• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan Penelitian. Metode Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Tujuan Penelitian. Metode Penelitian"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

19 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN TEORI 1.1 Penelitian Terdahulu

Dari penjelasan mengenai permasalahan pada latar belakang diatas, penelitian ini dilakukan dan tidak terlepas dari hasil penelitian-penelitian terdahulu, yang dijadikan sebagai tolak ukur dan acuan yang diperoleh dari jurnal, buku, maupun hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai Program dari pemerintah terkait Penumbuhan Wirausaha Muda. Penelitian terdahulu ini, memudahkan penulis dalam menentukan langkah-langkah yang sistematis untuk penelitian dari segi teori maupun konsep. Adapun penelitian yang dijadikan perbandingan yang tidak terlepas dari topik yang diangkat peneliti mengenai Peningkatan UMKM Melalui Program Penumbuhan Wirausaha Muda Guna Pengembangan Ekonomi Lokal di kabupaten Malang.

Tabel 2. 1 Literatur Review

No Judul

Penelitian

Tujuan Penelitian

Metode Penelitian

Hasil Penelitian 1 Kebijakan Dinas

Koperasi,

Perindustrian dan Perdagangan

(DISKOPERINDAG) Dalam Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di kabupaten

Bondowoso. Wardana, A. D. A (2018)

Tujuan dari penelitian ini adalah munculnya inovasi baru dari hasil produksi setiap UMKM di Kabupaten Bondowoso.

Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dan metode

kualitatif guna menggambarka n Kebijakan Diskoperindag.

Teknik pengumpulan data

menggunakan metode observasi,

Dari hasil penelitian ini bahwa kebijakan tentang pemberdayaa n UMKM yang dilakukan oleh

Diskoperinda g

dilaksanakan melalui kegiatan

(2)

20

wawancara dan

dokumentasi.

Sedangkan teknik analisa data

menggunakan metode reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

penyuluhan (sosialisasi), pelatihan, pembinaan, serta fasilitasi terhadap pelaku UMKM di Kabupaten Bondowoso.

Adapun kendala yang dihadapi tentang pemberdayaa n UMKM yaitu koordinasi yang kurang baik antara Pemerintah Daerah dengan stakeholder dan Pelaku UMKM . 2 Pengembangan

Wirausaha Muda Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya di

Pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, dengan tujuan

Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif yang

Dari hasil penelitian ini

(3)

21 Daerah Istimewa

Yogyakarta.

El Hasanah, L. L. N.

(2015).

Generasi muda adalah sumber daya produktif yang dengan ide kreatifnya dapat membuka sebuah usaha (wirausaha) yang juga

membantu

pemerintah dalam mengurangi tingkat

pengangguran di angkatan kerja produktif.

menggambarka n program- program yang dilakukan oleh wirausaha muda guna oengembangan ekonomi budaya kreatif.

3 Pengembangan

Ekonomi Lokal Untuk Meningkatkan Daya Saing Pada UMKM Ekonomi Kreatif Batik Bakaran Di Pati Jawa Tengah.

Polnaya, G. A., &

Darwanto, D. (2015).

Untuk menetapkan strategi

pengembangan UMKM ekonomi kreatif batik bakaran di Pati, Jawa

Tengah untuk meningkatkan daya saing.

UMKM ekonomi kreatif batik bakaran dirasakan

Penelitian ini menggunakan metode Analytical Network Process (ANP).

Analisis strategi

pengembangan daya saing pada UMKM kreati batik bakaran meliputi aspek

Pengembang an daya saing pada

UMKM kreati batik bakaran, menghasilka n aspek sumber daya sebagai prioritas utama dan strategi pengembang an yang

(4)

22 mampu

mengembangkan perekonomian lokal masyarakat sekitar dengan berbekal ilmu pengetahuan, kreatifitas, inovasi serta dapat

mengembangkan lapangan

pekerjaan. Tetapi, UMKM ekonomi kreatif batik bakaran belum mampu

memberikan ciri khas khusus bagi Pati sendiri.

industri, teknologi, sumber daya, institusi, dan intermediasi keuangan.

tepat untuk dilakukan adalah meningkatka n kualitas sumber daya manusia kreatif dengan harapan dapat membantu pemanfaatan bahan baku yang terbarukan.

Rekomendasi strategi meningkatka n kualitas sumber daya manusia kreatif merupakan strategi dengan prioritas paling tinggi dengan skor 0,2329.

(5)

23 4 Pengembangan

Ekonomi Lokal dalam Sektor Pertanian.

Susanti, E. A. (2013)

Mendeskripsikan upaya apa saja yang dilakukan pemerintah dalam mengembangkan ekonomi lokal, apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam

mengembangkan ekonomi lokal dan bagaimana dampak dari pengembangan ekonomi lokal ini.

Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif dengan

pendekatan kualitatif.

Teknik pengumpulan yang

digunakan antara lain menggunakan metode observasi, wawancara, dan

dokumentasi.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa

pengembang an ekonomi lokal di Kecamatan Pagelaran memberikan dampak yang positif dimana dengan adanya pengembang an ekonomi lokal ini tercipta lapangan kerja baru sehingga meningkatka n

perekonomia n masyarakat sekitar.

5 Mendorong

Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah Dengan

Mendorong berkembangnya pertumbuhan UMKM diperjelas

Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif dengan

UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

(6)

24 Program – Program

Berbasis Knowledge Management. Lie, L.,

& Kis, I. (2008)

bahwa dalam beberapa program. Yang pertama program memilih

kepribadian dengan

komitmen, kedua program

pembentukan LKM (Yayasan Mikro) yang mendukung UMKM sebagai sumber investasi bagi UMKM.

Program

kerjasama dengan perguruan tinggi sebagai sumber penelitian, program

kemitraan dengan pertikel modern dalam membuka akses

pasarUMKM dan pemetaan potensi bisnis.

pendekatan kualitatif.

Teknik pengumpulan yang

digunakan antara lain menggunakan metode observasi, wawancara, dan

dokumentasi.

memegang peranan yang sangat

penting di Indonesia, khususnya di menciptakan lapangan kerja yang dianggap sebagai penutup pengaman dalam proses perekonomia n nasional pemulihan.

Berdasarkan peran

UMKM yang begitu

signifikan, banyak upaya yang dilakukan baik oleh pemerintah atau

perbankan untuk memberdaya

(7)

25

kan UMKM, namun hasil yang

ditargetkan belum tercapai. NS Pemerintah telah

mempertahan kan beberapa target dalam pemberdayaa n UMKM, dalam rangka mewujudkan nya beberapa peraturan pedoman telah dibuat dan

diperjelas dalam program- program pembanguna n

sebagaimana dimaksud dalam RPJMN 2004 – 2009.

(8)

26 Sumber: Diolah oleh penulis, 2021

Relevensi / hubungan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yakni : pertama, Persamaan dan Perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian Wardana, A. D. A. Dalam penelitian ini terdapat kesaaman dengan penelitian yang dilkakukan oleh Wardana, A. D. A yaitu metode menggunakan metode Deskriptif dan metode Kualitatif. selain itu Teknik pengumpulan data sama-sama menggunakan metode observasi, wawancara dan dukumentasi. Perbedaan dari kedua penelitian ini adalah pada objek penelitian, penelitian ini mengambil objek UMKM yang ada di Wilayah Kabupaten Malang Saerah kepanjen tepatnya di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang jalan raya trunojoyo Telp.

(0341)393921, Fax 393922. sedangkan peneltian dari Wardana, A. D. A mengambil objek di Kabupaten Bondowoso. Kedua, Persamaan dan Perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian El Hasanah,L.L.N. Dalam penelitian ini terdapat kesaaman dengan penelitian yang dilkakukan oleh Wardana, A. D. A yaitu metode menggunakan metode Deskriptif. Perbedaan dari kedua penelitian ini adalah pada objek penelitian, penelitian ini mengambil objek UMKM yang ada di Wilayah Kabupaten Malang Daerah kepanjen tepatnya di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang jalan raya trunojoyo Telp. (0341)393921, Fax 393922. sedangkan peneltian dari El Hasanah, L. L. N, mengambil objek di Daerah Istimewah Yogyakarta. Ketiga, Persamaan dan Perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian Polnaya, G. A, & Darwanto, D. Dalam penelitian ini terdapat kesaaman dengan penelitian yang dilkakukan oleh Polnaya, G. A. &

Darwanto, D. terletak pada tujuan akhir dari penelitian ini yaitu sama-sama untuk pengembangan Ekonomi Lokal Masyarakat. Perbedaan dari kedua penelitian ini adalah pada objek penelitian, penelitian ini mengambil objek UMKM yang ada di Wilayah Kabupaten Malang Daerah kepanjen tepatnya di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang jalan raya trunojoyo Telp. (0341)393921, Fax 393922. sedangkan peneltian dari Polnaya, G. A, & Darwanto, D. mengambil

(9)

27

objek di Pati Jawa Tengah. Keempat, Persamaan dan Perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian Polnaya, G. A, & Darwanto, D. Dalam penelitian ini terdapat kesamaan dengan penelitian yang dilkakukan oleh Susanti, E yaitu metode menggunakan metode Deskriptif dan metode Kualitatif. selain itu Teknik pengumpulan data sama-sama menggunakan metode observasi, wawancara dan dukumentasi. Perbedaan dari kedua penelitian ini adalah pada objek penelitian, penelitian ini mengambil objek UMKM yang ada di Wilayah Kabupaten Malang Daerah kepanjen tepatnya di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang jalan raya trunojoyo Telp. (0341)393921, Fax 393922. sedangkan penelitian dari Polnaya, G. A, & Darwanto, D. mengambil objek di Kecamatan Pagelaran.

Kelima, Persamaan dan Perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian Lie, L.& Kis,I Dalam penelitian ini terdapat kesamaan dengan penelitian yang dilkakukan oleh Lie, L., & Kis, I. yaitu metode menggunakan metode Deskriptif dan metode Kualitatif. selain itu Teknik pengumpulan data sama-sama menggunakan metode observasi, wawancara dan dukumentasi. Perbedaan dari kedua penelitian ini adalah pada objek penelitian, penelitian ini mengambil objek UMKM yang ada di Wilayah Kabupaten Malang Daerah kepanjen tepatnya di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang jalan raya trunojoyo Telp.

(0341)393921, Fax 393922. sedangkan peneltian dari Lie, L., & Kis, I. mengambil objek pada jaringan bisnis dalam rangka meningkatkan penguasaan pasar, informasi komiditi, peluang usaha baru, dan ekspansi usaha.

1.2 Kajian Pustaka

1.2.1 Pengertian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Definisi UMKM diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2008 tentang UMKM. Pasal 1 dari UU terebut, dinyatakan bahwa Usaha mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan atau badan usaha perorangan yang memiliki kriteria usaha mikro sebagaimana diatur dalam UU tersebut. Yang kedua Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang buka merupakan anak perusahan atau bukan anak cabang yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian, baik langsung maupun tidak langsung, dari usaha menengah

(10)

28

atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana dimaksud dalam UU tersebut.

Didalam Undang-undang tersebut, kriteria yang digunakan untuk mendefinisikan UMKM seperti yang tercantum dalam Pasal 6 adalah nilai kekayaan bersih atau nilai aset tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau hasil penjualan tahunan. Dengan kriteria sebagai berikut:

a. Usaha mikro adalah unit usaha yang memiliki aset paling banyak Rp.50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha dengan hasil penjualan tahunan paling besar Rp.300 juta.

b. Usaha kecil dengan nilai aset lebih dari Rp. 50 juta sampai dengan paling banyak Rp.500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp.300 juta hingga maksimum Rp.2.500.000

c. Usaha menengah adalah perusahaan dengan milai kekayaan bersih lebih dari Rp.500 juta hingga paling banyak Rp.100 milyar hasil penjualan tahunan di atasRp.2,5 milyar sampai paling tinggi Rp.50 milyar.

Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UMK) sangat penting dan strategis dalam mengantisipasi perekonomian kedepan terutama dalam memperkuat struktur perekonomian nasional. Adanya krisis perekonomian nasional seperti sekarang ini sangat mempengaruhi stabilitas nasional, ekonomi dan politik yang imbasnya berdampak pada kegiatan-kegiatan usaha besar yang semakin terpuruk, sementara UMKM serta koperasi relatif masih dapat mempertahankan kegiatan usahanya.Dapat disimpulkan secara umum tujuan atau sasaran yang ingin dicapai adalah terwujudnya Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) yang tangguh dan mandiri yang memiliki daya saing tinggi dan berperan utama dalam produksi dan distribusi kebutuhan pokok, bahan baku, serta dalam permodalan untuk menghadapi persaingan bebas.

Usaha Kecil dan Menengah disingkat UMKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp200 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha dan usaha yang berdiri sendiri7 . Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian

(11)

29

Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat. Beberapa keunggulan UMKM terhadap usaha besar antara lain adalah sebagai berikut :

a. Inovasi dalam teknologi yang telah dengan mudah terjadi dalam pengembangan produk.

b. Hubungan kemanusiaan yang akrab di dalam perusahaan kecil.

c. Kemampuan menciptakan kesempatan kerja cukup banyak atau penyerapannya terhadap tenaga kerja.

d. Fleksibelitas dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar yang berubah dengan cepat dibanding dengan perusahaan besar yang pada umumnya birokrasi.

e. Terdapatnya dinamisme manajerial dan peran kewirausahaan.

1.2.2 Kriteria Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 UMKM memiliki kriteria sebagai berikut:

a. Usaha Mikro, yaitu usaha produktif milik`orang perorangan atau badan usaha milik perorangan yang memenuhi kriteria yakni:

- Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

- Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300.000.000 b. Usaha Kecil, yaitu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang

dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik.

c. Usaha Menengah, yaitu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar yang memenuhi kriteria:

- Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000,00 (lima ratus

(12)

30

juta`rupiah) sampai dengan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau - Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua

milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan definisi UMKM berdasarkan kuantitas tenaga kerja. Usaha kecil merupakan usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 5 orang samapai dengan 19 orang, sedangkan usaha menengah merupakan usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 20 orang sampai dengan 99 orang. Menurut Kementrian Keuangan, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 316/KMK 016/1994 tanggal 27 Juni 1994 bahwa Usaha Kecil sebagai perorangan/badan usaha yang telah melakukan kegiatan atau usaha yang mempunyai penjualan atau omset per tahun setinggi-tingginya Rp. 600.000.000 atau asset (aktiva) setinggi-tingginya Rp.600.000.000 (diluar tanah dan bangunan yang ditempati ). Contohnya Firma, CV, PT, dan Koperasi yakni dalam bentuk badan usaha. Sedangkan contoh dalam bentuk perorangan antara lain pengrajin industri rumah tangga, peternak, nelayan, pedagang barang dan jasa dan yang lainnya (Klaster & Kecil, 2020).

1.2.3 Peningkatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Peningkatan adalah suatu tindakan, proses, hasil atau pertanyaan menjadi labih baik, peningkatan pengembangan tersebut memiliki dua unsur, pertama peningkatan itu sendiri bisa berupa suatu tindakan, proses atau pernyataan dari suatu tujuan, yang kedua peningkatan itu bisa menunjukkan kepada perbaikan atas sesuatu. Menurut Adi D K dalam kamus bahasanya istilah peningkatan berasal dari kata tingkat yang berarti berlapis-lapis dari sesuatu yang tersususun sedemikian rupa, sehingga membentuk suatu susunan yang ideal, sedangkan peningkatan adalah kemajuan dari seseorang dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa. Peningkatan adalah proses, cara, perbuatan untuk menaikkan sesuatu atau usaha kegiatan untuk memajukan sesuatu ke suatu arah yang lebih baik lagi dari pada sebelumya (Ii & Teoretis, n.d.).

Teori konsep peningkatan umumnya dikaitkan dengan konsep comparative

(13)

31

advantage, yakni dimilikinya unsur-unsur penunjang proses produksi yang memungkinkan satu negara menarik investor untuk melakukan investasi ke negaranya, tidak ke negara yang lain. Dari deskripsi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa peningkatan UMKM adalah suatu proses kemajuan atau proses berkembangnya suatu UMKM tersebut dari yang menggunakan cara-cara kuno berkembang menjadi cara-cara atau sistem yang lebih baik dan lebih maju, misalnya dalam suatu UMKM diproduksi macam-macam kue dan pemasarannya adalah berjualan keliling kampung atau mendirikan lapak untuk berjualan dpinggir jalan tapi seiringnya perkembangan zaman dan majunya teknologi umkm tersebut perlu mengetahui teknik pemasaran online yang bisa mencakup pasar yang lebih luas demi kemajuan usaha yang dijalankannya. Dari peningkatan UMKM ini harus dipertimbangkan juga prosedur atau cara dlam peningkatannya yaitu :

a. Membuat Business Plan

Membuat perencanaan suatu program kerja meskipun terkesan sangat sederhana namun sangat penting keberadaanya bagi seluruh manajemen usaha, adanya sebuah business plan dalam usaha akan membuat semua program kerja bisa dijalankan dengan baik dan terarah maka akan terhindar dari pemborosan biaya. Jika sebuah UMKM atau perusahaan tidak memiliki business plan yang baik sejak awal, maka akan sulit bagi semua karyawan maupun pihak yang terkait dengan usaha, untuk menentukan kegiatan operasional, biaya, tujuan dan peluang yang akan diraih pada usaha berikutnya.

b. Memiliki Standart Operating Prosedur

Tujuan untuk menjaga kualitas produk tetap baik dan memeliki sebuah panduan sistem kerja yang terarah, agar melakukan control lebih sangat mudah.

c. Lakukan Segmentasi Pasar

Setiap market dari UMKM pasti mempunyai kebutuhan yang berbeda dengan melakukan segmentasi pasar UMKM lebih bisa mengoptimalkan setiap produk yang dikeluarkannya.

(14)

32 d. Tingkat Penggunaan Internet

Sudah menjadi rahasia umum bahwasannya saat iniinternet hampir tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. UMKM pun harus menyadari hal ini dan menjadikannya sebagai salah satu strategi manajemen peningkatan usaha. Penggunaan internet sebagai salah satu strategi pemasaran akan menjadikan usaha berjalan efektif.

e. Tingkatkan Kapasitas Informasi Teknologi

Misalnya dalam bidang keuangan misalnya UMKM bisa memanfaatkan teknologi dalam mendata semua transaksi keuangan agar dapat diolah lebih cepat menjadi sebuah laporan yang bisa digunakan untuk mengambil keputusan program pembiayaan sebuah rencana bisnis ke depan. Dengan jurnal dapatkan kemudahan untuk mengelola transaksi keuangan menjadi informasi yang tepat untuj perencanaan dan peningkatan UMKM.

1.2.4 Penumbuhan Wirausaha Muda

Menurut Hisrich, Peters, dan Shepherd, wirausaha (entrepreneurship) adalah proses penciptaan sesuatu yang baru pada nilai menggunakan waktu dan upaya yang diperlukan, menanggung risiko keuangan, fisik, serta risiko sosial yang mengiringi, menerima imbalan moneter yang dihasilkan, serta kepuasan dan kebebasan pribadi. Dengan demikian kewirausahaan adalah proses penciptakan bisnis yang berasal dari ide orisinal yang memiliki peluang tinggi dan kesanggupan untuk menanggung segala kerugian.

Wirausaha sendiri memiliki peran penting dalam peningkatan ekonomi daerah dan negara, sehingga berbagai dukungan yang mendorong pertumbuhan wirausaha akan terus dilakukan, termasuk di kalangan generasi muda tumbuh dan akan berkembang usaha-usaha baru akan terus digencarkan dengan berbagai upaya yang terbaik. Di samping itu berbagai kegiatan yang mendorong tumbuh dan berkembangnya wirausaha baru akan terus dikembangkan, melalui kompetisi dan program yang dilakukan ini biasanya tidak hanya diberikan bantuan melainkan permodalan dan pembinaan untuk memajukan usaha termasuk akses pasar yang memumpuni. (Ela Patriana & Nurismalatri, 2008)

Merry Andriyani dengan Program Kewirausahaan Pemuda adalah kegiatan

(15)

33

menciptakan jiwa dan semangat kewirausahaan dalam melahirkan pemuda yang berkarakter, berkapasitas, berdaya saing, berprestasi kerja, dan profesional.

Pemuda dapat memahami potensi diri sebagai wirausaha muda, mengetahui potensi usaha sesuai daerahnya, memahami teknik manajemen usaha, membentuk jaringan usaha, dan memahami pengembangan usaha. Program Kewirausahaan Pemuda mencakup dua tahapan yaitu, Pelatihan Kewirausahaan Pemuda dan Bimbingan Teknis Wirausaha Muda sebagai bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, mengembangkan profesi diri, bekerja atau usaha mandiri. (Husada, 2019)

Melalui program ini maka pemuda dapat memahami potensi-potensi apa saja yang ada pada dirinya agar berani menjadi wirausaha muda dalam mengembangkan kreatifitas dan inovasi usaha. Persamaan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis ini adalah tentang kewirausahaan adalah semangat, perilaku, dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang efisien melalui keberanian mengambil resiko, kreativitas, dan inovasi serta kemampuan manajemen. Esensi kewirausahaann dari pengertian tersebut merupakan tanggapan positif terhadap peluang untuk memperoleh keuntungan bagi diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan dan masyarakat.

1.2.5 Strategi Peningkatan Wirausaha Muda

Sebagai bagian dari pengembangan kewirausahaan, perkembangan UMKM perlu terus didorong. Kehadiran dan eksistensi kewirausahaan telah mendapatkan pengakuan. Hampir semua menyadari bahwa posisi dan peran penting kewirusahaan melainkan bukan saja sebagai mesin pertumbuhan ekonomi atau “engine of economic growth”, tetapi juga sangat penting untuk mengatasi masalah pengangguran. Tanpa UMKM dapat dibayangkan di suatu daerah terus terpuruk dan mungkin bisa berlanjut menjadi Negara yang tidak stabil. Dalam penyerapan tenaga kerja kontribusi UMKM tidak perlu diragukan, kalau pada tahun 2004 mampu menyerap sekitar 80,45 juta orang tenaga kerja

(16)

34

atau sekitar 96,23% dari total angkatan kerja yang ada, maka pada tahun 2009 mampu menyerap sekitar 96,2 juta orang atau 97,30%. Bahkan dalam pembentukkan PDB, peran kewirausahaan semakin signifikan, yakni meningkat dari 55,6% pada tahun 2008 menjadi 59,62% pada tahun 2009.

Arah Kebijakan Pengembangan Kewirausahaan Peningkatan daya saing kewirausahaan perlu terus dikembangkan sejalan dengan perkembangan era globalisasi dan tuntutan dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah. Masalah krusial yang banyak dikeluhkan pelaku bisnis tanpa kecuali UMKM adalah munculnya berbagai peraturan-peraturan baru, peraturan-peraturan ini kurang memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang. Birokrasi administrasi yang berbelit dan tumpang tindih peraturan menjadi tantangan harus kita atasi ke depan. Pemerintah perlu melakukan revitalisasi arah kebijakan, strategi sampai kepada program-program pemberdayaan kewirausahaan. Arah kebijakan yang dapat ditempuh meliputi :

a. Mengembangkan kewirausahaan untuk memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing. Sedangkan pengembangan kewirausahaan untuk memberikan kontribusi dalam peningkatan pendapatan pada kelompok masyarakat berpendapatan rendah.

b. Memperkuat kelembagaan dengan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan berwawasan gender terutama untuk memperluas akses kepada sumber permodalan khususnya perbankan, memperbaiki lingkungan usaha dan menyederhanakan prosedur perijinan, memperluas dan meningkatkan kualitas institusi pendukung yang menjalankan fungsi intermediasi sebagai penyedia jasa pengembangan usaha, teknologi, manajemen, pemasaran dan informasi.

c. Memperluas basis dan kesempatan berusaha serta menumbuhkan wirausaha baru berkeunggulan untuk mendorong pertumbuhan, peningkatan ekspor dan penciptaan lapangan pekerjaan terutama dengan meningkatkan perpaduan antara tenaga kerja terdidik dan terampil dengan adopsi penerapan teknologi, mengembangkan kewirausahaan melalui

(17)

35

pendekatan klaster dan pengembangan produk unggulan dengan pendekatan One Village One Product (OVOP) di sector agribisnis dan agroindustri serta potensi lokal lainnya., mengembangkan kewirausahaan untuk makin berperan dalam proses industrialisasi, perkuatan keterkaitan industri, percepatan pengalihan teknologi, dan peningkatan kualitas SDM, mengintegrasikan pengembangan usaha dalam konteks pengembangan regional, sesuai dengan karakteristik pengusaha dan potensi usaha unggulan di setiap daerah dan mengembangkan kewirausahaan untuk makin berperan sebagai penyedia barang dan jasa pada pasar domestik yang semakin berdaya saing dengan produk impor, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat banyak.

Untuk dapat memaksimalkan peran kewirausahaan dan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kewirausahaan mengacu pada kondisi dan keadaan dalam perekonomian di masa yang akan datang, perlu diperhatikan beberapa kriteria kewirausahaan untuk dapat berhasil dan sukses seperti yang dikemukakan oleh (Timmon, Smollen dan Dingee, 1985) adalah :

- Memiliki kreatifitas yang melahirkan inovasi, sehingga mampu menciptakan nilai tambah.

- Kemampuan melihat peluang usaha, mengetahui atau memahami sebelumnya tentang seluk beluk usaha yang akan dilaksanakan, pengetahuan tersebut didasarkan pada pengalaman dan kemampuan melihat peluang usaha yang didukung oleh ketersediaan sumberdaya dan pasar.

- Keberaniannya menanggung resiko kerugian yang memungkinkan mereka bisa memperkirakan jenis dan besar resiko yang akan timbul.

- Kemampuan manajerial yang menghasilkan efisiensi sumberdaya yang relatif, dalam hal perencanaan dan kemampuan dalam merencanakan kegiatan bisnisnya. Seorang wirausaha hendaknya tidak gentar dan terus bertekad maju dengan terus ‘mengayun pedal sepeda’ ketika tantangan menghadang. Pada kondisi seperti ini maupun yang akan datang wirausaha perlu diberi motivasi atau memotivasi dirinya sendiri bahwa ada capaian besar di depan yang menanti permasalahannya bisa diatasi. Looking-Up

(18)

36

merupakan langkah melihat ke depan sambil terus menatap ke atas.

Wirausaha baru bisa disebut berhasil melewati tahapan Looking-Up dan masuk ke tahapan Day Dreaming ketika persoalannya sudah tertangani dan sudah berani berangan-angan lagi untuk mengembangkan bisnis baru.

(Suryadi, 2018)

1.2.6 Pengembangan Ekonomi Lokal dan Potensi Lokal

Pengembangan Ekonomi Lokal mempunyai beberapa pengertian menurut pendapat para ahli yakni Menurut pendapat Word Bank, Pengembangan Ekonomi Lokal sebagai sebagai proses yang dilakukan secara bersama oleh pemerintah, usahawan, dan organisasi non pemerintah untuk menciptakan kondisi yang lebih baik untuk pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di tingkat lokal. (Donuisang et al., 2017)

Menurut Blakely and Bradshaw Pengembangan Ekonomi Lokal adalah proses dimana pemerintah lokal dan organsisasi masyarakat terlibat untuk mendorong, merangsang, memelihara, aktivitas usaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan.(Susanti, 2013)

Menurut International Labour Organization (ILO) Pengembangan Ekonomi Lokal adalah proses partisipatif yang mendorong kemitraan antara dunia usaha dan pemerintah dan masyarakat pada wilayah tertentu, yang memungkinkan kerjasama dalam perancangan dan pelaksanaan strategi pembangunan secara umum, dengan menggunakan sumber daya local dan keuntungan kompetitif dalam konteks global, dengan tujuan akhir menciptakan lapangan pekerjaan yang layak dan merangsang kegiatan ekonomi.

H. J. Helming Pengembangan Ekonomi Lokal adalah suatu proses dimana kemitraan yang mapan antara pemerintah daerah, kelompok berbasis masyarakat, dan dunia usaha mengelola sumber daya yang ada untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan merangsang (pertumbuhan) ekonomi pada suatu wilayah tertentu. Menekankan pada kontrol lokal, dan penggunaan potensi sumber daya manusia, kelembagaan dan sumber daya fisik.

Maka berdasarkan pada pendapat para ahli tersebut, dapat di simpulkan bahwa pengembangan ekonomi lokal mempunyai pengertian yakni usaha

(19)

37

mengoptimalkan sumber daya lokal yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat lokal dan organisasi masyarakat madani untuk mengembangkan ekonomi pada suatu wilayah. Pengembangan Ekonomi Lokal merupakan upaya dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan, yang dilakukan secara partisipatif dari masyarakat, yang memandang seluruh aspek dan potensi yang ada pada mereka untuk dikembangkan, sehingga mampu kreatif dan mandiri. Sifat dari Pengembangan Ekonomi Lokal itu sendiri button up, berkelanjutan, adanya stockholder yakni pemerintah, masyarakat dunia swasta, lembaga keuangan dan lembaga swadaya masyarakat. Adanya keterkaitan kompenen-kompenen tersebut yang merupakan penentu dalan keberhasilan pengembangan ekonomi lokal. Definisi Pengembangan Ekonomi Lokal tersebut memfokuskan kepada :

1. Peningkatan kandungan lokal

2. Pelibatan stakeholders secara substansial dalam suatu kemitraan strategis

3. Peningkatan ketahanan dan kemandirian ekonomi 4. Pembangunan bekeberlanjutan

5. Pemanfaatan hasil pembangunan oleh sebagian besar masyarakat lokal;

6. Pengembangan Usaha Kecil Menengah

7. Pertumbuhan ekonomi yang dicapai secara inklusif

8. Penguatan kapasitas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia

9. Pengurangan kesenjangan antar golongan masyarakat, antar sektor dan antar daerah

10. Pengurangan dampak negatif dari kegiatan ekonomi terhadap lingkungan Peranan pemerintah daerah dalam pengembangan ekonomi lokal sangat penting, dalam hal ini pemerintah daerah berperan menjalankan fungsinya sebagai pelopor pengembangan, koordinator, fasilitator, dan stimulator. Peranan pemerintah daerah juga sangat diperlukan dalam hal memperhatikan infrastruktur yang digunakan dalam kegiatan bisnis dan industri, serta peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Selain pemerintah daerah, peranan swasta dan kelompok masyarakat juga diperlukan dalam kegiatan manajemen wilayah dan pencarian solusi atas permasalahan tertentu. Sementara itu, salah

(20)

38

satu kebijaksanaan pembangunan ekonomi lokal didasarkan pada prinsip keuntungan kompetitif, salah satunya melalui pengembangan potensi ekonomi daerah.Penyelenggaraan pemerintahan dibidang pembangunan pada dasarnya adalah kunci keberhasilan pengembangan potensi ekonomi lokal untuk menguatkan daya saing. (Susanti, 2013).

Pengembangan ekonomi lokal merupakan suatu langkah yang dilakukan untuk mengembangkan ekonomi di suatu wilayah, hal tersebut bisa dilakukan dengan memanfaatkan potensi lokal atau wilayah mereka sendiri. Karena Pengembangan ekonomi lokal tidak hanya dilihat dari sisi batas administrasi kewilayahan tetapi juga harus memperhatikan bagaimana untuk mengoptimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal. Dalam mendukung pertumbuhan UMKM lokal dapat didukung dengan berfokus pada Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) itu sendiri, seperti:

a) Stakeholder untuk mendukung dari sisi kapasistas melalui kebijakan dan pendanaan

b) Peningkatan kandungan lokal

c) Peningkatan ketahanan dan kemandirian ekonomi

d) Pemanfaatan hasil pembangunan oleh sebagian besar masyarakat lokal e) Penguatan kapasitas dan peningkatan kualitas SDM

f) Pengurangan kesenjangan antar golongan masyarakat, antar sector dan antar daerah

g) PEL menekankan pada pendekatan pengembangan bisnis

Penumbuhan wirausaha muda di Kabupaten Malang rata-rata berbasis budaya masyarakat. Program penumbuhan wirausaha muda yang berpikir dan bertindak untuk mengembangkan kreatifitas yang unik dan berbeda dengan yang lain sehingga dapat lebih menguntungkan. Misalkan pemuda tersebut dengan mengembangkan produk-produk lainnya. Program penumbuhan wirausaha muda diarahkan untuk meningkatkan potensi dan peran pemuda dalam pengembangan UMKM berbasis industri kreatif sehingga bisa menjadi pengusaha yang professional. Beberapa strategi yang dapat ditempuh antara lain mengenalkan dunia UMKM untuk menghasilkan pemuda yang bersinergi untuk

(21)

39

melestarikannya, mengebangkan kopetensi untuk mengoptimalkan dunia usaha pemuda yang kreatif

Gambar

Tabel 2. 1 Literatur Review

Referensi

Dokumen terkait

 Algoritma genetika menerapkan pemikiran tersebut dengan cara, didalam setiap generasi sejumlah kromosom yang mempunyai nilai fitness tinggi dipilih untuk diproses untuk

Pengertian biogas itu sendiri adalah gas mudah terbakar yang merupakan gas campuran metana (CH 4 ), hidrogen (H2) karbondioksida (CO 2 ) dan gas lainnya yang didapat dari

Dari beberapa paparan tentang analisis hasil penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya, ada satu poin yang perlu diperhatikan dari peningkatan keterampilan generik

[r]

dalam ransum terhadap daya ikat air, pH dan susut masak daging

+ ' dari 1 data informasi yang tersedia dari sampel terpilih untuk menduga parameter populasi seperti rata-rata populasi, '+#13 + ' total populasi, ragam populasi, galat baku,

Setelah pelaksanaan dan observasi tindakan, tahap selanjutnya adalah melakukan refleksi, berikut adalah beberapa hasil refleksi yang dilakukan bersama observer: (1) guru

Kegiatan pelatihan ini mendapat respon positif dari peserta pelatihan, adapun manfaat yang didapat oleh peserta pelatihan adalah menumbuhkan minat guru dalam