• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN UMUM. Secara geografis wilayah Kota Kediri terletak diantara 111º15 112º03

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II GAMBARAN UMUM. Secara geografis wilayah Kota Kediri terletak diantara 111º15 112º03"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

GAMBARAN UMUM

2.1 Kabupaten Kediri

Secara geografis wilayah Kota Kediri terletak diantara 111º15´ – 112º03´

Bujur Timur dan 7º45´ – 7º55´ Lintang Selatan, terbelah oleh Sungai Brantas yang mengalir sepanjang 7 Km dari selatan keutara menjadi dua wilayah yaitu barat sungai dan timur sungai.

Total daratan Kota Kediri seluas 63,40 Km2, terbagi menjadi tiga

Kecamatan yaitu Kecamatan Mojoroto, Kecamatan Kota dan Kecamatan

Pesantren. Secara administratif, Kota Kediri terbagi menjadi 3 kecamatan dan 46

kelurahan, yang padatahun 2011 terdiridari 85 lingkungan, 319 RW dan 1.417

RT. Wilayah Kecamatan Kota meliputi 17 Kelurahan, 20 lingkungan, 99 RW dan

473 RT. Kecamatan Pesantren meliputi 15 Kelurahan, 29 lingkungan, 124 RW,

dan 492 RT dan Kecamatan Mojoroto meliputi 14 Kelurahan, 36 lingkungan, 96

RW dan 452 RT.Wilayah barat sungai secara keseluruhan termasuk dalam

wilayah Kecamatan Mojoroto dengan luas wilayah 24,60 km2, dan timur sungai

sebagian termasuk dalam wilayah Kecamatan Kota dan Kecamatan Pesantren

masing-masing dengan luas wilayah 14,90 km2 dan 23,90 km2.

(2)

Posisi Kota Kediri sangat strategis mengingat terletak di jalur lintasan Surabaya-Tulungagung, Blitar-Nganjuk dan Kabupaten Kediri-Nganjuk. Sehingga Kota Kediri dapat diibaratkan sebagai kuning telor pada telur ceplok, artinya Kota Kediri menjadi point of interest atau pusat pertumbuhan bagi daerah hinterlandnya. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Banyakan dan Semen, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Wates dan Gurah, sebelah utara berbatasan dengan Kec. Gampengrejo dan sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Kandat dan Ngadiluwih.

Kota Kediri merupakansatudari 2 daerah di Provinsi Jawa Timur yang memiliki gunung, yaitu gunung Klotok dan Maskumambang. Berdasarkan ketinggiannya, Kota Kediri dapat dibagi menjadi :

1. Wilayah Tanah Usaha Utama I c (WTUU Ic), denganketinggian 63-100 m di ataspermukaanlautseluas 5.083 Ha (80,17%).

2. Wilayah Tanah Usaha UtamaI d (WTUU Id), denganketinggian 100–500 m daripermukaanlautseluas 1.257 Ha (18,83%).

Hal ini berarti mayoritas ketinggian wilayah Kota Kediri 80,17% berada

pada ketinggian 63-100 m dari permukaan laut yang terletak sepanjang sisi kiri

dan kanan Kali Brantas. Sedangkan wilayah tanah usaha I dterdapat di ujung

sebelah barat dan sebelah timur Kota Kediri yaitu di sebelah Kelurahan Pojok,

Sukorame, dan Gayam sedang di sebelah timur adalah Kelurahan Tempurejo,

Bawang dan Ketami.

(3)

Untuk kemiringan, sebagian besar wilayah Kota Kediri merupakan dataran rendah dengan lereng antara 0 – 2% seluas 5,737 Ha atau 90,49%.Kondisi topografi wilayah relative datar, yaitu pada kelerengan antara 0 s/d 40%.

Ketinggian antara 15–40% berada di kawasan Gunung Maskumambang dan Gunung Klotok di bagian barat Kecamatan Mojoroto. Untuk Kecamatan Kota kondisi topografinya mayoritas berada pada kelerengan 0-2%.Untuk Kecamatan Pesantrenkondisi topografi wilayah relative datar, yaitu pada kelerengan antara 0 s/d 15%. Walaupun wilayah Kota Kediri memiliki kontur berbukit, hamper seluruh wilayah Kecamatan Pesantren berada pada kelerengan 0–2% atau dengan kata lain berada pada wilayah lembah. Wilayah Kecamatan Pesantren berada pada ketinggian lebih kurang 67 meter dpl.

Di Kota Kediri mengalir 5 sungai, yaitu Sungai Kresek di Kecamatan Pesantrens epanjang 9 km dan 4 sungaiberada di Kecamatan Pesantren, diantaranya Sungai Parang sepanjang 7,5 km, Sungai Kedak 8 km, Sungai Brantas 7 km, dan Sungai Ngampelsepanjang 4,5 km.

Dari kelima sungai tersebut, yang terbesar dan terkenal sampai saat ini

adalah Sungai Brantas, yang merupakan saluran primer dan mengalir dari arah

selatan kearah utara dan seolah-olah membelah Kota Kediri menjadi wilayah barat

(Kecamatan Mojoroto) dan wilayah timur (Kecamatan Kota dan Kecamatan

Pesantren).

(4)

Sungai Brantas merupakan legenda bagi masyarakat Kediri juga Propinsi JawaTimur. Dari sungai ini pulalah perkembangan sejarah peradaban masyarakat Kediri bermula.

Di Kota kediriterdapat 21 sumbermata air, 7 diantaranya di Kecamatan Mojorotodan 14 sumber di Kecamatan Pesantren, yang memiliki debit paling besar adalah sumbersendang (0-60 liter/detik) danmata air Banteng (10 – 112 liter/detik). Potensi ini bias mendukung kebutuhan air bersih penduduksehari-hari sepertimasak, cuci dan mandi.

Dari segitu tupanlahan, penggunaan Lahan di Kota Kediri di dominasi oleh lahan terbangun. Dominasi penggunaan lahan kepadatan tinggi adalah Kecamatan Kota dengan sebaran perkantoran, perdagangan jasa, industri, pemukiman kepadatan tinggi dan wisata kota. Penggunaan lahan untuk Kecamatan Mojoroto didominasi oleh pendidikan, home industri, pariwisata dan pertanian serta pemukiman kepadatan sedang dan rendah. Untuk Kecamatan Pesantren, dominasi penggunaan lahannya adalah perkantoran, industri, home industri, permukimankepadatansedangdanrendahsertapertanian.

2.2 DesaTunglur

Desa Tunglur berada di Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Propinsi

Jawa timur. Desa Tunglur memiliki luas wilayah 102 Km

2

, yang secara

administratif pemerintahan terbagi menjadi 8 dusun. Desa Tunglur terdiri dari

hamparan dataran tanah darat dan sebagian tanah sawah pertanian, disisi utara

(5)

desa Tunglur dilewati oleh sungai mangetan kanal yang digunakan untuk irigasi lahan persawahan seluas 237 Ha.Kemudianada pula batas-batas yang ada di DesaTungluryaituSebelah Timur berbatasan dengan Desa Sembung, lalu sebelah utara berbatasan dengan desa Sambiresik, kemudian di sebelah Barat berbatasan dengan desa Pogardan yang terakhir di sebelah selatan berbatasan dengan desa Banaran.

Berdasarkan Karakteristik Sumber Daya Alam ( SDA ), wilayah Desa Tunglur dapat dikategorikan dalam beberapa kelompok, yaitu :

Luas wilayah menurut penggunaan:

1. Kawasan pemukiman seluas 137 Ha 2. Kawasan Persawahan seluas 237 Ha 3. Luas kuburan 2,5 Ha

4. Luas pekarangan 140 Ha 5. Luas prasarana lainnya 1,5 Ha Tanah sawah:

1. Sawah irigasi teknis 63 Ha 2. Sawah irigasi ½ teknis 210 Ha

Kemudian berdasarkan data yang diperoleh langsung oleh peneliti dalam

hal kependudukan dan juga mata pencaharian, akan ditampilkan dalam table

sebagai berikut :

(6)

Tabel 2.1 Jumlah Penduduk Desa Tunglur berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin

Umur Laki- laki Perempuan Jumlah

0-4 151 130 281

5-7 1003 1005 2008

8-17 104 1244 2284

18-56 2153 2491 4644

>57 152 - 152

Total 9369

Sumber: Profil Desa Tunglur Tahun 2013

Tabel 2.2 Jumlah Penduduk berdasarkan Mata Pencaharian

Jenis Pekerjaan Laki- laki Perempuan Jumlah

Pegawai negeri 97 378 475

Pedagang keliling 436 674 1110

Petani 579 596 1175

Buruh tani 873 974 1847

Nelayan - -

Jasa - -

Total 4607

Sumber: Profil Desa Tunglur Tahun 2013

Berdasarkantabel yang adadiatas, bisadilihat total penduduk yang ada di

Desa Tunglur mencapai 9369 jiwa. Dan hamper setengahnya memiliki pekerjaan

tetap sebagai matapencaharian memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Yang

menarik jika di lihat dari table diatas adalah roda perekonomian di Desa ini bias

dibilang berkembang dengan dominasi petani dan pedagang.

(7)

Kemudian dari segi infrastruktur dan fasilitas sudah terdapat jalan utama yaitu jalan Kabupaten Sepanjang : 2 km dan jalan Desa sepanjang 5 km, semuannya sudah diaspal. Sedangkan yang lainnya adalah jalan kampung dan gang- gang sepanjang 3 km yang hampir seluruhnya kurang lebih 80 % sudah dipaving. Lalu untuk fasilitas pendidikan di desa Tunglur terdapat sarana dan prasarana pendidikan formal maupun non formal sebagai berikut :

Tabel 2.3 Jumlah Sarana Pendidikan

No Sekolah dan Sarana

Pendidikan lainnya Jumlah Keterangan

1 Play Group 8

2 TK/RA 1

3 SD/MI 8

4 SMP/MTSN 6

5 SMA/SMK 3

6 Perguruan Tinggi -

7 Pondok Pesantren 1

Sumber: Profil Desa Tunglur Tahun 2013

Untuk masalah fasilitas kesehatan di Desa Tunglur terdapat 1 unit

Puskesmas pembantu dan 1 Bidan desa yang digunakan untuk sentralisasi

pelayanan kesehatan masyarakat desa Tunglur. Prasarana Olah Raga di desa

Tunglur tergolong masih sangat terbatas, karena hanya memiliki satu lapangan

sepak bola saja dan fasilitas olahraga lainnya yang belum ada.

(8)

2.3 StrukturOrganisasiDesaTunglur

Bagan 2.1 Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Tunglur

Dari struktur diatas terlihat bahwa kekuasaan tertinggi ada di tangan

Badan Permusyawaratan Desa sebagai lembaga legislasi atau pengawas

pemerintahan desa, dibawahnya ada kepala desa sebagai kepala pemerintahan

yang ada di Desa, dibawah kepala desa ada sekertaris desa yang menjadi tangan

kanan kepala desa, sehingga apapun urusan pemerintahan di desa sekertaris desa

berhak mengetahui dan membuat laporan pertanggung jawaban. Dibawah

sekertaris desa ada kasun-kasun desa yang bertanggung jawab menjadi pamong di

dusunyang bertanggung jawab atas dusun tersebut, kemudian ada juga kasi- kasi

(9)

pemerintahan diantaranya kasi pelayanan umum, kasi pemerintahan, kasi kesra,

kasi pembangunan, kasi trantimas yang secara langsung membantu jalannya

pemerintahan di desa sesuai bidangnya masing- masing.Kemudian untuk

pelaksana Teknis yang juga langsung dibawah kepemimpinan Kepala Desa

Tunglur yang berfungsi sebagai pembantu pemerintahan dalam segi teknis

dilapangan yaitu pelaksana teknis dalam bidang keamanan ketertiban dan

ketentraman, pertanian, pengairan, sosial agama dan yang terakhir kesejahteraan

masyarakat desa.

Gambar

Tabel 2.1 Jumlah Penduduk Desa Tunglur berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin
Tabel 2.3 Jumlah Sarana Pendidikan

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pada pola sebaran permukaan yang telah dipetakan oleh Wyrtki (1961) dapat dilihat bahwa massa air dari Samudera Pasifik bergerak terus mencapai Laut

insiden jaringan, serta bergantung sepenuhnya pada kerjasama dengan para-pihak yang terlibat dalam insiden jaringan terkait.. ID-CERT dibangun oleh komunitas dan hasilnya akan kembali

diperoleh secara langsung pada tempat penelitian, yaitu data lapangan yang dalam hal ini sumbernya adalah data yang diperoleh langsung dari sampel

Eksperimen Kontrol.. Khamsiah Mawar Fatmah, Ratnawaty Mamin, Nurhayani H. Grafik 2, menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan indikator hasil belajar peserta didik pada

Pia Apple Pie mempunyai peluang besar di saat masyarakat sekarang terbiasa untuk merayakan secara khusus hari-hari penting dalam hidupnya, misalnya saat merayakan hari ulang

Perlunya upaya Pemerintah untuk mengatur tingkat upaya penangkapan sumberdaya perikanan berada pada tingkat eksploitasi optimal sehingga kelestarian sumberdaya

Proses perwujudan karya busana dan pergelaran busana dalam proyek akhir ini meliputi: 1) Proses pencipta desain busana meliputi tahapan: mengkaji tema Movitsme,

Pakar ekonomi juga menyampaikan pendapatanya mengenai pola konsumsi yaitu Dumairy (1997) dalam Tika (2010:19), bahwa pola konsumsi masyarakat diklasifikasikan