0
PENGARUH JENIS SUMBU DAN KONSENTRASI LARUTAN AB MIX BERBEDA TERHADAP
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PEPPERMINT (Mentha piperita L.) DENGAN
HIDROPONIK SISTEM WICK
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S1) Pada Program Studi Agroteknologi Fakultas Agrobisnis dan Rekayasa Pertanian
Universitas Subang
Oleh:
RIKA SUKMAWATI FIB 180500
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS AGROBISNIS DAN REKAYASA PERTANIAN UNIVERSITAS
SUBANG
2022
0
PENGARUH JENIS SUMBU DAN KONSENTRASI LARUTAN AB MIX BERBEDA TERHADAP
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PEPPERMINT (Mentha piperita L.) DENGAN
HIDROPONIK SISTEM WICK
SKRIPSI
Oleh:
RIKA SUKMAWATI FIB 180500
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS AGROBISNIS DAN REKAYASA PERTANIAN UNIVERSITAS
SUBANG
2022
1
HALAMAN PENGESAHAN
Judul Penelitian : Pengaruh Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Peppermint (Mentha piperita L.) dengan Hidroponik Sistem Wick
Nama : Rika Sukmawati
NPM : F1B 180500
Progran Studi : Agroteknologi
Mengetahui:
Dosen Pembimbing I
(Lusiana, SP., MP.) NIDN 0405107807
Dosen Pembimbing II
(Nine Wahyuni M., SP., MP.) NIDN 0422037607
Menyetujui:
Ketua Program Studi Agroteknologi
(Lusiana, SP., MP.) NIK 0410420081
Mengesahkan
Dekan Fakultas Agrobisnis dan Rekayasa Pertanian
(Dr. Kamal Ma’ruf, S.E., M.Si NIK 0410420158
i
ABSTRAK
Rika Sukmawati 2022. Pengaruh Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Peppermint (Mentha piperita L.) dengan Hidroponik Sistem Wick dibawah bimbingan Lusiana dan Nine Wahyuni M.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis sumbu dan konsentrasi larutan ab mix berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman peppermint (Mentha piperita L.) dengan hidroponik sistem wick. Percobaan dilakukan dari bulan September 2022 sampai dengan November 2022 di Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang yang terletak pada ketinggian 600 mdpl dengan suhu rata-rata 280 C-330 C. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 6 perlakuan sebagai berikut: N1S1 (konsentrasi AB Mix 1400 ppm+sumbu sabut kelapa), N2S1 (konsentrasi AB Mix 1500 ppm+sumbu sabut kelapa), N3S1 (konsentrasi AB Mix 1600 ppm+sumbu sabut kelapa), N1S2 (konsentrasi AB Mix 1400 ppm+sumbu kompor), N2S2 (konsentrasi AB Mix 1500 ppm+sumbu kompor) N3S2 (konsentrasi AB Mix 1600 ppm+sumbu kompor). Parameter yang diamati dalam penelitian diantaranya: tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, dan bobot segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh interaksi antara jenis sumbu dan konsentrasi larutan AB Mix berbeda terhadap tinggi tanaman dan bobot segar, terdapat pengaruh mandiri perlakuan konsentrasi AB Mix berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun, jenis sumbu tidak berpengaruh nyata pada setiap perlakuan.
Kata Kunci: hidroponik, larutan AB Mix, konsentrasi, sabut kelapa, sumbu kompor
ii
ABSTRACT
Rika Sukmawati 2022. The Effect of Different Wick Types and Concentrations of AB Mix Solutions on Growth and Yield of Peppermint (Mentha piperita L.) with a hydroponic wick system Under the Guidance of Lusiana and Nine Wahyuni M.
This study aims to determine the effect of the type of wick and the concentration of different ab mix solutions on the growth and yield of peppermint (Mentha piperita L.) with a hydroponic wick system. The experiment was conducted from September 2022 to November 2022 in Jalancagak Village, Jalancagak District, Subang Regency which is located at an altitude of 600 meters above sea level with an average temperature of 28o C -33o C. The research method used was an experimental method, with a Randomized Block Design (RBD). ) Factorial consisting of 6 treatments as follows: N1S1 (concentration AB Mix 1400 ppm + coco fiber axis), N2S1 (concentration AB Mix 1500 ppm + coco fiber axis), N3S1 (concentration AB Mix 1600 ppm + coco fiber axis), N1S2 (AB Mix concentration 1400 ppm + stove axis), N2S2 (AB Mix concentration 1500 ppm + stove axis) N3S2 (AB Mix concentration 1600 ppm + stove axis). Parameters observed in the study included: plant height, number of leaves, leaf area, root length, and fresh weight.
The results showed that: There was an interaction effect between the type of axis and the concentration of different AB Mix solutions on plant height and fresh weight, there was an independent effect of the AB Mix concentration treatment which had a significant effect on plant height, number of leaves and leaf area, the type of axis did not have a significant effect on each treatment.
Keywords: hydroponics, AB Mix solution, concentration, coconut coir, stove wick
iii
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS
Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Rika Sukmawati
NPM : F1B 180500
Program Studi : Agroteknologi
Dengan ini menyatakan bahwa tugas akhir dengan judul:
“PENGARUH JENIS SUMBU DAN KONSENTRASI LARUTAN AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PEPPERMINT (Mentha piperita L.) DENGAN HIDROPONIK SISTEM WICK”
Adalah hasil karya saya dan seluruh ide, pendapat atau materi dari sumber lain telah dikutip dengan cara penulisan referensi yang sesuai.
Pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan jika pernyataan ini tidak sesuai dengan kenyataan, maka saya bersedia menanggung sanksi yang akan dikenakan kepada saya.
Subang, 14 Desember 2022
Rika Sukmawati F1B 180500
iv
RIWAYAT HIDUP
Rika Sukmawati, lahir di Kuningan pada tanggal 10 Desember 1997, Desa Jamberama Kecamatan Selajambe Kabupaten Kuningan. Putri kedua dari tiga bersaudara.
Pengalaman pendidikan formal penulis diawali dengan menempuh beberapa tahap yaitu, TK PGRI Jamberama 2003- 2004), SDN Jamberama (2004-2010), MTs GUPPI Selajambe (2010-2013), SMK Al-Ihya Selajambe Kuningan (2013-2016), kemudian melanjutkan pendidikan di Jurusan Agroteknologi Fakultas Agrobisnis dan Rekayasa Pertanian Universitas Subang sejak 2018 sampai dengan 2022.
v
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
“Pengaruh Jenis Sumbu dan Konsentrasi AB Mix Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Peppermint (Mentha piperita L.) dengan Hidroponik Sistem Wick” ini tepat pada waktunya. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada program studi (S1) Agroteknologi di Fakultas Agrobisnis dan Rekayasa Pertanian Universitas Subang.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak mungkin terselesaikan tanpa adanya dukungan, bantuan, bimbingan, dan nasehat dari berbagai pihak selama penyusunan skripsi ini. Penulis berusaha semaksimal mungkin untuk menyusun skripsi ini dengan sebaik-baiknya. Bersama ini pula penulis ingin menyampaikan banyak terima kasih dengan setulus-tulusnya kepada:
1. Dr. H. Kamal Ma’ruf, M.Si. selaku Dekan Agrobisnis Dan Rekayasa Pertanian Universitas Subang.
2. Dr. Tita Kartika Dewi, ST., MP. selaku Wakil Dekan Agrobisnis Dan Rekayasa Pertanian Universitas Subang.
3. Lusiana, SP., MP. Selaku Ketua Prodi Agroteknologi Fakultas Agrobisnis dan Rekayasa Pertanian dan Dosen Pembimbing I yang telah dengan sabar membimbing, memotivasi, dan meluangkan waktunya untuk memberikan kritik dan saran sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
vi 4. Nine Wahyuni M., SP., MP. Selaku Dosen Pembimbing II yang telah dengan sabar membimbing, memotivasi, dan meluangkan waktunya untuk memberikan kritik dan saran sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
5. Seluruh Dosen Fakultas Agrobisnis dan Rekayasa Pertanian yang telah memberikan ilmu yang tak ternilai kepada penulis selama duduk di bangku perkuliahan.
6. Kedua orang tua, kakak serta adik tercinta yang senantiasa dengan tulus memberikan kasih sayang, do’a, nasihat, saran, dan dukungan secara moril dan material.
7. Seluruh teman-teman Program Studi Agroteknologi yang selalu mendukung, khususnya Dea Nurul Fujiastuti, SP dan Dayu, SP yang selalu memberikan motivasi dan bersama-sama berjuang sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan.
8. Mega Abriani, S.Psi dan Riki Hermawan selaku sahabat penulis yang senantiasa mendukung, mendo’akan, dan menemani disaat mengalami kesulitan.
9. Diri sendiri yang sudah mau bertahan sampai detik ini, atas semua usaha dan upayanya agar berproses menjadi manusia yang lebih baik.
10. Seluruh pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu telah membantu, mendo’akan serta memberi dukungan kepada penulis.
Akhir kata, semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan karunia-Nya atas semua kebaikan dari seluruh pihak yang telah membantu penulis sampai
vii terselesaikannya skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca, peneliti selanjutnya, maupun pengembangan pengetahuan terlebih khususnya di bidang pertanian.
Subang, 14 Desember 2022 Penulis,
Rika Sukmawati
viii
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... i
ABSTRACT ... ii
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ... iii
RIWAYAT HIDUP ... iv
KATA PENGANTAR ... v
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR TABEL... xi
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Identifikasi Masalah ... 3
1.3 Tujuan Penelitian ... 4
1.4 Manfaat Penelitian ... 4
1.5 Kerangka Pikiran ... 5
1.6 Hipotesis ... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 9
2.1 Tanaman Peppermint ... 9
2.2 Morfologi Tanaman Peppermint ... 10
2.2.1. Akar ... 10
2.2.2. Batang ... 10
2.2.3. Daun ... 11
2.2.4. Bunga ... 12
2.2.5. Biji ... 13
2.3 Syarat Tumbuh Tanaman Peppermint ... 13
2.4 Hidroponik Sistem Sumbu (Wick System) ... 14
2.5 Media Tanam Hidroponik ... 14
2.6 Jenis Sumbu Hidroponik ... 15
ix
2.7 Larutan Nutrisi AB Mix ... 15
BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN ... 17
3.1 Tempat dan Waktu ... 17
3.2 Alat dan Bahan ... 17
3.3 Metode Penelitian ... 18
3.4 Analisis Data dan Uji Hipotesis ... 19
3.5 Pengamatan Percobaan ... 22
3.5.1. Pengamatan Penunjang ... 22
3.5.2. Pengamatan Utama... 22
3.6 Pelaksanaan Percobaan... 23
3.6.1. Persiapan Media Tanam ... 23
3.6.2. Pembibitan... 24
3.6.3. Persiapan Pot dan Tandon Nutrisi ... 24
3.6.4. Pemberian Nutrisi... 24
3.6.5. Penanaman ... 25
3.6.6. Perawatan dan Masa Panen ... 25
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN... 26
4.1 Pengamatan Penunjang ... 26
4.1.1. Hasil pengamatan pH air ... 26
4.1.2. Suhu dan Kelembaban... 26
4.1.3. Pengendalian Hama dan Penyakit ... 26
4.2 Pengamatan Utama ... 27
4.2.1. Tinggi Tanaman (cm) ... 27
4.2.2. Jumlah Daun (helai) ... 31
4.2.3. Luas Daun (cm2) ... 34
4.2.4. Panjang Akar (cm) ... 36
4.2.5. Bobot Segar (gram) ... 37
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 40
5.1 Kesimpulan ... 40
5.2 Saran ... 41 DAFTAR PUSTAKA
x LAMPIRAN44
xi
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Rancangan Acak Kelompok (RAK) Dua Faktor Perlakuan ... 16 Tabel 2 Daftar Sidik Ragam Rancangan Acak Kelompok Faktorial ... 18 Tabel 3 Pengaruh Mandiri Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Terhadap Tinggi Tanaman Peppermint ... 26 Tabel 4 Pengaruh Interaksi Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Berbeda Terhadap Tinggi Tanaman Peppermint ... 28 Tabel 5 Pengaruh Mandiri Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Berbeda Terhadap Rata-rata Jumlah Daun Tanaman Peppermint ... 30 Tabel 6 Pengaruh Interaksi Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Berbeda Terhadap Rata-rata Jumlah Daun Peppermint ... 31 Tabel 7 Pengaruh Mandiri Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Berbeda Terhadap Rata-rata Luas Daun Tanaman Peppermint ... 32 Tabel 8 Pengaruh Interaksi Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Berbeda Terhadap Rata-rata Luas Daun Peppermint ... 33 Tabel 9 Pengaruh Mandiri Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Berbeda Terhadap Rata-rata Panjang Akar Tanaman Peppermint... 35 Tabel 10 Pengaruh Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Berbeda Terhadap Rata-rata Bobot Segar Tanaman Peppermint... 37
xii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Tanaman Peppermint... 8
Gambar 2 Akar peppermint ... 9
Gambar 3 Batang Peppermint ... 10
Gambar 4 Daun Peppermint ... 10
Gambar 5 Bunga Peppermint ... 11
Gambar 6 Biji Peppermint ... 12
xiii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Deskripsi Tanaman Peppermint... 38
Lampiran 2 Perhitungan Konsentrasi Larutan AB Mix ... 38
Lampiran 3 Tata Letak Percobaan ... 40
Lampiran 4 Data Suhu Udara Rata-rata Selama Percobaan ... 41
Lampiran 5 Analisis Statistik Pengaruh dan Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Terhadap Tinggi Tanaman Peppermint 35 HST ... 42
Lampiran 6 Analisis Statistik Pengaruh dan Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Terhadap Tinggi Tanaman Peppermint 14 HST ... 46
Lampiran 7 Analisis Statistik Pengaruh dan Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Terhadap Tinggi Tanaman Peppermint 21 HST ... 47
Lampiran 8 Analisis Statistik Pengaruh dan Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Terhadap Tinggi Tanaman Peppermint 28 HST ... 49
Lampiran 9 Analisis Statistik Pengaruh dan Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Terhadap Tinggi Tanaman Peppermint 42 HST ... 50
Lampiran 10 Analisis Statistik Pengaruh dan Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Terhadap Jumlah Daun Tanaman Peppermint 14 HST ... 51
Lampiran 11 Analisis Statistik Pengaruh dan Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Terhadap Jumlah Daun Tanaman Peppermint 21 HST ... 52
Lampiran 12 Analisis Statistik Pengaruh dan Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Terhadap Jumlah Daun Tanaman Peppermint 28 HST ... 53
Lampiran 13 Analisis Statistik Pengaruh dan Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Terhadap Jumlah Daun Tanaman Peppermint 35 HST ... 54
Lampiran 14 Analisis Statistik Pengaruh dan Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Terhadap Jumlah Daun Tanaman Peppermint 42 HST ... 51
Lampiran 15 Analisis Statistik Pengaruh dan Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Terhadap Luas Daun Tanaman Peppermint ... 57
Lampiran 16 Analisis Statistik Pengaruh dan Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Terhadap Panjang Akar Tanaman Peppermint ... 59
Lampiran 17 Analisis Statistik Pengaruh dan Jenis Sumbu dan Konsentrasi Larutan AB Mix Terhadap Bobot Segar Tanaman Peppermint ... 60
Lampiran 18 Dokumentasi Penelitian ... 62
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tanaman mint merupakan salah satu tanaman obat yang diminati masyarakat karena memiliki kandungan mentol yang bermanfaat.
Tanaman mint termasuk keluarga Lamiaceae yang dimanfaatkan minyak atsirinya. Tanaman mint tumbuh dan tersebar luas di daerah tropis dan sub tropis seluruh dunia termasuk Indonesia.
Tanaman mint berdasarkan kandungan bahan aktif, aroma dan penggunaannya terdapat beberapa spesies yang bernilai ekonomi tinggi. Tiga spesies yang hasilnya diperdagangkan yaitu, Mentha arvensis penghasil mentol dan minyak mentha kasar/mentha Jepang, Mentha piperita penghasil minyak peppermint atau true mint dan Mentha spicata penghasil minyak spearmint (Hobir dan Nuryani, 2004). Kebutuhan industri dari produk yang dihasilkan oleh Mentha spp. setiap tahun meningkat, pada tahun 2006 nilai impor mencapai US $3,78 juta setara dengan Rp. 34,- milyar (BPS, 2007).
Peppermint merupakan salah satu jenis tanaman mint yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena mengandung minyak peppermint atau sering disebut mentol. Peppermint ini belum banyak diproduksi di Indonesia sehingga berpeluang untuk dikembangkan dan bisa dijadikan sumber devisa Negara (Hobir dan Nuryani, 2004). Peningkatan produksi tanaman mint dapat
2
dilakukan dengan teknik budidaya yang memiliki tingkat pertumbuhan dan produktivitas yang tinggi. Salah satu upaya intensifikasi untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas dalam penggunaan lahan adalah teknik budidaya secara hidroponik (Ardian, 2007).
Hidroponik merupakan teknik bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah sebagai media tumbuh tanaman. Prinsip dasar budidaya hidroponik yaitu, upaya merekayasa alam dengan menciptakan dan mengatur suatu lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman (Sulistyono, 2014). Kelebihan bercocok tanam secara hidroponik yaitu, tanaman dapat tumbuh dan dan berproduksi lebih baik, menghemat luasan lahan, perawatan lebih praktis, penanganan nutrisi tanaman dan gangguan hama lebih terkontrol, pemakaian pupuk lebih hemat, tanaman yang mati lebih mudah diganti dengan tanaman baru (Lingga, 2002; Resh, 2021; Wijayani dan Widodo, 2005).
Hidroponik terdapat beberapa sistem, salah satunya adalah system sumbu (wick system). Keberhasilan hidroponik sumbu diantaranya dipengaruhi oleh jenis kain sumbu, media tanam atau substrat, nilai electrical conductivity (EC), pH larutan dan iklim mikro (Embarsari et al, 2015).
Menurut Wahyuningsih et al (2016), penyerapan nutrisi oleh tanaman dipengaruhi oleh media tanam yang digunakan. Media tanam yang baik adalah media tanam yang bersifat porus dan ringan sehingga akar tanaman tidak mudah rusak serta dapat menjaga kelembaban dan menyimpan air (Wijayanti dan Susila, 2013). Media tanam dalam hidroponik berfungsi sebagai penopang
3
tanaman, menyimpan larutan nutrisi dan meneruskan larutan yang berlebihan (Akasiska, 2014).
Nutrisi yang digunakan dalam hidroponik adalah unsur hara berupa pupuk majemuk ataupun tunggal, baik makro ataupun mikro yang diformulasikan. Unsur makro biasanya diberi nama pupuk A dan mikro diberi nama pupuk B. Pengukuran kepekatan larutan nutrisi dalam hidroponik perlu disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi pada fase pertumbuhan tanaman.
Penambahan atau peningkatan ppm (part per million adalah satuan untuk mengukur kepekatan suatu larutan cair) nutrisi disesuaikan dengan umur tanaman, semakin tua umur tanaman maka semakin tinggi ppm yang dibutuhkan (Susilawati, 2019).
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis sumbu dan konsentrasi nutrisi AB Mix berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman peppermint (Mentha piperita L.) dengan hidroponik sistem wick.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian diatas dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut:
a. Jenis sumbu manakah yang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman peppermint (Mentha piperita L.).
b. Konsentrasi larutan AB Mix manakah yang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman peppermint (Mentha piperita L.) yang terbaik.
4
c. Apakah terdapat pengaruh interaksi antara jenis sumbu dan konsentrasi larutan AB Mix berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman peppermint (Mentha piperita L.).
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Mengetahui pengaruh jenis sumbu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman peppermint (Mentha piperita L.).
b. Mengetahui pengaruh konsentrasi larutan AB Mix terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman peppermint (Mentha piperita L.).
c. Mengetahui interaksi antara jenis sumbu dan konsentrasi larutan AB Mix berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman peppermint (Mentha piperita L.)
1.4 Manfaat Penelitian
a. Sebagai bahan informasi bagi akademisi yang dapat dijadikan acuan untuk penelitian selanjutnya.
b. Sebagai informasi bagi petani untuk mengetahui jenis sumbu dan konsentrasi larutan AB Mix yang dapat meningkatkan produksi tanaman mint.
5
1.5 Kerangka Pemikiran
Sistem tanam hidroponik merupakan budidaya tanaman dengan memanfaatkan air nutrisi tanpa menggunakan tanah. Salah satu sistem hidroponik yaitu sistem sumbu atau Wick System. Lee et al (2010) menyatakan bahwa hidroponik sistem sumbu (wick system) merupakan sistem hidroponik dimana tanaman menyerap larutan nutrisi melalui sumbu dengan memanfaatkan kapilaritas. Sistem sumbu adalah sistem yang sederhana dalam hidroponik, sistem ini memanfaatkan sumbu untuk menyerap nutrisi bagi tanaman ke media tanam (marlina et al, 2015).
Kriteria sumbu yang baik untuk hidroponik sistem wick yaitu dari bahan yang mudah menyerap air serta tidak mudah rusak akibat pembusukan. Bahan yang dapat digunakan sebagai sumbu pada sistem wick adalah sabut kelapa, sabut kelapa ini mudah didapatkan harganya murah dan tersedia sangat melimpah. Sabut kelapa banyak mengandung unsur hara yang dapat memicu pertumbuhan tanaman (Mas’ud, 1993). Bahan lain yang dapat digunakan sebagai sumbu pada sistem wick adalah sumbu kompor. Sumbu kompor mempunyai sifat kapilaritas, yaitu naiknya minyak tanah melalui sumbu kompor. Dengan demikian, jika sumbu kompor digunakan sebagai sumbu pada sistem wick maka larutan nutrisi dapat naik melalui sumbu kompor menuju perakaran pada media tanam yang digunakan (Arini, 2019).
Ansar et al. (2019) melakukan penelitian tentang pengaruh variasi jenis sumbu (kain flannel dan sabut kelapa) dengan panjang sumbu 20 cm dan 30 cm terhadap tanaman sawi. Hasilnya sumbu sabut kelapa memiliki jumlah daun
6
lebih banyak dibandingkan dengan sumbu flanel. Sedangkan panjang sumbu tidak berpengaruh terhadap produktivitas tanaman yang dihasilkan.
Salah satu faktor penting dalam budidaya tanaman hidroponik adalah media tanam. Rukmini (2011) menyatakan bahwa media memiliki fungsi untuk menyokong tanaman, menahan air dan pupuk untuk sementara waktu. Media tanam harus memiliki kemampuan untuk mempertahankan kelembaban yang cukup tinggi bagi akar dan tidak berlebihan.
Menurut Nugraha (2014) AB Mix merupakan larutan hara yang terdiri dari stok A yang berisi unsur hara makro dan stok B berisi unsur hara mikro.
Nutrisi yang mengandung unsur hara makro yaitu nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah banyak seperti N, P, K, S, Ca, dan Mg. Nutrisi yang mengandung unsur hara mikro merupakan nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit seperti Mn, Cu, Zn, Cl, Na, dan Fe.
Kristianti (2020) melakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi nutrisi AB Mix terhadap produksi dan hasil tanaman mint dengan 6 perlakuan, yaitu 750 ppm, 1000 ppm, 1250 ppm, 1500 ppm, 1750 ppm dan 2000 ppm. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa konsentrasi AB Mix berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mint dengan respon bersifat kuadratik. Pertumbuhan dan hasil terbaik dicapai pada konsentrasi 1500 ppm.
Peppermint (Mentha x piperita) termasuk keluarga Lamiaceae dan termasuk tanaman herbal. Tanaman mint merupakan tanaman yang dimanfaatkan minyak atsirinya. Minyak atsiri dari daun peppermint
7
mengandung campuran senyawa monoterpenoid yang banyak dimanfaatkan dalam bidang pengobatan, sebagai bahan perasa, campuran parfum, pasta gigi dan kosmetik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Singh (2002) bahwa minyak mint mempunyai aktivitas sebagai insektisida, anti jamur dan anti mikroba.
Daun mint menghasilkan minyak peppermint oil yang digunakan sebagai penambah aroma pada makanan dan minuman, obat, parfum, kosmetik dan penyegar lainnya (Buchbauer et al 1991 dan Dewi Setyawati, 2017). Mentol bisa digunakan sebagai obat karminatif (penenang), anti-spasmodik (anti batuk) dan diaforetik untuk menghangatkan dan menginduksi keringat (Aisyah Handayani, 2015).
Sastrohamidjojo (2002) dalam Kristian Friendly Trino Laoly (2019), menemukan bahwa minyak tanaman mint memiliki kandungan utama yaitu mentol 90% sejenis fitokimia. Daun mint juga mengandung flavonoid asam fenolat, triterfen, vitamin C dan provitamin (precursor vitamin A), fosfor, besi, kalsium dan kalium.
1.6 Hipotesis
a. Terdapat pengaruh penggunaan jenis sumbu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman peppermint (Mentha piperita L.)
b. Terdapat pengaruh penggunaan konsentrasi larutan AB Mix terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman peppermint (Mentha piperita L.).
8
c. Terdapat interaksi antara jenis sumbu dan konsentrasi larutan AB Mix berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman peppermint (Mentha piperita L.).