• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar I.1 Grafik Konsumsi BBM di Indonesia (Sumber: Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2018)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Gambar I.1 Grafik Konsumsi BBM di Indonesia (Sumber: Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2018)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

BBM (Bahan Bakar Minyak) adalah suatu jenis bahan bakar cair yang diperoleh dari hasil penyulingan minyak bumi. BBM telah menjadi unsur penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di Indonesia. Peran BBM dalam kehidupan sehari-hari digunakan baik dari sektor industri, sektor rumah tangga, maupun sektor transportasi khususnya kendaraan bermotor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2018), jumlah kendaraan bermotor di Indonesia pada tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar 4,5% terhadap tahun 2017. Hal tersebut menjadikan BBM sebagai kebutuhan pokok masyarakat saat ini. Konsumsi masyarakat di Indonesia terhadap penggunaan BBM dari tahun ke tahun pun ikut meningkat, seperti yang dapat dilihat pada Gambar I.1.

Gambar I.1 Grafik Konsumsi BBM di Indonesia 2015 – 2018 (Sumber: Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2018)

Berdasarkan grafik di atas, jumlah konsumsi masyarakat Indonesia dalam penggunaan BBM dari tahun 2015 hingga 2018 setiap tahunnya mengalami kenaikan. Pada tahun 2015, konsumsi BBM Nasional sebesar 67 juta kL/tahun dan terus mengalami peningkatan hingga sebesar 74juta kL/tahun pada tahun 2018.

2015 2016 2017 2018

Konsumsi BBM

Nasional 67509826 68148918 70977143 74079096 64000000

66000000 68000000 70000000 72000000 74000000 76000000

ki loL it er per Tahun

Konsumsi BBM Nasional

(2)

2

Seiring dengan meningkatnya konsumsi BBM nasional, industri-industri penghasil minyak bumi di Indonesia terus melakukan inovasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

PT. XYZ merupakan salah satu jajaran unit pengolahan migas yang dimiliki perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. PT. XYZ ialah unit perusahaan yang mengolah minyak mentah menjadi BBM, non-BBM, dan produk petrokimia lainnya. PT. XYZ ini bernilai strategis karena memasok 30% kebutuhan BBM nasional atau 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa. Produk BBM yang dihasilkan dipasok ke wilayah barat yaitu Padalarang (Bandung) dan wilayah timur yaitu Rewulu (Yogyakarta) dan Teras (Boyolali). Produksi BBM PT. XYZ tidak selalu meningkat, setiap tahunnya produksi BBM berubah. Namun, produksi BBM yang dihasilkan secara aktual belum dapat mencapai target produksi, seperti yang dapat dilihat pada Gambar I.2.

Gambar I.2 Produksi BBM di PT. XYZ pada Tahun 2015 – 2018 (Sumber: PT. XYZ, 2018)

Aktual produksi yang belum mencapai target dapat terjadi salah satunya karena adanya kegagalan proses yang berdampak pada terhambatnya pasokan BBM.

Kegagalan proses dapat terjadi di setiap kilang yang ada di PT. XYZ. PT. XYZ memiliki enam kilang pemroses utama. Kilang X merupakan salah satu bentuk inovasi PT. XYZ untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan meminimalisir

92,30%

99,40%

93,29% 100,00%

71,65%

80,03% 78,09% 79,24%

0,00%

20,00%

40,00%

60,00%

80,00%

100,00%

120,00%

2015 2016 2017 2018

Produksi BBM di PT. XYZ

%Target %Aktual

(3)

3

adanya gap antara kebutuhan nasional dengan kapasitas produksi di masa mendatang. Kilang yang menghasilkan produk BBM dan non BBM ini didirikan pada tahun 2015. Produksi BBM yang dikontribusikan dari kilang tersebut belum dapat mencukupi target produksi seperti pada Gambar I.2.

Kegagalan proses yang telah disebutkan pada pernyataan sebelumnya dapat berupa kerusakan atau kebocoran sistem perpipaan pada Kilang X. Sistem perpipaan yang digunakan untuk mengalirkan fluida dari satu proses ke proses lainnya disebut dengan piping. Berikut ini merupakan tabel banyaknya titik piping yang mengalami kebocoran di setiap unit pada Kilang X.

Gambar I.3 Data Jumlah Akumulasi Titik Piping yang Bocor pada Tahun 2015 – 2018

(Sumber: PT. XYZ, 2018)

Berdasarkan Gambar I.3, Unit A memiliki jumlah titik piping yang mengalami kebocoran tertinggi dibandingkan unit-unit yang lain. Unit tersebut merupakan unit inti dari Kilang X karena proses catalytic cracking terjadi di unit tersebut. Raw oil yang masuk ke Kilang X pertama kali akan diolah di Unit A dan dilakukan proses perekahan fraksi minyak berat menjadi lebih ringan, produk hidrokarbon yang lebih bernilai pada suhu tinggi dengan bantuan katalis. Pada proses pemecahan hidrokarbon menjadi molekul yang lebih kecil, bahan karbon yang mudah menguap atau coke dengan komponen karbon, hidrogen, serta sebagian kecil sulfur dan nitrogen mengendap pada permukaan katalis. Produk bersih berupa wet gas dan cairan nafta yang merupakan hasil dari Unit A dialirkan menuju unit-unit lain.

Hydrocarbon Piping memiliki peranan penting sebagai penyalur antara reaktor,

82

9 1 3 1

0 20 40 60 80 100

A B C D E

Jumlah Akumulasi Titik Piping

Unit

D A T A J U M L A H A K U M U L A S I T I T I K P I P I N G B O C O R D I K I L A N G X

P A D A T A H U N 2 0 1 5 - 2 0 1 8

(4)

4

regenerator, dan main column pada proses tersebut di Unit A. Gambar I.4 merupakan gambaran dari salah satu titik piping pada Hydroacarbon Piping Unit A yang mengalami kebocoran.

Gambar I.4 Salah Satu Titik Hydrocarbon Piping Unit A

Fluida panas beserta kandungan sulfur dan nitrogen yang merupakan impurities dari katalis mengalir di dalam Hydrocarbon Piping tersebut. Fluida tersebut menyebabkan korosi dan mengakibatkan terjadinya penipisan bahkan kebocoran pada Hydrocarbon Piping. Kebocoran pipa dapat menimbulkan dampak buruk yang mempengaruhi lingkungan, keamanan, keselamatan, dan kerugian biaya.

Beberapa kasus tentang kebocoran pipa pernah terjadi, salah satunya ialah bocornya pipeline milik Pertamina Adera tahun 2017 karena korosi dan sudah termakan usia menyebabkan pencemaran minyak mentah pada sumur warga di sekitarnya (Tribunsumsel.com, 2017). Kebocoran pipa yang menimbulkan ledakan juga terjadi di Indramayu pada tahun 2016 dan mengakibatkan satu orang terluka (detikNews, 2016). Oleh karena itu, perlu adanya langkah preventif pada Hydrocarbon Piping untuk menghindari kecelakaan. Langkah preventif tersebut dapat dilakukan dengan analisis lanjut mengenai laju korosi, umur sisa, dan tingkat risiko sehingga dapat diestimasikan program rencana inspeksi pipa yang lebih terarah.

Risk Based Inspection (RBI) adalah metode untuk menentukan program atau

rencana inspeksi berdasarkan risiko kegagalan dan akibat / konsekuensi kegagalan

suatu peralatan. Manfaat penggunaan RBI ialah mengetahui dan mengurangi risiko

kegagalan, menjadawalkan interval inspeksi, dan menentukan metode inspeksi

yang sesuai berdasarkan mekanisme kerusakan peralatan. Dengan menggunakan

metode RBI pada penelitian ini, diharapkan analisis dari output RBI seperti

tingkatan risiko peralatan, program interval inspeksi peralatan yang tepat, dan

(5)

5

metode inspeksi yang sesuai berguna bagi perusahaan dalam melakukan pencegahan terjadinya dampak berbahaya pada Hydrocarbon Piping.

I.2 Perumusan Masalah

Rumusan masalah yang diangkat dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Bagaimana tingkatan risiko untuk Hydrocarbon Piping pada PT. XYZ?

2. Bagaimana estimasi interval inspeksi yang tepat untuk Hydrocarbon Piping pada PT. XYZ?

3. Bagaimana metode inspeksi yang tepat untuk Hydrocarbon Piping pada PT.

XYZ?

I.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Menentukan tingkatan risiko pada Hydrocarbon Piping pada PT. XYZ.

2. Merencanakan interval inspeksi yang tepat untuk Hydrocarbon Piping pada PT. XYZ.

3. Menentukan metode inspeksi yang tepat untuk Hydrocarbon Piping pada PT.

XYZ.

I.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Perusahaan dapat mengetahui tingkatan risiko pada Hydrocarbon Piping sesuai dengan penilaian risiko RBI.

2. Perusahaan dapat mengetahui interval inspeksi yang tepat untuk Hydrocarbon Piping.

3. Perusahaan dapat mengetahui metode inspeksi yang tepat untuk Hydrocarbon Piping.

I.5 Ruang Lingkup

Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Data historis inspeksi yang digunakan ialah data pada tahun 2015 – 2018.

2. Objek penelitian hanya dilakukan pada Hydrocarbon Piping Unit A.

3. Pendekatan yang digunakan dalam penentuan risiko peralatan ialah pendekatan

RBI semi-kuantitatif sesuai standar API 581 terbatas pada thinning.

(6)

6

4. Penelitian ini hanya sebatas usulan, tidak termasuk dalam pengimplementasian.

I.6 Sistematika Penulisan

Berikut ini adalah sistematika penulisan yang digunakan dalam penelitian.

BAB 1 Pendahuluan

Pada bab ini berisi uraian mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup, dan sistematika penulisan.

BAB II Landasan Teori

Pada bab ini berisi sumber dan literatur yang relevan dengan penelitian, alasan pemilihan metode, related work, dan posisi penelitian. Teori yang menjadi acuan dalam penelitian yang digunakan adalah metode Risk Based Inspection.

BAB III Metodologi Penelitian

Pada bab ini berisi uraian langkah-langkah penelitian secara rinci meliputi pembuatan model konseptual dan sistematika pemecahan masalah.

BAB IV Pengumpulan dan Pengolahan Data

Pada bab ini berisi pembahasan mengenai data-data yang telah dikumpulkan dan diolah. Data-data yang diperlukan terdiri dari data deskripsi dan spesifikasi pipa, data historis inspeksi, data equipment damage area, data safety area, data business impact cost, dan data environment cost.

BAB V Analisis

Pada bab ini berisi analisis dari hasil pengumpulan dan pengolahan data dengan menggunakan metode Risk Based Inspection untuk menentukan tingkat risiko, interval inspeksi dan metode inpeksi.

BAB VI Kesimpulan dan Saran

Pada bab ini berisi kesimpulan dari hasil penelitian yang menjawab

rumusan masalah dan saran untuk perusahaan serta penelitian

selanjutnya.

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu Lala juga sering menampilkan ekspresi tidak nyaman dan takut Dalam kode percakapan dalam kelima potongan scene diatas terdapat beberapa bagian dalam percakapan yang

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PGPR memberikan pengaruh terhadap pertambahan tinggi tanaman dibandingkan dengan kontrol yang tidak diberikan PGPR, meskipun

Zat cair yang keluar melalui 5 impeller ditampung oleh saluran berbentuk volut (spiral) dikelilingi impeller dan disalurkan keluar pompa melalui nosel. Didalam nosel ini sebagian

Satu hal yang ingin saya bagikan untuk saudara mari saya dorong kita semua untuk taat dan bertekun dalam doa dan puasa, rutin mengikuti mezbah doa dan pondok daud,

Jl. Ki Hajar Dewantoro Kentingan Surakarta Telp. Keberhasilan ini perlu dicermati oleh karena sumbangan penurunan fertilitas berasal dari pemakaian metode kontrasepsi

Dalam usaha mencapai keberhasilan strategi suatu perusahaan tentunya tidak terlepas dari pengembangan organisasi dan Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang ada pada perusahaan

Son[1] mengusulkan aktivitas-aktivitas dari WBCALL, seperti (1) membuat aktivitas web pendahuluan dengan mengadopsi latihan-latihan Bahasa yang interaktif yang telah

Pada variabel media sosial online, pernyataan dimana Live music yang dicantumkan dalam profile Twitter @BD_Alsut sebagai pembeda dari restoran seafood lainnya membuat saya