari
Leadership Development pada kinerja karyawan, dengan lima factor dari Leadership Development yang mencakup pembelajaran (coaching), pelatihan dan pengembangan (training and development), pemberdayaan (empowerment), partisipasi (participation) dan pendelegasian (delegation). Dalam penelitian ini menemukan bahwa 50% kinerja karyawan dipengaruhi oleh factor-faktor Leadership Development , sedangkan 50% faktor –faktor lainnya yang mempengaruhi kinerja karyawan. Organisasi sebagai suatu tatanan birokrasi administratif atau suatu masyarakat insani (human community) yang hidup dan tumbuh kembang. Organisasi juga merupakan tempat mencari nafkah atau habitat untuk menumbuh kembangkan potensi insani dan wahana di mana orang mencari makna. Pandangan ini mengindikasikan adanya saling ketergantungan antara organisasi dan sumber daya manusia. Organisasi menjadi besar karena kompetensi dan prilaku yang karyawan yang memberikan kontribusi positif bagi kinerja organisasi. Sebaliknya organisasi secara manajerial juga harus memberikan kepuasan bagi karyawannya. Dari latar belakang masalah di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Peran Leadership Style, dan Job Satisfaction
sebagai mediasi pada Organizational Commitment”.
1.2. Perumusan Masalah
dimediasi oleh Job Satisfaction, yang dilakukan di perusahaan milik daerah.
Penelitian ini mencoba menggali dan menguji keberadaan konstruk Job Satisfaction yang diproksikan dengan penilaian tingkat kepuasan kerja yang dirasakan dalam mempengaruhi komitmen afektif karyawan pada organisasi tempat mereka bekerja. Dengan demikian, setidaknya ada dua pertanyaan penelitian yang perlu dijawab dalam penelitian ini yaitu :
1) Apakah terdapat pengaruh Leadership Development terhadap job satisfaction? 2) Apakah terdapat pengaruh Empowering
Leadership terhadap job satisfaction? 3) Apakah Job Satisfaction mampu
berperan sebagai mediasi pengaruh
Leadership Development dan
Empowering Leadership terhadap
Organizational Commitment?
1.3.Tujuan Penelitian
Penelitian ini tentang peran Leadership Development dan Empowering Leadership ,
dan pengaruhnya pada komitmen
Organizational Commitment dengan dimediasi oleh job satisfaction bertujuan untuk :
1) Menginvestigasi dan memperoleh bukti empiris tentang pengaruh Leadership Development terhadap job satisfaction. 2) Menginvestigasi dan memperoleh bukti
empiris tentang pengaruh Empowering Leadership terhadap job satisfaction. 3) Menginvestigasi dan memperoleh bukti
empiris tentang peran variabel job satisfaction sebagai mediasi pengaruh
Leadership Development dan Leadership Empowerment terhadap Organizational Commitment.
1.4. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pemahaman bagi praktisi maupun pengembangan penelitian yang berkaitan dengan Leadership Development
dengan factor-faktor: pembelajaran (coaching),
pelatihan dan pengembangan (training and development), pemberdayaan (empowerment), partisipasi (participation) dan pendelegasian (delegation), yang diharapkan dapat meningkatkan komitmen affektif karyawan pada organisasi di mana mereka bekerja.
Secara praktis, diharapkan dapat memberikan masukan dan memahami berbagai aspek perilaku karyawan terkait dengan kepemimpinan dan job satisfaction dan tingkat komitmen afektif karyawan dengan menelusuri faktor-faktor Leadership Development yang selanjutnya secara potensial dapat memberikan kegunaan bagi organisasi dan komitmen afektif karyawan pada organisasinya.
Temuan penelitian ini juga diharapkan dapat memperkaya pemahaman dan memberikan penjelasan mengenai keberadaan konstruk Job Satisfaction dan pola hubungannya dengan komitmen afektif karyawan.
II. LANDASAN TEORI 2.1. Leadership Development
Program Leadership Development bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan manajer pada semua level pada bagian operasional, taktik, strategi dan penigkatan kepribadian yang lebih baik (Yaqoob, 2009). Adapun (Luthans & Kyle., 2000) mengutarakan pendapatnya bahwa dimensi utama kepemimpinan yang efektif melibatkan, memperkuat dan memotivasi orang lain untuk mendorong kinerja yang unggul. Disamping itu imbalan keuangan dan non-keuangan dapat dimanfaatkan untuk tujuan perusahaan.
JURNAL MANAJEMEN VOL. 6 N0. 1 JUNI 2016
pergantian karyawan. Teori motivasi mendorong para pemimpin untuk mengikat hasil penting dari perilaku yang diinginkan. Untuk mempertahankan motivasi, pemimpin harus menunjukkan kepada karyawan hubungan erat antara kinerja dan penghargaan.
Untuk menerapkan kebijakan pengelolaan sumber daya manusia yang tepat, diperlukan seorang pemimpin yang memiliki kompetensi tinggi dan pengalaman yang cukup dalam mengelola karyawan. Kompetensi dan kemampuan seorang pemimpin perlu terus dikembangkan. Seorang pemimpin harus mampu memberdayakan, mendelegasikan tugas kepada bawahan, sekaligus melatih dan meningkatkan partisipasi karyawan untuk meraih tujuan organisasi.
2.2. Empowering Leadership
Menurut (Byham & Cox, 1988) pemberdayaan didefinisikan sebagai membantu karyawan untuk mengambil tindakan secara mandiri terkait dengan pekerjaannya. Seorang pemimpin harus mampu memberdayakan bawahannya, sebagaimana seorang pemimipin harus mendapatkan pekerjaan yang dilakukan melalui standar kualitas tinggi, mendapatkan pekerjaan yang dilakukan melalui orang secara efisien dan efektif. Dalam meraih hasil kerja yang berkualitas, kepuasan kerja dan komitmen organisasi karyawan harus diperhatikan.
Menariknya, pemimpin yang sukses menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berinteraksi dengan anak buahnya. Kemudian, pemimpin yang efektif memberikan hasil yang berkualitas melalui karyawan yang memiliki kepuasan kerja dan berkomitmen yang tinggi. Pemimpin yang efektif mengelola sumber daya manusia melalui memotivasi dan memperkuat perilaku dan meningkatkan nilai-nilai mereka dengan berkomunikasi dengan anak buah (karyawan) secara teratur.
Menurut (Abdollahi, Naveh Ibrahim, 2011) dalam (Hossein, Saleh, Iman, & Jaafar, 2012) tantangan utama dalam mengelola sumber daya
manusia adalah tantangan untuk meningkatkan pengetahuan sumber daya manusia. Pentingnya Sumber Daya Manusia sebagai faktor yang paling signifikan dalam rantai aktivitas setiap organisasi telah terbukti sejak lama dan organisasi telah memperhatikan masalah ini, dan telah membuat prioritas untuk meningkatkan kinerja mereka.
2.3.Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja merupakan salah satu studi yang secara luas dipelajari dan digunakan sebagai konstruk pengukuran dalam penelitian perilaku keorganisasian dan literatur manajemen. Pemahaman tentang konsep kepuasan kerja membantu para peneliti bidang keprilakuan untuk memahami efek dari konsep ini yaitu misalnya komitmen organisasional, penilaian kinerja maupun intensitas turnover. Pentingnya pemahaman tentang konsep kepuasan kerja dipertegas oleh (Narang & Dwivedi, 2010) mengatakan bahwa kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepuasan hidup karena sebagian besar waktu manusia dihabiskan di tempat kerja.
Maslow (1943) dalam (Baron dan Greenberg, 1990) mengatakan bahwa semua manusia setidaknya mempunyai lima hirarki kebutuhan yaitu kebutuhan fisikal (physiological needs), keamanan (safety needs), sosial (social needs), penghargaan (esteem needs) dan aktualisasi diri (self actualization). Menurut (Greenberg, 1990) dengan Teori Motivasi-Higiene ( Motivation-Hygiene Theory) mengemukakan bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi kepuasan dan ketidak puasan individu terhadap pekerjaan yatu instrinsik dan ekstrinsik. Menurut Herzberg, faktor-faktor intrinsik seperti kesempatan karyawan untuk mencapai prestasi individu, pengakuan oleh supervisor, kerja itu sendiri dan pertumbuhan berkaitan dengan kepuasan kerja. Sebaliknya, faktor-faktor ekstrinsik seperti kebijakan perusahaan, admininistrasi, supervisi, dan kondisi pekerjaan berkaitan dengan ketidakpuasan.
2.4.Komitmen Organisasi (Organizational Commitment)
Komitmen organisasi sebagai jasa identifikasi (kepercayaan terhadap nilai-nilai organisasi), keterlibatan (kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin demi kepentingan organisasi) dan loyalitas (keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi yang bersangkutan) yang dinyatakan oleh seorang karyawan terhadap perusahaannya, komitmen organisasi merupakan kondisi dimana karyawan sangat tertarik terhadap tujuan, nilai-nilai, dan sasaran organisasinya. Menurut (Meyer, Stanley, Herscovitch, & Topolnytsky, 2002), tiga dimensi komitmen organisasi adalah :
a. Komitmen afektif (affective commitment): keterikatan emosional karyawan dan keterlibatan dalam organisasi.
b. Komitmen berkelanjutan ( continouence commitment): komitmen berdasarkan kerugian yang berhubungan dengan keluarnya karyawan dari organisasi. Hal ini mungkin karena kehilangan senioritas atas promosi atau benefit.
c. Komitmen normaif ( normative commitment): perasaan wajib untuk tetap
berada dalam organisasi karena memang harus begitu; tindakan tersebut merupakan hal benar yang harus dilakukan.
Dessler memberikan pedoman khusus untuk mengimplementasikan sistem manajemen yang mungkin membantu memecahkan masalah dan meningkatkan komitmen organisasi pada diri karyawan :
1. Berkomitmen pada nilai manusia:
membuat aturan tertulis,
memperkerjakan manajer yang baik dan tepat, dan mempertahankan komunikasi.
2. Memperjelas dan
mengkomunikasikan misi organisasi: memperjelas misi dan ideologi; berkharisma; menggunakan praktik perekrutan bertdasarkan nilai; menekankan orientasi berdasarkan nilai dan pelatihan; membentuk tradisi,
3. Menjamin keadilan organisasi: memiliki prosedur penyampaian keluhan yang komprehensif; menyediakan komunikasi dua arah yang ekstensif,
4. Menciptakan rasa komunitas:
membangun homogenitas
berdasarkan nilai; keadilan; menekankan kerja sama, saling mendukung, dan kerja tim, berkumpul bersama,
5. Mendukung perkembangan
karyawan: melakukan aktualisasi; memberikan pekerjaan menantang pada tahun pertama; memajukan dan memberdayakan; mempromosikan dari dalam; menyediakan aktifitas
perkembangan; menyediakan
keamanan kepada karyawan tanpa jaminan.
JURNAL MANAJEMEN VOL. 6 N0. 1 JUNI 2016
Kurnianto Tjahjono (2006). Indikator dari variabel ini adalah:
a. Karyawan merasa bahagia menjalani karirnya.
b.Karyawan merasa bahwa permasalahan yang dihadapi perusahaan juga merupakan permasalahan karyawan.
c. Karyawan memiliki rasa kepemilikan yang kuat pada tempat kerja.
d.Secara emosional, karyawan memiliki ikatan perasaan dengan tempat kerja. e. Karyawan merasa sebagai bagian
keluarga dari tempat kerja.
f. Karyawan merasa memiliki makna pribadi di kantor mereka bekerja.
2.5. Research Design
Berdasarkan latar belakang dan hasil pengamatan di tempat penelitian dan data-data
yang peneliti peroleh maka dapat ditarik kerangka pemikiran sebagai berikut:
Kerangka Berpikhir
Gambar 1 Kerangka Berpikhir
2.6.Hipotesis
Hipotesis merupakan hal yang paling dalam suatu penelitian ilmiah, dimana hipotesis merupakan suatu petunjuk yang akan mempermudah penulis dalam mengumpulkan data. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasari teori yang relevan belum didasari atas fakta-fakta empiris yang diperoleh dari pengumpulan data. Adapun hipotesis dalam penelitian ini, antara lain :
2.7. Leadership Development dan Job Satisfaction
Pembelajaran dapat digunakan dalam pekerjaan untuk mengidentifikasi permasalahan seputar
karyawan/pegawai, atau merupakan alat yang
bisa digunakan untuk memecahkan
permasalahan yang dihadapi oleh karyawan. (Champathes, 2006) selain itu pembelajaran merupakan teknik yang penting untuk meningkatkan kinerja. Pembelajaran akan terjadi interaksi dua arah di mana pelatih mengidentifikasi apa-apa yang dapat
dikembangkan dan bagaimana cara
mengembangkannya. Lebih jauh pemebelajaran dutujukan “ beliefs and behaviors that hinder performance” (Toit, 2007). Pembelajaran dapat ditinjau lebih jauh, bahwa pembelajaran adalah segala sesuatu tentang bagaimana membantu seseorang untuk meningkatkan kinerjanya (Starr, 2004).
I. Leadership
Development:
1. coaching
2. training and
development Job
Satisfaction
(Y1)
Organizational Commitment
(Y2)
Pelatihan dan pengembangan didesain untuk meningkatkan ketrampilan karyawan sehingga akan lebih baik. Peningkatan ketrampilan dapat dilakukan dengan memformalkan kebijakan pelatihan dan pengembangan karyawan. Pelatihan dan pengembangan diupayakan dapat meningkatkat kepuasan kerja dan komitmen karyawan pada organisasi di mana mereka bekerja. Lebih jauh organisasi harus mengisi kesenjangan antara pencapaian kinerja dengan kinerja yang diharapka oleh organisasi (Sahinidis, 2008).
Dengan demikian dapat ditarik suatu hipotesis : H1 : Ada pengaruh positif signifikan antara
leadership development pada Job Satisfaction.
2.7.1. Empowering Leadership dan Job Satisfaction
Menurut (Duvall, 1999) sukses sebagai pencapaian, prestasi dan pencapaian yang merupakan konsekuensi dari pemberdayaan. Dia mengungkapkan konsekuensi ini dalam bentuk keberhasilan melalui pemberdayaan sebagai (1) keberhasilan individu dalam bentuk kinerja peran karyawan, (March 2008) keberhasilan organisasi yang dicapai sebagai anggota organisasi dalam mencapai tujuan organisasi secara kolektif, dan (3) anggota dalam organisasi berbagi pengalaman kerja yang saling menguntungkan dan memuaskan untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan baik sosial dan pribadi. Selanjutnya (Bartram, 2007)
mengungkapkan dalam penelitiannya bahwa pemberdayaan memiliki korelasi positif yang signifikan dengan kinerja dan kepuasan. Berdasarkan beberapa penelitian di atas maka diusulkan hipotesis berikut :
H 2: Ada hubungan positif antara Leadership Development terhadap Job Satisfaction.
2.7.2. Job Satisfaction dan Organizational Commitment
Banyak cara yang dilakukan oleh kalangan praktisi untuk meningkatkan komitmen karyawan terhadap organisasinya. Karena para praktisi menyadari bahwa komitmen karyawan yang tinggi mampu meningkatkan kinerja organisasi, seperti penelitian yang dilakukan oleh (Meyer et al., 2002), kemudian (Hafer & Martin, 2006) komitmen mampu meningkatkan mobilitas karyawan yang akan member kontribusi positif bagi organisasi.
Terkait dengan peran kepuasan kerja yang mampu meningkatkan komitmen organisasi dilakukan oleh (Bakhshi, Kumar, & Rani, 2009). Bakhshi, Kumar, & Rani, (2009) membuktikan secara empiris bahwa komitmen organisasi secara signifikan positif dipengaruhi oleh kepuasan kerja. Dari beberapa penelitian yang telah diuraikan di atas, maka ditarik hipotesis (H4) sebagai berikut:
H3: Ada hubungan positif antara Job Satisfaction dengan Organizational Commitment
III. METODE PENELITIAN
3.1.Obyek /Subyek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Kantor Disperindagkop kabupaten Sleman. Sedangkan obyek penelitian ini adalah karyawan di Kantor Disperindagkop kabupaten Sleman.
3.2.Populasi dan Sampel
Responden penelitian ini dipilih karyawan yang memiliki kualifikasi dan pengalaman yang cukup. Oleh karena itu teknik convenience
sampling digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan selama dua bulan dengan jumlah kuesioner yang disebar sebanyak 200 buah.
3.3. Jenis Data Penelitian
JURNAL MANAJEMEN VOL. 6 N0. 1 JUNI 2016
khusus dibentuk oleh peneliti. Penelitian yang bersifat survey sering menggunakan wawancara, kuesioner, atau observasi orang dan fenomena (Tjahjono, 2009).
3.4.Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan metode
survey yaitu metode pengumpulan data primer dengan memberikan pertanyaan kepada responden individu. Data diperoleh dengan kuesioner yang dibagikan secara langsung kepada karyawan, yang memuat pertanyaan yang berkaitan dengan Leadership Development, Job Satisfaction, dan
Organizational Commitment.
.
3.5.Pengukuran Variabel
Untuk mengukur Variabel eksogen Leadership Development dan Empowering Leadership,
masing-masing jawaban adalah : Sangat Tidak Setuju (skor 1), Tidak Setuju (skor 2), Netral (skor 3), Setuju (skor 4), Sangat Setuju (skor 5,). Untuk mengukur variable endogen yaitu,
Job satisfaction dan Organizational Commitment adalah : Sangat Tidak Setuju (skor 1) Tidak Setuju (skor 2), Netral (skor 3), Setuju (skor 4), Sangat Setuju (skor 5).
3.6.Metode Uji Instrumen Penelitian
Metode pengujian instrument dimaksudkan untuk menguji validitas dan reliabilitas kuesioner yang akan digunakan dalam penelitian sehingga dapat diketahui sampai sejauh mana kuesioner dapat menjadi alat pengukur yang valid dan reliabel dalam mengukur suatu gejala yang ada (Tjahjono, 2009).
3.6.1. Uji Validitas
Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat mengukur apa yang ingin diukur (Sekaran, 2000). Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuesioner atau daftar pertanyaan. Ada syarat penting yang berlaku pada sebuah kuesioner yaitu keharusan sebuah kuesioner untuk sahih dan handal. Pengujian dimulai dengan menguji validitas terlebih
dahulu baru diikuti oleh uji reliabilitas, jadi jika ada sebuah butir yang tidak sahih maka otomatis dibuang. Butir-butir yang sudah sahih kemudian
baru secara bersama-sama diukur
reliabilitasnya, untuk mengetahui keandalan kuesioner tersebut.
Validitas menguji seberapa baik instrument yang dikembangkan dalam mengukur konsep tertentu (Tjahjono, 2009) Pengujian validitas dilakukan untuk menunjukan sejauh mana suatu alat ukur mengukur apa yang diukur atau dengan kata lain apakah alat ukur tersebut telah tepat untuk mengukur obyek yang diteliti. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment dengan taraf signifikansi kurang dari 5%.
3.6.2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas mencerminkan konsistensi dan stabilitas. Konsistensi mengindikasikan seberapa bagus item-item dalam mengukur sebuah konsep. Cronbach’s Alpha merupakan koefisien reliabilitas yang mengindikasikan seberapa bagus item-item terkorelasi secara positif antara yang satu dengan yang lain. Apabila Cronbach’s Alpha semakin mendekati angka 1, maka semakin tinggi pula reliabilitas konsistensi internal (Tjahjono, 2009).
3.7.Uji Hipotesis dan Analisis Data
Setelah data dilakukan uji validitas, reliabilitas dan uji normalitas, maka data yang sudah memenuhi syarat tersebut dapat dilakukan analisis terkait dengan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.
3.7.1. Analisis Kuantitatif
Yaitu menganalisis data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan. Data kualitatif yang diangkakan (scoring) misalnya terdapat dalam skala pengukuran. Data kuantitatif yang berwujud angka-angka sebenarnya merupakan bahan dasar setiap penelitian yang bersifat statistik.
Penelitian ini menggunakan metode analisis
Structural Equation Models (SEM). Metode ini telah berkembang menjadi metodologi yang sering digunakan dalam menyelidiki kebenaran hipotesis yang mengandung unsur hubungan sebab akibat secara struktural yang diturunkan dari teori (theory-derived structural/causal hypotheses).
Metode SEM dilakukan dalam dua tahap utama, yaitu: (a) estimasi terhadap model yang diukur (measuring model), dan (b) estimasi terhadap model struktural (Ghozali, 2013). Dalam proses estimasi terhadap model yang diukur, peneliti akan menguji kecocokan skala yang diusulkan (proposed scales) dengan menggunakan tiga kriteria, yakni unidimensionality, reliability dan
validity.
IV. UJI KUALITAS DATA 4.1. Validitas
Untuk memastikan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini berkualitas, maka
dilakukan uji validitas. Hasil pengujian validitas data dapat dilihat pada tabel 1 berikut:
Table 1 Standardized Regression Weights: (Group number 1 - Default model) Estimate
JP <--- LD .42662
JP <--- LEM .44531
COM <--- JP .90981
x3 <--- LEM .89288
x2 <--- LEM .83422
y1 <--- LD .92243
y3 <--- LD .67826
y11 <--- JP .90718
y12 <--- JP .80725
y9 <--- COM .90328
y8 <--- COM .91095
Y7 <--- COM .86715
Dari table 1 Standardized Regression Weights: (Group number 1 - Default model), hanya menunjukan beberapa indicator dari masing-masing variabel yang valid sehingga dilanjutkan ke langkah berikutnya yaitu, uji reliabilitas.
4.2. Reliabilitas
Setelah data diuji validitasnya, dimana variabel-variabel yang memiliki indikator-indikator yang valid dilanjutkan untuk uji reliabilitas. Untuk
JURNAL MANAJEMEN VOL. 6 N0. 1 JUNI 2016
Table 2 Reliabilitas Variabe
l
Cronbach's
Alpha Reliabilitas
LEM 0,85 Reliabel
LD 0,88 Reliabel
JS 0,85 Reliabel
COM 0,92 Reliabel
Dari table 2 di atas menunjukan semua variabel reliable, sehingga dapat dilanjutkan ke langkah berikutnya.
4.3. Goodness Of Fit
Berikut disajikan table 3 Goodness -Of-Fit Indices, dengan soft ware AMOS, dengan alat analisis SEM 21.0.
Table 3 Goodness -Of-Fit Indices
Goodness-af-fit Index Cut-off Value Value Keteranga
n Chi-square
Diharapkan kecil
Significance Probability ≥0,05 0,034 Marginal
RMSEA ≤ 0,08 0,065 Baik
GFI ≥ 0,90 0,945 Baik
AGFI ≥ 0,90 0,893 Marginal
CMIN/ DF ≤ 2,00 23 Baik
TLI ≥0,95 0,978 Baik
CFI ≥ 0,95 0,986 Baik
Dari table 3 Goodness -Of-Fit Indices di atas menunjukan, sebagian besar data dalam kondisi fit. Sedangkan Significance Probability sebesar 0,034 dan AGFI sebesar 0,893, tidak begitu jauh di bawah yang dipersyaratkan. Namun sebagaian besar fit maka data layak untuk digunakan dalam penelitian.
4.4. Pengujian Hipotesis
Table 4 Regression Weights: (Group number 1 - Default model) hubungan sebab akibat dari variabel eksogen yaitu: Leadership Development dan
Empowering Leadership. Kemudian variabel mediasi Job Satisfaction dan sebagai outcome
dari penelitian ini adalah Organizational Commitment.
Hasil analisis menunjukkan pengaruh
Leadership Development terhadap Job Satisfaction menunjukkan nilai C.R = 2.93847, P = 0.00330, kemudian Empowering Leadership
berpengaruh signifikan positif terhadap Job Satisfaction, yang dibuktikan dengan nilai C.R = 3.22440, P = .00126. Selanjutnya hipotesis tiga juga didukung oleh hasil analisis, dimana nilai C.R = 12.48725 dan nilai P = 0,000.
V. KESIMPULAN
Pada table 4 Regression Weights: (Group number 1 - Default model), dapat disimpulkan bahwa:
1) Leadership Development berpengaruh signifikan positif terhadap Job Satisfaction, artinya adalah jika
Leadership Development meningkat maka Job Satisfaction akan meningkat.
2) Empowering Leadership berpengaruh signifikan positif terhadap Job Satisfaction, artinya adalah jika
Empowering Leadership meningkat maka Job Satisfaction akan meningkat dan
3) Job Satisfaction berpengaruh signifikan positif terhadap Organizational Commitment, artinya adalah jika Job Satisfaction meningkat maka
Organizational Commitment akan meningkat.
Hasil analisis penelitian ini mendukung semua hipotesis yang diajukan. Oleh karena itu hasil penelitian ini bisa menjadi acuan atau referensi bagi kalangan praktisi, ketika ingin meningkatkan komitmen organisasi pada karyawannya. Kepuasan kerja dan komitmen organisasi secara luas telah banyak dibuktikan perannya dalam meningkatkan kinerja
organisasi (Markos & Sridevi, 2010{Gil, 2005 #393).
DAFTAR PUSTAKA
Bakhshi, A., Kumar, K., & Rani, E. (2009). Organizational Justice Perceptions as Predictor of Job Satisfaction and Organization Commitment International Journal of Business and Management, 4(9), 145-154.
Bartram, T. a. G. C. (2007). The relationship between leadership and follower in-role performance and satisfaction with the leader: . Leadership and Organization Development Journal, Volume 28, No. 1(The mediating effects of empowerment and trust in the leader), pp. 4-19.
Byham, W. C., & Cox, J. (1988). Zapp! The lightening of empowerment. Pittsburg: Development Dimensions International Press.
Champathes, M. R. (2006). Coaching for performance improvement:The coach model. Development and Learning in Organizations, 20,
No. 2, pp.17-18.
JURNAL MANAJEMEN VOL. 6 N0. 1 JUNI 2016
Commitment to Change. World Journal of Social Sciences, 3(1), 38-52.
Duvall, C. K. (1999). Developing individual freedom to act empowerment in the knowledge organization. Participation and Empowerment. An International Journal, Volume 7, No. 8, pp. 204-212. Gelaidan, H. A. a. H. M. (2011). Organisational
Culture, Leadership Styles and Employee’s Affective Commitment to Change. Journal of Organizational Management Studies.
Ghozali, I. (2013). Model Persamaan Struktural
Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Greenberg, J. (1990). Organizational justice :
yesterday, to day, and tomorrow.
Journal of Management, 16 (2), 399-432 Hafer, J. C., & Martin, T. N. (2006). Job Involvement or Affective Commitment: A Sensitivity Analysis Study of Apathetic Employee Mobility Institute of Behavioral and Applied Management, 1-18.
Hossein, R. D., Saleh, P. A., Iman, A. m., & Jaafar, A. (2012). An Analysis of the Empowerment level of Employees and It’s Relation to Organizational Factors.
International Journal of Business and Social Science, 3(15), 225-263.
Ismail, A., Yao, A., & Yunus, N. K. Y. (2009). Relationship Between Occupational Stress and Job Satisfaction: An Empirical Study in Malaysia. The Romanian Economic Journal, XII(34), 3-29.
Kriemadis, T., & Papaioannou, A. (2006). Empowerment methods and techniques for sport managers. International Journal of Business and Management, 1(1-2), 117-133.
Luthans, & Kyle. (2000). Recognition: A Powerful, but often Overlooked, Leadership Tool to Improve Employee Performance. Journal of Leadership & Organizational Studies, vol 7, 1.
March 2008, R. C. R., Naresh Kumar, Haslinda Abdullah, Goh Yeng Ling. (2008). Organizational Culture as a Root of
Performance Improvement: Research and Recommendations. Contemporary Management Research, 4(1), 43-56. Markos, S., & Sridevi, M. S. (2010). Employee
Engagement: The Key to Improving Performance. International Journal of Business and Management, 5(12), 89-96. Meyer, J. P., Stanley, D. J., Herscovitch, L., & Topolnytsky, L. (2002). Affective,
Continuance, and Normative
Commitment to the Organization: A Meta-analysis of Antecedents, Correlates, and Consequences. Journal of Vocational Behavior, 61, 20–52 Narang, R., & Dwivedi, A. (2010). Managing
The Job Satisfaction Of Knowledge Workers: An Empirical Investigation
Asia Pacific Journal of Business and Management, 1(1), 1-14.
Parker, R. J., & Kohlmeyer, J. M. (2005). Organizational justice and turnover in public accountant firms. a research note. Accounting, Organizations, and Society, 30, 357-369
Sahinidis, A. G. a. J. B. (2008). Employee perceived training
effectiveness relationship to employee attitudes.
Journal of European Industrial Training (Emerald Publishing Group), Volume 32, No. 1, pp. 63-76.
Sekaran, U. (2000). Research methods for business : a skill-building approach (3 ed.): John Wiley & Sons., Inc.
Starr, J. (2004). The manager’s role in coaching overcoming barriers to success.
Development and Learning in Organizations, 18, No.2, 9-12.
Tjahjono. (2009). Metode Penelitian Bisnis 2.0 Tjahjono, H. K. (2008). Pengaruh Keadilan Keorganisasian dan Modal Sosial, (Vol. 1): UPFE UMY. .
Toit, A. D. (2007). Making sense through coaching. Journal of Management Development, Volume 26, No. 3, pp. 282-291.
self-efficacy and organizational commitment:A case study of the Banking Industry in Taiwan. African Journal of Business Management, 5(13), 5319-5329.
Yaqoob, Q. A. a. S. (2009). Efect of Leadership
Development on Employee