• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aplikasi penyewaan villa Puri Anandita

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Aplikasi penyewaan villa Puri Anandita"

Copied!
133
0
0

Teks penuh

(1)

RIRIS ERNA WA TI

100091020202

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SY ARIF HIDA YATULLAH

(2)

Oleh:

RIRIS ERNA W ATI 100091020202

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sa1jana Komputer Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SY ARIF IDDA YATULLAH

(3)

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar

s。セェ。ョ。@ Kom puter

Pada Fakultas Sains dan Teknologi U!N Jakarta

Oleh:

RIRIS ERNA WAT!

100091020202

Menyctujui,

Pcmbimbing II

;\(-c_

Nia Kumfudewi, !vi. MS!

Mengetahui

(4)

Dcngan ini saya mcnyalakan bahwa Skripsi yang ditulis oleh: Nama

NIM

Program Studi Judul Skripsi

: Riris Ernawati : 100091020202 : Teknik lnformatika

: Aplikasi Penycwaan Villa Puri Anandita

Dapat ditcrima sebagai syarat kelulusan untuk memperolch gclar sai:jana kompulcr pada .lurusan Teknik lnformatika, Pakultas Sains dan Tcknoiogi U!N

Syari

r

11idayalu1 lah Jakarta.

Dekan

Jakarta, Juli 2005 Mcnycltijui, Dosen Pembimbing

Pembimbing II

Mcngctahu i,

µ

,,.

...

Mセ@

,...

Nia Kumaladcwi, M. 1vlSI

YDR .•. •opiansyah .laya Putra, MSIS

NIP. 150 317 956

B_QGNGセ」@

vNセ@

(5)

DENGAN !NI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI !NI BENAR-BENAR HASIL KARY A SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN

Jakarta,

Juli

2005

(6)

Riris Ernawati (100091020202), Aplikasi Penyewaan Villa Puri Anandita. (Di bawah bimbingan Ibu Fitri Mintarsih, M. Korn dan Ibu Nia Kumaladewi, M.MSI).

Komputer merupakan suatu alat bantu yang tangguh untuk menyelesaikan pekerjaan di berbagai bidang manapun. Pada awalnya banyak orang berpikiran bahwa komputer digunakan untuk pemecahan persoalan matematika saja, ternyata tidaklah demikian. Dengan bantuan komputer kita dapat menyelesaikan masalah administrasi perusahaan, sarana promosi dan lain sebagainya.

(7)

Puji Syukur Penulis kehadirat Allah SWT, berkat Rahmat dan Ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan (SI) pada jurusan Teknik Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakaita.

Selama penulisan skripsi ini penulis telah banyak dibantu oleh berbagai pihak, maka penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:

I. Bpk. Prof. Dr. Azyumardi Azra, selaku Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

2. Bpk. Dr. Syopiansyah Jaya Putra, M. SIS, selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi

3. Bpk. Ir. Bakri La Katjong, MT, M. Korn, selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika

4. !bu Fitri Mintarsih, M. Korn, selaku Dasen Pembimbing I 5. !bu Nia Kumaladewi, M. MS!, selaku Dasen Pembimbing II

6. Seluruh Dasen Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta khususnya Dasen Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Teknik Informatika yang telah membantu penulis dalam proses belajar.

(8)

ini, dan mamih yang telah mensuport dengan kasih sayangnya. Kepada kakak serta keponakan penulis Vera Yanti dan Dini Jndriani, yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini. Tidak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada orang-orang istimewa :

1. Untuk Abang Aries Afriandy, terima kasih atas sernangat dan cintanya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. "you are special in my lifi!".

2. Untuk sahabat-sahabat penulis Nunkee, Mumun, dan Kiki, thank's atas buku n' bantuannya serta solidaritas dn persahabatannya.

3. Untuk Rachma thank's for all.

4. Untuk Eno, Dedi, Nana dan Hadi thank's atas masukan dan bantuannya serta seluruh rekan-rekan UIN khususnya Teknik Informatika: "A" angkatan 2000. 5. Untuk Naily terirna kasih alas pinjaman printemya.

Semoga apa yang telah diberikan kepada penulis akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari sempuma, namun demikian penulis mengharapkan agar penulisan skripsi ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan pembaca pada urnumnya.

Jakarta, Juli 2005

(9)

hal

Halaman Jndnl. ... .ii

Lembar Persetujuau ... iv

Lembar Pernyataan ... v

Abstrak ... vi

Kata Pengantar ... vii

Daftar Isi. ... .ix

Daftar Garn bar ... xiii

Daftar Tabel. ... xv

Lampiran ... xvi

BABI PENDAHULUAN I. I Latar belakang ... .! 1.2 Perumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan ... .3

1.3. I Tujuan Penulisan ... .3

1.3.2 Manfaat Penulisan ... .4

1.4 Batasan Masalah ... 5

1.5 Metode Penelitian ... 5

(10)

2.1.1 Pengertian Aplikasi. ... I 0

2.1.2 Pengertian villa ... .! 0

2.2 Software Engineering (Rekayasa Perangkat Lunak) ... I 0 2.2.1 Deskripsi Software Engineering ... I 0 2.2.2 Proses Software ... 11

2.3 Model Proses Perangkat Lunak ... 12

2.3.1 Model Sekuensial Linier. ... 12

2.4 Analisa Terstruktur. ... 15

2.5 Perancangan Perangkat Lunak ... : ... .16

2.6 Flowchart ... 18

2.6. l Sistem Flowchart ....... 18

2.6.2 Program Flowchart .... 21

2.7 Hipochart ... 23

2. 7.1 Sasaran HIPO ... 24

2.7.2 Diagram HIP0 ... 24

2.8 State Transition Diagram (STD) ... 26

2.9 Sekilas ten tang Visual Basic 6.0 ...

.30

2.9.1 Struktur Aplikasi Visual Basic .... .31

2.10 Sekilas ten tang Microsoft Access 2000 ... .34

2.10. I Mengenal Database Access 2000 ... 34

(11)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Analisis ... .41

3.2 Perancangan ... .43

BAB IV ANALISA MASALAH 4.1 Gambaran Um urn Organisasi. ... .45

4.1.1 Sekilas tentang Villa Puri Anandita ... 45

4.1.2 Fasilitas yang Dimiliki ... .46

4.1.3 Struktur Organisasi. ... .47

4.2 Analisa Prosedur Berjalan ... .48

4.2.1 Uraian Prosedur Berjalan ... .48

4.2.2 Kelemahan Prosedur Berjalan ... 51

4.2.3 Kelebihan Prosedur Berjalan ... 52

4.2.4 Pemecahan Masalah ... 52

4.3 Analisis Aplikasi yang Diusulkan ... 53

4.3.1 Analisa Kebutuhan User ... .53

4.3.2 Definisi Persyaratan ... 54

(12)

5.2.1.1 Perancangan Diagram Struktur Data ... 64

5.2. 1.2 Perancangan Normalisasi.. ... 65

5.2. 1.3 Perancangan Struktur File ... 69

5 .2.2 Perancangan Arsitektur ... 71

5.2.2.1 Hipochart ... 72

5 .2.3 Perancangan Interface ... 78

5.2.3.1 Perancangan Tampilan Input-Output ... 79

5.2.3.2 State Transition Diagram (STD) ... ... 88

5.2.4 Perancangan Prosedural. ... 99

BAB VI

PE NUT UP

6.1 Kesimpulan ... 106

6.2 Saran ... 106

DAFTAR PUSTAKA

(13)

GAMBAR I Fase-fase di dalam Fase Lingkaran Pemecahan Masalah ... 12

GAMBAR 2 Simbol-simbol Sistem Flowchart ... 20

GA MB AR 3 Contoh penerapan Si stem Flowchart .... 20

GAMBAR 4 Simbol-simbol Program Flowchart ...... 21

GAMBAR 5 ProsesConceptual Flowchart ... 22

GAMBAR 6 Proses Flowchart Setelah Diperbaiki ...... 23

GAMBAR 7 Visual Table ofContents ... 25

GAMBAR 8 Struktur Aplikasi Visual Basic ....... 32

GAMBAR 9 Simbol Entity ... 38

GAMBAR 10 Simbol Relasi. ... 38

GAMBAR 11 Simbol relasi One to One ...... 39

GAMBAR 12 Simbol relasi One to Many ... 39

GAMBAR 13 Simbol relasi Many to Many ....... 39

GAMBAR 14 Flowchart Sistem Penyewaan Villa Puri Anandita ... .50

GAMBAR 15 Flowchart Proses Penyewaan ... 58

GAMBAR 16 Flowchart Data Penyewa ... 59

GAMBAR 17 Flowchart prosedur Check In ...... 60

GAMBAR 18 Flowchart Pindah Cottage ...... 61

GA MB AR 19 Flowchart Prosedur Check Out ....... 63

GAMBAR 20 Diagram Struktur Data sebelum Normalisasi ... 64

GAMBAR 21 Diagram Struktur Data sesudah Normalisasi.. ... 69 ·

GAMBAR 22 Visual Table Contents (VTOC) ... 73

GAMBAR 23 Struktur Menu Program ... 89

GAMBAR 24 STD Menu Utama ... 90

GAMBAR 25 STD Administrator ... 90

GAMBAR 26 STD Password ... 91

GAMBAR 27 STD Ganti Password ... 91

[image:13.595.46.424.136.700.2]
(14)

GAMBAR 32 STD Data weekend ... 94

GAMBAR33 STD Transaksi. ... 94

GAMBAR34 STD Check In ...... · ... 95

GAMBAR35 STD Check Out ... 95

GAMBAR36 STD Pindah Cottage ... 96

GAMBAR37 STD Pesanan Cottage ... 96

GAMBAR38 STD Pesanan Lain ... 97

GAMBAR39 STD Laporan ... 97

GAMBAR40 STD STD Laporan Checkln ... 98

GAMBAR41 STD Laporan Check Out ... 98

GAMBAR42 STD Laporan Pesanan Cottage ... 99

GAMBAR43 Flowchart Prosedur Menyimpan Data Kelas ... 100

GAMBAR44 Flowchart Prosedur Menyimpan Data Cottage .... 101

GAMBAR45 Flowchart Prosedur Merekam Data Kelas ... 102

GAMBAR46 Flowchart Prosedur Merekam Data Cottage ...... 103

[image:14.595.50.424.78.474.2]
(15)

TABEL 1 Overview Diagram ... 26

TABEL 2 Detail Diagram ... 26

TABEL 3 Tipe File dan Extention ... .33

TABEL 4 Data-data Cottage ... .49

TABEL 5 Tabel Bentuk Tidak Normal. ... 65

TABEL 6 Normalisasi Tahap Pertama ... 66

TABEL 7 Normalisasi Tahap Kedua ... 67

T ABEL 8 Nonnalisasi Tahap Ketiga ... 68

TABEL 9 Tabel Cottage ... 70

TABEL 10 Tabel Penyewa ... 70

TABEL 11 Tabel Penyewa_Pesan ... 71

TABEL 12 Tabel Pesanan ... 71

TABEL 13 Overview Diagram ... 74

[image:15.595.44.490.32.625.2]
(16)
(17)

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Seiring dengan semakin majunya perkembangan Teknologi khususnya IT maka Indonesia dituntut untuk ikut dalam kemajuan teknologi yang ada. Kemajuan Teknologi tidak dapat dielakkan lagi terutama dibidang elektronik khususnya komputer sangat diperlukan untuk mengolah data-data menjadi informasi yang dipergunakan untuk pengambilan keputusan.

Komputer merupakan suatu alat bantu yang tangguh untuk menyelesaikan pekerjaan di berbagai bidang. Pada awalnya banyak orang berpikiran bahwa penggunaan komputer hanya sebatas pada persoalan matematika saja, tetapi tidaklah demikian. Masalah yang bisa kita selesaikan dengan bantuan komputer seperti misalnya penatalaksanaan manajemen perusahaan, sarana promosi dan lain sebagainya.

(18)

terhadap sewa villa, menuntut manajemen villa untuk memberikan layanan yang memuaskan bagi para pelanggan.

Sistem administrasi yang belum rapi atau dikelola dengan baik sering menghambat tugas dan pekerjaan, sehingga terjadi ォ・エᄋセイャ。ュ「。エ。ョ@ informasi yang diterima seperti dalam mencari data pelanggan yang akan menyewa cottage, jenis cottage yang dibutuhkan, dan waktu yang diperlukan.

Mengingat banyaknya data yang harus disimpan, seperti data-data para penyewa, data-data cottage serta data-data transaksi penyewa cottage, oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem yang mampu mengelola data-data tersebut dengan baik. Dan dalam pengolahan data untuk penyewaan cottage memerlukan suatu aplikasi pengolahan data yang dapat menemukan data dalam waktu relatif singkat, sehingga nantinya diharapkan dapat menghasilkan informasi yang lebih efisien dan tepat waktu.

Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian pada villa Puri Anandita yang kemudian dituangkan dalam penulisan skripsi dengan judul "Aplikasi Penyewaan Villa Puri Ananclita".

1.2 Perumusan Masalah

Dari uraian latar belakang perlu dibuat suatu aplikasi yang clapat mengelola data transaksi dengan baik clan cepat. Penulis clapat merumuskan masalah yang ada yaitu:

(19)

2. Bagaimana mengelola dan menghasilkan laporan sesuai kebutuhan dengan cepat dan akurat?

1.3 Tujuan dan Maufaat Penulisan

1.3.1 Tujnan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan skripsi adalah : I. Bagi Penulis

• Membuat aplikasi penyewaan villa Puri Anandita yang dapat mengelola data transaksi, data tamu, dan data cottage dengan cepat dan akurat.

• Membuat aplikasi penyewaan villa yang dapat menghasilkan Japoran sesuai kebutuhan dengan cepat dan akurat.

• Memenuhi sebagian dari syarat-syarat guna mencapai gelar Saijana Strata Sa1:t1 (SI) Fakultas Sains dan Teknologi.

1 . Bagi Perusahaan

• Dengan aplikasi penyewaan villa Puri Anandita dapat membantu pihak manajemen dalam mengelola data dan pembuatan laporan.

(20)

1.3.2 Manfaat Pennlisan

Selain tujuan penulisan terdapat juga beberapa manfaat dari penulisan, diantaranya :

I. Bagi Penulis

• Untuk mengembangkan pengetahuan, sikap, dan kemampuan melalui penerapan ilmu.

• Untuk melatih kerja dan mengamati teknik-teknik yang diterapkan di lapangan khususnya dalam bidang keahlian teknik informatika.

• Untuk melatih keterampilan, dan mampu menghayati serta memecahkan permasalahan yang kompleks dalam dunia kerja secara sistematis.

2. Bagi Perusahaan

• Data-data transaksi dapat diarsipkan dengan baik dan terorganisir pada file atau media penyimpanan lain, sehingga tidak terjadi penumpukan data kertas

• Memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada perusahaan.

(21)

1.4 Batasan Masalah

Pada penulisan skripsi ini, penulis membatasi masalah hanya pada pencatatan transaksi penyewaan (check in-check out), data tamu, dan data cottage villa Puri Anandita. Dengan metode perancangan aplikasi penyewaan menggunakan pendekatan Sekuensial Linier hanya tahap analisa dan perancangan.

1.5 Metode Penelitian

Adapun metode penelitian yang digunakan penulis adalah sebagai berikut:

I. Metode Pengumpulan Data a. Penelitian Lapangan

Pada penelitian lapangan penulis melakukan studi pengamatan di perusahaan "Villa Puri Anandita" yang berlokasi di Jl. Sindang Subur Gandamanah, Desa Tugu Selatan, Cisarua-Bogor, pada tanggal 03 April sampai dengan 30 Mei 2004. b. Studi Pustaka

(22)

c. Metode Wawancara

Pada metode wawancara penulis melakukan wawancara dengan petugas front office, untuk memperoleh informasi mengenai sistem penyewaan dari check in sampai check out. 2. Metode Perancangan dengan Pendekatan Sekuensial Linier

Adapun metode Perancangan yang digunakan pada Perancangan aplikasi penyewaan villa Puri Anandita menggunakan teknik rekayasa perangkat lunak dengan menerapkan tahapan-tahapan dalam model sekuensial linier yaitu analisis dan perancangan

l.6 Sistematika Penulisau

Dalam penulisan ini, penulis menentukan sistematika penulisan ke dalam beberapa bab, diantaranya :

BAB! PENDAHULUAN

Bab ini berisi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penulisan, pembatasan masalah, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

(23)

(RPL ), komponen dan proses perangkat lunak, model proses perangkat lunak, flowchart, diagram struktur data, normalisasi serta sekilas tentang Microsoft Access 2000 dan Visual Basic 6.0.

BAB III METODE PENELITIAN

Pada bab ini penulis akan menguraikan metode yang digunakan pada penelitian yaitu teni!ang analisis masalah dan perancangan aplikasi penyewaan villa Puri Anandita.

BAB IV ANALISA MASALAI-1

Pada Bab ini menguraikan gambaran umum organisasi Puri Anandita, strul..'1ur organisasi, analisa prosedur berjalan dengan menggunakan tool j?owchart, kelemahan sistem, kelebihan sistem, pemecahan masalah, serta analisis aplikasi yang diusulkan yang termasuk di dalamnya analisa kebutuhan user, dan definisi persyaratan.

BAB V PEMBAHASAN

(24)

normalisasi, perancangan struktur file, perancangan arsitektur, perancangan interface, dan perancangan prosedural dari aplikasi penyewaan villa Puri Anandita.

BAB VI PENUTUP

(25)

Adapun teori-teori dasar dan umum yang berhubungan dengan objek penelitian seperti pengertian software, pengertian aplikasi, software engineering, model proses perangkat lunak, analisa terstruktur, perancangan perangkat lunak, flowchart, hipochart, state transition diagram (STD), sekilas tentang Visual Basic 6. 0, sekilas tentang Microsoft Access 2000, diagram struktur data, dan normalisasi.

2.1 Pengertian Software

Menurut Andri Kristanto (2004 : 1), software (perangkat lunak) adalah instruksi (program komputer) yang ketika dija.lankan menyediakan fungsi dan tampilan yang diinginkan, struktur data yang memberi kesempatan program untuk memanipulasi infonnasi dan dokumen yang mendeskripsikan operasi dan penggunaan program.

Software tidak sama dengan program (komputer), karena software terdiri dari: program, dokumen, dan data. Software merepresentasikan masalah di dunia nyata. Software adalah elemen yang logik, sehingga memiliki karakteristik yang berbeda dengan elemen fisik, yaitu :

Software dibangun dan dikembangkan, tidak dihasilkan dari

(26)

Software tidak akan kadaluarsa (wear out).

• Sebagian software dibangun berdasarkan kebutuhan, tidak hanya dibuat dari komponen yang sudah ada.

2.1.1 Pengertian Aplikasi

Aplikasi merupakan sebuah perangkat lunak atau software yang dipergunakan untuk mengaplikasikan konsep dalam perusahaan. 2.1.2 Pengcrtian Villa

Villa merupakan suatu rumah khusus yang biasanya digunakan untuk beristirahat (bukan untuk tempat tinggal).

2.2

Software Engineering

(Rekayasa Pcrangkat Lunak)

2.2.lDeskripsi

Software Engineering

Menurut Ian Sommerville (2003:7), rekayasa perangkat lunak atau software engineering adalah disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal spesifikasi sistem sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.

Menurut Andi Kristanto (2004:9) ada beberapa tujuan dilakukannya rekayasa perangkat lunak, antara lain:

• Untuk membangun software yang benar dan benar sebuah software (Right software and Software right)

• Untuk membangun software yang tepat (correct)

(27)

2.2.2 Proses

Software

Menurut Ian Sommerville (2003 :41) proses software merupakan serangkaian kegiatan dan hasil yang berhubungan dengan proses tersebut, yang menu ju pada dihasilkannya produk perangkat lunak.

Walaupun ada banyak proses perangkat lunak, ada kegiatan-kegiatan mendasar yang umum bagi semua proses perangkat lunak. Menurut Ian Sommerville (2004:41) kegiatan-kegiatan tersebut adalah:

I. Penspesifikasian perangkat lunak. Fungsionalitas perangkat lunak dan batasan operasinya harus didefinisikan.

2. Perancangan dan implementasi perangkat lunak. Perangkat lunak yang memenuhi persyaratan harus dibuat.

3. Pemvalidasian perangkat lunak. Perangkat lunak tersebut harus divalidasi untuk menjamin bahwa perangkat lunak bekerja sesuai dengan apa yang diinginkan pelanggan.

4. Pengevolusian perangkat lunak. Perangkat lunak harus dapat berkembang untuk menghadapi kebutuhan pelanggan yang berubah.

(28)

2.3 Model Proses Perangkat Lnnak

Menurut Pressman (2002:36) model proses perangkat lunak merupakan representasi abstrak dari proses perangkat lunak. Ada banyak model proses perangkat lunak, diantaranya:

• Model sekuensial linear

• Model prototipe

• Model RAD • Model evolusioner

>-

Model pertambahan

>-

Model spiral

>-

Model rakitan komponen

>-

Model perkembangan konkuren

• Model formal

2.3.lModel Sekuensial Linier

Permodelan Sistem Infonnasi

Analisis Kode

サセ@

Garn bar 1 Fase-fase di dalam Jase Lingkaran pemecahan masa/ah

(29)

dimulai pada tingkat dan kemajuan sistem pada seluruh analisis, desain, kode, pengujian, dan pemeliharaan. Dimodelkan setelah siklus rekayasa konvensional, model sekuansial linier mencakup aktivitas-aktivitas sebagai berikut:

Rekayasa dan pemodelan sistem/informasi. Rekayasa dan

analisis sitem menyangkut pengumpulan kebutuhan pada tingkat sistem dengan sejumlah kecil analisis serta desain tingkat puncak. Rekayasa informasi mencakup juga pengumpulan kebutuhan pada tingkat bisnis strategis dan tingkat area bisnis.

Analisis kebntnhan perangkat luuak. Proses pengumpulan kebutuhan diintensifkan dan difokuskan, khususnya pada perangkat lunak. Untuk memahami sifat program yang dibangun, perekayasa perangkat lunak (analis) harus memahami domain informasi, tingkah laku, unjuk kerja, dan antar muka (interface) yang diperlukan.

Desain. Proses desain menerjemahkan syarat I kebutuhan ke dalam sebuah representasi perangkat lunak yang dapat diperkirakan demi kualitas sebelum dimulai pemunculan kode. Sebagaimana persyaratan, desain didokumentasikan dan menjadi bagian dari konfigurasi perangkat lunak.

(30)

Pengujian. Proses pengujian berfokus pada logika internal perangkat lunak, memastikan bahwa semua pemyataan sudah diuji, dan pada ekstemal fungsional yaitu mengarahkan pengujian untuk menemukan kesalahan-kesalahan dan memastikan bahwa input yang dibatasi akan memberikan hasil aktual yang sesuai dengan hasil yang dibutuhkan.

Pemeliharaan. Pemeliharaan perangkat lunak mengaptikasikan lagi setiap fase program sebelumnya dan 1:idak membuat yang baru lagi.

Model sekuensial tinier adalah paradigma rekayasa perangkat lunak yang paling luas dipakai dan paling tua. Tetapi kritik dan paradigma tersebut telah menyebabkan dukungan aktif untuk mempertanyakan kehandalannya [HAN 95]. Masalah-masalah yang kadang-kadang terjadi ketika model sekuensial tinier diaplikasikan adalah:

1. Jarang sekati proyek nyata mengikuti aliran sekuensial yang dianjurkan oleh model. Meskipun model tinier bisa mengakomodasi iterasi, model itu melakukannya dengan cara tidak langsung. Sebagai hasilnya perubahan-perubahan dapat menyebabkan keraguan pada saat tim proyek berjalan.

(31)

mengakomodasi ketidakpastian natural yang ada pada bagian awal beberapa proyek.

3. Pelanggan harus bersikap sabar. Sebuah versi kerja dari program-program itu tidak akan diperoleh sampai akhir waktu proyek dilalui. Sebuah kesalahan besar, jika tidak terdeteksi sampai program yang bekerja tersebut dikaji ulang, bisa menjadi petaka.

4. Pengembang sering melakukan penundaan yang tidak perlu. Di dalam analisis yang menarik tentang proyek aktual, Bradac [BRA 94] mendapatkan bahwa sifat alami dari siklus kehidupan klasik membawa kepada blocking state dimana banyak anggota tim proyek harus menunggu tim yang lain untuk melengkapi tugas yang saling memiliki ketergantungan. Kenyataannya, waktu yang dipakai untuk menunggu bisa mengurangi waktu untuk usaha produktif Blocking state cenderung menjadi lebih lazim pada awal dan akhir sebuah proses sekuensial linier.

2.4 Analisa Terstruktur

(32)

Model analisis harus dapat mencapai tiga sasaran utama: I. Untuk menggambarkan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan. 2. Untuk membangun dasar bagi pembuatan desain perangkat lunak. 3. Untuk membatasi serangkaian persyaratan yang dapat divalidasi

begitu perangkat lunak dibangun.

2.5 Perancangan Perangkat Lunak

Menurut Pressman (2002 : 399), perancangan adalah sebuah proses aplikasi berbagai teknik dan prinsip bagi tujuan pendefinisian suatu perangkat, suatu proses atau sistem dalam detail yang memadai untuk memungkinkan realisasi fisiknya.

Pada perancangan perangkat lunak terbagi menjadi beberapa perancangan yaitu:

1. Perancangan Data

Perancangan data merupakan aktivitas yang terpenting dari empat aktivitas perancangan yang dilakukan selama rekayasa perangkat lunak. Tujuan dilakukannya perancangan data ialah untuk mendapatkan struktur data yang baik sehingga diperoleh program yang lebih modular dan mengurangi kompleksitas pengembangan software.

2. Perancangan Arsitektur

(33)

memperjelas kontrol proses yang terjadi antar tiap modul. Perancangan arsitektur akan menggabungkan antara struktur program dan struktur data, sehingga didapatkan suatu antar muka yang mengatur aliran informasi dalam program.

Hasil dari desain arsitektur ialah berupa suatu Data Flow Diagram (DFD) yang merupakan diagram yang menunjukkan aliran data dalam program.

3. Perancangan Antarmuka (Interface)

Desain antar muka difokuskan pada beberapa hal, antara lain : a. Desain antar muka antara tiap modul dalam software.

b. Desain antar muka antara software dengan entity eksternal. c. Desain antar muka antara user (manusia) dengan software.

Desain antar muka internal dalam suatu program bergantung pada bentuk data yang mengalir antar tiap modul dan karakteristik bahasa pemrograman yang digunakan untuk mengimplementasi software.

4. Perancangan Prosedural

(34)

2.6 Flowchart

English structure disusun dengan tujuan untuk menggambarkan tahap-tahap penyelesaian suatu masalah dengan kata-kata (teks). Metode ini memiliki kelemahan, di mana penyusunan algoritma dengan English structure sangat dipengaruhi oleh tata bahasa pembuatnya, sehingga kadang-kadang sulit dipahami oleh orang lain. Oleh karena itu kemudian dikembangkan suatu metode untuk menggambarkan tahap-tahap pemecahan masalah dengan merepresentasikan simbol-simbol tertentu yang mudah dimengerti, mudah digunakan dan standar. Salah satu metode penulisan simbol ini adalahflowchart.

Tujuan utama dari penggunaan flowchart adalah untuk menggambarkan suatu tahapan penyelesaian masalah secara sederhana, terurai, rapi dan jelas dengan menggunakan simbol-simbol standar. Tahap penyelesaian masalah yang disajikan harus jelas, sederhana, efektif dan tepat. Dalam penulisan flowchart dikenal dua model, yaitu sistem flowchart dan program flowchart.

2.6.1 Sistem Flowchmt

(35)

Sistem flowchart ini tidak digunakan untuk menggambarkan urutan langkah untuk memecahkan masalah, tidak hanya untuk menggambarkan prosedur dalam sistem yang dibentuk.

Dalam menggambar flowchart biasanya digunakan simbol yang standar, tetapi pemrogram juga dapat membuat simbol-simbol sendiri apabila simbol-simbol-simbol-simbol yang telah tersedia dirasa masih kurang. Dalam kasus ini pemrogram harus melengkapi gambar flowchart tersebut dengan kamus simbol untuk menjelaskan arti dari masing-masing simbol yang digunakannya agar pemrogram lain dapat mengetahui maksud dari simbol-simbol tersebut.

(36)

0

CJ c:=J

D

Pita Magnetik Kartu Punched Paper VDU

Plong/Keyboard Type

0

co

[]

/ /

"

Input/Output Magnetic Drum Process Magnetic Disc

/\

セ@

z

'

セ@

[image:36.595.45.419.75.646.2]

Off Line Storage Proses Sortir Proses Merge Arus

Gambar 2 Simbol-simbol sistemflowchart

Contoh penggunaan sistem flowchart

Keyboard

.__ __

c,...P_u _

___,i+---1

セB⦅d⦅ゥZイ@

VDU

(37)

2.6.2 Program Flowchart

Program Flowchart merupakan diagram alir yang

menggambarkan urutan logika dari suatu prosedur pemecahan masalah. Untuk menggambarkan program flowchart telah tersedia simbol-simbol standar, namun demikian seperti halnya pada sistem flowchart, pemrogram dapat menambah khasanah simbol-simbol tersebut asalkan pemrogram melengkapinya dengan penggambaran program flowchart dengan kamus simbol.

Berikut ini adalah gambar dari simbol-simbol standar yang digunakan pada programjlowchart.

[ ]

0

D

Proses Input Output k・エ・イ。ョセョ@

<>

C)

」]セ@

Pengujian Pemberian Nilai Awal/Akhir

Awai Program

0

0

-

[image:37.595.69.417.161.631.2]

-Konektor pad a Konektor pad a A rah satu halaman halaman lain

(38)

START

INPUT

PROSES

OUTPUT

STOP

Garn bar 5 Proses Conceptual Flowchart

(39)

Contoh detailjlowchart:

START

INPUT "Berapa data"; N

- 7

Jml =O

For K = 1 to N

Input Bil

Jml = Jml +Bil

NextK

Print "Jumlah ="; Jml

STOP

Gam bar 6 Proses flowchart setelah diperbaiki

2. 7 Hipocliart

(40)

bantu untuk merancang dan mendokumentasikan siklus pengembangan sistem.

2.7.1 Sasaran HIPO

HIPO telah dirancang dan dikembangkan secara khusus untuk menggambarkan suatu struktur bertingkat guna memahami fungsi dari modul-modul suatu sistem. Selain itu juga HIPO dirancang untuk menggambarkan modul-modul yang hams diselesaikan oleh pemrogram. HIPO tidak dipakai untuk menunjukkan instruksi-instruksi program yang akan digunakan. Di samping itu HIPO menyediakan penjelasan yang lengkap dari input yang akan digunakan, proses yang akan dilakukan serta output yang diinginkan.

2.7.2 Diagram HIPO

HIPO menggunakan tiga macam diagram untuk masing-masing tingkatannya, yaitu sebagai berikut:

a. Visual table of contents

(41)

Karya\van I.I

"

Tambah I.I.I Edit 1.1.2

Li hat

1.1.3 Hapus 1.1.4 Entry Data 1.0 Anggota 1.2

'

Tambah 1.2.1 Edit 1.2.2

Li hat

1.2.3 Hap us 1.2.4 Pustaka 1.3

'

Tambah 1.3.1 Edit 1.3.2

Li hat

1.3.3 Hapus 1.3.4 Si stem Perpus 0 ' Pelayanan Sirkulasi 2.0

••

Pinjaman Kembalian

2.1 2.2

'

Tam bah Tam bah

2.1.l 2.2.1

Edit Edit

2.1.2 2.2.2

Li hat Li hat

2.1.3 2.2.3

Hapus Hapus

2.1.4 2.2.4

セ@

[image:41.595.21.474.61.495.2]

L:

Gambar 7 Visual Table of Contents

' Laporan Laporan 3.0

,,

'

-1oran La po ran

nda pustaka

3.1 3.2

-b. Overview diagrams

Overview diagrams digunakan untuk menunjukkan secara garis besar hubungan dari input, proses clan output, bagian input menunjukkan item-item data yang akan digunakan oleh bagian proses. Bagian proses berisi langkah-langkah yang

.

Laporan peminjam

(42)

menggambarkan kerja dari fungsi atau modul, dan bagian output berisi basil pemrosesan data.

Input Process Output

Data Memasukkkan data - Kartu identitas

Karyawan - Daftar karyawan

[image:42.595.44.427.126.517.2]

- Slip gaji Tabel 1 Overview Diagram

c. Detail Diagram

Detail diagram berisi elemen-elemen dasar dari paket yang menggambarkan secara rinci kerja dari fungsi atau modul.

Input Process Output

Data karyawan • Memasukkan data

Kartu identitas meliputi: • Uji kesamaan data e Daftar karyawan

NIP • Uj i akhir input data

Slip gaji

Nama Lengkap

Pemberitahuan

Tempat Tgl Lahir kesamaan data

Alamat Lengkap

Pemberitahuan

Golongan kesalahan data

Jabatan

Kembali ke menu

Status induk

JumlahAnak

Gaji Pokok

Tunjangan

Tabel 2 Detail Diagram

2.8 State Transition Diagram (STD)

(43)

¢ Process Control

¢ Telephone Switching System

¢ High-Speed Data Acquisition System

¢ Military Command and Control System

Notasi yang digunakan pada STD adalah: State

Perubahan State

STATE I

l

STATE2

l

STATE3

--• Pada gambar di atas terlihat bahwa dari ST ATE I akan berubah menjadi STATE 2 namun tidak dapat langsung berubah menjadi STATE3

• Bila sistem berada pada STATE 2, sistem dapat berubah ke STATE 3, atau kembali ke STATE I.

(44)

• Gambar di atas telah menunjukkan perubahan sistem dari satu state ke state lainnya namun belum dapat menjelaskan kepada kita hat yang paling penting yaitu initial danfinal state

• Apabila gambar seperti di atas maka sistem akan melakukan fungsi looping terns menerus tanpa pernah berhenti.

• Pada gambar di alas inifinal state adalah pada STA TE 5.

l

STATE I セ@

セ@ .

STATE2 14- STATE 3

..

STATE4 STATES STATE6

[image:44.595.71.419.131.470.2]
(45)

Condition Action

STATE I

'

STATE2

Untuk melengkapi STD diperlukan dua hal lagi, yaitu:

Condition adalah suatu event pada external environment yang dapat

dideteksi oleh sistem sebuah sinyal, interrupt, atau data. Hal ini akan menyebabkan perubahan terhadap state dari state menunggu X ke state menunggu Y atau memindahkan aktivitas X ke aktivitas Y.

Action adalah yang dilakukan oleh sistem bila terjadi perubahan state

atau merupakan reaksi terhadap condition. Action akan menghasilkan output, message display pada screen, menghasilkan kalkulasi, dll. Pada umumnya sistem analis akan Jangsung berhadapan dengan user ketika menggambarkan STD, paling tidak pada waktu pe1iama kali membuat STD, baru kemudian dilakukan fine tuning atau pembetulan terhadap prosedurijlow yang keliru.

Setelah STD selesai dibuat perlu dilakukan pemeriksaan terhadap konsistensi yang ada dengan cara:

-,.. Apakah semua state telah didefinisikan?

(46)

Pada suatu sistem yang kompleks perlu dilakukan partition.

Ada dua cara pendekatan untuk memlbnat STD

I . ldentifikasikan setiap kemungkinan state dari sistern dan garnbarkan rnasing-masing state pada sebuah kotak. Lalu buatlah hubungan antara state tersebwt.

2. Kita mulai dengan state pertarna dan kemudian dilanjutkan dengan state-state berikutnya sesuai dengan flow yang diinginkan.

);.. Apakah semua state dapat dicapai/diakses? Periksa apakah sernua state dapat dicapai/diakses. );.. Apakah kita bisa exit dari setiap state?

Setiap state harus memiliki successcor atau output kecuali dia rnerupakanfina/ state.

);.. Pada setiap state, apakah sistem dapat memberikan response terhadap semua condition yang mungkin te1:jadi?

Perubahan state harus dapat terjadi untuk segala macam kondisi, artinya sistem harus dapat pula rnendeteksi bila terdapat condition/action yang tidak diharapkan ..

2.9 Sekilas tentang Visual Basic 6.0

(47)

instruksi yang dimengerti oleh komputer untuk melakukan tugas tertentu.

Sebagai bahasa pemrograman yang bekerja pada operasi windows, maka

visual basic menyediakan fungsi dan perintah yang dapat memanfaatkan

fasilitas windows secara optimal. Program yang dihasilkan dapat memiliki

tampilan dan kemampuan lazimnya program aplika.si lain yang beroperasi

pada Microsoft windows.

2.9.1 Struktur Aplikasi Visual Basic

Menurut Kusumo (2000 : 2), aplikasi atau proyek terdiri dari :

I. Form

Tempat kita membuat user inteiface atau tampilan

2. Controls

Tampilan berbasis gratis yang dimasukkan pada form untuk

membuat interaksi dengan pemakai (text box, label, scroll bar,

tombol command).

3. Module

Kumpulan dari prosedur umum, deklarasi variable dan definisi

konstanta yang digunakan oleh aplikasi.

4. Property

Nilai atau karakteristik yang dimiliki oleh sebuah object visual

basic. Contoh: name, caption, size, color, position dan text.

Property dapat diubah saat mendesain atau run time ketika

(48)

5. Methods

Serangkaian perintah yang sudah tersedia pada suatu object yang dapat diminta untuk mengerjakan tugas khusus.

6. Event Procedures

Kode yang berhubungan dengan suatu objek. Kode ini akan dieksekusi ketika ada respon dari pemakai berupa event tertentu.

7. General Procedures

Kode yang tak berhubungan dengan suatu object. Kode ini harus diminta oleh aplikasi.

Proyek (.VBP, .MAK)

Form I (.FRM) Form 2 (.FRM) Module I (.BAS)

kontrol kontrol

kontrol kontrol

kontrol kontrol

Garn bar 8 Struktur Aplikasi Visual Basic

Bila kita lihat dari gambar, maka project terdiri dari beberapa form danform terdiri dari controls.

(49)

Tipe File Extention Visual basic project .VBP

·-Code Form .FRM

·-Visual Basic Module .BAS

·-ActiveX Doc Form .DOB

Tabet 3 Tipe File dan Extention

Ada tiga langkah utama dalam pembuatan aplikasi visual basic : I. Membuat intelface program

Adalah tahap kita mendesain tampilan muka aplikasi kita dengan meletakkan object control padaform.

2. Setting properties

Adalah tahap kita mengatur property standar untuk aplikasi kita dari masing-masing object colllrol yang kita gunakan seperti name, caption, text dan lain lain.

3. Menuliskan kode program

(50)

2.10 Sekilas tentang Microsoft Access 2000 2.10.1 Mengenal Database Access 2000

Untuk mengelola dan mengorganisasikan database yang dibangun dalam sebuah sistem informasi, dibutuhkan suatu sistem pengelola database (Database Management System-DBMS). DBMS merupakan software yang akan menentukan bagaimana data diorganisasikan, disimpan, diubah, diambil kembali, pengaturan mekanisme pengamanan data, mekanisme pemakaian data dan lain sebagainya. Salah satu DBMS yang umum digunakan adalah Microsoft Access. Oetomo (2002 : I 06).

Microsoft Access merupakan salah satu program aplikasi basis data (database) paling lengkap dan canggih saat ini. Dengan menggunakan Microsoft Access kita dapat merancang, membuat, dan mengolah database dengan mudah.

(51)

I. Tables

Merupakan tabel kumpulan data yang merupakan komponen utama dari sebuah database.

2. Fields

Tempat dimana data atau informasi dalam kelompok yang sama atau sejenis dimasukkan. Field pada umumnya tersimpan dalam bentuk kolom secara vertical pada tabel.

3. Record

Merupakan data lengkap dalam jumlah tunggal yang biasanya tersimpan dalam bentuk horizontal pada tabel.

2.10.1 Jenis Data

Sebelum merancang dan membuat tabel baru, sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu jenis data yang akan ditempatkan pada setiap field. Jenis data dalam setiap field menurut Yung (2002:7-9) antara lain:

I. Text

(52)

2. Memo

Dapat menerima teks apa saja sebagai catatan atau keterangan dengan panjang maksimal 65535 karakter.

3. Number

Berisi data bilangan yang digunakan untuk perhitungan matematis. Ukurannya tergantung clari property FieldSize.

4. Date/Time

Hanya dapat menerima tanggal atau waktu. Berisi nilai data tanggal dan waktu untuk tahun I 00 sampai dengan 9999.

5. Currency

Berisi nilai uang dan data bilangan yang digunakan dalam perhitungan matematis termasuk data dengan satu sampai empat angka dibelakang tanda dedmal Tipe data ini memiliki ketelitian sampai lima belas digit disebelah kiri tanda desimal dan empat digit disebelah kanan tanda desimal.

6. AutoNumber

(53)

dari tipe data ini dapat berupa Long Integer atau Replication ID.

7. Yes/No

Berisi nilai Yes atau No atau field yang hanya memiliki 2 kemungkinan nilai (Yes/No, True/False, On/Off).

8. OLE object

Berisi object yang dikaitkan (linked) ke atau disisipkan (embedded) ke dalam tabel Access, object disini

contohnya antara lain lembar kerja excel, document word, gambar, foto, grafik, suara atau data biner lainnya.

9. Hyper/ink

Dapat diisi dengan alamat hyper/ink (URL) agar bisa terkait dengan object atau data yang tersimpan dilokasi tertentu.

10. Lookup wizard

Memungkinkan kita untuk memilih nilai dari tabel lain atau dari daftar nilai yang didefinisikan sendiri dengan menggunakan list box atau combo box.

2.11 Diagram Struktur Data

[image:53.595.78.440.103.498.2]
(54)

dari aplikasi Database dan merupakan model data konseptual yang digunakan pada tahap awal perancangan basis data. Komponen yang terdapat pada Struktur Data Diagram adalah sebagai berikut :

Entity

[image:54.595.77.427.150.493.2]

Entity merupakan objek riil yang dapat dibedakan satu dengan yang lain dan tidak saling berhubungan, bisa sesuatu yang ada secara fisik (manusia, mobil) atau secara konsep (pekerjaan) .. Entity digambarkan dengan empat persegi panjang.

Gambar 9 Simbol entity

• Relasi

Relasi merupakan hubungan antar entity melalui atribut pada suatu entity yang merujuk ke entity lainnya.

Gambar 10 Simbol relasi

Terdapat tigajenis relasi, yaitu:

• Relasi one to one

(55)
[image:55.595.73.438.67.579.2]

Gambar 11 Simbol re/asi one to one

• Relasi one to many

Relasi yang terbentuk ketika menghubungkan tepat satu data pada suatu tabel dengan satu atau lebih data pada tabel lainnya. Disimbolkan dengan I :M

Gambar 12 Simbol relasi one to many

• Relasi many to many

Relasi yang terbentuk ketika menghubungkan tepat satu atau lebih data pada suatu tabel dengan satu atau lebih data pada tabel lainnya. Disimbolkan dengan M : M

セセiᄋ@

4

セ@ セc]Zj@

Gambar 13 Simbol relasi many to many

2.12 Normalisasi

Menu rut Oetomo (2002 : 131) Nonnalisasi adalah peralatan yang digunakan untuk melakukan proses pengelompokkan data menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entitas dengan relasinya. tセェオ。ョ@ normalisasi adalah untuk menghasilkan database yang baik sehingga mempennudah pengupdate-an dan penyisipan data. Alasan perlu melakukan normalisasi adalah :

(56)

Tahapan normalisasi menurut Oetomo (2002 : 131) antara lain : I. Bentuk Tidak Normal.

Pada tahap ini, semua data yang ada direkam tanpa format tertentu. Data bisajadi mengalami duplikasi.

2. Normalisasi Tahap Satu.

Pada tahap ini, dibentuk tabel-tabel yang menampung data yang ada dan di kelompokkan berdasarkan suatu karakteristik tertentu. Pada tahap ini harus diusahakan tidak adajield dalam satu tabel yang berulang.

3. Normalisasi Tahap Dua.

Pada tahap ini, dilakukan penentuan field kunci dari masing-masing tabel. Kunci tersebut harus unik dan dapat mewakili tabel.

4. Normalisasi Tahap Ketiga.

(57)

Seperti yang telah diuraikan pada bab sebelunmya, bahwa dalam membangun aplikasi pengarsipan penyewaan pada vila Puri Anandita menggunakan teknik rekayasa perangkat lunak dengan model Sekuensial Linier yang sering disebut juga dengan "Siklus Kehidupan Klasik" atau model Air Terjun, dengan tahapannya yaitu: analisa, perancangan, pengkodean, pengujian dan pemeliharaan. Karena adanya keterbatasan waktu maka dalam penulisan skripsi ini, penulis tidak membahas tentang

ー・ョォッ、Qセ。ョZ@

pengujian dan pemeliharan.

3.1 Analisis

Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap sistem berjalan dan mengusulkan aplikasi penyewaan untuk membantu bagian front セヲェゥ」・@ vila Puri Anandita dalam mengarsipkan berkas-berkas penyewaan. Pada tahap analisis ini , penulis akan menguraikan rnengenai:

!. Penelitian Lapangan

(58)

• Tempat : Vila Puri Anandita

JL. Sindang Subur Gandamanah, Desa Tugu Selatan, Cisarua-Bogor.

• Waktu : 03 April - 30 Mei 2004 2. Metode Studi Pustaka

Studi Pustaka dilakukan dengan cara mempelajari teori-teori literatur dan buku-buku yang berhubungan dengan penulisan.

3. Metode Wawancara

Pada metode wawancara, penulis melakukan wawancara dengan petugas pada bagian Front Office vila Puri Anandita.

Pada tahap analisis ini, penulis akan menguraikan mengenai:

• Gambaran Umum Organisasi

Gambaran umum ini akan menguraikan tentang organisasi tempat dilakukannya observasi, bagaimana struktur organisasi dan keadaannya.

• Analisis prosedur berjalan

[image:58.595.76.421.80.521.2]
(59)

• Analisis aplikasi usulan

Akan diuraikan mengenai analisis kebutuhan user, definisi persyaratan yang terdiri dari tujuan, sasaran, dan batasan kemampuan dari aplikasi yang diusulkan, serta uraian sistem usulan. Analisis aplikasi usulan akan digambarkan dengan menggunakan flowchart.

3.2 Perancangan

Setelah melakukan analisis, maka yang clilakukan berikutnya adalah perancangan aplikasi penyewaaan vii.a Puri Anandita. Pada tahap perancangan aplikasi penyewaaan vila Puri Anandita. Beberapa tools atau alat yang digunakan untuk mempermudah perancangan clan juga agar lebih sistematis. Perancangan aplikasi ini terdiri atas :

I. Perancangan data

(60)

2. Perancangan Arsitektur

Dalam perancangan arsitektur ini menggunakan tools Hipochart yang terdiri dari visual table co11te11ts (VTOC}, overview diagrams dan detail diagram.

3. Perancangan 111teiface

Pada perancangan inteiface atau antarmuka akan dibuatkan perancangan input dan pemcangan output layar yang digunakan pada pengelolaan data-data dalam aplikasi penyewaan vila dan juga sebagai rancangan antarmuka antara user dengan perangkat lunak sehingga didapat tampilan yang user friendly, selain itu pada perancangan ini juga meggunakan tools State Transtition Diagram (STD).

4. Perancangan Prosedural

(61)

ANALISIS MASALAH

Pada bab analisis akan menguraikan gambaran ummn organisasi tempat penulis melakukan penelitian, analisis prosedur be1jalan dan analisis aplikasi usulan.

4.1 Gambaran Umum Organisasi

4.1.1 Sekilas tentang Villa Puri Anandita

Villa Puri Anandita berdiri pada tahun 1997, pemilik puri ini adalah Rita Subowo. Nama Puri Anandita ini merupakan nama cucu pertama dari Rita Subowo.

Villa Puri Anandita berlokasi di JI. Sindang Subur Gandamanah, Desa Tugu Selatan, Cisarua-Bogor,, Tlp. (021)256360-64, Fax: (0251)256365. Sedangkan kantor sales Puri Anandita berlokasi di JI. R.S. Fatmawati No. 7, Gandaria Utara, Kebayoran Baru-Jakatta Selatan 12140, Tip. (021) 7254383-85, 2700680-81, Fax: (021)7209629.

[image:61.595.40.420.160.572.2]
(62)

Villa Puri Anandita ini terletak sangat strategis, dengan panorama alam yang sangat indah. Dipagi hari penyewa villa dapat berjalan-jalan ke wilayah gunung mas, menikmati pemandangan kebun-kebun teh, dan berbagai cocok tanarn para petani seperti jagung, kol, wortel, dan lain-lain.

4.1.2 Fasilitas yang Dimiliki

Dalam memberikan pelayanan terhadap konsumennya pihak manajemen memberikan berbagai f, seperti:

a. Fasilitas Cottage

+

Cottage 2 Bed Room

Cottage 2 bed room ini merupakan cottage yang memiliki 2 cottage tidur yang terdiri dari I cottage utama yang terletak di lantai bawah dan I cottage tidur anak di lantai atas selain itu didalam cottage ini memiliki ruang keluarga yang dilengkapi dengan TV, ruang makan, dan cottage mandi bath up.

+

Cottage 3 Bed Room

Cottage 3 bed room ini merupakan cottage yang memiliki 3 cottage tidur, ruang makan, ruang keluarga yang dilengkapi TV dan cottage mandi bath up.

b. Fasilitas Olah Raga dan Hiburan

(63)

+

2 kolam renang

+

Tenis meja

+

Bilyar

+

Karaoke

c. Fasilitas Ruang Rapat (conference room)

Ruang rapat ini dilengkapi dengan OHP (overhead projector), layar, white board, den tabel peta, dengan kapasitas 60 orang. Adapun paket pe1temuan dikenakan biaya Rp. 250.000/orang/hari (sharing base) dan Rp. 350.000/orang/hari (single base), biaya di atas sudah termasuk fasilitas makan pagi, makan siang, makan malam dan 2 cangkir kopi.

4.1.3 Struktur Orgauisasi

Adapun struktur organisasi serta jenis pekerjaan yang ada di Villa Puri Anandita ini yaitu :

+

Manager, bertanggung jawab terhadap semua kelancaran kegiatan

di dalam Villa Puri Anandita tersebut.

+

Front Office, Bertugas memberikan informasi kepada tamu yang

ingin menyewa villa, ataupun ruang rapat.

+

House Keeping, bertugas merawat se1ta menjaga kebersihan seluruh

ruangan sebelum dan sesudah digunakan.

+

Engineering, bertugas menangani dan memperbaiki alat yang rusak
(64)

+

Steward, bertugas mempersiapkan segala sesuatu peralatan makan

dan minum yang dibutuhkan sesuai dengan menu.

+

Security, bertugas menjaga keamanan di wilayah villa.

4.2 Analisa Prosedur Berjalan 4.2.l Uraian prosedur Berjalan

Prosedur penyewaan villa di Puri Anandita masih dilakukan secara manual, yaitu dengan cara penyewa datang langsung ke Villa, kemudian memilih cottage yang ada dalam brosur. Pihak pernsahaan diharapkan untuk menjelaskan cottage yang akan disewakan beserta harga-harganya, karena harga sewa tiap cottage berbeda-beda disesuaikan denganjumlah cottage dan lama penyewaan. Jenis cottage yang tersedia terdiri dari dua jenis yaitu cottage dengan 2 kamar dan cottage dengan 3 kamar.

Setelah penyewa mendapatkan informasi dan menentukan cottage yang akan disewa serta biayanya, kemudian penyewa diminta mengisi formulir penyewaan yang sudah termasuk dengan penentuan jenis cottage, lama penyewaan, tanggal masuk serta tanggal keluar. Setelah formulir diisi dan peraturannya telah disepakati serta dibubuhi

,.,

(65)

NO

I

2

Data-data cottage bese1ta harganya dapat dilihat sebagai berikut :

JENIS COITAGE HAR GA PER JUMLAI-1 FASILJTAS

HARi COIT AGE

Cottage 2 kamar 500.000 8 Makan pagi

& minum 4 porsi

Cottage 3 kamar 650.000 4 Mak an pagi

& minum 4 porsi

Tabel 4 Data-Data Cottage

Penyewa dapat memilih cottage yang akan disewa dengan harga yang telah ditentukan. Adapun keterangan lain di dalam penyewaan villa ini adalah :

I. Penyewaan kasur (extra bed) Rp 40.000/unit 2. Denda barang yang rusak atau hilang :

+

Handuk

+

Piring kecil

+

Piring besar

+

Guci

Rp. 50.000 Rp. 5.000 Rp. 10.000 Rp. 250.000

[image:65.595.49.419.104.561.2]
(66)

START

Penyewa Masuk

Melihat

Brosur

Cekcot1age untuk tgl. yang

diinginkan

Tdk ada

Cek

NGNNiセ@ conage lain

[image:66.595.44.483.41.623.2]

Tdk ada Keluar Ada Ada Ya Mengisi Formulir Pengesahan Fonnulir

l

Membayar Lunas? Hitung Akhir Arsip

i

G

Tidak ^MMMMMQセ@ Deposit 50%

L---.----'

(67)

4.2.2 Kelemahan Sistem Berjalan

Setiap usaha yang dijalankan selain harus rnengetahui keinginan masyarakat, juga harus mengetahui kelernahan-kelemahan yang dihadapi dan pemecahannya. Adapun kelemahan-kelemahan yang dihadapi oleh perusahaan antara lain :

I. Pelayanan yang kurang memuaskan

Pelanggan akan merasa puas apabila fasilitas yang diberikan oleh pihak perusahaan itu dapat menyenangkan dan berjalan dengan proses yang cepat dan efisien.

2. Membutuhkan biaya yang banyak

Dengan bertambahnya pelanggan dalam penyewaan cottage akan menyebabkan banyaknya tenaga ke1ja, khususnya dalam ha! penanganan arsip-arsip ataupun hal-hal yang berkaitan dengan prosedur penyewaan tersebut, dan ini akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

3. Penggunaan waktu dan tenaga yang tidak efisien

(68)

4.2.3 Kelebihan Sistem Berjalan

Disamping dari kelemahan-kelemahan yang ada pada sistem yang sedang berjalan terdapat beberapa kelebihan- kelebihan antara lain:

a. Tidak memerlukan biaya yang mahal untuk pembelian dan perawatan perangkat lunak maupun perangkat keras.

b. Tidak memerlukan biaya untuk pembelian program aplikasi yang semestinya dipesan dan didesain.

c. Tidak memerlukan biaya tambahan untuk pe:mrograman.

Berdasarkan uraian diatas mengenai kelebihan-kelebihan sistem yang sedang berjalan, penulis dapat menarik suatu kesimpulan bahwa tidak semua sistem yang sedang berjalan tanpa menggunakan komputerisasi dapat menghambat proses penyewaan, karena dengan sistem yang sedang berjalan saat ini pun, perusahaan tersebut tidak perlu mengeluarkan dana yang cukup mahal untuk semua kebutuhan pembuatan sistem.

4.2.4 Pemccahan Masalah

(69)

Sistem yang akan dibuat adalah aplikasi penyewaan. Pada sistem ini akan disampaikan mengenai prose:s-proses penyewaan, mulai dari proses awal hingga proses akhir penyewaan.

Dengan demikian diharapkan para penyewa maupun pihak perusahaan dapat mengetahui inf01masi suatu proses yang ada mengenai villa Puri Anandita secara jelas dan tepat waktu.

Pembuatan aplikasi penyewaan ini menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 dan database Nficrosoft Access 2000 sebagai alat bantu implementasi program sert1 sebagai alat bantu pembangunan aplikasi.

4.3 Analisis aplikasi yang dinsulkan 4.3.1 Analisa Kebntnhan User

Dari hasil wawancara dan pengamatan pada sistem berjalan, penulis mendapat masukan mengenai aplikasi yang diharapkan oleh user, yaitu sebuah perangkat lunak yang mampu untuk:

• Menyimpan data transaksi check in - check out tamu • Menyimpan data cottage

(70)

4.3.2 Definisi Persyaratan

Setelah dilakukan analisa terhadap prosedur yang sedang berjalan dan juga analisa kebutuhan user maka di usulkan sebuah aplikasi, yaitu aplikasi Penyewaan Villa Puri Anandita. Tujuan, sasaran, batasan dan kemampuan dari aplikasi yang diusulkan akan diuraikan, dalam definisi persyaratan berikut:

Tujuan

Tujuan dari pengembangan aplikasi Penyewaan villa Puri Anandita adalah untuk membantu bagian front office dalam melaksanakan pekerjaannya yang berkaitan dengan penyewaan villa dan dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi saat ini dan juga diharapkan dapat meningkatkan keuntungan perusahaan.

Sasaran

Adapun sasaran dari pengembangan Aplikasi Penyewaan villa Puri Anandita ini adalah :

I. Pengguna dari aplikasi ini adalah bagian front office Villa Puri Anandita.

2. Meningkatkan kinerja pada bagian front office Villa Puri Anandita.

(71)

4. Membantu bagian front office dalam memberikan laporan kepada pihak perusahaan mengenai data transaksi penyewaan yang dimiliki villa Puri Anandita.

Batasan

Pencapaian sasaran-sasaran tersebut harus memperhatikan batasan-batasan yang berlaku. sebagai berikut:

I. Pengembangan aplikasi penyewaan villa Puri Anandita dilakukan sesuai dengan tahapan metode sekuensial linear.

2. Data cottage yang dikelola oleh aplikasi usulan terdiri dari data kelas, data cottage, data makanan dan data weekend 3. Data transaksi penyewaan diantaranya terdiri dari

transaksi check in-check out, data pesanan cottage, dan pesanan makanan.

Kemampuan

Aplikasi pengarsipan data penyewaan villa Puri Anandita yang akan dirancang min.imal akan memiliki kernampuan, sebagai berikut:

I. Menyimpan setiap data-data transaksi penyewaan. 2. Menghitung total tagihan yang harus dibayar oleh

(72)
(73)

Pad a bab pem bahasan akan menguraikan ten tang perancangan, diantaranya flowchart aplikasi yang diusulkan, perancangan data, perancangan arsitektur,

perancangan interface, dan perancangan prosedural.

5.1 Flowchart Aplikasi yang Diusulkan

Dari uraian analisis diatas menghasilkan beberapa kebutuhan aplikasi yang diusulkan, yang akan diuraikan menggunakanflowchart.

a. Conceptual Flowchart

(74)

Flowchart proses penyewaan

セtart@

Proses data penye\va

Proses pindah cottage

check out

( STOP )

Garn bar 15 Flowchart Proses Penyewaan

b. Detail Flowchart

Dari conceptual flowchart dapat diuraikan menjadi detail flowchart aplikasi usulan. Detail flowchart aplikasi usulan terdiri dari tiga flowchart, yaitu: flowchart proses penyewaan, flowchart check in Flowchart pindah cottage dan flowchart check out. Masing-masing flowchart tersebut akan diuraikan pada gambar 16 sampai19 ..

Flowchart Proses Penyewaan

(75)

Tdk Ada

Keluar

mengisi formulir yang berisi tentang data-data pribadi seperti nama, alamat, no telepon, tanggal eek in dan lain-lain. Setelah selesai, kemudian diberikan lagi kepada petugas untuk diperiksa dan dimasukan ke dalam file.

Penyewa

Memilih Cottage Dim Brosur

""'

TdkAda

Cck kamar Ada Cckjns

untuk tgl. yang kls&jns kmr Keluar

diinginkan

!

Tdk Ada Ada

Ada Pesanan Ya

PilihJenis

Altematif Lain?

Waktu lain Pesanan

Ada Tdk

-]

Mcngisi Penentuan formulir_. pesanan Penentuan tgl. yang diinginkan Pengesah,;;;-] forniulir Stop

(76)

Flowchart Check in

Setelah mengisi formulir dan telah menentukan cottage yang telah disewa, penyewa membayar sebagian biaya penyewaan clan penyewa akan diberikan kunci cottage.

Petugas perusahaan pengantarkan penyewa ke tempat cottage tersebut agar tidak terjadi kekeliruan.

( START )

t

Prosedur data penyewa

Membyr Lunas?

Ya

Tdk

^MMMMMMセャ^ャ{d・ーッウゥエ@

50%

i

セエオョァウゥウ。@

I

Perhitungan

akhir

+--J

Pemberian kunci cottage

(77)

Ya

Flowchart Pindah cottage

START

Penyewa

Prosedur checkin

tidak

Pindah

kan1ar?

TidakAda

セ@

Kamac >emula

OGMMMMMMMMNMMセ@

Cek kamar yang diinginkan

TdkAda

A!ternatifkamar

lain

Ada

Ada

Ada

Cekjns kls&jns kmr

l

-pencntuan

Kamarbaru

Garn bar 18 Flowchart Pindah cottage

(78)

Flowchart Check out

(79)

( START)

i

Pengernbalian

kuncicottage

l

Ada Deposit?

Ya

"">---t• Hitung sisa

Tdk

_J

---Ya

Hitung

denda/biaya lain Ada

Denda/biaya lain?

.----'!'----,"'

J

Hitung akhir I +

-k.-witansi

(80)

5.2 Perancangan

Seperti yang telah diuraikan dalam bab III, dalam tahap perancangan ini terdiri atas : perancangan data, perancangan arsitektur, perancangan interface, dan perancangan prosedural.

Pada masing-masing tahap perancangan ini harus dilaksanakan dengan baik agar hasil yang diinginkan memuaskan dan dapat digunakan secara tepat guna. Berikut akan diuraikan tahapan-tahapan perancangan usulan secara rinci :

5.2.1 Perancangan Data

Perancangan data adalah aktivitas pertama atau dapat dikatakan paling penting dari dari empat aktivitas perancangan yang dilakukan selama rekayasa perangkat lunak. Langkah-langkah yang diperlukan dalam perancangan data, diantaranya

• Perancangan diagram struktur data

• Normalisasi

• Perancangan struktur file

5.2.1.1 Perancangan Diagram struktur Data .• •

Diagram struktur data dibuat untuk mendefinisikan hubungan antar entity.

(81)

5.2.1.2 Perancangan Normalisasi

[image:81.595.81.416.158.636.2]

Pada tahap ini akan dilakukan normalisasi terhadap tabel-tabel yang ada dengan menerapkan sejumlah aturan agar menjadi tabel yang normal.

Tahapan normalisasi adalah: 1. Tabel Tidak Normal

No.Cottage Ke las Hargabiasa Harga Weekend Keadaan Kode_pesanan Namamenu Jenis_Menu Hargamenu Porsi

Total_pesanan Noktp

Namatamu Kodetamu Alamat Tgl_masuk Jam_masuk Tgl_keluar Jam keluar Deposit

(82)

Cottage No.cottage Ke las Hargabiasa Hargaweekend Keadaan

l. Normalisasi Tahap Pertama

Suatu tabel dapat dikatakan telah memenuhi normal pertama jika hanya jika setiap atribut bernilai tunggal untuk setiap barisnya.

[image:82.595.46.424.161.503.2]

Penyewa Kode tamu NoKTP Nama Alam at NoTelp Tgl_masuk Jam_keluar Tgl_keluar Jam keluar Deposit

Tabel 6 Normalisasi Tahap Pertama

2. Normalisasi Tabap Kedua

Pesanan Kode_pesanan Namamenu Jenis_Menu Hargamenu Porsi Total_pesanan

(83)

Cottage *No.cottage

-Ke las

Hargabiasa Hargaweekend Keadaan

1 m Penyewa I

· **No.cottage Kade _pesanan

セM

*Kade tamu NoKTP Nama Alamat NoTelp Tgl_masuk Jam keluar Tgl_keluar Deposit

Tabel 7 Normalisasi tahap kedua

Pesanan *Kade _pesanan Nama menu Jenis Menu Hargamenu Parsi

Total_pesanan

3. Normalisasi Tahap Ketiga

[image:83.595.34.444.86.488.2]
(84)

Cottage Penyewa Penyewa _Pesan Pesanan

l m I m

1

*

*Kode _pesanan

*No.cottage **No.cottage

I

*Kode _pesanan m

セQ@

Kode_tamu

I

I

Nama_menu

I

Ke las Kode _pesanan

r

I

Jenis_Menu

Hargabiasa *Kode tamu

Hargaweekend NoKTP 1 m Hargamenu

.

Porsi

Keadaan Nama

Alam at Total_pesanan

[image:84.732.10.633.8.326.2]

No Te Ip Tgl_masuk Jam keluar Tgl_keluar Deposit

(85)

Cottage

ゥNセMM⦅NLセ⦅Nセェ@

Penyewa

Penyewa _pesan

l

Pesa nan

Garn bar 21 Diagram Struktur Data Sesudah Normalisasi

5.2.1.3 Perancangan Strnktur file

Komputerisasi sistem penyewa:m cottage "Puri Anandita" ini mengguanakan tujuh tabel yang terdiri dari :

(86)
[image:86.595.77.486.23.688.2]

Adapun Struktur filenya sebagai berikut :

Tabel Cottage

Primary key : No.cottage

Field Name Data Type Size

Nocottage Text 3

Ke las Text 3

Hargabiasa Currency 7

Hargaweekend Currency 7

Keadaan Currency 8

Tabel 9 Tabel Cottage

Tabel Penyewa

Primary key: Kode_tamu Foreign key : No.cottage

Field Name Data Type No.cottage Text Kode _pesanan Text Kode_tamu Text

NoKTP Texr

Nama Text

Alamat Text

NoTelp Number

Tgl_masuk Date/time Jam_keluar Text Tgl_keluar Date/time

Size 3

5

5

15

25

40

15

10

10

10

Tabel 10 Tabel Penyewa

(87)

Tabet Penyewa _pesan

Primary key : Kode _pesanan

Field Name Data Type Size

Kode _pesanan Text 5

Kode tamu Text 5

Tabet 11 Penyewa _pesan

Tabel Pesa11t111

Field Name Data Type Size

Kode _pesanan Text 5

Nama menu Text 20

Jenis Menu Text 7

Hargamenu

Gambar

GAMBAR I Fase-fase di dalam Fase Lingkaran Pemecahan Masalah .............. 12
GAMBAR 29 STD Data Kelas ........................................................... 92
TABEL 1 Overview Diagram ....................................................... 26
Gambar 2 Simbol-simbol sistemflowchart
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil ketera ngan dari pasangan usia subur yang termasuk kedalam umnet need ter- dapat sebanyak 5% sedang hamil namun tidak pada waktu yang diinginkan, sebanyak 22,5%

Kebijakan puritanisme oleh sultan Aurangzeb dan pengislaman orang-orang Hindu secara paksa demi menjadikan tanah India sebagai negara Islam, dengan menyerang berbagai praktek

Admin yang telah melakukan proses login dapat langsung menuju proses tambah template, hapus template atau ubah template Pada proses tambah template (proses 3.1.1) aliran

Pemanfaatan mikroorganisme dalam bidang teknologi semakin banyak digunakan misalnya dalam menghasilkan berbagai produk seperti bahan pangan, industri, pertanian,

Ada hubungan kejadian anemia saat kehamilan trimester IIIdengan kejadian perdarahan postpartum primer,dimana kejadian perdarahan postpartum primer 3,03 kali lebih

Untuk semua pihak yang telah membantu penulis baik dari segi moril maupun materil dalam penyusunan skripsi ini, penulis mengucapkan banyak terima kasih, mohon maaf jika saya

Adanya efektifitas pada KUD Ora Et Labora Desa Glagahagung Kecamatan Purwoharjo, maka akan dapat menghasilkan suatu kinerja organisasi yang sesuai

Dalam jual beli tersebut pemindahan hak atas tanah yang bersangkutan sengaja dialihkan kepada pihak lain dan pemindahan hak tersebut dilakukan pada waktu pemegang