Jurnal Tamwil: Jurnal Ekonomi Islam
http://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/ojs/index.php/tamwil/index
E- ISSN : 2775-8125 P- ISSN : 2476-9452
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN VIA ONLINE DALAM MENARIK MINAT BELI KONSUMEN PRODUK SARANG MADU MENURUT
PERSPEKTIF ISLAM
(Studi Kasus Sarang Madu Lampung) Fitri Aulia Sari
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Jl. Letnan Kolonel H Jl. Endro Suratmin, Sukarame, Kec. Sukarame, Kota Bandar Lampung, Lampung 35131 e-mail: [email protected]
Abstrak: Madu adalah bahan makanan sumber energi yang mengandung gula-gula sederhana sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh tubuh. Lampung merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi bisnis lebah madu di sumatra yang harus dikembangkan oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi pemasaran dalam menarik minat beli konsumen pada sarang madu Lampung, untuk mengetahui kendala apa yang dihadapi para distributor dan penjual dalam proses pemasaran menarik minat beli konsumen madu. Jenis penelitian ini bertujuan membuat deskripsi secara sistematis, factual dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau objek tertentu. Strategi pemasaran dalam menarik mnat beli konsumen pada sarang madu lampung sudah menggunakan strategi pemasaran yang modern seperti menggunakan media sosial, wiraniaga, penyalur, kemasan, pajangan di toko, dan penjualan online seperti di aplikasi shopee, lazada, dan sebagainya. Maka kesimpulannya dalam mempromosikan madu pada saang madu lampung telah menggunakan metode iklan atau sejenisnya yang dapat mengundang para konsumen untuk membelinya.
Kata Kunci: Promosi, Madu, dan Hukum Islam
Abstract: Honey is a food source of energy that contains simple sugars so that it can be immediately utilized by the body. Lampung is one of the areas that has the potential for honeybee business in Sumatra which must be developed by farmers. This study aims to determine how the marketing strategy in attracting consumer buying interest in honeycombs in Lampung, to find out what obstacles are faced by distributors and sellers in the marketing process to attract consumers to buy honey. This type of research aims to make a systematic, factual and accurate description of the facts and characteristics of a particular population or object. The marketing strategy in attracting consumer buying interest in Lampung honeycombs has used modern marketing strategies such as using social media, sales force, distributors, packaging, display in stores, and online sales such as in the shopee, lazada, and so on. So, the conclusion is in promoting honey in Lampung honey saang has used advertising methods or the like that can invite consumers to buy it.
Keywords: Promotion, Honey, and Islamic Law
PENDAHULUAN:
Indonesia memiliki kondisi alam yang sangat mendukung perkembangan budidaya lebah madu. Kondisi tanah yang cukup subur memungkinkan pertumbuhan berbagai jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan lebah. Produk yang dihasilkan lebah madu dibutuhkan untuk memenuhi konsumsi tiap individu dalam menjaga kesehatan, pengobatan, serta diperlukan juga bagi industri farmasi dan pangan. Peluang pasar produk lebah madu dapat dimanfaatkan dengan baik jika didukung pemasaran yang efisien. Pemasaran merupakan indikator keberhasilan dari yang dihasilkan sehingga pemasaran tidak dapat dipisahkan dengan produksi. Produksi lebah madu selalu mengalami fluktuasi karena tergantung dengan musim bunga dari tanaman pekan lebah.
Lebah madu adalah insekta sosial yang selalu hidup dalam suatu keluarga besar, yang disebut koloni lebah. Setiap sarang dihuni oleh satu koloni, dalam satu koloni terdapat hanya satu ratu (Queen), beberapa ratus lebah jantan, beberapa ratus ribu lebah pekerja, ditambah dengan penghuni dalam bentuk telur, larva dan pupa. Yang mana madu juga merupakan bahan makanan sumber energi yang mengandung gula-gula sederhana sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh tubuh (Khumaedi, 2020).
Dalam kajian ini peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian Madu di Daerah lampung, dimana sarang madu lampung merupakan suatu produk yang telah terkenal dengan madu asli. Namun, dengan adanya madu asli ini tetapi masih ada masyarakat lain yang belum yakin dengan madu asli tersebut.
Berdasarkan pengamatan dan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti terhadap madu asli, peneliti berkeinginan untuk mengetahui apa penyebabnya sehingga masyarakat lain masih belum yakin dengan madu pada produk sarang madu lampung.
Sistem pengemasan madu pada produk sarang madu lampung sudah menggunakan botol minuman segar, jarken, dan kemasan lainnya untuk membungkus madu dan dipasarkan ke luar. Dengan kemasan tersebut sangat membantu para penjual untuk memasarkan produknya secara online dan langsung kepada pembeli (Rusnawati, 2018).
Usaha lebah madu memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan di Indonesia.
Dengan luas lahan pertanian danperkebunan mencapai 193 juta hektar dan luas hutan sekitar 143 juta hektar, maka Indonesia mempunyai sumber daya alam lahan yang sangat luas untuk pengembangan industri madu. Khasiat dari madu tidak sekedar untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Namun lebih dari itu, jika kita mengambil hikmah dari surat An-Nahl ayat 69, kita akan mengetahui bahwa produk dari lebah yang dapat dijadikan obat itu tidak terbatas hanya pada madunya saja. Namun, banyak hasil lebah yang tidak kalah bermanfaat, diantaranya dapat berupa royal jelly, tepung sari (bee pollen) dan propolis lebah.
Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al- Qur'an surahAn-Nahlayat 68 - 69: 68-69:
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah:
“Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia.
Sesungguhnya pada yang demikian benar- benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan (Khumaedi, 2020).
Pemasaran
Pemasaran yang dilakukan melalui sistem komputer online interaktif, yang menghubungkan pembeli dan penjual secara elektronik, merupakan bagian terpenting dari e-commerce atau proses perdagangan secara elektronik dengan menggunakan website, blog atau media sosial.
Pemasaran meliputi aktivitas – aktivitas yang berkaitan dengan penjualan, pengiklanan, promosi serta penentuan harga. Strategi pemasaran Online atau sering disebut dengan Online marketing strategy merupakan segala usaha (bisnis) yang dilakukan untuk melakukan pemasaran suatu produk atau jasa melalui atau menggunakan media online, yakni media internet. Walaupun mengalami perubahan, pemasaran tidak bisa melepaskan diri dari tiga komponen yang selalu menyertai, yaitu
konsumen, kompetitor dan perusahaan. Ketiga komponen ini yang selalu ada dalam setiap pembahasan tentang pemasaran (Pamungkas, 2020).
Madu
Manurut Junus (2017:89) madu adalah cairan manis yang diproduksi oleh lebah dari nektar atau dari sekresi cairan manis bagian tanaman dan juga dari insekta pengisap tanaman yang dikumpulkan, diubah dan dicampur dengan substansi spesifik dan disimpan didalam sisiran madu. Madu pada dasrnya merupakan cadangan bahan pakan bagi koloni lebah, tetapi manusia menginginkan untuk dikonsumsi agar kebutuhan hidupnya tercukupi.
Menurut Elpawati et al. (2017:2) dalam jurnalnya honey is a natural product produced by bees that collect nectar from plants the raw material (forage), which were sucked and collected, then processed and stored in the beehives (Khumaedi, 2020).
Menurut Purbaya (2007:12) madu adalah cairan kental menyerupai sirup yang keluar dari perut lebah, berasa manis dan lezat, berwarna kuning terang atau kuning keemasan. Lebah penghasil madu ini termasuk dalam famili apidae. Madu alami umumnya terbuat dari nektar.
Menurut Jaya (2016:4) madu merupakan cairan yang dihasilkan lebah madu yang mengambil nektar berasal dari sari bunga tanaman (floral nektar) atau bagian lain dari tanamn (ekstra floral nektar) atau eksresi serangga dan umumnya mempunyai rasa manis. Madu dianggap sebagai makanan dewa pada zaman peradaban kuno karena membuat manusia berusia panjang. Pengobatan dengan madu telah dikenal orang mesir kuno sejak 2600 SM. Bangsa Yunani, Bangsa Romawi, Assyria, dan Cina kuno menggunakan madu yaitu sebagai salep antiseptik untuk mengobati luka. Bahkan bangsa Jermanpun memakainya ketika perang dunia II (Jaya, 2016:29).
Hukum pemasaran menurut Hukum Islam
Istilah Pemasaran/promosi dalam Islam dikenal dengan sebutan at-tarwij Secara bahasa at-tarwij diartikan sebagai, “segala sesuatu yang
mendorong atau menarik minat (membujuk) orang lain untuk membeli.”
Dalam pengertian secara terminologis, Khalid bin Abd Allah mengemukakan bahwa untuk memberi batasan pengertian al- hawafiz al-muraghghibah fi al-shaira’, tentu harus merujuk pada buku-buku pemasaran (marketing) yang mengulas tentang permasalahan ini dan menjadikannya sebagai pokok bahasan. Menurut Khalid, dengan merujuk dari buku-buku tersebut diketahui bahwa istilah yang digunakan untuk menunjukkan pengertian sesuatu yang mendorong dan membujuk orang lain untuk membeli disebut dengan istilah promotion (promosi).
Promosi ini mempunyai dua makna:
makna umum dan makna khusus. Makna umum promosi adalah segala perbuatan yang dilakukan oleh shirkah (perusahaan atau produsen) untuk menambah hasil penjualan.
Sedangkan arti promosi secara khusus adalah hubungan komunikatif penjual atau produsen kepada para pembeli dengan maksud untuk memberi tahu mereka, membujuk dan mendorong mereka untuk membeli.
Dari pengertian ini Khalid bin Abd Allah menyimpulkan bahwa istilah promosi secara umum mempunyai kedekatan dengan al- hawafiz al-muraghghibah fi al-shira’.
Berbeda dengan pengertian promosi secara khusus yang menurut Khalid, biasanya hanya mencakup segala tindakan sebelum terjadinya transaksi jual beli sedangkan setelah terjadinya transaksi jual beli seperti perjanjian daman atau garansi serta layanan- layanan yang lain tidak termasuk dalam pengertian promosi (Setiawati, 2017).
Penulis dalam hal ini sependapat dengan pernyataan Khalid yang menyebutkan kedekatan makna antara al-hawafiz al- muraghghibah fi al-shira’ dengan pengertian promosi secara umum. Akan tetapi dalam pengertian khusus penulis tidak sependapat, lantaran dewasa ini, promosi juga mencakup tindakan atau layanan- layanan setelah terjadinya akad jual beli, seperti halnya garansi yang juga menjadi bagian dari kiat- kiat promosi. Begitu juga pemberian hadiah dengan penarikan hadiah pada waktu tertentu
setelah terjadinya akad jual beli juga termasuk bagian dari promosi.
Penelitian terdahulu ini menjadi salah satu acuan penulis dalam melakukan penelitian sehingga penulis dapat memperkaya teori yang digunakan dalam mengkaji penelitian sehingga penulis dapat memperkaya teori yang digunakan dalam mengkaji penelitian yang dilakukan. Penulis mengangkat beberapa penelitian sebagai referensi dalam memperkaya bahan kajian pada penelitian penulis. Berikut menrupakan penelitian terdahulu berupa beberapa jurnal terkait dengan penelitian yang dilakukan penulis
a. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Shella Andhika Putri Alista Handayani tentang strategi pemasaran dalam menarik minat beli konsumen di usaha umkm madu murni tamara tulungagung (studi kasus umkm madu murni tamara tulungagung), dalam hasil penelitiannya menjelaskan bahwa kendala yang terjadi untuk menarik peminat para pembeli atau konsumen Ibu Tamara selaku pemilik
UMKM Madu Murni Tamara
menggunakan strategi pemasaran secara virtual dan manual. Sistem media online yang digunakan antara lain: facebook, dan instagram. Selain itu Ibu Fiyang Tamara juga mempersiapkan strategi melalui sistem manual, media promosi yang digunakan adalah promosi mulut ke mulut, dititipkan ke toko-toko, dan memperkenalkan produk melalui seminar.
b. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Rusnawati tentang sistem promosi madu dalam perspektif hukum islam (Studi di Gampong Buloh Seuma Aceh Selatan) dalam hasil penelitiannya menjelaskan bahwa sistem promosi madu pada Gampong Buloh Seuma masih menggunakan sistem promosi tradisional artinya belum menggunakan sumber komersial (iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan, pajangan di toko), jadi pemasaran yang dilakukan hanya menyampaikan informasi melalui mulut ke mulut. Adapun sistem organisasi terpusat sering digunakan karena perusahaan tidak memiliki banyak jenis dan merek produk untuk diiklankan atau di promosikan.
Sedangkan kendala petani dalam merek yang dapat dipercayai oleh para konsumen luar mempromosikan madu yaitu belum adanya label asli atau merek yang dapat dipercayai oleh para konsumen luar.
c. cPenelitan terdahulu yang dilakukan oleh Mukhamad Khumaedi tentang analisis tingkat kepuasan konsumen madu (studi kasus umk bina apiari indonesia, Jakarta), hasil dari penelitiannya menjelaskan bahwa nilai CSI Madu Bina Apiari sebesar 84,78%. Nilai tersebut menunjukan bahwa secara umum konsumen Madu Bina Apiari merasa sangat puas dengan kinerja produk Madu Bina Apiari karena nilai 84,78% berada direntang skala 80%- 100% yang berarti rentang nilai tersebut adalah sangat puas.
Hal ini karena rata-rata kinerja dari atribut Madu Bina Apiaridinilai sudah sesuai dengan harapan yang diinginkan konsumen.
METODE:
Metode Penelitian Untuk memperoleh hasil penelitian yang dapat di pertanggung jawabkan serta dalam memudahkan penulis untukmembahas seluruh permasalan yang ada pada penulisan ini juga akan menggunakan seperangkat metodologi yang memadai. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian kualitatif yang artinya, penelitian yang dilakukan dengan menggambarkan, menguraikan, dan menjelaskan data-data atau informasi - informasi, dengan kata-kata atau kalimatSerta peneliti tidak berusaha menghitung atau mengkuantifikasikan data kualitatif yang telah di peroleh dan tidak pula dengan menganalisis angka-angka. Penelitian ini mengurai secara rinci, teratur, dan terinci terhadap suatu objek penelitian dengan cukup mendalam dan menyeluruh terkait kondisi lingkungan dan kondisi masa lalunya.
HASIL DAN PEMBAHASAN:
Besarnya permintaan terhadap madu belum dapat diimbangi oleh kemampuan industri perlebahan dalam meningkatkan produksi madu, sehingga untuk mengatasi kondisi tersebut maka pengembangan usaha lebah madu perlu dilakukan. Petani usaha
ternak lebah madu tidak memiliki pengetahuan tentang pemeliharaan dan perawatan ternak lebah madu yang tepat. Padahal jika para petani ingin hasil madunya memiliki kualitas dan kuantitas yang baik para petani harus melakukan proses-proses pemeliharaan yang tepat seperti melakukan sanitasi, memperhatikan cuaca (suhu), kebersihan sarang (stup) dan juga melakukan pengontrolan penyakit terhadap ternak lebah madu.
Ternak lebah madu ini sudah lama dilakukan oleh masyarakat tradisional di Indonesia. Kegiatan ternak ini umumnya dilakukan oleh masyarakat di pelosok pedesaan, terutama berdampingan dengan usaha tani masyarakat. Pada saat ini, kegiatan ternak lebah semakin meningkat, hal ini sejalan dengan makin meningkatnya semangat hidup sehat setiap orang salah satunya dengan mengkonsumsi madu. Terdapat beragam jenis lebah yang bisa diternakkan diantaranya spesies lebah hutan (Apis mellifera), spesies lebah ternak Asia (Apis cerana/Apis indica).14 Dari spesies tersebut spesies Apis mellifera merupakan spesies terbaik dalam menghasilkan madu. Spesies Apis mellifera sangat rakus terhadap makanan sehingga perlu perawatan dan pemindahan lokasi ternak bila masa bunga habis. Lebah madu Apis mellifera biasanya diternakkan oleh pengusaha lebah.
Madu datangnya bermusim yaitu pada musim timur dan musim barat. Pengambilan madu dilakukan dalam tempo 1 tahun 2 kali atau 6 bulan 1 kali. Penentuan waktu adanya madu dilihat dari hari pertama madu tersebut menetap dipohon sampai hari ke 30. Cara mengambil madu yaitu disesuaikan dengan umur madu dari hari pertama madu itu menetap, dilakukannya pada waktu malam pukul 00.00 wib s/d 04.00 wib, dan dilihat juga pada bulannya yaitu pada bulan yang gelap, karena pengambilan madu tersebut tidak dibolehkan dalam keadaan terang.
Dalam promosi lebah madu dilakukan secara virtual dan manual/tatap muka dengan masyarakat. Masyarakat bisa langsung melihat produknya. Menurut hukum Islam pun promosi dengan cara yang dilakukan oleh penjual sarang madu Lampung ini ini lebih efektif dibandingkan menggunakan promosi
secara manual/tatap muk saja. Kenapa begitu?
Sebab masyarakat bisa membeli dari jarak yang cukup jauh sekalipun.
Sebagaimana diketahui sebelumnya bahwa prinsip dalam muamalah adalah boleh selama tidak ada dalil yang melarangnya. Atas dasar itu maka hukum promosi penjualan pada asalnya adalah boleh, selama dilakukan menurut cara yang dibenarkan oleh syariat, tidak menimbulkan bahaya dan gharar.
Menurut penelitian mengenai bentuk- bentuk promosi penjualan, apakah suatu promosi penjualan dapat dibenarkan secara syar’i atau tidak. Iya, promosi lebah madu ini dibenarkan secara syar’i, karena promosinya dengan sampel. Sebagaimana diketahui bahwa sampel merupakan tawaran barang percobaan atau gratis yang diberikan kepada konsumen.
Dalam istilah fikih jual beli dengan sampel ini dikenal dengan sebutan al-bai’ bi al-namudhaj (jual beli dengan contoh atau sampel). Dalam jual beli semacam ini, hukum Islam menentukan bahwa sebuah komoditi harus sesuai dengan sampel yang diberikan. Hal ini didasarkan bahwa hukum Islam mensyaratkan adanya objek transaksi harus diketahui oleh kedua belah pihak yang melakukan transaksi, agar terhindar dari unsur jahalah (ketidakjelasan objek akad), yang nantinya dapat mendatangkan gharar dan persengketaan antara kedua belah pihak yang melakukan akad. Syarat ini merupakan syarat yang disepakati oleh para ulama fikih.
Jadi para penjual sarang madu Lampung in sudah melakukan proses jual beli dengan apa yang diajarkan dalam Islam, yaitu dengan secara jelas memperlihatkan sampel madunya terhadap pembeli. Serta banyak pembeli yang puas akan proses marketing tersebut. Para penjual sarang madu Lampung sudah mengikuti kriteria-kriteria yang dibutuhkan guna menjadi seorang marketer syariah yang profesional. Diantaranya: amanah, menjaga kualitas, profesianal, inovatif, estetika dalam diri dan hasil kerja, fair dan memiliki ahlaqul karimah. Kemudian, memahami alat-alat analisis dan program komunikasi pemasaran, jenis-jenis transaksi sesuai syariah, dan yang terpenting dalam dirinya harus terpatri bahwa apakah pasarnya muslim atau bukan,
pelaksanaan manajemen pemasarannya harus Islami.
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI:
Berdasarkan kendala yang terjadi untuk menarik peminat para pembeli atau konsumen Penjual Sarang Madu Lampung menggunakan strategi pemasaran secara virtual dan manual.
Sistem media online yang digunakan antara lain: Shopee, Lazada, facebook, dan instagram.
Selain Penjual juga mempersiapkan strategi melalui sistem manual, media promosi yang digunakan adalah promosi mulut ke mulut, dititipkan ke toko-toko, dan memperkenalkan produk melalui Rumah ke rumah.
KEPUSTAKAAN ACUAN:
García Reyes, Luis Enrique. “済無No Title No Title”. Journal of Chemical Information and Modeling. Vol. 53 no.
9 (2013), p. 1689–1699.
Khumaedi, M. “Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Madu (Studi Kasus UMK Bina Apiari Indonesia, Jakarta)”.
Repository.Uinjkt.Ac.Id., 2020 (On-
line), tersedia di:
http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/
handle/123456789/53752 (2020).
Mauidhah, Cut Ayu. “Sistem Promosi Madu Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Di Gampong Buloh Seuma Aceh Selatan)”. Vol. 5 (n.d.).
Pamungkas, Robi. “Skripsi Rancang Bangun Aplikasi E-Commerce Berbasis Woocommerce Sebagai Solusi Pemasaran Penjualan Madu”., 2020.
Sari, Fitri Aulia et al. “(Studi Kasus Sarang Madu Lampung)”., n.d.
Setiawati, Ira. “Pengaruh Strategi Pemasaran Online Terhadap Peningkatan Laba Umkm”. Strategi Komunikasi Pemasaran., no. 20 (2017), p. 1–5. (On-
line), tersedia di:
file:///C:/Users/BAYU/Downloads/
Documents/263-760-1-PB.pdf (2017).