• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN."

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI. Saat ini, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Per bulan April 2015 Bank BRI memiliki 5.297 BRI Unit, 2.493 Teras BRI, 610 Teras BRI Keliling dan 1 Teras BRI Kapal. Ini belum termasuk unit kerja ritel dan unit kerja elektronik yang total jumlahnya lebih dari 10.000. PT. Bank Rakyat Indonesia memiliki Kantor Pusat di Jakarta sedangkan unit kerja operasionalnya tersebar di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Divisi Jaringan Kerja Bisnis Mikro adalah Divisi support yang bertempat di Kantor Pusat BRI Jakarta. Tugas utama dari Divisi ini adalah melakukan pembukaan unit kerja mikro sesuai dengan rencana bisnis bank yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Tahun 2015, Divisi JKBM akan mendirikan 67 BRI Unit, 118 Teras BRI dan 25 Teras BRI Keliling. Petugas implementasi unit kerja baru di Divisi ini hanya ada 7 orang, sehingga dalam memenuhi target tahunannya, Divisi Jaringan Kerja Bisnis Mikro dibantu oleh Kanwil yang tersebar di 19 Kantor Wilayah BRI seluruh Indonesia.

Divisi JKBM dalam proses kerjanya masih dengan menarik IP Address perbagian, seperti pemberian informasi unit kerja mikro, perkembangan pembukaan unit kerja mikro dari proses sewa sampai renovasi dan lain-lain. Proses kerja yang dilakukan tersebut tentunya mempunyai banyak kendala-kendala yang dihadapi dalam Divisi JKBM, yaitu dalam pencarian data unit kerja mikro terhitung cukup lama dikarenakan file-file yang dicari tersebut terpisah dan arsip data unit kerja yang kurang tertata rapi dikarenakan data dari beberapa bagian di Divisi JKBM.

Untuk dapat mengatasi permasalahan yang terjadi, maka dapat dirancang suatu aplikasi laporan properti sehingga para implementor Divisi JKBM Kantor Pusat dan Kantor Wilayah BRI dapat menggunakan aplikasi pencarian data yang lebih efektif dan aplikasi tersebut juga diharapkan dapat digunakan oleh Divisi JKBM dan 19 Kantor

(2)

Wilayah BRI dalam melihat petumbuhan bisnis unit kerja mikro sehingga proses kerja akan berjalan lebih efektif dan efisien.

1.2. Rumusan Masalah

Dalam pengamatan hasil riset yang telah dilakukan, selama menganalisa sistem yang berjalan, masalah yang dihadapi pada sistem yang ada adalah :

1. Bagaimana merancang aplikasi yang dapat menyajikan informasi terkait pertumbuhan bisnis unit kerja mikro?

2. Bagaimana aplikasi dapat menyajikan laporan atau rincian data unit kerja mikro dengan data yang akurat untuk Divisi Jaringan Kerja Bisnis Mikro PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk?

1.3. Batasan Masalah

Pada penulisan laporan tugas akhir ini pembahasan dibatasi hanya informasi atau laporan pada unit kerja mikro, mengingat riset dilakukan di Divisi JKBM, yaitu Divisi yang bertanggung jawab terhadap unit kerja mikro, baik itu BRI Unit, Teras BRI, maupun Teras BRI Keliling. Aplikasi ini tidak membahas permasalahan yang menyangkut unit kerja ritel seperti Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan Kantor Kas.

Informasi yang akan disajikan meliputi beberapa hal sebagai berikut : 1. Aktifitas dan update data unit kerja mikro

2. Pencarian informasi unit kerja mikro yang ada pada aplikasi laporan properti 3. Penyedia informasi bagi semua karyawan dan management untuk melihat

perkembangan bisnis unit kerja mikro 4. Laporan data unit kerja mikro

1.4. Tujuan Penelitian

Sebuah tugas akhir tentunya memiliki tujuan yang diharapkan dapat tercapai dengan baik, pada tugas akhir ini penulis memiliki beberapa tujuan sebagai berikut : 1. Menghasilkan aplikasi laporan properti yang dapat digunakan untuk melihat data

secara keseluruhan dibandingkan dengan sistem yang berjalan yang digunakan saat ini

2. Menghasilkan aplikasi yang dapat digunakan para implementor Divisi JKBM Kantor Pusat dan 19 Kantor Wilayah BRI untuk memonitoring pertumbuhan unit kerja mikro

(3)

3. Diharapkan aplikasi ini dapat digunakan implementor Divisi JKBM Kantor Pusat dan 19 Kantor Wilayah BRI untuk mengakses laporan atau rincian data unit kerja mikro yang dibutuhkan.

4. Merancang database sistem Laporan Properti

5. Mempermudah karyawan untuk mendapatkan informasi tentang pertumbuhan unit kerja mikro

1.5. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah 1. Bagi Peneliti

Dokumentasi karya ilmiah mahasiswa dalam bentuk laporan skripsi dapat memberikan gambaran mengenai penerapan aplikasi Laporan Properti pada PT.

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

2. Bagi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Memberikan sebuah aplikasi laporan properti untuk dapat memonitoring pertumbuhan bisnis unit kerja mikro agar kegiatan operasional dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien dan mempermudah karyawan untuk mendapdatkan informasi tentang perkembangan unit kerja bisnis mikro.

1.6. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan pada tugas akhir ini adalah:

1.6.1 Jenis Penelitian

Untuk penelitian pada tugas akhir ini dilakukan melalui penelitian langsung ke lapangan (field research) dengan mengadakan observasi, wawancara, kuestioner dan dokumentasi pada Bagi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Analisis data pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data yang mendalam mengenai proses pembuatan laporan perjalanan dinas dan daftar hadir karyawan yang telah ada pada perusahaan. Eksplanasi laporan penelitian pada tugas akhir ini menggunakan metode deskriptif yang berusaha menggambarkan suatu objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya, dengan tujuan menggambarkan secara sistematis, fakta dan karakteristik objek yang diteliti secara tepat.

(4)

1.6.2 Teknik Pengumpulan Data

1. Observasi

Pengamatan yang langsung dilakukan terhadap objek-objek yang ada pada Divisi Jaringan Kerja Bisnis Mikro untuk mendapatkan data-data yang diperlukan seperti data lokasi unit kerja mikro, data unit kerja mikro dan foto-foto unit kerja untuk bahan aplikasi laporan properti.

2. Wawancara

Dilakukan dengan mewawancarai secara langsung kepada pihak- pihak yang terkait khu7susnya dikalangan internal guna memperoleh alur kerja kegiatan operasional yang berjalan. Diantaranya mewawancarai Staff pada 3 (tiga) bagian Divisi Jaringan Kerja Bisnis Mikro yang bertujuan agar kegiataan operasional dapat berjalan dengan baik.

3. Dokumentasi

Langkah yang diambil ialah melakukan dokumentasi rencana kerja, dokumentasi kegiatan yang dikerjakan, dokumentasi hasil kerja, dokumentasi hasil akhir dalam bentuk laporan ataupun aplikasi yang siap digunakan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

1.6.3 Metode Pengembangan Sistem

Dalam tugas akhir ini, metode pengembangan sistem untuk rekayasa perangkat lunak pada aplikasi property PT Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk menggunakan System Development Life Cycle; Waterfall Model. Tahapan-tahapan dalam Waterfall Model yang digunakan dalam apliaksi laporan properti pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk adalah sebagai berikut:

1. Rekayasa Sistem (System Requirement)

Tahap rekayasa sistem merupakan tahap awal dalam perancangan sistem informasi yang bertujuan mengumpulkan kebutuhan-kebutuhan baik berupa informasi atau kendala-kendala yang ada pada sistem yang berjalan serta merumuskan suatu perencanaan dalam pengembangan suatu sistem informasi. Wawancara kepada staff pada setiap bagian untuk menanyakan data lokasi unit kerja mikro, data unit kerja mikro dan foto-foto unit kerja untuk data aplikasi laporan properti. Kendala yang terjadi pada sistem

(5)

yang berjalan sekarang adalah masih menarik data pada ip address setiap bagian untuk mengambil data yang dibutuhkan oleh karyawan.

2. Analisis (Analysis)

Tahap analisis rekayasa perangkat lunak merupakan tahapan yang pertama kali dilakukan untuk merumuskan sistem yang akan dibangun. Data yang sudah di dapat dari hasil wawancara dan data yang sudah ada di setiap bagian lalu digabungkan dalam satu aplikasi properti untuk mempermudah karyawan dalam mengambil data yang dibutuhkan.

3. Perancangan (Design)

Tahap perancangan merupakan tahap penerjemahan dari data yang telah dianalisis ke dalam bentuk yang mudah dimengerti oleh pengguna. Pada tahap ini, dilakukan perancangan aplikasi yang bertujuan untuk memberikan gambaran apa yang seharusnya di kerjakan oleh aplikasi dan bagaimana tampilannya, meliputi rancangan struktur data yang digunakan, rancangan antarmuka, rancangan struktur aplikasi dan rancangan algoritma aplikasi. Proses desain pengembangan aplikasi pada penelitian ini meliputi diantaranya:

a.) Unified Modeling Language (UML)

Pada tahapan desain perangkat lunak, biasanya diperlukan notasi-notasi rancangan perangkat lunak. Notasi tersebut diperlukan untuk komunikasi antara pengembang dan pemesan (klien) perangkat lunak. Jika perangkat lunak yang dikembangkan dibuat dengan bahasa pemrograman berorientasi objek, biasanya notasi- notasi UML-lah yang digunakan. Dalam penelitian ini diagram UML yang digunakan meliputi Use-Case diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram dan Class Diagram.

b.) User Interface (UI)

Rancanganantarmuka (user interface) merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan komputer. Sejalan dengan antarmuka pemakai (user interface) pada aplikasi, diharapkan dapat menerima informasi dari pengguna (user) dan memberikan informasi kepada pengguna (user) untuk membantu mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatusolusi.

4. Pengkodean (Coding)

Tahap pengkodean merupakan tahap penerjemahan data yang telah dirancang ke dalam suatu bahasa pemrograman tertentu.Pada tahap ini, dilakukan proses coding atau pembuatan aplikasi. Pembuatan aplikasi dipecah menjadi beberapa modul yang nantinya

(6)

akan digabungkan dalam tahap berikutnya. Selain itu dalam tahap ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah sudah memenuhi fungsi yang diinginkan atau belum. Pada tahap ini, diagram UML dan rancangan antarmuka (UI) diimplementasikan kepada baris kode-kode program dalam bahasa pemrograman PHP dan MySQL.

5. Pengujian (Testing)

Tahap pengujian dilakukan terhadap perangkat lunak yang telah dibangun. Proses pengujian berfokus pada logika internal perangkat lunak serta memastikan apakah hasil yang diinginkan tercapai atau tidak. Dalam tahap ini dilakukan pengabungan modul- modul yang telah di buat dan dilakukan pengujian atau testing.Pada saat pengembangan akhir, aplikasi akan dijalankan diperangkat lunak local host dan perangkat desktop. Pada tahap uji pertama dilakukan oleh penelitian pada peran serta pihak lain. Tahap ini ditujukan untuk memastikan apakah aplikasi sudah sesuai dengan tujuan yang diharapkan sebelumnya menggunakan metode pengujian blackbox. Ketika aplikasi lulus pada tahap uji pertama, aplikasi akan memasuki pada tahap uji coba lapangan yang bertujuan mengetahui tanggapan pada pengguna secara langsung.

1.7. Sistematika Penulisan

Untuk memahami lebih jelas mengenai penyusunan tugas akhir ini, penulisan harus disusun secara sistematika, sehingga para pembaca dapat dengan mudah mengerti dan memahami isi kandungan yang ada di dalam penulisan ini Sistematika penulisan tugas akhir ini terdiri dari (5) lima bab yang secara singkat, yaitu:

BAB I PENDAHULUAN

Merupakan bab yang menguraikan tentang apa yang menjadi alas an pemilihan judul, permasalahan yang dirumuskan, masalah-masalah yang harus dibatasi, tujuan penulisan, metode penelitian yang dilakukan oleh penulis dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan penjelasan landasan teori menguraikan tentang teori yang berhubungan dengan permasalahan yang diambil oleh penulis, pada bab ini juga membahas penjelasan secara ilmiah maupun akademis yang terdapat pada buku-buku yang menjadi referensi penulis.

(7)

BAB III ANALISA MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

Bab ini membahas mengenai tinjauan organisasi, uraian prosedur, analisa sistem yang digunakan sebagai dasar dalam pembangunan aplikasi yang dibuat. Disamping itu juga permodelan sistem dapat menggambarkan alur informasi yang diberikan berbasis web dengan menggunakan Unified Modelling Language (UML) yang berupa Activity Diagram, Use Case Diagram, Class Diagram, Sequence Diagram dan kemudian mengidentifikasikan kebutuhan aplikasi yang akan dating.

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Implementasi dan pengujian merupakan bab yang menguraikan tentang spesifikasi program dan pengelolaan data yang terdiri proses pembuatan coding hingga terciptanya hasil keluaran berupa tampilan program yang penulis buat.

BAB V PENUTUP

Pada bab ini akan dikemukakan kesimpulan atas kegunaan dari aplikasi baru yang sudah dirancang untuk megatasi permasalahan serta memberikan saran- saran untuk pegembangan aplikasi di masa yang akan datang.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam rangka kegiatan Sertifikasi Guru dalam Jabatan untuk guru-guru di lingkungan Departemen Agama (Depag), Panitia Sertifikasi Guru Rayon 15 telah melaksanakan Pendidikan dan

(ah, jika jumlah modal usaha yang anda miliki tidak menapai angka itu, maka anda masih bisa tetap berbisnis elpiji dengan menjadi sub agen atau pangkalan agen. Sub agen

Untuk operasional kegiatan peran dan fungsi TKPK provinsi, maka tim teknis TKPK Provinsi telah melakukan fasilitasi, koordinasi dan pengendalian terhadap TKPK Provinsi dan

Persepsi Anggota Atas Kinerja Pengurus Dalam Meningkatkan Unit Usaha Simpan Pinjam di KPN Untan Pontianak dari faktor Timeliness (Ketepatan Waktu). Persepsi

TYPE OF REIMBURSABLE EXPENSES UNIT BREAKDOWN OF QUANTITY QUANTITY TOTAL UNIT COST (IDR) AMOUNT (IDR) UNIT COST (IDR) AMOUNT (IDR) Remarks. ORIGINAL CONTRACT

Berdasarkan data dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan kreativitas belajar matematika

Syarat dalam pemberian MP-ASI menurut Nasar (2010) yaitu: Tepat waktu (Timely): MP-ASI mulai diberikan saat kebutuhan energi dan nutrien melebihi yang didapat

Struktur elektronik graphene dan carbon nanotube (CNT), meliputi hubungan dispersi dan lebar celah energi, dapat ditentukan dengan metode alternatif yang lebih sederhana..