• Tidak ada hasil yang ditemukan

kuliah euntungan dan kerugian pestisida

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "kuliah euntungan dan kerugian pestisida"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

DAMPAK RESIDU

DAMPAK RESIDU

PESTISIDA PADA

PESTISIDA PADA

PRODUK

PRODUK

PERTANIAN

PERTANIAN

(2)

KEUNTUNGAN

KEUNTUNGAN

PESTISIDA

PESTISIDA

 Dapat diaplikasikan secara mudahDapat diaplikasikan secara mudah

 Dapat diaplikasikan hampir disetiap tempat danDapat diaplikasikan hampir disetiap tempat dan

waktuwaktu

 Hasilnya dapat dilihat dalam waktu singkatHasilnya dapat dilihat dalam waktu singkat  Dapat diaplikasikan dalam areal yang luas Dapat diaplikasikan dalam areal yang luas

dalam waktu singkat

dalam waktu singkat

 Mudah diperoleh, dapat dijumpai di kios-kiosMudah diperoleh, dapat dijumpai di kios-kios

pedesaan sampai pasar swalayan di kota pedesaan sampai pasar swalayan di kota

(3)

KERUGIAN

KERUGIAN

PESTISIDA

PESTISIDA

 Keracunan dan kematian pada manusia

 Keracunan dan kematian pada ternak dan hewan piaraan  Keracunan dan kematian pada satwa liar

 Keracunan dan kematian pada ikan dan biota air lainnya  Keracunan dan kematian pada biota tanah

 Keracunan dan kematian pada tanaman

 Keracunan dan kematian pada musuh alami OPT

 Terjadinya resistensi, resurjensi dan perubahan status OPT  Pencemaran lingkungan hidup

 Residu pestisida yang berdampak negatif terhadap

konsumen, dan

(4)

Residu Pestisida

Residu Pestisida

 Residu Pestisida makin dapat perhatian serius

baik bagi kepentingan nasional maupun internasional

 Makin meningkatnya kesadaran konsumen

tentang pengaruh negatif residu pestisida bagi kesehatan

 Makin ketatnya persyaratan keamanan pangan

(mutu produk)

 Terjadinya hambatan perdagangan (ekspor)

 SKB Menteri Kesehatan dan Menteri Pertanian

(5)

Penyebab Meningkatnya Bahaya dan

Penyebab Meningkatnya Bahaya dan

Resiko Pada Produk Buah dan Sayuran

Resiko Pada Produk Buah dan Sayuran

 Dikonsumsi sebagai produk segar (mentah tidak Dikonsumsi sebagai produk segar (mentah tidak

dimasak)

dimasak)

 Perlakuan yang tidak hygienis terhadap Perlakuan yang tidak hygienis terhadap

kontaminan mikrobiologi

kontaminan mikrobiologi

 Meningkatnya perdagangan duniaMeningkatnya perdagangan dunia

 Penggunaan bahan kimia yang berlebihanPenggunaan bahan kimia yang berlebihan

 Informasi mengenai bahaya dan cara perlakuan Informasi mengenai bahaya dan cara perlakuan

untuk meminimalkan bahaya sangat sedikit

untuk meminimalkan bahaya sangat sedikit

 Kesadaran masyarakat akan pentingnya Kesadaran masyarakat akan pentingnya

keamanan pangan sangat kurang

(6)

Bahaya Kimia

Bahaya Kimia

 Pestisida Pestisida  PupukPupuk

 Zat pengatur tumbuhZat pengatur tumbuh  Lilin/waxesLilin/waxes

 DetergenDetergen

 Bahan kimia yang digunakan untuk desinfeksi airBahan kimia yang digunakan untuk desinfeksi air

 Unsur-unsur logam berbahaya : Timbal(Pb), Cadmium, Unsur-unsur logam berbahaya : Timbal(Pb), Cadmium,

Zinc dll

Zinc dll

(7)

Bahaya bahan Kimia

Bahaya bahan Kimia

 Residu Pestisida mempunyai pengaruh yang sangat

merugikan terhadap kesehatan manusia dalam

jangka panjang. Dapat menyebabkan kanker, cacat dan merusak sistem syaraf, endokrin, reproduktif dan sistem kekebalan

 Efek logam berat :

1. Al: Kerusakan urat syaraf dan otak

2. Timbal (Pb) : Kerusakan sistem syaraf,

kemunduran mental, sistem pembentukan sel darah (anemia), ginjal dll

3. Merkuri : Kerusakan sistem syaraf, depresi,

(8)

Tanda dan Gejala Keracunan

Tanda dan Gejala Keracunan

Pestisida

Pestisida

a.

Pestisida Golongan Organoklor

( Dicofan 460 EC ; Keltane 250 EC )

Pestisida golongan organoklor bekerja

mempengaruhi sistem syaraf pusat.

Tanda dan gejala keracunan pestisida

organoklor dapat berupa sakit kepala,

rasa pusing, mual, muntah-muntah,

(9)

b. Pestisida Golongan Organofostat

(Basta 150 EC ; Eagle 480 AS )

 Apabila masuk kedalam tubuh, baik melalui kulit,

mulut dan saluran pernafasan maupun saluran pencernaan, pestisida golongan organofosfat

akan berikatan dengan enzim dalam darah yang berfungsi mengatur bekerjanya saraf, yaitu

kholonesterase. Apabila kholonesterase terikat, maka enzim tersebut tidak dapat melaksanakan tugasnya sehingga syaraf terus-menerus

mengirimkan perintah kepada otot-otot tertentu. Dalam keadaan demikian otot-otot tersebut

(10)

Disamping timbulnya gerakan-gerakan

otot-otot tertentu, tanda dan gejala lain dari

keracunan pestisida organofosfat adalah

pupil atau celah iris mata menyempit

sehingga penglihatan menjadi kabur, mata

berair, mulut berbusa atau mengeluarkan

banyak air liur, sakit kepala, rasa pusing,

berkeringat banyak, detak jantung yang

(11)

c. Pestisida Golongan Karbamat ( Sevin 85 S ; Darmafur 3 G )

 Cara kerja pestisida Karbamat sama dengan

pestisida organofosfat, yaitu menghambat enzim kholonesterase. Tetapi pengaruh pestisida

Karbamat terhadap kholonesterase hanya

berlangsung singkat karena pestisida Karbamat cepat mengurai dalam tubuh.

d. Pestisida Golongan Senyawa / dipiridil ( Top Star 300 EW )

 Senyawa dipiridil dapat membentuk ikatan dan

merusak jaringan epithel dari kulit, kuku, saluran pernafasan dan saluran pencernaan, sedangkan larutan yang pekat dapat menyebabkan

(12)

 Tanda dan gejala keracunan senyawa dipiridil

selalu terlambat diketahui atau disadari karena gejala baru timbul setelah beberapa lama, 24-72 jam setelah keracunan baru terlihat gejala yang ringan seperti sakit perut, mual, muntah, dan diare karena ada iritasi pada saluran

(13)

e. Pestisida Golongan Arsen ( Score 250 EC )

 Keracunan pestisida Arsen pada umumnya

melalui mulut walaupun bisa juga diserap melalui kulit dan saluran pencernaan.

 Tanda dan gejala keracunan akut pestisida

golongan Arsen adalah nyeri pada perut,

(14)

Keracunan Merkuri

Keracunan Merkuri

 Ketika Merkuri masuk ke air, ia akan diubah oleh

bakteri menjadi metil merkuri atau merkuri organik. Ikan, Kerang, atau binatang laut lainnya yang sudah terkontaminasi merkuri organik, dan dijadikan lauk pauk terus menerus membuat proses keracunan

menjadi lebih cepat. Selain bisa pula masuk melalui makanan, minuman, pernapasan, dan pori-pori kulit.

 Rusaknya sistem saraf motorik, menjadi ciri khusus

pada penyakit karena keracunan merkuri ini. Selain dampak lain seperti sulit berjalan normal, sariawan berkepanjangan, kaki dan tangan kesemutan, sukar berbicara, terganggunya pendengaran, dan

(15)
(16)

HPLC (HIGH

HPLC (HIGH

PERFORMANCE LIQUID

PERFORMANCE LIQUID

CHROMATOGRAPHY)

CHROMATOGRAPHY)

Mengetahui kadar bahan aktif

(mutu formulasi pestisida) yang beredar di lapangan

Mengetahui kadar residu

pestisida dalam hasil

pertanian, produk makanan dan minuman, peternakan perikanan, tanah dan air limbah

Mengetahui kadar senyawa

kimia yang terkandung dalam bahan obat-obatan dan

tanaman

Mengetahui kandungan

senyawa-senyawa protein atau asam amino

Mengetahui kandungan

(17)

KARL FISHER TITRATOR

KARL FISHER TITRATOR

Digunakan untuk mengetahui

kadar air, pestisida, hasil pertanian, oli, lemak CPO (Crude Palm Oil) dsb.

Pengukuran dapat dicetak

melalui komputer,

persentase kesempurnaan pengukuran dapat terbaca di display alat maupun pada

layar monitor komputer dan satuan hasil analisis dapat di set dalam bentuk %, gram

(18)

AAS (ATOMIC

AAS (ATOMIC

ABSORPTION

ABSORPTION

SPEKTROFOTOMETRI)

SPEKTROFOTOMETRI)

 Untuk menganalisis unsur-Untuk menganalisis

unsur-unsur mineral yang terdapat

unsur mineral yang terdapat

pada air, pupuk dan tanah.

pada air, pupuk dan tanah.

 Konsentrasi zat yang Konsentrasi zat yang

terkandung dapat diketahui

terkandung dapat diketahui

secara singkat dalam satuan

secara singkat dalam satuan

ppm (part per million), ppb

ppm (part per million), ppb

(part per billion).

(part per billion).

 Pengoperasian melalui Pengoperasian melalui

sarana komputer, hasil

sarana komputer, hasil

analisis dapat dilihat dalam

analisis dapat dilihat dalam

layar monitor dan hasilnya

layar monitor dan hasilnya

dapat di cetak (print out).

(19)

GC (GAS

GC (GAS

CHROMATOGRAPHY)

CHROMATOGRAPHY)

 Mengetahui kadar Mengetahui kadar

residu bahan aktif

residu bahan aktif

(mutu formulasi

(mutu formulasi

pestisida) yang

pestisida) yang

beredar di lapangan.

beredar di lapangan.

 Mengetahui kadar Mengetahui kadar

residu pestisida dalam

residu pestisida dalam

hasil pertanian,

hasil pertanian,

peternakan,

peternakan,

perikanan, tanah, air

perikanan, tanah, air

limbah, makanan,

limbah, makanan,

minuman, muntahan

minuman, muntahan

dan cairan lambung.

(20)

No. Nama

Pestisida PestisidaJenis Wilayah Kandungan Bahan Aktif Keterangan 1 Ripcord Insektisida Cirebon Sipermetrin 6 % Palsu 2 Bromacy

l Herbisida Bogor Bromacyl 61,72 % Palsu 3 Score Fungisida -Indramayu

-Karawang Difenokonazol 0 % Bensin 4 Spontan Insektisida Indramayu

Karawang Subang Cirebon

Dimehipo 0 %

5 Furadan Cirebon Karbofuran 0 % Palsu 6 Decis Garut Deltametrin 0 % Palsu

7 Indamin Cirebon Palsu

8 Ally Cirebon Palsu

9 Score Cirebon Difenokonazol 0 %

Terpentin

ANALISA PESTISIDA PALSU

(21)

 JENIS PUPUK SNI HASIL

JENIS PUPUK HASIL UJI LABORATORIUM KIMIA

JENIS PUPUK HASIL UJI LABORATORIUM KIMIA

AGRO

(22)

No

. makananSampel Maksimum Batas Residu

Hasil Analiss Nama

Pestisida Nama Produk

1 Ikan Asin 0,2 mg/kg 0,25 mg/kg Endosulfan Thiodan

2 Pear Taiwan 0,1 mg/kg 0,13 mg/kg - -3 Anggur Red

Globe 1 mg/kg 1,00 mg/kg - -4 Jeruk Mandarin 0,03 mg/kg 0,02 mg/kg -

-5 Paprika Merah - Inhibisi residu

insektisida 2,660 % Inhibisi -6 Paprika Kuning - Inhibisi residu

insektisida 2,660 %- Inhibisi

-7 Paprika Hijau - Inhibisi residu

insektisida 1,340 % Inhibisi -8 Strawberi 1,34% Insektisida Inhibisi -9. Beras, Umbi

Kentang, Tomat - Tidak terdeteksi -

-ANALISA RESIDU PESTISIDA

ANALISA RESIDU PESTISIDA

PADA MAKANAN

(23)

No

. Nama Makanan / Minuman SampelAsal Parameter PemeriksaanHasil Keterangan

1. Bolu Hongkong MUI -Kadar

Benzoat

-Kadar

Alkohol

0,05 % 0,05 %

2. Cheetos MUI Kadar MSG 0,34 %

3. Terasi Udang Rebon cap dua kepala sapi & udang

MUI Mikrobiologi Pallatine Scarleti Logam berat Cu (-)

4. Delmonte Tomato

Sauce MUI

-Kapang -Kamir

4,00 koloni/gr 3,8 x 101 koloni/gr

5. Bumbu Gulai Ikan MUI -Kapang -Kamir

HASIL PEMERIKSAAN

HASIL PEMERIKSAAN

(24)
(25)

Referensi

Dokumen terkait

Kebijakan puritanisme oleh sultan Aurangzeb dan pengislaman orang-orang Hindu secara paksa demi menjadikan tanah India sebagai negara Islam, dengan menyerang berbagai praktek

Moewardi Surakarta yang telah memfasilitasi dan memberikan dukungan dalam penyusunan tesis ini, juga selaku Pembimbing Akademik yang telah memberikan dukungan dan bimbingan

Retribusi Izin Trayek, dipungut atas pemberian izin kepada orang pribadi dan/atau Badan untuk melakukan kegiatan angkutan atau pelayanan jasa angkutan umum pada trayek tetap

Motif sebab dari pengguna narkoba diantaranya kurangnya pemahaman terhadap penggunaan narkoba, kurangnya perhatian dan kasih sayang dari keluarga, pengaruh dari

Pada penelitian ini, nilai fitness ROI ditentukan oleh seberapa besar penghematan energi yang dihasilkan oleh variasi jenis kaca dan penggunaan insulasi atap

Variasi kadar air kaca (waterglass) sebagai bahan pengikat pembuatan cetakan pasir kering (dry sand) akan mempengaruhi kekerasan dan kekuatan tarik produk pulley

Dari pengolahan data minyak sawit mentah (CPO) diperoleh kesimpulan yaitu pengendalian persediaan minyak sawit mentah (CPO) dengan metode EOQ tahun 2011 sebanyak 1.138 ton dengan

BUMdes (Badan Usaha Milik Desa) merupakan sebuah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomian serta dibentuk