ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN AGAMA KALIANDA NOMOR 0264 Pdt. G 2014 PA. Kla TENTANG PERMOHONAN CERAI TALAK SUAMI DAN GUGATAN REKONVENSI ISTRI
Teks penuh
Dokumen terkait
Hasil analisis menunjukkan bahwa, menyangkut hak ex officio hakim tentang nafkah mutah dalam perkara cerai talak di Pengadilan Agama Surabaya, hakim bisa
7 Tahun 1989, yaitu ada tahapan sejak pendaftaran perkara melalui surat permohonan cerai talak, penunjukan majelis hakim, penetapan hari sidang, pemanggilan para pihak,
Latar Belakang dalam penelitian ini yakni Pelaksanaan Eksekusi Putusan Pengadilan Agama 1B Bangkinang Tentang: Mut’ah pada Kasus Cerai Talak Khususnya Tahun
Kedua, hukum materil dalam putusan tersebut Majelis Hakim mempertimbangkan karena suami mengidap sakit saraf dengan melihat alasan perceraian yaitu karena terus-menerus
Berdasarkan dari definisi diatas, yang dimaksud dengan Pandangan Hakim terhadap Penerapan Hak Ex Officio dalam Perkara Cerai Talak adalah pendapat hakim
Pandangan Hakim Pengadilan Agama Pasuruan tentang Ikrar Talak Bagi Suami Istri Yang Melakukan Hubungan Badan Pasca Putusan Berkekuatan Hukum Tetap.. Peranan Hakim
Menimbang, bahwa pertimbangan hukum dan putusan Majelis Hakim Tingkat Pertama dalam konvensi yang mengabulkan gugatan perceraian Penggugat dengan menjatuhkan talak satu bain
Penelitian ini merupakan upaya menganalisis putusan Pengadilan Agama Salatiga nomor: 0666/Pdt.G/2011/PA.Sal tentang pengajuan gugatan perceraian dengan alasan