37 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yaitu penelitian yang diarahkan pada mengadakan pemecahan masalah atau perbaikan.1 Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran di kelas, sehingga hasil belajar dapat ditingkatkan.2
Ada beberapa alasan mengapa PTK merupakan suatu kebutuhan bagi guru untuk meningkatkan profesionalisme seorang guru, yaitu:
1. PTK sangat kondusif untuk membuat guru menjadi peka dan tanggap terhadap dinamika pembelajaran dikelasnya.
2. PTK dapat meningkatkan kinerja guru sehingga menjadi profesional.
3. Dengan melaksanakan tahapan-tahapan dalam PTK, guru mampu memperbaiki proses pembelajaran melalui kajian yang dalam terhadap apa yang terjadi di kelasnya.
4. Pelaksanaan PTK tidak mengganggu tugas pokok seorang guru karena dia tidak perlu meninggalkan kelasnya.
5. Dengan melaksanakan PTK guru menjadi kreatif karena selalu dituntut untuk melakukan upaya-upaya inovasi sebagai implementasi dan
1 Wina Sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Kencana, 2011), hlm. 13.
2 Daryanto, Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah, (Yogyakarta:
Gava Media, 2011), hlm. 3.
adaptasi berbagai teori dan tekhnik pembelajaran serta bahan ajar yang dipakainya.3
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian ini adalah TPQ Ribathul Mubtadi’in Terban Warungasem Batang. Waktu yang digunakan peneliti untuk melaksanakan penelitian dilaksanakan dalam 3 siklus di bulan Januari - Maret dan setiap siklus 3x putaran/pertemuan dengan jadwal sebagai berikut:
Tabel
Jadwal Pelaksanaan kegiatan siklus Siklus Pertemuan Pelaksanaan
I
1 14 Januari 2015
2 21 Januari 2015
3 28 Januari 2015
II
1 4 Februari 2015
2 11 Februari 2015
3 18 Februari 2015
III
1 25 Februari 2015
2 4 Maret 2015
3 11 Maret 2015
3 Samsu Somadoyo, Penelitian Tindakan Kelas, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013), hlm.
21-22.
C. Pelaksana dan Kolaborator
Dalam penelitian ini digunakan PTK pola kolaboratif, yaitu peneliti berkolaborasi dengan kepala sekolah.
Dalam melaksanakan penelitian ini, yang melaksanakan pembelajaran adalah Hurul ‘In sebagai guru jilid IV sekaligus peneliti, sedang sebagai kolabolator adalah Bapak Sokhib selaku Kepala TPQ.
D. Rencana Penelitian
Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Adapun model dan penjelasan untuk masing-masing tahap adalah sebagai berikut:4
Perencanaan
4 Suharsimi Arikunto, dkk., Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2011), hlm. 16.
Perencanaan SIKLUS I
Pengamatan
Perencanaan SIKLUS II Pengamatan Refleksi
Refleksi
Pelaksanaan
Pelaksanaan
?
Penjelasan alur di atas adalah:
a. Perencanaan I, yaitu sebelum mengadakan penelitian disusun rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana tindakan, termasuk di dalamnya instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran.
b. Pelaksanaan dan pengamatan, pada tahap ini dilakukan tindakan berupa pelaksanaan pembelajaran Ilmu Tajwid materi hukum Nun Sukun melalui metode Index Card Match dan pengumpulan data hasil observasi.
c. Refleksi, pada tahap ini dilakukan pengumpulan data-data dan menganalisisnya berdasarkan lembar pengamatan.
d. Perencanaan II, berdasarkan hasil refleksi selanjutnya dibuat rencana rancangan yang direvisi untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya sampai siklus ketiga.
Sedangkan rencana penelitian tindakan dalam penelitian ini terdiri dari 3 siklus dan setiap siklusnya 3x pertemuan. Adapun langkah- langkahnya sebagai berikut:
a. Perencanaan Tindakan
Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini adalah sebagai berikut:
1. Membuat rencana pembelajaran yang berupa program satuan pelajaran.
2. Menyiapkan materi pembelajaran ilmu tajwid yang akan disampaikan.
3. Menyusun instrumen yang akan digunakan dengan metode Index Card Match.
4. Membuat lembar observasi untuk melihat bagaimana kondisi santri dalam proses pembelajaran ketika metode tersebut diaplikasikan.
b. Pelaksanaan Tindakan
Hal-hal yang dilaksanakan pada tahap pelaksanaaan tindakan adalah implementasi dari rencana yang telah dirumuskan sebelumnya.
Dalam penelitian ini pelaksanaan tindakan per siklus adalah sebagai berikut:
1. Pra Siklus
Pra siklus merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan seperti biasanya yang tidak diikuti tindakan. Pada tahap pra siklus dilakukan evaluasi hasil belajar dan teknik pembelajaran yang dilakukan dalam pembelajaran ilmu tajwid.
Dari hasil analisis tersebut kemudian ditindak lanjuti pada siklus I.
2. Siklus I, meliputi:
a. Perencanaan tindakan I
Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam pembelajaran, menentukan pokok bahasan materi, menyiapkan sumber belajar dan media pembelajaran, serta menyiapkan lembar observasi.
b. Pelaksanaan tindakan I
Tindakan yang dilakukan dalam siklus I ini adalah melaksanakan pembelajaran ilmu tajwid dengan metode Index Card Match. Materi yang akan diaplikasikan dalam siklus I ini yaitu hukum bacaan Idzhar halqi dan Ikhfa’
haqiqi.
c. Pengamatan
1) Guru mengamati apakah santri sudah menguasai materi hukum bacaan idzhar halqi dan ikhfa’ haqiqi.
2) Guru mengamati pada setiap kegiatan santri, mulai dari permasalahan yang muncul pada awal pembelajaran, kemudian mencatat bagian mana yang masih mengalami kesulitan.
Untuk melakukan observasi terhadap situasi kelas pada saat pembelajaran, peneliti meminta bantuan kolaborator untuk memperlancar jalannya penelitian sehingga didapat data yang valid.
d. Refleksi
1) Secara kolaboratif peneliti dan kolaborator menganalisis hasil pengamatan, selanjutnya membuat suatu refleksi dengan membuat kesimpulan sementara pada pelaksanaan siklus I
2) Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya untuk menghasilkan perbaikan pada siklus II.
3. Siklus II, meliputi:
a. Perencanaan tindakan II
1) Meninjau kembali rencana pembelajaran dengan melakukan revisi sesuai hasil refleksi pada siklus I.
2) Menyusun instrumen yang diperlukan pada siklus II.
b. Pelaksanaan tindakan II
Guru selaku peneliti melaksanakan pembelajaran sesuai rencana pembelajaran yang telah disiapkan.
c. Pengamatan
Peneliti melakukan pengamatan yang sama dengan siklus I.
d. Refleksi
1) Secara kolaboratif peneliti dan kolaborator menganalisis hasil pengamatan, selanjutnya membuat suatu refleksi dengan membuat kesimpulan sementara pada pelaksanaan siklus II.
2) Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya untuk menghasilkan perbaikan pada siklus III.
4. Siklus III
Pada siklus III ini kegiatannya sama dengan siklus I dan siklus II.
Berdasarkan pada hasil refleksi II pelaksanaan kegiatan mengajar dengan metode Index Card Match lebih dimaksimalkan dari siklus II. Hasil observasi dari siklus I, siklus II dan siklus III akan dianalisis kemudian selanjutnya ditarik kesimpulan.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, tes, dan pengamatan.
1. Dokumentasi
Teknik dokumentasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik.5
Teknik ini digunakan untuk menggali data yang ada di dokumen TPQ, berupa: Program Satuan Pelajaran, buku penilaian dalam kegiatan pembelajaran Ilmu Tajwid pra siklus, siklus I, siklus II dan siklus III.
2. Tes
Digunakan lembar tes yang dikerjakan oleh santri baik berupa pre test maupun post test.
3. Pengamatan
5 Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009), hlm. 222.
Observasi/pengamatan adalah teknik pengumpulan data yang digunakan apabila penelitian berkenaan dengan proses perilaku manusia dan responden yang diamati tidak terlalu banyak.6
Teknik ini digunakan oleh peneliti dengan lembar pengamatan yang dilakukan langsung untuk memperoleh data tentang aktifitas santri selama proses pembelajaran berlangsung.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dan hasilnya kemudian dianalisis. Dalam penelitian ini digunakan lembar observasi, soal tes, dokumentasi nilai sebelum menerapkan metode Index Card Match.
G. Analisis Data
Data yang terkumpul tidak akan bermakna tanpa dianalisis yakni diolah dan diinterpretasikan. Analisis data diarahkan untuk mencari dan menemukan upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa.7
Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas, ada dua jenis data yang dapat dikumpulkan peneliti :
6 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2008), hlm. 136.
7 Wina Sanjaya, Op.Cit., hlm. 106.
a) Data kuantitatif diolah dengan menggunakan deskriptif persentase nilai yang diperlukan siswa kemudian dirata-rata untuk mengetahui keberhasilan klasikal sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
b) Data kualitatif yaitu data yang berupa informasi berbentuk kalimat yang memberi gambaran ekspresi tentang tingkat pemahaman terhadap suatu materi dan respon siswa dapat dianalisis secara kualitatif.8
Data kualitatif yang berasal dari observasi atau pengamatan, digunakan sebagai dasar untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran tentang tindakan semakin meningkatnya penguasaan materi dan hasil belajar santri jilid IV di TPQ Ribathul Mubtadi’in Terban Warungasem Batang.
Adapun teknik analisis data yang berbentuk kuantitatif berupa data- data yang disajikan berdasarkan angka-angka, maka analisis yang digunakan adalah prosentase dengan rumus sebagai berikut:9
a. Untuk keaktifan santri
% = jumlah hasil pengamatan X 100 % jumlah seluruh siswa b. Untuk hasil ulangan (rata-rata kelas)
M = ∑ Keterangan:
M = mean yang dicari
fx = jumlah nilai seluruh santri
8 Suharsimi Arikunto, dkk., Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2006), hlm. 131.
9 Sutrisno Hadi, Statistik Jilid I, (Yogyakarta: Andi, 2001), hlm. 38.
N = jumlah santri
H. Indikator Pencapaian
Dalam kegiatan belajar mengajar pendidik memiliki peranan yang sangat penting untuk membimbing, mendorong, dan memberikan segala sesuatu yang diperlukan oleh peserta didik untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Seorang pendidik juga bertanggung jawab untuk mengamati segala sesuatu yang terjadi didalam kelas untuk membantu proses perkembangan peserta didik.
Kegiatan belajar sebagai proses memiliki unsur-unsur sendiri yan dapat membedakan antara kegiatan belajar dan bukan belajar. Unsur yang mencakup tujuan belajar yang ingin dicapai, motivasi, hambatan stimulus dari lingkungan, persepsi dan respon peserta didik.10
Dalam pembelajaran ini penulis memiliki beberapa indikator yang harus dicapai diantaranya :
1. Peningkatan hasil belajar pada santri.
2. Meningkatkan keaktifan santri.
Dari indikator yang ingin dicapai ada satu indikator yang merupakan tujuan utama yaitu meningkatkan hasil belajar santri.
10 Abdul Majid, Strategi Pembelajaran, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2013), hlm.
33.