• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI RANCANG BANGUN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM SHARING MATERI KULIAH, FORUM DISKUSI, DAN PROSEDUR PELAYANAN AKADEMIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SKRIPSI RANCANG BANGUN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM SHARING MATERI KULIAH, FORUM DISKUSI, DAN PROSEDUR PELAYANAN AKADEMIK"

Copied!
490
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

RANCANG BANGUN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM SHARING MATERI KULIAH, FORUM DISKUSI, DAN PROSEDUR PELAYANAN AKADEMIK

PROGRAM STUDI BERBASIS ANDROID

(Studi Kasus: Program Studi Sistem Informasi UIN Jakarta)

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Disusun Oleh: Akbar Riski 11160930000050

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

(2)

i

HALAMAN JUDUL

RANCANG BANGUN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM SHARING MATERI KULIAH, FORUM DISKUSI, DAN PROSEDUR PELAYANAN

AKADEMIK PROGRAM STUDI BERBASIS ANDROID (Studi Kasus: Program Studi Sistem Informasi UIN Jakarta)

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Disusun Oleh: Akbar Riski 11160930000050

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

(3)

ii

(4)

iii

(5)

iv

LEMBAR PERNYATAAN

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-BENAR HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI MANAPUN.

Jakarta, Februari 2021

Akbar Riski

(6)
(7)

v ABSTRAK

Akbar Riski – 11160930000050, Rancang Bangun Knowledge Management System Sharing Materi Kuliah, Forum Diskusi, dan Prosedur Pelayanan Akademik Program Studi Berbasis Android (Studi Kasus: Program Studi Sistem Informasi UIN Jakarta) dibawah bimbingan Yuni Sugiarti dan Nuryasin.

Knowledge Management System (KMS) dapat membantu institusi pendidikan dalam pengelolaan dan penyebaran knowledge secara merata untuk meningkatkan kualitas pengetahuan pelaksana pendidikan dan peserta didiknya. Knowledge pada Program Studi Sistem Informasi UIN Jakarta belum terkelola dan tersebar secara merata, di mana pengetahuan mengenai materi kuliah, prosedur pelayanan akademik, ataupun pengalaman dalam menyelesaikan masalah terkait kegiatan perkuliahan masih tersimpan di masing-masing mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan KMS yang memberikan layanan sharing materi kuliah, pusat pengetahuan mengenai prosedur pelayanan akademik, serta menghasilkan knowledge hasil diskusi bagi mahasiswa dan dosen dalam membahas kegiatan perkuliahan untuk Program Studi Sistem Informasi UIN Jakarta. Siklus KM yang digunakan adalah Zack dan Meyer dengan Model Knowledge Conversion Socialization, Externalization, Combination, dan Internalization (SECI) pada tahap refine. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Rapid Application Development (RAD). Hasil penelitian ini adalah KMS yang dapat mengelola dan mewadahi sharing materi kuliah, pusat informasi prosedur pelayanan, dan menciptakan knowledge hasil diskusi untuk mahasiswa dan dosen. Manfaat penelitian ini adalah memudahkan Program Studi dalam mengelola dan meratakan penyebaran pengetahuan, serta memudahkan mahasiswa dan dosen dalam berbagi pengetahuan materi kuliah dan kegiatan perkuliahan.

Kata Kunci: Knowledge Management System, Pelayanan Akademik, Zack dan Meyer, Model SECI, Rapid Application Development.

V Bab + 415 Halaman + lxv Halaman + 121 Gambar + 88 Tabel + 4 Simbol + Pustaka + Lampiran

(8)
(9)

vi

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberi rahmat-Nya, kemudahan dan kelancaran bagi peneliti dalam menyelesaikan skripsi dengan judul “Rancang Bangun Knowledge Management System Sharing Materi Kuliah, Forum Diskusi, dan Prosedur Pelayanan Akademik Program Studi Berbasis Android (Studi Kasus: Program Studi Sistem Informasi UIN Jakarta)”. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, kerabat, serta muslimin dan muslimat, semoga kita semua mendapatkan syafa’at dari beliau di akhirat nanti. Aamiin.

Dalam penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak. Penulis sangat berterima kasih kepada:

1. Ibu Prof. Dr. Lily Surraya Eka Putri, M.Env.Stud selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Bapak A’ang Subiyakto, Ph.D selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Ibu Nida’ul Hasanati, MMSI, selaku Sekretaris Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

(10)

vii

4. Ibu Yuni Sugiarti, M.Kom selaku dosen pembimbing I yang telah mengarahkan penelitian, memberikan saran, bimbingan, ilmu, dan motivasi dalam menyelesaikan skripsi ini.

5. Bapak Nuryasin, M.Kom selaku dosen pembimbing II yang telah mengarahkan penelitian, memberikan saran, bimbingan, ilmu, dan motivasi dalam menyelesaikan skripsi ini.

6. Dosen-dosen Program Studi Sistem Informasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan ilmu selama perkuliahan dan tak lupa untuk ibu Nur Aeni, MMSI selaku pembimbing akademik yang selalu mengarahkan saya dalam menyelesaikan studi.

7. Kedua Orang Tua peneliti, Ibu Kartini dan Bapak Komarudin yang selalu memberikan doa, semangat, dan motivasi sehingga peneliti dapat menyelesaikan penelitian ini.

8. Kedua Kakak peneliti, Nurul Pra Ramadinni dan Nurul Maulidyanti yang selalu memberikan bantuan, saran, semangat, dan menjadi pendengar yang baik bagi penulis.

9. Teman-teman yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini serta memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan penulis, yaitu Rizki Ramadhan, Viranda Adhiazni, Imam Taufiq Ponco Utomo, Taufan Yogi Adam, Rivaldi Zidan, dan Hanif Aulia Fikri.

(11)

viii

10. Seluruh anggota JOGI yang selalu memberikan semangat dan hiburan bagi penulis.

11. Keluarga besar Sistem Informasi angkatan 2016 yang menjadi motivasi peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.

12. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini.

Peneliti menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi masih banyak kekurangan yang disebabkan keterbatasan pengetahuan peneliti. Untuk itu, kiranya pembaca dapat memaklumi atas kekurangan dalam penelitian ini.

Akhir kata peneliti berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pihak Program Studi Sistem Informasi UIN Jakarta dan para pembaca.

Jakarta, Februari 2021

Akbar Riski 11160930000050

(12)
(13)

ix DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL... i

LEMBAR PENGESAHAN... ii

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN ... iii

LEMBAR PERNYATAAN ... iv

ABSTRAK ... v

KATA PENGANTAR... vi

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR SIMBOL... xx

DAFTAR TABEL ... xxiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Identifikasi Masalah ... 9 1.3 Rumusan Masalah ... 10 1.4 Batasan Masalah ... 10 1.5 Tujuan Penelitian ... 11 1.6 Manfaat Penelitian ... 12 1.7 Sistematika Penulisan ... 12

BAB II LANDASAN TEORI ... 14

2.1 Konsep Rancang Bangun ... 14

2.2 Konsep Sistem Informasi ... 16

2.2.1 Pengertian Sistem ... 16

(14)

x

2.2.3 Pengertian Sistem Informasi ... 17

2.2.4 Komponen Sistem Informasi... 19

2.3 Konsep Knowledge Management ... 20

2.3.1 Pengertian Knowledge ... 20

2.3.2 Macam-Macam Knowledge... 21

2.3.3 Konversi Pengetahuan ... 22

2.3.4 Pengertian Knowledge Management ... 25

2.3.5 Proses Knowledge Management... 28

2.3.6 Manfaat Knowledge Management... 32

2.3.7 Pengertian Knowledge Management System ... 33

2.4 Siklus Knowledge Management ... 36

2.4.1 Siklus Knowledge Management Zack dan Meyer... 37

2.4.2 Tahapan Siklus Knowledge Management Zack dan Meyer ... 39

2.4.3 Alasan Penggunaan Siklus KM Zack dan Meyer... 42

2.4.4 Alasan Penggunaan Model Knowledge Conversion Nonaka dan Takeuchi ... 43

2.5 Materi Perkuliahan Program Studi Sistem Informasi... 44

2.6 Forum Diskusi ... 45

2.6.1 Forum ... 45

2.6.2 Forum Diskusi ... 45

2.6.3 Forum Diskusi Online ... 46

2.7 Pelayanan Akademik Program Studi ... 47

2.7.1 Pengertian Pelayanan Akademik... 47

2.7.2 Pelayanan Akademik Prodi Sistem Informasi UIN Jakarta ... 48

(15)

xi

2.8.1 Android... 49

2.9 Metode Pengumpulan Data ... 50

2.9.1 Studi Pustaka ... 50

2.9.2 Wawancara ... 51

2.9.3 Observasi ... 51

2.10 Rapid Application Development (RAD)... 51

2.10.1 Definisi RAD... 51

2.10.2 Tahapan-tahapan RAD ... 52

2.10.3 Kelebihan dan Kekurangan RAD... 54

2.10.4 Alasan Penggunaan RAD ... 56

2.11 Unified Modeling Language (UML) ... 58

2.11.1 Diagram UML ... 58

2.12 Konsep Basis Data... 66

2.12.1 Pengertian Basis Data... 66

2.13 Prototyping ... 67

2.13.1 Pengertian Prototyping... 67

2.14 Tools Pengembangan Perangkat Lunak... 69

2.14.1 Figma... 69

2.14.2 JavaScript ... 70

2.14.3 JavaScript Object Notation... 71

2.14.4 React Native ... 73

2.14.5 Google Firebase... 74

2.15 Pengujian Sistem ... 76

2.15.1 Pengujian Black Box... 77

(16)

xii

2.15.3 Alasan Penggunaan Pengujian ... 80

2.16 Penelitian Sejenis... 81

BAB III METODOLOGI PENELITIAN... 86

3.1 Metode Pengumpulan Data ... 86

3.1.1 Observasi ... 86

3.1.2 Wawancara ... 87

3.1.3 Studi Pustaka ... 88

3.2 Metode Pengembangan Sistem... 89

3.2.1 Perencanaan Kebutuhan ... 89

3.2.2 Tahap Perancangan Desain ... 91

3.2.3 Tahap Implementasi ... 92

3.3 Kerangka Penelitian... 94

3.3.1 Proses Knowledge Management System ... 95

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM... 99

4.1 Requirements Planning ... 99

4.1.1 Gambaran Umum Program Studi Sistem Informasi UIN Jakarta ... 99

4.1.2 Analisis Sistem Berjalan ... 107

4.1.3 Identifikasi Masalah ... 119

4.1.4 Analisis Sistem Usulan... 122

4.1.5 Analisis Kebutuhan Sistem ... 133

4.2 Design Workshop... 135

4.2.1 Perancangan Proses ... 135

4.2.2 Perancangan Database ... 247

4.2.3 Perancangan Interface ... 313

(17)

xiii

4.3.1 Coding (Pengkodean) ... 355

4.3.2 Testing (Pengujian) ... 355

4.4 Ulasan dan Implikasi ... 403

BAB V PENUTUP... 404

5.1 Kesimpulan ... 404

5.2 Saran ... 405

DAFTAR PUSTAKA ... 406

LAMPIRAN I HASIL WAWANCARA... xxvii LAMPIRAN II DOKUMEN DAN SURAT-SURAT... lxv

(18)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Siklus Knowledge Management Zack dan Meyer (Dalkir, 2017) ... 38

Gambar 2.2 Contoh Use Case Diagram ... 61

Gambar 2.3 Contoh Activity Diagram (Aulia Fadhillah, 2020) ... 63

Gambar 2.4 Contoh Class Diagram ... 64

Gambar 2.5 Contoh Sequence Diagram ... 65

Gambar 2.6 Metode Prototyping (Pradipta et al., 2015) ... 68

Gambar 2.7 Arsitektur Sistem Firebase (Sonita & Fardianitama, 2018)... 76

Gambar 3.1 Kriteria untuk Memilih Metodologi Pengembangan Sistem (Dennis et al., 2015) ... 57

Gambar 3.2 Kerangka Penelitian ... 94

Gambar 3.3 Flowchart Pemrosesan Knowledge dan Informasi pada KMS ... 97

Gambar 4.1 Rich Picture Sistem Berjalan Sharing Materi Perkuliahan ... 113

Gambar 4.2 Rich Picture Sistem Berjalan Prosedur Pelayanan Akademik... 114

Gambar 4.3 Rich Picture Sistem Berjalan Diskusi Antar Mahasiswa atau Dosen ... 115

Gambar 4.4 Rich Picture Sistem Usulan ... 130

Gambar 4.5 Flowchart Pemrosesan Knowledge dan Informasi pada KMS ... 132

Gambar 4.6 Use Case Diagram Knowledge Management System ... 141

Gambar 4.7 Activity Diagram Login ... 215

Gambar 4.8 Activity Diagram Logout ... 216

Gambar 4.9 Activity Diagram Tambah User ... 217

Gambar 4.10 Activity Diagram Edit User ... 218

Gambar 4.11 Activity Diagram Hapus User... 219

Gambar 4.12 Activity Diagram Tambah Mata Kuliah... 220

Gambar 4.13 Activity Diagram Edit Mata Kuliah ... 221

Gambar 4.14 Activity Diagram Hapus Mata Kuliah ... 222

Gambar 4.15 Activity Diagram Validasi Materi Kuliah ... 223

Gambar 4.16 Activity Diagram Kelola Materi Kuliah... 224

Gambar 4.17 Activity Diagram Validasi Forum Diskusi... 225

(19)

xv

Gambar 4.19 Activity Diagram Kelola Jenis Pelayanan Akademik Prodi ... 227

Gambar 4.20 Activity Diagram Kelola Prosedur Pelayanan Akademik Prodi .. 229

Gambar 4.21 Activity Diagram Validasi Request Prosedur... 230

Gambar 4.22 Activity Diagram Prosedur Pelayanan Akademik Prodi... 231

Gambar 4.23 Activity Diagram Request Prosedur ... 232

Gambar 4.24 Activity Diagram Forum Diskusi/Tambah Forum Diskusi... 233

Gambar 4.25 Activity Diagram Forum Diskusi/Edit Forum Diskusi ... 234

Gambar 4.26 Activity Diagram Forum Diskusi/Hapus Forum Diskusi... 235

Gambar 4.27 Activity Diagram Forum Diskusi/Tambah Komentar Forum Diskusi ... 237

Gambar 4.28 Activity Diagram Forum Diskusi/Hapus Komentar Forum Diskusi ... 238

Gambar 4.29 Activity Diagram Forum Diskusi/Menyukai Komentar... 239

Gambar 4.30 Activity Diagram Forum Diskusi/Knowledge Diskusi ... 240

Gambar 4.31 Activity Diagram Tambah Materi Kuliah ... 241

Gambar 4.32 Activity Diagram Edit Materi Kuliah... 243

Gambar 4.33 Activity Diagram Hapus Materi Kuliah ... 244

Gambar 4.34 Activity Diagram Unduh Materi Kuliah ... 245

Gambar 4.35 Activity Diagram Menyukai Materi Kuliah ... 246

Gambar 4.36 Class Diagram Knowledge Management System ... 247

Gambar 4.37 Mapping Kardinalitas ... 249

Gambar 4.38 Skema Database ... 258

Gambar 4.39 Sequence Diagram Login... 284

Gambar 4.40 Sequence Diagram Logout... 285

Gambar 4.41 Sequence Diagram Tambah User ... 286

Gambar 4.42 Sequence Diagram Edit User ... 287

Gambar 4.43 Sequence Diagram Hapus User ... 288

Gambar 4.44 Sequence Diagram Tambah Mata Kuliah... 289

Gambar 4.45 Sequence Diagram Edit Mata Kuliah ... 290

Gambar 4.46 Sequence Diagram Hapus Mata Kuliah... 291

(20)

xvi

Gambar 4.48 Sequence Diagram Kelola Materi Kuliah... 293

Gambar 4.49 Sequence Diagram Validasi Forum Diskusi... 294

Gambar 4.50 Sequence Diagram Hapus Forum Diskusi... 295

Gambar 4.51 Sequence Diagram Kelola Jenis Pelayanan Akademik Prodi ... 296

Gambar 4.52 Sequence Diagram Kelola Prosedur Pelayanan Akademik Prodi 297 Gambar 4.53 Sequence Diagram Prosedur Pelayanan Akademik Prodi ... 298

Gambar 4.54 Sequence Diagram Prosedur Pelayanan Akademik Prodi/Lihat Prosedur... 299

Gambar 4.55 Sequence Diagram Prosedur Pelayanan Akademik Prodi/Request Prosedur... 300

Gambar 4.56 Sequence Diagram Forum Diskusi/Tambah Forum Diskusi ... 301

Gambar 4.57 Sequence Diagram Forum Diskusi/Edit Forum Diskusi ... 302

Gambar 4.58 Sequence Diagram Forum Diskusi/Hapus Forum Diskusi... 303

Gambar 4.59 Sequence Diagram Forum Diskusi/Tambah Komentar Forum Diskusi... 304

Gambar 4.60 Sequence Diagram Forum Diskusi/Hapus Komentar Forum Diskusi ... 305

Gambar 4.61 Sequence Diagram Forum Diskusi/Menyukai Komentar Diskusi ... 306

Gambar 4.62 Sequence Diagram Forum Diskusi/Knowledge Diskusi... 307

Gambar 4.63 Sequence Diagram Tambah Materi Kuliah ... 308

Gambar 4.64 Sequence Diagram Edit Materi Kuliah... 309

Gambar 4.65 Sequence Diagram Hapus Materi Kuliah ... 310

Gambar 4.66 Sequence Diagram Unduh dan Baca Materi Kuliah... 311

Gambar 4.67 Sequence Diagram Menyukai Materi Kuliah ... 312

Gambar 4.68 Perancangan Struktur Menu Aplikasi Admin... 313

Gambar 4.69 Perancangan Struktur Menu Aplikasi Kaprodi ... 313

Gambar 4.69 Perancangan Struktur Menu Aplikasi Mahasiswa dan Dosen ... 314

Gambar 4.71 Perancangan Interface Halaman Kelola User untuk Admin ... 314

Gambar 4.72 Perancangan Interface Tambah User untuk Admin ... 315

(21)

xvii

Gambar 4.74 Perancangan Interface Edit User untuk Admin... 317 Gambar 4.75 Perancangan Interface Halaman Kelola Mata Kuliah untuk Admin dan Kaprodi ... 318 Gambar 4.76 Perancangan Interface Tambah Mata Kuliah untuk Admin dan Kaprodi ... 319 Gambar 4.77 Perancangan Interface Edit Mata Kuliah untuk Admin dan Kaprodi ... 320 Gambar 4.78 Perancangan Interface Halaman Kelola Materi Kuliah untuk Admin dan Kaprodi ... 321 Gambar 4.79 Perancangan Interface Approval Materi Kuliah untuk Admin dan Kaprodi ... 322 Gambar 4.80 Perancangan Interface Edit Materi Kuliah untuk Admin dan

Kaprodi ... 323 Gambar 4.81 Perancangan Interface Halaman Materi Kuliah untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi ... 324 Gambar 4.82 Perancangan Interface Lihat Materi Kuliah untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi ... 325 Gambar 4.83 Perancangan Interface Detail Materi Kuliah untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi ... 326 Gambar 4.84 Perancangan Interface Tambah Materi Kuliah E-book untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi... 327 Gambar 4.85 Perancangan Interface Tambah Materi Kuliah E-journal untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi... 328 Gambar 4.86 Perancangan Interface Tambah Materi Kuliah File Lainnya untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi... 329 Gambar 4.87 Perancangan Interface Kelola Forum Diskusi (Admin dan Kaprodi) ... 330 Gambar 4.88 Perancangan Interface Approval Forum Diskusi untuk Admin dan Kaprodi ... 331 Gambar 4.89 Perancangan Interface Halaman Forum Diskusi untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi ... 332

(22)

xviii

Gambar 4.90 Perancangan Interface Tambah Diskusi untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi ... 333 Gambar 4.91 Perancangan Interface Lihat Diskusi untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi ... 334 Gambar 4.92 Perancangan Interface Cari Diskusi untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi ... 335 Gambar 4.93 Perancangan Interface Cari Knowledge Diskusi untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi ... 336 Gambar 4.94 Perancangan Interface Knowledge Diskusi untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi ... 337 Gambar 4.95 Perancangan Interface Halaman Kelola Jenis Pelayanan Akademik untuk Admin dan Kaprodi ... 338 Gambar 4.96 Perancangan Interface Tambah Jenis Pelayanan Akademik untuk Admin dan Kaprodi... 339 Gambar 4.97 Perancangan Interface Edit Jenis Pelayanan Akademik untuk Admin dan Kaprodi... 340 Gambar 4.98 Perancangan Interface Halaman Kelola Prosedur Pelayanan

Akademik untuk Admin dan Kaprodi... 341 Gambar 4.99 Perancangan Interface Edit Prosedur Pelayanan Akademik untuk Admin dan Kaprodi... 342 Gambar 4.100 Perancangan Interface Halaman Pelayanan Akademik untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi... 343 Gambar 4.101 Perancangan Interface List Pelayanan untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi ... 344 Gambar 4.102 Perancangan Interface Lihat Pelayanan untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi ... 345 Gambar 4.103 Perancangan Interface Request Prosedur Pelayanan untuk

Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi... 346 Gambar 4.104 Perancangan Interface Halaman Account untuk Admin ... 347 Gambar 4.105 Perancangan Interface Halaman Account untuk Mahasiswa dan Dosen... 348

(23)

xix

Gambar 4.106 Perancangan Interface Halaman Account untuk Kaprodi... 349 Gambar 4.107 Perancangan Interface Materi Kuliah Diunggah untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi ... 350 Gambar 4.108 Perancangan Interface Edit Materi Kuliah untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi ... 351 Gambar 4.109 Perancangan Interface Diskusi Dibuat untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi ... 352 Gambar 4.110 Perancangan Interface User Profile untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi ... 353 Gambar 4.111 Perancangan Interface Rank Medal Details untuk Mahasiswa, Dosen, dan Kaprodi ... 354

(24)

xx

DAFTAR SIMBOL

1. Simbol Use Case Diagram (Sugiarti, 2013)

(25)

xxi 3. Simbol Class Diagram (Sugiarti, 2013)

(26)

xxii

(27)

xxiii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Simbol Use Case Diagram (Sugiarti, 2013) ... 60 Tabel 2.2 Simbol Activity Diagram (Sugiarti, 2013)... 62 Tabel 2.3 Simbol Sequence Diagram (Sumarna, 2019) ... 65 Tabel 4.1 Kurikulum Materi Perkuliahan Program Studi Sistem Informasi UIN Jakarta... 103 Tabel 4.2 Kebutuhan Fungsional Knowledge Management System ... 133 Tabel 4.3 Kebutuhan Non-Fungsional Knowledge Management System... 134 Tabel 4.4 Identifikasi Aktor pada Knowledge Management System ... 135 Tabel 4.5 Identifikasi Use Case pada Knowledge Management System ... 136 Tabel 4.6 Use Case Scenario Login ... 142 Tabel 4.7 Use Case Scenario Logout ... 143 Tabel 4.8 Use Case Scenario Kelola User/Tambah User ... 144 Tabel 4.9 Use Case Scenario Kelola User/Edit User... 147 Tabel 4.10 Use Case Scenario Kelola User/Hapus User ... 149 Tabel 4.11 Use Case Scenario Kelola Mata Kuliah/Tambah Mata Kuliah ... 152 Tabel 4.12 Use Case Scenario Kelola Mata Kuliah/Edit Mata Kuliah ... 154 Tabel 4.13 Use Case Scenario Kelola Mata Kuliah/Hapus Mata Kuliah ... 157 Tabel 4.14 Use Case Scenario Validasi Materi Kuliah... 159 Tabel 4.15 Use Case Scenario Kelola Materi Kuliah ... 162 Tabel 4.16 Use Case Scenario Validasi Forum Diskusi ... 166 Tabel 4.17 Use Case Scenario Hapus Forum Diskusi... 169 Tabel 4.18 Use Case Scenario Kelola Jenis Pelayanan Akademik Prodi ... 171 Tabel 4.19 Use Case Scenario Kelola Prosedur Pelayanan Akademik Prodi .... 176 Tabel 4.20 Use Case Scenario Validasi Request Prosedur ... 181 Tabel 4.21 Use Case Scenario Prosedur Pelayanan Akademik Prodi... 184 Tabel 4.22 Use Case Scenario Prosedur Pelayanan Akademik Prodi/Request Prosedur... 186 Tabel 4.23 Use Case Scenario Forum Diskusi/Tambah Forum Diskusi... 188 Tabel 4.24 Use Case Scenario Forum Diskusi/Edit Forum Diskusi ... 190

(28)

xxiv

Tabel 4.25 Use Case Scenario Forum Diskusi/Hapus Forum Diskusi ... 193 Tabel 4.26 Use Case Scenario Forum Diskusi/Tambah Komentar Forum Diskusi ... 195 Tabel 4.27 Use Case Scenario Forum Diskusi/Hapus Komentar Forum Diskusi ... 197 Tabel 4.28 Use Case Scenario Forum Diskusi/Menyukai Komentar Diskusi ... 199 Tabel 4.29 Use Case Scenario Forum Diskusi/Knowledge Diskusi ... 201 Tabel 4.30 Use Case Scenario Materi Kuliah/Tambah Materi Kuliah ... 203 Tabel 4.31 Use Case Scenario Materi Kuliah/Edit Materi Kuliah... 205 Tabel 4.32 Use Case Scenario Materi Kuliah/Hapus Materi Kuliah ... 208 Tabel 4.33 Use Case Scenario Materi Kuliah/Unduh dan Baca Materi Kuliah . 210 Tabel 4.34 Use Case Scenario Materi Kuliah/Menyukai Materi Kuliah ... 212 Tabel 4.35 Matriks CRUD Knowledge Management System... 250 Tabel 4.36 Tabel User ... 259 Tabel 4.37 Tabel Mahasiswa ... 260 Tabel 4.38 Tabel Dosen ... 261 Tabel 4.39 Tabel Kaprodi ... 262 Tabel 4.40 Tabel Admin... 263 Tabel 4.41 Tabel Mata Kuliah ... 264 Tabel 4.42 Tabel Materi Kuliah ... 265 Tabel 4.43 Tabel E-book ... 267 Tabel 4.44 Tabel E-journal ... 268 Tabel 4.45 Tabel Request Materi Kuliah... 269 Tabel 4.46 Tabel Komentar Request Materi Kuliah... 272 Tabel 4.47 Tabel Jenis Pelayanan Akademik Prodi ... 273 Tabel 4.48 Tabel Prosedur Pelayanan Akademik Prodi ... 274 Tabel 4.49 Tabel Request Prosedur Pelayanan Akademik Prodi ... 275 Tabel 4.50 Tabel Komentar Request Forum Diskusi ... 276 Tabel 4.51 Tabel Kategori Diskusi... 277 Tabel 4.52 Tabel Forum Diskusi ... 278 Tabel 4.53 Tabel Komentar Diskusi... 279

(29)

xxv

Tabel 4.54 Tabel Request Forum Diskusi ... 280 Tabel 4.55 Tabel Komentar Request Forum Diskusi ... 281 Tabel 4.56 Tabel Edit E-book... 282 Tabel 4.57 Tabel Edit E-journal... 283 Tabel 4.58 Pengujian Use Case Login... 356 Tabel 4.59 Pengujian Use Case Logout... 357 Tabel 4.60 Pengujian Use Case Kelola User/Tambah User ... 357 Tabel 4.61 Pengujian Use Case Kelola User/Edit User ... 359 Tabel 4.62 Pengujian Use Case Kelola User/Hapus User ... 361 Tabel 4.63 Pengujian Use Case Tambah Mata Kuliah... 362 Tabel 4.64 Pengujian Use Case Edit Mata Kuliah ... 363 Tabel 4.65 Pengujian Use Case Hapus Mata Kuliah... 366 Tabel 4.66 Pengujian Use Case Kelola Materi Kuliah... 367 Tabel 4.67 Pengujian Use Case Kelola Forum Diskusi ... 371 Tabel 4.68 Pengujian Use Case Kelola Jenis Pelayanan Akademik Prodi ... 372 Tabel 4.69 Pengujian Use Case Kelola Prosedur Pelayanan Akademik Prodi .. 375 Tabel 4.70 Pengujian Use Case Tambah Prosedur Pelayanan Akademik Prodi 378 Tabel 4.71 Pengujian Use Case Edit Prosedur Pelayanan Akademik Prodi ... 380 Tabel 4.72 Pengujian Use Case Request Prosedur Pelayanan Akademik Prodi 382 Tabel 4.73 Pengujian Use Case Validasi Request Prosedur Pelayanan Akademik Prodi ... 384 Tabel 4.74 Pengujian Use Case Tambah Forum Diskusi ... 386 Tabel 4.75 Pengujian Use Case Edit Forum Diskusi ... 387 Tabel 4.76 Pengujian Use Case Hapus Forum Diskusi... 389 Tabel 4.77 Pengujian Use Case Tambah Komentar Forum Diskusi ... 390 Tabel 4.78 Pengujian Use Case Hapus Komentar Forum Diskusi... 391 Tabel 4.79 Pengujian Use Case Menyukai Komentar Forum Diskusi... 392 Tabel 4.80 Pengujian Use Case Knowledge Diskusi... 393 Tabel 4.81 Pengujian Use Case Tambah Materi Kuliah ... 394 Tabel 4.82 Pengujian Use Case Edit Materi Kuliah... 396 Tabel 4.83 Pengujian Use Case Hapus Materi Kuliah ... 399

(30)

xxvi

Tabel 4.84 Pengujian Use Case Unduh dan Baca Materi Kuliah... 401 Tabel 4.85 Pengujian Use Case Menyukai Materi Kuliah ... 402

(31)
(32)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sumber daya yang paling strategis, signifikan pada organisasi serta menjadi faktor utama penentu keuntungan kompetitif berkelanjutan dan kinerja organisasi adalah sumber daya pengetahuan (Agarwal & Marouf, 2014). Sedangkan Knowledge Management (KM) dapat diartikan sebagai sebuah tindakan sistematis untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan mendistribusikan segenap jejak pengetahuan yang relevan kepada setiap anggota organisasi tersebut, dengan tujuan meningkatkan daya saing organisasi (Wulantika, 2012).

Konsep KM mencoba menggabungkan dua kekuatan besar, yaitu Knowledge dan Management dengan mengelola semua sumber daya (resource) yang ada dalam perusahaan sehingga mudah untuk disimpan, diperoleh kembali, serta didistribusikan kepada orang yang tepat secara cepat sesuai kebutuhan (Sulaiman, 2015).

Selain pada sektor bisnis, KM juga dapat dimanfaatkan dalam sektor pendidikan. Dengan KM, peneliti dapat membantu institusi pendidikan dalam mengembangkan kemampuan tenaga pendidiknya maupun memberi kemudahan pada peserta didik dalam menjalankan kegiatan-kegiatan pada institusi pendidikan tersebut. Hal ini juga merupakan wujud dari keselarasan tujuan dan objektif dari perguruan tinggi dengan prinsip-prinsip KM.

(33)

2 Hal ini juga diperkuat dengan pernyataan bahwa universitas dan perguruan tinggi memiliki peran utama yaitu memberikan pengetahuan (Agarwal & Marouf, 2014).

Knowledge Management System (KMS) merupakan penerapan KM dengan bantuan teknologi. KMS membantu perkembangan organisasi menjadi sebuah organisasi pembelajaran. Knowledge ini harus dikelola (managed), harus direncanakan dan diimplementasikan. Perubahan yang terjadi di dalam dan di luar organisasi mengharuskan organisasi untuk terus menerus belajar dan beradaptasi, agar dapat mengikuti perubahan atau berada di depan perubahan tersebut agar dapat tetap mempertahankan diri dan tidak tertinggal dalam gejolak perubahan (Sulaiman, 2015).

KMS sangatlah penting bagi suatu institusi pendidikan, hal ini telah sering dibahas pada berbagai jurnal. KMS sangat penting untuk diimplementasikan di suatu organisasi atau perusahaan karena dapat meningkatkan pengetahuan bagi karyawan secara akurat dan merata. Hal ini disebabkan karena karyawan mendapat knowledge dari sumber KMS yang sama.

Semakin meningkatnya kesadaran organisasi ataupun perusahan mengenai pentingnya pengelolaan pengetahuan, jumlah penelitian mengenai KMS pun semakin meningkat. Moriza Husna (2019) melakukan penelitian Rancang Bangun Knowledge Management System Materi Kuliah Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (Studi Kasus Perguruan Tinggi Negeri Se-DKI Jakarta). Penelitian ini dilatar belakangi dengan dibukanya pasar

(34)

3 perdagangan bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), semakin meningkatkan persaingan kerja yang dihadapi lulusan sistem informasi. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem yang dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa dengan cara saling berbagi pengetahuan mahasiswa sistem informasi tanpa mengenal perbedaan universitas. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan KMS materi kuliah mahasiswa sistem informasi yang memberikan layanan sharing pengetahuan yang mudah diakses oleh mahasiswa secara efektif dan efisien. Hasil penelitian ini adalah Knowledge Management System materi perkuliahan mahasiswa sistem informasi antar perguruan tinggi negeri di DKI Jakarta, yang dapat mendistribusikan baik pengetahuan tacit, maupun eksplisit di antara mahasiswa.

Safira Aulia Fadhillah (2020) juga melakukan penelitian mengenai KMS dengan judul penelitian Rancang Bangun Knowledge Management System Berbasis Web untuk Meningkatkan Kinerja Pegawai (Studi Kasus: PT. Syarfi Teknologi Finansial). Penelitian ini dilatar belakangi tidak terkelolanya knowledge perusahaan. Knowledge tersebut masih tersimpan di masing-masing karyawan sehingga sering terjadinya brain dain (kehilangan pengetahuan). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah sistem sharing informasi aktivitas perusahaan dengan merancang KMS untuk membantu karyawan dalam meningkatkan pengetahuan karyawan, sehingga knowledge yang dimiliki karyawan dapat bertambah dan kinerja karyawan menjadi meningkat. Hasil dari penelitian ini adalah rancang bangun sebuah sistem yang membantu karyawan dalam mendapatkan

(35)

4 knowledge, memudahkan sharing knowledge antar karyawan, sehingga meningkatkan kualitas kinerja karyawan.

Fryonanda, Rusli, & Rany (2018) melakukan penelitian Perancangan Knowledge Center untuk Mahasiswa pada Kalbis Institute berbasis Website. Penelitian ini dilatar belakangi permasalahan menelusuri atau mencari pengetahuan yang sudah ada untuk dikembangkan menjadi pengetahuan baru (riset) atau hanya sebatas transfer pengetahuan. Dimana mahasiswa kesulitan dalam berkomunikasi kepada sesama civitas Kalbis Institute yang berbeda tingkat ataupun strata (sarjana dan pascasarjana). Seiring berjalannya penelitian, pengetahuan akan hilang ketika pemilik pengetahuan berhenti. Penelitian ini bertujuan menunjang kegiatan riset dengan efektif dan efisien. Hasilnya, dengan KMS yang dibangun, pengetahuan yang ada di Kalbis Institute dapat ditemukan, ditransfer, dikelola sehingga dapat menciptakan bentuk pengetahuan baru. Anggota di Kalbis Institute dapat berdiskusi, berbagi, dan mencari pengetahuan.

Penelitian lainnya, Yuni Sugiarti (2014)melakukan penelitian Berbagi Bahan Belajar Online untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogis dan Profesional Dosen. Penelitian ini dilatar belakangi dengan masih banyaknya dosen yang merasa kesulitan membuat bahan ajar pada mata kuliah yang diampu. Penyebabnya diantaranya, karena tidak linier dengan keilmuannya. Kondisi tersebut diperparah dengan seringnya berganti mata kuliah yang diampunya dalam setiap semester serta kurang meratanya kompetensi pendagogis dan profesional dosen. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui

(36)

5 kompetensi dosen dalam rangka merancang sharing bahan belajar online untuk meningkatkan kompetensinya, khususnya kompetensi pedagogik dan profesional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen masih kurang menguasai kompetensi pedagogik terutama aspek menguasai teori belajar dan prinsip pembelajaran, kompetensi profesional terutama aspek kurang menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan. Kompetensi yang termasuk kategori cukup adalah aspek mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan yang diajarkan kepada anak didik, menyelenggarakan kegiatan yang mendidik, memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi, serta aspek tindakan reflektif.

Selain itu, Sugiarti dan Sulaeman (2015) juga melakukan penelitian Rancang Bangun Knowledge Management System Bahan Ajar Online dalam Meningkatkan Kompetensi Guru MTs Negeri 2 Pamulang yang dilatar belakangi dengan masih banyaknya guru yang mengajar merasa kesulitan membuat bahan ajar mata pelajaran yang diampu. Disebabkan seringnya berganti mata pelajaran yang diampunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Knowledge Management System bahan ajar dalam meningkatkan kompetensi guru MTs negeri 2 Pamulang. Hasil penelitian ini para guru MTs bisa memanfaatkan website sistem pembelajaran, melalui sharing knowledge sebagai sumber belajar untuk meningkatkan kompetensi guru yang mudah di pahami. Khususnya peningkatan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional bagi guru MTs. Selain itu, hasil penelitian ini

(37)

6 dapat menjadi model penerapan Knowledge Management System dalam sistem pembelajaran untuk MTs.

KMS dapat menyelesaikan beberapa masalah yang kerap terjadi dalam penyebaran knowledge, seperti terdapat kesenjangan pengetahuan antara guru senior dan guru muda(Dirgantoro, 2014). Permasalahan lainnya adalah sistem training atau workshop tidak memiliki media penyimpanan dan tidak adanya perpindahan knowledge training sehingga mengakibatkan guru yang tidak mengikuti training tidak mengetahui hasil training tersebut (Mardhotillah, 2011). Dalam menyelsaiakan masalah ini, KMS bisa dijadikan sarana berbagi bahan ajar antar guru. Setiap guru memiliki akun pribadi dan guru dapat mengunggah materi pembelajaran ke situs web, mengunggah pertanyaan tes, soal ujian, memvariasikan soal ujian yang akan dikeluarkan selama ujian, dan berdiskusi di forum dengan guru lainnya (Sugiarti & Kumaladewi, 2017).

Kenyataannya masih banyak dosen yang merasa kesulitan membuat bahan ajar pada mata kuliah yang diampu. Penyebabnya diantaranya, karena tidak linier dengan keilmuannya. Kondisi tersebut diperparah dengan seringnya berganti mata kuliah yang diampunya dalam setiap semester (Sugiarti, 2014).

Permasalahan mengenai penyebaran knowledge juga dapat terjadi pada prosedur pelayanan akademik di institusi pendidikan. Akademik adalah seluruh lembaga pendidikan formal baik pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikann menengah, pendidikan kejuruan, maupun

(38)

7 perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam suatu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni tertentu (Subhansyah, 2011). Sehingga pelayanan akademik dapat disimpulkan sebagai segala jenis layanan yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan akademik dan prosedur pelayanan akademik adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan pelayanan akademik tersebut.

Permasalahan pada pelayanan akademik di universitas atau perguruan tinggi yang biasa terjadi adalah sulitnya mahasiswa untuk mendapat informasi mengenai prosedur dari layanan akademik tertentu, dan lambatnya informasi yang disampaikan apabila terjadi pembaruan pada salah satu atau seluruh layanan akademik. Terkadang mahasiswa harus mendatangi langsung tempat pelayanan akademik universitas untuk mendapat informasi-informasi tertentu dan langkah-langkah untuk mendapatkan pelayanan tertentu atau bertanya kepada mahasiswa lain yang telah mengetahui informasi tersebut. Sehingga hal ini mengakibatkan tidak meratanya penyebaran pengetahuan atau informasi tentang prosedur pelayanan akademik pada seluruh mahasiswa.

Berdasarkan permasalahan pada studi literatur yang telah disebutkan, permasalahan tersebut juga terjadi pada Universtias Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta), khususnya pada Program Studi Sistem Informasi. Yaitu permasalahan pada sulitnya dosen dalam membuat bahan ajar pada mata kuliah tertentu, sulitnya mahasiswa dalam mendapat bahan

(39)

8 bacaan yang mendukung dan relevan dengan materi kuliah tertentu, tidak meratanya penyebaran knowledge mengenai prosedur pelayanan akademik Program Studi Sistem Informasi, serta tidak adanya tempat mencari solusi bagi mahasiswa maupun dosen mengenai permasalahan-permasalahan dalam proses perkuliahan maupun pelayanan akademik program studi.

Oleh karena itu, Program Studi Sistem Informasi pada UIN Jakarta membutuhkan KMS untuk dapat mengelola pengetahuan yang ada, agar pengetahuan-pengetahuan terdahulu maupun pengetahuan terkini mengenai aktivitas perkuliahan dapat tersimpan dan dapat digunakan, serta dapat menjadi tempat untuk berdiskusi serta memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi, selain itu juga diharapkan dengan adanya KMS dapat meningkatkan kemudahan bagi dosen dan mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi nya masing-masing.

Berdasarkan pada permasalahan di atas, peneliti tertarik untuk menerapkan KMS pada Program Studi Sistem Informasi UIN Jakarta dalam membantu pihak program studi, dosen, maupun mahasiswa untuk dapat saling mengelola pengetahuan bersama mengenai materi kuliah atau bahan ajar, dapat menjadi tempat diskusi pengetahuan baik bagi dosen maupun mahasiswa terkait perkuliahan maupun prosedur pelayanan akademik program studi dan dapat dijadikan sebagai landasan untuk pemecahan permasalahan-permasalahan yang ada. Untuk itu dibuatlah “Rancang Bangun Knowledge Management System Sharing Materi Kuliah, Forum

(40)

9 Diskusi, dan Prosedur Pelayanan Akademik Program Studi Berbasis Android (Studi Kasus: Program Studi Sistem Informasi UIN Jakarta)”.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat diidentifikasi permasalahan yang akan diselesaikan dalam penelitian yaitu:

1. Mahasiswa kesulitan dalam mencari bacaan-bacaan yg mendukung materi kuliah dan relevan dengan kualitas yang sesuai. Selain itu, dosen kesulitan dalam mencari referensi bahan ajar yang sesuai saat dosen mendapat tugas untuk mengajar materi yang belum pernah dia ajari sebelumnya.

2. Mahasiswa kesulitan dalam mencari solusi dari masalah-masalah yang terjadi terkait kegiatan perkuliahan dikarenakan tidak semuanya memiliki kenalan yang pernah mengalami masalah tersebut dan mengetahui solusinya.

3. Mahasiswa kesulitan dalam memperoleh informasi mengenai prosedur pelayanan program studi, dikarenakan harus bertanya kepada mahasiswa lain yang sudah mengetahui, dimana tidak semua mahasiswa memiliki kenalan yang mengetahui prosedur pelayanan program studi, sehingga mahasiswa harus bertanya langsung ke pihak program studi.

(41)

10 1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan hasil identifikasi masalah yang telah peneliti paparkan pada poin sebelumnya, dapat disimpulkan sebuah rumusan masalah, yaitu bagaimana membangun KMS yang dapat memberikan layanan sharing materi kuliah, pusat informasi prosedur pelayanan program studi, dan menciptakan knowledge hasil diskusi.

1.4 Batasan Masalah

Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan di atas maka ruang lingkup masalah dibatasi pada:

1. Penelitian ini dilakukan pada Program Studi Sistem Informasi UIN Jakarta.

2. Peneliti membangun KMS yang hanya melakukan pengelolaan materi kuliah, mewadahi sharing knowledge materi kuliah, penyimpanan informasi prosedur pelayanan program studi, serta hanya melakukan penciptaan knowledge dari hasil forum diskusi. 3. Penelitian ini tidak mencakup penciptaan pengetahuan baru dari

materi kuliah dan prosedur pelayanan program studi.

4. Siklus Knowledge Management yang digunakan dalam KMS ini adalah Siklus Knowledge Management Meyer dan Zack.

5. Model Knowledge Conversion pada proses refine yang digunakan adalah Model Knowledge Conversion Nonaka dan Takeuchi atau yang lebih dikenal dengan Model SECI.

(42)

11 6. Penelitian ini tidak membahas keamanan sistem.

7. Metodologi pengembangan sistem yang digunakan adalah Rapid Application Development (RAD).

8. Tools yang digunakan untuk menggambarkan desain sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML).

9. Desain sistem berbasis android dengan perancangan interface menggunakan software Figma.

10. Perancangan KMS berbasis Android menggunakan bahasa pemrograman JavaScript dengan framework React Native versi 0.62, dan database Google Firebase versi 17.4.3.

1.5 Tujuan Penelitian

Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun KMS yang dapat mengelola pengetahuan yang juga menjadi sarana untuk sharing materi kuliah, pencarian informasi mengenai prosedur pelayanan akademik program studi, dan menghasilkan pengetahuan dari forum diskusi untuk menciptakan solusi terkait permasalahan dalam perkuliahan pada Program Studi Sistem Informasi UIN Jakarta. Sedangkan secara khusus, penelitian ini bertujuan:

1. Merancang dan membangun KMS sharing materi kuliah, forum diskusi, dan prosedur pelayanan program studi.

(43)

12 2. Mengelola materi kuliah, forum diskusi, dan prosedur pelayanan program studi, serta memberikan layanan sharing materi kuliah, dan menghasilkan knowledge dari forum diskusi.

1.6 Manfaat Penelitian

1. Memudahkan mahasiswa dalam berbagi pengetahuan dan mencari pengetahuan berupa bacaan-bacaan yg mendukung materi kuliah, prosedur pelayanan prodi, dan pengetahuan terkait kegiatan perkuliahan, sehingga setiap mahassiwa dapat memiliki pengetahuan yang merata.

2. Memudahkan dosen dalam berbagi bahan ajar, referensi untuk pembuatan bahan ajar, dan berbagi pengalaman, sehingga dapat menjadi usaha untuk meratakan kualitas pengetahuan dosen.

3. Meningkatkan daya saing program studi sistem informasi UIN Jakarta, meningkatkan kualitas peserta didik dan penyelenggara pendidikan, serta memudahkan pihak program studi dalam menyebarkan pengetahuan dan mengendalikan kualitas pengetahuan yang tersebar.

1.7 Sistematika Penulisan

Dalam penyusunan laporan penelitian ini, pembahasan dilakukan dengan sistematika penelitian sebagai berikut:

(44)

13

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini dimuat latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika dari penulisan laporan penelitian ini.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini memuat pustaka dan landasan teori yang berkaitan dengan permasalahan penelitian, knowledge management system, siklus knowledge, model knowledge, metode pengembangan sistem, dan tools yang digunakan pada penelitian ini.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini menguraikan kerangka berpikir dalam penyusunan skripsi ini, metode dalam mengumpulkan data, tahapan yang dilakukan pada siklus KM dan model knowledge conversion yang digunakan, dan tahapan yang dilakukan dengan metode pengembangan sistem yang digunakan.

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

Bab ini menjelaskan gambaran umum objek penelitian, analisis sistem berjalan, identifikasi masalah, analisis sistem usulan, analisis kebutuhan sistem, dan tahap-tahap dalam membangun knowledge management system pada penelitian ini.

BAB V PENUTUP

Bab ini memuat kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan dan saran untuk penelitian sejenis selanjutnya.

(45)
(46)

14 BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Rancang Bangun

Perancangan merupakan langkah pertama dalam fase pengembangan rekayasa produk atau sistem, perancangan dapat diartikan sebagai proses mendasar untuk memahami mengapa sistem informasi harus dibangun dan menentukan bagaimana membangunnya (Dennis, Wixom, & Roth, 2015). Menurut Taylor pada (Pressman, 2012) perancangan itu adalah proses penerapan berbagai teknik dan prinsip yang bertujuan untuk mendefinisikan sebuah peralatan, satu proses atau satu sistem secara detail yang membolehkan dilakukan realisasi fisik. Rancangan menciptakan representasi atau model dari perangkat lunak, tetapi tidak seperti model persyaratan (requirements model) yang berfokus pada menggambarkan data, fungsi, dan perilaku yang dibutuhkan, model rancang memberikan detail mengenai arsitektur perangkat lunak, struktur data, antarmuka, dan komponen yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan sistem (Pressman, 2012). Sehingga, perancangan merupakan salah satu bagian penting dalam membuat suatu program.

Sedangkan rancang bangun dapat diartikan sebagai serangkaian prosedur untuk menerjemahkan hasil analisa dari sebuah sistem ke dalam bahasa pemrograman untuk mendeskripsikan dengan detail bagaimana komponen-komponen sistem diimplementasikan (Pressman, 2012).

(47)

15 Proses rancang bangun sistem yang paling umum dilakukan oleh organisasi adalah pembangunan sistem dengan pendekatan problem solving, yang merupakan penggabungan dari langkah-langkah pemecahan masalah umum, seperti berikut:

1. Mengidentifikasi masalah.

2. Menganalisis masalah.

3. Mengidentifikasi persyaratan solusi dan ekspektasi.

4. Mengidentifikasi solusi alternatif dan memilih solusi terbaik.

5. Desain solusi yang dipilih.

6. Mengimplementasikan solusi yang dipilih.

7. Mengevaluasi hasil.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa rancang bangun adalah sekumpulan langkah-langkah pembangunan perangkat lunak yang berfokus memberikan rincian secara detail mengenai arsitektur perangkat lunak, struktur data, antarmuka, dan komponen yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan sistem (Husna, 2019).

(48)

16 2.2 Konsep Sistem Informasi

2.2.1 Pengertian Sistem

Suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Sederhananya, sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu (Anggraeni & Irviani, 2017).

Sistem secara khusus pada bidang sistem informasi, dapat diartikan sebagai kelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam proses tranformasi yang teratur. Apabila suatu komponen tidak memberikan kontribusi terhadap sistem untuk mencapai tujuan, tentu saja komponen tersebut bukan bagian dari sistem (Rachma, 2019).

Sistem juga dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari elemen-elemen berupa data, jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, sumber daya manusia, teknologi baik hardware maupun software yang saling berinteraksi sebagai satu kesatuan untuk mencapai tujuan/sasaran tertentu yang sama (Maniah & Hamadin, 2017).

Dari pengertian-pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan-kumpulan elemen-elemen yang dapat berupa

(49)

17 subsistem, data, jaringan kerja dan bagian-bagian lain yang termasuk ke dalam sistem yang saling berinteraksi untuk dapat mencapai suatu tujuan bersama dengan menerima input dan menghasilkan output dalam proses transformasi yang terartur.

2.2.2 Pengertian Informasi

Informasi secara umum dapat diartikan sebagai hasil dari pengolahan data ke dalam bentuk yang lebih berguna dan berarti bagi penerimanya, serta menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk keperluan pengambilan keputusan (Anggraeni & Irviani, 2017).

Menurut Gordon B. Davis pada (Hutahaean, 2015) informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.

Kita dapat mendefinisikan informasi sebagai hasil pengolahan dari sebuah data atau pengetahuan yang dapat bermanfaat dalam proses pengambilan keputusan.

2.2.3 Pengertian Sistem Informasi

Kebutuhan dalam pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dipertemukan dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada

(50)

18 pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dapat disebut dengan sistem informasi (Anggraeni & Irviani, 2017).

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan (Hutahaean, 2015).

Menurut Soetono dalam (Anggadini, 2013) sistem informasi mengandung tiga aktivitas dasar di dalamnya, yaitu aktivitas masukan (input), pemrosesan (processing) dan keluaran (output). Tiga aktivitas dasar ini menghasilkan informasi yang dibutuhkan organisasi untuk pengambilan keputusan, pengendalian operasi, analisis permasalahan, dan menciptakan produk atau jasa baru.

Jadi, sistem informasi dapat disimpulkan sebagai sekumpulan komponen terdiri dari manusia, teknologi informasi dan prosedur kerja yang memiliki aktivitas masukan, pemrosesan, dan keluaran yang menghasilkan informasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan laporan-laporan yang dibutuhkan oleh organisasi dalam pengambilan keputusan, pengendalian operasi analisis permasalahan dan menciptakan produk atau jasa baru.

(51)

19 2.2.4 Komponen Sistem Informasi

Menurut (Hutahaean, 2015), sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block), yaitu:

1. Blok masukkan (input block). Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media yang digunakan untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.

2. Blok model (model block). Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan metode matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang sudah diinginkan.

3. Blok keluaran (output block). Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

4. Blok teknologi (technology block). Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian diri secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari beberapa unsur utama, yaitu:

(52)

20 a. Teknisi (humanware atau brainware).

b. Perangkat lunak (software).

c. Perangkat keras (hardware).

5. Blok basis data (database block). Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

6. Blok kendali (control block). Banyak faktor yang dapat merusak sistem informasi, misalnya bencana alam, api, temperatur tinggi, air, debu, kecurangan-kecurangan, kejanggalan sistem itu sendiri, kesalahan-kesalahan, ketidakefisienan, sabotase dan sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.

2.3 Konsep Knowledge Management 2.3.1 Pengertian Knowledge

(Deshpande & Kulkarni, 2014) mendefinisikan pengetahuan atau knowledge adalah turunan dari informasi tetapi lebih kaya dan lebih bernilai dari informasi. Di dalamnya memuat kebiasaan, kesadaran, dan pemahaman yang diperoleh melalui pengalaman atau belajar, dan hasil

(53)

21 dari pembuatan perbandingan, identifikasi akibat, dan pembuatan koneksi. Beberapa pakar menyertakan kebijaksanaan dan wawasan dalam definisi mereka terhadap pengetahuan. Dalam istilah organisasi, pengetahuan umumnya dianggap “know how” atau “aksi terapan”.

Pengetahuan berbeda dengan data maupun informasi, data mengacu kepada fakta-fakta kosong tanpa konteks, misalnya nomor telepon. Informasi adalah data dengan konteks, misalnya buku telepon. Pengetahuan adalah informasi yang dapat memfasilitasi suatu tindakan, misalnya individu yang merupakan pakar dalam suatu organisasi (Fernandez & Sabherwal, 2010).

2.3.2 Macam-Macam Knowledge

(Darudiato & Setiawan, 2013) membagi knowledge menjadi 3 jenis, yaitu:

1. Tacit Knowledge, merupakan suatu pengetahuan yang tidak mudah digambarkan dan dibagikan, Pengetahuan ini berupa suatu pengalaman dan keahlian yang dimiliki oleh masing-masing individu dimana pengetahuan tersebut belum terdokumentasikan, pengetahuan ini didapatkan atau berkembang melalui interaksi dan komunikasi dengan orang lain.

2. Explicit Knowledge, merupakan suatu pengetahuan yang telah berhasil terdokumentasikan, yang memiliki suatu sifat

(54)

22 struktural, sistematis dan mudah untuk dikomunikasikan dan dibagikan kepada orang lain. Pengetahuan ini dapat berupa buku, jurnal, karya ilmiah, referensi atau lainnya. Pengetahuan ini didapatkan dan berkembang dari isi dan informasi yang ada di dalamnya.

3. Potential Knowledge, merupakan suatu pengetahuan yang digunakan untuk melakukan suatu analisis data dan mengubah data menjadi sebuah pengetahuan. Pengetahuan ini didapatkan dan berkembang dari hasil analisis terhadap data yang ada.

2.3.3 Konversi Pengetahuan

Nonaka, I. dan Takeuchi, H mengungkapkan pada (Darudiato & Setiawan, 2013) bahwa diperlukan suatu model konseptual yang diperlukan untuk meningkatkan basis pengetahuan. Model ini dikenal dengan model SECI (Socialization , Externalization, Combination, dan Internalization).

Model tersebut menjelaskan mengenai bagaimana basis pengetahuan tersebut dapat ditingkatkan dengan cara melakukan konversi knowledge dari satu bentuk knowledge ke bentuk knowledge yang lain. Menurut (Sapruwan, 2017), konversi knowledge dapat dijelaskan sebagai berikut:

(55)

23 1. Socialization: From Tacit to Tacit.

Sosialisasi merupakan proses berbagi pengetahuan dari individu pemilik pengetahuan kepada individu lain yang bertindak sebagai penerima. Proses konversi tidak selalu berjalan mulus. Salah satu masalah klasik tidak semua individu mau membagi pengetahuannya kepada yang lain. Memiliki pengetahuan yang strategis bagi perusahaan tetapi eksklusif bagi individu, sering dianggap sebagai nilai kompetitif yang membuat posisi seorang pegawai “aman”. Pada saat pegawai tersebut tidak lagi menempati posisinya karena penugasan di bidang yang baru, pindah ke perusahaan lain, pensiun, atau meninggal dunia, perusahaan kewalahan mencari pengganti karena sulit menemukan pegawai lain yang memiliki pengetahuan sama. Saat itulah, pengetahuan sebagai aset berharga, meninggalkan perusahaan. Masalah lainnya, pegawai yang memiliki pengetahuan atau mau membaginya seringkali tidak mengetahui cara yang tepat untuk membagikan pengetahuannya. Di samping itu, dengan konversi alamiah, pengetahuan tidak akan tersebar secara cepat dan merata di dalam perusahaan. Seorang pegawai, tidak mungkin membagi pengetahuannya secara langsung kepada seluruh pegawai lain yang ada di perusahaan, terlebih untuk perusahaan perusahaan besar yang tersebar luas.

(56)

24 2. Externalization: From Tacit to Explicit

Eksternalisasi adalah proses mengartikulasikan Tacit Knowledge menjadi sebuah konsep yang eksplisit. Misalnya menuangkan pengetahuan individu ke dalam tulisan atau gambar sehingga menjadi jelas untuk ditangkap oleh individu lain. Pada proses ini berupaya mendokumentasikan pengetahuan. Fungsi ini terutama sekali terkait proses transformasi dari Tacit Knowledge individu menjadi Explicit Knowledge.

3. Combination: From Explicit to Explicit

Kombinasi adalah proses mentransformasi konsep-konsep kelimuan yang ada ke dalam suatu sistem pengetahuan. Model konversi kombinasi melibatkan berbagai bentuk Explicit Knowledge seperti pertukaran dokumen, pengelompokan informasi, penambahan data, rekonfigurasi data manual menjadi database dan sebagainya. Konversi dengan model kombinasi ini dapat berupa bulletin bulanan perusahaan, focus group discussion, community of practice, fasilitas e-learning, workshop accounting, dan banyak lagi.

4. Internalization: From Explicit to Tacit

Konversi internalisasi merupakan proses setiap individu dalam mengakuisisi Explicit Knowledge menjadi Tacit Knowledge. Ketika pengalaman yang diperoleh individu dari proses sosialisasi, eksternalisasi dan kombinasi pengetahuan diinternalisasikan ke dalam

(57)

25 Tacit Knowledge individu tersebut, membentuk sebuah sikap mental dan pemahaman praktis dalam melakukan pekerjaan sehari-hari, saat itulah pengetahuan menjadi aset yang sangat berharga

2.3.4 Pengertian Knowledge Management

Dalam mengikuti pertumbuhan suatu informasi, tentu tidak hanya langsung menerapkannya tetapi harus melalui adanya suatu proses pengolahan serta pemanfaatan dari informasi yang ada. Agar sebuah informasi menjadi sesuatu yang bernilai, kemudian tumbuh menjadi sebuah pengetahuan di dalam organisasi atau perusahaan, maka dibutuhkannya suatu sistem atau konsep yang dikenal dengan Knowledge Management (KM) (Darudiato & Setiawan, 2013). Sedangkan Turban menjelaskan dalam (Lestari, 2018) bahwa KM adalah proses yang membantu organisasi mengidentifikasi, memilih, mengorganisir, menyebarluaskan dan mentransfer informasi dan kepakaran, termasuk bagian dari memory organisasi dan umumnya berada pada organisasi dalam pola yang tidak terstruktur.

Menurut (Sugiarti, Kumaladewi, Rahmawati, & Nanang, 2019) dalam knowledge management terdapat empat proses yaitu menangkap, menyimpan, menyebarluaskan, dan menggunakan pengetahuan. Oleh karena itu proses ini harus diarahkan dan dikendalikan agar manajemen pengetahuan dapat berjalan dengan baik.

(58)

26 Menurut (Sulaiman, 2015) KM merupakan penciptaan sebuah sistem yang memungkinkan suatu organisasi mampu untuk menampung atau memanfaatkan knowledge, pengalaman dan kreativitas dari para staf/karyawannya untuk dapat meningkatkan kinerja mereka. Sedangkan menurut (Sari & Tania, 2014) KM adalah usaha untuk meningkatkan pengetahuan yang berguna dalam organisasi, diantaranya membiasakan budaya berkomunikasi antar personel, memberikan kesempatan untuk belajar, dan menggalakan saling berbagi knowledge. Dimana usaha ini akan menciptakan dan mempertahankan peningkatan nilai dari inti kompetensi bisnis dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada.

(Turban, Sharda, & Delen, 2010) memiliki pandangan tersendiri akan KM sebagai suatu keahlian yang dimiliki oleh suatu organisasi berdasarkan dua sisi, yaitu secara operasional dan strategis. KM secara operasional artinya manajemen pengetahuan merupakan aktivitas perusahaan atau organisasi dimana terjadi pengembangan dan pemanfaatan pengetahuan, sedangkan KM secara strategis artinya manajemen pengetahuan merupakan langkah untuk memantapkan setiap organisasi atau perusahaan sebagai perusahaan yang berbasis pengetahuan.

Selain itu, menurut Sezgin dan Iplik pada (Virgilio, 2017) KM juga dapat diartikan sebagai pendekatan terintegrasi dan sistematis yang menyertakan keahlian dan pengalaman individu sebagai basis data,

(59)

27 dokumen, kebijakan dan prosedur dengan tujuan menentukan, mengelola, dan berbagi semua aset informasi sebuah bisnis.

Secara garis besar, pengelolaan KM memiliki tujuan agar perusahaan ataupun organisasi dapat berkembang dengan meningkatkan kemampuan dari sumber daya manusianya, sehingga perusahaan atau organisasi tersebut dapat terus meningkatkan daya saingnya dalam jangka waktu yang panjang. Dengan KM, perusahaan juga dapat memanfaatkannya menjadi elemen yang dapat mendukung dalam pengambilan keputusan, menyusun strategi kedepannya, serta menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam organisasi ataupun di luar organisasi. Hal ini dapat dicapai karena KM memiliki peran besar dalam meningkatkan pengetahuan dari sumber daya manusia organisasi. Hal ini diperkuat dengan perkataan (Wulantika, 2012), bahwa pengetahuan seluruh anggota di seluruh level dari suatu organisasi perlu dikelola, dengan tujuan:

a. Mengetahui kekuatan (dan penempatan) seluruh SDM.

b. Penggunaan kembali pengetahuan yang sudah ada (ditemukan) alias tidak perlu mengulang proses kegagalan.

c. Mempercepat proses penciptaan pengetahuan baru dari pengetahuan yang ada.

d. Menjaga pergerakan organisasi tetap stabil meskipun terjadi arus keluar masuk sumber daya manusia.

(60)

28 2.3.5 Proses Knowledge Management

Menurut (Fernandez & Sabherwal, 2010) Ada empat proses manajemen pengetahuan utama, dan setiap proses terdiri dari dua sub-proses:

(61)

29 a. Knowledge Discovery

Terdapat 2 sub-proses, yaitu combination dan socialization.

Knowledge Discovery dapat didefinisikan sebagai

pengembangan pengetahuan tacit atau explicit baru dari data dan informasi atau dari sintesis pengetahuan sebelumnya. Penemuan pengetahuan explicit baru sangat bergantung pada combination, sedangkan penemuan pengetahuan tacit baru sangat bergantung pada socialization. Pengetahuan explicit baru ditemukan melalui combination, di mana banyak badan pengetahuan explicit (data dan informasi) disintesis untuk menciptakan kumpulan pengetahuan explicit baru yang lebih kompleks seperti perkataan Nonaka pada (Fernandez & Sabherwal, 2010). Ini terjadi melalui komunikasi, integrasi, dan sistemisasi berbagai aliran pengetahuan explicit. Pengetahuan explicit yang ada, data, dan informasi yang ada dikonfigurasi ulang, dikategorikan ulang, dan dikontekstualisasikan ulang untuk menghasilkan pengetahuan explicit baru.

Menurut Nonaka pada (Fernandez & Sabherwal, 2010), dalam kasus pengetahuan tacit, integrasi berbagai aliran untuk penciptaan pengetahuan baru terjadi melalui mekanisme socialization. Socialization adalah sintesis pengetahuan tacit

(62)

30 antar individu, biasanya melalui aktivitas bersama daripada instruksi tertulis atau verbal.

b. Knowledge Capture

Knowledge Capture adalah proses di mana pengetahuan diubah dari tacit menjadi bentuk explicit (berada di dalam orang, artefak atau entitas organisasi) dan sebaliknya melalui sub-proses externalization dan internalization. Pengetahuan yang ditangkap mungkin berada di luar batas organisasi termasuk konsultan, pesaing, pelanggan, pemasok, dll.

Externalization adalah sub-proses di mana organisasi

menangkap pengetahuan tacit yang dimiliki pekerjanya sehingga dapat didokumentasikan, diucapkan, dan dibagikan. Ini adalah proses yang sulit karena pengetahuan tacit seringkali sulit untuk diartikulasikan.

Internalization adalah sub-proses di mana pekerja

memperoleh pengetahuan tacit. Ini mewakili gagasan belajar tradisional. Penangkapan pengetahuan juga dapat dilakukan di luar organisasi.

c. Knowledge Sharing

Knowledge Sharing adalah proses di mana pengetahuan explicit atau tacit dikomunikasikan kepada individu lain. Contoh knowledge sharing:

(63)

31 - Menulis buku atau makalah penelitian

- Memberikan ceramah atau membuat pidato atau presentasi

- Berpartisipasi dalam dialog sambil minum kopi atau makan siang

- Berpartisipasi dalam komunitas praktik

- Mentoring staf baru

Bergantung pada apakah pengetahuan explicit atau tacit sedang dibagikan, sub-proses exchange atau socialization

digunakan. Proses exchange digunakan untuk

mengkomunikasikan atau mentransfer pengetahuan explicit antara individu, kelompok dan organisasi.

d. Knowledge Application

Knowledge Application adalah ketika pengetahuan yang tersedia digunakan untuk membuat keputusan dan melakukan tugas melalui direction dan routines. Direction mengacu pada proses di mana individu yang memiliki pengetahuan mengarahkan tindakan individu lain tanpa mentransfer pengetahuan yang mendasari arahan kepada individu itu. Lebih dari itu seseorang yang memiliki pengetahuan menasihati orang lain. Misalnya, direction adalah proses yang digunakan ketika seorang pekerja produksi memanggil seorang ahli untuk

Gambar

Gambar 4.74 Perancangan Interface Edit User untuk Admin............................ 317 Gambar 4.75 Perancangan Interface Halaman Kelola Mata Kuliah untuk Admin  dan Kaprodi ..................................................................................
Gambar 4.90 Perancangan Interface Tambah Diskusi untuk Mahasiswa, Dosen,  dan Kaprodi ........................................................................................................
Gambar 4.106 Perancangan Interface Halaman Account untuk Kaprodi.......... 349 Gambar 4.107 Perancangan Interface Materi Kuliah Diunggah untuk Mahasiswa,  Dosen, dan Kaprodi ..................................................................................
Tabel 2.1 Simbol Use Case Diagram (Sugiarti, 2013) .......................................
+7

Referensi

Dokumen terkait