• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI PROVINSI PAPUA BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI PROVINSI PAPUA BARAT"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Pada bulan Oktober 2013 Provinsi Papua Barat mengalami deflasi gabungan sebesar -1,38 persen. Deflasi di Provinsi Papua Barat ini mencakup deflasi di Kota Manokwari dan deflasi di Kota Sorong. Dari 66 kota, Kota Manokwari dan Kota Sorong menempati peringkat Inflasi masing-masing pada peringkat inflasi ke-Lima Puluh untuk Kota Manokwari (yakni sebesar -0,20 persen), sedangkan untuk Kota Sorong menempati peringkat inflasi ke-Enam Puluh Lima (yakni sebesar -2,68 persen).

Deflasi gabungan di Provinsi Papua Barat terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar -4,45 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan harga/inflasi adalah kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,20 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 1,04 persen; kelompok sandang sebesar 0,41 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,40 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,03 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,03 persen.

Laju inflasi tahun kalender 2013 sebesar 5,50 persen, sedangkan laju inflasi tahun ke tahun (Oktober 2013 terhadap Oktober 2012) sebesar 6,06 persen.

No. 44/11/91 Th. VII, 01 November 2013

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

P

ROVINSI

P

APUA

B

ARAT

BULAN OKTOBER 2013, PROVINSI PAPUA BARAT MENGALAMI DEFLASI GABUNGAN

SEBESAR -1,38 PERSEN DENGAN INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) SEBESAR

159,98

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Oktober 2013, secara umum menunjukkan adanya penurunan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, dengan menggunakan penghitungan dan tahun dasar (2007 = 100), di Provinsi Papua Barat pada bulan Oktober 2013 terjadi deflasi gabungan sebesar -1,38 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 162,22 pada bulan September 2013 menjadi 159,98 pada bulan Oktober 2013. Laju inflasi gabungan Provinsi Papua Barat tahun kalender 2013 sebesar 5,50 persen, sedangkan laju inflasi tahun ke tahun (Oktober 2013 terhadap Oktober 2012) sebesar 6,06 persen.

Deflasi gabungan di Provinsi Papua Barat terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar -4,45 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan harga/inflasi adalah kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,20 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 1,04 persen; kelompok sandang sebesar 0,41 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,40 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,03 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,03 persen.

Deflasi gabungan yang terjadi di Provinsi Papua Barat dipengaruhi oleh penurunan yang cukup signifikan pada beberapa sub kelompok seperti: sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar -19,00 persen; sub kelompok

sayur-BADAN PUSAT STATISTIK

(2)

sayuran sebesar -8,62 persen; sub kelompok telur, susu, dan hasil-hasilnya sebesar -0,78 persen; sub kelompok rekreasi sebesar -0,40 persen; sub kelompok perlengkapan rumah tangga sebesar -0,39 persen; serta sub kelompok sandang wanita sebesar -0,29 persen. Sedangkan beberapa sub kelompok yang sangat berperan menghambat deflasi di Provinsi Papua Barat adalah sub kelompok yang mengalami kenaikan harga yakni sub kelompok ikan segar sebesar 7,97 persen; sub kelompok buah-buahan sebesar 3,94 persen; sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 2,46 persen; sub kelompok transpor sebesar 1,58 persen; sub kelompok jasa perawatan jasmani sebesar 1,34 persen; sub kelompok barang pribadi dan sandang lain sebesar 1,28 persen; serta sub kelompok kacang-kacangan sebesar 1,08 persen.

Tabel 1

Laju Inflasi Gabungan Provinsi Papua Barat Bulan Oktober 2013, Tahun Kalender 2013, Dan Tahun KeTahun 2013 menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100)

IHK IHK IHK Inflasi bulan Laju Inflasi Laju Inflasi Desember 2012 September 2013 Oktober 2013 Oktober 2013 *) Tahun Kalender Tahun Ke Tahun 2013 **) 2013 ***) [2] [3] [4] [5] [6] [7] U m u m 151,64 162,22 159,98 -1,38 5,50 6,06 1 Bahan Makanan 167,38 189,57 181,14 -4,45 8,22 7,88

2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau 167,72 174,49 176,30 1,04 5,12 5,28 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 145,75 151,49 151,54 0,03 3,97 4,59

4 Sandang 128,59 127,25 127,78 0,41 -0,63 0,53

5 Kesehatan 138,42 140,69 141,25 0,40 2,04 2,69

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 128,21 129,51 129,56 0,03 1,05 1,01

7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa Keuangan

131,94 138,33 140,00 1,20 6,11 8,38

159

159

0

0

-10

Kelompok Pengeluaran

[1]

*) Persentase perubahan IHK bulan Oktober 2013 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan Oktober 2013 terhadap IHK bulan Desember 2012. ***) Persentase perubahan IHK bulan Oktober 2013 terhadap IHK bulan Oktober 2012.

(3)

URAIAN INFLASI GABUNGAN PROVINSI PAPUA BARAT MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1.

Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan Oktober 2013 mengalami deflasi sebesar -4,45 persen atau terjadi penurunan indeks dari 189,57 pada bulan September 2013 menjadi 181,14 pada bulan Oktober 2013.

Dari sebelas sub kelompok yang ada dalam kelompok bahan makanan, tiga sub kelompok mengalami deflasi, tujuh sub kelompok lainnya mengalami inflasi, sedangkan satu sub kelompok tidak mengalami perubahan indeks. Sub kelompok bumbu-bumbuan adalah sub kelompok yang mengalami deflasi terbesar, yakni sebesar -19,00 persen, sedangkan sub kelompok telur, susu, dan hasil-hasilnya adalah sub kelompok yang mengalami deflasi terkecil, yakni sebesar -0,78 persen. Adapun sub kelompok yang mengalami inflasi terbesar adalah sub kelompok ikan segar sebesar 7,97 persen. Sedangkan sub kelompok yang mengalami inflasi terkecil adalah sub kelompok lemak dan minyak sebesar 0,04 persen.

2.

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan Oktober 2013 mengalami inflasi sebesar 1,04 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 174,49 pada bulan September 2013 menjadi 176,30 pada bulan Oktober 2013.

Dari tiga sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, semua sub kelompok mengalami inflasi. Sub kelompok yang mengalami inflasi terbesar adalah sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 2,46 persen, sedangkan sub kelompok yang mengalami inflasi terkecil adalah sub kelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,39 persen.

3.

Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada bulan Oktober 2013 mengalami inflasi sebesar 0,03 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 151,49 pada bulan September 2013 menjadi 151,54 pada bulan Oktober 2013.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami inflasi, sedangkan satu sub kelompok sisanya mengalami deflasi. Inflasi terbesar terjadi pada sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,47 persen, sedangkan inflasi terkecil terjadi pada sub kelompok bahan bakar, penerangan, dan air sebesar 0,02 persen.

4.

S a n d a n g

Kelompok sandang pada bulan Oktober 2013 mengalami inflasi sebesar 0,41 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 127,25 pada bulan September 2013 menjadi 127,78 pada bulan Oktober 2013.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, dua sub kelompok mengalami kenaikan indeks/inflasi, satu sub kelompok mengalami deflasi, sedangkan satu kelompok sisanya tidak mengalami

(4)

perubahan harga. Inflasi terbesar terjadi pada sub kelompok barang pribadi dan sandang lain sebesar 1,28 persen, sedangkan inflasi terkecil terjadi pada sub kelompok sandang laki-laki sebesar 0,19 persen.

5.

K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada bulan Oktober 2013 mengalami inflasi sebesar 0,40 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 140,69 pada bulan September 2013 menjadi 141,25 pada bulan Oktober 2013.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami kenaikan indeks/inflasi, sedangkan satu sub kelompok sisanya tidak mengalami perubahan indeks. Inflasi terbesar terjadi pada sub kelompok jasa perawatan jasmani sebesar 1,34 persen, sedangkan inflasi terkecil terjadi pada sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,40 persen.

6.

Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Oktober 2013 mengalami inflasi sebesar 0,03 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 129,51 pada bulan September 2013 menjadi 129.56 pada bulan Oktober 2013.

Dari lima sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, satu sub kelompok yang mengalami inflasi, satu sub kelompok mengalami deflasi, sedangkan tiga sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Inflasi terjadi pada sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 0,94 persen. Sedangkan deflasi terjadi pada sub kelompok rekreasi sebesar -0,40 persen..

7.

Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan Oktober 2013 mengalami inflasi sebesar 1,20 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 138,33 pada bulan September 2013 menjadi 140,00 pada bulan Oktober 2013.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, dua sub kelompok mengalami inflasi, sedangkan dua sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Sub kelompok yang mengalami inflasi terbesar adalah sub kelompok transpor sebesar 1,58 persen.

(5)

Tabel 2

Indeks Harga Konsumen Gabungan Provinsi Papua Barat Bulan Oktober 2013, Perubahan Terhadap Bulan Sebelumnya dan Bulan Desember 2012 (2007=100)

IHK IHK IHK Inflasi Laju Inflasi Laju Inflasi Desember 2012 September 2013 Oktober 2013 Oktober 2013 *) Tahun Kalender Tahun Ke Tahun 2013 **) 2013 **) [2] [3] [4] [5] [6] [7] U M U M 151,64 162,22 159,98 -1,38 5,50 6,06 I. BAHAN MAKANAN 167,38 189,57 181,14 -4,45 8,22 7,88

Padi-padian, Umbi-Umbian dan Hasilnya 133,65 135,50 136,76 0,93 2,33 1,99

Daging dan Hasil-hasilnya 145,55 166,62 168,00 0,83 15,43 15,33

Ikan Segar 135,26 121,16 130,82 7,97 -3,28 -13,69

Ikan Diawetkan 179,01 187,56 188,31 0,40 5,19 0,46

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 179,10 195,33 193,80 -0,78 8,21 8,37

Sayur-sayuran 190,73 216,58 197,91 -8,62 3,76 3,09

Kacang-kacangan 169,03 186,54 188,56 1,08 11,56 10,75

Buah-buahan 182,05 191,68 199,23 3,94 9,44 10,07

Bumbu-bumbuan 326,03 496,78 402,39 -19,00 23,42 42,98

Lemak dan Minyak 145,90 175,98 176,04 0,04 20,67 19,97

Bahan Makanan Lainnya 157,21 173,05 173,05 0,00 10,07 10,27

II. MAKANAN JADI, MINUMAN ROKOK & TEMBAKAU

167,72 174,49 176,30 1,04 5,12 5,28

Makanan Jadi 178,71 186,27 187,20 0,50 4,75 4,75

Minuman yang Tidak Beralkohol 153,12 156,56 157,17 0,39 2,65 2,61

Tembakau dan Minuman Beralkohol 169,28 178,55 182,94 2,46 8,07 8,87

III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS & BAHAN BAKAR

145,75 151,49 151,54 0,03 3,97 4,59

Biaya Tempat Tinggal 157,67 161,82 161,89 0,05 2,68 3,31

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 127,16 138,98 139,01 0,02 9,32 10,00

Perlengkapan Rumahtangga 115,02 117,91 117,45 -0,39 2,11 2,14 Penyelenggaraan Rumahtangga 130,21 133,72 134,35 0,47 3,18 3,85 IV. SANDANG 128,59 127,25 127,78 0,41 -0,63 0,53 Sandang Laki-laki 115,95 115,19 115,40 0,19 -0,47 -0,43 Sandang Wanita 115,26 117,56 117,21 -0,29 1,70 2,93 Sandang Anak-anak 112,83 111,64 111,64 0,00 -1,06 -0,88

Barang Pribadi dan Sandang Lain 204,58 196,56 199,08 1,28 -2,69 0,73

V. KESEHATAN 138,42 140,69 141,25 0,40 2,04 2,69

Jasa Kesehatan 135,56 135,56 136,11 0,40 0,40 0,84

Obat-obatan 136,48 136,77 136,77 0,00 0,21 0,87

Jasa Perawatan Jasmani 152,40 164,87 167,08 1,34 9,64 9,64

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 137,32 140,42 140,98 0,40 2,67 3,53

Kelompok Pengeluaran

[1]

*) Persentase perubahan IHK bulan Oktober 2013 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan Oktober 2013 terhadap IHK bulan Desember 2012. ***) Persentase perubahan IHK bulan Oktober 2013 terhadap IHK bulan Oktober 2012.

(6)

Tabel 2 (Lanjutan)

Indeks Harga Konsumen Gabungan Provinsi Papua Barat Bulan Oktober 2013, Perubahan Terhadap Bulan Sebelumnya dan Bulan Desember 2012 (2007=100)

IHK IHK IHK Inflasi Laju Inflasi Laju Inflasi Desember 2012 September 2013 Oktober 2013 Oktober 2013 *) Tahun Kalender Tahun Ke Tahun 2013 **) 2013 ***) [2] [3] [4] [5] [6] [7]

VI. PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 128,21 129,51 129,56 0,03 1,05 1,01 Jasa Pendidikan 146,12 147,08 147,08 0,00 0,65 0,65 Kursus-kursus/Pelatihan 134,46 134,46 134,46 0,00 0,00 0,00 Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 105,39 107,73 108,75 0,94 3,19 2,83 Rekreasi 110,06 111,41 110,96 -0,40 0,82 0,82 Olahraga 117,81 117,81 117,81 0,00 0,00 0,01

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI & JASA KEUANGAN

131,94 138,33 140,00 1,20 6,11 8,38

Transpor 143,79 153,16 155,58 1,58 8,20 11,00

Komunikasi dan Pengiriman 93,68 93,50 93,50 0,00 -0,19 0,41

Sarana dan Penunjang Transpor 156,22 156,21 156,21 0,00 -0,01 0,06

Jasa Keuangan 115,70 117,38 117,38 0,00 1,45 1,45

Kelompok Pengeluaran

[1]

*) Persentase perubahan IHK bulan Oktober 2013 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan Oktober 2013 terhadap IHK bulan Desember 2012. ***) Persentase perubahan IHK bulan Oktober 2013 terhadap IHK bulan Oktober 2012.

Tabel 3

Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi Bulan Oktober 2013, Dan Peringkat Inflasi Nasional di 66 Kota IHK

Kota Bulan Oktober 2013

IHK Inflasi Peringkat

BANDA ACEH 134,54 0,17 28 LHOKSEUMAWE 143,80 0,64 11 SIBOLGA 153,62 1,25 1 PEMATANG SIANTAR 152,78 0,47 18 MEDAN 147,99 1,00 3 PADANG SIDEMPUAN 146,94 0,78 8 PADANG 153,71 0,68 10 PEKAN BARU 144,29 0,80 7 DUMAI 149,21 1,17 2 JAMBI 151,01 0,87 5

(7)

Tabel 3 (Lanjutan)

Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi Bulan Oktober 2013, Dan Peringkat Inflasi Nasional di 66 Kota IHK

Kota Bulan Oktober 2013

IHK Inflasi Peringkat

PALEMBANG 142,86 0,83 6 BENGKULU 155,99 0,31 23 BANDAR LAMPUNG 158,47 0,49 17 PANGKAL PINANG 161,25 0,14 33 BATAM 136,04 0,27 24 TANJUNG PINANG 147,49 -0,29 56 JAKARTA 142,95 -0,03 41 BOGOR 146,86 0,13 34 SUKABUMI 145,65 0,20 26 BANDUNG 138,70 -0,06 42 CIREBON 149,46 -0,12 44 BEKASI 144,95 -0,15 46 DEPOK 147,15 0,12 35 TASIKMALAYA 146,34 0,23 25 PURWOKERTO 144,98 0,88 4 SURAKARTA 133,94 0,40 21 SEMARANG 144,39 0,12 35 TEGAL 141,86 -0,20 50 YOGYAKARTA 145,12 0,61 13 JEMBER 144,66 -0,12 44 SUMENEP 142,36 0,54 15 KEDIRI 144,32 -0,10 43 MALANG 145,53 0,16 29 PROBOLINGGO 150,23 -0,15 46 MADIUN 147,73 0,20 26 SURABAYA 143,96 -0,16 48 SERANG 152,41 0,16 29 TANGERANG 149,05 0,15 32 CILEGON 144,33 0,06 38 DENPASAR 145,39 -0,25 53 MATARAM 159,35 0,62 12 BIMA 160,09 -0,25 53 MAUMERE 162,12 -0,17 49 KUPANG 154,87 -0,67 59 PONTIANAK 159,59 0,73 9 SINGKAWANG 148,11 0,16 29 SAMPIT 146,12 -0,33 57 PALANGKA RAYA 151,47 -0,25 53 BANJARMASIN 150,69 -0,22 52 BALIKPAPAN 155,04 0,12 35 SAMARINDA 159,33 0,04 39 TARAKAN 177,51 0,56 14

(8)

Tabel 3 (Lanjutan)

Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi Bulan Oktober 2013, Dan Peringkat Inflasi Nasional di 66 Kota IHK

Kota Bulan Oktober 2013

IHK Inflasi Peringkat

MANADO 140,18 -1,10 62 PALU 150,38 -0,69 60 WATAMPONE 159,20 -0,02 40 MAKASSAR 143,22 -0,74 61 PAREPARE 142,36 -1,44 64 PALOPO 149,76 -0,33 57 KENDARI 149,52 -1,19 63 GORONTALO 143,29 0,53 16 MAMUJU 146,15 0,36 22 AMBON 150,07 -3,82 66 TERNATE 149,44 0,44 20 MANOKWARI 154,92 -0,20 50 SORONG 166,10 -2,68 65 JAYAPURA 140,79 0,46 19

Diterbitkan oleh :

Bidang Statistik Distribusi

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat

JalanTrikora – Sowi IV, Manokwari 98315.

Telp. (0986) 2702414, Fax. (0986) 213038

Contact Person:

Sutiyo, SE (085244606363)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini menggunakan instrumen SGRQ versi Indonesia sebagai alat pengumpul data untuk mengukur kualitas hidup pada pasien yang sedang mengalami kontrol PPOK di

 90 % dari draf yang disiapkan pemerintah mengalami perubahan yang sangat mendasar, baik dari segi substansi maupun formulasi rumusannya, yang disepakati pada

Semakin lama waktu temper yang diberikan maka martensit temper yang terbentuk akibat proses temper akan semakin banyak pula sedangkan martensit hasil quench makin sedikit, hal

Pada saat erupsi berlangsung, air masuk ke kawah yang sedang erupsi dan menjadikan erupsi yang efusif, menjadi eksplosif seperti tipe Strombolian, hal ini dikarenakan

Permasalahan tersebut dapat diatasi oleh seorang pakar dengan pengetahuan dan pengalamannya.Oleh karena itu sistem pakar dibangun bukan berdasarkan algoritma

Situs Candi Bumiayu di Sumatera Selatan dan Candi Muaro Jambi di Jambi merupakan kawasan cagar budaya nasional yang berasal dari masa kerajaan maritim

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah penggunaan statin pada pasien stroke iskemik berulang dapat memberikan luaran status fungsional yang baik, ditandai

Dengan mengikuti tahapan proses pengadaan ini, Pelaku Usaha mengakui dan menyatakan bahwa BPKH berhak sewaktu-waktu membatalkan, menunda proses pengadaan, dan/atau memilih