3.876 USD
INDONESIA
8
PERBANDINGAN PDB PER KAPITA
KORSEL, CHINA, INDONESIA
0 5000 10000 15000 20000 25000 30000 China Korea Selatan Indonesia
Tahun
P
DB per
K
apit
a
(U
S$)
Berawal dengan
kondisi yang sama
9 9
9
Indonesia Global Competitiveness Index 2018
Sumber: WEF
Sumber: APO Productivity Database for 2017
Perbandingan sumber pertumbuhan ekonomi antar negara Asia dan OECD 2000-2015
Dari tahun 2000 ke 2010 PDB Indonesia tumbuh5,2%.
0,9%bersumber dariTFP
(Total Factor Productivity),
3,5%darimodal finansial(Capital)
dan 0,8%darimodal manusia(Labor)
Kontribusi TFP ini lebih rendah dibandingkan denganMalaysia (1,2%) dan Thailand (2,4%).
TFP
(TOTAL FACTOR
PRODUCTIVITY):
KONTRIBUSI
IPTEK DALAM
PRODUKTIVITAS
EKONOMI
Index Daya Saing Nasional, Pertumbuhan Ekonomi &
Sumatera
22,02%
Kalimantan
7,61%
Jawa
58,81%
Bali-NT
3,13%
Sulawesi
6,08%
Papua-Maluku
2,35%
DOMINASI PULAU JAWA DALAM KONTRIBUSI GDP NASIONAL
(BPS, Agustus 2016) ~ Rp. 3.086 T
10 provinsi
120 kabupaten
34 kota
6 provinsi
83 kabupaten
29 kota
5 provinsi
47 kabupaten
9 kota
6 provinsi
67 kabupaten
11 kota
Maluku :
2 provinsi
17 kabupaten
4 kota
Papua :
2 provinsi
40 kabupaten
2 kota
3 provinsi
37 kabupaten
4 kota
539 Daerah Otonom :
34 Provinsi
412 Kabupaten
93 Kota
•
•
RENCANA PEMBANGUNAN IPTEK TIONGKOK JANGKA MENENGAH DAN
PANJANG 2006 - 2020
FOKUS:
KEBERLANJUTAN PERTUMBUHAN EKONOMI YANG DIDORONG
INOVASI DAN PENINGKATAN KAPASITAS INOVATIF
PERUBAHAN PARADIGMA:
PEMANTAPAN
LITBANG
PEMBANGUNAN EKOSISTEM
INOVASI
GDP per Capita (2006)
US$ 2,100
GDP per Capita (2017)
US$ 8,836
> 4 x
~ 11 tahun
1960an
2000
Pendapatan per kapita
(USD)
80
9.676
Ekspor
Hasil tambang
SD Alam
Pertanian
Teknologi tinggi:
Barang-barang
elektronik
Komponen komputer
Otomotif
Investasi Litbang
Pemerintah:Swasta
90:10
SISTEM INOVASI NASIONAL
27:73
Sistem Pendidikan dan Litbangyasa
Pendidikan dan Pelatihan Profesi Pendidikan Tinggi dan
Litbangyasa Litbangyasa Pemerintah
Sistem Industri
Perusahaan Besar
UKM “Matang/ Mapan”
PPBT Intermediaries
Lembaga Litbangyasa Brokers
Konsumen (permintaan akhir) Produsen (permintaan antara)
Permintaan (Demand)
Framework Conditions
Kondisi Umum dan Lingkungan Kebijakan pada Tataran Internasional, Pemerintah Nasional, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota
Perbankan Modal Ventura
Supra- dan Infrastruktur Khusus
HKI dan Informasi Dukungan Inovasi dan
Bisnis Standar dan
Norma
Catatan : RPT = Riset dan Pengembangan Teknologi (Research and Technology Development) PPBT = Perusahaan Pemula (Baru) Berbasis Teknologi.
Budaya • Sikap dan nilai
• Keterbukaan terhadap pembelajaran dan perubahan
• Kecenderungan terhadap Inovasi dan kewirausahaan
• Mobilitas dan interaksi
Kebijakan Ekonomi • Kebijakan ekonomi makro • Kebijakan moneter • Kebijakan fiskal • Kebijakan pajak
• Kebijakan perdagangan
• Kebijakan persaingan Kebijakan Industri / Sektoral
Kebijakan Keuangan Sistem Politik Pemerintahan Penadbiran (Governance) Kebijakan RPT
Kebijakan Promosi & Investasi Infrastruktur Umum / Dasar
Kebijakan Pendidikan
SDA dan Lingkungan
inovasi
Discoveryinvensi
difusi
Intermediasi
Discoveryinvensi
PROSES PEMBELAJARAN
1. Memperbaiki iklim kondusif bagi inovasi & bisnis
2. Memperkuat daya dukung (supply) dan pemanfaatan (demand) IPTEKIN 3. Meningkatkan kemitraan (lingkages)
dan pelayanan berbasis pengetahuan
4. Mengembangkan budaya inovasi
5. Memperbaiki koherensi kebijakan & program
6. Meningkatkan penyelarasan dengan perkembangan global
P
engu
at
an
Sis
tem
In
o
vasi
Da
er
ah
P
eng
emb
ang
an
Kl
as
ter
In
d
u
stri
P
eng
emb
ang
an
Ja
ring
an
In
o
vasi
P
eng
emb
ang
an
Teknopr
ener
P
en
gemb
ang
an
Tema
tik
Industri Inovatif/ Berdaya Saing yangberbasis Potensi Terbaik Setempat Berkembang
Kebutuhan Dasar
Rakyat Terpenuhi
secara Adil
Daerah Cerdas & Berkelanjutan --- Smart & Green/Sustainable Regions
SDA dikembangkan dan dimanfaatan secara cerdas tanpa merusak kelestarian lingungan hidup
SDM dilindungi, diberdayakan dan dikembangkan agar mampu memenuhi kebutuhan dasar dan menjadi manusia yang kreatif-inovatif serta unggul
IPTEKIN dikuasi, dikembangkan dan dimanfaatkan secara bersistem untuk memenuhi kebutuhan, meningkatkan keunggulan daya saing dan memperkuat kohesi sosial, serta memperkokoh kemandirian
Pesan Pembangunan
Nasional (RPJPN
-UU 17/2007)
UUD 1945
• Psl 18 ayat 5
• Psl 31 ayat 5
• Psl 28c ayat 1
• Psl 33
Pilar-pilar Penguatan Sistem Inovasi
(Flagship Programs)
Ekosistem Inovasi di
Daerah Meningkat
Kemitraan IPTEKIN
& Kapasitas Inovatif
Menguat
Perusahaan
(bisnis-bisnis) Inovatif
Tumbuh
Kerangka Kebijakan Inovasi
Pemekaran dari Kabupaten Kampar
Bupati pertama terpilih (oleh DPRD)
Bupati pertama terpillh periode kedua (via Pilkada)
Pelalawan turun status sebagai daerah tertinggal
HM Harris, Bupati kedua terpilih (Pilkada)
Inisiasi kerjasama dengan BPPT
Pelalawan menerapkan Penguatan Sistem Inovasi Daerah (PSID) (BPPT) Inisiasi Teknopolitan Pelalawan
(BPPT) Inisisasi Klaster Industri Wisata Bono
Pelalawan keluar dari status daerah tertinggal
2013 Revisi Perda RPJMD dengan mengadopsi Roadmap PSIDPembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) beroperasi
Akademi Komunitas Negeri Pelalawan (AKNP) berdiri
2015
Techno Park Pelalawan masuk RPJMN 2015-2019(BPPT) Inisiasi Desa Inovatif
2016
HM Harris, Bupati kedua terpilih periode kedua (Pilkada)Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) beroperasi(BPPT) Masterplan Teknopolitan Pelalawan (revisi) (BPPT) Pendampingan Masterplan Smart City
Penghargaan Smart City Nusantara (Kemenkominfo) Penghargaan Smart City Readiness (PT. Telkom Tbk)
Techno Park Pelalawan sebagai percontohan nasional (RKP 2017)
Anugerah IPTEK Budhipraja: Juara II Implementasi SIDa (Ristekdikti) Desa Wisata Awards: Desa Teluk Meranti - Desa Wisata Kreatif (KDPDTT) Anugerah Pesona Indonesia: Bono – Wisata Berselancar Terpopuler (Kemenpar) Kabupaten Peringkat 24 Nasional Bupati Pelalawan menerima Satyalencana Pembangunan dari Presiden RI
2017
2012 2011 2006 2001 1999 2007
2018
(BPPT) Palm Oil Valley
Penghargaan INAGARA (LAN) Penghargaan IGA (Kemendagri)
Industry 4.0
merepresentasikan revolusi ke-4 yang telah terjadi di bidang
manufacturing
dan
dimulai dari
revolusi ke-3 berupa adopsi computer-computer dan otomasi serta
meningkatkannya
dengan
sistem cerdas
dan otonomus
yang didorong dengan
data
dan
machine-learning (selanjutnya menuju deep learning)
Industri 4.0
Sistem fisik siber,
IoT, Cloud computing,
Cognitive computing,
Networks
Industri 3.0
Komputer,
Elektronika,
Otomasi
Industri 2.0
Produksi masal,
Jalur perakitan,
Energi listrik
Industri 1.0
Mekanisasi, Tenaga
uap, Tenaga air
INTEROPERABILITY
INFORMATION
TRANSPARENCY
TECHNICAL ASSISTANCE
DECENTRALIZED
DECISIONS
4
THINDUSTRIAL
Industry
4.0
RPA
IoT
Additive
Manufactu
ring
Cloud
Computing
Augmented RealityBig Data
Artificial
IntelligenceMachine
Learning
Industri 4.0 menuntut diikuti dengan pembentukan ekosistem digital
seperti smart factory, smart devices, smart grid, smart mobility, smart
building, smart city, smart region, dan smart fasilitas lainnya yang sehat
dan berkesinambungan, agar efektif dan dapat menggerakkan seluruh
sektor ekonomi.
Untuk menunjang hal tersebut, maka peran Iptek sangatlah diperlukan
dalam penguasaan dan pengembangan industry 4.0
Lebih lanjut Pemda dan Pusat juga turut berperan untuk penguasaan
inovasi industry 4.0 melalui pembangunan dan pengembangan yang
berkaitan dengan organisasi dan manajemen, infrastruktur,
•
•
•
•
•
•
•
A
RE AR
ISET,
P EN D ID IK A N,
D A NI
N O V A SIP
ER GUR U A NT
ING GIM
A SY A R A KA T:
I
N O V AS I&
KE SE JA H TE R A A N(P
R OD UK, P
R OSE S, P
EL A YA N A N,
D LL)
INDUSTRI& ORGANISASILAIN SDM Kompeten Pengetahuan Ilmiah SDM Kompeten Dampak lain Dampak lain Menghasilkan pendidikan Menciptakan Masa depan Belajar Sepanjang HayatPERUBAHAN
POLA PIKIR
Proses pengembangan Nilai (Value) & Budaya Kerja
ARENA INTERAKSI BARU
Area Kunci Riset di Perguruan Tinggi P EM B EL A JA R A N I NT ER NA L P EN CI P TA A N K O LA B O R A SI P EN G ETA HUA N
Untuk integrasi, kolaborasi, & Ko-kreasi; Akses ke sumber daya & talent global
Mahasiswa
Dosen & Staff Fakultas Lain Pengetahuan
Technopark
Teaching Industry Inkubator Bisnis