• Tidak ada hasil yang ditemukan

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA : Studi Deskriptif di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA : Studi Deskriptif di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat."

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK

MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

(Studi Deskriptif di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat)

TESIS

Diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan

Oleh

Muspardi

NIM. 1202186

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEKOLAH PASCASARJANA

(2)

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK

MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

(Studi Deskriptif di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat)

Oleh Muspardi

S.Pd FIS UNP, 2012

Sebuah Tesis yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd) pada Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan

© Muspardi 2014

Universitas Pendidikan Indonesia Juli 2014

Hak Cipta dilindungi Undang-Undang

(3)

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu HALAMAN PENGESAHAN

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK

MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

(Studi Deskriptif di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat)

Oleh Muspardi NIM. 1202186

Disetujui dan Disahkan Oleh

Pembimbing I

Prof. Dr. H. Sapriya, M.Ed NIP. 19630820 198803 1 001

Pembimbing II

Dr.Hj. Kokom Komalasari, M.Pd NIP. 19721001 200112 2 001

Mengetahui,

Ketua Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan

(4)

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Tesis ini telah diuji pada Ujian Tahap II

Hari/tanggal : Selasa, 22 Juli 2014

Tempat : Ruang 059 Lantai 3 Gedung Sekolah Pascasarjana UPI

Tim Penguji : Penguji 1

Prof. Dr. H. Sapriya, M.Ed NIP. 19630820 198803 1 001 Penguji 2

Dr.Hj. Kokom Komalasari, M.Pd NIP. 19721001 200112 2 001

Penguji 3

Prof. Dr. H. Endang Sumantri.,M.Ed

Penguji 4

Dr. Dadang Sundawa, M.Pd NIP. 19600515 198803 1 002

Mengetahui,

Ketua Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan

(5)

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRAK

Muspardi (1202186). Integrasi Nilai-nilai Pendidikan Surau dalam Transformasi Kewarganegaraan untuk Mengembangkan Karakter Siswa. (Studi Deskriptif di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah)

Integrasi nilai-nilai kearifan lokal sudah seharusnya menjadi salah satu solusi untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini. Salah satu nilai kearifan lokal yang harus dikembangkan ialah nilai-nilai pendidikan surau. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui nilai-nilai pendidikan surau menurut perspektif tokoh agama, tokoh adat dan cendikiawan Minangkabau; (2) Mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam pembelajaran PKn; (3) Mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam muatan lokal mentoring; (4) Mendeskripsikan dan menganalisis integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam budaya sekolah, dan (5) Mengetahui kendala yang dihadapi dan upaya penyelesaian dalam melaksanakan integrasi nilai-nilai pendidikan surau di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Berbagai teknik pengumpulan data digunakan dalam menghimpun data yang dibutuhkan, yaitu teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Adapun subjek dalam penelitian ini terdiri dari tokoh agama, tokoh adat dan cendikiawan Minangkabau, kepala sekolah, wakil kurikulum, guru PKn, kepala pengasuhan, pembina asrama (musyrif), mentor, dan siswa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa (1) Nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam pendidikan surau dikelompokkan menjadi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga yang terdiri dari 21 nilai yang didukung oleh ungkapan pepatah-petitih Minangkabau; (2) Nilai-nilai pendidikan surau telah terintegrasi dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran PKn; (3) Nilai-nilai pendidikan surau telah diintegrasikan dalam muatan lokal mentoring; (4) Integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam budaya sekolah tergambar dari kegiatan rutin sholat berjamaah disertai kultum setelah sholat, lingkungan sekolah yang kondusif serta keteladanan dari guru dan karyawan sekolah; (5) Kendala dalam pengintegrasian nilai-nilai pendidikan surau ialah perbedaan pola asuh siswa di rumah dengan pola asuh di sekolah dan pergantian guru dan pembina asrama (musyrif) dan upaya untuk menanggulangi itu dengan membangun kejasama yang baik dengan orang tua dan merekrut guru baru yang berkualitas. Nilai-nilai pendidikan surau secara substansial telah terintegrasi dalam pola pendidikan karakter yang dilakukan di SMP Perguruan Islam Ar-risalah. Oleh karena itu, kepada pihak-pihak terkait, khususnya kepada guru, musyrif dan mentor agar senantiasa mengoptimalkan kemampuannya dalam mendidik dan membina siswa agar dapat mengembangkan karakter siswa menjadi smart and good citizens serta pada peneliti berikutnya agar meneliti pelaksanaan nilai-nilai pendidikan surau pada Badan Eksekutif Siswa Ar-Risalah.

(6)

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRACT

Muspardi (1202186). Integration of Values of Surau Education in Citizenship Transformation for Developing Students Character. (Descriptive Study at Islam Ar-Risalah Junior High School College )

(7)

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab pendahuluan ini akan diuraikan mengenai beberapa sub bab,

yaitu latar belakang penelitian, identifikasi masalah penelitian, rumusan masalah

penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, serta struktur organisasi tesis.

Berikut penjelasan mengenai sub bab yang menyusun bab pendahuluan tersebut.

A. Latar Belakang Penelitian

Surau sebagai salah satu institusi pendidikan Islam di Sumatera Barat

kendatipun dianggap sebagai institusi pendidikan yang bersifat tradisional dan

sudah sering dibicarakan serta masih hangat dan penting untuk dibicarakan.

Dalam hemat saya, paling tidak ada tiga alasan yang melatar belakangi topik ini

menarik untuk dikaji ulang. Pertama, telah di-mafhumi, keberadaan surau dalam

masyarakat Minangkabau sebagai tempat penanaman nilai-nilai keagamaan,

moral, etika, dan belajar baca tulis Al-Qur’an serta tempat pelaksanaan ibadah.

Dihubungkan dengan perubahan dan perkembangan zaman dengan segala dampak

negatifnya tehadap generasi muda sekarang. Ketika muncul permasalahan tentang

memudarnya sikap, pemahaman dan pengamalan ajaran agama serta banyaknya

generasi muda, yang tidak bisa baca tulis Al-Qur’an, terutama di Minangkabau,

maka ada anggapan, bahwa mereka telah meninggalkan pendidikan surau;

walaupun ada pula suatu apriori dan rasa sinis bahwa sistem pendidikan surau

tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Andil besar surau bagi generasi

masa lalu menjadi perbandingan untuk menilai keadaan generasi masa kini. Oleh

karena itu, keinginan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai pendidikan surau

dalam sistem pendidikan di Minangkabau semakin diharapkan dapat menanamkan

nilai-nilai agama, moral, etika, disamping dibutuhkan pemikiran yang konstruktif

dan inovatif dalam penataan kelembagaan.

Kedua, disamping sebagai lembaga keagamaan dan pendidikan, surau juga

memiliki peran dan fungsi sosiokultural. Keluarga, kaum atau suku yang

(8)

2

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

generasi muda, tempat musyawarah, belajar silat dan sebagainya. Disini akan

ditemukan keterkaitan kejiwaan komunitas yang memanfaatkan surau dengan

ragam peran yang ditampilkannya, sehingga proses dan interaksi sosial yang

terjadi akan mengarah pada pembentukan watak dan kepribadian berdasarkan nilai

dan norma adat Minangkabau. Kedua fungsi keagamaan dan sosiokultural ini

bersinergi dalam kehidupan masyarakat.

Ketiga, ketika munculnya perbincangan tentang kelangkaan ulama dan

pemikir besar Sumatera Barat yang mempunyai gagasan dan pemikiran tingkat

nasional. Pro dan kontra dari tokoh-tokoh Sumatera Barat mencuat kepermukaan,

untuk menanggapi perbincangan hangat ini. Muchtar Naim, misalnya,

menguraikan dengan penuh simpatik akar-akar persoalan berdasarkan tinjauan

historis-sosiologis pendidikan, Menurut Mochtar Naim, sistem pendidikan di

Indonesia, salah satunya, lebih berorientasi pada mengejar pangkat dan

kedudukan untuk memenuhi kehidupan duniawi ketimbang isi dan penguasaan

materi yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan itu sendiri. Sistem pendidikan

sekuleristik seperti ini pada dasarnya diperkenalkan oleh pemerintahan kolonial

Belanda di abad ke-19. Adapun sistem pendidikan surau lebih berorientasi pada

substansi isi dan penguasaan materi pendidikan yang sarat nilai. Tentu, faktor ini

tidaklah selalu dapat dijadikan alasan kenapa surau mulai dan harus dikaji

kembali, karena dengan sifat kesederhanaan dan ketradisionalannya menuntut gandengan tangan kemodernan untuk “memproduksi” ulama dan pemikir besar, semisal Muhammad Jamil Jambek, Abdullaah Ahmad, Taher Jalaluddin, Abdul

Karim Amrullah, K.H Agus Salim, Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Hamka

dan lain-lain (Nizar, S. et al, 2013: 2).

Seiring dengan spirit ketiga hal di atas, diberlakukannya Undang-undang

Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, sangat berpengaruh

terhadap sistem ketatanegaraan Indonesia. Hal ini terjadi karena Undang-undang

ini menganut azas desentralisasi dengan otonomi yang luas, nyata dan bertanggug

jawab. Maksudnya, bahwa dengan berlakunya Undang-undang Nomor 22 Tahun

1999 Pemerintah Daerah diberi kewenangan untuk mengurus dan mengatur rumah

(9)

3

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ada di daerah tersebut. Dengan terbukanya peluang melalui otonomi daerah ini,

maka masyarakat Minangkabau bersama-sama pemerintah daerah Sumatera Barat

serta DPRD menggagas untuk kembali ke bentuk pemerintahan nagari sebagai

struktur pemerintahan terendah sebagai ganti dari struktur pemerintahan desa

yang tidak berhasil memberdayakan masyarakat adat Minangkabau. Hal ini baru

bisa di wujudkan setelah dibuatnya Peraturan Daerah Propinsi Sumatera Barat

Nomor 9 Tahun 2000 tentang Ketentuan Pokok Pemerintahan Nagari, yang di

sahkan pada tanggal 16 Desember 2000.

Berlakunya Peraturan Daerah Sumatera Barat Nomor 9 tahun 2000

memberi ruang untuk menghidupkan nilai-nilai budaya yang selama ini

terpinggirkan lantaran penerapan sistem pemerintahan desa pada masa orde baru,

dan setelah melalui persiapan yang cukup panjang, akhirnya sistem pemerintahan

desa dapat diubah kembali menjadi sistem nagari. Sejalan dengan program

kembalinya ke sistem pemerintahan nagari dari pemerintahan desa, pemerintah

daerah Sumatera Barat juga mencanangkan program kembali ke surau agar

nilai-nilai agama dan adat bisa dilestarikan. Berkaitan dengan hal itu cendikiawan

Minangkabau Salmadanis dan Samad (2003:198) mengungkapkan bahwa:

Kembali ke surau semestinya dipahami bukan mengembalikan fungsi surau sama persis seperti zaman penjajahan dahulu, akan tetapi menjadikan surau sebagai pusat pembinaan umat dan menjadi salah satu tangga dari jenjang bermasyarakat di nagari yang harus teguh melaksanakan prinsip musyawarah, yang pada dasarnya adalah pondasi mendasar dan utama dari adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah.

Dari pendapat di atas dapat dipahami bahwa kembali ke surau yang

dicanangkan oleh pemerintahan daerah Sumatera Barat seharusnya dapat

menghidupkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan surau untuk

diimplementasikan sesuai dengan realitas kehidupan saat ini. Di surau anak-anak

Minang diajarkan berbagai pendidikan mulai dari pendidikan agama, pendidikan

budaya, beladiri, berkomunikasi dan lainnya (Elfindri, dkk, 2010:229).

Berdasarkan pendapat tersebut terdapat ciri khas nilai-nilai pendidikan surau

(10)

4

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Berdasarkan tiga ciri khas dari nilai-nilai pendidikan Surau di atas, saya

melihat bahwa Perguruan Islam Ar-Risalah memiliki kesamaan dengan pola

pendidikan surau. Hal ini tampak dari beberapa hal berikut, diantaranya : 1) Murid

menginap di surau/sekolah, 2) Mendalami ajaran Islam dan ada pelajaran budaya

Minang, 3) Berlatih keterampilan berkomunikasi dan 4) Belajar bela diri, serta 5)

menghasilkan insan berprestasi. Berbekal semangat untuk mencari solusi terhadap

permasalahan karakter bangsa kita, maka perlu meneliti sekolah atau lembaga

pendidikan yang melakukan upaya pengintegrasian pendidikan karakter berbasis

budaya bangsa.

Membangun karakter bangsa dengan mengembangkan karakter siswa

melalui pendidikan karakter di sekolah semakin penting ditengah berbagai

fenomena melemahnya karakter bangsa saat ini. Bila kita simak berita di media

massa dan televisi serta melihat langsung dalam kehidupan masyarakat saat ini,

sangat mudah kita temui seorang anak yang berani membantah bahkan melawan

pada orang tuanya, tawuran antar pelajar, mencontek dalam ujian, suatu keluarga

tidak peduli pada tetangganya, rakyat tidak lagi mau mengikuti para

pemimpinnya, demikian juga pemimpin kurang mampu menangkap aspirasi

rakyatnya dan berbagai fenomena lainnya.

Berdasarkan fenomena di atas dapat kita garis bawahi bahwa telah terjadi

degradasi moral dan melemahnya karakter dari bangsa Indonesia yang disebabkan

berbagai faktor. Untuk mengatasi permasalahan yang kompleks ini, semua

komponen bangsa harus ikut bahu-membahu dan bersatu-padu, memberikan

sumbangsih pemikiran berupa ide, gagasan, dan berbagai hasil penelitian untuk

menghasilkan konsep yang komprehensif sebagai upaya untuk pemecahan

masalah tersebut, sehingga negara yang adil, makmur dan sejahtera bisa segera di

wujudkan.

Pada tahun 2010, Balai Penelitian dan Pengenbangan Kementrian

Pendidikan Nasional merespons pentingnya wacana permasalahan moral dalam

dunia pendidikan dengan grand tema, “Pengembangan Pendidikan Budaya dan

Karakter Bangsa”. Budaya yang dimaksud memiliki pengertian sebagai seluruh

(11)

5

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

masyarakat. Sedangkan karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian

seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang

diyakininya dan digunakannya sebagai landasan untuk cara pandang, bersikap dan

bertindak (Kemendiknas, 2010 : 3).

Ada beberapa bentuk pengintegrasian pendidikan karakter dalam proses

pendidikan yaitu pengintegrasian dalam pembelajaran di kelas, pengembangan

budaya sekolah, kegiatan ko-kurikuler dan ekstrakurikuler, serta kegiatan

keseharian di rumah dan masyarakat (Pusat Kurikulum, 2011:13). Suryabrata

(2000) mengungkapkan bahwa corak kehidupan seseorang ditentukan oleh nilai

kebudayaan mana yang dominan.

Bagi masyarakat di kota Padang, budaya yang dominan ialah budaya

Minangkabau. Dengan begitu, bagi orang Minang bagaimana mereka mendidik

karakter anak tentunya akan disesuaikan dengan budaya Minangkabau yang

berlandaskan kepada ajaran Islam. Sebagaimana Yunus St, Majolelo (1981:1)

menyatakan bahwa masyarakat Minang memiliki falsafah Adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah yang bermakna bahwa Adat dan syara’ (agama) di Minangkabau, selalu bantu-membantu; adat menjalankan peraturan-peraturan

yang sudah digariskan oleh syara’. Hal ini diperkuat dengan pepatah Minang yang

mengungkapkan Syara’ mangato, Adat mamakai yang artinya : Apa yang di

perintahkan oleh agama maka itulah yang harus dijalankan oleh adat.

Hal ini sejalan dengan panduan pendidikan karakter yang disusun oleh

Pusat Kurikulum dan Buku (2011: 13) menyatakan bahwa :

Bahan pendidikan karakter yang dibuat dari pusat, sebagian masih bersifat umum dan belum mencirikan kekhasan daerah tertentu. Oleh karena itu diperlukan penyesuaian dan penambahan baik indikator maupun nilai itu sendiri berdasarkan kekhasan daerah. Selain itu juga perlu disusun strategi dan bentuk-bentuk dukungan untuk menggandakan dan menyebarkan bahan-bahan yang dimaksud (bukan hanya dikalangan persekolahan tapi juga di lingkungan masyarakat luas).

Dipilihnya salah satu kota di Sumatera Barat yaitu kota Padang sebagai

tempat penelitian dikarenakan Kota Padang telah berupaya mengintegrasikan

(12)

6

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pendidikannya. Dalam beberapa kebijakan pemerintah kota Padang menggalakan

berbagai program untuk menghidupkan kembali nilai-nilai pendidikan surau,

diantaranya melalui program pesantren Ramadhan yang diwajibkan bagi murid

SD/Sederajat kelas IV sampai kelas XII SMA/Sederajat, program wirid remaja

dan didikan shubuh. Bukan hanya siswa melainkan guru juga harus terlibat

menjadi pengawas sekaligus pembimbing di Mushollah/Masjid yang terletak di

lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Dari pengamatan saya masih

belum terintegrasinya antara pendidikan sekolah dengan pendidikan di surau dan

di masyarakat dengan baik.

Ada hal menarik di tengah upaya yang dilakukan pemerintah dalam

pelaksanaan pendidikan karakter, dimana di kota Padang terdapat sebuah

Perguruan Islam Ar-Risalah yang terdiri dari SMP dan MA Boarding School yang

terletak di Air Dingin RT 01 RW IX Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto

Tangah Kota Padang. Walaupun baru berdiri tahun 2003 atau sekitar 11 tahun

yang lalu, sekolah ini sangat diminati oleh siswa dan orang tua, karena sangat

konsen sekali melakukan pembinaan karakter dan banyak juga para siswanya

berprestasi dari berbagai bidang. Alumni perguruan ini telah banyak menorehkan

prestasi dan melanjutkan studinya di perguruan tinggi favorit di dalam dan luar

negeri. Sekolah ini juga telah meluluskan siswa yang memiliki moral yang baik

serta hafidz Al-Qur’an yang telah ikut membina masyarakat dan lingkungan

mahasiswa di tempat mereka tinggal dan kuliah.

Berdasarkan observasi awal, peneliti melihat program pendidikan karakter

yang dilaksanakan di Perguruan Islam Ar-Risalah Padang telah diupayakan

terintegrasi dalam pembelajaran, muatan lokal dan budaya sekolah. Seluruh aspek

pendidikan dan lingkungan sekolah dari awal sampai akhir ditata sesuai amanat

pendidikan budaya dan karakter bangsa demi terwujudnya generasi penuh berkah.

Integrasi nilai-nilai pendidikan surau yang diterapkan di SMP Perguruan

Islam Ar-Risalah bisa dipandang sebagai salah satu bentuk upaya penerapan

(13)

7

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

bersumber dari syara’ atau agama Islam yang sumber hukumnya dari Al-Qur’an sebagai wahyu dari Allah SWT . Dari ungkapan ini dapat diketahui bahwa

masyarakat Minangkabau adalah masyarakat Islam. Hal ini juga berdampak pada

pendidikan di Minangkabau yang tidak dapat terpisahkan dengan Islam. Jika kita

menilik pada konteks pendidikan yang memiliki peranan penting dalam

mentransformasikan nilai-nilai kebajikan yang diyakini oleh suatu generasi ke

generasi berikutnya, maka lembaga pendidikan merupakan sarana yang strategis

dan efektif bagi proses terjadinya transformasi kewarganegaraan dalam suatu

komunitas sosial.

Pendidikan yang memasukkan nilai-nilai pendidikan surau sebagai bagian

dari budaya lokal di dalamnya merupakan aplikasi konsep pendidikan sebagai

proses sosio-kultural, yang menyatakan pendidikan dan kebudayaan tidak dapat

dipisahkan. Oleh karena itu, pengintegrasian nilai-nilai pendidikan surau sudah

seharusnya menjadi salah satu solusi untuk mengatasi berbagai tantangan yang

dihadapi dunia pendidikan saat ini. Keberhasilan pengintegrasian budaya sebagai

solusi permasalahan pendidikan telah dibuktikan oleh negara maju seperti Jepang

yang terkenal dengan kizunanya yaitu mendidik dengan hati dan bersahabat,

sehingga tercipta hubungan emosional yang kuat antara guru dan siswa. Hal itu

menunjukkan kemodernan bila dipadukan dengan sebuah kearifan budaya

menjadi suatu hal yang bernilai luar biasa.

Prestasi, manajemen sekolah serta karakter siswa di SMP Perguruan Islam

Ar-Risalah Padang yang telah diuraikan di atas, menarik untuk ditelusuri lebih

jauh dan mendalam serta perlu dipelajari cara-cara sekolah tersebut mengelolah

pengintagrasian nilai-nilai pendidikan surau yang kuat dengan nilai-nilai Islam

untuk diintegrasikan dalam proses pembelajaran dan seluruh kegiatan sekolah

tanpa mengurangi prestasi belajar siswa sehingga mampu membentuk sebuah

pribadi yang jujur, cerdas, peduli dan tangguh dalam kondisi masyarakat kita

(14)

8

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Wenny Liztia tahun 2011 tentang

Internalisasi Nilai–Nilai dalam Proses Pembelajaran PKN di Perguruan Islam

Ar-Risalah Kota Padang (Tesis Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Padang) :

Hasil penelitian di temukan bahwa upaya internalisasi nilai – nilai dalam proses pembelajaran PKN tidak berjalan sendiri, namun didukung oleh program dan mata pelajaran lain, untuk perencanaan yang dibuat guru seperti silabus dan RPP memiliki muatan nilai yang secara tidak langsung dapat dimaknai dari kompetensi dasar dan indikator yang ada. Sedangkan dalam proses pembelajaran upaya menginternalisasikan dilakukan melalui pendekatan cerita. Proses internalisasi tersebut dapat dibuktikan melalui lima pentahapan, yaitu tahap pemberian pengetahuan tentang nilai, tahap memahami nilai, tahap meneriman nilai, tahap bersikap dan tahap mengamalkan nilai- nilai. Untuk proses penilain pembelajaran dipengaruhi dari nilai sikap dan aktivitas selama diasrama.

Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan penelitian untuk

menganalisis Integrasi Nilai-nilai Pendidikan Surau Dalam Transformasi

Kewarganegaraan Untuk Mengembangkan Karakter Siswa.

B. Identifikasi Permasalahan Penelitian

Berdasarkan latar belakang tersebut dapat diidentifikasi berbagai masalah

yang ada berkaitan dengan integrasi nilai-nilai pendidikan surau yaitu sebagai

berikut:

1. Surau sebagai lembaga pendidikan tradisional Minangkabau sangat berperan

dalam menenamkan karakter kepada generasi muda Minang tempo dulu.

Banyak ulama dan pemikir besar yang berasal dari Minangkabau seperti K.H.

Agus Salim, Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Hamka dan lain-lain,

merupakan tokoh Minang dan tokoh bangsa Indonesia yang didik dan dilatih di

surau. Namun, saat ini pendidikan surau tidak seperti dulu lagi, generasi muda

Minang saat ini sudah merasa cukup belajar di surau sampai mampu membaca

Al-Qur’an dan tata cara beribadah sholat saja. Sementara dahulu generasi muda

Minang untuk mendalami ajaran Islam secara mendalam tidurpun di surau

sehingga surau sangat berperan membentuk karakternya. Mengembalikan

(15)

9

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dan juga tidak cocok dengan kondisi saat ini, karena sudah banyak aspek

kehidupan masyarakat Minangkabau yang berubah. Fenomena sekarang

terlihat norma lama yang luhur mulai agak memudar, sementara tatanan baru

belum juga terbentuk. Oleh karena itu perlu di gali nilai-nilai luhur dahulu

yang bisa di integrasikan pada institusi pendidikan saat ini. Setidaknya sebagai

langkah awal untuk melihat sejauh mana nilai-nilai pendidikan surau

terintegrasi dalam pola pembinaan karakter siswa di Sekolah.

2. Sekolah sebagai institusi pendidikan formal harusnya mampu melahirkan siswa

yang cerdas dan berkribadian luhur. Kecendrungannya, dalam pelaksanaan

pendidikan dikebanyakan sekolah terkesan lebih menitik beratkan pada

penguasaan kognitif pada siswa ketimbang penanaman sikap. Hal ini

dibuktikan dengan terjadinya tawuran antar pelajar, siswa melawan pada

gurunya, pelecehan seksual, curang ketika ujian dan berbagai bentuk tindakan

yang mengindikasikan belum berhasilnya penanaman karakter kepada para

siswa oleh sekolah. Oleh karena itu, perlu diteliti sekolah yang benar-benar

melaksanakan pendidikan karakter dengan sunguh-sungguh dan memiliki

prestasi baik akademik maupun non-akademik yang sudah di akui oleh

masyarakat, agar dapat dijadikan sebagai model bagi sekolah lainnya. Sesuai

dengan paparan dalam latar belakang di atas maka peneliti menilai SMP

Perguruan Islam Ar-risalah pantas untuk diteliti lebih lanjut pembelajaran dan

budaya sekolah di sekolah tersebut.

C.Perumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah diuraikan di

atas, maka fokus dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah integrasi nilai-nilai

pendidikan surau dalam transformasi kewarganegaraan untuk mengembangkan

karakter siswa di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah?

Dari rumusan masalah di atas, dapat dijabarkan menjadi beberapa

pertanyaan penelitian :

(16)

10

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

b. Bagaimanakah pelaksanaan integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam

pembelajaran PKn di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah ?

c. Bagaimanakah bentuk integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam muatan

lokal mentoring yang diterapkan di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah?

d. Bagaimakanah pelaksanaan integrasi nilai-nilai pendidikan surau PKn dalam

budaya sekolah di Perguruan Islam Ar-Risalah?

e. Kendala apa yang dihadapi dan upaya penyelesaian dalam pelaksanaan

integrasi nilai-nilai pendidikan surau di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah?

D.Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka secara umum tujuan

penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan integrasi nilai-nilai pendidikan surau

dalam tranformasi kewarganegaraan untuk mengembangkan karakter siswa di

SMP Perguruan Islam Ar-Risalah.

2. Tujuan Khusus

Adapun secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk:

a. Mengetahui nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam pendidikan surau.

b. Mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan integrasi nilai-nilai pendidikan

surau dalam pembelajaran PKn di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah

c. Mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan integrasi nilai-nilai pendidikan

surau dalam muatan lokal mentoring di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah.

d. Mendeskripsikan dan mengananlisis pelaksanaan integrasi nilai-nilai

pendidikan surau dalam budaya sekolah di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah.

e. Mengetahui kendala yang dihadapi dan upaya penyelesaian dalam pelaksanaan

integrasi nilai-nilai pendidikan surau di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah

E.Manfaat Penelitian

Melalui berbagai kajian yang dilakakukan untuk menjawab berbagai

masalah yang telah dirumuskan, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat baik

(17)

11

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dalam dimensi kurikuler dan sosial-kultural dalam mengembangkan karakter

siswa agar menjadi smart and good citizens. Adapun manfaat secara teoritis dan praktis tersebut akan diuraikan sebagai berikut:

1. Manfaat secara teoritis

Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberi konstribusi dalam

mengembangkan dan mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan surau dalam

pembelaajran PKn, muatan lokal mentoring dan budaya sekolah. Selain dari pada

itu, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam

mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal yang beragam di Indonesia untuk

dilestarikan melalui institusi pendidikan. Dengan demikian, penelitian ini juga

dapat memberikan ragam khasanah dalam PKn terutama PKn dalam dimensi

kurikuler dan sosial-kultural yang mengemban misi membangun karakter bangsa

termasuk para siswa SMP sebagai warga negara hipotetik dan potensial untuk

dikembangkan karakternya untuk mewujudkan kejayaan Indonesia.

2. Manfaat secara praktis

Secara praktis, penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi berbagai pihak

dalam kaitannya dengan pengintegrasian nilai-nilai pendidikan dalam

transformasi kewarganegaraan, yaitu sebagai berikut :

a. Bagi Siswa

Agar dapat memahami nilai-nilai pendidikan surau sebagai bagian dari

kearifan lokal Minangkabau dalam dunia pendidikan. Sehingga dapat

menumbuhkan kesadaran untuk senantiasa mengembangkan karakternya menjadi

warga negara yang lebih baik dan mampu melestarikan nilai-nilai kebajikan yang

bersumber dari budaya lokal, nasional maupun global.

b. Bagi Guru

Penelitian ini dapat membantu dalam mengembangkan manajemen

pembelajaran yang meliputi perencanaan, pelaksaanaan, dan evaluasi mengenai

pendidikan karakter dalam PKn dengan berorientasi pada ketiga domain

kompetensi kewarganegaraan yaitu: aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik.

Sehingga pembelajaran yang dilakukan dapat membantu mengoptimalkan potensi

(18)

12

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu c. Bagi pengurus Yayasan dan Dinas Pendidikan

Sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan untuk

meningkatkan mutu pendidikan, berupa pengembangan sistem pendidikan,

dengan menerapkan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal untuk mewujudkan

masyarakat yang berperadaban.

d. Bagi Peneliti Lain

Hasil penelitian dapat dijadikan masukan dan bahan pertimbangan untuk

mengkaji berbagai jenis kearifan lokal di daerah lain yang diterapkan dalam

pembelajaran untuk mendukung program pendidikan karakter yang dicanangkan

pemerintah.

F. Struktur Organisasi Tesis

Tesis ini terdiri dari lima bab. Pertama, Bab I merupakan pendahuluan

yang terdiri dari latar belakang masalah, identifikasi masalah penelitian, rumusan

masalah penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan struktur organisasi

tesis. Kedua, Bab II merupakan kajian pustaka dan kerangka penelitian yang membahas mengenai nilai-nilai pendidikan surau, pendidikan kewarganegaraan,

hakikat karakter, integrasi pendidikan karakter dalam kegiatan sekolah dan

penelitian relevan serta paradigma penelitian. Ketiga, Bab III merupakan metode

penelitian yang terdiri dari lokasi penelitian, subjek penlitian, pendektan dan

metode penelitian, definisi konseptual, instrumen penelitian, teknik pengumpulan

data, teknik analisis data dan uji validitas data. Keempat, Bab IV berisi tentang deskripsi lokasi penelitian, deskripsi hasil penelitian dan menguraikan mengenai

pembahasan terhadap hasil penelitian. Kelima, Bab V terdiri dari simpulan penelitian dan rekomendasi terhadap pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dan

(19)

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V

SIMPULAN DAN REKOMENDASI

Pada bab ini, akan disajikan simpulan dan rekomendasi berkaitan dengan

pembahasan hasil penelitian mengenai integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam

transformasi kewarganegaraan untuk mengembangkan karakter siswa di SMP

Perguruan Islam Ar-Risalah.

A.Simpulan

1. Simpulan Umum

Berdasarkan temuan penelitian yang telah diuraikan pada bagaian deskripsi

hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian maka integrasi nilai-nilai

pendidikan Surau dalam transformasi kewarganegaraan untuk mengembangkan

karakter siswa di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah dilakukan dalam dua tahap

yaitu tahap penggalian terhadap nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan

surau menurut perspektif tokoh adat (Niniek-mamak), tokoh Agama (Alim-ulama) dan cendikiawan (Cadiek-pandai) Minangkabau. Dari penggalian tersebut disusun

nilai-nilai pendidikan surau menjadi empat kategori yaitu nilai-nilai yang

termasuk dalam kategori olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga. Dari empat

macam olah tersebut dirumuskan 21 nilai yang disarikan dari pemikiran tokoh dan

ungkapan pepatah-petitih yang mereka ungkapkan.

Tahap berikutnya yaitu melihat integrasi nilai-nilai pendidikan surau

tersebut dalam pola pendidikan karakter di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah.

Dalam hal ini peneliti melihat dari empat aspek berikut ini : Pertama, integrasi

nilai-nilai pendidikan surau dilihat dalam aspek pembelajaran PKn yang

mencakup komponen perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran.

Perencanaan pembalajaran terdiri dari beberapa komponen yaitu proses

penyusunan silabus dan RPP, materi, metode, media, sumber dan penilaian

pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan menyaksikan proses

pembelajaran yang tersusun atas beberapa komponen yaitu kegiatan pendahuluan,

kegiatan inti, dan kegiatan penutup pembelajaran. serta kesesuian antara silabus

(20)

214

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pembelajaran meliputi komponen-komponen yaitu penilaian proses dan penilaian

hasil pembelajaran.

Kedua, integrasi nilai-nilai pendidikan surau dilihat dalam aspek muatan

lokal mentoring yang mencakup tujuan mentoring, kurikulum mentoring , tugas

mentor, proses mentoring, metode mentoring, administrasi mentoring,

pengelompokan mentoring, tata tertib mentoring, dan evaluasi mentoring. Ketiga,

integrasi nilai-nilai pendidikan surau dilihat dalam aspek budaya sekolah yang

mencakup kehidupan di asrama, kegiatan rutin dan spontanitas serta keteladanan

oleh guru dan tenaga kependidikan. Empat, melihat kendala yang dihadapi dan

upaya penyelesaian terhadap integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam

transformasi kewarganegaraan di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah.

Integrasi nilai-nilai pendidikan Surau dalam transformasi kewarganegaraan

untuk mengembangkan karakter siswa di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah dilihat

dari beberapa aspek tersebut dilakukan agar terlihat keterhubungan antara

berbagai aspek tersebut. Ketiga aspek tersebut sangat berperan dalam

mengembangkan karakter siswa di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah. Diperkuat

lagi dengan surau sebagai lembaga pendidikan integral sehingga tidak bisa dilihat

dari satu aspek saja. Oleh karena itu, dalam mengembangkan karakter siswa agar

menjadi warga negara yang cerdas dan baik serta cinta pada negara dan agamanya

diperlukan berbagai upaya yang komprehensif, programatis, runtut, dan

berkesinambungan.

Surau sebagai salah satu institusi pendidikan tradisional Minangkabau yang

telah membuktikan melahirkan banyak tokoh yang memiliki karakter yang kuat

dan berprestasi diberbagai bidang di zaman dahulu. Oleh sebab itu, salah satu

upaya strategis yang dapat dilakukan berkenaan dengan mengembangkan karakter

siswa melalui institusi pendidikan, khususnya di Sumatera Barat ialah dengan

mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pendidikan di sekolah.

Secara umum, nilai-nilai pendidikan surau secara substansial telah

terintegrasi dalam pola pendidikan karakter yang dilakukan di SMP Perguruan

Islam Ar-Risalah. Hal ini diterlihat dari 21 nilai karakter yang dikembangkan

(21)

215

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pendidikan di SMP Ar-Risalah sama-sama berangkat dan menjadikan poin utama

ialah nilai tauhid atau aqidah. Setelah dilakukan elaborasi terhadap delapan

karakter di SMP Ar-Risalah ditemukan bahwa 21 nilai karakter pendidikan surau

tersebut terintegrasi dalam penjabaran delapam karakter yang dilaksanakan di

SMP Perguruan Islam Ar-risalah.

2. Simpulan Khusus

Berikut akan disajikan beberapa kesimpulan khusus dalam penelitian ini.

1. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam pendidikan surau terbagi

menjadi empat olah sebagai berikut: Olah hati melahirkan nilai bertauhid

murni kepada Allah SWT (bertqwa), beribadah benar dan ikhlas, Jujur dan

bertanggung jawab. Selanjutnya olah rasa melahirkan nilai sepenanggungan,

arif berkomunikasi, saling mengasihi daan menghormati semua elemen

masyarakat, egaliter dan pandai menyesuaikan diri dimanapun berada.

Sementara olah pikir melahirkan kritis, cerdas, kreatif, inovatif, visioner, dan

berpikiran terbuka. Dan terakhir olah raga melahirkan kuat, tangguh, disiplin,

mandiri, dan cakap serta berani dalam membela diri dan membela kebenaran.

2. Integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam pembelajaran PKn dalam RPP

dicantumkan secara ekplisit nilai karakter yang ingin dikembangkan disertai

ayat Al-Qur’an yang terkait dengan materi pembelajaran. Dalam pelaksanaan

pembelajaran sudah menggunakan pendekatan berpusat pada siswa, media dan

metode yang beragam. Dalam evaluasi pembelajaran harus memasukkan nilai

sikap 20% dari nilai yang dicantumkan di rapor. Hal ini bukan saja untuk mata

pelajaran PKn melainkan untuk semua mata pelajaran. Nilai sikap tersebut

terdiri dari 10% dari nilai sikap dari guru matapelajaran, 8 % dari musyrif atau

pembina asrama dan 2% dari wali kelas.

3. Integrasi nilai pendidikan surau dalam muatan lokal mentoring dilakukan

dalam bentuk pembelajaran berkelompok yang terdiri dari 10-12 orang dangan

seorang mentor. Mentor tersebut ialah guru, musyrif, dan tenaga kependidikan

yang sudah dilatih dan tinggal melaksanakan modul yang dipersiapkan

Perguruan Ar-Risalah tanpa harus membuat RPP lagi. Proses mentoring

(22)

216

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

benar-benar mengenal siswanya dan melakukan pendekatan personal pada

setiap siswa, dengan demikian sangat efektif dalam penanaman karakter

kepada siswa. Setiap siswa dievaluasi amalan harianya dan direkap oleh

mentor sekali dalam seminggu.

4. Integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam budaya sekolah dilakukan

pembinaan secara berkesimbungan antara di asrama dan di sekolah dengan

konsep Boarding School. Setiap siswa di asrama memiliki buku cerminan prilakunya. Siswa dibiasakan dengan berbagai program rutin seperti sholat berjama’ah setiap waktu, kultum secara bergantian, nonton bareng, tadabbur alam, kunjungan edukatif dan lain sebagainya. Guru dan karyawan

menunjukkan keteladanan dalam setiap prilakunya.

5. Kendala yang dihadapi dalam pengintegrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam

transformasi kewarganegaraan di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah ialah

berbedanya pola asuh di rumah dengan di sekolah, berpindahnya guru dengan

beragam alasan dan tidak samanya kemampuan guru. Semua kendala itu sudah

di atasi melalui upaya pembuatan komitmen kerjasama dengan orang tua siswa

berupa surat perjanjian untuk menjalankan semua aturan sekolah di awal siswa

masuk di Ar-Risalah dan adanya koordinasi antara sekolah dengan orang tua

secara berkala. Perpindahan guru di atasi dengan merekrut guru baru yang

berkaualitas dan cepat menyesuaikan diri dan untuk meningkatkan kemampuan

guru dilakukan berbagai pelatihan dan studi banding ke sekolah yang lebih

baik.

B. Rekomendasi

Berdasarkan kesimpulan tersebut, pada bagian ini akan dirumuskan

beberapa rekomendasi berkaitan dengan integrasi nilai-nilai pendidikan surau

dalam transformasi kewarganegaraan di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah.

Rekomendasi yang dimaksud ditujukan kepada beberapa pihak yang memiliki

perhatian yang besar dalam mengembangkan karakter siswa melalui institusi

pendidikan, yaitu:

1. Kepada pemerintah, dalam hal ini adalah para pengambil kebijakan dalam

(23)

217

Muspardi, 2014

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pendidikan nasional agar dalam melakukan pengembangan terhadap kurikulum

dilakukan dengan mempertimbangkan nilai-nilai kearifan lokal untuk

dikembangkan dalam pembelajaran dan budaya sekolah.

2. Kepada guru, agar senantiasa meningkatkan dan mengembangkan

pembelajaran PKn dalam berbagai aspek yang meliputi materi, pendekatan,

metode, media, sumber, dan penilaian yang komunikatif, edukatif, kreatif, dan

inovatif. Sehingga pembelajaran yang dilakukan dapat memotivasi dan

menginspirasi siswa.

3. Kepada siswa, agar mengikuti berbagai program yang dirumuskan sekolah

untuk mengembangkan berbagai potensi dirinya dan mengembangkan

karakternya agar menjadi smart and good citizens.

4. Kepada peneliti selanjutnya yang memiliki ketertarikan dan keinginan untuk

mengkaji mengenai integrasi nilai-nilai pendidikan surau di Ar-Risalah

direkomendasikan untuk melakukan pengkajian mengenai integrasi nilai-nilai

pendidikan surau dalam Badan Eksekutif Siswa Ar-Risalah atau pendidkan

demokrasi berbasis nilai-nilai kearifan lokal melalui Badan Eksekutif Siswa

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian di Pelabuhan Perikanan Pantai Asemdoyong Pemalang adalah untuk mengetahui cara pengoperasian alat tangkap Payang Jabur, menganalisis besarnya biaya,

Dalam kaitannya dengan perdagangan internasional, maka produk pangan yang diperdagangkan harus memenuhi persyaratan yang berlaku di negara tujuan ekspor, antara lain

Dalam konsep kegiatan ini, dibutuhkan kerjasama masyarakat dan pihak TN Karimunjawa untuk melakukan pengawasan dan pemeliharaan tempat sampah yang diberikan pasca kegiatan..

Karyawan/dosen/Pengajar/mahasiswa dengan kriteria kontak erat, kasus suspek atau konfirmasi positif COVID-19). 1) Tutup ruangan/ area kerja/kantor/kampus/sekolah yang pernah

Penulis mengucapkan syukur atas kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan kasih sayang-Nya, melimpahkan kemudahan dan jalan ketenangan hati serta semangat berusaha untuk

Viskometer stormer adalah !iskometer rotasi yang  biasanya digunakan dalam menentukan !iskositas dari

Berdasarkan uraian tersebut, dapat dinyatakan bahwa perubahan bunyi dihasilkan oleh alat ucap serta cara artikulasi yang dilakukan oleh Mirza sebagai rangkaian

Status Data : 08 Mei 2015.. Rekapitulasi Pelaksanaan Anggaran DAK TA 2014 Per Propinsi Sub Bidang Sanitasi.. Status Data : 08 Mei