Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan
Laporan Laba Rugi Komprehensif
Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan Arus Kas
Catatan atas Laporan Keuangan
Ekshibit/
Exhibit
A
B
C
D
E
Director’s Statement
Statements of Financial Position
Statements of Comprehensive Income
Statement of Changes in Equity
Statements of Cash Flows
Notes to Financial Statements
Efek utang tersedia untuk dijual 31.885.175.000 7 34.146.400.000 Debt securities available-for-sale
Penyertaan saham 699.462.410 12 699.462.410 Investment in share
Piutang premi Premium receivables
Setelah dikurangi cadangan kerugian net allowance for impairment
penurunan nilai sebesar Rp 3.778.486.286 losses accounts of Rp 3,778,486,286
(Rp 3.778.486.286 pada 31 Desember 2012) 45.496.256.910 8 29.313.149.385 (and Rp 3,778,486,286 in 31 December 2012)
Piutang reasuransi Reinsurance receivables
Setelah dikurangi cadangan kerugian net allowance for impairment
penurunan nilai sebesar Rp 3.728.266.267 losses accounts of Rp 3,728,266,267
(Rp 3.728.266.267 pada 31 Desember 2012) 21.537.669.459 9 25.069.944.513 (and Rp 3,728,266,267 in 31 December 2012)
Piutang hasil investasi 281.268.940 10 293.268.309 Investment income receivable
Pajak dibayar dimuka 1.731.531.460 11 1.731.531.460 Prepaid tax
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 7.620.216.283 4.778.784.347 Advance and prepaid expenses
Piutang lain-lain 5.484.778.279 13 3.623.588.815 Other account receivable
Aset reasuransi Reinsurance assets
Estimasi klaim reasuransi 2.705.834.080 17 2.903.615.627 Estimated reinsurance claims
Premi reasuransi yang belum merupakan
pendapatan 14.823.508.285 18 19.067.542.288 Unearned reinsurance premiums
Aset tetap Fixed asset
Setelah dikurangi akumulasi penyusutan net of accumulated depreciation of
sebesar Rp. 19.756.916.466,- dan Rp. 18.944.606.116,- Rp. 19,756,916,466.- and Rp. 18,944,606,116.-
pada 31 Desember 2012) 13.846.028.977 14 14.528.896.527 in 31 December 2012)
Aset pajak tangguhan 1.261.564.549 21 1.246.159.515 Deferred tax assets
Aset lain-lain 2.298.020.243 15 2.361.260.275 Other assets
JUMLAH ASET 213.201.673.080 189.137.638.693 TOTAL ASSETS
dari Laporan Keuangan secara keseluruhan the Financial Statements taken as a whole
yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan Exhibit E which are an integral part of
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir See accompanying Notes to Financial Statements on
Utang reasuransi 8.860.229.080 19 8.659.893.790 Reinsurance payable
Utang komisi 12.205.705.222 20 8.148.371.579 Commision payable
Utang pajak 209.376.951 21b 1.338.636.976 Taxes payable
Biaya yang masih harus dibayar 1.179.733.231 22 2.087.174.319 Accrued expenses
Imbalan pascakerja 2.124.525.396 34 2.253.217.752 Post-employment benefits liabilities
Utang lain-lain 9.043.699.229 23 5.063.936.058 Other payable
Jumlah Liabilitas 126.907.337.577 102.216.779.659 Total Liabilities
EKUITAS SHAREHOLDER'S EQUITY
Modal saham Capital stock
Nilai nominal - Rp 200 per saham Nominal value - Rp 200 per value per share
untuk tahun 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 for the year June 30, 2013 dan December 31, 2012
Modal dasar - 1.000.000.000 saham Authorized - 1,000,000,000 shares
telah ditempatkan dan disetor penuh issued and paid-up capital
300.000.000 saham 60.000.000.000 24 60.000.000.000 300,000,000 shares
Tambahan modal disetor 2.770.781.054 25 2.770.781.054 Additional paid in capital
Keuntungan yang belum direalisasi atas efek-efek Unrealized gain on available for sale
dalam kelompok tersedia untuk dijual (1.361.372.609) 797.535.138 marketable securities
Saldo laba Retained earnings
Yang ditentukan penggunaannya 19.361.188.916 10.887.265.654 Appropriated profit
Belum ditentukan penggunaannya 5.523.738.142 12.465.277.188 Unappropriated profit
Jumlah Ekuitas 86.294.335.503 86.920.859.034 Total Shareholders' Equity
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 213.201.673.080 189.137.638.693 TOTAL LIABILITIES AND SHAREHOLDER'S EQUITY
yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan Exhibit E which are an integral part of
dari Laporan Keuangan secara keseluruhan the Financial Statements taken as a whole
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir See accompanying Notes to Financial Statements on
merupakan pendapatan (12.122.755.090) (5.148.610.169) premiums
Jumlah Pendapatan Underwriting - bersih 139.957.990.162 108.106.113.307 Total Underwriting Income - net
Beban Underwriting Underwriting Expenses
Beban Klaim 28 Claim Expenses
Klaim bruto (82.942.928.855) (76.507.134.022) Gross claims
Klaim reasuransi 6.183.407.751 35.447.845.924 Reinsurance claims
Kenaikan (penurunan) estimasi klaim Increase (decrease) in estimated
retensi sendiri (3.996.562.357) (1.993.848.998) own retention
Jumlah Beban Klaim (80.756.083.461) (43.053.137.096) Total Claims Expense
Beban Komisi - bersih (31.490.601.598) 29 (24.181.159.055) Commisions Expense - net
Beban Underwriting Lain - bersih (656.250.000) (3.538.499.999) Other Underwriting Expense
Jumlah Beban Underwriting (112.902.935.059) (70.772.796.150) Total Underwriting Expense
Hasil Underwriting 27.055.055.103 37.333.317.157 Underwriting Result
Hasil Investasi 2.030.472.702 30 2.233.601.188 Net Investment Income
Beban Usaha (23.805.456.960) 31 (21.283.914.619) Operating Expenses
Laba Usaha 5.280.070.845 18.283.003.726 Operating Income
Penghasilan (Beban) Lain-lain 1.228.567.643 32 1.015.560.965 Other Income (Expense) - net
Laba Sebelum Pajak 6.508.638.488 19.298.564.692 Profit Before Income Tax
Beban Pajak 21a Tax Expenses
Pajak Kini (1.253.163.750) (3.408.014.000) Current Tax
Pajak Tangguhan 15.405.034 (71.522.305) Deferred Tax
Laba Periode Berjalan 5.270.879.773 15.819.028.387 Net Income for The Current Period
Pendapatan Komprehensif Lain Other Comprehensive Income
Keuntungan (kerugian) atas perubahan nilai wajar Gain (loss) from changes in fair value of
dari efek-efek dalam kelompok tersedia untuk dijual (2.158.907.747) (397.540.000) available for sale marketable securities
Jumlah Pendapatan Komprehensif Lain (2.158.907.747) (397.540.000) Total Other Comprehensive Income
Laba Komprehensif 3.111.972.026 15.421.488.387 Comprehensive Income
Laba per Saham 18 33 53 Earnings per Share
dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
See accompanying Notes to Financial Statements on Exhibit E which are an integral part of the Financial Statements taken as a whole Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
Laba (Rugi) Belum Direalisasikan - - (397.540.000) - - (397.540.000) Unrealized Gain (Loss)
Laba Bersih Tahun Berjalan 33 - - - 15.819.028.387 - 15.819.028.387 Net Income for The Current Period
Saldo 30 Juni 2012 60.000.000.000 2.770.781.054 1.088.935.138 15.821.834.298 10.887.265.654 90.568.816.144 Balance as of 30 June 2012
Dividen - - - 819.414 - 819.414 Dividend
Laba (Rugi) Belum Direalisasikan - - (291.400.000) - - (291.400.000) Unrealized Gain (Loss)
Laba Bersih Tahun Berjalan - - - (3.357.376.524) - (3.357.376.524) Net Income for The Current Period
Saldo 31 Desember 2012 60.000.000.000 2.770.781.054 797.535.138 12.465.277.188 10.887.265.654 86.920.859.034 Balance as of 31 December 2012
Dividen 26 - - - (3.738.495.557) - (3.738.495.557) Dividend
Cadangan Umum 26 - - - (8.473.923.262) 8.473.923.262 - Appropriated for General Reserve
Laba (Rugi) Belum Direalisasikan - - (2.158.907.747) - - (2.158.907.747) Unrealized Gain (Loss)
Laba Bersih Tahun Berjalan 33 - - - 5.270.879.773 - 5.270.879.773 Net Income for The Current Period
Saldo 30 Juni 2013 60.000.000.000 2.770.781.054 (1.361.372.609) 5.523.738.142 19.361.188.916 86.294.335.503 Balance as of 30 June 2013
yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan Exhibit E which are an integral part of
dari Laporan Keuangan secara keseluruhan the Financial Statements taken as a whole
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir See accompanying Notes to Financial Statements on
Pembayaran komisi (25.063.847.166) (23.356.102.018) Payment for commissions
Pembayaran beban usaha (22.357.935.611) (19.220.208.125) Payment for operating expenses
Pembayaran pajak (2.781.711.833) (2.839.794.210) Payment for tax
Pembayaran beban lain-lain (1.890.749.885) (1.903.854.105) Payment for others
Kas bersih diperoleh dari Cash provided by
aktivitas operasi 12.046.344.052 7.357.313.962 operating activities
Arus Kas dari Aktivitas Investasi Cash Flows From Investing Activities
Pencairan deposito 61.189.530.000 86.975.503.600 Time deposit withdrawals
Penerimaan hasil investasi 2.339.226.561 2.967.473.013 Net investment income
Hasil penjualan saham 315.702.675 128.812.600 Proceeds from equity securities
Hasil penjualan aset tetap 31.500.000 - Proceeds from disposal of fixed assets
Penjualan saham 4.088.659.125 5.982.518.875 Equity securities
Penjualan obligasi 6.090.000.000 9.226.000.000 Bond sale
Penempatan deposito (71.324.475.000) (86.985.000.000) Time deposit investment
Pembelian obligasi (3.950.000.000) (14.055.000.000) Purchase of bonds
Pembelian saham (5.626.988.750) (6.349.742.250) Purchase of equity securities
Pembelian aset tetap (166.942.800) (141.629.863) Purchases of fixed assets
Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) Cash provided by (used in)
aktivitas investasi (7.013.788.189) (2.251.064.025) investing activities
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Bank 5.032.555.863 5.106.249.937 Net Increase (Decrease) in Cash on Hand and in Banks Saldo Kas dan Bank awal periode 4.805.383.309 7.361.612.273 Cash on Hand and in Banks at Beginning of period
Saldo Kas dan Bank akhir periode 9.837.939.172 12.467.862.210 Cash on Hand and Banks at End of period
yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan Exhibit E which are an integral part of dari Laporan Keuangan secara keseluruhan the Financial Statements taken as a whole Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir See accompanying Notes to Financial Statements on
a. Pendirian dan informasi umum a. Establishment and general information PT Asuransi Jasa Tania Tbk (“Perusahaan”)
didirikan berdasarkan akta No. 133 tanggal 25 Juni 1979 dari Kartini Mulyadi, SH Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/328/11 tanggal 13 Agustus 1979 dan telah diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 87 tanggal 31 Oktober 1979. Akta pendirian telah mengalami beberapa kali perubahan yang terakhir berdasarkan akta No. 121 tanggal 25 Agustus 2003 dari Anita Meiza, SH, Notaris pengganti dari Sutjipto, SH, Notaris di Jakarta. Akta ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-25805HT.01.04.TH.
2003 tanggal 29 Oktober 2003 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat No. 3016/RUB 09.05/XI/2003 tanggal 19 November 2003.
PT Asuransi Jasa Tania Tbk (“Company”) was established based on Notarial Deed No. 133 dated 25 June 1979 of Kartini Mulyadi, SH, notary in Jakarta. The Deed of establishment had been approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. Y.A.5/
328/11 dated 13 August 1979 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia, Supplement No. 87 dated 31 October 1979. The Company's deed of establishment have been amended several times, most recently by Notarial Deed No. 121 dated 25 August 2003 of Anita Meiza, SH, as substitute of Sutjipto, SH, notary in Jakarta. This deed had been approved by the Minister of law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. C-25805HT .01 .04 .TH.
2003 dated 29 October 2003 and were registered in Company List at Registered Office in Central Jakarta No. 3016/
RUB09.05/XI/2003 dated 19 November 2003.
Perubahan akta pendirian ini sehubungan dengan peningkatan modal dasar Perusahaan dari Rp 100.000.000.000 menjadi Rp 200.000.000.000, menurunkan nilai nominal saham dari Rp 500 menjadi Rp 200 (stock split), penjualan saham kepada masyarakat melalui Pasar Modal dan pengangkatan direksi Perusahaan.
The amended of the deed of establishment regarding to increase the Company’s authorized capital from Rp 100,000,000,000 to Rp 200,000,000,000, decrease the par value of the stock from Rp 500 to Rp 200 (stock split), The public offering and change the Company’s Board of Directors.
Pada tahun 2003, Perusahaan melakukan Penawaran Umum Saham kepada masyarakat sebanyak 50 juta Saham Biasa Atas Nama atau 16,67% dari 300 juta saham yang ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp 200 setiap saham, dengan harga penawaran sebesar Rp 300 setiap saham.
Penawaran Umum Saham ini telah didaftarkan ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) pada tanggal 4 Nopember 2003 dan telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) tanggal 15 Desember 2003. Penawaran Umum Saham ini telah memperoleh izin dari ketua BAPEPAM-LK dengan Nomor S-3079/PM/2003 tanggal 18 Desember 2003.
In 2003, The Company held an Initial Public Offering of 50 millions of it’s common stock or 16.67% of 300 millions of it’s issued and fully paid up shares with par value of Rp 200 per share with offering price Rp 300 per share. This Initial Public Offering was registered in the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (BAPEPAM-LK) on 4 November 2003 and listed in the Jakarta Stock Exchange (BEJ) on 15 December 2003. Initial Public Offering was approved by Director of BAPEPAM-LK with its letter No. S-3079/PM/ 2003 dated 18 December 2003.
a. Pendirian dan informasi umum (Lanjutan) a. Establishment and general information (Continued)
Berdasarkan akta No 272 tanggal 29 Mei 2008 oleh Sutjipto, SH.M.Kn notaris di Jakarta tentang Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa menyatakan bahwa Rapat telah mengesahkan Anggaran Dasar yang disesuaikan dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perusahaan Terbatas.
Perubahan Anggaran Dasar ini telah diaktakan berdasarkan akta No. 33 tanggal 27 Juni 2008 oleh Wahyu Nurani, SH notaris di Jakarta dan disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No: AHU-52208.
A.H.01.02 Tahun 2008 tanggal 19 Agustus 2008.
Based on Notarial deed No.272 dated 29 May 2008 of Sutjipto, SH. M.Kn notary in Jakarta regarding Extra Ordinary Sharholders General Meeting stated that meeting has already approved the amendments of the articles of incorporation in complying with Law No. 40 Year 2007 regarding Limited Company. Those amendments of the articles of incorporation were legalized based on notarial deed No. 33 dated 27 June 2008 of Wahyu Nurani, SH. notary in Jakarta and were approved by The Ministry of Law and Human Rights of The Republic of Indonesia No. AHU-52208.
A.H.01.02 Year 2008, dated 19 August 2008.
Sesuai dengan izin usaha dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP- 3104/MP/1979 dan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan menjalankan usaha bidang asuransi kerugian, satu dan lain dalam segala bentuk menurut serta tunduk kepada Undang-undang dan peraturan perundangan Republik Indonesia. Kegiatan komersial Perusahaan dimulai pada bulan Juni 1979.
In accordance with operational license of the Minister of Finance of the Republic of Indonesia No. KEP-3104/MP/1979 and article 3 of the Company's scope of activities are in general insurance service, according to Government Law and Regulation of the Republic of Indonesia. The Company started commercial operation on June 1979.
Perusahaan berkantor pusat di Wisma Jasa
Tania Jalan Teuku Cik Ditiro No. 14 Jakarta. The Company head office is located at Wisma Jasa Tania, Teuku Cik Ditiro Street No. 14, Jakarta.
b. Dewan komisaris, direksi, komite audit dan
sekretaris perusahaan b. Board of commissioners, board of
directors, audit commissioners and corporate secretary
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2013 sesuai dengan Akta No. 144 tanggal 27 September 2010 dan Akta No. 254 tanggal 30 Mei 2011 oleh Sutjipto SH, Notaris di Jakarta, Akta No. 26 tanggal 27 Juni 2012 oleh Dewi Kusumawati, SH., Notaris di Jakarta dan Akta No. 66 tanggal 19 September 2012 oleh Aryanti Artisari, SH., M.Kn., Notaris di Jakarta. Berikut ini adalah susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan per 30 Juni 2013 dan 2012 :
The structure of the Company's Board of Commissioners and Directors as of 30 June 2013 based on the deed No. 144 dated 27 September 2010, deed No. 254 dated 30 May 2011 of Sutjipto SH, Notary in Jakarta, and deed No. 26 dated 27 June 2012 of Dewi Kusumawati, SH., Notary in Jakarta and deed No. 66 dated 19 September 2012 of Aryanti Artisari, SH., M.Kn., Notary in Jakarta. The Composition of the Company’s Board of Commissioners and Board of Directors as at 30 June 2013 and 2012 :
b. Dewan komisaris, direksi, komite audit dan
sekretaris perusahaan (Lanjutan) b. Board of commissioners, board of directors, audit commissioners and corporate secretary (Continued)
Dewan Komisaris 30 Juni 2013 30 Juni 2012 Board of Commissioners
Komisaris Utama Ir. Dahlan Harahap, Msi Ir. Dahlan Harahap, Msi President Commissioner Komisaris Independen Stanislaus Say, MBA Stanislaus Say, MBA Independent Commissioner Komisaris Independen H. Darwin Noor, SH., MM., MH., AAIK H. Darwin Noor, SH., MM., MH., AAIK Independent Commissioner
Direksi 30 Juni 2013 30 Juni 2012 Directors
Direktur Utama H. Basran Damanik, SE., MM. H. Basran Damanik, SE., MM. President Commissioner
Direktur Buyung Sembiring, SH. Buyung Sembiring, SH. Director
Direktur Ade Zulfikar, SE., Dipl.Ins., ACII Ade Zulfikar, SE., Dipl.Ins., ACII Director
Direktur Slamet Solikhun Slamet Solikhun Director
Susunan Komite Audit per tanggal 30 Juni 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut:
The composition of the Audit Committee as at 30 June 2013 and 2012 are as follows:
Komite Audit 30 Juni 2013 30 Juni 2012 Audit Committee
Ketua H. Darwin Noor, SH., MM., MH., AAIK Stanislaus Say, MBA Chairman
Anggota Kondar Sinaga Drs. R. Prayogo Koesoemo Ak MM Member
Anggota Edison Idrus Frits Zinto Loudoe Member
Sekretaris Perusahaan per tanggal 30 Juni 2013 adalah Hasbi Ashsiddiqi dan 2012 adalah Slamet Solikhun.
Corporate Secretary of the Company as at 30 June 2013 is Hasbi Ashsiddiqi and as at 2012 was Slamet Solikhun.
Berikut ini jumlah kompensasi yang diberikan kepada Direksi dan Komisaris berupa gaji, tunjangan dan tantiem, dengan rincian sebagai berikut :
The compensation for commissioners and directors in the form of salary, allowance and tantiem are as follows :
30 Juni 2013 30 Juni 2012
Direksi 1.324.328.831 1.529.096.678 Directors
Dewan Komisaris 677.153.750 309.175.000 Board of Commissioners
Jumlah 2.001.482.581 1.838.271.678 Total
dan 214 orang per 30 Juni 2013 dan 2012. employees, in 30 June 2013 and 2012, respectively.
b. Dewan komisaris, direksi, komite audit dan
sekretaris perusahaan (Lanjutan) b. Board of commissioners, board of directors, audit commissioners and corporate secretary (Continued)
Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang diselesaikan pada tanggal 30 Juli 2013.
The Company's directors are responsible for the preparation and presentation of the financial statements which completed on 30 July 2013.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah seperti dijabarkan di bawah ini:
The principle accounting policies adopted in the preparation of these financial statements are set out below:
a. Pernyataan kepatuhan a. Statements of compliance
Laporan keuangan disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan No. VIII.G.7 tentang
“Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”, Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012. Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan terkait, beberapa standar akuntansi telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2012
The financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards
“SAK”, which comprise the statements and interpretations issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Indonesian Institute of Accountants and Regulation No. VIII.G.7 regarding
“Presentation and Disclosures of Public Companies’ Financial Statements” included in the Appendix of the Decree of the Chairman of the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (Bapepam-LK) No. KEP-347/BL/2012 dated June 25, 2012. As disclosed further in relevant succeeding notes, several amended and published accounting standards were adopted effective January 1, 2012.
b. Dasar penyusunan laporan keuangan b. Basic of preparation of financial statements
Laporan keuangan disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Laporan keuangan disusun berdasarkan harga perolehan, kecuali untuk aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual dan aset yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Laporan keuangan disusun berdasarkan akuntansi berbasis akrual, kecuali laporan arus kas.
The financial statements have been prepared in accordance with the Indonesian Financial Accounting Standards. The financial statements have been prepared under the historical cost convention except for financial assets classified as available- for-sale and at fair value through profit or loss. The financial statements are prepared under the accrual basis of accounting, except for the statements of cash flows.
b. Dasar penyusunan laporan keuangan
(Lanjutan) b. Basis of preparation of the financial
statements (Continued) Laporan arus kas disusun menggunakan
metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas dasar kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara kas mencakup kas, dan kas di bank yang tidak dibatasi penggunaannya dan tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman.
The statements of cash flows are prepared based on the direct method by classifying cash flows on the basis of operating, investing and financing activities. For the purpose of the statements of cash flows, cash and cash equivalent include cash on hand, and cash in banks which are not restricted and pledged as collateral for any borrowings.
Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, disajikan dalam mata uang Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain.
Figures in the financial statements are expressed in Rupiah, unless otherwise stated.
c. Perubahan kebijakan akuntansi c. Changes in accounting policies Berikut ini adalah PSAK baru dan revisian
serta ISAK baru yang tidak berdampak signifikan terhadap laporan keuangan:
Following are new and revised PSAKs and new ISAK, that have significant impact to the financial statements:
PSAK 10 (Revisi 2010), “Pengaruh
Perubahan Kurs Valuta Asing” PSAK 10 (Revised 2010),”The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates”
PSAK 16 (Revisi 2011), “Aset Tetap” PSAK 16 (Revised 2011), “Fixed Assets”
PSAK 30 (Revisi 2011), “Sewa” PSAK 30 (Revised 2011), “Leases”
PSAK 46 (Revisi 2010), “Pajak
Penghasilan” PSAK 46 (Revised 2010), “Income Taxes”
PSAK 50 (Revisi 2010), “Instrumen
Keuangan: Penyajian” PSAK 50 (Revised 2010), “Financial
Instrument: Presentation”
PSAK 55 (Revisi 2011), “Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” PSAK 55 (Revised 2011), “Financial Instrument: Recognition and Measurement”
ISAK 20, “Pajak Penghasilan – Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham”
ISAK 20, “Income Taxes – Changes in the Tax Status of an Entity or its Shareholders”
ISAK 23, “Sewa Operasi - Insentif” ISAK 23, “Operating Leases - Incentives”
ISAK 24, “Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan suatu Bentuk Legal Sewa”
ISAK 24, “ Evaluating the Substance of Transactions Involving the Legal Form of a Lease”
ISAK 25, “Hak atas Tanah” ISAK 25, “Land Use Rights”
Berikut ini adalah perubahan standar akuntansi baru yang berdampak terhadap pengungkapan laporan keuangan Perusahaan:
The followings are the accounting standard amendments which have impact to the disclosure of Company financial statement:
c. Perubahan kebijakan akuntansi (Lanjutan) c. Changes in accounting policies (Continued) PSAK 24 (Revisi 2010), “Imbalan Kerja” PSAK 24 (Revised 2010), “Employee
Benefits”
PSAK 24 memberikan panduan dalam perhitungan dan pengungkapan imbalan kerja. PSAK 24 revisi membuka opsi tambahan dalam pengakuan keuntungan/
kerugian aktuarial imbalan pasca kerja dimana keuntungan/kerugian aktuarial dapat diakui seluruhnya melalui pendapatan komprehensif lainnya.
PSAK 24 provide guidance for calculation and disclosure for employee benefits. The revised PSAK 24 add another option for recognition of actuarial gain/loss from post employment benefits which is full recognition through other comprehensive income
1) Pengakuan keuntungan/(kerugian)
aktuaria 1) Recognition of actuarial gains (losses)
Standar yang direvisi ini memperkenalkan alternatif metode baru untuk mengakui keuntungan/(kerugian) aktuarial, yaitu dengan mengakui seluruh keuntungan/(kerugian) melalui pendapatan komprehensif lainnya.
The revised standard introduces a new alternative method to recognise actuarial gains/(losses), that is to recognise all actuarial gains/(losses) in full through other comprehensive income.
2) Item-item pengungkapan 2) Disclosure items
Standar yang direvisi ini mengemukakan beberapa persyaratan pengungkapan, antara lain:
The revised standard introduces a number of disclosure requirements including disclosure of:
Presentase atau jumlah setiap kategori utama yang membentuk nilai wajar dari aset program;
The percentage or amount of each major category of investment making up total plan assets;
Deskripsi naratif mengenai dasar yang digunakan untuk menentukan ekspektasi tingkat imbal hasil asset program keseluruhan;
A narrative description of the basis used to determine the overall expected rate of return on assets;
Jumlah atas nilai kini kewajiban imbalan pasti dan nilai wajar aset program untuk periode tahun berjalan dan empat periode tahunan sebelumnya; dan
The amounts for the current annual period and the previous four annual periods of present value of the defined benefit obligation and fair value of the plan assets; and
Jumlah penyesuaian pengalaman yang muncul atas liabilitas program dan asset program untuk periode tahun berjalan dan empat periode tahunan sebelumnya.
The amounts for the current annual period and the previous four annual periods of experience adjustments arising on the plan liabilities and plan.
Perusahaan sudah menggunakan pendekatan koridor dalam pengakuan keuntungan/
(kerugian) aktuarial.
The Company has used the corridor approach in recognition the actuarial gains/
(losses).
c. Perubahan kebijakan akuntansi (Lanjutan) c. Changes in accounting policies (Continued) PSAK 60 (Revisi 2010), “Instrumen
Keuangan: Pengungkapan” PSAK 60 (Revised 2010), “Financial Instruments: Disclosures”
PSAK 60 (Revisi 2010) mensyaratkan pengungkapan yang lebih ekstensif atas risiko keuangan apabila dibandingkan dengan PSAK 50 (Revisi 2010), “Instrumen Keuangan:
Pengungkapan”. Pengungkapan tersebut antara lain:
PSAK 60 (Revised 2010) requires more extensive disclosure of the entity’s financial risk management compared to PSAK 50 (Revised 2010), “Financial Instruments:
Presentation”. The requirements consists of the followings:
a. Instrumen keuangan yang signifikan atas posisi keuangan dan performa entitas keuangan. Pengungkapan ini sejalan dengan pengungkapan sesuai dengan PSAK 50 (Revisi 2010)
a. The significance of financial instruments for an entity’s financial position and performance. These disclosures incorporate many of the requirements previously in PSAK 50 (Revised 2010).
b. Informasi kualitatif dan kuantitatif atas eksposur risiko yang timbul dari instrumen keuangan, termasuk pengungkapan minimum atas risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar.
Pengungkapan kualitatif menjelaskan tujuan manajemen, kebijakan dan proses untuk mengelola risiko tersebut.
Pengungkapan kuantitatif menjelaskan informasi tentang batas risiko yang dihadapi entitas, berdasarkan informasi yang disiapkan secara internal kepada personel manajemen kunci.
b. Qualitative and quantitative information about exposure to risks arising from financial instruments, including specified minimum disclosures about credit risk, liquidity risk and market risk. The qualitative disclosures describe management’s objectives, policies and processes for managing those risks. The quantitative disclosures provide information about the extent to which the entity is exposed to risk, based on information provided internally to the entity’s key management personnel.
PSAK 60 (Revisi 2010) berlaku secara prospektif sejak tanggal 1 Januari 2012 (lihat Catatan 42 untuk pengungkapan terkait PSAK ini).
PSAK 60 (Revised 2010) is applied prospectively since 1 January 2012 (refer to Note 42 for the disclosure of this PSAK).
Berikut ini adalah perubahan standar akuntansi baru yang berdampak signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan:
The followings are the accounting standard amendments which have significant impact to the Company financial statement:
PSAK 28 (Revisi 2012), – ”Akuntansi
Kontrak Asuransi Kerugian” PSAK 28 (Revised 2012), – “Accounting for General Insurance Contract”
PSAK 28 mensyaratkan pengakuan pendapatan premi dari kontrak asuransi sebagai berikut:
PSAK 28 requires recognition of premium income as follow:
c. Perubahan kebijakan akuntansi (Lanjutan) c. Changes in accounting policies (Continued) PSAK 28 (Revisi 2012), – ”Akuntansi
Kontrak Asuransi Kerugian” (Lanjutan) PSAK 28 (Revised 2012), – “Accounting for General Insurance Contract” (Continued) 1) Kontrak asuransi jangka pendek 1) Short term insurance contract
Kontrak asuransi jangka pendek adalah proteksi asuransi untuk jangka waktu sama dengan atau kurang dari dua belas bulan.
Short term insurance contract is insurance protection for period of or less than twelve months.
Premi diakui sebagai pendapatan berdasarkan proporsi periode proteksi selama periode polis.
Premium is recognised as income along with the protection proportion of policy period.
Perusahaan mengakui premi kontrak asuransi jangka pendek dan jangka panjang berdasarkan proporsi periode proteksi selama periode polis dan liabilitias asuransi ditentukan melalui metode premi yang belum merupakan pendapatan dan pendapatan premi tangguhan.
The Company recognises short term and long term insurance contract premium based on protection proportion of policy period and insurance liabilities determined through unearned premium reserve method and deferred premium income.
Sebagai bagian dari implementasi PSAK 28 (Revisi 2012), Perusahaan menyajikan asset reasuransi secara terpisah atas premi yang belum merupakan pendapatan dan estimasi liabilitas klaim. Sebelumnya liabilitas asuransi yang mencakup pendapatan premi tangguhan, premi yang belum merupakan pendapatan dan estimasi klaim dicatat secara bersih setelah porsi aset reasuransi (porsi sendiri).
As part of the implementation of PSAK 28 (Revised 2012), the Company present separately reinsurance assets of unearned premiums and estimated claim liabilities. Prior to this, insurance liabilities that include deferred premium income, unearned premium income and estimated claims are presented net reinsurance portion (own retention).
Liabilitas asuransi dari kontrak asuransi jangka pendek dibentuk melalui premi yang belum perupakan pendapatan yang dihitung melalui metode:
Insurance liabilities of short term insurance contract determined through unearned premium reserve that calculated using the following methods:
Persentase agregat tertentu dari jumlah premi tanpa memperhatikan tanggal penutupannya; atau
Certain aggregate percentage of premium without considering the policy period; or
Secara individual dari setiap pertanggungan dan proporsional dengan jumlah proteksi yang diberikan selama periode kontrak.
Individually of each policy and proportionate with the protection period of insurance contract.
c. Perubahan kebijakan akuntansi (Lanjutan) c. Changes in accounting policies (Continued) PSAK 28 (Revisi 2012), – ”Akuntansi
Kontrak Asuransi Kerugian” (Lanjutan) PSAK 28 (Revised 2012), – “Accounting for General Insurance Contract” (Continued) 2) Kontrak asuransi jangka panjang 2) Long term insurance contract
Premi untuk kontrak asuransi jangka panjang diakui sebagai pendapatan pada saat jatuh tempo dari pemegang polis.
Liabilitas asuransi jangka panjang (liabilitas manfaat polis masa depan) tersebut dihitung dengan perhitungan aktuaria yang mencerminkan nilai kini estimasi pembayaran seluruh manfaat yang diperjanjikan, estimasi seluruh biaya yang akan dikeluarkan, dan juga mempertimbangkan penerimaan premi di masa depan.
Long term insurance contract premium is recognised as income when it is due from policy holder. Long term insurance liabilities (long term policy benefit liabilities) is calculated using actuarial calculation that reflected present value of estimated benefit payment, estimated all cash payment and premium receipt in the future.
Jika data yang tersedia tidak cukup memadai untuk digunakan dalam menentukan liabilitas manfaat polis masa depan sesuai dengan ketentuan di atas, liabilitas asuransi dapat dihitung dengan menggunakan metode premi yang belum merupakan pendapatan, dan pendapatan premi pun diakui sesuai dengan proporsi jumlah proteksi yang diberikan (sama seperti kontrak asuransi jangka pendek).
If the available data is insufficient to determine long term policy benefit in accordance with the above requirements, insurance liabilities can be calculated using unearned premium reserve method, and its premium income is recognised along with the protection proportion of policy period (the same as short term insurance contract).
PSAK 62 - Kontrak Asuransi PSAK 62 - Insurance Contract PSAK 62 mengatur tentang pengakuan dan
pengukuran kontrak asuransi termasuk di dalamnya kewajiban untuk melakukan tes kecukupan liabilitas dan melakukan tes penurunan nilai terhadap aset reasuransi.
PSAK 62 regulated recognition and measurement of insurance contract industry requirement to perform liability adequacy testing and reinsurance asset impairment testing.
Beberapa revisi pada standar ini yang mempunyai dampak signifikan bagi Perusahaan adalah sebagai berikut:
Several revisions which significantly impact to the Company are as follows:
c. Perubahan kebijakan akuntansi (Lanjutan) c. Changes in accounting policies (Continued) PSAK 62 - Kontrak Asuransi (Lanjutan) PSAK 62 - Insurance Contract (Continued) 1) Perusahaan diharuskan menilai pada
setiap akhir periode pelaporan apakah liabilitas asuransi yang diakui telah mencukupi, dengan menggunakan estimasi kini atas arus kas masa depan berdasarkan kontrak asuransi. Jika penilaian tersebut menunjukkan bahwa nilai tercatat liabilitas asuransi tidak mencukupi dibandingkan dengan estimasi arus kas masa depan, maka seluruh kekurangan tersebut diakui dalam laporan laba rugi.
1) The Company shall assess at each reporting date whether its recognized insurance liabilities are adequate, using current estimates of future cash flows under its insurance contract. If the assessment shows that the carrying amount of its insurance liabilities is inadequate in the light of the estimated future cash flows, the entire deficiency shall be recognised in profit or loss.
2) Perusahaan menampilkan nilai dari aset reasuransi.
2) The Company presents the value of the reinsurance assets.
PSAK 110 – Akuntansi Sukuk PSAK No. 110 - Accounting for Sukuk PSAK No. 110, “Akuntansi Sukuk”, mengatur
tentang definisi dan karakteristik, pengakuan dan pengukuran Sukuk Ijarah dan Sukuk Mudharabah, serta penyajian dan pengungkapan di dalam laporan keuangan.
PSAK No. 110, “Accounting for Sukuk”, regulates the definition and characteristic, recognition and measurement of Sukuk Ijarah and Sukuk Mudharabah, also presentation and disclosures in the financial statements.
d. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi d. Transactions with related parties Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan
menerapkan PSAK No. 7 (Revisi 2010),
“Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. PSAK revisi ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan keuangan dan laporan keuangan tersendiri entitas induk, dan juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara individual.
Effective 1 January 2011, the Company and Subsidiaries adopted PSAK No. 7 (Revised 2010), "Disclosure of The Related Parties".
This revised PSAK requires disclosure of related party relationships, transactions and outstanding balances, including commitments, in the financial statements and separate financial statements of the parent entity, and also applied to the financial statements on an individual basis.
d. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
(Lanjutan) d. Transactions with related parties
(Continued) Suatu pihak dianggap berelasi dengan
Perusahaan jika: A party is considered to be related to the Company if:
1) Langsung, atau tidak langsung yang melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak
1) Directly, or indirectly through one or more intermediaries, the party
a) mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama dengan Perusahaan;
a) controls, or is controlled by, or is under common control with, the Company;
b) memiliki kepentingan dalam Perusahaan yang memberikan pengaruh signifikan atas Perusahaan; atau
b) has an interest in the Company and Subsidiaries that gives it significant influence over the; or
c) memiliki pengendalian bersama atas
Perusahaan; c) has joint control over the Company;
2) Suatu pihak yang berelasi dengan
Perusahaan; 2) The party is an associate of the
Company;
3) Suatu pihak adalah ventura bersama
dimana Perusahaan sebagai venturer; 3) The party is a joint venture in which the Company is a venturer;
4) Suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci Perusahaan atau induknya;
4) The party is a member of the key management personnel of the Company or its parent;
5) Suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dari individu yang diuraikan dalam butir 1) atau 4);
5) the party is a close member of the family of any individual referred to in 1) or 4);
6) Suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh atau untuk di mana hak suara signifikan pada beberapa entitas, langsung maupun tidak langsung, individu seperti diuraikan dalam butir 4) atau 5); atau
6) the party is an entity that is controlled, jointly controlled or significantly influenced by, or for which significant voting power in such entity resides with, directly or indirectly, any individual referred to in 4) or 5); or
7) Suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Perusahaan atau entitas yang terkait dengan Perusahaan.
7) the party is a post-employment benefit plan for the benefit of employees of the Company, or of any entity that is a related party of the Company;
Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan.
All significant transactions with related parties are disclosed in Notes to Financial Statements.
e. Penjabaran mata uang asing e. Foreign currency translation Akun-akun yang tercakup dalam laporan
keuangan entitas menggunakan mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional).
Items included in the financial statements are measured using the currency of the primary economic environment in which the entity operates (the functional currency).
Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional dan mata uang penyajian Perusahaan.
Financial statements are presented in Rupiah which is the Company’s functional and presentation currency.
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Keuntungan atau kerugian dari selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang lain dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang lain diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif.
Foreign currencies transactions are translated into Rupiah using the exchange rates prevailing at the dates of the transactions. Gains or losses resulting from the settlement of such transactions in other currencies and from the translation of monetary assets and liabilities denominated in other currencies are recognised in the statement of comprehensive income.
Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan kurs tengah dari kurs beli dan kurs jual yang diterbitkan oleh Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Kurs dari mata uang asing utama yang digunakan adalah sebagai berikut (nilai Rupiah penuh):
As at the statements of financial position date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are translated into Rupiah using middle rate of buying rate and selling rate issued by the Bank of Indonesia which prevail as at that date. The exchange rates of the major foreign currencies used are as follows (full amount in Rupiah):
30 Juni 2013 31 Desember 2012 30 Juni 2012
1 Dolar Amerika Serikat 9.929 9.670 9.480 United States Dollar (USD) 1
1 Euro (EUR) 12.977 12.810 11.801 Euro (EUR) 1
1 Dolar Singapura 7.841 7.907 7.415 Singapore Dollar (SGD) 1
f. Aset dan liabilitas keuangan f. Financial assets and liabilities
1) Klasifikasi instrumen keuangan 1) Classification of financial instrument Perusahaan mengklasifikasikan
instrumen keuangan ke dalam klasifikasi tertentu yang mencerminkan sifat dari informasi dan mempertimbangkan karakteristik dari instrumen keuangan tersebut.
The Company classifies the financial instruments into classes that reflects the nature of information and take into account the characteristic of those financial instruments.
f. Aset dan liabilitas keuangan (Lanjutan) f. Changes in accounting policies (Continued) 1) Klasifikasi instrumen keuangan
(Lanjutan) 1) Classification of financial instrument
(Continued)
Aset keuangan Financial assets
Berdasarkan PSAK No. 55 (Revisi 2011), aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan diukur melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, dimiliki hingga jatuh tempo dan tersedia untuk dijual. Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangannya pada saat pengakuan awal, sepanjang diperbolehkan, mengevaluasi penentuan klasifikasi aset keuangan setiap akhir tahun.
Under PSAK No. 55 (Revised 2011), financial assets are measured at fair value through profit and loss, loans and receivables, held-to-maturity and available-for-sale. The Company determine the classification of its financial assets at initial recognition, where allowed, re-evaluate the classification of such financial assets at each year end.
a) Aset keuangan diukur melalui
laporan laba rugi a. Financial assets measured at fair
value through profit and loss Aset keuangan pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi terdiri dari aset keuangan yang diklasifikasikan ke dalam kelompok untuk diperdagangkan dan aset keuangan pada saat pengakuan awal ditetapkan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Financial assets measured at fair value through profit and loss include the financial assets and liabilities held for trading and assets designated upon initial recognition at fair value through profit and loss.
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan jika diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Aset derivatif juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Aset keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dicatat di laporan posisi keuangan pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.
Financial assets are classified as held for trading if acquired for the purpose of sale or repurchase in the near future. Derivative assets are also classified as held for trading unless designated as effective hedging instruments. Financial assets measured at fair value through profit or loss recorded in the statements of financial position at fair value with gains or losses are recognized in the statements of comprehensive income.
f. Aset dan liabilitas keuangan (Lanjutan) f. Changes in accounting policies (Continued) 1) Klasifikasi instrumen keuangan
(Lanjutan) 1) Classification of financial instrument
(Continued)
Aset keuangan (Lanjutan) Financial assets (Continued)
b) Pinjaman dan piutang b. Loans and receivable
Pinjaman dan Piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan yang tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif dan Perusahaan tidak berniat untuk menjualnya segera atau dalam waktu dekat.
Loans and Receivables is non- derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market and the Company does not intend to sell immediately or in the near future.
Kas dan setara kas dan piutang lain- lain Perusahaan termasuk dalam kategori ini.
The Company’s cash and cash equivalents and others receivables are included in this category.
c) Dimiliki hingga jatuh tempo c. Held-to-maturity Dimiliki hingga jatuh tempo adalah
aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan dimana Perusahaan mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo dan tidak ditetapkan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi atau tersedia untuk dijual.
Held-to-maturity are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments and fixed maturity which the Company has a positive intention and ability to held-to-maturity, and are not designated at fair value through profit and loss or available for sale.
Perusahaan tidak memiliki investasi dimiliki hingga jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012.
The Company does not have any held-to-maturity investments as of 30 June 2013 and 31 December 2012.
d) Tersedia untuk dijual d. Available-for-sale
Kategori tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan ke dalam salah satu kategori aset keuangan lainnya.
Available-for-sale consists of non- derivative financial assets designated as available for sale or are not classified in any of three preceding categories.
f. Aset dan liabilitas keuangan (Lanjutan) f. Changes in accounting policies (Continued) 1) Klasifikasi instrumen keuangan
(Lanjutan) 1) Classification of financial instrument
(Continued)
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2011) diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan dengan biaya perolehan diamortisasi.
Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Financial liabilities within the scope of PSAK No. 55 (Revised 2011) are measured at fair value through profit and loss, and financial liabilities are measured at amortized cost. The Company determine the classification of their financial liabilities at initial recognition.
a) Liabilitas keuangan diukur melalui
laporan laba rugi a) Financial liabilities measured at fair value through profit and loss Liabilitas keuangan pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi terdiri dari liabilitas keuangan yang diklasifikasikan ke dalam kelompok untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal ditetapkan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Financial liabilities measured at fair value through profit and loss include the financial liabilities held for trading and liabilities designated upon initial recognition at fair value through profit and loss.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan jika diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat.
Liabilitas derivatif juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dicatat di laporan posisi keuangan pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.
Financial liabilities are classified as held for trading if acquired for the purpose of sale or repurchase in the near future. Derivative liabilities are also classified as held for trading unless designated as effective hedging instruments.
Financial liabilities measured at fair value through profit or loss recorded in the statements of financial position at fair value with gains or losses are recognized in the statements of comprehensive income.
f. Aset dan liabilitas keuangan (Lanjutan) f. Changes in accounting policies (Continued) 1) Klasifikasi instrumen keuangan
(Lanjutan) 1) Classification of financial instrument
(Continued)
Liabilitas keuangan (Lanjutan) Financial liabilities (Continued)
b) Pinjaman dan utang b) Loans and borrowings
Pinjaman adalah liabilitas keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan yang tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif dan Perusahaan tidak berniat untuk menjualnya segera atau dalam waktu dekat.
Loans are non-derivative financial liabilities with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market and the Company and Subsidiaries do not intend to sell immediately or in the near future.
Utang pihak ketiga berelasi, beban masih harus dibayar, utang bank, pembiayaan konsumen Perusahaan termasuk dalam kategori ini.
The Company due to third and related parties, accrued expenses bank loan and consumen financing are included in this category.
Pengakuan Recognition
Pada saat pengakuan awal, aset atau liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar, kecuali aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, ditambah atau dikurangi dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung atas perolehan aset keuangan atau penerbitan liabilitas keuangan.
Pengukuran aset dan liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasi aset dan liabilitas keuangan tersebut.
At initial recognition, financial assets or liabilities are measured at fair value, except for financial assets and liabilities measured at fair value through profit and loss, plus or minus the transaction costs that are directly attributable to the acquisition of financial assets or issuance of financial liabilities. The subsequent measurement of financial assets and liabilities depends on the classification of financial assets and liabilities.
2) Pengakuan nilai wajar 2) Fair value measurement
Nilai wajar adalah nilai di mana suatu aset dapat dipertukarkan, atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melaksanakan transaksi wajar (arm’s length transaction) pada tanggal pengukuran.
Fair value is the amount for which an asset could be exchanged, or a liability settled between knowledgeable, willing parties in an arm's length transaction on the date of measurement.
Jika tersedia, Perusahaan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga kuotasi di pasar aktif untuk instrumen tersebut.
When available, the Company measure the fair value of an instrument using quoted prices in an active market for that instrument.