Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK
MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
(Studi Deskriptif di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat)
TESIS
Diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan
Oleh
Muspardi
NIM. 1202186
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEKOLAH PASCASARJANA
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK
MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
(Studi Deskriptif di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat)
Oleh Muspardi
S.Pd FIS UNP, 2012
Sebuah Tesis yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd) pada Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan
© Muspardi 2014
Universitas Pendidikan Indonesia Juli 2014
Hak Cipta dilindungi Undang-Undang
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu HALAMAN PENGESAHAN
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK
MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
(Studi Deskriptif di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat)
Oleh Muspardi NIM. 1202186
Disetujui dan Disahkan Oleh
Pembimbing I
Prof. Dr. H. Sapriya, M.Ed NIP. 19630820 198803 1 001
Pembimbing II
Dr.Hj. Kokom Komalasari, M.Pd NIP. 19721001 200112 2 001
Mengetahui,
Ketua Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Tesis ini telah diuji pada Ujian Tahap II
Hari/tanggal : Selasa, 22 Juli 2014
Tempat : Ruang 059 Lantai 3 Gedung Sekolah Pascasarjana UPI
Tim Penguji : Penguji 1
Prof. Dr. H. Sapriya, M.Ed NIP. 19630820 198803 1 001 Penguji 2
Dr.Hj. Kokom Komalasari, M.Pd NIP. 19721001 200112 2 001
Penguji 3
Prof. Dr. H. Endang Sumantri.,M.Ed
Penguji 4
Dr. Dadang Sundawa, M.Pd NIP. 19600515 198803 1 002
Mengetahui,
Ketua Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRAK
Muspardi (1202186). Integrasi Nilai-nilai Pendidikan Surau dalam Transformasi Kewarganegaraan untuk Mengembangkan Karakter Siswa. (Studi Deskriptif di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah)
Integrasi nilai-nilai kearifan lokal sudah seharusnya menjadi salah satu solusi untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini. Salah satu nilai kearifan lokal yang harus dikembangkan ialah nilai-nilai pendidikan surau. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui nilai-nilai pendidikan surau menurut perspektif tokoh agama, tokoh adat dan cendikiawan Minangkabau; (2) Mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam pembelajaran PKn; (3) Mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam muatan lokal mentoring; (4) Mendeskripsikan dan menganalisis integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam budaya sekolah, dan (5) Mengetahui kendala yang dihadapi dan upaya penyelesaian dalam melaksanakan integrasi nilai-nilai pendidikan surau di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Berbagai teknik pengumpulan data digunakan dalam menghimpun data yang dibutuhkan, yaitu teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Adapun subjek dalam penelitian ini terdiri dari tokoh agama, tokoh adat dan cendikiawan Minangkabau, kepala sekolah, wakil kurikulum, guru PKn, kepala pengasuhan, pembina asrama (musyrif), mentor, dan siswa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa (1) Nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam pendidikan surau dikelompokkan menjadi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga yang terdiri dari 21 nilai yang didukung oleh ungkapan pepatah-petitih Minangkabau; (2) Nilai-nilai pendidikan surau telah terintegrasi dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran PKn; (3) Nilai-nilai pendidikan surau telah diintegrasikan dalam muatan lokal mentoring; (4) Integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam budaya sekolah tergambar dari kegiatan rutin sholat berjamaah disertai kultum setelah sholat, lingkungan sekolah yang kondusif serta keteladanan dari guru dan karyawan sekolah; (5) Kendala dalam pengintegrasian nilai-nilai pendidikan surau ialah perbedaan pola asuh siswa di rumah dengan pola asuh di sekolah dan pergantian guru dan pembina asrama (musyrif) dan upaya untuk menanggulangi itu dengan membangun kejasama yang baik dengan orang tua dan merekrut guru baru yang berkualitas. Nilai-nilai pendidikan surau secara substansial telah terintegrasi dalam pola pendidikan karakter yang dilakukan di SMP Perguruan Islam Ar-risalah. Oleh karena itu, kepada pihak-pihak terkait, khususnya kepada guru, musyrif dan mentor agar senantiasa mengoptimalkan kemampuannya dalam mendidik dan membina siswa agar dapat mengembangkan karakter siswa menjadi smart and good citizens serta pada peneliti berikutnya agar meneliti pelaksanaan nilai-nilai pendidikan surau pada Badan Eksekutif Siswa Ar-Risalah.
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRACT
Muspardi (1202186). Integration of Values of Surau Education in Citizenship Transformation for Developing Students Character. (Descriptive Study at Islam Ar-Risalah Junior High School College )
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I
PENDAHULUAN
Pada bab pendahuluan ini akan diuraikan mengenai beberapa sub bab,
yaitu latar belakang penelitian, identifikasi masalah penelitian, rumusan masalah
penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, serta struktur organisasi tesis.
Berikut penjelasan mengenai sub bab yang menyusun bab pendahuluan tersebut.
A. Latar Belakang Penelitian
Surau sebagai salah satu institusi pendidikan Islam di Sumatera Barat
kendatipun dianggap sebagai institusi pendidikan yang bersifat tradisional dan
sudah sering dibicarakan serta masih hangat dan penting untuk dibicarakan.
Dalam hemat saya, paling tidak ada tiga alasan yang melatar belakangi topik ini
menarik untuk dikaji ulang. Pertama, telah di-mafhumi, keberadaan surau dalam
masyarakat Minangkabau sebagai tempat penanaman nilai-nilai keagamaan,
moral, etika, dan belajar baca tulis Al-Qur’an serta tempat pelaksanaan ibadah.
Dihubungkan dengan perubahan dan perkembangan zaman dengan segala dampak
negatifnya tehadap generasi muda sekarang. Ketika muncul permasalahan tentang
memudarnya sikap, pemahaman dan pengamalan ajaran agama serta banyaknya
generasi muda, yang tidak bisa baca tulis Al-Qur’an, terutama di Minangkabau,
maka ada anggapan, bahwa mereka telah meninggalkan pendidikan surau;
walaupun ada pula suatu apriori dan rasa sinis bahwa sistem pendidikan surau
tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Andil besar surau bagi generasi
masa lalu menjadi perbandingan untuk menilai keadaan generasi masa kini. Oleh
karena itu, keinginan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai pendidikan surau
dalam sistem pendidikan di Minangkabau semakin diharapkan dapat menanamkan
nilai-nilai agama, moral, etika, disamping dibutuhkan pemikiran yang konstruktif
dan inovatif dalam penataan kelembagaan.
Kedua, disamping sebagai lembaga keagamaan dan pendidikan, surau juga
memiliki peran dan fungsi sosiokultural. Keluarga, kaum atau suku yang
2
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
generasi muda, tempat musyawarah, belajar silat dan sebagainya. Disini akan
ditemukan keterkaitan kejiwaan komunitas yang memanfaatkan surau dengan
ragam peran yang ditampilkannya, sehingga proses dan interaksi sosial yang
terjadi akan mengarah pada pembentukan watak dan kepribadian berdasarkan nilai
dan norma adat Minangkabau. Kedua fungsi keagamaan dan sosiokultural ini
bersinergi dalam kehidupan masyarakat.
Ketiga, ketika munculnya perbincangan tentang kelangkaan ulama dan
pemikir besar Sumatera Barat yang mempunyai gagasan dan pemikiran tingkat
nasional. Pro dan kontra dari tokoh-tokoh Sumatera Barat mencuat kepermukaan,
untuk menanggapi perbincangan hangat ini. Muchtar Naim, misalnya,
menguraikan dengan penuh simpatik akar-akar persoalan berdasarkan tinjauan
historis-sosiologis pendidikan, Menurut Mochtar Naim, sistem pendidikan di
Indonesia, salah satunya, lebih berorientasi pada mengejar pangkat dan
kedudukan untuk memenuhi kehidupan duniawi ketimbang isi dan penguasaan
materi yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan itu sendiri. Sistem pendidikan
sekuleristik seperti ini pada dasarnya diperkenalkan oleh pemerintahan kolonial
Belanda di abad ke-19. Adapun sistem pendidikan surau lebih berorientasi pada
substansi isi dan penguasaan materi pendidikan yang sarat nilai. Tentu, faktor ini
tidaklah selalu dapat dijadikan alasan kenapa surau mulai dan harus dikaji
kembali, karena dengan sifat kesederhanaan dan ketradisionalannya menuntut gandengan tangan kemodernan untuk “memproduksi” ulama dan pemikir besar, semisal Muhammad Jamil Jambek, Abdullaah Ahmad, Taher Jalaluddin, Abdul
Karim Amrullah, K.H Agus Salim, Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Hamka
dan lain-lain (Nizar, S. et al, 2013: 2).
Seiring dengan spirit ketiga hal di atas, diberlakukannya Undang-undang
Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, sangat berpengaruh
terhadap sistem ketatanegaraan Indonesia. Hal ini terjadi karena Undang-undang
ini menganut azas desentralisasi dengan otonomi yang luas, nyata dan bertanggug
jawab. Maksudnya, bahwa dengan berlakunya Undang-undang Nomor 22 Tahun
1999 Pemerintah Daerah diberi kewenangan untuk mengurus dan mengatur rumah
3
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
ada di daerah tersebut. Dengan terbukanya peluang melalui otonomi daerah ini,
maka masyarakat Minangkabau bersama-sama pemerintah daerah Sumatera Barat
serta DPRD menggagas untuk kembali ke bentuk pemerintahan nagari sebagai
struktur pemerintahan terendah sebagai ganti dari struktur pemerintahan desa
yang tidak berhasil memberdayakan masyarakat adat Minangkabau. Hal ini baru
bisa di wujudkan setelah dibuatnya Peraturan Daerah Propinsi Sumatera Barat
Nomor 9 Tahun 2000 tentang Ketentuan Pokok Pemerintahan Nagari, yang di
sahkan pada tanggal 16 Desember 2000.
Berlakunya Peraturan Daerah Sumatera Barat Nomor 9 tahun 2000
memberi ruang untuk menghidupkan nilai-nilai budaya yang selama ini
terpinggirkan lantaran penerapan sistem pemerintahan desa pada masa orde baru,
dan setelah melalui persiapan yang cukup panjang, akhirnya sistem pemerintahan
desa dapat diubah kembali menjadi sistem nagari. Sejalan dengan program
kembalinya ke sistem pemerintahan nagari dari pemerintahan desa, pemerintah
daerah Sumatera Barat juga mencanangkan program kembali ke surau agar
nilai-nilai agama dan adat bisa dilestarikan. Berkaitan dengan hal itu cendikiawan
Minangkabau Salmadanis dan Samad (2003:198) mengungkapkan bahwa:
Kembali ke surau semestinya dipahami bukan mengembalikan fungsi surau sama persis seperti zaman penjajahan dahulu, akan tetapi menjadikan surau sebagai pusat pembinaan umat dan menjadi salah satu tangga dari jenjang bermasyarakat di nagari yang harus teguh melaksanakan prinsip musyawarah, yang pada dasarnya adalah pondasi mendasar dan utama dari adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah.
Dari pendapat di atas dapat dipahami bahwa kembali ke surau yang
dicanangkan oleh pemerintahan daerah Sumatera Barat seharusnya dapat
menghidupkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan surau untuk
diimplementasikan sesuai dengan realitas kehidupan saat ini. Di surau anak-anak
Minang diajarkan berbagai pendidikan mulai dari pendidikan agama, pendidikan
budaya, beladiri, berkomunikasi dan lainnya (Elfindri, dkk, 2010:229).
Berdasarkan pendapat tersebut terdapat ciri khas nilai-nilai pendidikan surau
4
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Berdasarkan tiga ciri khas dari nilai-nilai pendidikan Surau di atas, saya
melihat bahwa Perguruan Islam Ar-Risalah memiliki kesamaan dengan pola
pendidikan surau. Hal ini tampak dari beberapa hal berikut, diantaranya : 1) Murid
menginap di surau/sekolah, 2) Mendalami ajaran Islam dan ada pelajaran budaya
Minang, 3) Berlatih keterampilan berkomunikasi dan 4) Belajar bela diri, serta 5)
menghasilkan insan berprestasi. Berbekal semangat untuk mencari solusi terhadap
permasalahan karakter bangsa kita, maka perlu meneliti sekolah atau lembaga
pendidikan yang melakukan upaya pengintegrasian pendidikan karakter berbasis
budaya bangsa.
Membangun karakter bangsa dengan mengembangkan karakter siswa
melalui pendidikan karakter di sekolah semakin penting ditengah berbagai
fenomena melemahnya karakter bangsa saat ini. Bila kita simak berita di media
massa dan televisi serta melihat langsung dalam kehidupan masyarakat saat ini,
sangat mudah kita temui seorang anak yang berani membantah bahkan melawan
pada orang tuanya, tawuran antar pelajar, mencontek dalam ujian, suatu keluarga
tidak peduli pada tetangganya, rakyat tidak lagi mau mengikuti para
pemimpinnya, demikian juga pemimpin kurang mampu menangkap aspirasi
rakyatnya dan berbagai fenomena lainnya.
Berdasarkan fenomena di atas dapat kita garis bawahi bahwa telah terjadi
degradasi moral dan melemahnya karakter dari bangsa Indonesia yang disebabkan
berbagai faktor. Untuk mengatasi permasalahan yang kompleks ini, semua
komponen bangsa harus ikut bahu-membahu dan bersatu-padu, memberikan
sumbangsih pemikiran berupa ide, gagasan, dan berbagai hasil penelitian untuk
menghasilkan konsep yang komprehensif sebagai upaya untuk pemecahan
masalah tersebut, sehingga negara yang adil, makmur dan sejahtera bisa segera di
wujudkan.
Pada tahun 2010, Balai Penelitian dan Pengenbangan Kementrian
Pendidikan Nasional merespons pentingnya wacana permasalahan moral dalam
dunia pendidikan dengan grand tema, “Pengembangan Pendidikan Budaya dan
Karakter Bangsa”. Budaya yang dimaksud memiliki pengertian sebagai seluruh
5
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
masyarakat. Sedangkan karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian
seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang
diyakininya dan digunakannya sebagai landasan untuk cara pandang, bersikap dan
bertindak (Kemendiknas, 2010 : 3).
Ada beberapa bentuk pengintegrasian pendidikan karakter dalam proses
pendidikan yaitu pengintegrasian dalam pembelajaran di kelas, pengembangan
budaya sekolah, kegiatan ko-kurikuler dan ekstrakurikuler, serta kegiatan
keseharian di rumah dan masyarakat (Pusat Kurikulum, 2011:13). Suryabrata
(2000) mengungkapkan bahwa corak kehidupan seseorang ditentukan oleh nilai
kebudayaan mana yang dominan.
Bagi masyarakat di kota Padang, budaya yang dominan ialah budaya
Minangkabau. Dengan begitu, bagi orang Minang bagaimana mereka mendidik
karakter anak tentunya akan disesuaikan dengan budaya Minangkabau yang
berlandaskan kepada ajaran Islam. Sebagaimana Yunus St, Majolelo (1981:1)
menyatakan bahwa masyarakat Minang memiliki falsafah Adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah yang bermakna bahwa Adat dan syara’ (agama) di Minangkabau, selalu bantu-membantu; adat menjalankan peraturan-peraturan
yang sudah digariskan oleh syara’. Hal ini diperkuat dengan pepatah Minang yang
mengungkapkan Syara’ mangato, Adat mamakai yang artinya : Apa yang di
perintahkan oleh agama maka itulah yang harus dijalankan oleh adat.
Hal ini sejalan dengan panduan pendidikan karakter yang disusun oleh
Pusat Kurikulum dan Buku (2011: 13) menyatakan bahwa :
Bahan pendidikan karakter yang dibuat dari pusat, sebagian masih bersifat umum dan belum mencirikan kekhasan daerah tertentu. Oleh karena itu diperlukan penyesuaian dan penambahan baik indikator maupun nilai itu sendiri berdasarkan kekhasan daerah. Selain itu juga perlu disusun strategi dan bentuk-bentuk dukungan untuk menggandakan dan menyebarkan bahan-bahan yang dimaksud (bukan hanya dikalangan persekolahan tapi juga di lingkungan masyarakat luas).
Dipilihnya salah satu kota di Sumatera Barat yaitu kota Padang sebagai
tempat penelitian dikarenakan Kota Padang telah berupaya mengintegrasikan
6
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
pendidikannya. Dalam beberapa kebijakan pemerintah kota Padang menggalakan
berbagai program untuk menghidupkan kembali nilai-nilai pendidikan surau,
diantaranya melalui program pesantren Ramadhan yang diwajibkan bagi murid
SD/Sederajat kelas IV sampai kelas XII SMA/Sederajat, program wirid remaja
dan didikan shubuh. Bukan hanya siswa melainkan guru juga harus terlibat
menjadi pengawas sekaligus pembimbing di Mushollah/Masjid yang terletak di
lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Dari pengamatan saya masih
belum terintegrasinya antara pendidikan sekolah dengan pendidikan di surau dan
di masyarakat dengan baik.
Ada hal menarik di tengah upaya yang dilakukan pemerintah dalam
pelaksanaan pendidikan karakter, dimana di kota Padang terdapat sebuah
Perguruan Islam Ar-Risalah yang terdiri dari SMP dan MA Boarding School yang
terletak di Air Dingin RT 01 RW IX Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto
Tangah Kota Padang. Walaupun baru berdiri tahun 2003 atau sekitar 11 tahun
yang lalu, sekolah ini sangat diminati oleh siswa dan orang tua, karena sangat
konsen sekali melakukan pembinaan karakter dan banyak juga para siswanya
berprestasi dari berbagai bidang. Alumni perguruan ini telah banyak menorehkan
prestasi dan melanjutkan studinya di perguruan tinggi favorit di dalam dan luar
negeri. Sekolah ini juga telah meluluskan siswa yang memiliki moral yang baik
serta hafidz Al-Qur’an yang telah ikut membina masyarakat dan lingkungan
mahasiswa di tempat mereka tinggal dan kuliah.
Berdasarkan observasi awal, peneliti melihat program pendidikan karakter
yang dilaksanakan di Perguruan Islam Ar-Risalah Padang telah diupayakan
terintegrasi dalam pembelajaran, muatan lokal dan budaya sekolah. Seluruh aspek
pendidikan dan lingkungan sekolah dari awal sampai akhir ditata sesuai amanat
pendidikan budaya dan karakter bangsa demi terwujudnya generasi penuh berkah.
Integrasi nilai-nilai pendidikan surau yang diterapkan di SMP Perguruan
Islam Ar-Risalah bisa dipandang sebagai salah satu bentuk upaya penerapan
7
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
bersumber dari syara’ atau agama Islam yang sumber hukumnya dari Al-Qur’an sebagai wahyu dari Allah SWT . Dari ungkapan ini dapat diketahui bahwa
masyarakat Minangkabau adalah masyarakat Islam. Hal ini juga berdampak pada
pendidikan di Minangkabau yang tidak dapat terpisahkan dengan Islam. Jika kita
menilik pada konteks pendidikan yang memiliki peranan penting dalam
mentransformasikan nilai-nilai kebajikan yang diyakini oleh suatu generasi ke
generasi berikutnya, maka lembaga pendidikan merupakan sarana yang strategis
dan efektif bagi proses terjadinya transformasi kewarganegaraan dalam suatu
komunitas sosial.
Pendidikan yang memasukkan nilai-nilai pendidikan surau sebagai bagian
dari budaya lokal di dalamnya merupakan aplikasi konsep pendidikan sebagai
proses sosio-kultural, yang menyatakan pendidikan dan kebudayaan tidak dapat
dipisahkan. Oleh karena itu, pengintegrasian nilai-nilai pendidikan surau sudah
seharusnya menjadi salah satu solusi untuk mengatasi berbagai tantangan yang
dihadapi dunia pendidikan saat ini. Keberhasilan pengintegrasian budaya sebagai
solusi permasalahan pendidikan telah dibuktikan oleh negara maju seperti Jepang
yang terkenal dengan kizunanya yaitu mendidik dengan hati dan bersahabat,
sehingga tercipta hubungan emosional yang kuat antara guru dan siswa. Hal itu
menunjukkan kemodernan bila dipadukan dengan sebuah kearifan budaya
menjadi suatu hal yang bernilai luar biasa.
Prestasi, manajemen sekolah serta karakter siswa di SMP Perguruan Islam
Ar-Risalah Padang yang telah diuraikan di atas, menarik untuk ditelusuri lebih
jauh dan mendalam serta perlu dipelajari cara-cara sekolah tersebut mengelolah
pengintagrasian nilai-nilai pendidikan surau yang kuat dengan nilai-nilai Islam
untuk diintegrasikan dalam proses pembelajaran dan seluruh kegiatan sekolah
tanpa mengurangi prestasi belajar siswa sehingga mampu membentuk sebuah
pribadi yang jujur, cerdas, peduli dan tangguh dalam kondisi masyarakat kita
8
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Wenny Liztia tahun 2011 tentang
Internalisasi Nilai–Nilai dalam Proses Pembelajaran PKN di Perguruan Islam
Ar-Risalah Kota Padang (Tesis Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Padang) :
Hasil penelitian di temukan bahwa upaya internalisasi nilai – nilai dalam proses pembelajaran PKN tidak berjalan sendiri, namun didukung oleh program dan mata pelajaran lain, untuk perencanaan yang dibuat guru seperti silabus dan RPP memiliki muatan nilai yang secara tidak langsung dapat dimaknai dari kompetensi dasar dan indikator yang ada. Sedangkan dalam proses pembelajaran upaya menginternalisasikan dilakukan melalui pendekatan cerita. Proses internalisasi tersebut dapat dibuktikan melalui lima pentahapan, yaitu tahap pemberian pengetahuan tentang nilai, tahap memahami nilai, tahap meneriman nilai, tahap bersikap dan tahap mengamalkan nilai- nilai. Untuk proses penilain pembelajaran dipengaruhi dari nilai sikap dan aktivitas selama diasrama.
Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan penelitian untuk
menganalisis Integrasi Nilai-nilai Pendidikan Surau Dalam Transformasi
Kewarganegaraan Untuk Mengembangkan Karakter Siswa.
B. Identifikasi Permasalahan Penelitian
Berdasarkan latar belakang tersebut dapat diidentifikasi berbagai masalah
yang ada berkaitan dengan integrasi nilai-nilai pendidikan surau yaitu sebagai
berikut:
1. Surau sebagai lembaga pendidikan tradisional Minangkabau sangat berperan
dalam menenamkan karakter kepada generasi muda Minang tempo dulu.
Banyak ulama dan pemikir besar yang berasal dari Minangkabau seperti K.H.
Agus Salim, Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Hamka dan lain-lain,
merupakan tokoh Minang dan tokoh bangsa Indonesia yang didik dan dilatih di
surau. Namun, saat ini pendidikan surau tidak seperti dulu lagi, generasi muda
Minang saat ini sudah merasa cukup belajar di surau sampai mampu membaca
Al-Qur’an dan tata cara beribadah sholat saja. Sementara dahulu generasi muda
Minang untuk mendalami ajaran Islam secara mendalam tidurpun di surau
sehingga surau sangat berperan membentuk karakternya. Mengembalikan
9
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dan juga tidak cocok dengan kondisi saat ini, karena sudah banyak aspek
kehidupan masyarakat Minangkabau yang berubah. Fenomena sekarang
terlihat norma lama yang luhur mulai agak memudar, sementara tatanan baru
belum juga terbentuk. Oleh karena itu perlu di gali nilai-nilai luhur dahulu
yang bisa di integrasikan pada institusi pendidikan saat ini. Setidaknya sebagai
langkah awal untuk melihat sejauh mana nilai-nilai pendidikan surau
terintegrasi dalam pola pembinaan karakter siswa di Sekolah.
2. Sekolah sebagai institusi pendidikan formal harusnya mampu melahirkan siswa
yang cerdas dan berkribadian luhur. Kecendrungannya, dalam pelaksanaan
pendidikan dikebanyakan sekolah terkesan lebih menitik beratkan pada
penguasaan kognitif pada siswa ketimbang penanaman sikap. Hal ini
dibuktikan dengan terjadinya tawuran antar pelajar, siswa melawan pada
gurunya, pelecehan seksual, curang ketika ujian dan berbagai bentuk tindakan
yang mengindikasikan belum berhasilnya penanaman karakter kepada para
siswa oleh sekolah. Oleh karena itu, perlu diteliti sekolah yang benar-benar
melaksanakan pendidikan karakter dengan sunguh-sungguh dan memiliki
prestasi baik akademik maupun non-akademik yang sudah di akui oleh
masyarakat, agar dapat dijadikan sebagai model bagi sekolah lainnya. Sesuai
dengan paparan dalam latar belakang di atas maka peneliti menilai SMP
Perguruan Islam Ar-risalah pantas untuk diteliti lebih lanjut pembelajaran dan
budaya sekolah di sekolah tersebut.
C.Perumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah diuraikan di
atas, maka fokus dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah integrasi nilai-nilai
pendidikan surau dalam transformasi kewarganegaraan untuk mengembangkan
karakter siswa di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah?
Dari rumusan masalah di atas, dapat dijabarkan menjadi beberapa
pertanyaan penelitian :
10
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
b. Bagaimanakah pelaksanaan integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam
pembelajaran PKn di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah ?
c. Bagaimanakah bentuk integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam muatan
lokal mentoring yang diterapkan di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah?
d. Bagaimakanah pelaksanaan integrasi nilai-nilai pendidikan surau PKn dalam
budaya sekolah di Perguruan Islam Ar-Risalah?
e. Kendala apa yang dihadapi dan upaya penyelesaian dalam pelaksanaan
integrasi nilai-nilai pendidikan surau di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah?
D.Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka secara umum tujuan
penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan integrasi nilai-nilai pendidikan surau
dalam tranformasi kewarganegaraan untuk mengembangkan karakter siswa di
SMP Perguruan Islam Ar-Risalah.
2. Tujuan Khusus
Adapun secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk:
a. Mengetahui nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam pendidikan surau.
b. Mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan integrasi nilai-nilai pendidikan
surau dalam pembelajaran PKn di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah
c. Mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan integrasi nilai-nilai pendidikan
surau dalam muatan lokal mentoring di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah.
d. Mendeskripsikan dan mengananlisis pelaksanaan integrasi nilai-nilai
pendidikan surau dalam budaya sekolah di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah.
e. Mengetahui kendala yang dihadapi dan upaya penyelesaian dalam pelaksanaan
integrasi nilai-nilai pendidikan surau di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah
E.Manfaat Penelitian
Melalui berbagai kajian yang dilakakukan untuk menjawab berbagai
masalah yang telah dirumuskan, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat baik
11
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dalam dimensi kurikuler dan sosial-kultural dalam mengembangkan karakter
siswa agar menjadi smart and good citizens. Adapun manfaat secara teoritis dan praktis tersebut akan diuraikan sebagai berikut:
1. Manfaat secara teoritis
Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberi konstribusi dalam
mengembangkan dan mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan surau dalam
pembelaajran PKn, muatan lokal mentoring dan budaya sekolah. Selain dari pada
itu, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam
mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal yang beragam di Indonesia untuk
dilestarikan melalui institusi pendidikan. Dengan demikian, penelitian ini juga
dapat memberikan ragam khasanah dalam PKn terutama PKn dalam dimensi
kurikuler dan sosial-kultural yang mengemban misi membangun karakter bangsa
termasuk para siswa SMP sebagai warga negara hipotetik dan potensial untuk
dikembangkan karakternya untuk mewujudkan kejayaan Indonesia.
2. Manfaat secara praktis
Secara praktis, penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi berbagai pihak
dalam kaitannya dengan pengintegrasian nilai-nilai pendidikan dalam
transformasi kewarganegaraan, yaitu sebagai berikut :
a. Bagi Siswa
Agar dapat memahami nilai-nilai pendidikan surau sebagai bagian dari
kearifan lokal Minangkabau dalam dunia pendidikan. Sehingga dapat
menumbuhkan kesadaran untuk senantiasa mengembangkan karakternya menjadi
warga negara yang lebih baik dan mampu melestarikan nilai-nilai kebajikan yang
bersumber dari budaya lokal, nasional maupun global.
b. Bagi Guru
Penelitian ini dapat membantu dalam mengembangkan manajemen
pembelajaran yang meliputi perencanaan, pelaksaanaan, dan evaluasi mengenai
pendidikan karakter dalam PKn dengan berorientasi pada ketiga domain
kompetensi kewarganegaraan yaitu: aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik.
Sehingga pembelajaran yang dilakukan dapat membantu mengoptimalkan potensi
12
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu c. Bagi pengurus Yayasan dan Dinas Pendidikan
Sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan untuk
meningkatkan mutu pendidikan, berupa pengembangan sistem pendidikan,
dengan menerapkan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal untuk mewujudkan
masyarakat yang berperadaban.
d. Bagi Peneliti Lain
Hasil penelitian dapat dijadikan masukan dan bahan pertimbangan untuk
mengkaji berbagai jenis kearifan lokal di daerah lain yang diterapkan dalam
pembelajaran untuk mendukung program pendidikan karakter yang dicanangkan
pemerintah.
F. Struktur Organisasi Tesis
Tesis ini terdiri dari lima bab. Pertama, Bab I merupakan pendahuluan
yang terdiri dari latar belakang masalah, identifikasi masalah penelitian, rumusan
masalah penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan struktur organisasi
tesis. Kedua, Bab II merupakan kajian pustaka dan kerangka penelitian yang membahas mengenai nilai-nilai pendidikan surau, pendidikan kewarganegaraan,
hakikat karakter, integrasi pendidikan karakter dalam kegiatan sekolah dan
penelitian relevan serta paradigma penelitian. Ketiga, Bab III merupakan metode
penelitian yang terdiri dari lokasi penelitian, subjek penlitian, pendektan dan
metode penelitian, definisi konseptual, instrumen penelitian, teknik pengumpulan
data, teknik analisis data dan uji validitas data. Keempat, Bab IV berisi tentang deskripsi lokasi penelitian, deskripsi hasil penelitian dan menguraikan mengenai
pembahasan terhadap hasil penelitian. Kelima, Bab V terdiri dari simpulan penelitian dan rekomendasi terhadap pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dan
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
Pada bab ini, akan disajikan simpulan dan rekomendasi berkaitan dengan
pembahasan hasil penelitian mengenai integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam
transformasi kewarganegaraan untuk mengembangkan karakter siswa di SMP
Perguruan Islam Ar-Risalah.
A.Simpulan
1. Simpulan Umum
Berdasarkan temuan penelitian yang telah diuraikan pada bagaian deskripsi
hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian maka integrasi nilai-nilai
pendidikan Surau dalam transformasi kewarganegaraan untuk mengembangkan
karakter siswa di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah dilakukan dalam dua tahap
yaitu tahap penggalian terhadap nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan
surau menurut perspektif tokoh adat (Niniek-mamak), tokoh Agama (Alim-ulama) dan cendikiawan (Cadiek-pandai) Minangkabau. Dari penggalian tersebut disusun
nilai-nilai pendidikan surau menjadi empat kategori yaitu nilai-nilai yang
termasuk dalam kategori olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga. Dari empat
macam olah tersebut dirumuskan 21 nilai yang disarikan dari pemikiran tokoh dan
ungkapan pepatah-petitih yang mereka ungkapkan.
Tahap berikutnya yaitu melihat integrasi nilai-nilai pendidikan surau
tersebut dalam pola pendidikan karakter di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah.
Dalam hal ini peneliti melihat dari empat aspek berikut ini : Pertama, integrasi
nilai-nilai pendidikan surau dilihat dalam aspek pembelajaran PKn yang
mencakup komponen perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran.
Perencanaan pembalajaran terdiri dari beberapa komponen yaitu proses
penyusunan silabus dan RPP, materi, metode, media, sumber dan penilaian
pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan menyaksikan proses
pembelajaran yang tersusun atas beberapa komponen yaitu kegiatan pendahuluan,
kegiatan inti, dan kegiatan penutup pembelajaran. serta kesesuian antara silabus
214
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
pembelajaran meliputi komponen-komponen yaitu penilaian proses dan penilaian
hasil pembelajaran.
Kedua, integrasi nilai-nilai pendidikan surau dilihat dalam aspek muatan
lokal mentoring yang mencakup tujuan mentoring, kurikulum mentoring , tugas
mentor, proses mentoring, metode mentoring, administrasi mentoring,
pengelompokan mentoring, tata tertib mentoring, dan evaluasi mentoring. Ketiga,
integrasi nilai-nilai pendidikan surau dilihat dalam aspek budaya sekolah yang
mencakup kehidupan di asrama, kegiatan rutin dan spontanitas serta keteladanan
oleh guru dan tenaga kependidikan. Empat, melihat kendala yang dihadapi dan
upaya penyelesaian terhadap integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam
transformasi kewarganegaraan di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah.
Integrasi nilai-nilai pendidikan Surau dalam transformasi kewarganegaraan
untuk mengembangkan karakter siswa di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah dilihat
dari beberapa aspek tersebut dilakukan agar terlihat keterhubungan antara
berbagai aspek tersebut. Ketiga aspek tersebut sangat berperan dalam
mengembangkan karakter siswa di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah. Diperkuat
lagi dengan surau sebagai lembaga pendidikan integral sehingga tidak bisa dilihat
dari satu aspek saja. Oleh karena itu, dalam mengembangkan karakter siswa agar
menjadi warga negara yang cerdas dan baik serta cinta pada negara dan agamanya
diperlukan berbagai upaya yang komprehensif, programatis, runtut, dan
berkesinambungan.
Surau sebagai salah satu institusi pendidikan tradisional Minangkabau yang
telah membuktikan melahirkan banyak tokoh yang memiliki karakter yang kuat
dan berprestasi diberbagai bidang di zaman dahulu. Oleh sebab itu, salah satu
upaya strategis yang dapat dilakukan berkenaan dengan mengembangkan karakter
siswa melalui institusi pendidikan, khususnya di Sumatera Barat ialah dengan
mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pendidikan di sekolah.
Secara umum, nilai-nilai pendidikan surau secara substansial telah
terintegrasi dalam pola pendidikan karakter yang dilakukan di SMP Perguruan
Islam Ar-Risalah. Hal ini diterlihat dari 21 nilai karakter yang dikembangkan
215
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
pendidikan di SMP Ar-Risalah sama-sama berangkat dan menjadikan poin utama
ialah nilai tauhid atau aqidah. Setelah dilakukan elaborasi terhadap delapan
karakter di SMP Ar-Risalah ditemukan bahwa 21 nilai karakter pendidikan surau
tersebut terintegrasi dalam penjabaran delapam karakter yang dilaksanakan di
SMP Perguruan Islam Ar-risalah.
2. Simpulan Khusus
Berikut akan disajikan beberapa kesimpulan khusus dalam penelitian ini.
1. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam pendidikan surau terbagi
menjadi empat olah sebagai berikut: Olah hati melahirkan nilai bertauhid
murni kepada Allah SWT (bertqwa), beribadah benar dan ikhlas, Jujur dan
bertanggung jawab. Selanjutnya olah rasa melahirkan nilai sepenanggungan,
arif berkomunikasi, saling mengasihi daan menghormati semua elemen
masyarakat, egaliter dan pandai menyesuaikan diri dimanapun berada.
Sementara olah pikir melahirkan kritis, cerdas, kreatif, inovatif, visioner, dan
berpikiran terbuka. Dan terakhir olah raga melahirkan kuat, tangguh, disiplin,
mandiri, dan cakap serta berani dalam membela diri dan membela kebenaran.
2. Integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam pembelajaran PKn dalam RPP
dicantumkan secara ekplisit nilai karakter yang ingin dikembangkan disertai
ayat Al-Qur’an yang terkait dengan materi pembelajaran. Dalam pelaksanaan
pembelajaran sudah menggunakan pendekatan berpusat pada siswa, media dan
metode yang beragam. Dalam evaluasi pembelajaran harus memasukkan nilai
sikap 20% dari nilai yang dicantumkan di rapor. Hal ini bukan saja untuk mata
pelajaran PKn melainkan untuk semua mata pelajaran. Nilai sikap tersebut
terdiri dari 10% dari nilai sikap dari guru matapelajaran, 8 % dari musyrif atau
pembina asrama dan 2% dari wali kelas.
3. Integrasi nilai pendidikan surau dalam muatan lokal mentoring dilakukan
dalam bentuk pembelajaran berkelompok yang terdiri dari 10-12 orang dangan
seorang mentor. Mentor tersebut ialah guru, musyrif, dan tenaga kependidikan
yang sudah dilatih dan tinggal melaksanakan modul yang dipersiapkan
Perguruan Ar-Risalah tanpa harus membuat RPP lagi. Proses mentoring
216
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
benar-benar mengenal siswanya dan melakukan pendekatan personal pada
setiap siswa, dengan demikian sangat efektif dalam penanaman karakter
kepada siswa. Setiap siswa dievaluasi amalan harianya dan direkap oleh
mentor sekali dalam seminggu.
4. Integrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam budaya sekolah dilakukan
pembinaan secara berkesimbungan antara di asrama dan di sekolah dengan
konsep Boarding School. Setiap siswa di asrama memiliki buku cerminan prilakunya. Siswa dibiasakan dengan berbagai program rutin seperti sholat berjama’ah setiap waktu, kultum secara bergantian, nonton bareng, tadabbur alam, kunjungan edukatif dan lain sebagainya. Guru dan karyawan
menunjukkan keteladanan dalam setiap prilakunya.
5. Kendala yang dihadapi dalam pengintegrasi nilai-nilai pendidikan surau dalam
transformasi kewarganegaraan di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah ialah
berbedanya pola asuh di rumah dengan di sekolah, berpindahnya guru dengan
beragam alasan dan tidak samanya kemampuan guru. Semua kendala itu sudah
di atasi melalui upaya pembuatan komitmen kerjasama dengan orang tua siswa
berupa surat perjanjian untuk menjalankan semua aturan sekolah di awal siswa
masuk di Ar-Risalah dan adanya koordinasi antara sekolah dengan orang tua
secara berkala. Perpindahan guru di atasi dengan merekrut guru baru yang
berkaualitas dan cepat menyesuaikan diri dan untuk meningkatkan kemampuan
guru dilakukan berbagai pelatihan dan studi banding ke sekolah yang lebih
baik.
B. Rekomendasi
Berdasarkan kesimpulan tersebut, pada bagian ini akan dirumuskan
beberapa rekomendasi berkaitan dengan integrasi nilai-nilai pendidikan surau
dalam transformasi kewarganegaraan di SMP Perguruan Islam Ar-Risalah.
Rekomendasi yang dimaksud ditujukan kepada beberapa pihak yang memiliki
perhatian yang besar dalam mengembangkan karakter siswa melalui institusi
pendidikan, yaitu:
1. Kepada pemerintah, dalam hal ini adalah para pengambil kebijakan dalam
217
Muspardi, 2014
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN SURAU DALAM TRANSFORMASI KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
pendidikan nasional agar dalam melakukan pengembangan terhadap kurikulum
dilakukan dengan mempertimbangkan nilai-nilai kearifan lokal untuk
dikembangkan dalam pembelajaran dan budaya sekolah.
2. Kepada guru, agar senantiasa meningkatkan dan mengembangkan
pembelajaran PKn dalam berbagai aspek yang meliputi materi, pendekatan,
metode, media, sumber, dan penilaian yang komunikatif, edukatif, kreatif, dan
inovatif. Sehingga pembelajaran yang dilakukan dapat memotivasi dan
menginspirasi siswa.
3. Kepada siswa, agar mengikuti berbagai program yang dirumuskan sekolah
untuk mengembangkan berbagai potensi dirinya dan mengembangkan
karakternya agar menjadi smart and good citizens.
4. Kepada peneliti selanjutnya yang memiliki ketertarikan dan keinginan untuk
mengkaji mengenai integrasi nilai-nilai pendidikan surau di Ar-Risalah
direkomendasikan untuk melakukan pengkajian mengenai integrasi nilai-nilai
pendidikan surau dalam Badan Eksekutif Siswa Ar-Risalah atau pendidkan
demokrasi berbasis nilai-nilai kearifan lokal melalui Badan Eksekutif Siswa