• Tidak ada hasil yang ditemukan

PermenPU11A PRT M 2006KriteriaPenetapanWilayahSungai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PermenPU11A PRT M 2006KriteriaPenetapanWilayahSungai"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 11 A / PRT/ M/ 2006

TENTANG

KRITERIA DAN PENETAPAN WILAYAH SUNGAI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PEKERJAAN UMUM,

Menimbang : a. bahwa unt uk memberikan l andasan bagi penunj ukan Kuasa Pengguna Anggaran/ Pengguna Barang dibidang pengelol aan sumber daya air pada Depart emen Pekerj aan Umum, perl u penet apan wil ayah sungai sebagai basis pengelolaan sumber daya air yang berdasarkan Pasal 13 ayat (1) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 t ent ang Sumber Daya Air dit et apkan dengan Keput usan Presiden;

b. bahwa unt uk penet apan wilayah sungai sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu krit eria penet apan wi layah sungai yang berdasarkan Pasal 13 ayat (5) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 t ent ang Sumber Daya Air dit et apkan dengan Perat uran Pemerint ah;

c. bahwa berdasarkan pert imbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b, sambil menunggu Keput usan Presiden Republik Indonesia t ent ang Penet apan Wilayah Sungai dan Perat uran Pemerint ah t ent ang Krit eria dan Tat a Cara Penet apan Wil ayah Sungai dan Cekungan Air Tanah dimaksud, perlu dit et apkan dengan Perat uran Ment eri Pekerj aan Umum;

Mengingat : 1. Undang-Undang Republ ik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 t ent ang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4287);

2. Undang-Undang Republ ik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 t ent ang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355);

3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 t ent ang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4377);

(2)

-2-

5. Perat uran Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 t ent ang Kedudukan, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tat a Kerj a Kement erian Negara Republik Indonesia;

6. Perat uran Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 t ent ang Unit Organisasi dan Tugas Esel on I Kement erian Negara Republik Indonesia;

7. Keput usan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/ M Tahun 2004 t ent ang Pembent ukan Kabinet Indonesia Bersat u;

8. Perat uran Ment eri Pekerj aan Umum Nomor 286/ PRT/ M/ 2005 t ent ang Organisasi dan Tat a Kerj a Depart emen Pekerj aan Umum;

MEMUTUSKAN :

Menet apkan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG KRITERIA DAN PENETAPAN WILAYAH SUNGAI.

Pasal 1

(1) Pengelolaan Sumber Daya Air dilaksanakan oleh Pemerint ah dan pemerint ah daerah sesuai dengan wewenang dan t anggung j awabnya berdasarkan penet apan wil ayah sungai.

(2) Wilayah sungai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mel iput i :

a. wilayah sungai lint as negara; b. wilayah sungai lint as provinsi; c. wilayah sungai st rat egis nasional;

d. wilayah sungai lint as kabupat en/ kot a; dan e. wilayah sungai dal am sat u kabupat en/ kot a.

Pasal 2

Penet apan wilayah sungai didasarkan pada pert imbangan dan krit eria sebagai berikut :

a. ef ekt ivit as pengelolaan sumber daya air:

1) pengelolaan sumber daya air pada wilayah t ersebut memenuhi kebut uhan konservasi sumber daya air dan pendayagunaan sumber daya air; dan/ at au

2) keberadaan prasarana sumber daya air yang menghubungkan daerah aliran sungai yang sat u dengan daerah aliran sungai yang lain.

b. ef isiensi pengelolaan sumber daya air;

(3)

-3-

Pasal 3

Krit eria penet apan wilayah sungai st rat egis nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) huruf c di samping memenuhi krit er ia sebagaimana dimaksud dal am Pasal 2 dan harus memenuhi paramet er sebagai berikut :

a. pot ensi sumber daya air pada wilayah sungai dibandingkan dengan pot ensi sumber daya air pada provinsi lebih besar at au sama dengan 20%;

b. banyaknya sekt or yang t erkait dengan sumber daya air pada wilayah sungai paling kurang 16 sekt or dan j umlah penduduk dalam wilayah sungai paling kurang 30% dari j umlah penduduk pada provinsi;

c. Besarnya dampak t erhadap pembangunan nasional:

1) Sosial :

a) t enaga kerj a pada lapangan kerj a yang t erpengaruh oleh sumber daya air paling kurang 30% dari seluruh t enaga kerj a di t ingkat provinsi; at au

b) wilayah sungai yang t erdapat pulau kecil at au gugusan pulau kecil yang berbat asan dengan wilayah negara l ain;

2) Lingkungan hidup:

a) t erancamnya keanekaragaman hayat i yang spesif ik pada sumber air, yang langka dan perlu dil indungi at au yang merupakan konvensi int ernasional;

b) perbandingan ant ara debit air sungai maksimum dengan debit air sungai minimum rat a-rat a t ahunan sungai ut ama melebihi 75;

c) perbandingan ant ara kebut uhan dan ket ersediaan air pada wilayah sungai yang bersangkut an melampaui angka 1, 5 (sat u koma l ima); at au

d) seringnya t imbul kej adian penyakit t erkait dengan air yang mengakibat kan kemat ian/ cacat t et ap dalam j umlah besar.

3) Ekonomi:

a) Terdapat paling kurang 1 (sat u) daerah irigasi yang luasnya lebih besar at au sama dengan 10. 000 ha;

b) Nilai produksi indust ri t erkait dengan sumber daya air pada wilayah sungai paling kurang 20% dari nilai produksi indust ri di t ingkat provinsi; at au

c) Produksi pembangkit list rik t enaga air pada wil ayah sungai yang bersangkut an t erkoneksi at au merupakan bagian dari j aringan list rik lint as provinsi.

(4)

-4-

Pasal 4

Berdasarkan krit eria sebagaimana dimaksud dal am Pasal 2 dan Pasal 3 dit ent ukan wilayah sungai sebagaimana t ercant um dalam lampiran Perat uran Ment eri ini yang t erdiri dari:

a. Lampiran I : Tabel Wil ayah Sungai Lint as Negara; b. Lampiran II : Tabel Wil ayah Sungai Lint as Provinsi; c. Lampiran III : Tabel Wil ayah Sungai St rat egis Nasional ; d. Lampiran IV : Tabel Wil ayah Sungai Lint as Kabupat en/ Kot a; e. Lampiran V : Tabel Wil ayah Sungai Dalam Sat u Kabupat en/ Kot a; f . Lampiran VI : Pet a Kodef ikasi Wilayah Sungai di Indonesia; g. Lampiran VI. 1 sampai dengan Lampiran VI. 8 :

Pet a Wil ayah Sungai di set iap pul au; h. Lampiran VII. 1 sampai dengan Lampiran VII. 29;

Pet a Wilayah Sungai di set iap provinsi.

Pasal 5

Dengan berl akunya Perat uran Ment eri ini maka:

1. Perat uran Ment eri Pekerj aan Umum Nomor 39/ PRT/ 1989; dan 2. Perat uran Ment eri Pekerj aan Umum Nomor 48/ PRT/ 1990; dinyat akan t idak berlaku.

Pasal 6

(1) Perat uran Ment eri ini mulai berlaku pada t anggal dit et apkan.

(2) Perat uran Ment eri ini disebarluaskan kepada yang bersangkut an unt uk diket ahui dan dipergunakan seperlunya.

Referensi

Dokumen terkait

“Okke,, secara fisik faktor pendukungnya adalah yaitu kita harus menjaga kesehatan karena kondisi yang prima akan menghasilkan sebuah karya yang juga sangat

MT : ooo super sekali, yok perhatikan kata katanya ya, ‘menyatukan perbedaan’ ini benar,bukan ‘menyamakan perbedaan’ begitu disamakan rusak, karena kalau

The Role of Industry/ NGOs in Data Collection and Analysis..

Dengan memanjatkan puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang dengan kasih sayang-Nya terus melimpahkan rahmat dan karunia sehingga penulis dapat menyajikan tulisan

Astari, 2012, “ Pengembangan Sistem Informasi Penyewaan Bus Pariwisata Berbasis Web Pada Big Tour And Travel Tangerang ”, AMIK BSI,.. Tangerang, Jurnal

PENERAPAN METODE BRAIN GYM TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI DAN DESKRIPSI.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dari analisis data yang telah dilakukan, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah secara langsung ada pengaruh positif signifikan kompensasi, kompetensi

MELALUI FINANCIAL DISTRESS MENGGUNAKAN METODE ALTMAN Z” -SCORE PADA PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) yang merupakan persyaratan