• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEREKONOMIAN INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEREKONOMIAN INDONESIA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

)()l,illi'lIrd-i-l sl & Al?5]lP

ffiAYg:'ri.JAS

" ' ? a o c

A c c . C i a s s

I . 1 .

2 .

PEREKONOMIAN INDONESIA

VALUASI 1994 DAN PERKIRAAN 1995

oleh

Gi n an dj ar KarI a s a s mit a

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/

Ketua Bappenas

(catatan untuk diskusi terbatas Harian Suara Karya, 12 Desember 1994)

PENGANTAR

Dua buah topik teiah dibahas pagi ini, yaitu sektor keuangan dan sektor perdagangan. Topik yang diberikan untuk saya adalah per- kembangan makro. Agar tidak tumpang tindih terlalu banyak, saya akan membatasi diri pada subtopik: pertumbuhan dan stabilitas, neraca pembayaran, dan keuangan negara. Itupun hanya pokok- pokoknya saja. Kalaupun angka-angka di sana-sini keluar, itu hanya order of magnitude saja. Forum seperti ini saya anggap sebagai forum saling tukar informasi. Oleh karena itu akan lebih bermanfaat bagi kita nanti apabila diskusi dapat diarahkan kepada pembahasan masalah-masalah pembangunan dan tantangan-tantangan yang kita hadapi daripada menilai apakah angka-angka perkiraan yang akan saya kemukakan ini terlalu optimis atau terlalu pesimis.

Saya akan mulai dengan menyimpulkan evaluasi 1994 dan perkiraan 1995. Berbagai indikator menunjukkan bahwa dalam tahun 1994 perekonomian Indonesia tetap tumbuh dengan cukup tinggi walaupun t i n g k a t in f l a s i d a n d e f i s i t tr a n s a k s i b e r j a l a n r e l a t i f c u k u p ti n g g i . Diperkirakan pula bahwa dalam tahun 1995 pertumbuhan ekonomi kemungkinan dapat lebih tinggi lagi, dengan resiko pengaruhnya pada stabilitas ekonomi apabila tidak diambil langkah-langkah yang tepat pada saat diperlukan.

rl:/e!ata/samb-94/skarya/skarya.94, Catatan untuk Diskusi Terbatas Harian Suara Karya, l2 Desenber 1994

(2)

II. EVALUASI TAHTII{ T994

Pertumbuhan Ekonomi

I n d i k a t o r p e r t u m b u h a n e k o n o m i d a p a t d i l i h a t d a r i s i s i p r o d u k s i maupun pengeluaran.

Dari sisi produksi, menurut data sementara BPS, selama dua triwu- lan pertama (Januari-Juni) L994 dibandingkan dengan periode yang s a m a ta h u n 1 9 9 3 , s e k t o r p e r t a n i a n t u m b u h s e b e s a r 0 , 3 p e r s e n . Sementara itu sektor industri pengolahan nonmigas dan sektor lain- nya (di luar pertanian dan industri) tumbuh dengan cukup pesat, yaitu masing-masing 10,6 persen dan 7,4 persen. Dengan perkem- bangan ini, maka perfumbuhan ekonomi pada semester I tahun 1994 mencapai 6,7 persen.

Dalam semester II telah terjadi kemarau panjang. Walaupun demiki- an tingkat produksi atau nilai tambah sektor pertanian masih akan sedikit di atas tahun lalu, karena pertumbuhan yang dicapai pada tahun 1993 sudah sangat rendah (1,4 persen). Sebagai catatan, pada tahun 1991, pada waktu kemarau panjang, sektor pertanian masih meningkat dengan 1,6 persen. Dengan demikian sasaran pertum- buhan sektor pertanian sebesar 3,3 persen pada tahun 1994/95 sulit dapat dicapai. Perfumbuhan sektor pertambangan diperkirakan lebih t i n g g i d i b a n d i n g k a n t a h u n 1 9 9 3 . H a l i n i t e r u t a m a te r l i h a t d a r i meningkatnya ekspor migas pada delapan bulan pertama 1994, yang meliputi minyak mentah, hasil minyak dan gas alam. Perkembangan sektor migas ini mempengaruhi pula pertumbuhan industri pengo- lahan migas. Sektor bangunan diperkirakan tumbuh lebih tinggi dari tahun lalu, tercermin dari besarnya permintaan akan bahan bangunan s e p e r t i s e m e n d a n b e s i b a j a . K e m a r a u p a n j a n g te l a h t u r u t p u l a meningkatkan kegiatan sektor bangunan di tahun 1994.

6 . D a r i s i s i p e n g e l u a r a n , p e r t u m b u h a n e k o n o m i ta h u n 1 9 9 4 le b i h d i p e n g a r u h i o l e h f a k t o r y a n g b e r a s a l d a r i d a l a m n e g e r i , y a i t u A .

a1

AT .

5 .

d:/data/samb-94/skarya/skarya.94, Catatan untuk Diskusi krbatas Harian Suara Karya, l2 Desenber 1994

(3)

8 .

konsumsi rumah tangga dan investasi. Peningkatan konsumsi rumah t a n g g a te r s e b u t t e r b a n t u o l e h e k s p a n s i k r e d i t p e r b a n k a n y a n g meningkat tinggi. Peningkatan Upah Minimum Regional (UMR) telah turut mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga tersebut.

Sementara itu pendapatan petani dan eksportir komoditi primer, sepe.rti petani kopi dan karet telah meningkat sejak triwulan II.

,1 Peningkatan investasi yang cukup pesat dapat dilihat antara lain dari perkembangan impor barang modal serta volume ekspor dan impor beberapa komoditi seperti semen dan bahan bangunan serta besi dan baja. Impor barang modai pada Januari-Agusfus 1994 menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi (7,3 persen) dibanding periode yang sama tahun 1993. Untuk kurun waktu yang sama, net-ekspor semen dan bahan bangunan menurun (-59,2 persen) dan net-impor besi dan baja meningkat (37 ,0 persen).

Pengeluaran rutin secara nominal kemungkinan meningkat lebih tinggi dari perkiraan semula. Tetapi kenaikan tersebut utamanya terdapat pada pelunasan hutang, dan item ini tidak seluruhnya terma- suk dalam unsur yang membentuk konsumsi Pemerintah. Dengan demikian, secara riil pengeluaran Pemerintah diperkirakan kurang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan 1994.

Permintaan netto dari luar negeri terlihat dari perkembangan ekspor dan impor. Perkembangan ekspor tampak sedikit tertekan, terutama dengan relatif lambatnya laju pertumbuhan ekspor selama 9 bulan pertama 1994 (6,8 persen) dibandingkan periode yang sama tahun s e b e l u m n y a ( 1 4 p e r s e n ) . S e m e n t a r a i t u i m p o r , t e r u t a m a im p o r n o n m i g a s ; t e l a h m e n i n g k a t l e b i h t i n g g i ( 1 0 , 9 p e r s e n ) d a r i t a h u n sebelumnya (7 ,5 persen).

Berdasarkan keseluruhan gambaran tersebut di atas maka pertum- b u h a n e k o n o m i ta h u n 1 9 9 4 d i p e r k i r a k a n s e d i k i t l e b i h t i n g g i dibandins tahun 1993.

9 .

1 0 .

d:/data/samb-94/skarya/skarya.94, Catatan untuk Diskusi Terbatas lTarian Suara Karya, l2 Desenber 1994

(4)

B . 1 1 .

12.

C.

1 4 .

7 -l J .

Stabilitas Ekonomi

S t a b i l i t a s e k o n o m i d a p a t d i l i h a t d a r i p e r k e m b a n g a n i n f l a s i d a n transaksi berjalan.

Sampai dengan bulan Nopember 1994, inflasi mencapai 8,72 persen.

Dengan demikian inflasi tahun 1994 kemungkinan besar di bawah tingkat inflasi 1993 yaitu 9,77 percen. Pada inflasi tahun 1993 unsur utamanya adaiah meningkatnya harga-harga barang kelompok perumahan sebagai akibat meningkatnya BBM dan kenaikan berbagai tarif. Inflasi pada tahun 1994, yang diperkirakan sedikit di atas 9 persen, terutama terjadi pada kelompok bahan makanan sebagai akibat kemarau panjang pada semester II serta meningkatnya harga- harga kelompok perumahan sejak triwulan II.

Defisit transaksi berjalan sampai dengan triwulan III tahun 1994 diperkirakan telah mencapai sekitar US$ 2,2 miliar, suatu kenaikan 66 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelum- nya. Seperti telah diuraikan di atas, hal ini disebabkan oleh pertum- buhan ekspor yang melamban dan pertumbuhan impor yang mening- kat, di samping pengeluaran jasa yang jr.,ga meningkat. Hampir dapat dipastikan bahwa defisit transaksi berjalan untuk tahun 1994 akan lebih besar dari tahun 1993 yang sebesar US$ 2,3 miliar.

Neraca Pembayaran

Walau terlihat kecenderungan meningkatnya defisit transaksi berjalan sampai dengan triwulan III tahun 1994, namun secara keseluruhan neraca pembayaran tetap berada dalam posisi yang cukup aman. Hal tersebut disebabkan defisit transaksi berjalan ini akan tertutup oleh s u r p l u s d a l a m la l u l i n t a s r n o d a l , b a i k p e m e r i n t a h m a u p u n s w a s t a . Secara keseluruhan diperkirakan neraca pembayaran pada tahun

1994 tetap mengalami surplus, walaupun lebih kecil dibanding yang

d:ktata/samb-94/skarya/skarya.94, Catatan untuk Diskusi Terbans flarian Suara Kama, l2 Deserber 1994

(5)

1 5 .

dicapai tahun 1993, sehingga cadangan devisa dapat dipertahankan pada tingkat sekitar 5 bulan impor.

Hal yang menarik untuk disoroti secara khusus adalah perkembangan ekspor. Sampai dengan bulan September 1994 keseluruhan ekspor hanya mengalami peningkatan sebesar 6,8 persen (I1,4 persen untuk nonmigas dan -5,4 persen untuk migas) dibandingkan dengan periode yang sama tahun 1993. Sementara itu, dalam kurun wakru yang sama impor telah meningkat dengan 7,2 persen (10,9 persen untuk non- migas dan -22,9 persen untuk migas). Laju pertumbuhan ekspor tersebut jauh di bawah yang dicapai dalam periode yang sama tahun 1993, yaitu sebesar 14 persen (22,7 persen unfuk nonmigas dan -4,2 persen untuk migas). Komoditi nonmigas yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah kelompok kayu dan produk kayu, dan kelompok tekstil dan produk tekstil (TPT). Bersama dengan sepatu dan pera- latan kaki lainnya, kelompok TPT mengalami pula penurunan harga per unit ekspor, yang secara tidak langsung menunjukkan semakin tajamnya persaingan di pasar internasional.

Keuangan negara

Realisasi APBN 1994195 diperkirakan mencapai sasaran. Perkiraan D.

1 6 .

ini didasarkan pada:

(a) Realisasi semester I yang cukup baik. Realisasi harga minyak s e b e s a r U S $ 1 6 , 3 5 p e r b a r e l l e b i h t i n g g i d a r i a s u m s i ( U S $ 1 6 / b a r e l ) . R e a l i s a s i p e n e r i m a a n s e k t o r m i g a s a d a l a h sekitar Rp 6.452 miliar atau 50,2 persen dari APBN 1994/95.

R e a l i s a s i p e n e r i m a a n d a l a m n e g e r i n o n m i g a s s e b e s a r Rp 19.320 miliar atau 41,2 persen dari sasaran seluruh tahun d a n r e a l i s a s i p e n e r i m a a n p e m b a n g u n a n s e b e s a r R p 5 . 1 1 0 miliar atau 51 persen.

d:/data/samb-94/skarya/skarya.94, Catatan untuk Diskusi Terbatas Harian Suara Karya, l2 Desentber 1994

(6)

Kegiatan perekonomian, kecuali sektor pertanian, tetap ber- gairah pada Semester-Il. Berdasarkan acuan tersebut, maka penerimaan baik sektor migas, penerimaan non migas, dan penerimaan pembangunan akan melampaui sasaran.

Dari sisi pengeluaran, pengeluaran rutin diperkirakan akan mengalami peningkatan terutama dengan meningkatnya ke- wajiban pelunasan hutang pemerintah sebagai akibat apresiasi Yen yang terjadi pada tahun 1994. Namun demikian, penge- luaran pembangunan diperkirakan tetap dapat dilaksanakan sesuai rencana.

UI. PERKIRAAN TAHTN 1995

o)

(c)

1 7 .

A. Lingkungan Eksternal

Perekonomian dunia: IMF memperkirakan pertumbuhan pereko- nomian dunia pada tahun 1994, akan mencapai 3,4 persen. Pada tahun tersebut pertumbuhan di negara-negara industri mencapar2,T persen, terdiri dari Amerika Serikat3,T persen, Masyarakat Eropa 2,1 persen, dan Jepang 0,9 persen. Sementara kelompok negara- negara berkembang meningkat dengan 5,6 persen, terdiri dari 8 persen untuk Asia dan 7,4 persen untuk NIC. Pertumbuhan ekonomi dunia untuk tahun 1995 diperkirakan lebih tinggi dari tahun 1994, yaitu mencapai 3,6 persen. Kelompok negara industri akan mening- k a t d e n g a n 2 , 7 p e r s e n , t e r d i r i d a r i A m e r i k a S e r i k a t 2 , 5 p e r s e n , Masyarakat Eropa 2,9 persen, dan Jepang 2,5 persen. Pertumbuhan untuk kelompok negara-negara berkembang pada tahun 1995 diperki- rakan akan mencapai 5,6 persen, antara lain dari Asia 7,3 persen dan NIC 7,2 persen.

d:/data/samb-94/skarya/skarya.94. Catatan unntk Diskusi Terbatas Harian Suara Karya. I2 Desember 1994

(7)

1 8 . Perdagangan dunia: Perfumbuhan perekonomian dunia yang cukup tinggi tersebut diperkirakan akan meningkatkan pula permintaan terhadap berbagai barang ekspor. Harga barang-barang primer non- bahan bakar diperkirakan akan meningkat dengan 6,5 persen pada t a h u n i 9 9 5 , s e d a n g k a n h a r g a - h a r g a b a r a n g m a n u f a k t u r a k a n meningkat dengan 4,1 persen. Kecenderungan harga minyak diperki- rakan akan lebih baik apabila kuota OPEC dipatuhi oleh negara anggotanya dan Irak masih terkena embargo. Secara keseluruhan, v o l u m e p e r d a g a n g a n d u n i a p a d a ta h u n I 9 9 5 d i p e r k i r a k a n a k a n meningkat dengan 5,9 persen. Perkiraan perkembangan perdagangan d u n i a p a d a ta h u n 1 9 9 5 te r s e b u t s e r t a d e n g a n m e m p e r h i t u n g k a n perkembangan perekonomian di negara tujuan ekspor Indonesia diharapkan akan membawa pengaruh positif terhadap perkembangan ekspor.

Tingkat bunga dan nilai tukar: Diperkirakan tingkat bunga di Amerika Serikat dan Eropa Barat akan mengalami peningkatan, terutama dalam rangka mendorong dana masuk karena masih tinggi- nya defisit transaksi berjalan di Amerika Serikat, di samping sebagai upaya pula untuk mengerem laju inflasi. Situasi ini diperkirakan dapat sedikit memperkuat nilai tukar dolar Amerika. Bagi Indonesia, hal tersebut berarti akan mengurangi beban pelunasan hutang dalam mata uang Yen. Di pihak lain peningkatan suku bunga tersebut dapat meningkatkan pembayaran bunga hutang luar negeri yang berdasar- kan "floating rate". Di samping itu peningkatan suku bunga interna- sional tersebut dapat mendorong kenaikan tingkat suku bunga dalam negeri.

Inflasi: Walau berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi tekanan meningkatnya permintaan agregat di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris namun kecenderungan sedikit meningkatnya laju inflasi di negara-negara tersebut pada tahun

1995 mendatang sukar dihindarkan.

d:/data/samb-94/skama/skarya.94, Catatan untuk Diskusi Terbatas Harian Suara Kana, l2 Desember 1994

1 9 .

20.

(8)

2 2 .

2 3 .

B. Perekonomian Indonesia

Pertumbuhan

2t. Seperti disebutkan pada butir 1, pertumbuhan ekonomi pada tahun 1995 diperkirakan akan lebih tinggi dari pada tahun 1994.

D a r i s i s i p e r m i n t a a n , h a l i n i t e r u t a m a d i d u k u n g o l e h p e r k i r a a n perkembangan konsumsi masyarakat, investasi, dan ekspor. Pening- katan konsumsi masyarakat akan banyak dipengaruhi oleh penurunan tarif pajak penghasilan serta kemungkinan peningkatan gaji/upah. Di samping itu, konsumsi masyarakat juga dapat meningkat sebagai akibat kenaikan harga-harga komoditi ekspor di pasar internasional.

Perkiraan peningkatan investasi pada tahun 1995 merupakan im- plikasi dari tingginya persetujuan investasi di tahun-tahun sebeium- nya, baik untuk PMA maupun PMDN. Sebagai catatan, pada tahun

1 9 9 4 s a m p a i b u l a n O k t o b e r , p r o y e k P M A y a n g d i s e t u j u i t e l a h mencapai sekitar US$ 20,5 miliar, meningkat lebih dari 3 kali lipat dari nilainya pada periode yang sama tahun 1993 yaitu US$ 6,6 miliar. Sementara itu PMDN yang disetujui sampai dengan Oktober

1994 melonjak menjadi Rp 48,8 triliun dari Rp 22,9 triiiun pada periode yang sama tahun 1993. Sudah barang tentu realisasinya sangat tergantung pada banyak hal, antara lain pembiayaan dan p e l a k s a n a a n d i l a p a n g a n . P e r i l i a l p e m b i a y a a n P M A , p r o s p e k keuangan internasional tahun 1995, seperti tercermin dalam surplus transaksi berjalan negara-negara E,ropa, Jepang, dan NIC's, yang cukup mendukung. Yang mungkin akan menjadi masalah adalah pembiayaan PMDN. Kemampuan sektor perbankan untuk menghim- pun dana dalam negeri ternyata tertinggal dari kemampuannya untuk m e n y a l u r k a n d a n a d a l a m ta h u n 1 9 9 4 . D a p a t d i p e r k i r a k a n b a h w a untuk tahun 1995 perbankan akan meningkatkan pinjaman komersial l u a r n e g e r i s a m p a i b a t a s - b a t a s y a n g d i r n u n g k i n k a n . S e l a i n it u menurunnya PPh dan dampak deregulasi yang dilakukan selama ini

d:/data/samb-94/skarya/skarya.94, Catatan untuk Diskusi Terbatas Harian Suara Karya, I2 Desenber 1994

(9)

2 4 .

2 5 .

2 6 .

diperkirakan akan membawa pengaruh positif terhadap kegiatan investasi.

Perekonomian dunia yang membaik diharapkan dapat mendorong peningkatan volume dan nilai ekspor. Hal ini akan memperbaiki posisi net-ekspor yang relatif tertekan selama tahun 1994, walaupun kenaikan impor kemungkinan juga akan cukup tinggi. Kecende- rungan meningkatnya harga-harga komoditi primer di pasar interna- s i o n a l d i p e r k i r a k a n s e l a i n a k a n m e n i n g k a t k a n e k s p o r j u g a a k a n meningkatkan "term of trade" , sehingga pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (GDY) akan lebih tinggi dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP). Hal ini akan mendorong konsumsi rumah tangga dan impor.

Dari sisi produksi, paling tidak diperkirakan sektor pertanian dan industri pengolahan akan menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dari tahun 1994 sedangkan pertumbuhan sektor konstruksi sedikit lebih rendah daripada tahun 1994. Berdasarkan pertimbangan bahwa tingkat produksi pada tahun 1993 dan 1994 reiatif rendah, maka pertumbuhan sektor pertanian 1995 diperkirakan akan meningkat (asalkan tidak ada gangguan musim seperti kekeringan atau banjir).

Hal ini, pada gilirannya, akan meningkatkan pendapatan dan mendo- rong peningkatan konsumsi rumah tangga.

S e d a n g k a n p e r k i r a a n p e n i n g k a t a n p e r t u m b u h a n s e k t o r in d u s t r i p e n g o l a h a n a n t a r a la i n d i d a s a r k a n p a d a p e r k i r a a n p e n i n g k a t a n permintaan domestik akan hasil-hasil industri baik untuk konsumsi, investasi, maupun permintaan dari luar negeri.

Stabilitas

2 7 . Menjaga stabilitas ekonomi (menurunkan tingkat inflasi dan defisit t r a n s a k s i b e r j a l a n ) d a l a m t a h u n 1 9 9 5 / 9 6 m e r u p a k a n t a n t a n g a n

cl:klata/sanb-94/skarva/skarva.94, Catalan untuk Diskusi Terltatas Harian Suara Karya, l2 Desember 1994

(10)

28.

tersendiri. Dari sisi permintaan, seperti diuraikan di atas, pertum- buhannya akan cukup tinggi. Dari sisi penawaran, akan ada desakan- desakan untuk penyesuaian harga jasa angkutan, listrik, semen, dan gaji/upah, di samping harga beras yang tingkat kenaikannya sudah diumumkan. Tetapi dengan kebijaksanaan fiskal dan moneter yang tepat, stabilitas ekonomi diharapkan dapat dipertahankan pada ting- kat yang serasi dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Perkiraan Neraca Pembayaran 1995 196

Seperti telah dikemukakan, dalam tahun 1995 perekonomian dunia akan meningkat dengan laju pertumbuhan yang lebih tinggi dari tahun 1994. Berdasarkan perkiraan tersebut maka prospek pertum- buhan ekspor non migas tahun 1995196 diperkirakan dapat lebih tinggi bila dibandingkan dengan tahun 1994195. Dalam pada itu sisi impor pun akan mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan pendapatan nasional. Di samping itu, realisasi investasi baik asing maupun dalam negeri, yang kandungan impornya tinggi, termasuk prasarana diperkirakan akan meningkat lebih cepat daripada tahun

1994195. Sementara itu pengeluaran jasa netto juga diperkirakan tidak akan iebih kecil dari tahun 1994195, walaupun setelah mem- perhitungkan penerimaan yang meningkat dari sektor pariwisata dan tenaga kerja. Secara keseluruhan gambaran ini menunjukkan ke- mungkinan meningkatnya defisit transaksi berjalan dibandingkan dengan realisasi pada tahun 1994195.

Oleh karena itu, secara keseluruhan posisi neraca pembayaran akan sangat tergantung pada keberhasilan untuk meningkatkan arus dana masuk dari luar negeri. Memperhatikan langkah-langkah kebijaksa- naan yang telah diambil tahun 1993 dan 1994 maka diperkirakan p e m a s u k a n m o d a l , t e r u t a m a p e n a n a l n a n m o d a l l a n g s u n g d a n portfolio, diperkirakan akan cukup memadai untuk menutup defisit 2 9 .

cl:/tlata/sanb-94/skarya/skarya.94, Catatan untuk Diskusi Terbaras Harian Suara Karya, I2 Desember 1994 10

(11)

3 0 .

transaksi berjalan, sehingga neraca pembayaran tahun 1995196 masih tetap akan aman.

Perkiraan Keuangan Negara L995196

RAPBN 1995196 sedang daiam proses penyusunan dan akan disam- paikan oleh Presiden kepada DPR pada awal Januari 1995. Meski- pun demikian dapat disampaikan beberapa indikasi sebagai berikut:

(a) Harga minyak diperkirakan tidak jauh berbeda dari asumsi yang dipergunakan tahun anggaran 1994195

(b)

(c)

Dengan diberlakukannya UU Perpajakan yang baru, khusus- nya Pajak Penghasilan, maka penerimaan PPh tahun L995196 andaipun meningkat hanya sedikit saja dibandingkan PPh pada APBN 1994195. Oleh karena itu langkah untuk meningkatkan penerimaan dalam negeri nonmigas harus dipusatkan pada intensifikasi penerimaan PPN dan PBB. Sebagai konsekuensi- nya, penerimaan dalam negeri nonmigas seperti yang diperki- rakan dalam Repelita VI, yaitu sebesar Rp 52,8 triliun sulit dapat terlampaui.

Sebaliknya dalam hal penerimaan pembangunan dengan lang- kah-langkah yang diambil dalam rangka meningkatkan kelan- caran pelaksanaan proyek-proyek banfuan luar negeri, peneri- maan pembangunan sebesar Rp 11,4 triliun seperti yang ditar- getkan dalam Repelita VI kemungkinan dapaf dicapai.

(d) Dengan gambaran penerimaan seperti tersebut di atas dan kebutuhan akan pengeluaran rutin yang meningkat, maka sulit untuk mencapai tabungan pemerintah seperti yang ditargetkan pada Repelita VI.

Anggaran pembangunan, sesuai arahan Repelita VI, dalam tahun 1995 196 akan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas/efisiensi 3 1 .

cl:/rlata/samb-94/skarya/skarya.94, Catatan untuk Diskusi Terbatas Harian Suara Karya, 12 Desenber 1994 11

(12)

perekonomian serta peningkatan partisipasi masyarakat. Dalam hubungan itu sektor-sektor pembangunan yang akan memperoleh prioritas adalah:

(a) sumber daya manusia, termasuk s e p e r t i p e n d i d i k a n , k e s e h a t a n , hidup,

peningkatan kualitas hidup, i p t e k , h u k u m , l i n g k u n g a n

prasarana ekonomi, utamanya wilayah-wilayah di luar Jawa,

pemerataan pembangunan (daerah), utamanya untuk wilayah- wilayah terpencil,

pengentasan kemiskinan, dan

pembangunan kelembagaan.

Jakarta. 12 Desember 1994 (b)

(c)

(d) (e)

d:/data/samb-94/skarya/skarya.94, Catatan untuk Diskusi Terbatas Harian Suara Karya, I2 Desenber 1994 12

Referensi

Dokumen terkait

Dwi Karya Mandiri Sangatta” adalah hasil karya saya dalam naskah tugas akhir ini tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk

Hiposa dalam penelitian ini yaitu ada hubungan yang signifikan antara umur, tingkat pendidikan, status kesehatan, ststus gizi, kejadian anemia dengan produktivitas kerja

Hasil penelitian Penguatan Pendidikan Karakter terdapat empat poin, yaitu: (1) Kurikulum yang digunakan MIN 2 Tangerang Selatan adalah Kurikulum 2013 dan Kurikulum khusus MIN

memiliki intense turnover selain berusaha mencari lowongan kerja dan merasa tidak betah bekerja diperusahaan juga memiliki gejala- gejala sering mengeluh, merasa

Persoalan kebebasan beragama dalam Islam bahkan tidak sebatas membiarkan seorang manusia memilih terhadap suatu agama, namun lebih dari itu, memberi kebebasan kepada pemeluk

Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa masing-masing produk smartphone merek Xiaomi, Oppo, Vivo, dan Lenovo tidak mempunyai pesaing langsung pada atribut kamera

Apabila sistem sa luran air kondensasi KLA-60 yang acta tidak dimodifikasi (merancang yang barn), maka dikhawatirkan kebersihan air ko.lam reaktor akan terganggu

Untuk merealisasikan konsep NU Urban yang telah diputuskan sebelumnya, maka PCNU Surabaya perlu mengonseptualisasikannya dalam bentuk program atau kegiatan yang