• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGINGKARAN DAN PELANGGARAN HAK ASASI M

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGINGKARAN DAN PELANGGARAN HAK ASASI M"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PENGINGKARAN HAK WARGA

NEGARA

Oleh:

Ilham Arifaa

(15)

(2)

Kata Peagaatar

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya selaku siswa kelas X MIA 2 SMAN 2 Nganjuk,telah melaksanakan analisis terhadap pelanggaran hak warga negara dan pembuatan laporan ini dengan lancar dan sebagai mana mestinya.

Laporan ini merupakan salah satu tugas bidang mata pelajaran PKn untuk menganalisis pelanggaran hak warga negara bila di sangkut pautkan dengan pasal 27,28,30,31,34 UUD 1945.

Saya menyadari bahwa laporan ini kurang dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak terutama Ibu guru pengajar selaku pengajar mata pelajaran PKn saya harapkan untuk kesempurnaan laporan ini.

Dengan terlaksananya penyusunan dan pembuatan laporan ini, maka saya berharap telah memenuhi tugas PKn dalam analisis pelanggaran hak warga negara dan mendapatkan nilai yang baik. Serta bermanfaat bagi pembaca.

Nganjuk, Februari 2014

(3)

Daftar Isi:

Kata

Peagaatar...

... (i)

Daftar

Isi...

... (ii)

BAB I:

Peadahuluaa...

.

(1)

1. Latar Belakang

Masalah...

(1)

2. Rumusan

Masalah...

(2)

3. Tujuan & Manfaat

laporan...

(2)

BAB II:

Pembahasaa...

.(3)

1. Pengertian Pelanggaran Hak Warga Negara... (3)

(4)

3. Contoh Kasus yang Dikaitkan dengan Beberapa Pasal UUD 1945... (4)

4.

Solusi dari Kasus-kasus Pelanggaran Hak Warga Negara... . (7)

BAB III:

Peautup...

.(9)

1. Kesimpulan... ... (9)

2. Daftar

Pustaka... (9)

BAB I:

PENDAHULUAN

1. Latar Belakaag Masalah

(5)

pengakuan akan hak – hak tersebut secara utuh. Misalnya saja hak warga negara untuk mendapatkan penghidupan yang layak. Tentunya jika melihat kondisi rakyat di negara Indonesia ini, hal itu hanya menjadi impian semata. Pengakuan hak hanya untuk warga negara yang mampu membeli hak – hak tersebut dengan uang, jabatan dan kekuasaan. Sedangkan untuk rakyat yang kurang beruntung kehidupannya hanya bisa menunggu kapan mereka dioerhatikan kesejahteraannya atau menunggu berubahnya kebijakan pemerintah yang lebih memihak kepada mereka.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, setiap warga Negara dijamin haknya oleh pemerintah sesuai dengan yang tercantum dalam UUD 1945. Namun seperti yang kita ketahui dan kita rasakan. Hingga saat ini masih banyak perilaku yang dianggap merupakan pelanggaran terhadap hak warga Negara, baik oleh Negara ataupun warga Negara lainnya.

Memang didalam pelaksanaannya ada kecenderungan lebih mengutamakan hak - hak daripada kewajiban – kewajiban asasi warga negara. Ada kecenderungan menuntut hak – hak yang berlebihan sehingga merugikan orang lain. Penuntutan hak – hak yang berlebih – lebihan atau tanpa batas akan merugikan orang lain yang memiliki hak yang sama. Oleh sebab itu, pelaksanaan hak – hak warga negara perlu dibatasi, akan tetapi tidak dihilangkan atau dihapuskan.

2.Rumusaa Masalah

(6)

1. Apa saja kasus pelanggaran hak warga negara?

2. Apa saja kelompok kasus pelanggaran hak warga negara?

3. Bagaimana analisis kasus pelanggaran hak warga negara dari segi pasal 27, 28, 30, 31, 34 UUD 1945? 4. Apa solusi dari kasus-kasus pelanggaran hak warga

negara tersebut?

3. Tujuaa & Maafaat Laporaa

Dalam setiap pembuatan laporan tentu ada tujuan dan manfaat dari pembuatan laporan ini. Adapun tujuan dan manfaatnya, yaitu:

1. Mengetahui kasus-kasus pelanggaran hak warga negara.

2. Mengetahui tentang kelompok dan bentuk kasus pelanggaran hak warga negara.

3. Mampu menganalisis kasus pelanggaran hak warga negara dari segi pasal 27,28,30,31,34 dengan baik dan benar.

4. Mengetahui solusi-solusi mengenai kasus-kasus pelanggaran hak warga negara.

BAB II:PEMBAHASAN

(7)

Pelanggaran terhadap hak asasi manusia sebetulnya karena terjadinya pengabaian terhadap kawajiban asasi. Sebab antara hak dan kawajiban merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Bila ada hak pasti ada kewajiban, yang satu mencerminkan yang lain. Bila seseorang atau aparat negara melakukan pelanggaran HAM, sebenarnya dia telah melalaikan kewajibanya yang asasi. Sebaliknya bila seseorang/kelompok orang atau aparat negara melaksanakan kewajibanya maka berarti dia telah memberikan jaminan terhadap hak asasi manusia. Sebagai contoh di negara kita sudah punya UU No.9 tahun 1998 berkenaan dengan hak untuk menyampaikan aspirasi secara lisan dan tertulis. Disatu sisi undang-undang tersebut merupakan hak dari seseorang warga negara, namun dalam penggunaan hak tersebut terselip kewajiban yang perlu diperhatikan. Artinya seseorang atau kelompok yang ingin berunjuk rasa dalam undang-undang tersebut harus memberi tahu kepada pihak keamanan (Polisi) paling kurang 3 hari sebelum hak itu digunakan.

(8)

2.

Beatuk Pelaaggaraa Hak Warga Negara

Ada beberapa bentuk pelanggaran hak warga negara, adapun yang termasuk pelanggaran hak warga negara menurut UU yaitu:

1. Penangkapan dan penahanan seseorang demi menjaga stabilitas, tanpa berdasarkan hukum.

2. Pengeterapan budaya kekerasan untuk menindak warga masyarakat yang dianggap ekstrim yang dinilai oleh pemerintah mengganggu stabilitas keamanan yang akan membahayakan kelangsungan pembangunan.

3. Pembungkaman kebebasan pers dengan cara pencabutan SIUP, khususnya terhadap pers yang dinilai mengkritisi kebijakan pemerintah, dengan dalih mengganggu stabilitas keamanan.

4. Menimbulkan rasa ketakutan masyarakat luas terhadap pemerintah, karena takut dicurigai sebagai oknum pengganggu stabilitas atau oposan pemerintah (ekstrim), hilangnya rasa aman demikian ini merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi warga negara.

5. Pembatasan hak berserikat dan berkumpul serta menyatakan pendapat, karena dikhawatirkan akan menjadi oposan terhadap pemerintah.

3. Coatoh Kasus yaag Dikaitkaa deagaa

Beberapa Pasal UUD 1945

Banyak sekali kasus yang mengenai pelanggaran hak warga negara,Berikut lebih jelasnya:

1. Hukuman Mati

Kontroversi hukuman mati sudah sejak lama ada di hampir seluruh masyarakat dan negara di dunia. Indonesia pun tak luput dari kontroversi ini. Sampai hari ini pihak yang pro hukuman mati dan yang kontra hukuman mati masih bersilang sengketa. Masing-masing datang dengan rasional dan tumpukan bukti yang berseberangan, dan dalam banyak hal seperti mewakili kebenaran itu sendiri.

(9)

hukuman mati kita sesungguhnya bicara tentang hak-hak yang paling mendasar dalam UUD 1945. Hak untuk hidup ini adalah puncak hak asasi manusia yang merupakan induk dari semua hak asasi lain. Secara keseluruhan contoh kasus ini sesuai dengan pasal 28A-28J, dan pasal 27 UUD 1945. Secara keseluruhan contoh kasus ini paling sesuai dengan pasal 28 A,28 B,28 G,28 H,28 I mengenai hak untuk hidup dan tidak disiksa yang merupakan hak asasi manusia.

2. PILKADA

(10)

3. Email Berujung Bui

Kasus yang menimpah Prita Mulyasari cukup menarik.Sebetulnya bukan termasuk besar, tetapi rupanya ada konspirasi yang membesar-besarkan. Kasus ini bermula dari kejadian ” Curhat ” dan bersifat pribadi dari korban ( pasien ) di RS Omni Internasional atas dampak pengobatan yang mengakibatkan korban mengalami luka tambahan dari luka lama. Curhat tersebut dia ungkapkan kepada sahabatnya via email. Artinya si Prita dapat disebut sebagai pihak ” Konsumen ” dari penyedia jasa layanan usaha RS Omni tersebut. Sebagai konsumen Prita punya hak menyampaikan unek-unek ketidakpuasannya terhadap pelayanan penyedia jasa dan itupun dilindungi Undang – Undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penegakan hukum terhadap Prita jelas-jelas melanggar Haknya Sebagai Warga Negara, Polres dan Kajari Tangerang dapat dituntut balik beserta Rumah sakitnya, demi nama baik dan kerugian yang diderita ibu 2 orang anak Balita ini. Secara keseluruhan contoh kasus ini paling sesuai dengan pasal 27 dan 28, 28 F UUD 1945 mengenai segala warga negara kedudukannya sama dihadapan hukum dan setiap orang berhak untuk berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan.

4. Tragedi Trisakti

(11)

tewas adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafdin Royan, dan Hendriawan Sie. Mereka tewas tertembak di dalam kampus, terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala, leher, dan dada.

Tragedi ini jelas merupakan pelanggaran HAM dan Hak Warga Negara khususnya. Secara keseluruhan contoh kasus ini paling sesuai dengan pasal 28 A,28 B,28 C,28 D,28 F,28 G,28 H,28 I mengenai hak untuk hidup, memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negara serta tidak disiksa yang merupakan hak asasi manusia.

5. Penggusuran Rumah

Penggusuran terhadap rumah warga selalu terjadi setiap tahun. Tata ruang kota selalu menjadi alasan bagi pemerintah untuk melakukan kebijakan yang merugikan bagi sebagian warga kota itu.Kebijakan pemerintah melakukan penggusuran ini dinilai sebagai bentuk pelanggaran Hak Warga Negara. Secara keseluruhan contoh kasus ini paling sesuai dengan pasal 28 A, 28 B, 28 H, 31 dan 34 UUD 1945.

5.

Solusi dari Kasus-kasus Pelaaggaraa Hak

Warga Negara

(12)

Pelanggaran-pelanggaran Hak Warga Negara di Indonesia selama ini, dan sulitnya melakukan penyelesaian disebabkan karena kurangnya peraturan perundang-undangan yang memberikan jaminan dan petunjuk dalam penyelesaiannya. Semenjak reformasi telah ada peraturan perundang-undangan yang memberikan jaminan dan petunjuk dalam penyelesaian masalah yang sehubungan dengan HAM ataupun Hak Warga Negara diantaranya adalah Undang-undang No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, UU No. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia; dan UU No. 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Pembentukan lembaga yang mengurus Hak Warga Negara dan pelanggarannya juga merupakan upaya yang memberikan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Lembaga-lembaga tersebut diantaranya KOMNAS HAM, pusat-pusat/Lembaga Kajian HAM yang terbentuk di berbagai daerah, LSM dan sebagainya. Lembaga-lembaga ini di samping berupaya mensosialisasikan peraturan-peraturan tentang HAM juga menerima pengaduan-pengaduan pelanggaran HAM dan Hak Warga Negara dan meneruskan kepada lembaga yang berwenang untuk memprosesnya. Upaya yang dilakukan selama ini terkendala oleh beberapa faktor diantaranya kurangnya perangkat hukum, kurangnya bukti-bukti yang lengkap dan keterbatasan penegak hukum. Oleh karenanya bila telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia ataupun hak warga negara maka secepatnyalah hal ini dilaporkan kepada yang berwenang.

(13)

pelanggaran Hak Warga Negara. Untuk mendukung itu sekarang sudah ada undang-undang tentang pengadilan hak asasi manusia yaitu Undang-Undang No. 26 tahun 2000. Undang-undang itu menetapkan disetiap daerah kabupaten atau kotamadya ada pengadilan HAM yang mengurusi Hak Warga Negara. Pelaksanaan peradilan HAM juga perlu dukungan penyidik yang berusaha untuk mencari bukti-bukti yang kuat tentang pelanggaran Hak warga Negara tersebut. Bantuan kita bersama dalam memberikan data (bukti) adalah langkah baik untuk tegaknya HAM di negara Indonesia khususnya Hak Warga Negara.

Lembaga-lembaga pendidikan juga berperan dalam memberikan perlindungan terhadap HAM. Lembaga-lembaga pendidikan terutama lembaga pendidikan formal memberikan pengetahuan dan kesadaran kepada pelajar, siswa atau mahasiswa tentang hak asasi manusia, prosedur yang harus ditempuh bila mengetahui adanya pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Kepedulian terhadap hak asasi sudah berarti menekan peluang terjadinya pelanggaran hak asasi manusia.

BAB III: PENUTUP

1. Kesimpulaa

(14)

kewajibanya maka berarti dia telah memberikan jaminan terhadap hak asasi manusia.

Pembentukan lembaga yang mengurus Hak Warga Negara dan pelanggarannya juga merupakan upaya yang memberikan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Lembaga-lembaga tersebut diantaranya KOMNAS HAM, pusat-pusat/Lembaga Kajian HAM yang terbentuk di berbagai daerah, LSM dan sebagainya.

2. Daftar Pustaka

https://www.google.com/

http://nurulhidayatunnisa.blogspot.com/2011/06/pelanggaran-hak-warga-negara-dan.html

http://www.beritakaget.com/arsip/contoh-kasus-yang-pelanggaran-hak-warga-negara-kasus-tkw.html

http://www.google.com/url?

sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0CCUQFjAA&url=http %3A%2F%2Fnurulhidayatunnisa.blogspot.com

%2F2011%2F06%2Fpelanggaran-hak-warga-negara-dan.html&ei=VqsGU5m4DcHIrQeWi4GoCw&usg=AFQjCNEFOvq5qbz5q_130 d61MK-YQURRTA&bvm=bv.61725948,d.bmk

Referensi

Dokumen terkait

The main purpose of this four-year study (a dissertation project at the University of Twente) is to develop a rich learning environment in the form of a Web site and a

Untuk indikator yang pertama dapat diketahui bahwa dalam pelaksana- an Kebijakan Larangan Pembukaan Lahan Pertanian Dengan Cara dibakar yang menjadi ukuran dasar

Improving The Student Learning Outcomes Through Public Relation Administration Module Development Based on POE Protocol ,. 107

Hal tersebut sesuai dengan definisi masyarakat yang merupakan kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat- istiadat tertentu yang

Penelitian yang berjudul Aplikasi Metode Pemuasaan Terhadap Pertumbuhan Ikan Patin Siam ( Pangasius hypopthalmus ) bertujuan untuk mengetahui pengaruh

Dasar pertimbangan Permen KP Nomor 56 Tahun 2014 yang ditetapkan pada 3 November 2014 dan telah diperpanjang dengan Permen KP Nomor 10 Tahun 2015 hingga 31 Oktober 2015 adalah

Teknik data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis isi.Jabrohim (2003:5-6) mengemukakan teknik analisis ini adalah teknik yang berusaha menganalisis

Usaha Menengah merupakan usaha pada ekonomi produktif yang dilakukan secara individua atau badan usaha yang berdiri sendiri dalam arti bukan merupakan cabang suatu perusahaan