• Tidak ada hasil yang ditemukan

LCC LP3I Balikpapan 20 Maret

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LCC LP3I Balikpapan 20 Maret"

Copied!
128
0
0

Teks penuh

(1)

LCC LP3I Balikpapan

20 Maret 2017

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)

 Fotografi berasal dari kata

 photos yang artinya cahaya dan

 Graphos yang artinya melukis.

 Jadi Fotografi artinya melukis dengan cahaya.

 Tanpa cahaya, tidak akan ada fotografi.

(14)

PR OCE SS OF CAPTU RE

(15)

PR OCE SS OF CAPTU RE

(16)

PR OCE SS OF CAPTU RE

(17)

DIGI TAL SENSOR

(18)

FU LL -FR AME vs APS -C SI ZE D SE N SOR S

(19)

M EGAP IXE L v s PR IN T SIZE

(20)

C AMER A

(21)

C AMER A

(22)

C AMER A

(23)

C AMER A

(24)

C AMER A

(25)
(26)
(27)

THE EXPOSU RE TRIAN GLE

(28)
(29)
(30)

adalah beberapa faktor kombinasi dari berapa lama sensor

menangkap cahaya,

berapa banyak cahaya yang datang dan seberapa sensitif sensor terhadap cahaya.

Hal-hal ini berdasarkan pada 3 hal yaitu

• ukuran aperture,

• kecepatan shutter, dan

EXPOSURE

(31)

Overexposure terjadi karena sensor terlalu banyak

menangkap cahaya sehingga gambar/ foto

menjadi terlalu terang.

OVEREXPOSURE

(32)

Underexposure terjadi karena

sensor terlalu sedikit menangkap cahaya sehingga gambar/ foto

menjadi gelap.

UNDEREXPOSURE

(33)

Depth of Field = Fokus

Aperture juga mengontrol Depth of Field (DOF)

Sebuah aperture lebar (kecil #) akan memberikan DOF dangkal dan dapat digunakan untuk

mengisolasi subjek.

DEPTH OF FIELD

(34)

(35)

APER TU RE / DIAFRA GMA

(36)

APER TU RE / DIAFRA GMA

(37)

APER TU RE / DIAFRA GMA

(38)

APER TU RE / DIAFRA GMA

(39)

APER TU RE / DIAFRA GMA

(40)

APER TU RE / DIAFRA GMA

(41)

APER TU RE / DIAFRA GMA

(42)
(43)
(44)

(45)

SHUT TER

(46)

SHUT TER

(47)

SHUT TER

(48)

SHUT TER

(49)

SHUT TER

(50)

SHUT TER

(51)

SHUT TER

(52)

SHUT TER

(53)
(54)
(55)

(56)

ISO

 Kecepatan ISO adalah ukuran dari kerapatan film/sensor atau kadar sensitifitasnya terhadap cahaya.

 Berikut ini beberapa ukuran

ISO: 50, 100, 200, 400, 800,

1600, 3200, dst

(57)

ISO

 Jika memotret di tempat kaya cahaya (outdoor), gunakan selalu ISO rendah.

 Kecepatan ISO rendah membutuhkan exposure yang lebih lama (slow),

sedangkan ISO yang tinggi akan membutuhkan waktu exposure yang lebih singkat (fast).

 Semakin tinggi nilai ISO yang dipakai

akan berpengaruh munculnya noise

atau bintik pada foto.

(58)

ISO

(59)
(60)
(61)

COMPOSITION

(62)

Komposisi adalah upaya menyusun elemen-

elemen foto yang

esensial seperti bentuk, nada, warna, pola dan

tekstur di dalam batasan suatu ruang.

DEFINISI

(63)

untuk mengorganisasikan

berbagai komponen foto yang saling berlainan, menjadi

sedemikian rupa sehingga

gambar tersebut menjadi suatu kesatuan yang saling mengisi, serta mendukung satu sama lainnya dengan demikian, menjadi enak dipandang sehingga estetika foto yang

TUJUAN

(64)

UNSUR-UNSUR KOMPOSISI

Bentuk Pola Tekstur Kontras

Warna

(65)

MACAM-MACAM KOMPOSISI

Posisi Proporsi

Garis Bentuk

Warna

Peletakan Posisi Objek

Diagonal Pola

Tekstur

Kontras

(66)

THE RULE OF THIRDS

(67)

THE ROLE OF THIRDS

(68)

THE ROLE OF THIRDS

• Garis imaginer dibagi menjadi tiga bagian yang sama secara horisontal dan vertikal.

• Terbagi menjadi "pertiga"

• Konsepnya adalah menempatkan subjek atau

elemen pada salah satu garis imaginer, dan terutama pada atau dekat titik berpotongan, membuat foto

lebih alami menarik bagi yang melihat.

(69)

THE ROLE OF THIRDS

(70)

THE ROLE OF THIRDS

(71)

THE ROLE OF THIRDS

(72)

THE ROLE OF THIRDS

(73)

THE ROLE OF THIRDS

(74)

THE ROLE OF THIRDS

(75)

THE ROLE OF THIRDS

(76)

THE ROLE OF THIRDS

(77)

THE ROLE OF THIRDS

(78)

THE ROLE OF THIRDS

(79)

THE ROLE OF THIRDS

(80)

THE ROLE OF THIRDS

(81)

THE ROLE OF THIRDS

(82)
(83)
(84)
(85)

POINT OF VIEW

Cobalah memilih dan titik pandang yang tidak biasa.

(86)

EYE LEV EL

(87)

BEL O W (F R OG EYE )

(88)

ABO VE (E A GLE EYE )

(89)
(90)
(91)
(92)
(93)
(94)

FRAMING

(95)

FRAMING

(96)

FRAMING

(97)

FRAMING

(98)

FRAMING

(99)

FRAMING

(100)

FRAMING

(101)

KATEGORI FOTOGRAFI

(102)

KATEGORI FOTOGRAFI

• Abstrak

• Arsitektur

• Bawah Air

• Budaya

• Fashion

• Humor

• Interior

• Jurnalistik

• Komersial

• Pets

• Potret

• Satwa

• Snapshot

• Still Life

• Stock Photo

• Transportasi

• Wisata

• dll

• Makro

• Manusia

• Model

• Nature

• Olah Digital

• Olahraga

• Panggung

• Pedesaan

• Perkotaan

(103)

PENGATURAN MODE KAMERA

Ketika memotret kita dihadapkan oleh beberapa pilihan pengaturan

untuk pengambilan gambar yang ditawarkan oleh kamera. Yaitu

pengaturan manual dan pengaturan otomatis.

(104)

• M — Manual mode; pada mode ini kita secara penuh mengendalikan dan memasukkan secara manual nilai settingan untuk aperture dan shutter speed.

• Av or A — Aperture priority; kita mengatur nilai aperture dan sisanya kamera menghitung sendiri shutter speed untuk hasil terbaik.

• Tv or S — Shutter priority; kita mengatur shutter speed, sisanya kamera menghitung nilai aperture.

• P — Program mode; pengaturan yang lebih rumit lagi.

Kamera mengatur aperture dan shutter speed, tapi tidak mempengaruhi settingan ISO atau flash.

MANUAL MODE

(105)

• Auto — pengaturan serba otomatis, fotografer tinggal jepret.

• Portrait — bukaan aperture besar untuk memperpendek Depth Of Field.

• Landscape — bukaan aperture kecil untuk meningkatkan Depth Of Field.

• Sport — faster speed yang lebih cepat sehingga objek bergerak dapat jelas tertangkap.

• Night portrait — memotret di malah hari atau pada ruangan minim cahaya. (menggunakan cahaya dari flash).

• Macro — modus foto makro, untuk memotret objek / benda- benda kecil agar terlihat lebih jelas.

MANUAL MODE

(106)

LENSA

(107)

LENS A

(108)

LENSA (lanjutan)

(109)
(110)

LENSA (lanjutan)

(111)

FOCAL LENGTH PADA DSLR

28 mm lens 50 mm lens

(112)

FOCAL LENGTH (lanjutan)

(113)

FOCAL LENGTH (lanjutan)

(114)

FOCAL LENGTH (lanjutan)

(115)

JENIS-JENIS LENSA

(116)

Semua kamera menyediakan fasilitas lensa standar, yaitu berukuran 50 mm.

Lensa ini menunjukan objek yang

Lensa ini cocok digunakan untuk

menangkap objek di mana pemotret sejajar dengan pandangan mata

objek.

LENSA STANDAR

(117)

• Seperti pada namanya, lensa sudut lebar (wide lens) dapat menjangkau objek pemotretan

• Lensa ini membuat objek yang ada di tengah jendela bidik terlihat lebih jauh dan kecil.

• Ada beberapa ukuran lensa sudut lebar, yaitu 17mm, 20mm, 24mm, 28mm dan 35mm.

• Lensa ini cocok untuk memotret panorama, arsitektur dan suasana kemeriahan.

• Ada juga jenis lensa wide

berukuran 14mm, 15mm dan 16mm, yang disebut

• fish eye. Lensa ini biasanya digunakan untuk memotret

LENSA SUDUT LEBAR (WIDE LENS)

(118)

LENSA SUDUT LEBAR (WIDE LENS)

(119)

LENSA SUDUT LEBAR (WIDE LENS)

(120)

• Lensa ini membentuk ruang tajam (depth of field) yang sempit,

sehingga objek menjadi lebih menonjol dari sekitarnya.

• Yang termasuk lensa tele adalah ukuran 70mm ke atas.

• Ukuran lensa ini baik pemotretan

dan membuat efek mengkaburkan pada lingkungan sekitar objek

yang tidak menjadi pusat perhatian.

• Beberapa ukuran lensa tele

adalah 135mm, 180mm, 300mm dan 400mm.

• Lensa ini cocok untuk pemotretan model, panorama, olahraga dan jurnalistik.

LENSA TELE

(121)

LENSA TELE

(122)

• Lensa ini adalah

gabungan dari ketiga lensa diatas.

• Beberapa ukuran lensa zoom adalah 35-

70mm, 80-200mm, 137-200mm serta 70- 300mm.

LENSA ZOOM

(123)

• Lensa ini biasa digunakan untuk memotret benda- benda yang kecil seperti perhiasan, berlian,

serangga, bunga dan sebagainya.

• Jenis ukuran lensa makro

tidak sama pada setiap

merk kamera, ada yang

LENSA MACRO

(124)

HASIL JEPRETAN PAKAI LENSA MACRO

(125)

HASIL JEPRETAN PAKAI LENSA MACRO

(126)

HASIL JEPRETAN PAKAI LENSA MACRO

(127)

Terima kasih

(128)

Gambar

gambar tersebut menjadi suatu  kesatuan yang saling mengisi,  serta mendukung satu sama  lainnya dengan demikian,  menjadi enak dipandang  sehingga estetika foto yang

Referensi

Dokumen terkait

Reaksi Biodegradasi Alkana (2).. Jadi semakin banyak metabolit-metabolit asam yang dihasilkan maka konsentrasi H + dalam media akan semakin tinggi sehingga pH menurun.

Segala puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyusun skripsi yang

sanggup untuk membayar pajak air bawah tanah pada sumur bor/pantek yang kami miliki terhitung sejak SIPA terbit berdasarkan angka meter air yang telah terpasang.. Melaporkan

Cerita rakyat yang berjudul pertapaan Ratu Kalinyamat ini merupakan cerita legenda karena dianggap pernah benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci berlainan dengan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis artikulasi LKPD tahun 2014 se- Jawa dan Bali yang beropini WTP serta mengidentifikasi tipe ketidakartikulasian apabila

[r]

Sesuai dengan topik perancangan yaitu strategi pengembangan kampung di daerah pesisir, yaitu di Tambak Lorok, maka tema perancangannya adalah strategi pengembangan

Berdasarkan kesimpulan penelitian, diajukan saran-saran sebagai berikut: (1) Agar dapat hasil yang maksimal dari perubahan tingkah laku positif yang telah