1
PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN AKADEMI MINYAK DAN GAS BALONGAN
INDRAMAYU 2017
PERCEPATAN GRAVITASI
ACCELERATION OF GRAVITY
Asep Muhammad S, Arif Rahmatullah, Assyeh Annasrul Majid, Helmi Kahfilwari Darojat
16010008
Praktikum : Jumat, 2 Desember 2017 Pengumpulan : Rabu, 6 Desember 2017
Asisten : Muhammad Rizal Azizi (15010024)
Abstrak
Pada Percobaan Percepatan Gravitasi bertujuan untuk mengetahui percepatan gravitasi disuatu tempat dengan percobaan Ayunan Bandul,menghitung percepatan gravitasi disuatu tempat dengan percobaan pegas berisolasi,menghitung data terbaik dari percobaan percepatan gravitasi,menghitung nilai periode waktu,menghitung nilai konstanta pegas.Dalam Percobaan Pengukuran dan Ketidakpastian ini, alat yang digunakan ialah mistar neraca pegas,stopwatch,tiang statif,sedangkan bahannya beban, tali
Adapun langkah langkah yang dilakukan ialah mempersiapkan alat dan bahan, melakukan percobaan ayunan bandul sesuai langkah,selanjutnya melakukan percobaan osilasi pegas,dan merapikan alat dan bahan.
Dalam percobaan ini hasil dari percepatan gravitasi berbeda beda karena l nya berbeda.Faktor yang mempengaruhinya adalah massa dan jarak.Hasil percobaan ayunan bandul (l=0,25)yang pertama sebesar 11,242 m.s-2,yang kedua 8,45 m.s-2 ,ketiga sebesar 8,858 m.s-2. Hasil percobaan bandul (l=030 m) yang pertama 9,136 m.s-2, yang kedua 9,48 m.s-2,yang ketiga 9,078 m.s-2. Hasil percobaan osilasi pegas (x=0,05) yang pertama 9,959 m.s-2, yang kedua 21,43 m.s-2, yang ketiga 16,711 m.s-2. Hasil percobaan osilasi pegas (x=0,07) yang pertama 24,64 m.s-2, yang kedua 23,395 m.s-2, yang ketiga 23,005 m.s-2.
Kata kunci : Neraca pegas, Gravitasi, , Konstanta
Abstract
The steps taken are preparing tools and materials, experiment swing pendulum according to step, then do experiments of spring oscillation, and smoothing tools and materials.
In this experiment the result of gravitational acceleration differs because its l is different. The factors that influence it are the mass and distance. The first pendulum swing (l = 0.25) is 11.242 ms-2, the second is 8.45 ms-2, third by 8,858 ms-2. The results of the first pendulum
experiments (l = 030 m) were 9.136 m.s-2, the second being 9.48 m.s-2, the third being 9.078 m.s-2. The first spring oscillation (x = 0,05) experimental results were 9,959 m.s-2, the second was 21.43 m.s-2, the third 16.711 m.s-2. The first result of spring oscillation experiment (x = 0,07) was 24,64 m.s-2, the second 23,395 m.s-2, the third 23,005 m.s-2.
Keywords: Spring balance, Gravity,Constants
1 TUJUAN
• Mengetahui percepatan gravitasi di suatu tempat dengan menggunakan bandul.
• Mengetahui percepatan gravitasi bumi di satu tempat dengan mengukur
penampang garis berosilasi.
• Menghitung data terbaik dari percobaan percepatan gravitasi
• Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi percepatan gravitasi
• Mengetahui perbandingan percepatan gravitasi di suatu tempat dengan
3 2 ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakanpadapercobaan kali ini adalah: •Mistar
Gambar 2.1 Mistar
Penggaris atau mistar adalah sebuah alat pengukur dan alat bantu gambar untuk
menggambar garis lurus. Terdapat berbagai macam penggaris, dari mulai yang lurus sampai yang berbentuk segitiga (biasanya segitiga siku-siku sama kaki dan segitiga siku-siku 30°– 60°). Penggaris dapat terbuat dari plastik, logam, berbentuk pita dan sebagainya. Juga terdapat penggaris yang dapat dilipat.Bahan yang digunakan pada percobaan kali ini adalah:
•Pipa Paralon atau Pipa PVC
Gambar 2.2Neraca Pegas
•Stopwatch
.
Gambar 2.3Stopwatch
Stopwatch adalah alat ukur besaran waktu yang dapat diaktifkan dan dimatikan. Stopwatch diaktifkan ketika pengukuran waktu akan dimulai dan pada akhir pengukuran bisa
dihentikan (dimatikan). Ketika dihentikan, jarum stopwatch menunjukkan waktu sesuai dengan selang waktu stopwatch diaktifkan, bukan kembali ke nol.
•Tiang Statif
Gambar 2.3Stopwatch
Alat Peraga Statif kotak + tiang merupakan salah satu alat yang diperlukan pada setiap percobaan kimia, karena itu kita sering menjumpai alat peraga statif kotak + tiang ini di laboratorium kimia. Fungsi utama dari sebuah statif kotak + tiang ini adalah untuk
5 Alat yang digunakan
•Beban
Gambar 2.3Beban
Bandul adalah benda yang terikat pada sebuah tali dan dapat berayun secara bebas dan periodik yang menjadi dasar kerja dari sebuah jam dinding kuno yang mempunyai ayunan. Dalam bidang fisika, prinsip ini pertama kali ditemukan pada tahun 1602
oleh Galileo Galilei, bahwa perioda (lama gerak osilasi satu ayunan, T) dipengaruhi oleh panjang tali dan percepatan gravitasi.
•Tali
Gambar 2.3Tali
Tali adalah kumpulan lapisan linear, benang atau helai yang bengkok atau dikepang bersama dalam rangka untuk menggabungkan mereka ke dalam bentuk yang lebih besar dan lebih kuat. Tali memiliki kekuatan tarik sehingga dapat digunakan untuk menyeret dan mengangkat, tetapi terlalu fleksibel untuk memberikan kuat tekan. Akibatnya, mereka tidak dapat digunakan untuk mendorong atau aplikasi tekan serupa. Rope lebih tebal dan lebih kuat dari yang sama dibangun kabel, garis, tali, dan benang.
3 DASAR TEORI
Gravitasi adalah gaya tarik-menarik antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta. Pada semua partikel yang berada di bumi berlaku gravitasi bumi. Gravitasi bumi yang sangat besar menyebabkan partikel disekeliling bumi tertarik menuju pusat bumi karena adanya percepatan gravitasi.
Bandul adalah benda yang terikat pada sebuah tali dan dapat berayun secara bebas dan menjadi dasar kerja dari sebuah jam dinding kuno yang mempunyai ayunan. Dalam bidang fisika, prinsip ini ditemukan pada tahun 1602 oleh Galileo, bahwa periode (lama gerak oscillasi satu ayunan) dipengaruhi oleh panjang tali dan percepatan gravitasi.
Sedangkan yang dimaksud dengan percepatan gravitasi adalah perubahan kecepatan gaya tarik bumi terhadap suatu benda atau zat. Hal ini dipengaruhi oleh jauh dekatnya zat atau benda terhadap pusat bumi, Semakin jauh dari pusat bumi maka semakin kecil percepatan gravitasinya. Percepatan gravitasi dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain.
1. Massa benda
2. Jarak benda terhadap pusat 3. Waktu
Untuk menentukan percepatan gravitasi dapat dilakukan dengan metode berikut. 1. Ayunan Bandul
2. Osilasi Pegas
7 2π
T =√ g
l
g=4π T2
Untuk Ayunan Bandul.
Gambar 3.1
Ayunan Bandul
(Sumber : www.fisika.com/info)
Contoh gerak osilasi (getaran) yang populer adalah gerak osilasi pendulum (bandul). Bandul adalah benda yang terikat pada sebuah tali dan dapat berayun secara bebas dan periodik. Periode dipengaruhi oleh panjang tali dan percepatan gravitasi mengikuti rumus.
Bila sudut Ayunan (Ɵ) kecil, maka:
..
...Persamaan 3.2
...Persamaan3.3
Keterangan:
T = Waktu untuk berayun (s)
g = Percepatan gravitasi (m/s2)
ℓ = Panjang tali penggantung (m)
2π T=√
c m
Gambar 3.2 Osilasi Pegas
(Sumber : www.fisika.com/info)
Pegas memiliki fungsi menyerap kejut dari jalan dan getaran roda agar tidak diteruskan ke bodi kendaraan secara langsung. Selain itu pegas juga berguna untuk menambah daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan. Ada tiga tipe pegas yang umum digunakan kendaraan, yaitu :
1. Pegas koil yang dibuat dari batang baja dan memiliki bentuk spiral 2. Pegas daun dibuat dari bilah baja yang bengkok dan lentur
3. Pegas batang torsi. Pegas jenis ini dibentuk dari batang baja yang elastis terhadap puntiran.
Adapun persamaan untuk pegas.
………...Persamaan3.4
………...………..Persamaan 3.5
………..………..Persamaan3.6
Persamaan Konstanta Pegas: Statis
g = c.xm m.g= c.x
9
………..………Persamaan 3.7
Dinamis
...Persamaan3.8 Keterangan :
T = Waktu Osilasi (sekon)
c = Konstanta Pegas (dyne/m)
m = Massa Pegas (kg)
x = Besar Simpangan (m)
g = Percepatan Gravitasi (m/s2)
Percepatan gravitasi sebagai metode gravitasi digunakan untuk eksplorasi sumber daya alam. Seperti ekslporasi migas. Fungsinya untuk memetakan letak cekungan dimana satuan yang mengandung material kayu organik maka daerah basement akan terlihat undulasinya.
Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua poartikel yang mempunyai massadi alam semesta. Fisika modern mendeskripsikan gravitasi menggunakan Teori Relativitas Umum dari Einsten, namun Hukum Gravitasi Universal Newton yang lebih sederhana merupakan hampiran yang cukup akurat dalam kebanyakan kasus.
Percepatan gravitasi merupakan perubahan gaya tarik bumi terhadap suatu zat atau benda. Dimana gravitasi sendiri merupakan gejala adanya interaksi yang berupa gaya tarik-menarik antara benda-benda dengan pusat yang ada di alam ini.
Disuatu tempat di bumi menerima pengaruh gaya tarik yang berbeda, besaran yang diukur adalah percepatan gravcitasi. Percepatan gravitasi suatu objek yang berada pada permukaan laut dikatakan ekivalen dengan 1 gram yang didefinisikan memiliki nilai 9,80665 m/s2. Percepatan ditempat lain seharusnya dikoreksi dari nilai ini sesuai dengan ketinggian dan juga pengaruh benda-benda bermassa besar disekitarnya. Umumnya digunakan nilai 9,81 m/s2.
Gaya gravitasi dapat juga menarik benda-benda yang ada diluar angkasa, seperti bulan, meteor, dan benda angasa lainnya termasuk satelit buatan manusia.
Beberapa teori yang belum dapat dibuktikan menyebutkan bahwa gaya gravitasi timbul karena adanya partikel gravitron dalam setiap atom. Hukum Gravitasi Universal Newton menyebutkan bahwa setiap massa titik menarik semua massa titik lainnya dengan gaya segaris dengan garis yang menghubungkan kedua titik. Besar gaya tersebut berbanding lurus dengan perkalian kedua massa tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua massa titik tersebut.
... Persamaan 3.9
Keterangan :
F = Besar dari gaya gravitasi antara kedua massa titik (N)
G = Konstanta gravitasi (6,61 x 10-11 N.m2.kg2) m1 = Besar massa titik pertama (kg)
m2 = Besar massa titik kedua (kg)
r = Jarak antara kedua massa titik (m) g = Percepatan gravitasi (m/s2)
Pada abad ke-16 banyak sekali catatan dan data yang berhasil dikumpulkan tentang gerakan bukan dari planet lain. Namun, pada saat itu para ilmuwan belum mengetahui gaya apa yang menyebabkan benda langit tidak bias bergerak sedemikian rupa dalam masing-masing orbitnya.
Percepatan gravitasi ini dipengaruhi oleh jauh dekatnya suatu zat atau benda terhadap pusat bumi. Semakin jauh dari pusat bumi, maka semakin kecil kecil percepatan gravitasinya. Begitu juga sebaliknya, semakin dekat suatu zat atau benda dengan pusat bumi, maka percepatan gravitasinya akan semakin besar.
Nilai percepatan gravitasi dapat diukur dengan beberapa metode. Bentuk pengukuran paling sederhana adalah dengan menggunakan pegas dan bandul yang diketahui kontanta-konstantanya.
Dalam bidang fisika bumi, dikenal pula metode gravitasi, yaitu suatu metode pengukuran perbedaan percepatan gravitasi suatu tempat untuk memperkirakan kandungan tanah yang berada dibawah titik pengukuran. Dengan cara ini dapat diduga
11
bersama-sama (dengan memanfaatkan metode fisika lainnya) struktur dan unsur-unsur pembentuk lapisan tanah yang tersusun atas elemen yang meiliki rapat massa yang berbeda-beda.
4 PROSEDUR PERCOBAAN
Menentukan percepatan gravitasi dengan ayunan bandul
Menyiapkan alat dan bahan
Mencatat massa beban yang digunakan
Mengikat bahan dengan tali
Menggantungkan tali pada tiang statif, dan mengukur ketinggian tali tersebut
Membuat suatu simpangan sebesar 0,05 m lalu lepaskan beban
Mengulangi percobaan sebanyak dua kali
Mengulangi langkah yang sudah disebutkan dengan panjang tali yang berbeda
Merapihkan kembali alat dan bahan yang telah digunakan
Menentukan percepatan gravitasi dengan osilasi pegas
Menyiapkan alat dan bahan
Mencatat massa beban yang digunakan
Menggantungkan beban pada neraca pegas
13 5 DATA DAN PENGOLAHAN DATA
Hasil Pengamatan
Tabel 1.1
Hasil Pengamatan Percobaan Ayunan Bandul ( l = 0,25 m)
Percobaan m (kg) l(m) x (m) n t (s)
1. 0,05 0,25 0,1 50 53,34
2. 0,05 0,25 0,2 50 54,08
3. 0,05 0,25 0,13 50 52,75
Menghitung dan mencatat waktu serta banyaknya osilasi pegas sampai pegas tersebut dalam keadaan diam
Mengulangi percobaan sebanyak dua kali
Mengulangi langkah yang sudah disebutkan dengan simpangan sebesar 0,06 m
Tabel 1.2
Hasil Pengamatan Percobaan Ayunan Bandul (l= 0,30 m)
Percobaan m (kg) l(m) x (m) n t (s)
1. 0,05 0,3 0,1 50 56,91
2. 0,05 0,3 0,15 50 55,87
3. 0,05 0,3 0,2 50 57,06
Tabel 1.3
Hasil Pengamatan Percobaan Osilasi Pegas (x = 0,05 m)
Percobaan m (kg) x (m) n t (s)
1. 0,1 0,05 4 1,78
2. 0,1 0,05 7 2,13
3. 0,1 0,05 10 3,44
Tabel 1.4
Hasil Pengamatan Percobaan Osilasi Pegas (x = 0,07 m)
Percobaan m (kg) x (m) n t (s)
1. 0,1 0,07 4 1,34
2. 0,1 0,07 7 2,41
3. 0,1 0,07 10 3,47
Percobaan Ayunan Bandul (l = 0,25m)
1. Percobaan Pertama Diketahui :
m = 0,05 kg
l = 0,2 m
x = 0,1 m
15
n = 50
Ditanya :
T = ...? T2 = ...? g = ...? g2 = ...?
Jawab :
T = nt
= 50 53,34
= 0,937 s
T2 = (0,937)2 = 0,877 s2
g = 4π2l T2
= 4(3,14).0,24
0,877
= 11,242 m.s-2
g2 = (11,242)2 = 126,382m2.s-4
2. Percobaan Kedua Diketahui :
m = 0,05 kg l = 0,25 m x = 0,20 m
n = 54,00 s
Ditanya :
T = ...? T2 = ...? g = ...? g2 = ...?
Jawab :
T = t n
= 54
50
= 1.08 s T2 = (108)2
= 0,166 s2
g = 4π
2l T2
= 4.(3,14)
2.0,25
1,166
= 8,455 m.s-2
g2 = (8,455)2
17 3. Percobaan Ketiga
Diketahui :
m = 0,05 kg l = 0,25 m
x = 0,15m
t = 50 s
n = 52,75
Ditanya :
T = ...?
T2 = ...? g = ...?
g2 = ...?
Jawab :
T = t n
= 52,75
50
= 1,055 s T2 = (1,055)2 = 1,113 s2
g = 4π
2l T2
= 4.(3,14)2.0,25 1,113
= 8,858 m.s-2 g2 = (8,858)2
= 78,464 m2/s-4 4. Data Terbaik
= 11,242 + 1,166 + 8,858
Jadi, data terbaik dari percobaan percepatan gravitasi dengan metode ayunan bandul dengan panjang tali 0,25 m berkisar antara 35,422 m.s-2 sampai 48,598 m.s-2.
Tabel 1.5
Hasil Pengolahan Data Percobaan Ayunan Bandul (l = 0,15 m)
19
Percepatan Gravitasi Terhadap Waktu (l = 0,25 m)
Percobaan Ayunan Bandul (l = 0,30 m)
1. Percobaan Pertama
t = 56,91 s
n = 50
Ditanya :
T = ... ?
T2 = ... ?
g = ... ?
g2 = ... ?
Jawab :
T =
t n
= 56,91 50 = 1,138 s
T2 = (1,138)2
= 1,295 s2
g = 4π 2l T2
= 4.(3,14)
2.0,30
1,295
= 9,136m.s-2
g2 = (9,136)2
= 83,472 m.s-2 2. Percobaan Kedua
Diketahui :
m = 0,05 kg
l = 0,3 m
x = 0,15 m
21 n = 50
Ditanya :
T = ... ?
T2 = ... ?
g = ... ?
g2 = ... ?
Jawab :
T = t n
= 55,87 50 = 1,117 s T2 = (1,117)2
= 1,248 s2
g = 4π 2l T2
= 4.(3,14) 2.0,3
1,248
= 9.48 m.s-2 g2 = (9,48)2
= 89,877 m.s-2
3. Percobaan Ketiga
Diketahui :
M = 0,05 kg
l = 0,3 m
x = 0,2 m
n = 50
Ditanya :
T = ... ?
T2 = ... ?
g = ... ?
g2 = ... ?
Jawab :
T = t n
= 57,06 50 = 1,141 s
T2 = (1,141)2
= 1,302 s2
g = 4π 2l T2
= 4.(3,14) 2.0,3
1,302
= 9,087 m.s-2
g2 = (9,087)2
= 82,573 m.s-2 4. Data Terbaik
g = g1 + g2 + g3
= 9,136 + 9,48 + 9,087 = 27,703 m.s-2
g2 = g
12 + g22 + g32
23 g̅ = g
n
= 27,703
3
= 9,234 m.s-2
∆g =
√∑g2-n(g)2
n(n-1)
=
√255,922−3(9,234 )2
3(3−1)
= 0,121 m.s-2 g- ∆g = 9,234 – 0,121
= 9,113 m.s-2 g + ∆g = 9,234 + 0,121
= 9,355 m.s-2
Tabel 1.6
Hasil Pengolahan Data Percobaan Ayunan Bandul (l = 0,10 m)
Perc m
Percepatan Gravitasi Terhadap Waktu (l = 0,10 m)
25 Percobaan Osilasi Pegas (x = 0,05 m)
1. Percobaan Pertama
= 19,918x 0,5
0,1
= 9,959 m.s-2 g2 = (9,959)2
= 99,181 m2.s-4
2. Percobaan Kedua
Diketahui :
m = 0,1 kg
x = 0,05 m
t = 2,13 s
n = 7
Ditanya :
T = ... ?
T2 = ... ?
c = ... ?
g = ... ?
g2 = ... ?
Jawab :
T = t n
= 82,13
7
= 0,304 s
T2 = (0,304)2
27
3. Percobaan Ketiga
T2 = ( T )2
4. Data Terbaik
g = g1 + g2 + g3
= 9,959+21,43+16,711 = 48,1 m.s-2
g2 = g
12 + g22 + g32
29
Jadi, data terbaik dari percobaan percepatan gravitasi dengan metode osilasi pegas dengan simpangan 0,05 m berkisar 1,718 m.s-2 sampai 33,784 m.s-2.
Tabel 1.7
Hasil Pengolahan Data Percobaan Osilasi Pegas (x = 0,03 m)
Grafik 3.3
Percepatan Gravitasi Terhadap Waktu (l = 0, 05 m)
Percobaan Osilasi Pegas(x = 0,07 m)
1. Percobaan Pertama
31
2. Percobaan Kedua
g = ...?
3. Percobaan Ketiga
= 607,543 + 547,344 + 529,253. = 1684,14 m2.s-2
g̅ = g
n
= 71,04
3
= 23,68 m.s-2
∆g =
√∑g2-n(g)2
n(n-1)
=
√1684,14− 3(23,68)2 3(3−1) = 0,318 m.s-2
g- ∆g = 23,68 – 0,318
= 23,362 m.s-2
g + ∆g = 23,68 + 0,314
= 23,998 m.s-2
35 Tabel 1.8
Pengolahan Data Percobaan Osilasi Pegas (x = 0,07 m)
Perc m
Percepatan Gravitasi Terhadap Waktu (l = 0,07 m)
6 PEMBAHASAN
Pada Percobaan Percepatan Gravitasi bertujuan untuk mengetahui percepatan gravitasi disuatu tempat dengan percobaan Ayunan Bandul,menghitung percepatan gravitasi disuatu tempat dengan percobaan pegas berisolasi,menghitung data terbaik dari percobaan percepatan gravitasi,menghitung nilai periode waktu,menghitung nilai konstanta pegas.Dalam Percobaan Pengukuran dan Ketidakpastian ini, alat yang digunakan ialah mistar neraca pegas,stopwatch,tiang statif,sedangkan bahannya beban, tali
Adapun langkah langkah yang dilakukan ialah mempersiapkan alat dan bahan, melakukan percobaan ayunan bandul sesuai langkah,selanjutnya melakukan percobaan osilasi pegas,dan merapikan alat dan bahan.
Dalam percobaan ini hasil dari percepatan gravitasi berbeda beda karena l nya berbeda.Faktor yang mempengaruhinya adalah massa dan jarak.Hasil percobaan ayunan bandul (l=0,25)yang pertama sebesar 11,242 m.s-2,yang kedua 8,45 m.s-2 ,ketiga sebesar 8,858 m.s-2. Hasil percobaan bandul (l=030 m) yang pertama 9,136 m.s-2, yang kedua 9,48 m.s-2,yang ketiga 9,078 m.s -2. Hasil percobaan osilasi pegas (x=0,05) yang pertama 9,959 m.s-2, yang kedua 21,43 m.s-2, yang ketiga 16,711 m.s-2. Hasil percobaan osilasi pegas (x=0,07) yang pertama 24,64 m.s-2, yang kedua 23,395 m.s-2, yang ketiga 23,005 m.s-2.
Pada percobaan Percepatan Gravitasi terdapat beberapa kesalahan, antara lain :
1. Kurang paham dalam menentukan simpangan 2. Beban jatuh saat di lepas simpangannya
7 KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan Percepatan Gravitasi dapat diambil kesimpulan, di antaranya:
1. Hasil dari percobaan percepatan gravitasi metode ayunan bandul dengan l = 0,25 m • Percobaan pertama sebesar
• Percobaan kedua sebesar • Percobaan ketiga sebesar
2. Hasil dari percobaan metode ayunan bandul dengan l = 0,30 m • Percobaan pertama sebesar
• Percobaan kedua sebesar • Percobaan ketiga sebesar
3. Hasil dari percobaan metode osilasi pegas dengan x = 0,5 m • Percobaan pertama sebesar
• Percobaaan kedua sebesar • Percobaan ketiga sebesar
4. Hasil dari percobaan metode osilasi pegas dengan x = 0,07 m • Percobaan pertama sebesar
• Percobaan kedua sebesar • Percobaan ketiga sebesar
5. Faktor yang mempengaruhi diantaranya massa dan jarak 6. Massa benda sangat berpengauh terhadap percepatan gravitasi 7. Percobaan percepatan ayunan bandul dipengaruhi oleh panjang tali
8. Percepatan osilasi pegas dipengaruhi oleh kekuatan pegas dan konstanta pegas 9. Faktor yang mempengaruhi adalah simpangan juga beban
37
11.Faktor yang mempengaruhi adalah periode ayunan 12.Waktu dan jumlah menghasilkan data tidak stabil.
8 REFERENSI
[1] Agriandita, Isnani dan Yanasari. 2017. Modul Praktikum Fisika Dasar. Indramayu : Akamigas Balongan
[2] Burhanuddin, Achmad. 2017. Pengukuran Dan Ketidakpastian,
https://inueds.blogspot.com/2012/10/pengukuran-dan-ketidakpastian/.
(17 November 2017)
[3] Halliday, Resnick Walker. 2010. Fisika Dasar Jilid I. Ciracas : Erlangga
[4] Herman, Asisten LFD. 2014. Penuntun Praktikum Fisika Dasar 1. Makassar: Unit Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Fisika FMIPA UNM
[5] Rakhman, Aditya. 2017. Definisi Pengukurandan Penilaian Menurut Para Ahli,
https://mahsiswaupiserang.wordpress.com/2010/09/27/definisi-pengukuran-dan-penilaian-meurut-para-ahli/ (17 November 2017)
[6] Serway, Jewett. 2009. Fisika ntuk Sains dan Teknik. Jagakarsa, Jakarta: Salemba Teknika
[7] Sesaafajar. 2014. Laporan Praktikum Fisika Dasar,
https://sesaafajar29.blogspot.com/2011/11/laporan-praktikum-fisika-dasar-tentang.html. Makassar (24 Oktober 2014)
[8] Siddiq, Nur Abdillah. 2017. Aplikasi Sistem Pengukuran,
https://tullerena.blogspot.co.id/2013/08/aplikasi-sistem-pengukuran/