• Tidak ada hasil yang ditemukan

ELLY AGUSTYA A D1509029

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ELLY AGUSTYA A D1509029"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

PROSEDUR PENCETAKAN FAKTUR PENJUALAN PADA

PT. KIMIA FARMA TRADING AND DISTRIBUTION CABANG SURAKARTA

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk memenuhi sebagian Persyaratan dalam Memperoleh Sebutan Vokasi Ahli Madya ( A. Md. ) dalam Bidang

Manajemen Administrasi

Oleh :

ELLY AGUSTYA ARDY D1509029

PROGRAM DIPLOMA III MANAJEMEN ADMINISTRASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

(2)

commit to user

(3)

commit to user

(4)

commit to user

iv MOTTO

Kejujuran dan kerja keras merupakan sifat-sifat yang layak dipuji, tapi tidak akan pernah memberikan kesuksesan kepada

siapa saja yang memiliki tujuan jelas. ( Napoleon Hill )

Ada Kehidupan yang layak dijalani sekarang ini sebagaimana kehidupan itu layak dijalani dihari-hari sebelumnya, dan itu adalah kehidupan Jujur, Kehidupan bermanfaat, Kehidupan

egoistis, dibersihkan dengan pengabdian untuk menuju kesempurnaa.

( Henry Van Dyke )

Kesuksesan tidak selalu diraih oleh orang yang lebih cepat atau lebih pintar, tetapi lambat laun kesuksesan akan diraih oleh

(5)

commit to user

v

HALAMAN PESEMBAHAN

Karya ini kupersembahkan untuk :

©

Bapak dan Ibuku tersayang yang

selalu memberikan doa, motifasi dan

selalu memberikan perhatiannya saat

pembuatan Ta

©

Kakak ku Ferry Ardis yang selalu

memberikan motifasi dan support

©

Dhika Mitra Ananta, yang selalu

mensupport

©

Alhm. Nenek ku yang sangat ku

sayangi yang dulu selalu memberikan

nasehat-nasehat yang sangat berguna

©

Sahabat-sahabat dekat ku yang selalu

menemani dalam suka dan duka

©

Teman-teman

satu

angkatan

Manajemen Administrasi 2009

(6)

commit to user

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah

memberikan rahmat dan karunia nya bagi penulis sehingga dapat menyelesaikan

tugas akhir ini yang berjudul “ Prosedur Pencetakan Faktur Penjualan Pada PT.

Kimia Farma Trading and Distribution Cabang Surakarta ”.

Tugas akhir ini disusun dalam rangka memenuhi tugas dan melengkapi

persyaratan guna memperoleh sebutan Profesi Ahli Madya Program D III Manajemen

Administrasi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret

Surakarta.

Didalam menyelesaikan Tugas Akhir ini penulis banyak mendapat kesulitan,

Namun berkat bantuan dan dukungan moral maupun material dari berbagai pihak,

akhirnya kesulitan tersebut bisa teratasi. Untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin

menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Ibu Dra. Retno Suryawati, M.Si selaku Dosen Pembimbing utama yang telah

bersedia dan memberikan saran, bimbingan dan pengarahan dalam penulisan

Tugas Akhir ini.

2. Bapak Drs. Sudarto, M.Si selaku ketua Program Diploma Manajemen

Administrasi dan selaku pembimbing Akademis yang telah membimbing,

memberi nasehat dan membantu penulis sehingga dapat menempuh

perkuliahan dengan baik.

3. Bapak Prof. Drs. H. Pawito. Phd, selaku dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu

Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta.

4. Bapak Drs. Rahman Budiana selaku Kepala PT. Kimia Farma Trading and

Distribution.

5. Bapak Suhardi selaku Supervisor Penjualan Logistik PT. Kimia Farma

(7)

commit to user

vii

Penulis menyadari bahwa dalam melakukan pengamatan dan penulisan Tugas

Akhir ini masih jauh dari sempurna dan banyak kekurangannya, Untuk itu penulis

sangat mengharapkan saran dan masukan dari pembaca demi meningkatkan

pengetahuan penulis.

Harapan penulis, Semoga penyusunan Tugas Akhir ini bermanfaat bagi

pembacadan semua pihak yang membutuhkan.

Surakarta, 06 Mei 2012

(8)

commit to user

viii

PERNYATAAN

Nama : Elly Agustya Ardy Nim : D1509029

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Tugas Akhir yang berjudul “ PROSEDUR PENCETAKAN FAKTUR PENJUALAN PADA PT. KIMIA FARMA TRADING

AND DISTRIBUTION CABANG SURAKARTA ” adalah betul-betul karya sendiri.

Hal-hal yang bukan karya saya dalam Tugas Akhir tersebut diberi tanda citasi dan ditunjukan dalam daftar pustaka

Apabila dikemudian hari terbukti pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan Tugas Akhir dan gelar yang saya peroleh dari Tugas Akhir tersebut.

Surakarta, 2012

Yang membuat pernyataan,

(9)

commit to user

ix DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

PERSETUJUAN... ii

PENGESAHAN ... iii

MOTTO ... iv

PERSEMBAHAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

PERNYATAAN ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR GAMBAR ... xiii

ABSTRAK ... xiv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Tujuan Laporan dan Manfaat Laporan ... 3

BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka ... 4

1. Pengertian Prosedur ... 4

(10)

commit to user

x

3. Pengertian Pencetakan ... 7

4. Pengertian Faktur Penjualan ... 7

1. Pengertian Faktur dan jenis-jenis Faktur... 7

a. Pengertian Faktur ... 7

b. Jenis-jenis Faktur ... 8

1) Faktur Komersial... 8

2) Faktur Pajak... 9

5. Pengertian Faktur Penjulan ... 10

a. Faktur Penjualan... 10

b. Faktur Penjualan dibedakan menjadi 2 faktur... 11

1. Faktur Penjualan Kredit... 11

2. Faktur Penjualan Tunai... 12

6. Pengertian Pencetakan Faktur Penjualan ... .. 12

7. Prosedur Pencetakan Faktur Penjualan ... ... 13

8. Prosedur PencetakanFaktur Penjualan di PT. KFTD pada buku SOP ... .. 15

9. Metode Pengamatan... 16

BAB III KEADAAN INSTANSI A. Gambaran Berdirinya Perusahaan ... 20

1. Sejarah Berdirinya Perusahaan... ... 20

2. Struktur Organisasi ... 23

(11)

commit to user

xi BAB IV PEMBAHASAN

A. Prosedur Pencetakan Faktur Penjualan ... 32

1. Penerimaan SP ... 32

2. Pemeriksaan SP ... 35

3. Memvalidasi SP ... 37

4. Pemberian Info Kepelanggan ... 39

5. Membuat SO ... 40

6. Pemeriksaan SO ... 40

7. Pemeriksaan Stok Barang ... 41

8. Pencetakan SKB ... 42

9. Menyiapkan Barang sesuai SKB... 43

10.Mencatat Pengeluaran Barang pada kartu stok ... 43

11.Pencetakan Faktur ... 46

B. Praktik Sehat pada PT. Kimia Farma ... 51

C. Faktor Pendukung dan Penghambat Pencetakan Faktur Penjualan ... 53

1. Faktor Penghambat Pencetakan Faktur ... 53

2. Faktor Pendukung Pencetakan Faktur... 55

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 56

(12)

commit to user

xii DAFTAR PUSTAKA

(13)

commit to user

xiii

Daftar Gambar

1. Gambar 1.1 Struktur Organisasi ... 24

(14)

commit to user

xiv ABSTRAK

ELLY AGUSTYA ARDY, D1509029, PROSEDUR PENCETAKAN FAKTUR PENJUALAN DI PT. KIMIA FARMA TRADING AND DISTRIBUTION CABANG SURAKARTA.

Tugas Akhir Program Studi Manajemen Admninstrasi Program Diploma III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2012, 60 lembar.

Faktur penjualan merupakan bukti penjualan barang dan jasa yang pada umumnya digunakan oleh pihak yang menjualkan barang. Pencetakan Faktur penjualan mempunyai peranan yang sangat penting dalam mendorong aktivitas perkantoran karena dengan adanya faktur yang telah dicetak dapat untuk bukti pengeluaran barang dagangan, bukti pengiriman barang dagangan, sebagai bukti penagihan ( inkaso ), sebagai bukti untuk arsip bila suatu saat ada pemeriksaan, dan sebagai bukti retur eks barang. Untuk mendapatkan pencetakan yang baik maka diperlukan suatu prosedur yang baik pula. Dengan prosedur yang baik maka proses pencetakan akan dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.

Dalam rangka untuk mendapatkan suatu pencetakan faktur penjualan yang sesuai dengan SOP, maka dalam kegiatan pencetakan faktur penjualan harus dilakukan dengan pencatatan segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan pencatatan faktur penjualan. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan Prosedur Pencetakan Faktur Penjualan pada PT. Kimia Farma Trading and Distribution cabang Surakarta.

Pelaksanaan pengamatan ini, menggunakan jenis pengamatan deskriptif kualitatif yaitu dengan menggambarkan Prosedur Pencetakan Faktur Penjualan dalam bentuk kalimat-kalimat dan berdasarkan fakta-fakta. Sumber data yang diperoleh dari berdasarkan informasi, peristiwa atau aktivitas, gambar serta SOP ( Standart Operating Prosedures ). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi ( Pengamatan ) dan dokumen serta riset pustaka sehingga dapat dianalisa dan ditarik kesimpulan.

Hasil pengamatan yang dilakukan di bagian fakturis pada PT. Kimia Farma Trading and Distribution, penulis memaparkan bahwa prosedur pencetakan meriputi Penerimaan SP ( Surat Pesanan ), Pemeriksaan SP, Memvalidasi SP, Memberi Informasi kepada Pelanggan, Membuat SO, Memeriksa Stok barang berdasarkan SO, Pencetakan SKB, Menyiapkan barang sesuai SKB, Pencatatan Pengeluaran barang pada kartu stok, Pencetakan faktur. Apabila posedur tersebut dilakukan dengan baik maka proses pencetakan faktur akan berjalan dengan baik dan tidak ada hambatan.

(15)

commit to user

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada saat seperti ini banyak perusahaan yang bergerak dibidang

penjualan dan pembelian. Bagi perusahaan yang bergerak dibidang

penjualan sangatlah memerlukan bukti pengeluaran barang ataupun jasa

yang disebut Faktur. Faktur itu sendiri merupakan bukti penjualan barang

dan jasa yang umumnya digunakan oleh pihak yang menjualkan barang

atau membeli barang (Mursyidi, 2010:28).

Faktur sangat penting didalam penjualan maupun pembelian

karena apabila faktur itu hilang akan terjadi resiko yang tinggi bagi penjual

maupun bagi pembeli. Resiko yang akan diterima oleh penjual apabila

faktur hilang adalah perusahaan mengalami banyak kerugian yang akan

dihadapi karena faktur yang telah diarsipkan tersebut setiap bulannya

akan diadakan pemeriksaan. Apabila dalam pemeriksaan yang dilakukan

oleh Manager Kimia Farma terdapat arsip yang menurut buku penjualan

tidak sesuai maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kecurangan,

karena arsip digunakan sebagai bukti pengeluaran barang setiap harinya,

selain itu faktur yang hilang juga akan menghilangkan tanda bukti kredit

untuk bagian inkaso, bila faktur hilang maka bagian inkaso tidak ada bukti

untuk melakukan penagihan terhadap pelanggan yang masih mempunyai

tanggungan hutang.

Resiko yang diterima oleh pembeli bila faktur yang telah diterima

hilang adalah pembeli tidak akan bisa melakukan retur barang yang rusak

dikarenakan faktur yang hilang adalah bukti untuk mereturkan barang

yang tidak sesuai dengan surat pesanan.

Agar tujuan perusahaan yang telah direncanakan dapat tercapai

maka untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu system

pencetakan faktur yang baik. Manfaat dari pencetakan faktur penjualan

(16)

commit to user

meminimalkan hal – hal yang tidak diinginkan oleh perusahaan.

Mengoptimalkan sumberdaya berarti meningkatkan ketelitian terhadap

data – data yang dapat dipercaya dalam pencatatannya, sedangkan

meminimalkan hal – hal yang tidak diinginkan itu sendiri digunakan

untuk melindungi asset-asset dari perusahaan dari kecurangan-kecurangan

yang akan timbul.

Pada Kimia Farma Trading and Distribution yang bergerak

dibidang distribusi barang, faktur penjualan juga mempunyai peranan yang

sangat penting karena faktur penjualan digunakan untuk memudahkan

pengeluaran barang, karena tanpa adanya faktur maka Kepala Gudang

tidak berhak mengeluarkan barang, mempermudah pengiriman barang,

hal tersebut dikarenakan didalam faktur terdapat alamat pengirim serta

barang-barang yang dipesan, bukti pengiriman barang dagangan, sebagai

bukti penagihan ( inkaso ), faktur juga digunakan untuk mengecek barang

keluar yang ada didalam gudang agar tidak terjadi kecurangan-kecurangan,

serta faktur digunakan sebagai bukti untuk arsip bila suatu saat ada

pemeriksaan, dan sebagai bukti retur eks barang pada PT. Kimia Farma

Trading And Distribution”.

Untuk memperlancar proses pencetakan faktur penjualan maka

sangat diperlukan suatu prosedur yang baik. Prosedur yang dijalankan

secara baik akan sangat mendukung proses pencetakan faktur dan

mempercepat dalam pencetakan faktur, karena faktur secepatnya akan

dikirim kepada pelanggan.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan Latar Belakang yang diuraikan diatas maka penulis akan

melakukan pengamatan sebagai berikut:

1. Bagaimana Prosedur Pencetakan Faktur Penjualan pada PT. Kimia

Farma Trading And Distribution ?

2. Apakah factor pendorong dan penghambat dari Prosedur Pencetakan

(17)

commit to user

C. Tujuan Pengamatan

1. Untuk mengetahui dan memahami Prosedur Pencetakan Faktur

Penjualan yang ada di PT. Kimia Farma Tranding And Distribution .

2. Untuk mengetahui factor pendorong dan faktur penghambat dari

Prosedur Pencetakan Faktur Penjualan yang dilakukan di PT. Kimia

Farma Tranding And Distribution.

D. Manfaat Pengamatan

Dalam Pengamatan ini diharapkan dapat diperoleh manfaat untuk berbagai

pihak, sebagai berikut :

1. Bagi PT. Kimia Farma Tranding And Distribution

Hasil dari pengamatan ini diharapkan dapat member informasi yang

berguna untuk meninjau kembali Prosedur Pencetakan Faktur

Penjualan yang ada di PT. Kimia Farma Trandimg And Distribution

sehingga dapat mencegah terjadinya hal – hal yang dapat menimbulkan

keugian pada perusahaan dan tujuan dapat dicapai secara efektif dan

efisien.

2. Bagi Penulis

Sebagai langkah penerapan ilmu pengetahuan yang penulis terima

pada waktu kuliah yang berupa teoritis, terutama yang berhubungan

(18)

commit to user

BAB II

Tinjauan Pustaka

1. Pengertian Prosedur

Kata Prosedur berasal dari bahasa inggris yaitu “procedure”,

menurut kamus Inggris Indonesia, John M. Echools ( 1995:448 ) berarti

cara jalan dan tata cara yang tepat dengan aturan dan ketentuan yang

berlaku. Kata procedure lazim digunakan dalam Bahasa Indonesia dikenal

dengan kata Prosedur. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989:703)

prosedur diartikan sebagai berikut :

- Tahapan-tahapan kegiatan untuk menselesaikan suatu aktifitas

- Metode langkah demi langkah secara eksak dalam memecahkan suatu

masalah demi mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.

Sedangkan Pengertian prosedur menurut Moekijat dalam Kamus

Managemen (1984: 475-476) adalah sebagai berikut:

- Prosedur memberikan urutan menurut waktu ( chronoligis ) kepada

tugas – tugas yang menentukan jalan dari serangkaian tugas-tugas

demikian dari kebijakan- kebijakan dan kearah tujuan yang telah

ditentukan terlebih dahulu.

- Suatu prosedur adalah serangkaian dari pada tugas-tugas yang saling

berhubungan yang merupakan urutan menurut waktu dan cara tertentu

untuk melakukan pekerjaan yang harus diselelsaikan.

Selanjutnya pengertian prosedur menurut Ismail masya ( 1994:74)

mengatakan bahwa “ Prosedur adalah suatu rangkaian tugas-tugas yang

saling berhubungan yang merupakan urutan-urutan menurut waktu dan tata

cara tertentu untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang telah dilaksanakan

(19)

commit to user

Pengertian Prosedur yang terakhir diungkapkan oleh Kamarudin (

1992:836-837 ) yang mengemukakan arti prosedur adalah suatu susunan

yang teratur dari kegiatan yang berhubungan satu dengan yang lainya yang

mencapai tujuan yaitu memudahkan dalam melaksanakan kegiatan utama

dari suatu organisasi .

Didalam pengertian prosedur diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa

suatu prosedur adalah tahapan-tahapan atau tata cara yang dilakukan untuk

mencapai suatu tujuan, tahapan-tahapan ini dilakukan untuk

menyelesaikan urutan suatu pekerjaan berdasarkan waktu yang telah

ditentukan dan memiliki pola kerja yang tetap dan telah ditentukan oleh

organisasi tersebut.

2. Manfaat Pentingnya Prosedur

Menurut Ida Nuraida ( 2008 : 36-37 ) prosedur sangat bermanfaat bagi

tingkat managerial maupun non manajerial dalam melaksanakan fungsi

manajerial pada setiap devisi. Manfaat prosedur antara lain meliputi :

a. Planning dan Controling

Ø Mempermudah dalam mencapai suatu tujuan.

Ø Merencanakan secara seksama mengenai beban kerja yang

optimal bagi masing-masing pegawai.

Ø Menghindari pemborosan atau mempermudah pengehematan

biaya.

Ø Mempermudah pengawasan yang berkaitan dengan hal-hal yang seharusnya dilakukan dan yang sudah dilakukan, serta

menilai pelaksanaan pekerjaan apakah sudah sesuai dengan

prosedur yang baik atau tidak.

Apabila pelaksanaan pekerjaan tidak dilaksanakan sesuai dengan

prosedur yang baik maka perlu diketahui penyebabnya, hal ini dilakukan

(20)

commit to user

koreksi terhadap prosedur. Dengan adanya prosedur yang dilakukan secara

baik maka dapat dilakukan proses umpan balik yang membangun.

b. Organizing

Ø Mendapatkan intruksi kerja yang dapat dimengerti oleh bawahan mengenai :

Ø Bagaimana tanggung jawab setiap prosedur pada

masing-masing devinisi, terutama pada saat melaksanakan kegiatan

yang berkaitan dengan bagian-bagian lain.

Ø Bagaimana proses penyelesaian suatu pekerjaan.

Ø Dihubungkan dengan alat-alat yang mendukung pekerjaan

kantor serta dokumen kantor yang diperlukan.

Ø Mengakibatkan arus pekerjaan kantor menjadi lebih baik dan

lebig lancar serta menciptakan konsistensi kerja.

c. Staffing dan Leading

Ø Membantu atasan dalam memberikan training atau dasar-dasar

instruksi kerja bagi pegawai baru dan pegawai lama. Prosedur

mempermudah orientasi pegawai baru. Sedangkan bagi

pegawai lama training juga diperlukan apabila pegawai lama

harus menyesuaikan dengan metode dan teknologiyang baru.

Dengan demikian pegawai akan terbiasa dengan

prosedur-prosedur yang baru dalam pekerjaan yang rutin di kator.

Ø Atasan perlu mengadakan conselling bagi bawahan yang bekerja tidak sesuai dengan prosedur. Penyebab tidak

kesesuaian harus diketahui agar atasan dapat memberi

pengarahan yang dapat memotivasi pegawai agar mau member

(21)

commit to user

3. Pengertian Pencetakan

Menurut Pambudi (1981:1 ) pencetakan yaitu sebagai kegiatan

pembuatan ( manufacturing ) data-data, serta mempublikasikan kepada

umum, mengetengahkan kekhalayak ramai, kata dan gambar yang telah

diciptakan oleh jiwa-jiwa kreatif kemudian disunting oleh para

penyunting dan digandakan oleh pencetak. Selain itu pengertian

pencetakan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 1994: 91 ), kata

pencetakan berasal dari kata cetak. Cetak mengandung arti keluar untuk

diedarkan, serta pembuatan buku. Sedangkan Pencetakan adalah sebagai

kegiatan pembuatan dan cara mencetak.

Maka dengan mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia

kesimpulan dari pencetakan adalah sebuah proses industri untuk

memproduksikan masal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta diatas

kertas menggunakan sebuah mesin cetak. Pencetakan merupakan bagian

yang sangat penting didalam penerbitan dan pencetakan suatu data-data

perusahaan. Manfaat pencetakan itu sendiri adalah kecepatan cetak yang

cepat memudahkan untuk meningkatkan efisiensi dengan sedikit waktu

tunggu hasil cetak.

4. Pengertian Faktur

1. Pengertian Faktur dan Jenis-Jenis faktur

a. Pengertian Faktur

1. Faktur adalah sebuah perincian pengiriman barang yang mencatat

daftar barang, harga, dan hal-hal lain yang biasanya terkait dengan

pembayaran.

2. Faktur adalah perhitungan penjualan dengan perhitungan

pembayaran kemudian. Biasanya pembuatan faktur dilakukan

rangkap 3 salinan pertama berwarna putih dan diserahkan kepada

(22)

commit to user

pembeli dan akan dijadikan lampiran saat penagihan dikemudian

hari. Sedangkan salinan ketiga disimpan di dalam buku faktur.

3. Faktur adalah dokumen yang diterbitkan oleh penjual kepada

pembeli yang mencantumkan tanggal pengeluaran faktur, tanggal

pengiriman barang, uraian barang (berat, ukuran), harga, biaya -

biaya lain, jumlah total yang harus dibayar pembeli, syarat

penyerahan barang dan syarat pembayaran, dll

4. Faktur adalah dalam bahasa belanda disebut factuur ( invoice )

yaitu bukti penjualan atau bukti pembelian barang atau jasa, pada

umunya faktur dibuat oleh pihak yang menjual barang dan

jasa,bagi pembeli disebut “ faktur pembelian ” dan bagi penjual

disebut faktur penjualan . Mursyidi ( 2010 : 28 ).

Dari pengertian faktur diatas dapat disimpulkan bahwa

faktur adalah salah satu dokumen dasar sebagai bukti pencatatan

penjualan dan pembelian bagi perusahaan penjual dan perusahaan

pembeli. Faktur ini merupakan bukti transaksi penjualan yang

dilakukan secara kredit dan biasanya dibuat rangkap.Faktur

sangatlah penting untuk menjaga asset suatu perusahaan dan

untung menghindari kecurangan-kecurangan yang akan timbul

pada suatu perusahaan.

b. Jenis-jenis Faktur

1) Faktur Komersial

a. Faktur pembelian

Sebuah bukti pembelian barang dan jasa yang telah diterima

oleh seorang pembeli setelah melakukan suatu pemesanan

(23)

commit to user

pembelian digunakan sebagai bukti atas pembelian lunas

maupun pembelian kredit. Faktur Pembelian biasanya berisi data

pembeli, pembuat faktur, tanggal faktur, nama dan jenis barang,

serta nilai barang ( Mursyidi, 2010:28).

b. Faktur Penjualan

Sebuah barang bukti penjualan barang dan jasa yang digunakan

oleh para penjual sebagai bukti pengeluaran barang

dagangan,sebagai penagihan (inkaso) apabila suatu perusahaan

yang membeli barang tersebut masih mempunyai hutang kepada

perusahaan.

2) Faktur Pajak

a. Faktur Pajak Sederhana

Adalah faktur pajak yang dibuat oleh PKP ( Pengusaha

Kena Pajak) atas penyerahan BKP ( Barang Kena Pajak )

kepada konsumen akhir atau pembeliyang nama, alamat,

atau NPWP tidak diketahui. Bagi pembeli, PPN yang harus

dibayar dengan menggunakan faktur pajak sederhana tidak

dapat dikreditkan. Syarat faktur pajak sederhana adalah

a) Nama, alamat, dan NPWP pembuat faktur pajak

b) Jenis dan kuantum BKP/JKP ( Jasa Kena Pajak )

c) Harga jual/ pengganti termasukPPN atau terpisah

d) Tanggal pembuatan.

Faktur Pajak sederhana dibuat pada saat penyerahan

atau pada saat pembayaran diterima sebelum terjadinya

penyerahan. Bentuk Faktur bisa berupa bon kontan, faktur

penjualan, karcis, kuitansi, segi kas register, dan sejenisnya

(24)

commit to user

b. Faktur Pajak Standart

Adalah Faktur yang dibuat oleh pengusaha kena pajak

dengan format dan isi sesuai dengan ketentuan peraturan

perundang- undangan yang berlaku faktur pajak sederhana

memuat tentang :

1) nama, alamat, nomor pokok wajib yang

menyerahkan barang kena pajak.

2) nama, alamat, nomor pokok ajib pajak pembeli

barang kena pajak.

3) jenis barang dan jasa, jumlah harga jual atau

pengganti dan potongan harga.

4) pajak penambahan nilai yang dipungut.

5) Pajak penjualan atas barang mewah yag dipungut.

6) Kode, nomor seri, dn tanggal pembuatan faktur

pajak.

7) Nama, Jabatan, Tanda tangan yang berhak

menandatangani faktur pajak ( Mursyidi,2010:29 ).

5. Pengertian Faktur Penjualan

a. Faktur Penjualan

Sebuah dokumen yang digunakan untuk bukti penjualan

atas barang dan jasa yang menunjukan jumlah yang berhak ditagih

kepada pelanggan yang telah melakukan pembelian yang

menunjukan suatu informasi kuantitas, harga dan jumlah

tagihannya ( La Midjan: 2001:170), pengertian faktur lainnya

adalah Dokumen atau bukti pembayaran yang digunakan sebagai

bukti penagihan yang harus dibayar oleh costumer, didalam faktur

penjualan juga tertera informasi mengenai jumlah harga dan jatuh

(25)

commit to user

digunakan sebagai dokumen penagihan, sedangkan pada skala

besar faktur dilengkapi dengan surat tagihan

Faktur Penjualan dibuat berdasarkan dengan barang yang

sudah dikirim atau diserahkan kepada costumer, tetapi barang yang

telah dikirim biasanya bisa juga ditolak maka faktur penjualan bisa

juga diberikan pada saat delivery order ditandatangi oleh

penerima.Satu order pembelian bisa dilakukan secara lansung

maupun bertahap,oleh karena itu faktur penjualan hanya dibuat

setelah penjualan telah terpenuhi secara keseluruhan.

Faktur Penjualan merupakan bagian dari prosedur

penjualan, maka pembuatan faktur penjualan secara tidak langsung

merupakan dari pencatatan piutang dagang. Penulisan faktur

penjualan bisa ditulis dengan manual dan komputerisasi, namun

pencatatan dengan komputer harus diawasi secara ketat, karena

bisa terjadi penulisan ganda yang bisa mengakibatkan kerugian

untuk perusahaan.

b. Faktur Penjualan dibedakan menjadi 2 yaitu :

1. Faktur Penjualan Kredit

Dokumen yang digunakan untuk merekam transaksi

penjualan kredit. Lembar ke 1 dan ke 2 berfungsi sebagai dasar

pembuatan surat tagihan yang secara periodik dibuat oleh fungsi

penagihan dan dikirim kepada pelanggan, oleh karena itu fungsi

pengiriman harus mendapat tanda tangan diatas faktur penjualan

kredit. Pada saat faktur tersebut sudah tercetak maka lemar ke 3

befungsi sebagai perintah kepada gudang untuk menyiapkan

barang yang dibutuhkan oleh pelanggan dan fungsi ke 4 berfungsi

untuk perintah pengiriman barang. Lembar ke 2 tetap disimpan

(26)

commit to user

surat tagihan yang dikirimkan kepada pelanggan (

Mulyadi,2001:205).

2. Faktur Penjualan Tunai

Dokumen ini digunakan untuk merekam berbagai informasi

yang diperlukan oleh manajemen mengenai transaksi penjualan

tunai. Jika dilihat kembali daftar yang diperlukan oleh manajemen

mengenai transaksi penjualan tunai maka faktur penjualan tunai

dapat dapat digunakan untuk merekam data mengenai nama

pembel, tanggal transaksi, kode dan nama barang, kuantitas, harga

satuan, jumlah harga, nama dan kode wiraniaga, otorisasi

terjadinya berbagai transaksi.

Faktur penjualan tunai diisi oleh fungsi penjualan yang

berfungsi sebagai pengantar pembayaran oleh pembeli kepada

fungsi kas dan sebagai dokumen sumber untuk mrncatatan tranaksi

penjualan ke dalam jurnal penjualan. Tembusan faktur ini

dikirimkan oleh fungsi penjualan ke fungsi pengiriman barang

kepada pembeli yang telah melaksanakan pembayaran harga

barang ke fungsi kas. Tembusa faktur berfungsi sebagai sip

pembungkus, sebagai alat identifikasi bugkusan barang

(Mulyadi,2001:463).

6. Pengertian Pencetakan Faktur Penjualan

Pencetakan faktur penjualan adalah sebuah proses pencetakan yang

dilakukan menggunakan mesin cetak atau sering disebut digital printing,

pencetakan yang dikhususkan disini adalah mencetak tanda bukti

penjualan kredit maupun tunai, hasil dari pencetakan adalah suatu faktur

rangkap dua lembaran pertama diberikan kepada pembeli dan lembaran

kedua untuk perusahaan. Pencetakan sering dilakukan seusai fakturis

selesai mengisi faktur dengan data-data yang benar dan tidak mengalami

(27)

commit to user

pencetakan faktur tidak dibolehkan melakukan mencetakan dengan salah

dan harus menggunakan tinta yang jelas agar faktur dapat di baca secara

jelas dan tidak menimbulkan kesalah fahaman antara perusahaan dengan

pelanggan.

7. Prosedur Pencetakan Faktur Penjualan

Tahapan-tahapan dan tatacara pencetakan faktur yang sesuai

dengan ketentuan pada perusahaan yang digunakan untuk memperlancar

dan mempercepat proses dari pencetakan faktur penjualan yang dicetak

menggunakan mesin cetak yaitu mesin print.

Prosedur pencetakan faktur penjualan menurut Mulyadi ( 2001 : 470 )

meliputi:

a. Prosedur Order Barang

Dalam prosedur ini fungsi penjualan menerima order dari pembeli dan

membuat faktur penjualan tunai untuk memungkinkan pembeli

melakukan pembayaran harga barang ke fungsi kas dan untuk

memungkinkan fungsi gudang dan fungsi pengirim menyiapkan

barang yang akan diserahkan kepada pembeli.

b. Prosedur penerimaan Surat Pesanan

Dalam prosedur ini seorang fakturis berhak menerima surat pesanan

dari pelanggan melalui via telephon, maupun langsung menggunakan

surat pesanan langsung, surat pesanan tersebut adalah sebagai tanda

bukti itetik bahwa pelanggan tersebut sudah memesan suatu barang.

c. Prosedur penagihan piutang

Dalam prosedur ini sebelum melakukan pengisian faktur penjualan

produk seorang fakturis berhak mengecek apakah pelanggan sudah

memenuhi hutang-hutangnya dalam jangka waktu yang sudah

(28)

commit to user

d. Prosedur Pengisian Faktur Penjualan.

Dalam prosedur ini pertama kali yang dilakukan adalah dengan

memasukan kode costumer yang telah melakukan pemesanan,

memasukan data-data pesanan, serta mencocokan sales yang akan

mengirim. Biasanya didalam sebuah perusahaan sudah disediakan

aplikasi komputer didalam pengolahan faktur penjualan.

e. Prosedur didalam Pencetakan Faktur penjualan

Prosedur dimana kita sudah melakukan pengisian faktur dan faktur

tersebut sudah benar dan tidak mengalami kesalahan sama sekali,

apabila faktur sudah benar maka kita akan mencetak faktur dengan

menggunakan digital printing yang sudah disediakan.

f. Prosedur persiapan barang

Dalam prosedur ini bagian gudang bertugas untuk menyiapkan barang

yang sesuai dengan faktur yang telah diterima oleh bagian gudang.

g. Prosedur Pengiriman barang

Prosedur ini berfungsi sebagai pengiriman penyerahan barang kepada

pembeli dan memberikan tanda pembayaran kepada pembeli untuk

memungkinkan pembeli tersebut melakukan pengambilan yang

(29)

commit to user

8. Prosedur Pencetakan Faktur Penjualan pada PT. Kimia Farma

Trading and Distribution pada Buku SOP ( Standard Operating

Prosedures ) ( 2011:125) meliputi langkah-langkah sebagai berikut :

1. Penerimaan SP ( Surat Pesanan )

Penerimaan SP yang diterima oleh fakturis dari kunjungan rutin

salesman, serta dapat melalui fax dan telepon

2. Pemeriksaan SP ( Surat Pesanan )

Pemeriksaan Sp yang dilakukan oleh Supervisor Penjualan Reguler

yang mengacu dengan ketentuan-ketentuan yang tertera pada buku

SOP.

3. Memvalidasi SP ( Surat Pesanan )

Suatu proses memvalidasi SP yang menjadi tugas dari bagian inkaso/

penagihan piutang untuk menentukan valid dan tidak validnya SP.

4. Memberi Informasi kepada Pelanggan

Pemberian informasi yang dilakukan oleh bagian fakturis untuk

menyampaian informasi-informasi penting yang harus segera

disampaikan kepada pelanggan.

5. Membuat SO ( Surat Order )

Pembuatan SO digunakan untuk mendapatkan nomor SO yang

nantinya nomor SO akan tertera pada faktur penjualan komersial.

6. Pemeriksaan SO ( Surat Order )

Pemeriksaan SO dilakukan oleh bagian fakturis untuk mengecek

ketelitian dari data-data yang telah dimasukan.

7. Memeriksa Stok barang berdasarkan SO ( Surat Order )

Pemeriksaan Stok Barang dilakukan oleh fakturis untuk mengecek

persediaan barang yang telah tertera pada computer.

8. Pencetakan SKB ( Surat Kirim Barang )

SKB adalah Surat Kirim Barang yang digunakan untuk tanda bukti

untuk pengambilan barang didalam gudang.

(30)

commit to user

Penyiapan barang-barang yang harus sesuai dengan Surat Kirim

Barang.

10.Pencatatan Pengeluaran barang pada kartu stok

Pencatatan pengeluaran barang pada kartu stok dilakukan pada saat

petugas gudang melakukan pengambilan barang-barang yang sesuai

dengan SKB, pencatatan pada kartu stok adalah kewajiban semua

petugas pada saat akan mengambil barang.

11.Pencetakan Faktur

Pencetakan faktur penjualan akan dilakukan setelah bagian fakturis

melakukan semua tahapan-tahapan pencetakan faktur, selanjutnya data

yang telah dientri pada komputer akan di prnit menggunakan mesin

print.

9. Metode Pengamatan

1. Lokasi Pengamatan

Lokasi yang dipilih dalam pengamatan ini adalah di Sub Bagian

Fakturis PT. Kimia Farma Trading and Distribution yang beralamat

di Jalan Adisucipto No. 70 Surakarta, dengan mempertimbangan

bahwa pada bagian tersebut pencetakan faktur penjualan

menggunakan peralatan yang sudah modern, sehingga prosedur

pencetakan faktur penjualan berjalan dengan cepat dan efisien.

2. Jenis Pengamatan

Pengamatan ini dimaksudkan untuk mendiskripsikan tentang

prosedur pencetakan faktur penjualan pada PT. Kimia Farma

Trading and Distribution. Maka jenis pengamatan yang digunakan

adalah pengamatan diskriptif kualitatif yaitu metode pengamatan

yang memberikan gambaran atau melukiskan keadaan obyek

pengamatan pada saat ini.

(31)

commit to user

Menurut H.B Sutopo ( 2006:56) Sumber data merupakan sumber

fakta atau keterangan berbagai informasi tentang apa saja yang

benar-benar diperlukan dari suatu obyek yang diamati. Sumber data

dari tugas akhir ini adalah

a. Narasumber ( informan ) : Jenis sumber dasar berupa

manusia atau disebut responden. Dalam Hal ini narasumber

yang dimaksud adalah

1. Supervisor Penjualan Reguler PT Kimia Farma.

2. Supervisor Penjualan Logistik PT. Kimia Farma.

3. Supervisor Tata Usaha.

4. Pegawai Bagian Fakturis PT. Kimia Farma.

5. Pegawai Gudang PT. Kimia Farma.

b. Sumber tertulis : Surat-surat pribadi, buku atau catatan

harian, dan dokumen-dokumen perusahaan.

c. Peristiwa atau kejadian : Data atau informasi dapat

dikumpulkan dari peristiwa, aktivitas, atau perilaku sebagai sumber

data yang berkaitan dengan penelitiannya. Dari pengamatan pada

peristiwa tersebut, peneliti dapat mengetahui proses bagaimana

sesuatu terjadi secara lebih pasti karena menyaksikannya sendiri

secara langsung. Penulis cenderung memilih informan yang dapat

dipercaya dan dianggap mengetahui permasalahan yang sedang

diamati dengan jelas dan menangkap kelengkapan data. Informan

yang dipilih adalah petugas fakturis pada PT. Kimia Farma Trading

and Distribution.

4. Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam pengamatan ini

berpedoman dari H.B Sutopo ( 2006:66 ) adalah :

a. Wawancara

Wawancara merupakan suatu interaksi yang didalamnya

terdapat pertukaran aturan, tanggung jawab, perasaan,

(32)

commit to user

wawancara bersifat lentur dan terbuka serta tidak terstruktur

dan ketat dalam suasana formal, bisa dilakukan berulang

pada informan yang sama.

b. Observasi

Observasi merupakan suatu proses melihat, mengamati

untuk menggali datadari sumber data yang berupa peristiwa,

aktivitas, perilaku, tempat atau lokasi, benda, serta rekaman

gambar. Dalam tulisan ini penulis melakukan pengamatan

secara langsung tentang keadaan dan fenomena yang

dijumpai secara sistematis di bagian Fakturis PT. Kimia

Farma Trading and Distribition.

c. Dokumentasi

Salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan

melihat dan menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat

oleh subyek sendiri atau oleh orang laintentang subyek.

5. Teknik Analisi Data

Menurut H.B Sutopo ( 2006:115 ) teknik analisis data yang dipakai

dalam pengamatan ini adalah teknik analisis data kualitatif yaitu

secara khusus kegiatannya pada dasarnya dilakukan secara

induktif, interaktif dari setiap unit datanya, bersamaan dengan

proses pelaksanaan pengumpulan data, data memproses akhir.

4 tahapan dalam analisis data yaitu :

a. Reduksi data

Proses seleksi, memfokuskan, dan abstraksi dari semua

jenis informasi yang tertulis lengkap dalam catatan

lapangan.

b. Sajian data

Suatu rakitan organisasi informasi deskriptif dalam bentuk

(33)

commit to user

kesimpulan pengamatan dapat dilakukan dan disusun

berdasarkan pokok-pkok yang terdapat dalam reduksi data,

dan disajikan dengan menggunakan kalimat bahasa yang

sistematis.

c. Penarikan kesimpulan dan verifikasi

Kesimpulan merupakan tahap terakhir, yaitu kesimpulan

jawaban dari pertanyaan pengamatan yang diajukan

mengungkapkan “what” dan “how” dari pengamatan

tersebut. Sedangkan verifikasi merupakan aktivitas

pengulangan untuk tujuan pemantapan, penelusuran data

(34)

commit to user

BAB III

KEADAAN INSTANSI

A. Gambaran Umum Perusahaan

1. Sejarah Berdirinya Perusahaan

Sejarah PT (Persero) Kimia Farma dimulai sekitar tahun 1957. Pada

saat pengambil alihan perusahaan milik Belanda terdiri dari Rathkamp,

Van Gorkom, Bhineka Kina Farma Bandung yang bergerak dibidang

farmasi oleh pemerintahan Republik Indonesia. Langkah itu kemudian

diikuti dengan pembentukan Badan Pusat Penguasaan Perusahaan Farmasi

Belanda (BAPPHAR) yang bertugas menguasai dan menyelenggarakan

manajemen agar perusahaan farmasi yang dikuasai dapat berfungsi dengan

sebaik-baiknya. Lebih lanjut usaha awal nasionalisasi tersebut diperkuat

dengan UUD No. 86/1966 tentang nasionalisasi perusahaan Belanda di

Indonesia. Selanjutnya secara resmi, berbadan hukum yang berstatus

Perseroan terbatas pada tanggal 16 agustus 1971.

Secara implisit pengesahan ini mengisyaratkan adanya suatu peranan

yang berorientasi pada aspek bisnis. Sehubungan dengan hal tersebut,

maka PT (Persero) Kimmia Farma dituntut untuk berperan sebagai suatu

Perusahaan yang harus memiliki kemampuan, menghasilkan barang dan

jasa yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat pengguna

dalam arti luas sesuai dengan perkembangan dan dinamika pasar melalui

proses pertukaran.

Disamping peranannya yang berorientasi kepada aspek bisnis, PP No.

3/1983 juga member tugas kepada PT (Persero) Kimia Farma untuk dapat

melaksanakan yang berorientasi kepada aspek sosial untuk kesejahteraan.

Dengan demikian, maka PT (Persero) Kimia Farma dituntut untuk selalu

menjaga keseimbangan yang optimal dari kedua maksud dan tujuan

(35)

commit to user

Sebagai BUMN yang berbentuk Persero, maksud dan tujuan

perusahaan masalah hakikat eksistensi PT (Persero) Kimia Farma sebagai

mana digariskan dalam ketentuan Undang-undang dan kebijaksanaan

pimpinan Departemen Kesehatan RI yang telah di kukuhkan dalam RUPS

PT (Persero) Kimia Farma.

Maksud dan tujuan PT (Persero) Kimia Farma sebagai BUMN secara

eksplisif inherent dengan penugasan Negara kepada BUMN, seperti yang

termasuk di dalam peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 1983, (PP

No.3/1983). Maksud dan tujuan tersebut salah satunya adalah pemupukan

keuntungan atau pendapatan untuk memberikan sumbangan pada

penerimaan Negara, sehingga dalam pelaksanaan fungsinya PT (Persero)

Kimia Farma harus senantiasa berorientasi pada rentabilitas.

PT (Persero) Kimia Farma sebagai suatu perusahaan perdagangan

farmasi dan alat kesehatan yang berbasis industri berperan serta dalam

menunjang keberhasilan pembangunan di sector kesehatan dan ekonomi

dengan menyelenggarakan upaya-upaya kemanfaatan umum berupa

produksi obat jadi,farmasi serta alat kesehatan atau penelitian serta jasa

pelayanan kefarmasian yang memiliki kualitas yang baik dan memadai

dalam upaya mewujudkan kemampuan setiap penduduk untuk peduli

terhadap pentingnya hidup sehat agar derajat kesehatan masyarakat

semakin meningkat dalam menuju kesejahteraan masyarakat.

Dalam perkembangannya PT (Persero) Kimia Farma melakukan

beberapa perubahan dan pembangunan menuju yang lebih baik sesuai

dengan kebutuhan dan pasar. Salah satu dari banyak perubahan yang

terjadi terlihat pada PT (Persero) Kimia Farma yang mendirikan PT Kimia

(36)

commit to user

(Persero) Kimia Farma pada tanggal 4 Januari 2003 dengan akte pendirian

No 7 Tanggal 4 januari 2003 oleh notaris Imas Fatimah, SH.

Secara garis besar manfaat dari restrukturisasi unit usaha PBF

(Perusahaan Besar Farmasi) menjadi anak perusahaan yang berdiri sendiri

adalah :

a. Kegiatan usaha yang dijalani oleh perusahaan dan anak perusahaan

menjadi lebih terfokus, sehingga dapat meningkatkan kinerja

Perseroan secara keseluruhan.

b. Memudahkan dalam melakukan pengendalian dan memperpendek

proses pengambilan keputusan dibidang operasional sehingga akan

tercapai pelaksanaan operasi yang efisien dan efektif.

c. Kemungkinan masuknya investor ke dalam bidang usaha Perseroan

dalam rangka perkembangan bisnis Perseroan.

d. Meningkatkan transparansi kinerja masing-masing unit usaha.

Pada saat ini PT Kimia Farma Trading And Distribution mempunyai

41 cabang yang terbesar diseluruh provinsi Indonesia, antara lain yang

berada di Surakata, Yogyakarta, Semarang, Dan gorontalo. Anak

Perusahaan tersebut menyalurkan obat-obatan dan alat kesehatan dari

beberapa principal, diantaranya Kimia Farma, Indo Farma, Bio Farma,

Mahakam Beta Farma, Duta Kaisar, Talenta, DLL.

Dalam menjalankan perusahaan, PT Kimia Farma Trading And

Distribution memiliki visi dan misi yang menjadi acuan dalam setiap

kegiatan yang dilaksanakan PT Kimia Farma Trading And Distribution

adalah :

Visi Perusahaan

Distribution pilihan utama bagi principal

Misi Perusahaan

Memberikan pelayanan Trading And Distribution yang Profesional untuk

(37)

commit to user

2. Struktur Organisasi

Struktur Organisasi merupakan suatu kerangka yang menunjukkan

seluruh kegiatan-kegiatan untuk pencapaian tujuan organisasi, hubungan

antar fungsi-fungsi serta penerapan wewenang dan tanggung jawab.

Dengan demikian suatu struktur organisasi satuan usaha, termasuk

organisasi pengolahan data serta hubungan fungsi manajemen yang

berkaitan dan pelaporan selain itu struktur organisasi harus menetapkan

wewenang dan tanggung dalam satuan usaha dengan cara yang

semestinya.

Struktur organisasi ini mempunyai beberapa kepentingan diantaranya

adalah :

a. Struktur organisasi diperlukan sebagai alat bantu bagi pimpinan untuk

mengkoordinasi kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk

mencapai tujuannya, supaya perusahaan dapat berjalan dengan baik

dan kegiatan perusahaan dan dilaksanakan dengan lancer.

b. Struktur organisasi suatu satuan usaha memberikan kerangka kerja

menyeluruh bagi perencanaan, pengarahan dan pengendali operasi.

c. Struktur organisasi diperlukan untuk menetapkan tugas, wewenang dan

(38)

commit to user

STRUKTUR ORGANISASI CABANG KELAS III

PT. KIMIA FARMA TRADING AND DISTRIBUTION SURAKARTA

(39)

commit to user

3. Deskripsi Jabatan

a. Kepala cabang

Tugas-tugas dari kepala cabang antara lain adalah :

1) Menyusun dan merencanakan program kerja tahunan.

2) Bertanggung jawab atas tercapainya total penjualan dan laba sesuai

pertumbuhan dan jumlah yang di targetkan oleh perusahaan.

3) Bertanggung jawab atas asset perusahaan.

4) Melaksanakan administrasi personalia.

5) Menciptakan dan menjaga suasana yang kondusif dan harmonisasi

hubungan kerja diantara seluruh karyawan yang ada dikantor

cabang.

b. Supervisor Penjualan Reguler

Tugas-tugas dari supervisor penjualan adalah :

1. Bertugas dan bertanggung jawab menyusun perencanaan program

kerja penjualan regular.

2. Bertugas dan bertanggung jawab mengkoordinir, melaksanakan,

dan mengawasi kinerja salesman.

3. Bertanggung jawab dan bertugas memproses surat pesanan,

berkoordinasi dengan bagian fakturis untuk memproses faktur

komersial dan faktur pajak.

4. Mengecek ada tidaknya masalah administrasi pelanggan (

pelanggan yang sudah jatuh tempo dan pelanggan yang sudah

blacklist )

5. Bertanggung jawab untuk membuat laporan penjualan dan laporan

outlet baru yang akan menjadi pelanggan.

6. Mengecek ada tidaknya masalah administrasi pelanggan (

pelanggan yang sudah jatuh tempo atau pelanggan yang telah

diblacklist dari perusahaan )

(40)

commit to user

c. Supervisor TU

Tugas-tugas dari Supervisor TU adalah :

1) Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan tata usaha pada kepala

PBF.

2) Membuat laporan hutang dan piutang dagang.

3) Memeriksa bukti penerimaan dan pengeluaran kas atau bank.

4) Memeriksa kebenaran buku penjualan, buku pembelian dan jurnal

umumnya.

5) Membuat debet nota atas biaya beban kantor pusat.

d. Administrasi Inkaso

Tugas-tugas dari Administrasi Inkaso adalah :

1. Bertugas dan bertanggung jawab menerima, menyimpan,

melampirkan dan menyerahkan alat tagih berupa:

a) Faktur komersial asli dan 2 lembar copy dan faktur pajak asli

dari bagian fakturis/ Piutang Dagang

b) Bukti Penerimaan Barang ( BPB ) asli yang telah dibubui tanda

tangan penerimaan barang oleh pelanggan dari pengirim barang

c) Bukti Penerimaan Barang dan faktur komersial asli serta foto

copy 2 lembar faktur komersial dan faktur pajak

d) Menyimpan alat tagih kedalam map alat tagih menurut nama

debitur/ pelanggan

2. Bertugas dan bertanggung jawab menyelenggarakan Kontrol

penagihan piutang dengan cara :

a) Membuat list jatuh tempo alat tagih, membuat tanda terima

titipan faktur sesuai dengan tanggal jatuh temponya.

b) Menyerahkan tanda terima titipan faktur yang dilampiri

dokumen alat tagih lengkap ke pelanggan, serta 1 lembar faktur

komersial diarsipkan sementara untuk bukti bahwa ada

(41)

commit to user

c) Memerima tanda terima titipan faktur dari penagih ( salesman )

yang telah ditandatanngani oleh pelanggan dan dicap stempel

yang merupakan janji pembayaran, kemudian diarsipkan sesuai

tanggal jatuh temponya.

d) Saat jatuh tempo tanda terima titipan faktur, membuat nota

inkaso, kemudian ditanda tangani dan diberi nomor dan tanggal

e) Menyerahkan nota inkaso yang telah dibuat kepada pelanggan

f) Menerima kembali nota inkaso dari salesman yang dilampirin

tanda terima titipan faktur yang belum berhasil ditagih dan

meminta salesman untuk menuliskan hasil tagihannya pada

nota inkaso di hari yang sama.

g) Memeriksa nota inkaso dan lampirannya sete;ah cocok, bagian

inkaso menandatangani nota inkaso yang rangkap 3 dan

menyerahkan 2 lembar ke salesman sebagai penagih.

h) Membuat bukti penerimaan kas senilai hasil penagihan dan

menandatangani di kolom “ penyetor “

i) Menyerahkan bukti penerimaan kas berikut nota inkaso asli dan

1 lembar foto copy yang dilampiri faktur komersial yang

berhasil ditagih ke bagian kasir

j) Meminta kembali foto copy nota inkaso yang sudah

ditandatangani kasir untuk diarsipkan

k) Menyerahkan surat konfirmasi piutang ke outlet/pelanggan

l) Bertanggung jawab atas keamanan alat tagih yang dikelola

karena alat tagih ini penting sebagai bukti penagihanyang

nantinya digunakan untuk penagihan atau sebagai

pertimbangan valid atau tidaknya SP.

m) Bertanggung jawab langsung kepada Supervisor TU

e. Administrasi Pembelian

Tugas-tugas dari Administrasi Pembelian adalah :

1) Mengerjakan barang dagangan, baik rutin maupun non rutin, baik

(42)

commit to user

2) Mencetak laporan pembelian tiap akhir minggu.

3) Mengentri pembelian berdasarkan copy faktur / SPB /TT yang

telah diakui penerimanya oleh gudang.

f. Administrasi Personalia dan Kasir

Tugas-tugas dari Administrasi Personalia dan Kasir adalah :

1) Bersama kasir TU merencanakan pengeluaran uang sesuai kas

Budget.

2) Bertanggung jawab atas penerimaan, penyimpanan, dan

pengeluaran uang.

3) Membuat daftar pembayaran gaji, konjuktor, biaya pegawai tiap

bulan sesuai ketentuan yang berlaku.

4) Mengarsipkan berkas-berkas kepegawaian, termasuk administrasi

cuti.

g. Administrasi Kas Bank

Tugas-tugas dari Administrasi Kas Bank adalah :

Membuat bukti penerimaan dan pengeluaran kas atau bank dengan

melekatkan bukti pendukung yang sah.

h. Administrasi Pajak

Tugas-tugas dari Administrasi Pajak adalah :

1) Menandatangani faktur pajak standart sederhana untuk setiap

faktur yang terbit.

2) Membuat laporan pajak.

3) Mengecek barang yang datang.

4) Setiap hari memeriksa buku penjualan dengan faktur pajak yang

terbit.

5) Meneruskan faktur pajak CN pada inkaso untuk dimintakan tanda

tangan pada pelanggan sebelum diberhitungkan dengan tegihannya.

i. Supervisor Penjualan Logistik

Tugas-tugas dari Kepala gudang adalah :

1) Bertanggung jawab dan bertugas atas pengadaan barang,

(43)

commit to user

2) Bertanggung jawab dan bertugas untuk melaksanakan dan

mengawasi mutasi barang

3) Bertanggung jawab dan bertugas dalam pengelolaan dan

pelaporan narkotika sesuai dengan peraturan perundang-undangan

4) Bertugas dan bertanggung jawab melaksanakan dan melaporkan

penarikan barang.

j. Fakturis

Tugas-tugas dari Fakturis adalah

1) Bertugas dan bertanggung jawab untuk mengentry Surat Pesanan,

data outlet, diskon perproduk sesuai dengan ketentuan perusahaan

2) Bertugas dan bertanggung jawab untuk memeriksa kebenaran

entry data dan mencetak dokumen faktur komersial yang berisi 5

rangkap dan faktur pajak yang berisi 2 rangkap serta surat tanda

terima ( Surat pesanan )

3) Bertugas dan bertanggung jawab untuk mencatat dokumen faktur

komersial dan faktur pajak kedalam buku kreasi faktur ( agenda

faktur ) yang terdiri dari:

1. Tanggal faktur komersial

2. Nomor faktur komersial

3. Tanggal faktur pajak

4. Nomor faktur pajak

5. Nama pelanggan

6. Nilai faktur komersial atau nilai faktur pajak

4) Bertugas dan bertanggung jawab menyerahkan faktur komersial

dan faktur pajak ke atasan langsung yang telah tercatat pada buku

kreasi dokumen penjualan

5) Bertugas untuk mencetak dan melaporkan laporan penjualan

secara lengkap ( harian dan bulanan )

6) Bertanggung jawab atas kebenaran dan keabsahan hasil entry

(44)

commit to user

k. Penagih Rekening

Tugas-tugas dari penagih rekening adalah :

1) Bersama petugas inkaso membuat jadwal penagihan.

2) Melaksanakan penagihan dan menyerahkan hasil tagihan pada

kasir dengan membuat nota inkaso yang telah di tanda tangani

kasir dan diketahui inkaso.

3) Mengembalikan alat tagih (faktur atau tanda terima faktur) pada

petugas inkaso untuk yang tidak tertagih.

4) Bertanggung jawab pada kendaraan inventaris kantor yang

digunakan.

5) Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh kasir TU dan

kepala PBF.

l. Salesman

Tugas-tugas dari Salesman adalah :

Salesman ini mempunyai tugasan dan kewajiban sebagai

berikut :

1) Bertugas dan bertanggung jawab untuk menyusun data secara

lengkap mengenai pelanggan dengan cara :

1. Nama Pelanggan

2. Alamat Pelanggan

3. Nama dan Alamat Penanggung jawab atau penentu

kebijakan pembeli

4. Nomor NPWP pelanggan

5. Jadwal terima kunjungan

6. Costumer card ( kartu pelanggan )

2) Bertanggung jawab merencanakan, melakukan kunjungan

outlet perbulan yang diserahkan setiap hari serta membuat

(45)

commit to user

3) Bertugas dan bertanggung jawab menawarkan secara aktif

produk KF dan principal yang diageni pelanggan.

4) Bertanggung jawab membina hubungan yang baik dengan

pelanggan dan menghindari tindakan – tindakan yang dapat

merusak nama baik dan citra perusahaan demi meningkatkan

penjualan produk yang diageni.

5) Bertugas dan bertanggung jawab dalam pencapaian target

6) Bertugas dan bertanggung jawab atas hasil penjualan barang

Narkotika secara tunai kepada pelanggan.

m. Pengirim Barang

Tugas-tugas dari Pengirim barang adalah :

1) Melaksanakan pengiriman barang baik dalam maupun luar kota.

2) Membantu kegiatan gudang bila diperlukan oleh Kepala Gudang.

3) Mengantar kasir pergi ke bank untuk menyetor atau mengambil

uang.

4) Melaksanakan penyetoran kliring dan setoran pajak.

5) Bertanggung jawab atas kendaraan inventaris kantor yang

(46)

commit to user

BAB IV

PEMBAHASAN

A. Prosedur Pencetakan Faktur Penjualan pada PT. Kimia Farma

Trading and Distribution menurut pengamatan kami yang mengacu

pada buku SOP ( Standart Operating Prosedurs ) meliputi 11 tahapan

yaitu :

1. Penerimaan SP ( Surat Pesanan )

Tahap Pertama dalam pencetakan faktur adalah Penerimaan SP,

dalam pengamatan kami surat pesanan diperoleh dari kunjungan rutin

salesman, karena salesman bertanggung jawab untuk menawarkan

barang kepada pembeli dan menerima surat pesanan ( SP ) dari

pembeli kemudian diserahkan kepada bagian fakturis. Selain dari

salesman pesanan juga dapat dilayani melalui fax dan telepon.

Didalam penerimaan SP PT. Kimia Farma Trading and Distribution

mempunyai kebijakan yang telah diterapkan kepada semua pelanggan,

kebijakan tersebut harus sesuai dengan ketentuan Regulasi

Kementrian Kesehatan RI yang antara lain meliputi :

a. Semua SP ( Surat Pesanan ) harus ditand tangani oleh apoteker

penganggung jawab kecuali obat bebas.

Obat bebas yang dimaksud adalah obat-obatan yang sudah

banyak beredar diapotek-apotek yang ada di seluruh daerah tetapi

dalam pengawasan BPOM juga, dalam pemesanan obat-obatan

bebas tidak diperlukan tanda tangan Apoteker dan no. SIPAnya,

(47)

commit to user

Dalam pengamatan kami yang tergolong obat-obatan bebas

yang terdapat pada PT. Kimia Farma Trading and Distribution

adalah Asamefenamat, Amoxilin, Batugin Alexir, piroxicam,

decolgin, Enervon C, Neorovit E dan masih banyak lagi

obat-obatan yang ada di gudang PT. Kimia Farma Trading and

Distribution. Obat-obatan tersebut sudah beredar di apotek-apotek

yang ada di semua daerah jadi obat tersebut dapat disebut obat

bebas.

b. Khusus Narkotik, Prekusor, Psikotropika, masing-masing harus

menggunakan SP yang khusus Narkotika ( N9 ), Prekusor dan

Psikotropika ( SP OKT ) dan harus ditandatangani oleh apoteker

serta dicantumkan Nama Jelas dan NO. SIPA nya.

Hal ini dikarenakan obat-obatan tersebut tergolong obat

narkotik dan dalam pengawasan ketat oleh BPOM dan Polisi serta

diwajibkan PT Kimia Farma Trading and Distribution untuk

melaporkan pengeluaran barang ke BPOM dan Dinas Kesehatan

Kabupaten dan Karisiden ditingkat propinsi dan Jakarta setiap tri

wulan diharuskan untuk tepat waktu dan sesuai ketentuan yang

ditetapkan BPOM apabila dalam melaporkan pengeluaran barang

mengalami keterlambatan BPOM akan member sangsi, sangsi

tersebut adalah peringatan 1 dan peringatan ke 2 bila di peringatan

ke 3 masih terjadi kelalaian maka BPOM terpaksa menutup

perusahaan Kimia Farma tersebut.

Dalam Penyimpanannya obat-obatan ini sangat khusus,

obat ini disimpan pada ruangan khusu yang tidak dicampur dengan

obat-obatan bebas yang hanya di letakan didalam gudang, obat ini

disimpan diruangan yang dilengkapi dengan AC dan diawasi oleh

(48)

commit to user

c. Surat Pesanan Barang dihasilkan dari kunjungan rutin salesman,

Kunjungan rutin ini dilakukan oleh setiap hari, Salesman yang

ada pada PT. Kimia Farma Trading and Distribution yang ada di

Surakarta sebanyak 12 orang. Pada PT. Kimia Farma Trading and

Distribution salesman tidak hanya melakukan kunjungan rutin di

dalam kota tetapi ada juga salesman yang ditugaskan untuk

melakukan kunjungan rutin diluar kota.

Sales dalam kota untuk apotek ada 3 orang, Rumah sakit ada 1

orang sales, dan Toko Obat ada 2 orang sales, Sedangkan sales

yang berada di luar kota adalah Kota Sragen, Wonogiri,Sukoharjo

dikunjungi 1 sales untuk Klaten, Boyolali dikunjungi 2 orang sales.

Toko- took yang ada di luar daerah tersebut dikunjungi 1 orang

salessedangkan untuk Rumah Sakit dikunjungi 2 orang sales.

Jenis Poduk yang dihasilkan oleh sales adalah Surat Pesanan (

SP ), Data Laporan Kunjungan, Data-data Pelanggan, Data- data

penjualan regular dan produk KF serta Data laporan pesaing.

Pelanggan yang sampai sekarang masih aktif di PT. Kimia Farma

Trading and Distribution baik apotek, Rumah Sakift, Toko Obat

sebanyak 849 pelanggan, yang terdaftar sebanyak 1221 pelanggan.

d. Perusahaan melayani pesanan sesuai dengan satuan kemasan dari

pabrik dalam jumlah yang telah ditetapkan. Pesanan yang

ditetapkan adalah minimal seharga Rp 150.000,00 dan itu telah

menjadi ketetapan PT. Kimia Farma Trading and Distribution. Jadi

apabila pelanggan ingin memesan barang diperbolehkan

(49)

commit to user

e. Order lewat fax dan telepon dilayani dengan catatan pada saat

penyerahan barang yang dilakukan oleh pengirim barang

pelanggan harus memberikan Surat Pesanan yang sebelumnya

pelanggan hanya memesan barang melalui via telepon dan fax. SP

tersebut harus diminta karena digunakan untuk bukti pemesanan

barang.

2. Pemeriksaan SP ( Surat Pesanan )

Tahap yang kedua adalah pemeriksaan SP dalam

pengamatan kami pada tahap ini supervisor penjualan yang

bernama Bapak Antok melakukan pemeriksaan SP yang diperoleh

dari fakturis baik dari kunjungan salesman, fax, dan telepon. SP

yang telah diterima akan diperiksa, pemeriksaan ini dilakukan

dengan cara mencocokan SP dengan contoh-contoh penyimpangan

SP yang terdapat di pada SOP. Pencocokan ini dilakukan untuk

menghindari penyimpangan yaitu Lempar barang.

Lempar barang yang dimaksud adalah pemesanan barang

yang akan dijual ke pelanggan lain yang bukan menjadi pelanggan

Kimia Farma atau bisa disebut pencurian barang oleh salesman

maupun oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Maka

supervisor penjualan regular harus benar-benar melakukan

pemeriksaan SP. Penyimpangan SP yang tertera pada SOP adalah

1. Pesanan yang dalam jumlah banyak

Pesanan ini dipesan oleh pelanggan diluar kebiasaan

pelanggan, bila pelanggan biasanya hanya memesan pesanan 2 dus

obat asamefenamat tetapi pelanggan secara tidak terbiasa memesan

obat melebihi 2 dus obat asamefenamat. Maka untuk menghindari

(50)

commit to user

2. Pesanan yang diterima berbeda dengan pesanan yang kedua yang

diterima sebelumnya.

Pesanan yang diterima sebelumnya baik menyangkut nilai,

jumlah barang, frekuensi pesanan. Dalam pengamatan kami

biasanya dalam sehari pelanggan apabila ingin memesan barang

hanya melakukan penambahan jumlah barang tidak dengan

memesan barang yang berbeda dengan pesanan didalam SP.

Apabila ada pemesanan yang kedua dengan pesanan yang

berbeda maka hal tersebut akan segera di periksa lebih lanjut oleh

supervisor penjualan regular, karena bila pelanggan ingin memesan

barang yang lain dibolehkan untuk memesan di hari sesudahnya,.

Tetapi dalam pengamatan kami di PT. Kimia Farma Trading and

Distribution belum terdapat pelanggaran SP seperti diatas.

3. SP yang diterima pada akhir bulan.

SP yang diterima di akhir bulan harus dicurigai karena

pelanggan telah melanggar perjanjian yang disepakati bersama

dengan PT. Kimia Farma. Perjanjian ini dilakukan sebelum

pelanggan menjadi pelanggan aktif di PT. Kimia Farma Trading

and Distribution.

Selain itu dalam pengamatan kami pada PT. Kimia Farma

Trading and Distribution di akhir bulan akan diadakan stock

opname dan membuat laporan-laporan penjualan yang dilakukan

oleh semua karyawan di PT. . Kimia Farma Trading and

Distribution jadi surat pesanan yang diterima tidak diperbolehkan

memesan barang di akhir bulan.

Segala tindakan yang memanipulasi SP ( SP palsu, input

(51)

commit to user

diterima pada waktu yang sama menjadi beberapa dokumen)

dengan berbagai macam tujuan penyimpangan akan dikenakan

sanksi atau peringatan sampai pemutusan hubungan kerja, bila ada

SP yang diterima di akhir bulan akan perlu dicurigai.Tetapi sejauh

ini dalam pengamatan kami pada PT. Kimia Farma Trading and

Distribution belum ditemukan hal-hal yang yang berhubungan

dengan SP yang menyimpang dari perjanjian.

3. Memvalidasi SP ( Surat Pesanan )

Tahapan pencetakan faktur penjualan yang ke-3 adalah

memvalidasi SP, validasi SP dilakukan apabila supervisor

penjualan Reguler telah memeriksa SP. Apabila SP yang telah

diperiksa tidak ditemukan pelanggaran SP maka selanjutnya

fakturis akan melakukan pemeriksaan administrasi. Pemeriksaan

administrasi dilakukan oleh bagian penagihan ( inkaso ) yang

bernama Ibu Nunik.

Pemeriksaan ini dilakukan oleh bagian inkaso untuk

menentukan SP yang telah diterima sudah memenuhi tagihan atau

bahkan pelanggan yang sudah jatuh tempo tetapi tidak ada

penjelasan sama sekali. Menurut pengamatan kami pelanggan yang

diperbolehkan memesan barang haruslah bisa melunasi tagihannya

dalam kurun waktu 28 hari bila dalam jangka 28 hari pelanggan

tersebut masih belum ada penjelasannya maka bagian inkaso akan

melakukan tindakan yaitu menginvalidkan SP. SP bisa diterima

lagi apabila pelanggan bisa melunasi tagihan atau memberikan

penjelasan kepada bagian inkaso.

Tetapi dalam PT. Kimia Farma Trading and Distribution

bila pelanggan masih mempunyai tanggungan hutang yang belum

(52)

commit to user

dan disiplin untuk menyetor tagihannya secara berngasur angsur (

kredit ) maka bagian inkaso juga akan mempertimbangkan dan

memberi jangka waktu yang lebih panjang yaitu 32 hari selama

pelanggan memberikan penjelasan dan selalu konsekuen dengan

janji yang telah menjadi persetujuan bersama sebelum diadakan

hubungan kerja antara Kimia Farma Trading and Distribution

dengan pelanggan.

Menurut Pengamatan kami pada saat kami melakukan

magang di PT. Kimia Farma Trading and Distribution masih

banyak pelanggan yang belum melunasi tagihannya dalam jangka

waktu 28 hari tetapi bagian fakturis dan inkaso selalu bekerja sama

untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan mengecek

tagihan- tagihan yang sebelumnya, apabila didalam buku list jatuh

tempo dan buku inkaso pelanggan selalu disiplin dalam

pembayaran maka bagian inkaso akan mempertimbangkan lagi

untuk menginvalidkan SP.

Tugas dan tanggung jawab bagian inkaso ini sangat

berperan penting dalam memvalidasi SP karena bagian inkaso

selalu mengontrol penagihan piutang dan menyimpan serta

menerima dokumen alat-alat tagih yang digunakan untuk

mempertimbangkan pemberian keputusan valid atau invalid SP

yang telah di pesan oleh pelanggan. Apabila bagian inkaso yang

telah bekerja sama dengan supervisor penjualan regular telah

memutuskan valid atau invalid SP tersebut maka akan dilakukan

Gambar

gambar. Dalam tulisan ini penulis melakukan pengamatan
Gambar 1.1

Referensi

Dokumen terkait