39
Jurnal Sosio Sains
http://journal.lldikti9.id/sosiosains
Vol 8, No, 1, April, pp 39-54
p-ISSN:2088-8589 dan e-ISSN: 2656-727X
Pengaruh Citra Toko, Motivasi Hedonis, Bauran Pemasaran,
Terhadap Kepuasan Konsumen Berbelanja Online Melalui Keputusan Implusif Di Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Sulawesi Selatan
Hartina Beddu1, Jeni Kamase,2 Ilham Labbase 2 & Aryati Arfah2
1Doktor Ilmu Manajemen, Universitas Muslim Indonesia, Makassar
2Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Muslim Indonesia, Makassar Email: : [email protected]
Artikel info
Artikel history:
Submission; 26-12-2021 Received; 05-01-2022 Revised: 27-01-2022 Accepted;28-01-2022
Keywords:
Store Image; Hedonic Motivation; Marketing Mix
Kata Kunci:
Citra Toko; Motivasi Hedonis; Bauran Pemasaran
Abstract: The research objectives: (1) to analyze the influence of store image, hedonic motivation, marketing mix on impulsive decisions, (2) influence of store image, hedonic motivation, marketing mix and impulsive decisions on consumer satisfaction (3) the effect of impulsive decisions on consumer satisfaction. (4) the influence of store image, hedonic motivation, marketing mix on consumer satisfaction through impulsive decisions. Quantitative research approach. The population is 743 people and the sample is 260 people. The results showed that: (1) store image, hedonic motivation, marketing mix partially positive and significant effect on impulsive decisions, (2) store image had positive and insignificant effect on consumer satisfaction, (3) hedonic motivation, marketing mix and decisions impulsive partially positive and significant effect on consumer satisfaction, (4) store image, hedonic motivation, marketing mix partially positive and significant effect on consumer satisfaction through impulsive decisions.
Abstrak: Tujuan penelitian:(1) untuk menganalisis pengaruh citra toko, motivasi hedonis, bauran pemasaran terhadap keputusan implusif, (2) pengaruh citra toko, motivasi hedonis, bauran pemasaran dan keputusan implusif terhadap kepuasan konsumen (3) pengaruh keputusan implusif terhadap kepuasan konsumen. (4) pengaruh citra toko, motivasi hedonis, bauran pemasaran terhadap kepuasan konsumen melalui keputusan implusif. Pendekatan penelitian kuantitatif. Populasi sebanyak 743 orang dan sampel sebanyak 260 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) citra toko, motivasi hedonis, bauran pemasaran secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan implusif, (2) citra toko berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen, (3) motivasi hedonis, bauran pemasaran dan keputusan implusif secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, (4) citra toko, motivasi hedonis, bauran pemasaran secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen melalui keputusan implusif.
Coresponden author:
Email: [email protected] artikel dengan akses terbuka dibawah lisensi CC BY
PENDAHULUAN
Pemerintah Republik Indonesia telah mengeluarkan regulasi yang akan menjadi payung hukumnya. UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 9, pasal 10 (1), pasal 15, pasal 17 (1,2) secara jelas mengatur pelaku usaha agar menyelenggarakan transaksi elektronik secara andal, aman dan bertanggungjawab. Saat ini pemerintah memberlakukan Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan KUHP tentang Penipuan jika terjadi tindak kriminal dalam e-commerce (Wahyuningtyas &
Widiastuti, 2015). Begitupun organisasi dan forum International (diantaranya : World Trade Organization, United Nation Commission On International Trade Law, The European Union) telah mengagendakan dan menyusun berbagai konsep yang berkaitan dengan penerapan e-commerce di dunia perdagangan internasional.
Internet digunakan tidak hanya untuk media berkomunikasi, tetapi juga perdagangan elektronik atau e-commerce. Perdagangan elektronik atau e-commerce adalah perkembangan paradigma baru dari pemasaran secara umum dengan menghubungkan jual beli melalui teknologi informasi (Sari, et.al, 2020). Salah satu perdagangan elektronik dan cukup potensial adalah online shop. Online shopping adalah kegiatan jual beli atau perdagangan elektronik yang memungkinkan konsumen untuk dapat langsung membeli barang atau jasa dari penjual melalui media internet menggunakan sebuah web browser. Web browser adalah suatu program yang digunakan untuk menjelajahi dunia internet atau untuk mencari informasi tentang suatu halaman web yang tersimpan di computer (Reza, 2016). Sehingga dengan menggunakan web browser, para pengguna internet dapat mengakses berbagai informasi yang terdapat di internet dengan mudah.
Online shopping adalah kegiatan pembelian produk (baik barang ataupun jasa) melalui media internet (Wijaya & Teguh, 2012). Online shopping memungkinkan terjadinya transaksi jual beli tanpa harus bertatap muka secara langsung. Proses transaksi saat melakukan online shopping semakin dipermudah dengan adanya perangkat keras seperti smartphone dan tablet (Setyawati, Ali & Rasyid, 2017). Smartphone dan tablet menjadi perangkat favorit masyarakat Indonesia untuk berselancar di dunia maya.
Persentase penggunaan perangkat ini mencapai 44,16 % (kumparan.com, 2018).
Tabel 1
Penjualan E-Commerce
Negara Tahun
2016 2017 2018 2019
Tiongkok $ 181.62 $ 274.57 $ 359.59 $ 439.72 Jepang $ 118.59 $ 127.06 $ 135.54 $ 143.13 Korea Selatan $ 18.52 $ 20.24 $ 21.92 $ 23.71
India $ 16.32 $ 20.74 $ 25.65 $ 30.31
Indonesia $ 1.79 $ 2.60 $ 3.56 $ 4.89
Sumber: Insiderata
Tabel 1 menggambarkan bahwa tahun 2016 sampai dengan 2019, peluang penjualan e- commerce setiap tahun meningkat, yang menandakan bahwa perkembangan e- commerce di Indonesia menunjukan hal yang positif.Bisnis online menjadi salah satu cara mempromosikan dan menjual barang melalui internet yang mulai sering dilakukan pelaku usaha. Pembelian online pun juga semakin marak dilakukan konsumen.Penelitian dari Brand Marketing Institute (BMI) pada tahun 2016 mengenai tren belanja online di dunia menunjukkan 26% pengguna internet di Indonesia atau 1.231 orang menunjukan tendensi untuk melakukan belanja online. BMI memprediksi
pasar belanja online akan tumbuh hingga 57% di tahun 2019. Nilai total belanja online per orang selama satu tahun mencapai Rp 825 ribu, atau jika diakumulasikan dengan jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai Rp 21 triliun(https://shopee.co.id/2018).
Perilaku belanja online paling banyak dilakukan oleh konsumen berusia 19-34 tahun yang juga merupakan konsumen tertinggi dalam pemanfaatan internet (APJII, 2017).
Perilaku belanja melalui toko online mulai sering dilakukan konsumen meskipun memiliki berbagai kekurangan dan kendala, salah satunya adalah tingginya keraguan konsumen dengan proporsi 40,6 persen (Putra, 2012). Selain itu, beberapa permasalahan lain dari sisi layanan maupun produk yang ditimbulkan dari belanja online ditunjukkan pada beberapa hal meliputi waktu pengiriman barang, konfirmasi pembayaran, kesalahan pengiriman produk, dan produk cacat (Barkatullah, 2019).
Permasalahan Lain Yaitu Kurangnya Keamanan,tidak adanya pemeriksaan fisik produk, kurangnya informasi, dan tampilan visual menjadi penyebab utama ketidakpuasan konsumen online (Aisyiyah & Krisnatuti, 2019). Beberapa faktor lain yang berdampak pada tingkat kepuasan konsumen dan minat beli adalah layanan pelanggan, pengiriman, dan sistem pelacakan pasca pembelian (Fihartini & Prasetyo, 2017) dan buruknya kualitas pelayanan berkontribusi pada ± 80% komplain konsumen terhadap e-retailers (Wijayanti, 2018).
Beberapa kasus tersebut menimbulkan berbagai dampak pada konsumen, salah satunya peningkatan komplain yang terlihat pada gambar berikut: (APJII, 2017).
Gambar 1.Persentase Komplain Online Shop.
Sejumlah riset mengidentifikasi beberapa tantangan yang masih dihadapi oleh pelaku usaha dalam bisnis online, diantaranya: hanya kurang dari 2% dari online visits yang berakhir dengan pembelian produk (Bellman, 2001;121).
Gambar 2.Keputusan Pembelian Sumber: APJII (2020)
Gambar 2 memperlihatkan persentase online visits yang berakhir dengan pembelian produk yang dilansir dari APJII (2020) selama tahun 2016 sampai dengan tahun 2020.
Pasar online didominasi berbagai produk dan hasil survei yang dilakukan Markplus, berdasarkan studi kuantitatif terhadap lebih dari 3.000 responden di 18 kota di Indonesia ditambah dengan studi kualitatif Focus Group Discussion, menunjukan lima jenis produk yang paling sering dibeli secara online yang tampak pada gambar berikut:.
Gambar 3.Dominasi Jenis Penjualan Produk Online Sumber: Ideaonline. Com
Kepuasan/ketidakpuasan konsumen terkait dengan keputusan pembelian. Umumnya konsumen memiliki kebiasaan berbelanja untuk memenuhi kebutuhan. Meskipun demikian, sering juga ditemui konsumen yang berbelanja hanya untuk memenuhi hasrat atau dorongan dari dalam dirinya.Hal tersebut sangat memiliki potensi untuk terjadinya belanja atau pembelian impulsif secara online.
Hakikat impulsive buying dan unplanned buying adalah perilaku yang muncul pada konsumen secara tiba-tiba pada saat melakukan pembelian tanpa direncanakan terlebih dahulu. Konsumen yang tertarik secara emosional dan merasa puas seringkali tidak melibatkan rasionalitas dalam proses keputusan pembelian. Riset yang dilakukan Nielsen melalui wawancara tatap muka dengan 1.804 responden, dengan belanja rumah tangga lebih dari 1,5 juta perbulan di Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar dan Medan, 21% pembelanja mengaku tidak pernah membuat rencana belanja. Angka ini jauh lebih tinggi dari angka tahun 2003 yang hanya 11%. Dalam studi tahun 2019, 59% pembelanja yang membuat daftar belanja pun mengaku selalu membeli barang-barang diluar daftar saat berbelanja. Pembelian Impulsif terjadi sekitar 40% dari keseluruhan belanja online). Demikian pula, riset terkait dengan perilaku konsumen membuktikan bahwa konsumen akan cenderung lebih impulsif ketika melakukan pembelian online jika dibandingkan dengan konsumen offline.
Berbagai produk online sering di beli secara impulsif (Ma’ruf, 2005). Penelitian yang dilakukan Rani (2006) yang membuktikan bahwa konsumen yang melakukan belanja impulsif sering kali membeli barang-barang seperti pakaian, perhiasan, make-up, dan benda-benda lain yang dapat meningkatkan penampilan mereka. Dalam kajian ini, khusus untuk pembelanjaan fashion hasil surveisementara pada 323 konsumen yang berbelanja lewat online shop di Kota Makassar, 310 diantaranya pernah melakukan impulsivebuying.
Beberapa hal yang mempengaruhi pembelian impulsif yaitu website environment yang terdiri dari foto produk, informasi tentang promosi, iklan, background music. Selain itu, faktor situasional yang mempengaruhi seperti ketersediaan waktu dan uang serta pengaruh dari orang lain. Faktor terakhir yang mempengaruhi pembelian impulsif adalah faktor internal, seperti faktor demografi, kepribadian (personality), emosi dan motivasi pembelian.
Salah satu tipe keputusan impusif terkait dengan loyalitas terhadap citra toko(pure impulse).Citra terkait dengan cara konsumen mempersepsikan (memikirkan) toko atau produknya. Citra toko merupakan persepsi yang direkam di memori konsumen dan bekerja sebagai filter yang mempengaruhi persepsi terhadap toko online.
Sifat hedonis juga dapat mempengaruhi seseorang untuk melakukan pembelian secara impulsif sering dialami seseorang ketika berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan.
Menurut Kosyudkk. (2014) pembelian impulsif adalah pembelian yang terjadi ketika konsumen melihat produk atau merek tertentu, kemudian konsumen menjadi tertarik untuk mendapatkannya, biasanya karena adanya rangsangan yang menarik dari toko tersebut.
Konsumen Yang memiliki pola hidup hedonis selalu ingin menjadi pusat perhatian.
Artinya, sesuatu yang mendatangkan kesusahan, penderitaan, dan tidak menyenangkan merupakan sesuatu yang dinilai tidak baik. Motivasi berbelanja hedonis merupakan suatu keinginan konsumen untuk mendapatkan suatu kesenangan bagi dirinya sendiri yang dapat dipenuhi dengan cara menghabiskan waktu untuk mengunjungi pusat perbelanjaan atau mal, menikmati suasana atau atmosfer yang ada di pusat perbelanjaan itu sendiri meskipun mereka tidak membeli apapun atau hanya melihat- lihat saja.
Faktor lingkungan berbelanja ternyata juga dapat memunculkan perilaku konsumen yang lain yakni sifat hedonis. Sifat hedonis pada konsumen yang cenderung membeli tanpa mengutamakan prioritas berbelanja sesuai dengan kebutuhan. Motivasi
berbelanja secara hedonis merupakan tingkah laku individu yang melakukan kegiatan berbelanja secara berlebihan untuk memenuhi kepuasan tersendiri (Kosyudkk., 2014).
Motivasi belanja hedonis adalah motivasi konsumen untuk berbelanja karena berbelanja merupakan suatu kesenangan tersendiri sehingga tidak memperhatikan manfaat dari produk yang dibeli.Motivasi berbelanja hedonis akan tercipta dengan adanya gairah berbelanja seseorang yang mudah terpengaruh model terbaru.
Konsumen yang memiliki perilaku hedonis merupakan peluang bagi para penjual untuk menawarkan berbagai varians produk dalam rangka meningkatkan keuntungannya.
Motivasi hedonis akan tercipta dengan adanya gairah berbelanja seseorang yang mudah terpengaruh model terbaru dan berbelanja menjadi gaya hidup seseorang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (Kosyu dkk., 2014).Nilai hedonis konsumsi merupakan pengalaman konsumsi yang berhubungan dengan perasaan, fantasi, kesenangan, dan pancaindera, di mana pengalaman tersebut mempengaruhi emosi seseorang. Ketika konsumen berbelanja dilandasi oleh motif hedonis, konsumen cenderung berorientasi pada kesenangan, fantasi, dan hiburan yang bisa didapatkannya melalui pengalaman belanja.
Setelah membeli suatu produk, konsumen akan mengalami beberapa tingkat kepuasan atau tidak ada kepuasan. Ada kemungkinan bahwa pembeli memiliki ketidakpuasan setelah melakukan pembelian, dikarenakan bauran pemasaran, seperti produk tidak sesuai dengan harapan, harga kurang bersaing, promosi kurang menarik (tidak ada potongan harga),dan personalisasi yang agak sulit. Bauran pemasaran merupakan seperangkat alat pemasaran yang digunakan toko online untuk mencapai tujuannya.
Untuk mencapai keharmonisan dan meminimalkan ketidakpuasan konsumen maka konsumen harus mengurangi keinginan-keinginan lain sesudah pembelian, atau juga pembeli juga harus mengeluarkan waktu lebih banyak untuk melakukan evaluasi sebelum membeli.
Demikian pula, kemudahan untuk berinteraksi (personalisasi) terkait dengan komplain produk yang tidak sesuai harapan maka dapat pula meningkatkan keputusan pembelian.
Oleh karena itu bauran pemasaran memiliki kontribusi yang signifikan terhadap keputusan pembelian dan pada akhirnya mempengaruhi kepuasan konsumen.Penelitian dari Jujun (2019) menunjukkan bahwa produk dan promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan dan indikasinya terhadap keputusan pembelian. Sementara itu harga dan tempat berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan dan indikasinya terhadap keputusan pembelian.
Berbagai kemudahan berbelanja online yang meningkatkan minat dari mahasiswa dan tenaga pengajar untuk berbelanja online,seperti tidak perlu datang langsung ke toko dan hanya perlu mengunjungi situs yang dituju dan menentukan barang/jasa yang mereka butuhkan, serta mudah membandingkan harga dengan harga pesaing.
Berdasarkan hasil observasi peneliti ditemukan ternyata disamping kemudahan yang ditawarkan dari berbelanja online,masih terdapat pula berbagai keluhan/komplain dari para mahasiswa dan tenaga pengajar terkait dengan berbelanja online. Tabel 2 menunjukkan ketidakpuasan mahasiswa dan tenaga pengajar yang berjumlah 1.075 orang di Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa Sulawesi Selatan yang berbelanja online pada 4 toko online yang terkenal di Indonesia.
Tabel 2.
Komplain Berbelanja Online
Nama Toko Online Tingkat Komplain Jenis Komplain
Tokopedia 2%
Keterjangkauan harga, daya saing harga, kesesuaian harga dengan kualitas produk.
Bukalapak 5% Kesesuaian harga dengan
manfaat, potongan harga.
Shopee 3%
Garansi produk, kelengkapan informasi produk, ketepatan jadwal
Lazada 1% Kecepatan merespon.
Sumber: Mahasiswa & Tenaga Pengajar
Berdasarkan Tabel 2 terlihat ternyata masih terdapat berbagai fenomena permasalahan dari berbelanja secara online. Permasalahan yang terjadi adalah masih rendahnya kepuasan dari mahasiswa dan tenaga pengajar berbelanja online yang dicerminkan melalui adanya komplain terhadap beberapa toko online.
Riset dari Setyani (2019) menunjukkan jumlah pelanggan yang berbelanja online (online shopping) pada tahun 2017 diperkirakan mencapai 19,3 juta dan tahun 2018 sebesar 21,8 juta.Demikian pula, pada tahun 2019 jumlah pelanggan yang berbelanja online diperkirakan mencapai 28,6 juta dengan angka penjualan menyentuh $4,5 miliar atau sekitar Rp 61 triliun. Adanya kecenderungan pelanggan untuk berbelanja online yang terus menerus meningkat maka dapat mengindikasikan bahwa pelanggan puas dengan jasa pembelian secara online.
Kerangka Konseptual
METODE PENELITIAN
Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan salah satu pencarian ilmiah yang didasari oleh filsafat positivisme logika yang beroperasi dengan aturan-aturan yang ketat mengenai logika,
Citra Toko (X1)
Motivasi Hedonis
(X2)
Bauran Pemasar an (X3)
Kepuasan Konsume
n (Z) Keputusa n Implusif
(Y)
kebenaran, hukum-hukum, dan prediksi. Fokus penelitian kuantitatif diidentifikasikan sebagai proses kerja yang berlangsung secara ringkas, terbatas, dan memilah-milah permasalahan menjadi bagian yang dapat diukur atau dinyatakan dalam angka-angka.
Penelitian ini dilaksanakan untuk menjelaskan, menguji hubungan antar variabel, menentukan kausalitas dari variabel, menguji teori dan mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif. Pendekatan kuantitatif mementingkan adanya variabel- variabel sebagai objek penelitian dan variabel-variabel tersebut harus didefinisikan dalam bentuk operasionalisasi variabel. Pendekatan penelitian kuantitatif lebih memberikan makna dalam hubungannya dengan penafsiran angka. (Suliyanto, 2018:22). Lokasi penelitian di Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Rencana penelitian yang dimulai dari seminar proposal sampai dengan promosi dapat dilihat pada lampiran.
Populasi dalam penelitian ini berjumlah 743 orang yang terdiri dari dosen (31 orang), pegawai (98 orang), dan mahasiswa tingkat 2 dan tingkat 3 (614 orang) di Poliklinik Pembangunan Pertanian Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Populasi yang besar menyebabkan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, maka peneliti menggunakan sampel. Sampel adalah sebagian anggota dari populasi yang dipilih dengan menggunakan prosedur tertentu sehingga diharapkan dapat mewakili populasinya.
HASIL
Berdasarkan model empirik yang diajukan di dalam penelitian ini maka dapat dilakukan pengujian terhadap hipotesis melalui pengujian koefisien jalur pada model persamaan struktural. Adapun pengaruh langsung dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3 Hasil Pengujian Hipotesis
HP Variabel Direct
Effect Indirec
t Effect Total
Effect P-
Value Keterangan Eksogen Intervening Endogen
1 Citra Toko (X1) Keputusan
Implusif (Y1) 0.402 0.402 0.000 Positif dan Signifikan 2 Motivasi Hedonis (X2) Keputusan
Implusif (Y1) 0.338 0.338 0.009 Positif dan Signifikan
3 Bauran
Pemasaran (X3) Keputusan
Implusif (Y1) 0.369 0.369 0.002 Positif dan Signifikan
4 Citra Toko (X1) Kepuasan
Konsumen
(Z1) 0.171 0.171 0.162 Positif dan
Tidak Signifikan 5 Motivasi Hedonis
(X2)
Kepuasan
Konsumen
(Z1) 0.397
0.397 0.000 Positif dan Signifikan
6 Bauran
Pemasaran (X3)
Kepuasan
Konsumen
(Z1) 0.286
0.286 0.007 Positif dan Signifikan 7 Keputusan
Implusif (Y1) Kepuasan
Konsumen
(Z1) 0.540
0.540 0.000 Positif dan Signifikan 8
Citra Toko (X1) Keputusan
Implusif (Y1) Kepuasan Konsumen
(Z1) 0.171 0.214 0.385 0.001 Positif dan Signifikan
9 Motivasi Hedonis (X2)
Keputusan
Implusif (Y1) Kepuasan Konsumen
(Z1) 0.397 0.229 0.626 0.003 Positif dan Signifikan
10 Bauran
Pemasaran (X3)
Keputusan
Implusif (Y1) Kepuasan Konsumen
(Z1) 0.286 0.197 0.483 0.008 Positif dan Signifikan
a. Pengaruh Citra Toko Terhadap Keputusan Implusif
Citra toko berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan implusif (P=0,000 ≤ 0,05 dan loading faktor= 0,402). Sehingga pernyataan dari hipotesis pertama diterima dan ini berarti semakin baik citra toko maka konsumen semakin yakin melakukan keputusan implusif. Citra toko memiliki peranan penting dalam keputusan implusif.
b. Pengaruh Motivasi Hedonis Terhadap Keputusan Implusif
Motivasi hedonis berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan implusif (P=0,009 ≤0,05 dan loading faktor= 0,338). Sehingga pernyataan dari hipotesis kedua diterima dan ini berarti motivasi hedonis yang semakin meningkat maka konsumen semakin yakin melakukan keputusan implusif. Motivasi hedonis memiliki peranan penting dalam keputusan implusif.
c. Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Implusif
Bauran pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan implusif (P=0,002 ≤ 0,05 dan loading faktor =0,369). Sehingga pernyataan dari hipotesis ketiga dapat diterima dan ini berarti semakin baik bauran pemasaran maka keputusan implusif semakin meningkat. Bauran pemasaran memberikan makna yang berarti terhadap keputusan implusif.
d. Pengaruh Citra Toko Terhadap Kepuasan Konsumen
Citra toko berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen (P=0,171 ≤0,05 dan loading faktor= 0,162). Sehingga pernyataan dari hipotesis empat ditolak dan ini berarti semakin baik citra toko maka konsumen semakin yakin melakukan keputusan implusif. Namun, citra toko tidak memiliki peranan penting dalam meningkatkan kepuasan konsumen.
e. Pengaruh Motivasi Hedonis Terhadap Kepuasan Konsumen
Motivasi hedonis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen (P=0,397 ≤0,05 dan loading faktor= 0,000). Sehingga pernyataan dari hipotesis kelima diterima dan ini berarti motivasi hedonis yang semakin meningkat maka kepuasan konsumen semakin meningkat . Motivasi hedonis memiliki peranan penting dalam kepuasan konsumen.
f. Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Kepuasan Konsumen
Bauran pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen (P=0,286 ≤ 0,05 dan loading faktor =0,007). Sehingga pernyataan dari hipotesis keenam dapat diterima dan ini berarti semakin baik bauran pemasaran maka kepuasan konsumen semakin meningkat. Bauran pemasaran memberikan makna yang berarti terhadap . kepuasan konsumen.
g. Pengaruh Keputusan Implusif Terhadap Kepuasan Konsumen
Keputusan implusif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen (P=0,540 ≤ 0,05 dan loading faktor = 0,000). Sehingga pernyataan dari hipotesis ketujuh diterima dan ini berarti semakin meningkat keputusan implusif maka kepuasan konsumen semakin meningkat. Keputusan implusif memberikan makna yang berarti terhadap kepuasan konsumen.
h. Pengaruh Citra Toko Terhadap Kepuasan Konsumen Melalui Keputusan Implusif
Keputusan implusif dapat memediasi secara positif dan signifikan antara citra toko terhadap kepuasan konsumen melalui keputusan implusif (P=0,214 ≥ 0,05 dan loading faktor = 0,001). Sehingga pernyataan dari hipotesis kedelapan dapat diterima.
i. Pengaruh Motivasi Hedonis Terhadap Kepuasan Konsumen Melalui Keputusan Implusif
Keputusan implusif dapat memediasi secara positif dan signifikan antara motivasi hedonis terhadap kepuasan konsumen melalui keputusan implusif (P=0,229 ≥ 0,05 dan loading faktor = 0,003). Sehingga pernyataan dari hipotesis kesembilan dapat diterima.
j. Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Kepuasan Konsumen Melalui Keputusan Implusif
Keputusan implusif dapat memediasi secara positif dan signifikan antara bauran pemasaran terhadap kepuasan konsumen melalui keputusan implusif (P=0,197 ≥ 0,05 dan loading faktor = 0,008). Sehingga pernyataan dari hipotesis kesepuluh dapat diterima.
PEMBAHASAN
1. Pengaruh Citra Toko Terhadap Keputusan Implusif
Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa citra toko berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan implusif. Toko yang memiliki strengthness (kekuatan), uniqueness (keunikan), favourable (kemampuan mengingat) memiliki peranan penting untuk mempengaruhi konsumen membuat keputusan pembelian implusif.
Citra toko yang positif akan mendorong persepsi positif terhadap produk yang ditawarkan toko tersebut, sehingga mempengaruhi sikap konsumen untuk melakukan buying implusif. Meskipun bentuk pembelian implusif berupa pure impulse (impuls murni), reminder impulse (impuls pengingat), suggestion impulse (impuls saran), planned impulse (impuls terencana).
Hasil observasi peneliti menunjukkan bahwa secara umum bentuk pembelian implusif yang dilakukan oleh konsumen di Polbantang adalah pure impulse (impuls murni), reminder impulse (impuls pengingat) dan planned impulse (impuls terencana). Pure impulse (impuls murni) merupakan tindakan pembelian yang dilakukan konsumen terhadap produk karena alasan menarik biasanya karena loyalitas terhadap merek.
Sedangkan reminder impulse (impuls pengingat) dimana konsumen melihat produk tersebut dan diingatkan bahwa persediaan di rumah perlu ditambah atau telah habis.
Demikian pula, planned impulse (impuls terencana) dimana konsumen melakukan pembelian karena adanya respons konsumen terhadap beberapa insentif special untuk membeli produk yang tidak diantisipasi. Impuls ini biasanya distimulasi oleh pengumuman penjualan kupon, potongan kupon, atau penawaran yang menggiurkan lainnya.
Citra toko mempengaruhi konsumen melakukan pembelian implusif bilamana toko tersebut memiliki strengths (kekuatan), uniqueness (keunikan), dan favourable (kemampuan mengingat). Strengthness (kekuatan) mengarah pada keunggulan- keunggulan yang dimiliki toko yang bersangkutan yang bersifat fisik dan tidak ditemukan pada toko lainnya. Keunggulan toko ini mengacu pada atribut-atribut fisik atau toko yang bersangkutan.
2. Pengaruh Motivasi Hedonis Terhadap Keputusan Implusif
Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa motivasi hedonis berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan implusif. Adventure shopping, value shopping, idea shopping, social shopping, dan gratification shopping memiliki peranan penting dalam mempengaruhi keputusan implusif.
Konsumen dengan motivasi hedonis dapat mempengaruhi keputusan implusif dikarenakan konsumen memiliki tujuan adventure shopping. Adventure shopping, mengacu pada belanja merupakan suatu petualangan untuk menyenangkan perasaan konsumen. Konsumen yang memiliki perasaan senang maka memudahkan mereka untuk melakukan secara spontanitas. Spontanitas dimana konsumen melakukan pembelian tanpa diharapkan atau direncanakan. Sementara itu juga konsumen yang merasa senang akan meningkatkan kekuatan, kompulsif, dan intensitas konsumen.
Kekuatan, kompulsi, dan intensitas terkait dengan adanya motivasi dari konsumen untuk mengesampingkan semua yang lain dan bertindak seketika atau memutuskan seketika untuk melakukan pembelian.
Konsumen dengan motivasi hedonis dapat mempengaruhi keputusan implusif dikarenakan konsumen memiliki tujuan role shopping. Role shopping dimana belanja yang mencerminkan kenikmatan yang dirasakan konsumen ketika mereka berbelanja untuk orang lain serta kegembiraan dan kesenangan intrinsik yang dirasakan pada saat menemukan hadiah yang sempurna bagi orang lain. Konsumen yang melakukan pembelian dengan tujuan role shopping akan melakukan pembelian secara spontan.
Spontanitas dimana konsumen melakukan pembelian tanpa diharapkan atau direncanakan. Sementara itu juga konsumen yang melakukan pembelian dengan tujuan role shopping akan meningkatkan kekuatan, kompulsif, dan intensitas konsumen.
Kekuatan, kompulsi, dan intensitas terkait dengan adanya motivasi dari konsumen untuk mengesampingkan semua yang lain dan bertindak seketika atau memutuskan seketika untuk melakukan pembelian.
3. Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Implusif
Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa bauran pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan implusif. Toko dengan bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, saluran distribusi, komunikasi, dan personalisasi memiliki peranan penting untuk mempengaruhi konsumen membuat keputusan pembelian implusif.
Keputusan pembelian implusif dipengaruhi oleh bauran pemasaran yang terdiri atas produk, harga, saluran distribusi, komunikasi, dan personalisasi. Produk terkait dengan segala sesuatu yang ditawarkan oleh toko kepada konsumen untuk dibeli, dikonsumsi dan diadopsi. Produk dengan kualitas yang baik akan membuat konsumen secara spontanitas melakukan pembelian tanpa diharapkan atau direncanakan. Produk dengan kualitas yang baik akan meningkatkan kekuatan, kompulsi, dan intensitas terkait dengan adanya motivasi dari konsumen untuk mengesampingkan semua yang lain dan
bertindak seketika atau memutuskan seketika untuk melakukan pembelian. Produk dengan kualitas yang baik akan membuat pembelian secara mendadak tanpa perencanaan. Produk dengan kualitas yang baik akan meningkatkan ketidakpedulian dan konsumen merasakan begitu sulit menolaknya, sehingga akibat yang bisa menimbulkan hal-hal negatif diabaikannya.
Konsumen melakukan keputusan implusif bilamana toko menawarkan harga yang relatif bersaing. Harga merupakan sejumlah uang tertentu yang harus dikorbankan oleh konsumen untuk memperoleh produk yang akan dikonsumsi. Harga yang bersaing akan membuat konsumen secara spontanitas melakukan pembelian tanpa diharapkan atau direncanakan. Harga yang bersaing akan membuat konsumen untuk mengesampingkan semua yang lain dan bertindak seketika atau memutuskan melakukan pembelian. Harga yang bersaing akan membuat konsumen melakukan pembelian secara mendadak tanpa perencanaan. Harga yang bersaing akan meningkatkan ketidakpedulian untuk segera melakukan pembelian dan konsumen merasakan begitu sulit menolaknya, sehingga akibat yang bisa menimbulkan hal-hal negatif diabaikannya.
4. Pengaruh Citra Toko Terhadap Kepuasan Konsumen
Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa citra toko berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen. Toko yang memiliki strengths (kekuatan), uniqueness (keunikan), favourable (kemampuan mengingat) tidak memiliki peranan penting dalam mempengaruhi kepuasan konsumen . Kepuasan konsumen dipengaruhi oleh faktor lainnya yakni e-kualitas layanan. Toko yang memiliki citra yang negatif tidak dapat menampilkan kepribadian sebuah toko. Konsumen cenderung tidak berbelanja di toko-toko yang tidak dapat membangun citranya. Berbekal citra toko yang negatif, maka vendor akan mengalami kesulitan menciptakan kepuasan setelah konsumen merasakan pengalaman berbelanja pada toko tersebut.
Toko yang tidak memiliki keunikan produk tidak memiliki kemampuan untuk membedakan produk yang dimiliki dengan toko-toko lainnya. Kesan unik ini muncul dari atribut produk, kesan unik berarti terdapat diferensiasi antara produk satu dengan produk lainnya. Termasuk dalam kelompok unik ini seperti variasi layanan dan harga serta diferensiasi. Konsumen yang merasa tidak puas karena harapannya tidak terpenuhi, minat berkunjung kembali rendah, dan tidak merekomendasikan produk yang telah dirasakan kepada teman atau keluarga. Sedangkan konsumen merasa tidak puas bila toko tersebut tidak mudah diingat. Konsumen yang merasa tidak puas karena harapannya tidak terpenuhi, minat berkunjung kembali rendah, dan tidak merekomendasikan produk yang telah dirasakan kepada teman atau keluarga
5. Pengaruh Motivasi Hedonis Terhadap Kepuasan Konsumen
Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa motivasi hedonis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Adventure shopping, value shopping, idea shopping, social shopping, dan gratification shopping memiliki peranan penting dalam mempengaruhi kepuasan konsumen.
Konsumen dengan motivasi hedonis dapat meningkatkan kepuasannya bilamana tujuannya adventure shopping. Adventure shopping, mengacu pada belanja merupakan suatu petualangan untuk menyenangkan perasaan konsumen. Konsumen yang merasa puas dengan adventure shopping akan memenuhi harapannya. Hal ini dikarenakan adanya tingkat kesesuaian antara kinerja produk yang diharapkan dan dirasakan sendiri oleh konsumen. Konsumen yang merasa puas dengan adventure shopping akan
meningkatkan minat berkunjung kembali atau melakukan pemakaian ulang terhadap produk yang terkait. Konsumen yang merasa puas dengan adventure shopping akan meningkatkan kesediaan untuk merekomendasi produk yang telah dirasakan kepada teman atau keluarga.
Konsumen dengan motivasi hedonis dapat meningkatkan kepuasannya tujuan belanjanya idea shopping. Idea shopping dimana belanja dilakukan untuk mengikuti tren dan mode baru serta melihat produk dan inovasi baru. Konsumen yang merasa puas dengan idea shopping akan memenuhi harapannya. Hal ini dikarenakan adanya tingkat kesesuaian antara kinerja produk yang diharapkan dan dirasakan sendiri oleh konsumen. Konsumen yang merasa puas dengan idea shopping akan meningkatkan minat berkunjung kembali atau melakukan pemakaian ulang terhadap produk yang terkait. Konsumen yang merasa puas dengan idea shopping akan meningkatkan kesediaan untuk merekomendasi produk yang telah dirasakan kepada teman atau keluarga.
6. Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Kepuasan Konsumen
Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa bauran pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, saluran distribusi, komunikasi, dan personalisasi memiliki peranan penting untuk meningkatkan kepuasan konsumen.
Kepuasan konsumen dipengaruhi oleh bauran pemasaran yang terdiri atas produk, harga, saluran distribusi, komunikasi, dan personalisasi. Produk terkait dengan segala sesuatu yang ditawarkan oleh toko kepada konsumen untuk dibeli, dikonsumsi dan diadopsi. Produk dengan kualitas yang baik akan membuat konsumen puas dikarenakan adanya kesesuaian harapan antara kinerja produk yang diharapkan oleh konsumen dan dirasakan sendiri oleh konsumen. Produk dengan kualitas yang baik akan membuat konsumen untuk bersedia berkunjung kembali atau melakukan pemakaian ulang terhadap produk yang terkait. Produk dengan kualitas yang baik akan membuat konsumen bersedia merekomendasi produk yang telah dirasakan kepada teman atau keluarga.
Konsumen merasa puas bilamana toko menawarkan harga yang relatif bersaing. Harga merupakan sejumlah uang tertentu yang harus dikorbankan oleh konsumen untuk memperoleh produk yang akan dikonsumsi. Harga yang bersaing akan membuat konsumen puas dikarenakan adanya kesesuaian harapan antara kinerja produk yang diharapkan oleh konsumen dan dirasakan sendiri oleh konsumen. Harga yang bersaing membuat konsumen untuk bersedia berkunjung kembali atau melakukan pemakaian ulang terhadap produk yang terkait. Harga yang bersaing membuat konsumen bersedia merekomendasi produk yang telah dirasakan kepada teman atau keluarga.
7. Keputusan Implusif Terhadap Kepuasan Konsumen
Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa keputusan implusif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Spontanitas, kekuatan, kompulsi, dan intensitas, kegairahan dan stimulasi, dan ketidakpedulian akan akibat memiliki peranan penting untuk meningkatkan kepuasan konsumen.
Konsumen akan memiliki motivasi untuk mengesampingkan semua yang lain dan bertindak seketika atau memutuskan seketika untuk melakukan pembelian bilamana pembelian tersebut menghasilkan kepuasan. Konsumen merasa puas bila terdapat kesesuaian antara kinerja produk yang diharapkan oleh konsumen dan dirasakan
sendiri oleh konsumen, menimbulkan minat berkunjung kembali atau melakukan pemakaian ulang terhadap produk yang terkait, dan merekomendasi produk yang telah dirasakan kepada teman atau keluarga.
Konsumen akan merasakan adanya desakan dalam dirinya untuk membeli segera dan merasakan begitu sulit menolaknya, sehingga akibat yang bisa menimbulkan hal-hal negatif diabaikannya bilamana pembelian tersebut menghasilkan kepuasan. Konsumen merasa puas bila terdapat kesesuaian antara kinerja produk yang diharapkan oleh konsumen dan dirasakan sendiri oleh konsumen, menimbulkan minat berkunjung kembali atau melakukan pemakaian ulang terhadap produk yang terkait, dan merekomendasi produk yang telah dirasakan kepada teman atau keluarga.
8. Pengaruh Citra Toko Terhadap Keputusan Implusif
Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa keputusan implusif dapat memediasi pengaruh antara citra toko terhadap kepuasan konsumen. Spontanitas, kekuatan, kompulsi dan intensitas, kegairahan dan stimulasi, dan ketidakpedulian akan akibat memiliki peranan penting untuk meningkatkan pengaruh citra toko terhadap kepuasan konsumen. Konsumen yang berbelanja secara spontanitas akan melakukan pembelian tanpa diharapkan atau direncanakan. Sedangkan konsumen yang memutuskan berbelanja dengan kekuatan, kompulsi, dan intensitas akan memutuskan seketika untuk melakukan pembelian tanpa diharapkan atau direncanakan.
Demikian pula, konsumen yang berbelanja dengan adanya stimulasi akan berbelanja dikarenakan timbulnya desakan yang dirasakan seseorang konsumen secara mendadak untuk membeli. Sementara itu konsumen yang berbelanja dikarenakan ketidakpedulian akan akibat tidak memperdulikan hal-hal negatif dalam berbelanja. Spontanitas, kekuatan, kompulsi dan intensitas, kegairahan dan stimulasi, dan ketidakpedulian akan akibat dapat meningkatkan pengaruh citra toko terhadap kepuasan konsumen. Hal ini dikarenakan toko yang memiliki citra positif memiliki keunggulan-keunggulan produk yang bersifat fisik dan tidak ditemukan pada toko lainnya, keunikan produk, dan mudah diingat. Konsumen yang merasa puas dikarenakan harapannya terpenuhi, melakukan pemakaian ulang terhadap produk yang terkait, dan merekomendasi produk yang telah dirasakan kepada teman atau keluarga.
9. Pengaruh Motivasi Hedonis Terhadap Kepuasan Konsumen Melalui Keputusan Implusif
Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa motivasi hedonis dapat memediasi pengaruh antara citra toko terhadap kepuasan konsumen. Spontanitas, kekuatan, kompulsi dan intensitas, kegairahan dan stimulasi, dan ketidakpedulian akan akibat memiliki peranan penting untuk meningkatkan pengaruh motivasi hedonis terhadap kepuasan konsumen. Konsumen yang berbelanja secara spontanitas akan melakukan pembelian tanpa diharapkan atau direncanakan. Sedangkan konsumen yang memutuskan berbelanja dengan kekuatan, kompulsi, dan intensitas akan memutuskan seketika untuk melakukan pembelian tanpa diharapkan atau direncanakan.
Demikian pula, konsumen yang berbelanja dengan adanya stimulasi akan berbelanja dikarenakan timbulnya desakan yang dirasakan seseorang konsumen secara mendadak untuk membeli. Sementara itu konsumen yang berbelanja dikarenakan ketidakpedulian akan akibat tidak memperdulikan hal-hal negatif dalam berbelanja. Spontanitas, kekuatan, kompulsi dan intensitas, kegairahan dan stimulasi, dan ketidakpedulian akan akibat dapat meningkatkan pengaruh motivasi hedonis terhadap kepuasan konsumen.
Hal ini dikarenakan konsumen dengan motivasi hedonis memiliki tujuan bahwa belanja merupakan suatu petualangan untuk menyenangkan perasaan, mencari diskon, belanja dilakukan untuk mengikuti tren dan mode baru serta melihat produk dan inovasi baru, mengacu pada kenikmatan berbelanja bersama teman dan keluarga serta bersosialisasi dan berhubungan dengan orang lain saat berbelanja, menghilangkan stres, mengurangi perasaan negatif, dan sebagai perlakuan istimewa terhadap diri sendiri, dan merasa senang ketika mereka berbelanja untuk orang lain serta kegembiraan dan kesenangan intrinsik yang dirasakan pada saat menemukan hadiah yang sempurna bagi orang lain.
Konsumen yang merasa puas dikarenakan harapannya terpenuhi, melakukan pemakaian ulang terhadap produk yang terkait, dan merekomendasi produk yang telah dirasakan kepada teman atau keluarga.
10. Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Kepuasan Konsumen Melalui Keputusan Implusif
Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa keputusan implusif dapat memediasi pengaruh antara bauran pemasaran terhadap kepuasan konsumen. Spontanitas, kekuatan, kompulsi dan intensitas, kegairahan dan stimulasi, dan ketidakpedulian akan akibat memiliki peranan penting untuk meningkatkan pengaruh bauran pemasaran terhadap kepuasan konsumen. Konsumen yang berbelanja secara spontanitas akan melakukan pembelian tanpa diharapkan atau direncanakan. Sedangkan konsumen yang memutuskan berbelanja dengan kekuatan, kompulsi, dan intensitas akan memutuskan seketika untuk melakukan pembelian tanpa diharapkan atau direncanakan.
Demikian pula, konsumen yang berbelanja dengan adanya stimulasi akan berbelanja dikarenakan timbulnya gesekan yang dirasakan seorang konsumen secara mendadak untuk membeli. Sementara itu konsumen yang berbelanja dikarenakan ketidakpedulian akan akibat tidak memperdulikan hal-hal negatif dalam berbelanja. Spontanitas, kekuatan, kompulsi dan intensitas, kegairahan dan stimulasi, dan ketidakpedulian akan akibat dapat meningkatkan pengaruh bauran pemasaran terhadap kepuasan konsumen.
Hal ini dikarenakan toko yang memiliki produk yang baik, menetapkan harga bersaing, saluran distribusi yang pendek, saluran komunikasi untuk memperoleh informasi mengenai produk yang akan dibeli, dikonsumsi, dan diadopsi, dan personalisasi akan meningkatkan kepuasan konsumen. Konsumen yang merasa puas dikarenakan harapannya terpenuhi, melakukan pemakaian ulang terhadap produk yang terkait, dan merekomendasi produk yang telah dirasakan kepada teman atau keluarga.
KESIMPULAN
1. Citra toko berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan implusif.
2. Motivasi hedonis berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan, keunikan, dan kemudahan untuk diingat. keputusan implusif.
3. Bauran pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan implusif.
4. Citra toko berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen.
5. Motivasi hedonis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen.
6. Bauran pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen.
7. Keputusan implusif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen.
8. Keputusan implusif dapat memediasi pengaruh citra toko terhadap kepuasan konsumen.
9. Keputusan implusif dapat memediasi pengaruh citra toko terhadap kepuasan konsumen.
10. Keputusan implusif dapat memediasi pengaruh citra toko terhadap kepuasan konsumen.
SARAN
1. Toko perlu memiliki kekuatan yang mengarah pada keunggulan-keunggulan produk yang dimiliki toko tersebut yang bersifat fisik dan tidak ditemukan pada toko lainnya.
2. Toko perlu menjual produk mengikuti tren dan mode baru serta melihat produk dan inovasi baru.
3. Toko perlu memiliki saluran distribusi yang efektif dimana konsumen dapat memperoleh produk untuk dikonsumsi dan diadopsi dengan mudah.
4. Toko perlu memperhatikan kekuatan, kompulsi, dan intensitas yang dimiliki konsumen, sehingga bertindak seketika atau memutuskan seketika untuk melakukan pembelian.
DAFTAR RUJUKAN
Aisyiyah, N., & Krisnatuti, D. (2019). Analisis perilaku komplain konsumen online shopping. Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen, 12(3), 248-259.
Barkatullah, A. H. (2019). Hukum Transaksi Elektronik di Indonesia: sebagai pedoman dalam menghadapi era digital Bisnis e-commerce di Indonesia. Nusamedia.
Fihartini, Y., & Prasetyo, K. (2017). Pengaruh Dimensi Kualitas Layanan Sistem Pelacakan On-Line (Web Trace And Tracking) Terhadap Kepuasan Konsumen. Jurnal Bisnis dan Manajemen, 13(3), 185-276.
Putra, A. S. B. (2012). Pengaruh retail marketing mix terhadap loyalitas konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai pemoderasi. Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis, 7(2), 97-113.
Reza, F. (2016). Strategi promosi penjualan online lazada. co. id. Jurnal kajian komunikasi, 4(1), 63-74.
Sari, D. C., Effendy, F., Sudarso, A., Abdillah, L. A., Fadhillah, Y., Fajrillah, F., ... & Jamaludin, J. (2020). Perdagangan Elektronik: Berjualan di Internet. Yayasan Kita Menulis.
Setyawati, D. A., Ali, D., & Rasyid, M. N. (2017). Perlindungan Bagi Hak Konsumen dan Tanggung Jawab Pelaku Usaha Dalam Perjanjian Transaksi Elektronik. Syiah Kuala Law Journal, 1(3), 46-64.
Wahyuningtyas, Y. F., & Widiastuti, D. A. (2015). Analisis Pengaruh Persepsi Risiko, Kemudahan Dan Manfaat Terhadap Keputusan Pembelian Secara Online. Kajian Bisnis Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha, 23(2), 112-120.
Wijaya, P. S. M., & Teguh, C. (2012). Faktor-faktor yang mempengaruhi minat beli di online shop specialis guess. Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis, 7(2), 147-160.
Wijayanti, N. S. (2018). Peran E-Servqual Dalam Customer Engagement. Efisiensi: Kajian Ilmu Administrasi, 15(1), 36-42.