• Tidak ada hasil yang ditemukan

jurnal PENGARUH PERKEMBANGAN EMOSIONAL D

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "jurnal PENGARUH PERKEMBANGAN EMOSIONAL D"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PERKEMBANGAN EMOSIONAL DAN SEKSUALITAS TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN REMAJA

Fauzia Umami Shidiq NIM 1500672

Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

Universitas Pendidikan Indonesia

Jalan Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung 40154 Jawa Barat-Indonesia

[email protected]

ABSTRAKSI

Masa remaja adalah masa transisi atau masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, yang di awali dengan pubertas. Pada masa ini terjadi berbagai pekembangan baik secara fisik maupun psychologi. Perkembangan kepribadian remaja Secara bertahap, dimulai dengan menemukan identitas atau jati dirinya. Hal ini di pengaruhi oleh iklim keluarga, tokoh idola, dan peluang untuk mengembangkan diri. Masa remaja disebut juga masa untuk menemukan identitas diri (self identity). Usaha pencarian identitas pun, banyak dilakukan dengan menunjukkan perilaku coba-coba, perilaku imitasi atau identifikasi. Tindakan untuk menemukan identitas diri ini karena remja ingin diakui keberadaannya dalam lingkungannya, sehingga remaja melakukan berbagai cara untuk menunjukan eksistensinya. Puncak emosionalitas remaja berpengaruh pada perkembangan organ seksualnya. Remaja cenderung sensitif dan reaktif, emosi negatif, dan tempramental. Untuk mencapai kematangan emosionalnya, remaja memerlukan lingkungan yang kondusif, yaitu hubungan yang harmonis, saling menghargai, dan mempercayai. Kegagalan menyesuaikan diri dengan lingkungan menyebabkan remaja menjadi agresif atau melarikan diri dari kenyataan.

(2)

Pendahuluan

Pada hakikatnya manusia merupakan pribadi yang utuh dan memiliki sifat-sifat sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Dalam kedudukannya sebagai makhluk individu ,seseorang menyadari bahwa dalam kehidupannya memiliki kebutuhan yang diperuntukan bagi kepentingan diri prubadi,baik fisik maupun non fisik.kebutuhan diri pribadi tersebut meliputi kebutuhan fisik dan kebutuhan sosio-psikologis. Kehidupan diri pribadi seseorang individu merupakan kehidupan yang utuh dan lengkap dan memilki ciri khusus dan unik. Kehidupan pribadi seseorang menyangkut berbagai aspek,antara lain; aspek emosional,sosial psikoloogis dan sosial budaya, serta kemampuan intelektual yang terpadu secara integratif dengan faktor lingkungan kehidupan.

Kekhususan kehidupan pribadi bermakna bahwa segala kebutuhan dirinya memerlukan pemenuhan dan terkait dengan masalah-masalah yang tidak dapat disamakan dengan individu yang lain. Oleh karenanya setiap pribadi akan dengan sendirinya menampakan ciri yang khas yang berbeda denagan pribadi lain.dalam kehidupan ini diperlukan keserasian antara kebutuhan fisik da nonfisiknya. Masalah kehidupan pribadi merupakan bentuk integrasi antara faktor fisik,sosial budaya ,dan faktor psikologis.seorang individu juga membutuhkan peengakuan dari pihak lain mengenai harga dirinya,baik dari keluarga nya sendiri maupun dari luar keluarganya.

Pembahasan

Yang dimaksud dengan perkembangan kepribadian adalah perubahan cara individu berhubungan dengan dunia dan menyatakan emosi secara unik (Papalia & Olds, 2001). Perkembangan kepribadian yang penting pada masa remaja adalah pencarian identitas diri. Yang dimaksud dengan pencarian identitas diri adalah proses menjadi seorang yang unik dengan peran yang penting dalam hidup (Erikson dalam Papalia & Olds, 2001).

Masa remaja termasuk masa penentuan, karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan pada psikis dan fisiknya. Perubahan fisik pada masa remaja juga disertai dengan perubahan psikologi yang disebabkan adanya pengaruh hormon. Pertambahan hormon dari kelenjar adrenalin akan membuat remaja cenderung membangkang dan memiliki sifat memberontak. Sementara itu, perubahan psikologi yang dialami remaja pada masa pubertas meliputi perkembangan kepribadian dan emosional. Pada masa ini kepribadian dan emosi anak mulai tumbuh dan berkembang sehingga timbul kepercayaan diri dan mulai menemukan jati dirinya. Perkembangan emosi pada remaja ditandai dengan emosi yang tidak stabil dan penuh gejolak. Pada masa ini mood (suasana hati) bisa berubah dengan sangat Stres emosional yang timbul berasal dari perubahan fisik yang cepat dan luas yang terjadi sewaktu pubertas.

(3)

suasana lingkungan yang baik dapat menjurus pada berbagai kelainan tingkah laku, kenakalan, bahkan sampai melibatkan diri pada tindak kejahatan.

Masa remaja dikenal dengan masa kuatnya serangan stress. Dimana dalam hal ini terjadi pergolakan emosi yang diiringi dengan pertumbuhan fisik yang pesat dan pertumbuhan secara psikis yang bervariasi, diantaranya terdapat fase pubertas yang merupakan fase yang sangat singkat dan terkadang menjadi masalah tersendiri bagi remaja dalam menghadapinya. Masa pubertas sendiri berada tumpang tindih antara masa anak dan masa remaja, sehingga kesulitan pada masa tersebut dapat menyebabkan remaja mengalami kesulitan menghadapi fase-fase perkembangan selanjutnya. Pada fase itu remaja mengalami perubahan dalam sistem kerja hormon dalam tubuhnya dan hal ini memberi dampak baik pada bentuk fisik (terutama organ-organ seksual) dan psikis terutama emosi.

Bagi beberapa remaja yang baru mengalami kebangkitan seksualitas untuk pertama kalinya biasanya perasaan-perasaan yang bergejolak itu membingungkan dan membuatnya frustasi. Perasaan-perasaan seperti ini dan perkembangannya nanti dalam cinta yang lebih mendalam dan lebih masak, merupakan salah satu aspek pokok dari tahap perkembangan baik secara kultural, biologis, maupun pribadi. Setiap remaja memasuki tahap ini pada massa pubertas, dan sementara ia bertambah dewasa, bagaimanapun juga ia harus menemukan jalan sendiri. Film, TV, dan buku juga membanjiri kaum muda dengan informasi dan rangsangan seksual.

Perkembangan sosial yang terjadi dalam diri remaja merupakan perkembangan yang terbawa oleh perkembangan jasmani yang mendekati kesempurnaan dalam masa remaja,matang pulalah kalenjar-kalenjar kelamin dalam dirinya,bagi remaja putra maupun remaja putrid.Hal ini menumbuhkan adanya desakan-desakan baru di dalam jiwa si anak ,yaitu desakan yang menghendaki layanan kebutuhan seksualitas. Masa remaja yang identik dengan lingkungan sosial tempat berinteraksi, membuat mereka dituntut untuk dapat menyesuaikan diri secara efektif. Bila aktivitas-aktivitas yang dijalani di sekolah (pada umumnya masa remaja lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah) tidak memadai untuk memenuhi tuntutan gejolak energinya, maka remaja seringkali meluapkan kelebihan energinya ke arah yang tidak positif, misalnya seks bebas. Hal ini menunjukkan betapa besar gejolak emosi yang ada dalam diri remaja bila berinteraksi dalam lingkungannya yang tidak dapat ditahan dengan seoptimal mungkin.

(4)

diri dengan lingkungan, dapat mengendalikan perasaan dan mampu mengungkapkan reaksi emosi sesuai dengan waktu, dapat mengontrol hawa nafsu yang menggebu-gebu sebagai pengaruh emosional dalam kaitannya dengan seksualitas, dan kondisi yang ada sehingga interaksi dengan orang lain dapat terjalin dengan lancar dan efektif. Selain hal diatas, dalam dalam menjalankan segala aspek kehidupanya, para remaja harus tetap menjaga keimanan dan nilai agamanya sebagai pondasi agar dapat menyesuaikan emosional yang dimiliki dengan hal yang menyangkut seksualitas.

(5)

DAFTAR PUSTAKA

Alport, Gordon, Personality, a Psychological Interpretation, Constable & Co. Ltd, London, 1971.

Crow, lester D.&Alice Crow, Educational Psychology, american Book company, New York, 1958.

HurlockB.Elizabeth, Psikologi perkembangan, Jakarta, Erlangga.

Koeswara, E, Teori-teori kepribadian, PT Eresco, Bandung, 1991.

Papalia, D. E. & Olds, S. W. 1998. Human Development. Ed. ke-7. New York. McGraw-Hill.

Abadi Mirnie. 2012. Perkembangan kepribadian dan emosional. [Online]. Diakses dari :

http://mirnieabadi.blogspot.co.id/2012/12/perkembangan-kepribadian-dan-emosional.html tanggal 29 Mei 2016

Endah Darosy H. 2011. Peran Keluarga dalam membangun karakter anak. [Online]. Diakses dari : http://ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/view/2887 tanggal 29 Mei 2016

Wening Sri. 2012. Jurnal Pembentukan Karakter Bangsa melalui pendidikan. [Online]. Diakses dari:

http://undana.ac.id/jsmallfib_top/JURNAL/PENDIDIKAN/PENDIDIKAN_2012/ PEMBENTUKAN%20KARAKTER%20BANGSA%20MELALUI

%20PENDIDIKAN%20NILAI.pdf

Fulan Pusfita. 2012. Pendidikan karakter berbasis keteladanan dan kebiasaan. [Online]. Diakses dari : http://digilib.uin-suka.ac.id/15943/1/BAB%20I,%20V,

Referensi

Dokumen terkait

Selanjutnya proporsi perilaku menggosok gigi setiap hari di semua Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah di atas 80%, sementara perilaku menggosok gigi yang benar

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan informasi merupakan kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima

“Kampanye Pentingnya Doa Bagi Anak Usia 5- 12 Tahhun Melalui Pembelajaran Di Sekolah Minggu” juga terdapat berbagai pembelajaran yang diajarkan dan didalam kampanye tersebut juga

Indeks keragaman yang diperoleh pada semua stasiun berkisar 0,641-1,867 menunjukkan stabilitas komunitas plankton adalah moderat (sedang), Indeks keseragaman plankton pada semua

digunakan dalam proses penanganan keluhan. Bengkel Clink perlu meningkatkan.. upaya sosialisasi prosedur pelayanan, meningkatkan kecepatan dan memberi kemudahan dalam

Skripsi yang berjudul: Pengaruh Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada Materi Hama dan Penyakit Tumbuhan Terhadap Hasil Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis

Analisis spasial wilayah potensial PKL menghasilkan peta tingkat wilayah potensial yang tersebar sepanjang Jalan Dr.Radjiman berdasarkan aksesibilitas lokasi dan

Kecepatan rencana sebaiknya diambil sama atau mendekati kecepatan maksimum yang diijinkan, karena debit rencana atau debit puncak tidak sering terjadi maka debit dan kecepatan