• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

172

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil dari evaluasi dari kebutuhan yang telah di bahas pada bab 3 sebelumnya, analisis pembahasan akan dilanjutkan dengan metode Risk Analysis yang bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi apabila tidak menerapkan rekomendasi pada sistem SAP modul Material

Management pada PT. Ecogreen Oleochemcials.

4.1 Risk Analysis

Risk Analysis adalah suatu metode yang di gunakan untuk

mengidentifikasi risiko yang terjadi apabila requirement tidak menerapkan rekomendasi yang diusulkan. Risk Analysis dilakukan pada requirements yang memiliki kategori gap yang terdapat rekomendasi atas requirements tersebut.

Risk Analysis akan melakukan penilaian kemungkinan

(probability) dan dampak (impact). Hasil dari Risk Analysis kemudian akan dimasukan kedalam ke dalam Risk Ranking table bedasarkan nilainya, kemudian akan melakukan pemetaan risiko kedalam Risk

Analysis Matrix.

4.1.1 Risk Ranking table

Tabel 4.1 Risk Ranking Table

No Requirements Recomendation Risk Identification Probability Impact

A Reservation

A.1 User yang

membutuhkan material akan membuat reservation User dapat melakukan reservation melalui t-code MB21, atau juga dapat 1. Membutuhkan banyak user ID pada SAP, sehingga meningkatkan biaya license H H

(2)

No Requirements Recomendation Risk Identification Probability Impact dengan merancang sistem reservation baru yang terintegrasi dengan SAP. 2. Terjadinya human eror pada bagian warehouse dalam menginput reservation kedalam SAP, karena reservation masih dalam bentuk hardcopy. M H A.2 Purchase Requestion untuk raw material dihasilkan dari perhitungan MRP Melakukan kustomisasi pada SPRO kemudian menentukan profile parameter. 1. Terjadinya kesalahan pembelian yang mengakibatka n banyaknya atau kurangnya material. 2. User harus dua

kali mengecek material, sehingga menghambat pengadaan material. H H H M

(3)

No Requirements Recomendation Risk Identification Probability Impact 3. Terjadinya kesalahan dalam jumlah produksi oleh pabrik. M H A.3 Penentuan nilai Re-order Point (ROP) dan safety Stock (SS) untuk MRP otomatis oleh sistem. Melakukan kustomisasi view MRP1 pada material master. 1. Bagian warehouse harus melakukan review nilai ROP dan SS secara berkala agar data material tetap update. 2. Risiko kekurangan material apabila nilai ROP pada sistem lebih rendah dari yang seharusnya. M M H H

(4)

No Requirements Recomendation Risk Identification Probability Impact B Goods Return B.1 Pembuatan goods return dengan refrensi dari PO. pembuatan goods return dapat di lakukan oleh SAP melalui t-code MIGO 1. retur dalam jumlah yang banyak akan mempengaruhi pembuatan PO baru dan memperlambat pengadaan. H H

4.1.2 Hasil Pemetaan Risk Analysis

Setelah menganalisis risiko terhadap rquirements, kemudian hasil akan dipetakan kedalam risk probability –

impac matrix. Pemetaan tersebut dilakukan agar memudahkan

dalam membaca hasil dari risk analysis pada Risk Ranking

Table. HIGH A.2.2 A.1.1 A.2.1 B.1.1 MEDIUM A.1.2 A.2.3 A.3.1 A.3.2 LOW

LOW MEDIUM HIGH

Gambar 4.1: Risk Probability – Impact Matrix Huruf dan angka bewarna hitam pada matrix melambangkan requirements yang di rekomendasikan,

IMPACT P R O B A BI

(5)

sedangkan angka yang bewarna merah melambangkan risiko dari fungsi yang di rekomendasikan.

Contoh : A.1.1 = identifikasi risiko pertama yang membutuhkan banyak id user pada SAP.

4.2 Recomendation

Fungsi dari requirement yang di telah di evaluasi menggunakan metode, yaitu Fit/Gap Analysis, Failure Mode and

Effect Analyis dan Risk Analysis, terdapat beberapa fungsi requirement yang sudah di jalankan oleh perusahaan dengan

maksimal (fit), namun ada beberapa fungsi requirement yang belum digunakan secara maksimal oleh perusahaan.

a. Dari fungsi requirement yang belum di gunakan secara maksimal (memiliki degree gap) dilakukan analisis mengenai risiko yang mungkin terjadi apabila fungsi dari requirement tidak di implementasikan oleh perusahaan. Fungsi

requirementkemudian dianalisis menggunakan FMEA kemudian

dilakukan perhitungan Risk Priority Numbering untuk menentukan fungsi mana yang paling rentan dan harus di terapkan terlebih dahulu.

1. High : fungsirequirement yang memiliki peringkat high

sangat berpengaruh pada proses bisnis PT. Ecogreen Oleochemicals, untuk itu sebaiknya fungsi ini digunakan oleh perusahaan. Fungsi tersebut adalah

Tabel 4.2 Rekomendasi Gap - High

No Requirement Fungsi

1 User yang membutuhkan

material membuat reservation.

Reservation SAP

(t-code MB21),

merancang sistem

(6)

No Requirement Fungsi

2 Purchase Requisition

dihasilkan dari perhitungan MRP Menentukan profile parameter-replenishment procurement (t-code WRP1)

3 Penentuan nilai re order point (ROP) dan safety stock (SS) untuk MRP otomatis oleh sistem

Menentukan ROP

dan SS (t-code

MM02)

4 Pembuatan goods return

refrensi dari PO

Goods return SAP (t-code MIGO)

2. Medium : tidak ada fungsi requirement yang memiliki

peringkat medium

3. Low : tidak ada fungsi requirement yang memiliki peringkat

low

b. Tidak ada fungsi requirement yang memiliki degreepatrial.

4.2.1 Overview Recomendation

Overview recomendation berisi penjelasan atas rekomendasi

yang diberikan kepada PT. Ecogreen Oleochemicals

bedasarkan fit/gap analysis yang telah di lakukan. Penjelasan

akan dimulai dari proses pemesanan material, pembelian

material, penerimaan material pada gudang sampai ke proses invoice verivication.

4.2.1.1Proses Pemesanan Material

a. Reservation

Reservation A.1

Requirement User yang membutuhkan

material akan membuat reservation

(7)

Reservation A.1

Recomendation User dapat melakukan

reservation melalui t-code MB21, atau juga dapat dengan merancang sistem

reservation baru yang

terintegrasi dengan SAP

Rank High

Degree of Fit Gap

overview

reservation dibuatkan oleh user kepada bagian warehouse untuk pengadaan material. respon dari

bagian warehouse adalah dengan membuat Purchase

Requisition dari reservation tersebut. Reservation

dapat di buat dengan menambahkan fungsi baru pada SAP yaitu dengan proses pembuatan reservation pada

t-code MB21 atau dengan cara merancang sistem

pemesanan baru.

1. Pembuatan reservation pada SAP dapat melalui transaksi MB21 atau melalui navigation path : SAP

menu – logisic – materials management – purchasing – reservation – create reservation.

Pada initialscreen MB21 juga menawarkan melakukan reservation dengan melihat reference dari pemesanan sebelumnya. Untuk melakukan pemesanan material baru user kemudian mengisi data reservation : new items.

(8)

Gambar 4.2 : Initial Screen MB21 with Reference

(9)

2. Proses pemesanan material dilakukan oleh banyak user, setiap user ID membutuhkan license untuk melakukan pemesanan ke dalam SAP. Maka dari itu masalah license membuat sistem pemesanan pada PT. Ecogreen Oleochemicals masih manual yaitu secara hardcopy. Untuk mengatasi masalah tersebut PT. Ecogreen Oleochemicals dapat menerapkan rekomendasi dengan membuat sistem pemesanan baru yang nantinya di gunakan oleh

user untuk memesan material kepada bagian warehouse. Sistem pemesanan baru ini akan

berhubungan langsung dengan SAP modul material

management.

(10)

<<boundary>> Reservation Top Package::User :Reservation handler :MaterialDA Reservation :ReservationDA

Start membuat reservation()

Create new Reservation()

Create new Reservation()

Display form() Display form()

Display form()

Entry Reservation(Date,Movement type,Plant,Cost center)

Entry Reservation(Date,Movement type,Plant,Cost center)

:Material

Entry Reservation(Date,Movement type,Plant,Cost center) Entry(Material_Id) Entry(Material_Id) Entry(Material_Id) Entry(Material_Id) Read Material() Get Material_Name() Material_Name() Get UnE() UnE() Material_Name.UnE() Material_Name.UnE() Entry(Qty,Storage_location) Entry(Qty,Storage_location) Entry(Qty,Storage_location) Save() Save() Save() Save() Display Messagebox (ID)

Display Messagebox (ID) Display Messagebox (ID)

(11)

- User Interface description

Berikut adalah penjelasan UI

description dari aplikasi Reservation yang

penulis sarankan untuk PT. Ecogreen Oleochemicals.

Gambar 4.5 : User Interface for New Reservation

User interface pada new reservation

digunakan user untuk memesan material baru kepada bagian warehouse.

1. User akan melakukan login terlebih

dahulu, kemudian user akan masuk ke halaman pemesanan.

(12)

2. User akan mengisi data umum seperti

tanggal pemesanan, movement type, cost

center dan plant.

3. User akan mengentri data pemesanan,

id material dan quantity.

4. Kemudian user akan menyimpan data pemesanan dan muncul nomor

reservation yang nantinya akan di

proses oleh bagian warehouse.

Reservation A.2

Requirements Purchase requisition untuk

raw material dihasilkan dari

perhitungan MRP

Recomendation Melakukan kustomisasi

pada SPRO kemudian menentukan profile

parameter.

Rank High

Degree of Fit Gap

Overview

Rekomendasi adalah dengan melakukan seting pada fungsi SAP yaitu dengan menentukan profile

parameter menggunakan WRP1 atau melalui

navigation path :SPRO – Materials management – purchasing – Order optimizing – Assign control profiles – new entry the WRP1 transaction.

Dengan melakukan kustomisasi WRP1 user dapat membuat profile yang menentukan parameter data MRP. Data kemudian akan di proses dan dilakukan update secara berkala oleh strategic material

(13)

procurement team untuk kelangsungan MRP.Bagian strategic material procurement akan melakukan analisis dari laporan stock produksi pada SAP t-code MC44.

Tujuan utama kustomisasi WRP1 ini adalah agar untuk mendapatkan hasil perhitungan MRP yang real yang sesuai untuk memenuhi permintaan produksi.

Di PT. Ecogreeen Oleochemicals sendiri ketidakakuratan MRP disebapkan karena banyaknya data-data yang terkait yang masih belum di tentukan ataupun kurangnya melakukan update terhadap master data sehingga pada saat MRP dijalankan masih menggunakan data yang sudah tidak benar, seperti data perkiraan waktu(lead time), data jumlah material minimum yang di pesan(minimum lot size) dan pengiriman barang dari vendor(cycle time).

Reservation A.3

Requirements Penentuan nilai Re-order

Point (ROP) dan safety Stock (SS) untuk MRP

otomatis oleh sistem.

Recomendation Melakukan kustomisasi

view MRP1 pada material master.

Rank High

Degree of Fit Gap

Overview

Penentuan ROP pada kustomisasi MRP1 adalah menentukan metode apa yang di gunakan pada material khusus yang menggunakan MRP.

(14)

a. Manual ROP planing

Pada manual ROP planing, nilai ROP dan SS di entri secara manual pada record material master, transaksi MM01.Manual ROP planing menggunakan MRP type VB.

b. Automatic ROP planing

Padaautomatic ROP planing, nilai ROP dan SS dilakukan secara otomatis dengan kustomisasi MRP dengan memilih MRP Type VM, ataumelaluinavigation path :IMG – Materials

Management – counsumption based planning – master data – check MRP type.

Gambar 4.6 : MRP1 Data View

Untuk automated ROP planning menggunakan data konsumsi material sebelumnya untuk memperkirakan kebutuhan material di masa yang akan datang. SAP menggunakan nilai perkiraan tersebut untuk menentukan nilai ROP dan SS.

(15)

4.2.1.2 Proses Penerimaan Material

a. Goods Return

Goods Return H.1

Requirement Pembuatan goods return

dengan refrensi dari PO.

Recomendation pembuatan retur dapat di

lakukan oleh SAP melalui

t-code MIGO

Rank High

Degree of Fit Gap

Overview

Retur dilakukan apabila ditemukannya material cacat oleh bagian warhouse, kemudian bagian warehouse akan menandai material tersebut kemdian di lakukan goods return oleh bagian purchasing. Proses goods return oleh SAP dapat di lakukan dengan MIGO, atau melalui navigation path :SAP menu – logistic –

inventory management – goods movement – MIGO.

Pembuatan goods return pada MIGO dapat di lakukan user dengan memasukan nomor purchase

order sebagai refrensi untuk retur yang di buat,

kemudian mengganti jenis dokumen Return Delivery, memasukan movement type 112 (Return Delivery)

(16)

Gambar 4.7 : Goods Return MIGO

4.3 Solution

4.3.1 Proses Pemesanan Material

a. Reservation untuk material

User yang sebelumnya membuat reservation secara manual,dengan datang langsung kebagian warehouse dan mengisi reservation form.Dengan adanya penambahan sistem reservasi baru yang terhubung dengan SAP,memungkinkan user yang ingin membuat reservation dapat langsung melakukan pemesanan material sehingga dapat mempercepat proses reservation.

- menambahkan beberapa policy pada reservation:

1. User diwajibkan untuk melakukan reservasi

(17)

2. Bagian warehouse berhak untuk melakukan penolakan terhadap reservasi apabila di tidak melalui system reservasi baru.

- Adanya perubahan proses bisnis.

Gambar 4.8 : Proses Reservation – NEW

b. MRP Planning

1. Dengan menentukan profile parameter MRP1 dengan tepat diharapkan jumlah raw material yang dibeli dapat memenuhi target produksi yaitu tidak kurang maupun berlebihan.

2. Bagian warehouse melakukan review terhadap laporan stock produksi setiap harinya

3. Bagian strategic material procurement melakukan update data selama seminggu sekali untuk raw material.

(18)

c. Safety Stock & Reorder Point

Nilai ROP dan SS yang awalnya di tentukan secara manual oleh bagian strategic material procurement menggunakan excel,Sedangkan SAP sendiri telah memiliki rumusan untuk menghitung jumlah safety stock

& reorder point seperti yang telah di jelaskan pada recommendation overview.Dengan digunakannya fungsi

tersebut,bagian strategic material procurement dapat melakukan evaluasi terhadap kecukupan raw material l setiap dua minggu.

- Menambahkan beberapaPolicy

1. Penentuan nilai ROP dan SS dilakukan oleh sistem SAP dan di evaluasi setiap dua minggu oleh bagian

strategic material procurement.

2. Bagian warehouse tidak boleh merubah nilai MRP yang ter-generate oleh sistem. Yang berhak merubah adalah bagian Strategic Material Procurement.

4.3.2 Proses Penerimaan Material

a. Goods Return

Pada proses sebelumnya proses claim kepada vendor dilakukan melalui email maupun telpon.Pada proses yang diusulkan pembuatan dokumen retur oleh bagian

purchasing dibuat melalui SAP dengant-code MIGO.

- Menambahkan beberapa Policy

1. Apabila Ditemukan ketidaksesuaian barang oleh bagian warehouse ,bagian pembelian diwajibkan membuat dokumen returdengan menggunakan SAP. 2. Bagian pembelian diwajibkan mengirim barang yang

diretur beserta dokumen retur yang telah dibuat dengan menggunakan SAP ke vendor.

3. Sebelum retur dikirimkan kepada vendor, retur wajib di verivikasi oleh purchasing level manager terlebih dahulu.

(19)

- Adanya perubahan proses bisnis

Warehouse Purchasing

Requesting User/QC

Check Item Condition

Return Notification

Display Material

Doc Display PO

Purchasing and management decides on further action Purchasing informs decision to Warehouse Material May be returned? Purchasing issues claim [No] Renegotiate return price with vendor

[Yes] Create Return PO Release Return PO Print PO PO Document

Send PO to vendor GR Return PO

Print Material document

Return Delivery Note Vendor Invoice

Gambar

Tabel 4.1 Risk Ranking Table
Gambar 4.1:  Risk Probability – Impact Matrix  Huruf dan angka bewarna hitam pada matrix  melambangkan requirements yang di rekomendasikan,
Tabel 4.2 Rekomendasi Gap - High
Gambar 4.2 : Initial Screen MB21 with Reference
+7

Referensi

Dokumen terkait

Konektivitas terkait jalur sirkulasi, imaji yang terbentuk memberi kesan stadion sebagai bagian yang terhubung dengan lingkungan sekitar, selanjutnya menghadirkan

analisis pengaruh penggunaan perangkat pembelajaran yang dikembangkan terhadap hasil belajar siswa. Mengidentifikasi Masalah dan Potensi Penelitian dimulai dengan melakukan

Minat baca pada umumnya tidak adanya konsep dari sekolahan saya juga mengalami bahwa dari sekolah dulu tidak ada moment khusus atau suatu kurikulum khusus yang

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD, (2)

Partisipasi politik adalah merupakan salah satu wujud dari sebuah proses demokrasi. Hal ini dapat kita lihat di dalam pelaksanaan pemilihan umum seperti pemilihan

Sehubungan dengan hal tersebut, kajian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara fluktuasi produksi beras di Provinsi Sulawesi Selatan dengan harga beras di

Hasil penelitian aktifitas antimikroba ekstrak fraksi n-heksan daun Sungkai (Peronema canescens Jack) dengan metode KLT-bioutografi diperoleh diperoleh 4 (empat)

legal, juga akan berperan penting dalam upaya mencegah terjadinya peredaran rokok ilegal tersebut. Berdasarkan uraian latar belakang yang telah disampaikan di atas, maka