• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL DESA ADAT DESA ADAT PENGLATAN KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG PROVINSI BALI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROFIL DESA ADAT DESA ADAT PENGLATAN KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG PROVINSI BALI"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

1

PROFIL DESA ADAT

DESA ADAT PENGLATAN KECAMATAN BULELENG

KABUPATEN BULELENG PROVINSI BALI

2021

(2)

2

Kata

Pengantar

Puji syukur kehadirat Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas segala rahmatNya sehingga laporan ini yang berjudul “Profil Desa Adat” ini dapat diselesaikan dengan maksimal dan tepat waktu. Laporan ini disusun untuk memenuhi permintaan dari Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali.

Laporan ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya tidak lepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, yakni Kelian Desa Adat Penglatan beserta Prajuru Adat. Isi dari laporan ini mengenai profil desa adat penglatan yaitu sejarah, kondisi desa adat dari struktur, baga prahyangan, baga palemahan, dan baga pawongan serta hukum adat yang ada di desa adat penglatan. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan ini, baik dari kosakata, tata bahasa, etika maupun isi.

Demikian, semoga laporan ini dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Penglatan, 06 Desember 2021 Kelian Desa Adat,

I Nyoman Panca

(3)

3

Daftar Isi

Cover ... i

Kata Pengantar ... ii

Daftar Isi ... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1. Latar Belakang ... 1

2. Sejarah Singkat Desa Adat ... 1

3. Maksud dan Tujuan ... 4

BAB II KONDISI DESA ADAT ... 5

1. Pemerintahan Desa Adat ... 5

a. Prajuru Desa Adat ... 5

b. Sabha Desa Adat ... 6

c. Kertha Desa Adat ... 7

d. Banjar Adat/Banjar Suka Duka ... 8

e. Lembaga Desa Adat ... 8

2. Baga Parahyangan Parahyangan yang menjadi tanggung jawab Desa Adat ... 17

3. Baga Palemahan a. Wewidangan Desa Adat dan Batas-batasnya ... 20

b. Potensi Sumber Daya Alam Desa Adat ... 20

c. Sarana prasarana milik Desa Adat (Padruwen Desa Adat) ... 20

d. Ekonomi Desa Adat (sektor keuangan/LPD) ... 20

4. Baga Pawongan ... 21

- Data Krama Desa Adat Mipil ... 21

- Krama Tamiu ... 21

- Tamiu ... 21

5. Hukum Adat ... 21

a. Awig-awig ... 21

b. Pararem ... 21

BAB III PENUTUP ... 23

(4)

4

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Di masyarakat Bali sendiri mengenal adanya dua bentuk desa, yaitu Desa Dinas dan Desa Adat. Desa dinas didefinisikan sebagai sebuah kelompok masyarakat yang secara struktural dan teritorial berkaitan dengan tugas-tugas pemerintah pusat.

Sedangkan menurut Perda Nomor 4 Tahun 2019 Desa Adat adalah kesatuan masyarakat hukum adat di Bali yang memiliki wilayah, kedudukan, susunan asli hak-hak tradisional, harta kekayaan sendiri, tradisi, tata krama pergaulan hidup masyarakat secara turun temurun dalam ikatan tempat suci ( kahyangan tiga atau kahyangan desa), tugas dan kewenangan serta hak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.

Unsur pokok Desa Adat terdiri atas Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan yang merupakan perwujudan dari filosofi Tri Hita Karana. Tri Hita Karana bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal Bali, yaitu 6 (enam) sumber utama kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan masyarakat Bali (Sad Kerthi), yang meliputi penyucian jiwa (atma kerthi), penyucian laut (segara kerthi), penyucian sumber air (danu kerthi), penyucian tumbuh-tumbuhan (wana kerthi), penyucian manusia (jana kerthi), penyucian alam semesta (jagat kerthi). Tugas Desa adat adalah mewujudkan kasukretan desa adat yang meliputi ketentraman, kesejahteraan, kebahagiaan, dan kedamaian skala dan niskala. Di wilayah Bali terdapat 1.493 Desa Adat tersebar di keseluruhan 9 (Sembilan) Kabupaten/Kota di Bali. Salah satu desa adat yang terletak di Kabupaten Buleleng Kecamatan Buleleng adalah Desa Adat Penglatan. Desa Adat Penglatan adalah Desa Adat yang wilayahnya tepat satu di Desa Dinas dengan Kode 01-002-0037 serta email [email protected]. Desa Adat Penglatan memiliki Kantor Sekretariat Desa Adat yang terletak di Jaba Sisi Pura Bukit Kencana Mas Banjar Dinas Sanih, Desa Penglatan. Dalam laporan ini akan membahas mengenai Profil Desa Adat Penglatan.

2. Sejarah Singkat Desa Adat

Tentang masalah asal muasal Desa Adat Penglatan sampai sekarang belum ada keterangan yang pasti. Malahan tidak ada bukti yang diperoleh. Akhirnya dikumpulkan dari ; cerita ̎ orang tua tentang keadaan yang kita terima sekarang dan tentang logika yang didasarkan pada penyatuan pikiran. Kata para tetua yang dimintai

(5)

5

penjelasan, Desa Adat Penglatan merupakan pembagian dari Desa bale Agung Tenaon wilayah keprebekelan Desa Alasangker. Desa Adat Bale Agung Tenaon katanya berdiri pada kepemimpinan I Gusti Panji Sakti didaerah Buleleng Pada Tahun 1619 – 1717.

Lama-kelamaan ada 7 orang yang mempunyai pikiran untuk membuat tempat tinggal.

Tujuh orang tersebut masih ada sebagai ciri yang di sebut ̎ Saih Pitu ̎. Turun temurun sampai sekarang atau sampai seketurunan mereka. Nyungsung di setiap Pelinggih stana Ida Batara di Pura Bukit Kencana Mas+ satu persatu.

Disebutkan salah satu dari ketujuh orang tersebut disebut sebagai dukun sakti. Karena kesaktiannya, semua warga yang kena penyakit meminta obat ke sang dukun sakti dan memberi obat yang berbahan dari kayu yang ada disekitar Desa.

Diminum atau dipakai boreh pasti akan cepat sembuh. Kalau sudah sang dukun sakti mengucapkan kayu ini atau itu dipakai obat dan dicoba pasti akan sembuh orang yang meminta obat. Dari kejadian itu makanya disebut Desa Penglatan karena banyak kayu yang dikupas kulitnya dipakai obat dalam istilah Bali kalélét sehingga Desa ini disebut Desa Pengelatan. Dari kata Pangeletan menjadi Desa Pengelatan hingga sekarang.

Sekarang nama Desa Kayu Malesles juga masih sering digunakan disaat ada acara Pokdakan dipahryangan Ida Batara di Desa Penglatan.

Sampai sekarang keturunan beliau terus turun temurun melaksanakan kewajiban mereka sebagai dukun sakti atau Balian. Sewaktu masih remaja bernama Ketut Gede Subang. Putra dari bapak Sringaji yang juga disebut Balian Sakti. Beliau sang Jero Balian diyakini sangat sakti namun tidak berdasarkan pelajaran karena beliau tidak pernah belajar. Tetapi karena kesabaran dan kepolosannya beliau dianugerahkan kesaktian tersebut oleh Ida Batara sampai terkenal bisa mengobati sampai keluar desa seperti : Sambangan, Lumbanan, sampai kedesa cempaga,pedawa,gobleg,panji dan sekitarnya. Karena kehebatannya mengobati beliau disayang oleh Ida Batara, dikasihi oleh wong samar, dihormati oleh dukun yang lainnya dan ditakuti oleh binatang hutan seperti macan, ular besar apalagi pengikut Ida Batara.

Jero Balian juga bisa menurunkan orang gila dari jinengdalem pada tahun 1970. Naik dipuncak pohon kelaa dipinggir jurang. Dia ingin menjatuhkan diri dari pucuk kelapa yang sudah berada selama 3 hari dipukul pohon kelapa tidak mau turun.

Sampai ada kata-kata sumbar keluar siapa saja yang bisa menurunkan orang gila tersebut akan di hadiahi uang. Karena Jero Balian tidak nyaman mendengar kata sumbar tersebut akhirnya Jero Balian bergegas datang membereskan masalah tersebut. Datang kepangkal pohon kelapa tersebut yang sesak berjejal orang yang menonton kejadian

(6)

6

tersebut. Sabar beliau mengajak orang gila tersebut untuk turun sambil beliau memukul-mukul pohon kelapa tersebut. Akhirnya secara perlahan-lahan orang gila tersebut turun sehingga bisa berhasil diajak pulang kerumahnya. Tetapi tidak ada setahun berlalu orang gila tersebut mengamuk sampai membunuh sembilan orang.

Menurut pernyataan sang Jero Balian itu dikarenakan orang sumbar tidak memenuhi apa yang dijanjikan. Ditengah setra Banjar kajanan sekarang ada satu pohon kayu yang dipinggirkan yang bernama kayu jelema yang dipercaya bisa menolak segala macam penyakit. Ada juga cerita jikalau desa dilanda wabah penyakit maka Jero Balian keturunan beliau akan menjadi pemegang peranan utama dalam upacara. Yang menggunakan mata air suci Toya Bulakan atau Toya anakan yang berasal desa bagian atas atau hulu. Yang akan bisa digunakan untuk mengobati segala macam penyakit.

Sampai sekarang air tersebut disucikan atau dipinggirkan dados pemandian atau pesucian Ida Batara ketika melaksanakan upacara atau piodalan. Tidak boleh dipakai mandi oleh wanita apalagi tanpa busana. Ketika musim panas atau kemarau banyak orang yang mandi disana. Mungkin Ida Batara tidak menerimanya makanya muncul 3 ular dari sana yang membuat orang berteriak lari ketakutan. Dan membuat orang akan sakit perlahan lalu mati. Apalagi kalau mandi tanpa busana. Saat berteriak lari akan menjadi tontonan lucu dan bahan tertawaan. Karena utamanya pikiran kita, kasih dengan para penganutnya sehingga beliau dituntun dan disungsung diulun desa adat penglatan. Untuk membimbing dan menuntun saih pitu dalam melaksanakan kewajiban dalam beragama. Sebagai ciri kebenarannya sampai saat ini turun temurun keturunan beliau (saih pitu ) menyambut Ida Batara panglingsir yang bergelar I Dewa Ngurah Sesunan.

Karena Desa Adat Penglatan merupakan pecahan dari Desa Adat Bale Agung Tenaon, seperti sekarang masih terus bersembahyang ke bale Agung Tenaon.

Begitu juga Desa Adat Jinengdalem atau Alapsari juga sama Desa Adat Penglatan atau kencana mas. Makanya dipelaksanaan upacara di bale panjang bale agung tenaon dipurnama kapat. Diacara wayonan ida desa adat penglatan dan jinengdalem tangkil bersama melaksanakan persembahyangan. Begitu juga ketika pemaksan upacara dipura kencana mas pada saat purnama kelima warga desa adat tenaon dan jinengdalem juga datang bersama melaksanakan persembahyangan. Begitu adanya keterikatan desa adat tenaon, desa adat penglatan atau kencana mas dan desa adat jinengdalem atau alapsari dalam melaksanakan persembahyangan.

(7)

7 3. Maksud dan Tujuan

a. Untuk mengetahui Struktur pemerintahan desa adat Penglatan

b. Untuk mengetahui Baga Parahyangan yang menjadi tanggung jawab Desa Adat Penglatan

c. Untuk mengetahui Baga Palemahan yang ada di wewidangan Desa Adat Penglatan

d. Untuk mengetahui Baga Pawongan yaitu jumlah krama yang ada di desa adat Penglatan

e. Untuk mengetahui Hukum adat yang ada di desa adat Penglatan

(8)

8 BAB II

KONDISI DESA ADAT

1. Pemerintahan Desa Adat

Tata pemerintahan Desa Adat terdiri atas unsur kelembagaan pemerintahan Desa Adat dan Lembaga pengambilan keputusan. Kelembagaan pemerintahan Desa Adat Penglatan terdiri atas :

a. Prajuru Desa Adat Penglatan

Tugas dan kewajiban Prajuru Desa Adat meliputi:

a) menyusun rencana strategis dan program pembangunan Desa Adat;

b) menyusun rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Adat;

c) melaksanakan program pembangunan Desa Adat sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b melalui kegiatan Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan;

d) melaksanakan Awig-Awig dan/atau Pararem Desa Adat;

e) menyelesaikan perkara adat/wicara yang terjadi dalam Wewidangan Desa Adat;

f) mengatur penyelenggaraan kegiatan sosial dan keagamaan dalam Wewidangan Desa Adat sesuai dengan susastra agama dan tradisi masing-masing;

g) melaporkan hasil pelaksanaan program sebagaimana dimaksud pada huruf b dan huruf c dalam Paruman Desa Adat.

Tanggal mulai periode Prajuru Desa Adat Penglatan 01 Agustus 2020 dan tanggal berakhir 01 Agustus 2025, jumlah Prajuru Desa Adat 11 orang dengan nomor SK pengukuhan MDA Provinsi 34/SK/MDA.P BALI/VIII/2020. Berikut ini struktur Prajuru Desa Adat Penglatan :

(9)

9 b. Sabha Desa Adat Penglatan

Sabha Desa Adat dibentuk oleh Prajuru Desa Adat yang berasal dari Tokoh Krama Desa Adat yang diutus oleh Banjar Adat. Tokoh Krama Desa Adat sebagaimana dimaksud ditunjuk oleh Prajuru Desa Adat berdasarkan komitmen, pengalaman, dan keahlian dalam bidang tertentu, untuk memajukan Desa Adat. Sabha Desa Adat berfungsi memberikan pertimbangan kepada Prajuru Desa Adat dalam :

a) penyusunan Awig-Awig dan/atau Pararem Desa Adat;

b) perencanaan pembangunan Desa Adat;

c) perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Adat; dan d) pelaksanaan program Desa Adat.

Masa bakti Sabha Desa Adat Penglatan berakhir bersamaan dengan masa bakti Prajuru Desa Adat Penglatan yaitu mulai pada tanggal 01 Agustus 2020

(10)

10

dan berakhir tanggal 01 Agustus 2025 dengan Nomor SK 102/DAP/IX/2021, jumlah anggota Sabha Desa Adat Penglatan 5 orang. Berikut ini susunan kepengurusan Sabha Desa Adat Penglatan masa bakti 2020-2025 :

Ketua : Putu Wardana Sekretaris : Wayan Wijana Anggota :

1. Wayan Soma Adnyana, ST 2. Nengah Budiartana

3. Nengah Lenes c. Kerta Desa Adat Penglatan

Kerta Desa Adat dibentuk oleh Prajuru Desa Adat yang terdiri atas Prajuru Desa Adat, Krama Desa Adat yang memiliki komitmen, pengalaman, dan keahlian dalam bidang hukum adat, yang diutus oleh Banjar Adat dan Kelian Desa Adat menjadi ketua merangkap anggota Kerta Desa Adat.

Kerta Desa Adat bertugas dan berwenang

a) menerima, memeriksa, menyelesaikan perkara adat/wicara yang terjadi di Desa Adat berdasarkan hukum adat.

b) Dalam menyelesaikan perkara adat Kerta Desa Adat mengutamakan perdamaian sesuai dengan asas druwenang sareng-sareng.

c) Dalam hal tidak tercapai perdamaian sebagaimana dimaksud, Kerta Desa Adat mengambil keputusan sesuai dengan AwigAwig dan/atau Pararem Desa Adat.

d) Dalam hal perkara adat tidak dapat diselesaikan oleh Kerta Desa Adat, para pihak dapat meminta penyelesaian kepada MDA sesuai dengan tingkatannya.

Masa bakti Anggota Kerta Desa Adat berakhir bersamaan dengan masa bakti Prajuru Desa Adat yaitu mulai pada tanggal 01 Agustus 2020 dan berakhir pada tanggal 01 Agustus 2025 dengan nomor SK 101/DAP/IX/2021 jumlah anggota Kerta Desa Adat Penglatan 5 orang.

Berikut ini Susunan Kepengurusan Kerta Desa Adat Penglatan Masa Bakti 2020-2025

Ketua : I Nyoman Panca Wakil : Nyoman Budarsa Sekretaris : Nyoman Budiastana

(11)

11 Anggota :

1. Nyoman Muliada 2. Nyoman Artawa 3. Kadek Indrasantosa 4. Wayan Subita 5. Ketut Subawa

6. Gede Adi Kurniawan d. Banjar Adat/Banjar Suka Duka

Desa Adat Penglatan memiliki 2 (dua) Banjar Adat yaitu Banjar Adat Kelodan dan Banjar Adat Kajanan. Setiap Banjar Adat dipimpim oleh Kelian Banjar Adat. Sarana Prasarana yang ada di Banjar Adat Kelodan yaitu Pura Dalem Purwa, Setra Dalem Purwa, dan Lapangan Olahraga Volly. Selain itu, di Banjar Adat Kajanan juga memiliki Pura Dalem Alit dan Setra Dalem Alit.

e. Lembaga Desa Adat

Desa Adat memiliki Lembaga Adat. Lembaga adat yang ada di Desa Adat Penglatan yaitu :

1) Pacalang

Pacalang melaksanakan tugas dalam bidang keamanan, ketentraman, dan ketertiban masyarakat dalam Wewidangan Desa Adat. Pacalang diangkat dan diberhentikan oleh Desa Adat berdasarkan Keputusan Prajuru Desa Adat. Selain itu Pecalang memiliki tugas partisipasi dalam membantu tugas aparat keamanan negara setelah berkoordinasi dengan Prajuru Desa Adat. Nama Lembaga Pacalang di desa adat Penglatan Pacalang Sandi Murti dengan jumlah anggota 43 orang dengan nomor SK 098/DAP/IX/2021.

Berikut ini susunan kepengurusan Pacalang Sandi Murti Desa Adat Penglatan Masa Bakti 2020-2025 :

Manggala / Ketua

: Wayan Adik Santosa Patajuh /

Wakil Ketua

: Nyoman Rentiasa

Panyarikan / Sekretaris

: Ketut Meliasa Patengen /

Bendahara

: Nyoman Darmada

Anggota : 1. Ketut Nariasa (Koordinator Sanih)

(12)

12

2. Ketut Suka Ada 3. Made Sutena 4. Nengah Wijana 5. Komang Budi Artika 6. Ketut Susila 7. Ketut Merta Yasa

(Anggota) (Anggota) (Anggota) (Anggota) (Anggota) (Anggota) 8. I Ketut Rediana

9. Kadek Sukanaya 10. Made Gantiasa 11. Komang Artika 12. Nyoman Yarsana 13. Ketut Artika 14. Kadek Restiana 15. Nengah Suharta 16. Nyoman Redita 17. Nyoman Resada 18. Made Darsana 19. Ketut Sukaria

20. Gst. PT Eka Suta Wiriawan 21. Ketut Witana

22. Ketut Saputra Jati 23. Ketut Sabtu Yasa 24. Putu Kertiasa 25. Wayan Sunita 26. Nengah Somerinta 27. Ketut Sukayasa 28. Nengah Mustara 29. Kadek Artana 30. Ketut Erawan 31. Kadek Rediawan 32. Wayan Sumantara 33. Gede Sukra Darma 34. Wayan Wartana 35. Putu Antara 36. Ketut Budarsa 37. Gede Samiada 38. Komang Sedana Yasa 39. Komang Budi Artawan

(Koordinator Kajanan) (Anggota)

(Anggota) (Anggota) (Anggota) (Anggota) (Anggota)

(Koordinator Kelodan I) (Anggota)

(Anggota) (Anggota) (Anggota) (Anggota)

(Koordinator Kelodan II) (Anggota)

(Anggota) (Anggota) (Anggota) (Anggota)

(Koordinator Dauh Tukad) (Anggota)

(Anggota) (Anggota) (Anggota) (Anggota) (Anggota)

(Koordinator Kelod Kauh) (Anggota)

(Anggota) (Anggota) (Anggota) (Anggota)

2) Yowana Desa Adat

Yowana Desa Adat merupakan organisasi kepemudaan yang ada dalam Wewidangan Desa Adat yang melaksanakan kegiatan dalam bidang kepemudaan meliputi:

a) adat, agama, tradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal;

b) pendidikan dan olah raga;

c) kesehatan;

d) ekonomi; dan

e) bidang peminatan lainnya.

(13)

13

Nama Lembaga Yowana Desa Adat Penglatan Sekaa Truna Truni Kusuma Mekar Desa Adat Penglatan dengan nomor SK 104/DAP/IX/2021.

Berikut ini susunan kepengurusan Yowana Desa Adat “Sekaa Truna- Truni Kusuma Mekar” Desa Adat Penglatan Masa Bakti 2020-2025 :

Penanggung Jawab :

Ketua :

Wakil Ketua : Sekretaris 1 : Sekretaris 2 : Bendahara 1 : Bendahara 2 :

Nyoman Panca S.Pd Gede Edi Subawa, S.Pd

Nyoman Sudiarsana Yasa, S.Pd Luh Putu Padmawati, S.Pd I Gede Adi Wardana Kadek Ratna Sari Dewi Putu Thara Sri Adnyani Seksi Seni Budaya :

1. Gede Pradnyanta Wibawa 2. Ketut Edi Swastika 3. Kadek Sucianing

4. Made Nanda Wiryaditama 5. Ni Luh Ambari Yani 6. Kadek Nova Ariasa, S.Pd Seksi Olahraga : 1. Gede Febby Irawan

2. De Hardi Purnawan, S.T 3. Gede Ari Setiawan 4. Kadek Wira Yuda

5. Komang Mila Kusumayanti Seksi Humas : 1. Putu Adi Erawan

2. Kadek Edi Susastrawan 3. Gede Putra Januarsa 4. Kadek Ira Maharani 5. Ketut Ria Anida 6. Luh Eka Pebriani Seksi Pendidikan : 1. Kadek Suka Astawa

2. Gede Suardana 3. Putu Sri Shanti 4. Kadek Dwi Kristiani

5. Kadek Cania Indah Pradnyanti 6. Yoga Wiratama

Seksi Keagamaan : 1. Gede Suardiana, S.Pd 2. Gede Agus Suyasa 3. Wayan Satria Wibawa 4. Komang Ayu Suardani 5. Luh Merti

6. Komang Jesika Julia Kelian Tempekan Banjar

(14)

14 1. Banjar Kajanan :

2. Banjar Sanih :

3. Banjar Kelodan :

4. Banjar D. Tukad :

1. Putu Andi Wirasetia 2. Kadek Budi Saptayasa 1. Gede Adityana Putra 2. Wayan Samatika 1. Ketut De Arimbawa 2. Kadek Willy Arta Kusuma 1. Wayan Tamba

2. Luh Linda Haristayani Anggota : 1. Kadek Agus Putra Merta

2. Ketut Cahyani

3. Komang Dien Nia Utami 4. Ketut Diki Purnawan 5. Ketut Suryaningsih 6. Kadek Lia Septiani 7. Putu Mertha Ayutiningsih 8. Putu Paramitha Satrianjani 9. Kadek Andre Yasmika 10. Ketut Ari Widiastana 11. Komang Bayu Wiranata 12. Kadek Permita Sari 13. Kadek Sucikasih 14. Made Sukma Apriliani 15. Putu Eka Ari Utami 16. Km Adrian Prama Dita 17. Wayan Budi Kusuma

18. Seluruh truna truni di Desa Penglatan 3) Sekaa

Sekaa merupakan wadah kelompok masyarakat yang dibentuk oleh Desa Adat dan/atau Krama Desa Adat berdasarkan minat, bakat, atau kebutuhan. Sekaa sebagaimana dimaksud mencakup:

a) bidang seni;

b) bidang budaya; dan c) bidang lainnya.

Berikut ini sekaa yang ada di Desa Adat Penglatan yaitu : 1. Sekaa Gong (bidang seni)

Sekaa Gong berperan dibidang seni yaitu melestarikan budaya gamelan gong. Desa Adat Penglatan memiliki 2 (dua) Sekaa Gong yaitu Sekaa Gong Jaya Puspita dan Sekaa Gong Pragina.

Sekaa Gong Jaya Puspita memiliki tugas ngayah di Pura

(15)

15

Kahyangan Desa dan kegiatan keagamaan yang memerlukan gamelan gong. Sekaa Gong Jaya Pupita beerjumlah 21 orang, berikut nama-nama anggota Sekaa Gong Jaya Puspita :

Ketua : Ketut Sumardika Sekretaris : Ketut Sukrawa Bendahara : Ketut Renten Anggota : 1. Made Teken

2. Ketut Budana 3. Wayan Widiarsa 4. Nengah Saka 5. Wayan Sudiasa 6. Putu Yasa

7. Nyoman Tanggal 8. Ketut Sukaspa 9. Ketut Budana 10. Ketut Astawa 11. Nengah Sukrata 12. Ketut Suka 13. Ketut Kersa 14. Ketut Miasa 15. Ketut Srilaba 16. Nyoman Cita 17. Nyoman Widiana 18. Ketut Sukadama

Selain itu, Desa Adat Penglatan juga memiliki Sekaa Gong Pragina yang memiliki tugas ngayah saat upacara piodalan di Pura Bukit Kencana Mas dan termasuk gamelan sakral. Jumlah anggota Sekaa Gong Pragina 11 orang. Berikut ini nama-nama anggota Sekaa Gong Pragina :

Ketua : Gede Soma Mariada Sekretaris : Ketut Jiwa

Bendahara : Made Wijana Anggota : 1. Putu Sumawan

2. Komang Budarna

(16)

16

3. Wayan Sujana 4. Ketut Negara 5. Wayan Kersa 6. Nengah Dita 7. Wayan Arta

8. Ketut Marta

2. Sekaa Patus (bidang budaya)

Patus Desa memiliki tugas dan fungsi ngaturang ngayah kepada Desa Adat di Pura Bukit Kencana Mas, meliputi:

a. Merencanakan kegiatan Upacara Piodalan;

b. Mempertimbangkan segala kebutuhan yang diperlukan saat Upacara Piodalan;

c. Melayani krama Desa Adat saat Piodalan;

Jumlah anggota Sekaa Patus 6 orang dengan nomor SK 106/DAP/IX/2021. Berikut Susunan Kepengurusan Patus Desa Adat Penglatan

Tempekan Sanih : 1. Ketut Windia

2. Kadek Trimawan

Tempekan Kajanan

Pembantu Patus Dalem Alit : Ketut Sukrawa Tempekan Kelodan : Ketut Suartawan Tempekan Kelod Kauh

Pembantu Patus : 1. Komang Sumbawa

2. Nyoman Budarsa

3. Sekaa Santhi (bidang lainnya)

Sekaa Shanti memiliki tugas dan fungsi ngayah membantu Prajuru Desa Adat, meliputi:

a. Melestarikan budaya seni yang ada di wewidangan desa adat;

b. Memperkuat dan memperkokoh tentang agama, budaya, dan adat di wewidangan desa adat;

c. Melayani setiap upacara Panca Yadnya dengan melantunkan kidung-kidung suci keagamaan;

(17)

17

Nama Sekaa Shanti Desa Adat Penglatan yaitu Sekaa Shanti Kusuma Kencana. Jumlah Sekaa Shanti Kusuma Kencana 43 orang dengan nomor SK 105/DAP/IX/2021. Berikut ini susunan kepengurusan Sekaa Shanti Kusuma Kencana Desa Adat Penglatan Masa Bakti 2020-2025 :

Ketua : Nyoman Gunung

Sekretaris : Nyoman Muliada

Bendahara : Gede Budiada

Tempekan Kajanan

Ketua : Putu Naya

Anggota 1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

Nyoman Gunung Ketut Jiwa Nyoman Budarsa Nyoman Renga Mangku Ketut Kota Gede Nila

Wayan Budayasa Wayan Sukarena Made Gina Ketut Negara Ketut Sumandra Tempekan Sanih

Ketua : Gede Tangkas

Anggota 1.

2.

3.

4.

5.

Made Nukraning Ketut Windia Made Wijana Wayan Sukana Gede Budiada Tempekan Kelodan

Ketua : Wayan Merta

Anggota 1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Gede Sumardika Nengah Sadra Made Suganda Nengah Widi Nyoman Muliada Ketut Tantra Nengah Darsana Nyoman Mendra Tempekan Kelod Kauh

Ketua : Wayan Budiasa

Anggota 1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Ketut Nariada Wayan Sujana Ketut Suartana Ketut Sindra Nyoman Mudita Nyoman Toya Made Witana

(18)

18

8. Wayan Wartana Tempekan Dauh Tukad

Ketua Anggota

: 1.

2.

3.

4.

5.

6.

Gede Regep Ketut Purana Nyoman Suantra Nengah Sukrata Wayan Budarana Ketut Redika Komang Kardiasih 4. Sekaa Sebunan (bidang lainnya)

Desa Adat Penglatan memiliki Sekaa Sebunan yang bernama Sekaa Renganis. Memiliki tujuan untuk menggali/

membangkitkan nilai-nilai Seni Budaya yang bernafaskan Agama Hindu di Desa Adat. Sejarah singkat terbentuknya Sekaa Renganis di Desa Penglatan, dulu ada orang tua yang bernama I Gusti Aji atau Gusti Made Alit nama aslinya, ketika numuk padi dan sambil mendengarkan suara katak, dongkang, gadagan, enggung atau dalam bahasa indonesianya dikenal dengan kodok, kemudian suara jangkrik di sawah. Suara-suara tersebut bagus dan mempesona didengar seperti beralunan atau dalam istilah Bali macandetan/ngokek. Selanjutnya diinformasikan ke temannya yang bernama Kaki Ketut Sridana atau Pan Madra supaya dijadikan karya seni yang bernama geguritan. Pan Madra sebagai seniman sastra khusus sekar alit dan sekar madya secara otodidak menciptakan dan mengarang kesenian Renganis itu, supaya seperti suara macandetan atau okekan alunan binatang yang selalu berbunyi di sawah. Kurang lebih kejadian atau cerita tersebut sekitar tahun 1957-an. Renganis berasal dari kata Reng + Anis yang berarti reng atau suara dari niskala, dan juga Reng + Manis yang berarti reng atau tembang yang manis, menarik hati yang sebagai dasar pupuh yang dipakai adalah pupuh dangdang kemudian ceritanya diangkat dari cerita Raden Putra.

Darisanalah jika para shanti diundang mengisi acara peshantian ketika ada warga desa yang mempunyai upacara yadnya pasti diselingi dengan nyanyian Renganis.

(19)

19

Jumlah anggota Sekaa Renganis Desa Adat Penglatan 19 orang sesuai dengan SK dengan nomor 19/DPP/X/2017. Berikut susunan kepengurusan Sekaa Renganis Desa Adat Penglatan :

Pelindung/Penanggung jawab

: Kelian Desa Adat Penglatan

Penasehat : Perbekel Penglatan

Kelian/Ketua : Wayan Sukrena, SP

Sekretaris : Nyoman Artawa

Bendahara : Putu Naya

Anggota : 1. Nyoman Budarsa

2. Nyoman Gunarsa 3. Wayan Budiasa 4. Made Wijana 5. Ketut Jiwa 6. Luh Putu Utami 7. Luh Suyeni 8. Komang Putriasih 9. Nyoman Kardiasih 10. Made Nukraning 11. I Gede Redi Artana 12. Kadek Susan Tio Riski 13. Kadek Nova Ariasa 14. Gede Putra Januarsa

15. Kadek Adi

Yourdiawan

(20)

20 2. Baga Parahyangan

Berikut Parahyangan yang menjadi tanggung jawab Desa Adat Penglatan yaitu :

A 1. Nama Pura : PURA BUKIT KENCANA MAS

2. Jenis Pura : Kahyangan Desa (selain

Kahyangan Tiga yang diempon desa adat)

3. Piodalan Berdasarkan : Sasih

4. Hari Piodalan : PURNAMA, KALIMA

5. Jumlah Krama Pangempon : 7 orang

6. Ciri khas Pura : Masing-Masing Pelinggih Di Purabukit Kencana Mas Ada Pangemponnya Yang Bernama Saih Pitu Yaitu Pendiri Desa Adat Penglatan 7. Pamangku

a. NIK b. Nama c. No. HP/WA

: 5108062709720002 : KADEK SUDIRGA YASA : 082146560036

8.Kelian Desa Adat

a. NIK b. Nama c. No. HP/WA

: 5108063112540271 : I NYOMAN PANCA : 087701038902

9. Jumlah Pelinggih : 23 buah

10. Jumlah Bangunan lainnya : 6 buah

11. Alamat Pura : Gang Nusa Indah Banjar Dinas

Sanih, Desa Penglatan, Buleleng, Bali

12. Status tanah Pura : Desa Adat

13. Luas Pura : 3840 m2 (Luas semua

mandala) 14. Memiliki Madya Mandala : Ya

15. Memiliki Jaba Mandala : Ya

16. Memiliki Sarana MCK : Ya

(21)

21

B 1. Nama Pura : PURA DALEM PURWA

2. Jenis Pura : Kahyangan Desa (selain Kahyangan Tiga yang diempon desa adat)

3. Piodalan Berdasarkan : Sasih

4. Hari Piodalan : PURNAMA, KALIMA

5. Jumlah Krama Pangempon

: 7 orang

6. Ciri Khas Pura : Terdapat Pohon Kayu Kali Kukun Di Area Pura 7. Pamangku

d. NIK e. Nama f. No. HP/WA

: 5108063112470053 : NYOMAN KANDA : -

8.Kelian Banjar Adat

d. NIK e. Nama f. No. HP/WA

: 5108060201570001 : WAYAN SUBITA : 036228230 9. Jumlah Pelinggih : 11 buah 10. Jumlah Bangunan

lainnya

: 6 buah

12. Alamat Pura : Banjar Dinas Kelodan, Desa Penglatan, Buleleng, Bali

13. Status tanah Pura : Desa Adat

14. Luas Pura : 6650 m2 (Luas semua mandala) 15. Memiliki Madya Mandala : Ya

16. Memiliki Jaba Mandala : Ya 17. Memiliki Sarana MCK : Ya

(22)

22

C 1. Nama Pura : PURA DALEM ALIT

2. Jenis Pura : Kahyangan Desa (selain Kahyangan Tiga yang diempon desa adat) 3. Piodalan Berdasarkan : Sasih

4. Hari Piodalan : PURNAMA, KALIMA

5. Jumlah Krama Pangempon

: 7 orang

6. Ciri khas Pura : Desa Adat Penglatan Memiliki Pura Dalem Purwa Dan Pura Dalem Alit, Pura Dalem Alit Dibuat Karena Dahulu Tidak Bisa Mengubur Mayat Setra Pura Dalem Purwa Karena Ada Musibah Banjir

7. Pamangku g. NIK h. Nama i. No. HP/WA

: 5108062707740002 : GEDE ARIMBAWA : 085333173032 8.Kelian Banjar Adat

g. NIK h. Nama i. No. HP/WA

: 5108060104610002 : KETUT SUBAWA : 087856731575 9. Jumlah Pelinggih : 11 buah 10. Jumlah Bangunan lainnya : 7 buah

11. Alamat Pura : Banjar Dinas Sanih, Desa Penglatan, Buleleng, Bali

12. Status tanah Pura : Desa Adat

13. Luas Pura : 2280 m2 (Luas semua mandala) 14. Memiliki Madya Mandala :. Ya

15. Memiliki Jaba Mandala : Ya 16. Memiliki Sarana MCK : Ya

(23)

23 3. Baga Palemahan

A. Berikut ini wewidangan dan batas-batas Desa Adat Penglatan yaitu :

a. Utara : Sisih Lor (kelod) tepine kaja Desa Adat Banyuning lan Desa Adat Penarukan

b. Timur : Sisih wetan (kangin) tepine kauh Desa Adat Jinengdalem

c.Selatan : Sisih kidul (kaja) tepine kelod Desa Adat Alasangker lan Desa Adat Petandakan

d. Barat : Sisih kulon ( kawuh) tepine kangin Desa Adat Banyuning B. Potensi Sumber Daya Alam Desa Adat Penglatan

Di Desa Adat Penglatan terdapat sungai yang dimanfaatkan oleh masyarakat, yang dipakai untuk mengairi sawah, sungai ini dinamakan Sungai Buus. Yang letaknya di perbatasan Banjar dinas Kajanan dengan Banjar Dinas Dauh Tukad Desa Penglatan.

Desa Adat Penglatan juga memiliki sumber daya air yaitu air kelebutan yang dinamakan Yeh Andakan. Kondisi Yeh Andakan ini terawat dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai air minum yang dikelola oleh BUMDesa Kencana Sari Amertha Desa Penglatan. Desa Adat Penglatan juga memiliki sumber daya hayati yaitu Tanaman Khas Usadha (Taru Pramana) yang dinamakan Kayu Jeleme kondisinya dilestarikan dan dimanfaatkan untuk obat.

C. Sarana prasarana milik Desa Adat (Padruwen Desa Adat)

Desa Adat Penglatan memiliki 2 (dua) Setra Desa Adat yaitu di Pura Dalem Purwa Banjar Adat Kelodan dan di Pura Dalem Alit Banjar Adat Kajanan. Selain itu Desa Adat Penglatan memiliki tanah padruwen desa adat yang dipakai lapangan volley yang letaknya di Banjar Adat Kelodan. Desa Adat Penglatan juga memiliki Wantilan yang terletak di Pura Bukit Kencana Mas dan bangunan lainnya yaitu Kantor Sekretariat Desa Adat.

D. Ekonomi Desa Adat (sektor keuangan/LPD)

Desa Adat Penglatan memiliki Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang didirikan pada tanggal 28 April 1989 yang terletak di Jln. Pulau Irian, Banjar Dinas Kajanan, Desa Penglatan, Buleleng. Jumlah Staf dan Pegawai LPD 14 orang, laki-laki 10 orang dan perempuan 4 orang serta 3 pengawas internal yaitu Kelian Desa Adat dan 2 Kelian Banjar Adat. LPD di Desa Adat Penglatan sangat membantu perekonomian masyarakat sendiri dalam berbagai sektor ekonomi yang melayani tabungan dan pinjaman kredit.

Setiap tahunnya SHU di LPD di serahkan ke Desa Adat sebanyak 20%, kemudian di bagi 2 (dua) 10% diberikan ke Desa Adat dan 10% ke Banjar Adat. Di Banjar Adat juga

(24)

24

dibagi 2 (dua), 5% untuk Banjar Adat Kelodan dan 5% untuk Banjar Adat Kajanan.

SHU tersebut dipakai pembiayaan kegiatan Desa Adat dan Banjar Adat, salah satunya Kegiatan Upacara Pujawali.

4. Baga Pawongan

Desa Adat Penglatan memiliki jumlah krama mipil, krama tamiu, dan tamiu sesuai dengan data sensus sad kerthi loka bali berbasis desa adat tahun 2021 sebagai berikut :

a) Krama Mipil 1.880 KK

Laki-laki 2.608 orang yang baru terdata Perempuan 2.205 orang yang baru terdata b) Krama Tamiu 169 KK

Laki-laki 212 orang yang terdata Perempuan 223 orang yang terdata c) Tamiu 42 KK

Laki-laki 38 orang yang terdata Perempuan 36 orang yang terdata 5. Hukum Adat

a. Awig-awig

Awig-awig Desa Adat mengatur Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan Desa Adat yang berlaku bagi Krama Desa Adat, Krama Tamiu, dan Tamiu. Tujuan dari adanya Awi-awig untuk memelihara kehidupan bersama, di Desa Adat agar rukun, tertib, dan damai, serta berdaya guna dan berhasil guna sesuai dengan prinsip gilik saguluk, parasparo, salunglung sabayantaka, sarpana ya. Awig-awig Desa Adat Penglatan mulai berlaku pada tanggal 6 Mei 2009 dengan Nomor Register 454/272/HK/2009.

Saat ini Awig-awig Desa Adat Penglatan masih dalam proses revisi.

b. Perarem

Pararem adalah aturan/keputusan Paruman Desa Adat sebagai pelaksanaan Awig-Awig atau mengatur hal-hal baru dan/atau menyelesaikan perkara adat/wicara di Desa Adat.

Terdiri dari :

1. Pararem Panyacah, yaitu Pararem yang dibuat untuk melaksanakan Awig- Awig;

2. Pararem Pangelé, yaitu Pararem tersendiri yang dibuat untuk mengatur hal yang belum diatur dalam Awig-Awig; dan

(25)

25

3. Pararem Panepas Wicara, yaitu Pararem yang merupakan putusan penyelesaian perkara adat/wicara.

Di Desa Adat Penglatan terdapat Perarem Narkoba yang termasuk Perarem Pangele dan mulai berlaku pada tanggal 31 Agustus 2021. Selain itu Desa Adat juga memiliki Perarem mengenai Gering Agung Covid-19 yang termasuk Perarem Pangele.

(26)

26 BAB III PENUTUP Berdasarkan paparan diatas dapat disimpulkan bahwa :

1. Desa Adat Penglatan wilayahnya terletak tepat satu di Desa Dinas yaitu Desa Penglatan Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Provinsi Bali dengan Kode 01-002-0037 serta email [email protected].

2. Desa Adat Penglatan memiliki Awig-awig untuk mengatur Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan Desa Adat yang berlaku bagi Krama Desa Adat, Krama Tamiu, dan Tamiu. Tujuan dari adanya Awi-awig untuk memelihara kehidupan bersama, di Desa Adat Penglatan agar rukun, tertib, dan damai, serta berdaya guna dan berhasil guna sesuai dengan prinsip gilik saguluk, parasparo, salunglung sabayantaka, sarpana ya.

Referensi

Dokumen terkait

tanah-tanah yang terletak disekitar Desa Adat yang berarti termasuk tanah-tanah Kahyangan Tiga adalah milik Desa Adat yang berarti pula milik Kahyangan Tiga dan

Dalam rangka mendukung pemberdayaan masyarakat adat untuk mencapai keberthasilan pembangunan di Desa Adat Pasut Katiasa, telah dilakukan upaya penguatan kelembagaan,

3) Apabila musyawarah pemilihan antar para calon sebagaimana dimaksud ayat (2) belum membuahkan hasil, maka panitia pemilihan dapat mengusulkan kepada Prajuru Desa Adat

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa fungsi banjar adat dalam kehidupan masyarakat etnis Bali di Desa Werdhi Agung dapat diidentifikasi dalam tiga

Pemberian nama adat merupakan sebuah identitas masyarakat di Desa Julah yang secara khusus sebagai tanda pengenalnya di desa ataupun luar desa. Nama adat ini hanya ada

Dari ketiga tipe rumah adat Desa Tigawasa yang dijelaskan diatas, perubahan terhadap bentuk serta penambahan fungsi ruang pada rumah adat di Desa Tigawasa ini

Peraturan desa adat Buleleng yang berisikan aturan -aturan desa

Metode Pelaksanaan Metode yang diterapkan dalam pelatihan ini adalah sebagai berikut: Pertama koordinasi dan komunikasi dengan kelian adat, ketua sanggar seni banjar Desaanyar untuk