BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Hasil analisis permasalahan pembelajaran ini digunakan untuk pengembangan aplikasi Augmented Reality mobile learning, media pembelajaran berbentuk aplikasi dengan teknologi AR yang dapat digunakan di HP android berisi materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Hasil dari seluruh tahapan penelitian adalah sebagai berikut:
1. Tahapan Analisis
Tahapan analisis terdiri dari 2 tahapan yaitu studi lapangan dan studi pustaka, hasil dari tahap ini sebagai berikut:
a. Studi Lapangan
Studi lapangan bertujuan untuk menemukan permasalahan pembelajaran siswa serta menemukan aspek-aspek yang dibutuhkan dalam pengembangan produk. Hasil dari studi lapangan adalah sebagai berikut:
1) Observasi Pembelajaran
Kegiatan observasi pembelajaran dilakukan selama magang kependidikan III yaitu pada tanggal 24 Agustus 2020 sampai 24 September 2020 pada siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 8 Surakarta.
Pebelajaran yang dilakukan secara daring melalui whatshapp, dan google class serta terdapat pembelajaran secara luring yang dilakukan yaitu saat kegiatan praktikum materi jaringan tumbuhan. Ringkaan observasi pembelajaran yang dilakukan secara daring dan luring sebagai berikut:
a) Proses pembelajaran yang dilakukan secara daring dan luring cukup baik.
b) Beberapa siswa kurang fokus dalam pembelajaran daring. Hal ini ditunjukan ketika siswa di panggil, siswa tersebut tidak merespon dengan cepat.
c) Guru menggunakan power point dan video dalam pembelajaran daring.
d) Pembelajaran daring yang dilakukan melalui whatshapp dan google class.
e) Sarana dan prasarana laboratorium cukup baik.
f) Terdapat beberapa peralatan laboratorium dalam keadaan rusak atau tidak dapat digunakan.
2) Wawancara siswa
Wawancara tak terstruktur pada siswa dilakukan secara tidak langsung hal ini dikarenakan adanya pandemic menyebabkan pembelajaran yang dilakukan secara daring. Wawancara dilakukan melalui whatshapp dan google form (Lampiran 1). Ringkasan hasil wawancara yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:
a) Materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan merupakan materi yang cukup sulit dipahami.
b) Siswa dapat memahami mudah suatu materi dengan adanya visualisasi selain membaca teks book.
c) Sebagain besar siswa setuju dengan adanya sumber belajar interaktif pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.
3) Wawancara guru
Kegiatan wawancara guru dilakukan pada salah satu guru biologi kelas XI SMA Negeri 8 Surakarta meliputi prespektif guru mengenai kegiatan pembelajaran dan penggunaan media pembelajaran (Lampiran 2). Ringkasan hasil wawancara guru adalah sebagai berikut:
a) Materi struktur dan fungsi jaringan merupakan materi yang cukup mudah, tetapi masih banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk memahami materi ini.
b) Keterbatasan praktikum langsung di laboratorium atau diluar ruangan membuat siswa sulit membedakan antara jaringan satu dengan jaringan lainya.
c) Siswa cenderung pasif saat pembelajaran berlangsung.
d) Guru telah menggunakan video pembelajaran dan power point pada pembelajaran biologi.
e) Penggunaan handphone dapat mempermudah siswa dan guru dalam proses pembelajaran yang berlangsung.
f) Perlu adanya media yang membuat siswa tertarik dan membantu atau menunjang pembelajaran pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.
4) Analisis angket permasalahan pembelajaran siswa dengan permodelan rasch
a) Permodelan rasch dengan fungsi Summary Statistics
Output data Summary Statistic dapat memberikan informasi kualitas intrumen dan responden dalam menjawab. Dari pengolahan Summary Statistics dengan permodelan rasch diperoleh hasil yaitu person measure, nilai alpha Cronbach, person reliability, dan item reliability (Muntazhimah et al., 2020).
Data dari output Summmary Statistic dapat di lihat pada Tabel 4.1 dan 4.2.
Tabel 4.1. Tabel Summary of 70 Measured
Tabel 4.2. Tabel Summary of 13 Measured Item
Berdasarkan Tabel 4.1 dan 4.2 diperoleh informasi sebagai berikut:
- Person measure sebesar +0.32 logit, karena nilai rata-rata person measure lebih tinggi dari nilai logit 0.00 menunjukan keseluruhan responden cenderung memilih jawaban setuju atau jawaban yang dipilih cenderung pada skala besar.
- Nilai alpha cronbach sebesar 0.70, jika dikategorikan akan masuk ke kategori cukup bagus untuk menunjukan reliabilitas antara keseluruhan responden dan item angket.
- Person reliability sebesar 0.67 termasuk kedalam kategori cukup menunjukan konsistensi bagus pada jawaban responden.
- Item reliability sebesar 0.97, termasuk dalam kategori istimewa. Item reliability pada angket menunjukan bahwa kualitas item pada angket sudah bagus.
b) Permodelan rasch dengan fungsi Person Measure
Output data person measure yang diolah dengan permodelan rasch, dapat menunjukan responden yang memberikan penilaian paling setuju atau paling baik kepada angket permasalahan pembelajaran, dan dapat diketahui responden yang memberikan penilaian tidak setuju atau paling
jelek pada angket. Selain itu dapat menunjukan responden yang tidak memberikan jawaban pada butir item. Data output person measure dapat dilihat pada Lampiran 3. Berdasarkan data tersebut menunjukan responden dengan kode P31 merupakan siswa yang memberikan jawaban paling setuju pada angket permasalahan pembelajaran. Sedangkan responden yang memberikan jawaban paling tidak setuju dengan kode P44. Semua responden mengisis semua butir item, hal ini dapat dilihat pada total count.
c) Permodelan rasch dengan fungsi Item Measure
Output data Item Measure yang diolah dengan permodelan rasch, dapat menunjukan butir item yang paling disetujui, dan butir yang item yang paling tidak disetujui oleh responden. Data output Item Measure pada Tabel 4.3.
Tabel 4.3. Tabel Item Measure
Berdasarkan data Tabel 4.3. Item Measure menunjukan butir angket permasalahan pembelajaran yang paling tidak disetujui dengan kode B9, sedangkan butir item angket yang paling disetujui dengan kode B13. Pada Tabel 4.3 menunjukan bahwa tdak ada data yang hilang dengan melihat total count.
d) Permodelan rasch dengan fungsi Person Fit Order Tabel 4.4. Tabel Person Fit Order
Data output Person Fit Order dapat menunjukan informasi person misfit atau responden yang tidak sesuai dengan permodelan rasch. Untuk menggolongkan data masuk kedalam misifit atau fit terdapat kriteria yang harus dipenuhi, yaitu
- Outfit MNSQ, nilai yang diterima 0.5 < MNSQ < 1.5 - Outfit ZSTD nilai yang diterima -2.0 < ZSTD < +2.0 - PT Mean Corr, nilai yang diterima 0.5 < MNSQ < 0.85
Apabila pada data hanya salah satu kriteria yang tidak memenuhi syarat maka item dapat tetap dipertahankan, jika lebih
dari 1 kriteria maka item harus direvisi atau diganti (Anandita &
Cahyadi, 2020). Data angket hasil pengolahan dapat dilihat pada Tabel 4.4.
Berdasarkan Tabel 4.4. dapat diketahui terdapat 7 responden yang diidenfikikasi mengalami misifit dikarenakan memiliki outfit MNSQ, ZSTD, dan PT Mean Corr diluar batas.
Responden yang mengalami misifit dikodekan dengan P1, P5, P23, P25, P33, P55, dan P59. Sementara 63 responden dinyatakan fit.
e) Permodelan rasch dengan fungsi Item Fit Order
Data output Item Fit Order dengan permodelan rasch dapat memperlihatkan tentang item misifit. Cara menilai item ini sama dengan menilai Person Fit Order dengan melihat outfit MNSQ, ZSTD, dan PT Mean Corr. Berikut adalah data hasil analisis pada Tabel 4.5.
Tabel 4.5. Tabel Item Fit Order
Berdasarkan Tabel 4.5. dapat diketahui semua butir angket fit karena memiliki nilai outfit MNSQ, ZSTD, dan PT Mean Corr sesuai dengan ketentuan.
b. Studi Pustaka
Studi Pustaka merupakan tahapan yang dilakukan peneliti untuk mencari berbagai literasi dan informasi yang dibutuhkan dalam pengembangan media pembelajaran.
1) Hasil anlisis tujuan
Tujuan pembelajaran berpedoman pada Standar Kopetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), hal ini bertujuan untuk mengetahui ketercapaian materi yang perlu di muat pada media pembelajaran yang dikembangkan. Analisis tujuan pembelajaran yang dilakukan peneliti mencakup Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompentensi pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan sebagai berikut:
a) Menjelaskan pengertian jaringan pada tumbuhan.
b) Memahami macam-macam struktur jaringan pada tumbuhan.
c) Mengetahui fungsi macam-macam jaringan pada tumbuhan.
d) Memahami keterkaitan struktur dan fungsi jaringan tumbuhan pada organ tumbuhan.
Berdasarkan analisis tujuan tersebut penelitian dijabarkan sebagai berikut:
a) Mengembangkan variasi media pembelajaran materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.
b) Menyelesaikan pembelajaran materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan tanpa terkait waktu dan tempat.
c) Mempermudah siswa dalam mempelajari struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.
2) Hasil analisis jurnal
Analisis jurnal bertujuan untuk mendukung pemilihan media Augmented Reality pada meteri struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dengan menganalisis jurnal yang berkaitan dengan media Augmented Reality dalam pembelajaran (Lampiran 4). Dari analisis 15 jurnal yang
berhubungan dengan penggunaan media Augmented Reality pada mata pelajaran biologi menyatakan bahwa valid untuk digunakan.
2. Tahapan Desain
Tahap desain merupakan tahapan yang dilakukan peneliti untuk menentukan unsur-unsur yang diperlukan dalam tahapan pengembangan media pembelajaran. Pada tahapan ini terdiri dari:
a. Perencanaan Materi
Penyusunan materi (Lampiran 5) pada media pembelajaran disesuaikan dengan indikator yang telah dianalisis pada tahap sebelumnya.
Penyusunan menu yang berisikan materi yang telah ditentukan bertujuan agar indikator ketercapaian tercapai. Menu dalam media Augmented Reality yang digunakan dalam pemenuhan indikator sebagai berikut:
1) Tampilan Menu Pendahuluan
Tampilan menu pendahuluan bertujuan untuk mengarahkan dan memberi informasi kepada pengguna terkait KD, indikator, dan tujuan pembelajaran. Sebelum pengguna mengetahui tentang tujuan, KD, dan indikator pembelajaran akan ada tampilan apersepsi.
Tampilan ini berisi gambar dan pertanyaan-pertanyaan yang akan mengarah pada tujuan, KD, dan Indikator pembelajaran.
2) Tampilan Menu Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
Menu ini berisi tentang definisi jaringan tumbuhan, definisi macam-macam struktur jaringan tumbuhan, fungsi struktur dan jaringan tumbuhan, struktur dan fungsi jaringan pada organ-organ tumbuhan. Penjelasan berupa teks singkat, dengan contoh-contoh gambar yang di ambil dari jurnal atau buku. Menu ini bertujuan untuk memenuhi indikator struktur dan fungsi macam-macam jaringan pada tumbuhan.
3) Tampilan Menu Jaringan pada Organ Tumbuhan
Menu jaringan pada tumbuhan menampilkan gambar organ tumbuhan akar, batang, dan daun. Pada bagian organ tumbuhan terdapat panah dan nomer yang menunjukan suatu jaringan yang ada
didalam organ tersebut. Bagian jaringan tersebut berupa penjelasan teks singkat, dengan contoh gambar yang diambil dari jurnal atau buku. Menu ini bertujuan untuk memahami indikator keterkaitan antara jaringan pada organ tumbuhan.
4) Tampilan Menu Augmented Reality
Tampilan menu Augmented Reality bertujuan untuk mempermudah siswa dalam memahami dan membedakan antar bagian jaringan yang terdapat pada organ tumbuhan. Gambar 3D yang berbentuk organ tumbuhan dengan penjelasan teks singkat mengenai bagian organ tertentu. Gambar 3D pada bagian menu ini terdiri dari gambar 3D organ akar monokotil, akar dikotil, batang monokotil, batang dikotil, dan daun.
5) Tampilan Evaluasi
Menu evaluasi berisi menu soal-soal dan menu projek/ lembar kerja siswa. Menu soal terdiri dari kuis pilihan ganda dan essai. Menu soal bertujuan untuk membantu guru dalam melakukan evaluasi sumatif, karena soal-soal yang disajikan sesuai dengan materi yang diajarkan guru. Menu soal pilihan ganda terdiri dari 10 soal, sementara menu soal essai terdiri dari 5 buah uraian. Selain menu soal terdapat menu projek atau lembar kerja, menu lembar kerja siswa berisi langkah-langkah dan hal-hal yang diperlukan sebelum melakukan praktikum.
b. Tahapan Pembuatan Flow Chart
Rencana pembuatan media pembelajaran disajikan dalam bentuk flow chart, dapat dilihat pada Gambar 4.1.
Gambar 4.1. Flow Chart Rancangan Media.
c. Tahapan Pembuatan Storyboard
Pembuatan storyboard (Lampiran 6) berdasarkan rencana pembuatan pada flow chart. Pembuatan storyboard bertujuan untuk mempermudah dalam pengembangan media, sehingga pengembangan media sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Pembuatan serta penentuan komponen-komponen pada storyboard media Augmented Reality terdiri dari tampilan awal media, tampilan petunjuk penggunaan media, tampilan materi jaringan tumbuhan, tampilan jaringan tumbuhan pada organ, tampilan Augmented Reality kamera, dan tampilan evaluasi.
Evaluasi
3. Tahapan Pegembangan
Tahapan selanjutnya adalah tahapan pengembangan, pada tahapan ini media Augmented Reality akan direalisasikan oleh peneliti. Hasil dari pengembangan media Augmented Reality adalah sebagai berikut:
a. Memproduksi Media Pembelajaran Augmented Reality
Komponen-komponen yang telah dirancang seperti materi, gambar, dan desain akan digabungkan menjadi satu ke dalam sebuah media pembelajaran Augmented Reality berbasis android. Hasil tampilan media Augmented Reality yang dikembangkan sebagai berikut:
1) Tampilan icon atau logo aplikasi
Tampilan icon aplikasi merupakan logo yang akan muncul pada handphone berbasis android setelah berhasil menginstal aplikasi Augmented Reality. Logo dapat dilihat pada Gambar 4.2.
Gambar 4.2. Logo Aplikasi Augmented Reality Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan.
2) Halaman Awal
Halaman awal merupakan halaman awal yang akan ditampilkan setelah membuka aplikasi ini. Pada halaman ini terdapat beberapa menu/ button yaitu: menu play, petunjuk penggunaan, setting, dan exit. Menu setting terdiri menu sound, mail, biodata.
Tampilan halaman utama dapat dilihat pada Gambar 4.3 dibawah ini.
Gambar 4.3. Halaman Awal pada Aplikasi Augmented Reality Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
3) Tampilan Petunjuk Penggunaan
Tampilan petunjuk penggunaan bersisi penjelasan mengenai KD, tujuan pembelajaran, dan petunjuk penggunaan aplikasi Augmented Reality. Tampilan petunjuk penggunaan dapat dilihat pada Gamabar 4.4 dibawah ini.
Gambar 4.4. Petunjuk Penggunaan pada Aplikasi Augmented Reality Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
4) Tampilan Menu Play
Menu play berfungi untuk mengarahkan pengguna untuk menuju tampilan menu materi. Sebelum menuju ke menu materi aplikasi akan menampilkan menu apersepsi, sebagai langkah awal pengguna sebelum memasuki menu materi. Menu apersepsi menampilkan beberapa pertanyaan dan gambar yang bertujuan agar pengguna nantinya dapat menemukan tujuan pembelajaran dalam penggunaan aplikasi ini. Tampilan menu apersepsi dapat dilihat pada Gambar 4.5.
Gambar 4.5. Menu Apersepsi pada Aplikasi Augmented Reality Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
5) Tampilan Menu Utama / Home / Materi
Menu utama berfungsi untuk memenuhi tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dalam pengembangan aplikasi. Pada menu utama terdiri dari beberapa button materi yaitu: button materi jaringan tumbuhan, struktur organ, Augmented Reality, dan evaluasi. Tampilan menu utama dapat dilihat pada Gambar 4.6.
Gambar 4.6. Menu Utama pada Aplikasi Augmented Reality Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
6) Tampilan Submenu Materi Jaringan Tumbuhan
Tampilan submenu materi jaringan tumbuhan terdiri dari menu jaringan tumbuhan, jaringan meristem, dan jaringan permanen.
Ketika di klik akan menampilakan penjelasan mengenai definisi jaringan tersebut, ciri-ciri, struktur, fungsi, dan gambar suatu jaringan tertentu. Submenu materi jaringan tumbuhan dapat memenuhi tujuan beberapa tujuan pembelajaran pada aplikasi yaitu menjelaskan pengertian jaringan tumbuhan, memahami macam-macam jaringan tumbuhan, dan mengetahui fungsi dari berbagai macam-macam jaringan tumbuhan. Tampilan submenu jaringan tumbuhan dapat dilihat pada Gambar 4.7.
Gambar 4.7. Submenu Materi Jaringan Tumbuhan pada Aplikasi Augmented Reality Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
7) Tampilan Submenu Materi Organ Tumbuhan
Menu ini menunjukan materi tentang jaringan pada berbagai organ tumbuhan. Setelah pengguna menekan submenu organ tumbuhan, aplikasi akan menampilkan 3 judul submateri yaitu jaringan pada organ akar, jaringan pada batang, dan jaringan pada daun. Ketiga submateri tersebut akan menampilkan gambar organ dengan keterangan yang belum diketahui. Dengan ini guru dapat meminta siswa untuk mengidentifikasi dan menentukan jawaban terlebih dahulu tentang macam jaringan yang ditunjukan pada gambar organ tersebut. Setelah bagian keterangan yang belum diketahui di klik, aplikasi akan menampilkan penjelasan macam jaringan, definisi, struktur, ciri, fungsi, dan contoh jaringan di suatu tumbuhan.
Tampilan submenu organ tumbuhan dapat dilihat pada Gambar 4.8.
Gambar 4.8. Submenu Materi Organ Tumbuhan pada Aplikasi Augmented Reality Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
8) Tampilan Augmented Reality Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Tampilan Augmented Reality merupakan salah satu keunggulan pada mobile learning ini. Pada bagian ini aplikasi akan menampilkan objek 3D organ tumbuhan. Terdapat 5 gambar 3D pada aplikasi ini yaitu organ 3D struktur jaringan pada akar monokotil, akar dikotil, batang monokotil, batang dikotil, dan daun. Sebelum pengguna menggunakan fungsi menu ini, pengembang memberikan menu petunjuk penggunaan dalam mengoprasikan fungsi Augmented Reality pada aplikasi ini. Fungsi 3D pada mobile learning ini akan berfungsi ketika kamera handphone diarahkan pada marker struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Gambar 3D organ tumbuhan dilengkapi keterangan berupa macam jaringan pada gambar 3D, dan penjelasan singkat pengenai jaringan tumbuhan. Untuk mempermudah pengguna pada tampilan Augmented Reality terdapat menu dropdown organ tumbuhan. Penggunaan fungsi Augmented Reality pada mobile learning yang dikembangkan bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam memahami materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Tampilan Augmented Reality dapat dilihat pada Gambar 4.9.
Gambar 4.9. Submenu Augmented Reality Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan pada Aplikasi Augmented Reality Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
9) Tampilan Evaluasi
Menu evaluasi pada mobile learning yang dikembangkan berisi soal-soal evaluasi dapat dikerjakan oleh pengguna setelah mempelajari materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Menu evaluasi terdiri dari 2 submenu evaluasi yaitu pilihan ganda dan essai.
Menu evaluasi pada mobile learning ini dapat digunakan guru untuk melakukan evaluasi pada siswa. Pada submenu evaluasi pilihan ganda terdiri dari 10 soal pilihan ganda, dan untuk submenu uraian terdapat 5 soal uraian. Selain berisi soal-soal pada tampilan evaluasi terdapat menu lembar kerja siswa. Lembar kerja siswa digunakan untuk memandu dan memberi petunjuk kepada siswa sebelum melakukan praktikum di laboratorium.
Tampilan evaluasi dapat dilihat pada Gambar 4.10.
Gambar 4.10. Menu Evaluasi pada Aplikasi Augmented Reality Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
b. Penyusunan Panduan Penggunaan Media
Panduan penggunaan media (Lampiran 7) yang meliputi panduan penginstalan aplikasi, dan marker struktur fungsi jaringan tumbuhan berbentuk file pdf. Panduan penggunaan media dapat diunduh pada link https://bit.ly/3jlDIJ1 yang dicantumkan didalam tampilan cara penggunaan aplikasi Augmented Reality.
c. Hasil Validasi Ahli
Mobile learning Augmented Reality yang telah selesai dikembangkan, selanjutnya dilakuka tahap validasi. Validasi dilakukan bertujuan untuk menilai kelayakan dari mobile learning sebelum di uji cobakan. Hasil dari validasi produk sebagai berikut:
1) Ahli Materi
Validasi ahli materi (Lampiran 8) bertujuan untuk memperoleh penilian, dan meminimalisir kesalahan isi materi pada mobile learing struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Validator pada validasi materi yaitu Ari Pitoyo, S.Si., M.Sc. yang merupakan dosen Fakultas MIPA UNS. Berikut adalah hasil penilaian dari ahli materi:
Tabel 4.6. Hasil Validasi Ahli Materi
No. Indikator Skor dari Ahli
Materi
1. Kelengkapan isi 3
2. Keakuratan materi 3
3. Materi pendukung pembelajaran 4
4. Teknik penyajian materi 3
Jumlah score 13
Rata-rata score 3.25
Presentase score (%) 81.25%
Hasil validasi ahli materi pada media pembelajaran oleh validator Ari Pitoyo, S.Si., M.Sc. mendapat jumlah score 13 dengan rata-rata 3.25. Rata-rata score yang didapat dikonversi menjadi persen adalah sebesar 81.25%. Berdasarkan tabel intepretasi penilaian maka materi pada mobile learning Augmented Reality yang dikembangkan peneliti dinyatakan sangat layak.
Menurut validator materi, materi yang ada pada mobile learning dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya. Namun, validator juga memberikan beberapa saran pada meteri struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Beberapa saran tersebut diantaranya adalah diperlukanya kontruksi berfikir yang lebih kronologis dalam menjelaskan beberapa materi, sealin itu penjelasan materi dapat diurutkan dari umum menuju khusus. Hal ini bertujuan agar materi yang disampaikan tidak mengulang-ulang dalam penjabaran pada mobile learning.
2) Ahli Media
Validasi ahli media (Lampiran 9) pada mobile learning Augmented Reality bertujuan untuk menilai kelayakan media yang dikembangkan. Validator pada validasi media mobile learning ini yaitu Yasin Al Irsyadi, S.T., M.T dosen Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Denta Ayu Meilany S.Pd. Hasil dari validasi ahli media sebagai berikut ini:
Tabel 4.7. Hasil Validasi Ahli Media
No. Indikator Skor dari
Ahli Media I
Skor dari Ahli Media II
1. Desain media pembelajaran 4 4
2. Tata letak komponen pada aplikasi
4 4
3. Teks yang digunakan pada media pembelajaran
4 3
4. Kualitas tampilan foto atau gambar pada media
3 3
5. Gambar 3D yang ditampilkan
4 4
6. Media pembelajaran berisi materi, kuis, dan petunjuk penggunaan
4 4
7. Navigasi yang disajikan 4 4
8. Petunjuk penggunaan 4 4
9. Usabilitas 4 4
10. Aksesibilitas 4 4
Jumlah score 39 38
Rata-rata score 3.9 3.8
Persentase (%) 97.5% 95%
Rata-rata total score 3.85
Presentase total score (%) 96.25%
Hasil validasi mobile learning Augmented Reality oleh Yasin Al Irsyadi, S.T., M.T dengan total score 39 dari 40 mendapatkan rata- rata 3.9. Rata-rata penilaian media apabila dibuat persentase akan menghasilkan nilai 97.5%. Sementara hasil validasi oleh Denta Ayu Meilany dengan total score 38 dari 40 mendapat rata-rata 3.8. rata-rata penilaian media jika dikonverskan persentase akan mengahasilkan nilai 95%. Rata-rata total yang didapatkan dari 2 validator sebesar 3.85 dan jika konversi menjadi presentase sebesar 96.25%. Total persentase score jika diinterpretasikan dengan tabel penilaian maka media mobile learning Augmented Reality yang dikembangkan dinyatakan sangat layak.
Menurut validator ahli media, mobile learning Augmented Reality yang dikembangkan oleh peneliti sangat baik. Namun demikan terdapat beberapa saran yang bisa diperbaiki. Saran pertama
yaitu dengan menambahkan tombol Home pada tiap halaman, hal ini bertujuan untuk mempermudah pengguna untuk kembali ke menu awal. Saran kedua yaitu menambhakan tombol kembali pada tampilan menu Augmented Reality, dan yang terakhir pada tampilan menu exit sebaiknya menggunakan Bahasa Indonesia.
3) Respon/ Penilaian Praktisi atau Guru
Respon atau penilaian guru dari hasil pengisisan angket (Lampiran 10) sebanyak 2 responden yaitu Tri Sukrorini, S.Pd., M.Si.
dan Ari Siswani, S.Pd., M.Pd. guru biologi SMA Negeri 8 Surakarta.
Hasil dari pengisian angket penilaian mobile learning Augmented Reality sebagai berikut:
Tabel 4.8. Hasil Penilaian/ Respon Praktisi Praktisi I Praktisi II Rata-
rata Nilai
Persentase Rata-rata
Nilai (%)
Keterangan Nilai yang
Diperoleh
Nilai yang Diperoleh
Total 68 69 68.5 95.14% Sangat
Layak
Berdasarkan tabel penilaian media pembelajaran oleh praktisi didapatkan informasi sebagai berikut: terdapat 15 kategori penilaian media pembelajaran dinyatakan sangat layak. Sementera 3 kategori lainya dinyatakan layak. Total penilaian media pembelajaran yang didapatkan dari praktisi I dan praktisi II sebesar 68.5, jika dipersentasekan penilaian pada media pembelajaran sebesar 95.14%.
Persentase sebesar 95.14% menurut tabel kategori penilaian maka dinyatakan media pembelajaran sangat layak.
Menurut kedua praktisi, mobile learning Augented Reality yang dikembangan peneliti sudah baik. Meskipun demikan terdapat beberapa saran dan masukan yaitu, penambahan tombol penjelasan
melalui suara sehingga dapat mempermudah pengguna dalam memahami materi yang disampaikan.
4. Tahapan Pengujian Lapangan Terbatas
Pengujian lapangan terbatas dilakukan di SMA Negeri 8 Surakarta dengan sempel berjumlah ≤70 siswa. Pengujian dilakukan pada siswa kelas XI atau yang sudah menempuh materi struktur fungsi jaringan pada tumbuhan dan menggunakan handphone dengan sistem operasi android. Pengujian lapangan terbatas dilakukan dengan menyebarkan link yang berisi aplikasi, panduan, dan marker yang dapat diunduh siswa. Link disebarkan melalui whatshapp group kelas MIPA. Setalah siswa mencoba mengoprasikan aplikasi yang sudah diunduh, peneliti menyebarkan angket penilaian google form melalui whatshapp group MIPA.
5. Tahapan Penilaian
Tahap penilaian mobile learning Augmented Reality dilakukan dengan menyebarkan angket penilaian. Hasil dari tahap penilaian sebagai berikut ini:
a. Respon/ Penilaian Siswa
Respon atau penilaian siswa (Lampiran 11) dari hasil pengisian angket ini sebanyak 76 responden yang berasal dari kelas XII dan telah melalui pembelajaran materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.
Hasil dari pengisian angket penilaian mobile learning Augmented Reality sebagai berikut:
Tabel 4.9. Ringkasan Respon Siswa terhadap Media Pembelajaran
Butir Angket
Jumlah Responden
Tidak Setuju (Skor 1
&2)
Jumlah Responden
Setuju (Skor 3
&4)
Rata-rata Responden
Tidak Setuju (%)
Rata-rata Responden Setuju (%)
Keterangan
B1 1 75 1,3% 98,7% Sangat
Layak
B2 6 70 7,9% 92,1% Sangat
Layak
B3 3 73 3,9% 96,1% Sangat Layak
B4 15 61 19,7% 80,3% Layak
B5 8 68 10,5% 89,5% Sangat
Layak
B6 5 71 6,6% 93,4% Sangat
Layak
B7 10 66 13,2% 86,8% Sangat
Layak
B8 2 74 2,6% 97,4% Sangat
Layak
B9 1 75 1,3% 98,7% Sangat
Layak
B10 21 55 27,6% 72,4% Layak
B11 2 74 2,6% 97,4% Sangat
Layak
B12 3 73 3,9% 96,1% Sangat
Layak
B13 12 64 15,8% 84,2% Layak
B14 1 75 1,3% 98,7% Sangat
Layak
B15 7 69 9,2% 90,8% Sangat
Layak
B16 1 75 1,3% 98,7% Sangat
Layak
Berdasarkan tabel respon siswa terhadap media pembelajaran terdapat 2 butir item dinyatakan layak dan 14 butir item dinyatakan layak.
B. Pembahasan
Penelitian yang dirancang menggunakan model penelitian Mix Method dengan strategi Konkuren Triangulasi, strategi Konkuren Triangulasi merupakan strategi mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif dan kualitatif dalam waktu bersama. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian menggunakan prosedur penelitian menurut menurut Munir (2012) yaitu fase analisis, fase desain, fase pengembangan, fase pengujian lapangan, dan fase penilaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan pembelajaran dan pengembangan media pembelajaran interaktif pada materi struktur fungsi jaringan tumbuhan.
Tahap awal dalam penelitian ini yaitu tahap analisis. Tahap analisis bertujuan untuk menemukan dan menganalisis permasalahan pada proses
pembelajaran yang berlangsung. Pembelajaran yang dilakukan secara daring melalui whatshapp dan google classroom, menyebabkan proses pembelajaran yang berlangsung menggunakan metode pembelajaran klasik (penugasan, ceramah, dll) dan media yang digunakan powerpoint, video pembelajaran. Penggunaan media yang kurang bervariasi menyebabkan siswa kurang fokus dan kurang tertarik dalam pembelajaran yang berlangsung. Akibatnya beberapa siswa memiliki kesulitan dalam memahami materi struktur dan fungsi jaringan pada tumbuhan. Siswa cenderung mudah memahami materi jika terdapat visualisasi dalam proses pembelajaran. Penggunaan handphone dalam proses pembelajaran, hanya digunakan oleh guru dan siswa untuk mencari literasi saat kegiatan diskusi atau pembelajaran. Pengembangan mobile learning Augmented Reality struktur dan fungsi jaringan tumbuhan diharapkan dapat mengakomodasi guru dan siswa dalam menyelesakan permasalahan pembelajaran, membuat proses pembelajaran menarik, dan menyenangkan bagi guru serta siswa. Data permasalahan pembelajaran siswa yang disebarkan melalui angket kemudian dianalisis menggunakan permodelan rasch. Output tables yang digunakan dalam analisis angeket ini yaitu: Summary statistic table, Person measure table, Item measure table, Person fit order, dan Item fit order.
Hasil analisis angket dengan permodelan rasch Summary statistic table, menunjukan Person merasure sebesar +0.32 logit. Nilai Person measure menunjukan nilai logit lebih tinggi dari nilai logit 0.00, hal ini dapat disimpulkan bahwa responden cenderung memilih jawaban setuju pada angket permasalahan pembelajaran. Dari tabel juga dapat diketahui nilai Alpha Cronbach sebesar 0.70, nilai ini dapat menunjukan adanya interaksi cukup bagus antara responden dengan item pada angket. Informasi lain pada fungsi Summary statistic table yaitu person realibility dan item realibility. Nilai person realibility sebesar 0.67 menunjukan bahwa konsistensi jawaban reponden cukup bagus, sementara nilai item realibility sebesar 0.97 menunjukan bahwa kualitas item pada angket sangat bagus. Dari data Summmary statistic table tersebut dapat disimpulkan bahwa angket permasalahan pembelajaran siswa memiliki kualitas baik dan dapat digunakan.
Tabel. 4.5. Data Summary Statistic Table.
Informasi Nilai Logit Keterangan Hasil Person measure
+0.32 Responden cenderung menjawab setuju pada item angket
Alpha Cronbach
0.70 Interasi antara responden dengan item cukup bagus
Person realibility 0.67 Konsisten jawaban responden cukup bagus Item realibility 0.97 Kualitas item pada angket sangat bagus
Hasil analisis permodelan rasch Person measure table menunjukan urutan responden yang paling banyak menjawab setuju sampai responden yang paling sedikit menjawab setuju. Berdasarkan kriteria untuk menganalisis Person measure table (Anandita & Cahyadi, 2020) diketahui responden dengan jawaban paling setuju pada angket permasalahan pembelajaran yaitu P31 dan P46, hal ini menunjukan responden P31 dan P46 memiliki permasalahan paling banyak dari responden lainya. Sementara responden dengan jawaban paling sedikit setuju yaitu P44, hal ini menunjukan responden P44 dapat mengikuti proses pembelajaran dengan sedikit permasalahan yang dialami. Data tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.6.
Tabel 4.6. Rangkungan Informasi Person Measure Table.
No. Nilai Logit Total Nilai Kode Peserta Didik Total Peserta Didik
1. 2.93 47 P31, P46 2
2. 2.51 46 P14, P27 2
3. 2.10 45 P18, P37 2
4. 1.71 44 P3, P8, P61, P67 4
5. 1.34 43 P12, P17, P24, P70 4
6. 0.98 42 P7, P35, P39, P41, P66, P68, P69
7 7. 0.64 41 P1, P29, P30, P34, P38, P40,
P57, P65
8 8. 0.31 40 P10, P22, P28, P45, P51, P52,
P56, P58, P60, P63
10 9. -0.01 39 P9, P13, P20, P23, P26, P36,
P43, P48, P53
9 10. -0.33 38 P2, P4, P5, P21, P42, P54,
P55, P59
8
11. -0.65 37 P25, P50 2
12. -0.97 36 P11, P15, P16, P33, P49 5
13. -1.31 35 P6, P62, P64 3
14. -1.66 34 P19, P32, P47 3
15. -2.03 33 P44 1
Hasil analisis permodelan rasch Item measure table angket permasalahan pembelajaran dapat menunjukan urutan butir item yang paling disetujuan sampai yang paling tidak disetujui. Berdasarkan kriteria yang sama pada Person measure teble didapatkan informasi butir item paling banyak disetuju yaitu B9 atau sebagian besar siswa setuju dengan “materi struktur dan fungsi jaringan tidak mudah dipahami". Sementara butir item paling sedikit disetujui dari butir lain yaitu B13 atau sebagian kecil siswa menyatakan tidak setuju media pembelajaran yang praktis dan dapat digunakan dimanapun kapanpun. Data tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.7.
Tabel 4.7. Rangkuman Informasi Item Measure Table.
No. Nilai Logit Total Nilai Kode Item Total
1. 2.06 182 B9 1
2. 2.00 183 B11 1
3. 1.57 190 B12 1
4. 1.51 191 B7 1
5. 0.64 205 B2 1
6. 0.58 206 B1, B10 2
7. -0.18 218 B4 1
8. -1.12 233 B8 1
9. -1.25 235 B6 1
10. -1.62 241 B5 1
11. -2.07 248 B3 1
12. -2.70 257 B13 1
Hasil analisis permodelan rasch Person fit order angket permasalahan pembelajaran dapat menunjukan informasi tentang person misifit. Responden yang masuk kedalam kriteria person misifit jika nilai logit (PT MEAN CORR, OUTFIT ZSTD, OUTFIT MNSQ) dari kriteria tersebut lebih dari 1 kriteria tidak terpenuhi maka diidentifikasi terjadi person misifit. Dasil pengolahan angket di dapatkan 7 reaponden terindikasi person misifit yaitu P1, P5, P23, P25, P33, P55, dan P59, sementara 63 responden lainya fit. Dapat di simpulkan bahwa 7 responden yang terindikasi person misifit atau responden menjawab angket sebarangan. Hal ini dapat
disimpulkan karena item angket yang disebarkan memiliki penyataan positif dan pernyataan negative. Data permodelan rasch Person fit order dapat dilihat pada Tabel 4.8.
Tabel 4.8. Rangkuman Informasi Person Fit Order.
Indikator Kode Responden
Person misifit P1, P5, P23, P25, P33, P55, P59
Person fit P2, P3, P4, P6, P7, P8, P9, P10, P11, P12, P13, P14, P15, P16, P17, P18, P19, P20, P21, P22, P24, P26, P27, P28, P29, P30, P31, P32, P34, P35, P36, P37, P38, P39, P40, P41, P42, P43, P44, P45, P46, P47, P48, P49, P50, P51, P52, P53, P54, P56, P57, P58, P60, P61, P62, P63, P64, P65, P66, P67, P68, P69, P70
Hasil permodelan rasch Item fit order angket permasalahan pembelajaran dapat menunjukan informasi tentang item misifit. Item yang masuk kedalam kriteria item misifit jika nilai logit (PT MEAN CORR, OUTFIT ZSTD, OUTFIT MNSQ) dari kriteria tersebut lebih dari 1 kriteria tidak terpenuhi maka diidentifikasi terjadi item misifit. Dasil pengolahan angket diketahui semua butir item fit atau valid digunakan dalam penelitian, meskipun terdapat 7 butir item memiliki 1 kriteria tidak terpenuhi. Data permodelan rasch Item fit order dapat dilihat pada Tabel 4.9.
Tabel 4.9. Rangkuman Informasi Item Fit Order.
Butir Item
Outfit MNSQ
Outfit ZSTD
PT Mean
Corr Keterangan
B2 M M TM Item fit/ valid
B6 M M M Item fit/ valid
B12 M M TM Item fit/ valid
B5 M M M Item fit/ valid
B10 M M TM Item fit/ valid
B11 M M M Item fit/ valid
B9 M M TM Item fit/ valid
B7 M M TM Item fit/ valid
B3 M M M Item fit/ valid
B8 M M M Item fit/ valid
B4 M M TM Item fit/ valid
B1 M M TM Item fit/ valid
B13 M M M Item fit/ valid
Pemilihan media pembelajaran Augmented Reality didasarkan pada studi litelatur yang dilakukan peneliti atau SLR. Peneliti mengumpulkan berbagai jurnal yang berhubungan dengan media pembelajaran Augmented Reality dan kemudian dianalisis.
Tabel 4.10. Hasil Analisis Jurnal
No Peneliti Tahun Desain
Penelitian
Tujuan Materi Hasil Jurnal
1. Ipin Aripin & Yeni Suryaningsih 2019 RnD PM, UK, UE
SF V Sainsmat
2. Qumillaila, Baiq Hana Susanti, &
Zulfiani
2017 RnD UK,
UE
SEM V Cakrawala
Pendidikan 3. Julian Sahertian, & Risa Helilintar 2017 RnD, QT PM,
UK
S SV Sains dan Informatika 4. Dyah Novitasari, & Fajar Arianto 2017 RnD UK,
UE
SP SV Mahasiswa Teknologi Pendidikan 5. Debi Puspitasari, Henry
Praherdhiono, & Eka Pramono Adi
2020 RnD PM,
UK
BPB SV JKTP
6. Nuur Hafzah, Kamila Puri Amalia, Eka Lestari, Nurul Annisa, Utut Adiatmi, & Much Fuad Saifuddin
2020 MM, QL MJ, E SF E Biodik
7. Fatki Sahida, Yusmedi Nurfaizal,
& Retno Waluyo
2020 MDLC PM,
UK
P SB JINITA
8. Dwi Yulianto Prasetyo Nugroho, Ali Mahmudi, & Nurlaily Vendyansyah
2019 RnD PM,
UK
B SS ICT
9. Rizqi Mauludin, Anggi
Srimurdianti Sukamto, & Hafiz Muhardi
2017 RnD PM,
PAR, PK
SPM DMP JEPIN
10. Jiehan Nadya Iqliya, & Rudy Kustijono
2020 RnD PM,
UK
KPS L IPF
11. Hrizto Hanie Del Piero, Tri Afirianto, & Wibisono Sukmo Wardhono
2019 PI, SUS PM, I V MD PTIIK
12. Tonny Haryanto, Hengky Anra, &
Helen Sasty Pratiwi
2017 RnD PN, PK PS KN JUSTIN
13. Mauludin Yusup Suyudi, Fitri Yanti, & Jaka Sutresna
2021 MW PAR PTM DMP JOAIIA
14. Annisa Syafigha Putri, Ari Widodo, & Diana Rochintaniawat
2020 QE IPRKS SP DM Pelita
Pendidikan 15. Akik Hidayat, & Amir
Mujahiduddien
2017 MDLC PAR BST SB Siliwangi
Berdasarkan hasil SLR 15 jurnal yang bekaitan dengan media pembelajaran Augmented Reality dengan berbagai metode penelitian yang berbeda-beda dan pada berbagai materi biologi dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Augmented Reality pada proses pembelajaran biologi memberikan hasil valid atau dapat digunakan.
Tahap selanjutnya yaitu desain. Mobile learning Augmented Reality yang dikembangkan merupakan aplikasi yang digunakan sebagai media pembelajaran berbasis android. Media pembelajaran dengan konsep mobile learning dapat mempermudah siswa mempelajarai materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.
Selain itu mobile learning dapat digunakan kapanpun dan dimanapun. Hal ini didukung dengan pendapat (Putri et al., 2019) menyatakan bahwa penggunaan media pemebelajaran dapat membantu siswa dalam memahami materi jauh lebih baik, selain itu penggunaan media pembelajaran interaktif membuat siswa cenderung tertarik untuk belajar. Pemilihan media pembelajaran berbasis android didasarkan pada perkembangan zaman dibidang Pendidikan. Handphone merupakan salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran, terutama dalam mencari literasi. Pemilihan android sebagai sistem operasi yang digunakan oleh peneliti dalam pengembangan media pembelajaran, karena pengoprasian yang lebih mudah dari teknologi lain serta android merupakan sistem oprasi yang familiar dan banyak digunakan siswa. Selain itu, desain tampilan media dibuat semenarik mungkin, dengan Bahasa yang digunakan Bahasa Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mempermudah dalam memahami materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.
Tabel 4.11. Rangkuman Hasil Tahap Desain.
Tahapan Keterangan Hasil
Menyusun materi serta tujuan pembelajaran sesuai KI dan KD
KD 3.2 materi biologi kelas XI Membuat flowchart dan
storyboard
Flowchat dapat dilihat pada gambar 4.6 dan storyboard terlapir pada lampiran 6
Tahap ketiga adalah tahap pengembangan. Pada tahapan ini peneliti melakukan pembuatan dan pengembangan aplikasi serta melakukan validasi
produk. Validasi yang dilakukan terdiri dari validasi oleh 2 ahli media, 1 ahli materi, dan 2 praktisi atau guru biologi SMA Negeri 8 Surakarta. Penilaian dari 1 ahli materi pembelajaran menghasilkan nilai persentase score sebesar 81.25%. Jika diinterpretasikan kedalam tabel penilaian maka materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dalam media pembelajaran dinyatakan sangat layak dengan adanya saran dan masukan dari validator. Sedangkan hasil penilaian dari 2 ahli validasi media mendapatkan nilai persentase score rata-rata sebesar 96.25%, jika persentase rata- rata score diinterpretasikan dalam tabel penilaian maka media pembelajaran dapat dinyatakan sangat layak dengan adanya saran dan masukan. Berdasarkan hasil rata- rata persentase score dari 2 praktisi menghasilkan sebesar 95.14%.
Tabel 4.12. Rangkuman Hasil Penilaian Ahli dan Praktisi
Validasi Nama Validator
Hasil Persentase
Validasi
Rata-rata Persentase
Score
Keterangan Hasil
Ahli materi Ari Pitoyo, S.Si.,
M.Sc. 81.25%
Sangat layak/
sangat bagus dengan saran
Ahli media
Yasin Al Irsyadi,
S.T., M.T 97.5%
96.25%
Sangat layak/
sangat bagus dengan saran Denta Ayu Meilany 95%
Praktisi
Tri Sukrorini, S.Pd.,
M.Si. 94.44%
95.14% Sangat layak/
sangat bagus Ari Siswani, S.Pd.,
M.Pd. 95.83%
Saran dan masukan oleh ahli materi diantaranya adalah diperlukanya kontruksi berfikir yang lebih kronologis dalam menjelaskan beberapa materi, selain itu penjelasan materi dapat diurutkan dari umum menuju khusus. Sedangkan saran dan masukan oleh ahli media diataranya adalah menambahkan tombol Home pada tiap halaman, hal ini bertujuan untuk mempermudah pengguna untuk kembali ke menu awal. Saran kedua yaitu menambhakan tombol kembali pada tampilan menu Augmented Reality, dan yang terakhir pada tampilan menu exit sebaiknya menggunakan Bahasa Indonesia. Setelah melakukan perbaikan baik dari materi dan
media pembelajaran, tahap selanjutnya yaitu pengujian lapangan dan penilaian media pembelajaran. Saran dari praktisi yaitu dengan memasukan penjelasan secara suara pada media pembelajaran. Revisi pada pngembangan media pembelajaran dilakukan berdasarkan masukan, saran, dan kemampuan dari pengembang dalam menggunakan softwere Unity 3D. setelah dilakukan validasi dan revisi kemudian dialkukan penilaian media pembelajaran oleh siswa.
Pengujian lapangan dan penilaian dilakukan secara daring dikarenakan berbagai pertimbangan dan situasi selama masapandemi Covid-19 dengan jumlah responden 76 siswa. Penilaian media pembelajaran diperuntukan untuk siswa kelas XI/XII MIPA yang sudah menempuh pembelajaran materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Penilaian media pembelajaran dengan cara menyebarkan aplikasi dan angket penilaian melalui whatsapp grup kelas. Hasil dari penilaian media pembelajaran dapat dilihat pada Tabel 4.13.
Tabel 4.13. Rangkuman Hasil Respon Media Pembelajaran oleh Siswa No Keterangan Responden
terhadap Media Pembelajaran Kode Butir
1. Sangat Layak B1, B2, B3, B5, B6, B7, B8, B9, B11, B12, B13, B14, B15, B16
2. Layak B4, B10
Berdasarkan tabel penilaian media pembelajaarn oleh siswa didapatkan informasi sebagai berikut: terdapat 14 butir item (B1, B2, B3, B5, B6, B7, B8, B9, B11, B12, B13, B14, B15, dan B16) mengenai media pembelajaran Augmented Reality dinyatakan sangat layak/ baik, dan 2 butir (B4, B10) item lainya dinyatakan layak. Media pembelajaran Augmented Reality (AR) yang dikembangkan peneiliti memiliki beberapa kelebihan yaitu:
1) Media pembelajaran AR memberikan pengetahuan baru kepada guru dan siswa tentang teknologi Augmented Reality. Teknologi AR yang dikembangkan oleh peneliti pada objek akar monokotil, akar dikotil, batang monokotil, batang dikotil, dan daun sehingga objek pada media pembelajaran berbentuk 3D.
2) Media pembelajaran yang dikembangkan peneliti berbasis android mobile atau mobile learning yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran inovatif, serta dapat diakses kapanpun dan dimanapun.
3) Keluasan bahasan materi jaringan tumbuhan yang mencakup pengertian, ciri- ciri, macam-macam jaringan, struktur, dan fungsi. Dengan adanya keterbatangan waktu/ kondisi dalam penyampaianya dibutuhkan media pembelajaran yang dapat digunakan siswa disekolah dan atau dirumah.
Sehingga media pembelajaran Augmentd Reality yang dikembangakn dapat dimaanfaatkan sebagai media pembelajaran inovatif pada materi stuktur dan fungsi jaringan tumbuhan.
4) Media pembelajaran memiliki 2 submenu materi yang disesuaikan dengan KI, KD, indikator, dan tujuan pembelajaran materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.
5) Pada setiap pembahasan peneliti memberikan contoh-contoh gambar beserta keterangan yang didapatkan dari studi litelatur buku maupun jurnal.
6) Media pembelajaran dilengkapi menu evaluasi yang berisi 3 sub menu yaitu evaluasi pilihan ganda, evaluasi essai, dan lembar kerja siswa yang dapat digunakan siswa dalam melakukan praktikum laboratorium.
7) Media pembelajaran berbasis mobile learning dapat membuat terjadinya proses pembelajaran student center, dan dapat menarik perhatian siswa. Sehingga menyebabkan siswa dapat lebih fokus dan aktif dalam proses pembelajaran.
8) Media pembelajaran Augmented Reality dapat megakomodasi berbagai jenis tingkatan pemahaman pada siswa, sehingga dapat menciptakan suasana belajar efektif secara individu.
Selain memiliki banyak kelebihan media pembelajaran augmented Reality memiliki beberapa kekurangan yaitu
1) Media pembelajaran hanya dapat digunakan pada handphone dengan sistem operasi android, untuk handphone dengan sistem operasi IOS belum dapat dikembangkan oleh peneliti.
2) Belum ada fitur chat online pada media pembelajaran Augmented Reality karena keterbatasan peneliti.
3) Media pembelajaran Augmented Reality belum memiliki media suara penjelasan materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.
Berdasarkan hasil penilaian dan respon yang didapatkan dari ahli materi, ahli media, praktisi, dan siswa dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Augmented Reality pada materi struktur dan fungsi jaringan pada tumbuhan sudah baik. Hasil revisi yang telah dilakukan pada media pembelajaran telah memenuhi kriteria dari segi media maupun materi jaringan tumbuhan. Sehingga media pembelajaran Augmented Reality dinyatakan layak untuk dimanfaatkan dan digunakan sebagai media pembejaran yang inovatif pada materi jaringan tumbuhan.