• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAS PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF PROVINSI LAMPUNG BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DINAS PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF PROVINSI LAMPUNG BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Pelestarian dan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki tujuan untuk menumbuhkan pemahaman dan perkembangan masyarakat terhadap pariwisata dan kreatifitas, meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan menumbuhkan sikap kritis terhadap fakta sejarah serta memperkokoh ketahanan daerah. Untuk itu disadari bahwa pembangunan bidang pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki peran penting dalam memperbaiki struktur kehidupan masyarakat apalagi dengan adanya persoalan yang kompleks dan bersifat multidimensional yang saat ini masih berlanjut setelah terjadinya krisis berkepanjangan serta meningkatnya ancaman keamanan secara global.

Selain itu, tugas utama pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah agar mampu menjawab agenda prioritas yakni mempercepat pemulihan ekonomi, memperkuat landasan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan yang bersumber kepada sistem ekonomi kerakyatan, serta membangun kesejahteraan rakyat, meningkatkan kualitas kehidupan. Sementara itu, melalui program lintas bidang, semua agenda prioritas pembangunan lainnya secara otomatis terkait pula dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama sektor penunjang utama pariwisata antara lain investasi dan peningkatan ekspor non migas. Tidak kalah penting pembangunan unsur- unsur penunjang seperti perhubungan, keamanan, imigrasi, dan bea cukai serta unsur- unsur lain yang ada di masyarakat.

1.2. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud

Maksud Penyusunan Laporan Kinerja Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung tahun 2015 adalah :

1. Untuk memberikan laporan sekaligus menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, masyarakat, sehingga seluruh upaya yang dilakukan oleh masing-masing pelaku pembangunan bersifat sinergis, koordinatif, dan saling melengkapi di dalam satu pola sikap dan pola tindak;

2. Sebagai acuan bagi seluruh aparat dinas untuk menjalankan tugasnya masing-masing;

(2)

3. Sebagai dasar bagi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mengkoordinasikan penyelenggaraan program dan kegiatan lembaga pemerintah lain, khususnya bagi lembaga non-pemerintah;

4. Sumber informasi bagi para pelaku kegiatan dalam internal Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta stakeholders, baik di pusat maupun daerah, tentang kegiatan bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Tujuan

Tujuan dari Penyusunan Laporan Kinerja Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung 2015 adalah :

1. Mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung ;

2. Mempercepat proses, kualitas serta pencapaian hasil yang telah direncanakan dan yang telah direalisasikan;

1.3. TUGAS POKOK DAN FUNGSI SKPD

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 4 Tahun 2014 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 13 Tahun 2009 Tentang Organisasi dan Tatakerja Dinas Daerah Provinsi Lampung, Tugas Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif adalah menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan provinsi di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif berdasarkan asas otonomi yang menjadi kewenangan, tugas dekonsentrasi dan pembantuan serta tugas lain sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Gubernur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mempunyai fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif;

b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif;

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif;

d. Pelaksanaan pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, pembinaan karakter dan pekerti bangsa;

e. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi seni budaya;

f. Pelaksanaan kebijakan promosi dan standarisasi pariwisata;

g. Pelaksanaan rencana induk pengembangan pariwisata dan sumber daya manusia;

(3)

h. Pelayanan administratif.

Susunan Organisasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdiri dari : a. Kepala Dinas;

b. Sekretariat;

c. Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata;

d. Bidang Bidang Pemasaran Pariwisata;

e. Bidang Ekonomi Kreatif;

f. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD);

g. Kelompok Jabatan Fungsional.

 Kepala Dinas

1. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan, mengawasi dan mengendalikan dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintah provinsi di bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berdasarkan asas otonomi yang menjadi kewenangan, tugas dekonsentrasi dan pembantuan serta tugas lain sesuai dengan kebijakaan yang di tetapkan oleh Gubernur berdasarkan peraturan perundang–undangan yang berlaku;

2. Untuk meyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif skala provinsi;

b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif;

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif;

d. Pelaksanaan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, pembinaan karakter dan pekerti bangsa;

e. Pelaksanaan kebijakan promosi dan standarisasi pariwisata;

b. Pelaksanaan rencana induk pengembangan pariwisata, sumber daya alam dan manusia;

c. Pelayanan administrasi; dan

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(4)

 Sekretariat

1. Sekretariat Dinas mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian, surat menyurat, perlengkapan, rumah tangga dan, perundang-undangan, keuangan, perencanaan serta memberikan pelayanan administrasi kepada semua bidang dan unit pelaksana teknis dinas di lingkungan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung.

2. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan kegiatan koordinasi satuan kerja;

b. Penyelenggaraan pengelola administrasi maupun untuk mendukung kelancaraan pelaksanaan tugas dan fungsi satuan kerja;

c. Penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan satuan kerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung;

d. Penyelenggaraan pengelolaan keuangan, kepegawaian dan perencanaan; dan e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

3. Sekretariat Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada di bawah dan bertangungjawab kepada Kepala Dinas.

Sekretariat Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, membawahi :

 Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

 Sub Bagian Keuangan; dan

 Sub Bagian Perencanaan.

Masing-masing Sub Bagian sebagaimana dimaksud diatas dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Sekretaris.

 Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata

1. Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata mempunyai tugas melakukan perumusan kebijakan teknis, fasilitasi, koordinasi, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pengembangan destinasi pariwisata, pengembangan dan pemberian ijin usaha pariwisata serta pengembangan sumber daya wisata, alam, dan budaya;

2. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan koordinasi di bidang pengembangan destinasi pariwisata Kabupaten/Kota;

(5)

b. Penyelenggaraan pembinaan, bimbingan teknis di bidang pengembangan produk wisata, usaha pariwisata, pemberdayaan masyarakat, standarisasi di seluruh Kabupaten/Kota berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

c. Pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait, dunia usaha, stakeholder pusat dan daerah untuk pengembangan destinasi pariwisata;

d. Pelaksanaan pelaporan tugas Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata kepada Kepala Dinas; dan

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

3. Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dipimpin oleh seorang Kepala Bidang di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas

Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, membawahi :

 Seksi Obyek Daya Tarik Wisata;

 Seksi Industri Pariwisata;

 Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Masing-masing Seksi sebagaimana dimaksud diatas, dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata.

 Bidang Pemasaran Pariwisata

1. Bidang Pemasaran Pariwisata mempunyai tugas mempersiapkan permusan kebijakan teknis, fasilitasi, koordnasi, pemantauan dan evaluasi pengembangan promosi pariwisata, pengadaan sarana promosi pariwisata dan pemasaran pariwisata.

2. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, Bidang Pemasaran Pariwisata mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan koordinasi dengan Kabupaten/Kota dan stakeholder dan lembaga- lembaga pariwisata untuk pengembangan pasar;

b. Perumusan segmen pasar dalam dan luar negeri dan strategi pemasaran;

c. Penyiapan bahan-bahan informasi pariwisata sebagai sarana promosi pariwisata;

d. Pelaksanaan promosi potensi pariwisata di dalam dan luar negeri;

e. Pelaksanaan pelaporan tugas Bidang Pemasaran Pariwisata kepada kepala dinas;

dan

f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

3. Bidang Pemasaran Pariwisata dipimpin oleh seorang kepala bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas.

(6)

Bidang Pemasaran Pariwisata, membawahi :

 Seksi Promosi Pariwisata;

 Seksi Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga; dan

 Seksi Pengembangan Pasar Pariwisata.

Masing-masing Seksi sebagaimana dimaksud diatas, dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata.

 Bidang Ekonomi Kreatif

1. Bidang Ekonomi Kreatif mempunyai tugas perumusan standar kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis media, desain, iptek, seni, budaya dan pengembangan serta fasilitasi sumber daya alam, manusia, dan budaya.

2. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, Bidang Ekonomi Kreatif mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis media, desain, iptek, seni, budaya dan pengembangan serta fasilitasi sumber daya alam dan manusia;

b. Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang ekonomi kreatif berbasis media, desain, iptek, seni, budaya dan pengembangan serta fasilitasi sumber daya alam dan manusia;

c. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekonomi kreatif berbasis media, desain, iptek, seni, budaya dan pengembangan serta fasilitasi sumber daya alam dan manusia;

d. Pelaporan pelaksanaan tugas Bidang Ekonomi Kreatif kepada kepala dinas; dan e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

3. Bidang Ekonomi Kreatif dipimpin oleh seorang kepala bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas.

Bidang Ekonomi Kreatif, membawahi :

 Seksi Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Budaya;

 Seksi Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain dan IPTEK; dan

 Seksi Kerjasama dan Fasilitasi.

Masing-masing Seksi sebagaimana dimaksud diatas, dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Ekonomi Kreatif.

(7)

 Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)

Kelompok Jabatan Fungsional, terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahlian dan ketrampilannya.

1.4. STRUKTUR ORGANISASI

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI

DINAS PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF PROVINSI LAMPUNG

Sub Bagian Perencanaan

KEPALA DINAS

SEKRETARIAT

BIDANG Pengembangan Destinasi Pariwisata

BIDANG Pemasaran

Pariwisata

BIDANG Ekonomi Kreatif

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

Sub Bagian Keuangan

Seksi Objek Daya Tarik

Wisata

Seksi Pengembangan

Sumber Daya Manusia

UPTD

Seksi Promosi Pariwisata

Seksi Kerjasama dan Hubungan Antar

Lembaga Seksi Pengembangan Pasar Pariwisata

Seksi Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan

Budaya Seksi Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain & IPTEK

Seksi Kerjasama dan

Fasilitasi

Kelompok Jabatan Fungsional

Seksi Industri Pariwisata

(8)

1.5. ISU STRATEGIS PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF Isu Pariwisata Lampung

Provinsi Lampung memiliki potensi dan keragaman objek dan daya tarik wisata (ODTW) yang lengkap tersebar di seluruh Kabupaten/Kota. Letak strategis Lampung sebagai pintu gerbang pulau Sumatra – pulau Jawa dengan tingkat kepadatan lalu lintas pembangunaan dan orang yang tinggi serta kemauan politik (politcal will) dari Pemerintah Daerah Provinsi Lampung untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan, merupakan suatu peluang dan tantangan agar pembangunan pariwisata dapat berperan dalam pembanggunan daerah. Pembangunan pariwisata terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan yaitu : promosi digencarkan, objek wisata dikembangkan, kelembagaan dan SDM dimantapkan dan ditingkatkan, peran masyarakat diberdayakan. Kesemuannya ini merupakan upaya dan issue pokok yang strategis untuk mendorong pengembangan

pariwisata yang berkelanjutan dan mengoptimalkan peran pembanggunan pariwisata yang mempunyai sasaran terhadap pembanggunan daerah yaitu berupa: peningkatan perekonomian daerah, pemerataan pembangunan dan kesempatan kerja dan bahkan pelestarian lingkungan mengharapkan peran utama pembangunan pariwisata yaitu berupa pariwisata yang berbasis lingkungan (Ekowisata). Dalam hal ini issue lingkungan merupakan suatu yang penting dan relevan untuk ditingkatkan.

Pembangunan pariwisata kedepan menetapkan suatu agenda penting dalam pembangunan pariwisata Lampung baik objek wisata alam maupun wisata budaya.

Dukungan antar instansi, dunia usaha dan masyarakat merupakan suatu keharusan agar pembangunan kepariwisataan Daerah Lampung dapat berjalan dan memberikan andil yang positif bagi pembangunan Daerah Lampung.

Beberapa isu strategis terkait dengan pengembangan pariwisata antara lain :

1. Koordinasi Penyelenggaraan Pengembangan Pariwisata Antar Pemangku Kepentingan (Stakeholders).

Pengembangan dan pengelolaan pariwisata Provinsi Lampung yang terkoordinir dengan baik dinilai akan menjadi lingkungan yang kondusif bagi iklim investasi pariwisata.Agar tercapai suatu koordinasi yang baik, perlu diperhatikan aspek hukum yang dapat mengikat pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan pariwisata.

2. Pengembangan Pariwisata Provinsi Lampung yang Ramah Lingkungan.

Pengembangan produk pariwisata, sebaiknya menggunakan pendekatan pengembangan ecotourism yang menyelaraskan kegiatan pariwisata dengan kegiatan konservasi lingkungan alam dan budaya dalam arti yang luas.

(9)

3. Pariwisata Sebagai Alat Mencapai Pemerataan Pembangunan di Provinsi Lampung.

Ketimpangan pembangunan antara wilayah yang maju dengan wilayah yang relatif belum maju harus menjadi perhatian. Pengembangan sektor pariwisata diharapkan dapat mengurangi ketimpangan yang terjadi.

4. Aspek Sosial Ekonomi dari Pengembangan Pariwisata di Provinsi Lampung.

Isu ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas manusia dan kualitas hidup masyarakat melalui pengembangan pariwisata. Sumberdaya manusia yang dilibatkan dalam pengembangan pariwisata harus memiliki keterampilan tinggi untuk meningkatkan daya saing. Selain itu pariwisata harus dapat memberikan manfaat sosial selain ekonomi.

5. Pembentukan Jati Diri Masyarakat Lampung

Pariwisata harus bisa menjadi alat pelestarian dan pembentukan identitas masyarakat Lampung. Pemanfaatan unsur-unsur budaya dan tradisi untuk pariwisata seharusnya tidak dilihat sebagai komoditas ekonomi semata tapi juga sebagai cara untuk mengangkat kembali budaya dan tradisi lokal ke tempat terhormat dan membanggakan bagi masyarakat setempat khususnya, dan Lampung pada umumnya 6. Peningkatan Kualitas Produk Pariwisata

Isu peningkatan kualitas produk pariwisata sebenarnya secara implisit merupakan gabungan dari isu-isu strategis lain karena keberhasilan produk pariwisata ditentukan oleh beragam aspek. Selain daya tarik yang bernilai tinggi dan keunikan, suatu produk wisata harus didukung pengelolaan dan iklim pengembangan yang baik.

Daya tarik yang dinilai menjadi kekuatan Lampung adalah daya tarik lingkungan alam yang dikedepankan sebagai gunung, rimba, air, laut, pantai, sungai, seni dan budaya

7. Pengembangan ekonomi kreatif berbasis seni budaya dalam rangka mendukung pariwisata.

Sedangkan beberapa isu strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif di Provinsi Lampung yaitu :

1. Kurangnya Daya Tarik Industri

Rendahnya daya tarik industri kreatif dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain : sulitnya akses pembiayaan dari lembaga keuangan, rendahnya apresiasi oleh masyarakat, kurangnya sarana dan prasarana, serta rendahnya dukungan kebijakan pemerintah. Kondisi tersebut selain merupakan permasalahan pada tingkat nasional juga terjadi di Provinsi Lampung.

2. Keberadaan Posisi Dominan

Posisi dominan merupakan hal yang lumrah dalam struktur industri. Namun posisi dominan sangat rentan untuk disalah gunakan, sehingga membawa dampak

(10)

persaingan tidak sehat pada industri. Subsektor penerbitan dan percetakan, televisi, film, merupakan contoh adanya posisi dominan pada industri kreatif. Kondisi tersebut terjadi pada tingkat nasional, dan diduga akan terjadi di Provinsi Lampung.

3. Belum Ada Usaha Best Practice Untuk Industri Kreatif

Umumnya, model bisnis usaha-usaha kreatif di Indonesia belum sampai pada tingkat kematangan yang tinggi. Bahkan di beberapa subsektor, belum ditemukan best practice. Kondisi ini antara lain disebabkan pesatnya perkembangan teknologi serta

kebijakan dan tata kelola industri yang belum matang. Kondisi tersebut selain merupakan permasalahan pada tingkat nasional juga terjadi di Provinsi Lampung.Di Provinsi Lampung terdapat pelaku usaha pada sub sektor Layanan Komputer dan Peranti Lunak yang dapat dijadikan best practice bagi model usaha kreatif di Provinsi Lampung, yaitu Aztechsoft Int. Dengan fokus usaha pada pengembangan accounting software “ACOSYS”. Kini Aztechsoft Int telah memiliki 21 cabang yang

tersebar diseluruh Indonesia, seperti : Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Aceh, Riau, Makasar dan masih banyak lainnya. Pada tahun 2013 Aztechsoft Int mentargetkan Go Internasional dengan produk AcosysAccounting Software.

4. Risiko Usaha Tinggi

Industri kreatif banyak menghasilkan produk kreatif yang sifatnya intangible dan sebagian memerlukan biaya tinggi pada prosesnya. Karenanya, industri kreatif selalu dipandang sebagai industri yang berisiko tinggi. Contohnya di industri film, musik, dan permainan interaktif. Akibatnya mengimpor film lebih menarik dibanding memproduksi sendiri. Di Provinsi Lampung kondisi tersebut saat ini belum teridentifikasi, akan tertapi hal tersebut merupakan potensi permasalahan bagi wirausaha sektor industri kreatif yang akan menjajakan karyanya di Provinsi Lampung.

Berdasarkan tugas dan fungsi Dinas pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi lampung, permasalahan yang dapat diidentifikasi antara lain :

1. Belum maksimalnya tata kelola pelayanan perkantoran yang tertib administrasi 2. Kurangnya kapasitas sumber daya aparatur

3. Kurangnya sarana dan prasarana promosi serta kegiatan promosi dan pemasaran pariwisata di dalam dan luar negeri

4. Belum terwujudnya ekonomi kreatif berbasis media, desain, dan Iptek yang bernilai tambah, berdaya saing, dan berkelanjutan

5. Kurangnya kajian kebijakan yang efektif di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

(11)

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

2.1. RENCANA STRATEJIK DINAS PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF 2015 - 2019

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 4 Tahun 2014 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 13 Tahun 2009 Tentang Organisasi dan Tatakerja Dinas Daerah Provinsi Lampung, Tugas Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif adalah menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan provinsi di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif berdasarkan asas otonomi yang menjadi kewenangan, tugas dekonsentrasi dan pembantuan serta tugas lain sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Gubernur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain dari Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung telah mewujudkan visi, misi, tujuan pembangunan, sasaran yang akan dicapai dan program kerja.

2.1.1. Visi dan Misi

Visi adalah kondisi yang dicita-citakan untuk di wujudkan. Secara ontologis, visi merupakan das sollen, yaitu apa yang sebenarnya menjadi tujuan atau keinginan yang ideal yang disepakati oleh seluruh stakeholders dan terkristalisasi dalam bentuk jati diri.

Pada umumnya visi dibangun untuk mendorong semangat seluruh stakeholdersagar dapat berperan serta aktif dalam pembangunan dan sekaligus sebagai inspirasi untuk menggerakkan seluruh kemampuan stakeholders untuk secara bersama dan sinergis membangun daerah.

Dalam dokumen RPJMD Provinsi Lampung Tahun 2014 – 2019, visi pembangunan Provinsi Lampung adalah :“LAMPUNG MAJU DAN SEJAHTERA 2019”. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menjalankan tugas dan fungsi pemerintahan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif harus mendukung terwujudnya visi tersebut.

Untuk mendukung pencapaian visi pembangunan Provinsi Lampung, maka Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi merumuskan misi sesuai degan RPJMD Provinsi Lampung yaitu “meningkatkan pembangunan ekonomi dan memperkuat kemandirian daerah”.

(12)

2.1.2. Tujuan

Adapun tujuan dari misi tersebut adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketimpangan pembangunan daerah,

Tabel 2.1. Matriks Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Rpjmd Provinsi Lampung

NO TUJUAN INDIKATOR

KINERJA

SATUAN KONDISI AKHIR 2019 1. Meningkatkan Pertumbuhan

Ekonomi dan Mengurangi Ketimpangan Pembangunan Daerah

Pertumbuhan Ekonomi Persen 7,00 – 7,50

2.1.3. Sasaran

Adapun sasaran dari misi tersebut adalah meningkatnya kontribusi sektor pariwisata pada perekonomian daerah.

Tabel 2.2. Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja

No SASARAN

STRATEGIS

INDIKATOR

SASARAN SATUAN KONDISI AWAL

KONDISI AKHIR 2019 1. Meningkatnya

kontribusi sektor pariwisata pada perekonomian daerah

Jumlah wisatawan nusantara

Orang 4.759.950 7.155.495

Jumlah wisatawan mancanegara

Orang 105.081 153.914

2.1.4. Startegi, Arah Kebijakan Daerah, Program dan Indikator Kinerja dalam RPJMD 2015 - 2019

Berdasarkan visi, misi serta tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, maka upaya pencapaian kemudian dijabarkan secara sistematis melalui perumusan strategi, arah kebijakan, dan program. Selain itu, untuk mengukur capaian kinerja, maka dirumuskan pula indikator sebagai tolak ukur kinerja.

2.1.5. Startegi

Strategi yang ditempuh untuk mencapai misi, adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan penataan organisasi yang menunjang pelaksanaan good governance di bidang kepariwisataan;

Keberhasilan pembangunan kepariwisataan dipengaruhi oleh dukungan sumberdaya manusia. Oleh karena itu, pengembangan sumberdaya manusia kepariwisataan perlu dikembangkan secara berkelanjutan. Tantangan ke depan adalah peningkatan kapasitas sumberdaya pembangunan kepariwisataan yaitu sumberdaya manusia yang

(13)

kompeten, serta organisasi yang responsif terhadap kebutuhan pembangunan kepariwisataan, kebijakan, sarana dan prasarana yang memadai, dan tata pemerintahan yang baik (good governance) yang mampu mensinergikan unsur-unsur pelaku pembangunan kepariwisataan yaitu: pemerintah, swasta dan masyarakat.

2. Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan dan kesenian daerah untuk mengisi dan mewarnai pembangunan daerah;

Keragaman seni-budaya dan tradisi yang ada menjadikan Provinsi Lampung bagai Indonesia mini yang kaya dengan berbagai bentuk ekspresi budaya dan pengetahuan tradisional, seperti seni rupa, seni pertunjukan, seni media, cerita rakyat, permainan tradisional, tekstil tradisional, pasar tradisional, dan upacara tradisional. Keragaman seni, budaya, dan tradisi yang merupakan hasil karya budaya ini perlu untuk dipelihara, dilindungi dan dikembangkan oleh masyarakat. Pengembangan kebudayaan dan kesenian memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan apresiasi masyarakat dari generasi ke generasi terhadap keragaman budaya, yang adaptif terhadap pengaruh budaya global yang positif untuk kemajuan bangsa. Dengan demikian, tantangan ke depan adalah peningkatan pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap karya seni dan budaya serta perlindungan terhadap kekayaan intelektual (KI), terutama karya seni dan budaya, baik yang bersifat individual maupun kolektif.

3. Mengembangkan produk/obyek dan daya tarik wisata (ODTW) dan industri kreatif yang unggul dan berdaya saing, mampu menarik minat dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan;

Belum optimalnya kesiapan produk/obyek dan daya tarik wisata (ODTW) untuk bersaing di pasar nasional dan global dikarenakan masih lemahnya pengelolaan kepariwisataan dan belum memadainya dukungan transportasi dan infrastruktur.

Untuk meningkatkan kemampuan ODTW bersaing di pasar nasional dan global dalam menarik wisatawan, diperlukan upaya meningkatkan kemampuan pengelolaan ODTW dengan didukung oleh ketersediaan infrastruktur dan transportasi darat, laut, dan udara yang memadai serta kondisi keamanan yang kondusif sehingga wisatawan merasa nyaman dan aman berada di daerah wisata.

4. Meningkatkan kegiatan promosi dan pemasaraan pariwisata yang didukung sarana dan prasarana promosi yang handal;

Kegiatan promosi dan pemasaran tidak cukup dilakukan melalui even-even, karena selain jumlahnya terbatas, tingkat biaya juga semakin tinggi, dan daya jangkau juga sangat terbatas. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang cukup pesat menuntut adanya perubahan strategi dalam promosi dan pemasaran pariwisata.

Namun pada umumnya ketersediaan sarana ICT, seperti internet, saluran telepon,

(14)

broadband untuk mendukung aktivitas on-line dari para wisatawan belum memadai.

Di sisi lain, sarana ICT sangat penting untuk meningkatkan efektifitas pemasaran dan distribusi pariwisata. Di samping itu, dalam beberapa hal, e-business mampu memberikan banyak kemudahan bagi wisatawan memperoleh informasi. Oleh karenanya sebagai salah satu upaya meningkatkan pemanfaatan ICT sebagai sarana promosi dan pengembangan destinasi pariwisata, strategi pengembangan e-business dan e-marketing sangat penting mengingat strategi tersebut mampu secara efektif menjangkau pasar yang jauh lebih luas dan tanpa batas.

5. Meningkatkan keterpaduan, kesinergian dan keharmonisan pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif antar sektor, antar pemangku kepentingan pusat dan daerah;

Keterpaduan, kesinergian dan keharmonisan dilakukan dalam kerangka kemitraan dan kerjasama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, antara pemerintah, swasta (industri pariwisata) dan masyarakat, sangat diperlukan dalam mendorong pencapaian tujuan pembangunan kepariwisataan. Sektor publik atau pemerintah berperan dalam menyediakan infrastruktur dan kerangka regulasi yang dapat mendorong swasta dan masyarakat ikut berpartisipasi aktif dalam pembangunan kepariwisataan nasional. Untuk itu, upaya pengembangan pola-pola kemitraan dan kerjasama yang efektif dan efisien guna mendukung pembangunan kepariwisataan nasional akan terus dikembangkan dan di tingkatkan.

2.1.6. Program Untuk Pencapaian Sasaran Tahun 2015

Berdasarkan visi, misi tujuan, sasaran strategis dan arah kebijakan yang telah ditetapkan dalam RPJMD, maka upaya pencapaiannya kemudian dijabarkan secara sistematis melalui perumusan program prioritas daerah.

No Sasaran Didukung Jumlah Program

1. Meningkatnya kunjungan wisatawan nusantara

dan wisatawan mancanegara 10

Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Urusan Pilihan Bidang Pariwisata di Provinsi Lampung Tahun 2015 dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung yang bersumber dari anggaran ABPD dengan Program sebagai berikut :

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran.

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.

3. Program Peningkatan Disiplin

4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur.

(15)

5. Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata 6. Program Pengembangan Destinasi Pariwisata 7. Program Pengembangan Kemitraan.

8. Program Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya.

9. Program Ekonomi Kreatif Berbasis Media Desain dan Iptek 10. Program Pengembangan Kreatifitas SDM

2.2. PERJANJIAN KINERJA 2015

Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel dan berorientasi pada hasil, merupakan ikhtisar perjanjian kinerja yang akan dicapai pada Tahun 2015 sebagai berikut :

Sasaran Strategis Indikator Sasaran Target Pada tahun 2015 Meningkatnya kontribusi

sektor pariwisata pada perekonomian daerah

Jumlah wisatawan

nusantara 4.759.950

Jumlah wisatawan

mancanegara 105.081

No PROGRAM ANGGARAN

TAHUN 2015

SUMBER DANA 1. Pelayanan Adminsitrasi Perkantoran Rp. 2.384.006.705,- APBD 2. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Rp. 458.610.000,- APBD 3. Peningkatan Disiplin Aparatur Rp. 113.000.000,- APBD 4. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Rp. 100.000.000,- APBD 5. Pengembangan Pemasaran Pariwisata Rp. 2.891.127.400,- APBD 6. Pengembangan Destinasi Pariwisata Rp. 1.441.017.800,- APBD

7. Pengembangan Kemitraan Rp. 850.563.250,- APBD

8. Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Rp. 2.039.560.000,- APBD 9. Ekonomi Kreatif Berbasis Media Desain dan

Iptek Rp. 238.165.600,- APBD

10. Pengembangan Kapasitas Sumber Daya

Manusia Rp. 748.897.500,- APBD

JUMLAH Rp. 11.264.948.255,- APBD

Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Urusan Pilihan Bidang Pariwisata di Provinsi Lampung Tahun 2015 dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung yang bersumber dari anggaran ABPN dengan Program sebagai berikut :

(16)

1. Program Pengembangan Kepariwisataan

Sasaran Strategis Indikator Sasaran Target Pada tahun 2015 Meningkatnya jumlah

wisatawan yang berkunjung

Jumlah penyelenggaran even

pariwista bersekala nasional 5 Event Jumlah publikasi pencitraan

Indonesia di media elektronik dan cetak

1 unit

Meningkatnya kualitas perencanaan, pemantauan, dan evaluasi program

Jumlah bimbingan teknis pengembangan daya tarik pariwisata

30 Peserta

Meningkatnya

profesionalisme pelaku sektor pariwisata

Jumlah peserta pengembangan SDM pariwisata dan ekonomi kreatif

40 Peserta

Meningkatnya tata kelola destinasi dan pemberdayaan masyrakat

Jumlah tata kelola masyarakat

di bidang pariwisata 1.050 Orang

No PROGRAM ANGGARAN

TAHUN 2015

SUMBER DANA 1. Pengembangan Keparwisataan Rp. 2.568.900.000,- APBN

JUMLAH Rp. 2.568.900.000,- APBN

2.2.1. RENCANA ANGGARAN TAHUN 2015

Dari Kemampuan keuangan daerah, yaitu kemampuan pendapatan dan pembiayan maka jumlah pendanaan yang dimungkinkan untuk di belanjakan pada Tahun Anggaran 2015 adalah sebesar Rp. 11.264.948.255,- yang digunakan untuk membiayai Belanja Langsung dapat dilihat pada tabel dibawah ini

Tabel 2.3. Rencana Belanja Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2015

Sasaran Strategis Indikator Sasaran Anggaran (Rp)

Persentase Anggaran Meningkatnya

kontribusi sektor pariwisata pada perekonomian daerah

Jumlah wisatawan nusantara

11.264.948.255,- 100 % Jumlah wisatawan

mancanegara

Jumlah 11.264.948.255,- 100 %

(17)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Pendekatan manajemen pembangunan berbasis kinerja, yang utama adalah bahwa pembangunan diorientasikan pada pencapaian menuju perubahan yang lebih baik. Hal ini menggadaikan bahwa fokus dari pembangunan bukan hanya sekedar melaksanakan program/kegiatan yang sudah direncanakan.

Esensi dan manajemen pembangunan berbasis kinerja adalah orientasi untuk mendorong perbaikan, dimana program/kegiatan dan sumberdaya anggaran adalah alat yang dipakai untuk mencapai rumusan perubahan, baik pada level keluaran, hasil maupun dampak.

Pendekatan ini juga sejalan dengan prinsip good governance di mana salah satu pilarnya, yaitu akuntabilitas, akan menunjukkan sejauh mana sebuah instansi pemerintahan telah memenuhi tugas dan mandatnya dalam penyediaan layanan publik yang langsung bisa dirasakan hasilnya oleh masyarakat. Sehingga, pengendalian dan pertanggungjawaban program/kegiatan menjadi bagian penting dalam memastikan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah kepada publik telah dicapai.

Dalam hal ini, laporan akuntabilitas kinerja pemerintah merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan (disclosure) secara memadai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja (Permenpan No. 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah). Sedangkan untuk skala penilaian terhadap kinerja pemerintah, menggunakan pijakan Permendagri No. 54 tahun 2010 sebagai berikut:

Tabel 3.1 Skala Nilai Peringkat Kinerja No Interval Nilai Realisasi

Kinerja

Kriteria Penilaian

Realisasi Kinerja Kode

1. 91 < Sangat Tinggi

2. 76 < 90 Tinggi

3. 66 < 75 Sedang

4. 51 < 65 Rendah

5. < 50 Sangat Rendah

(18)

3.1. CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA TAHUN 2015

Keberhasilan pelaksanaan yang tertuang dalam program dan kegiatan sangat ditentukan oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal, disamping itu sangat ditentukan pula oleh penentuan indicator kinerja. Karena merupakan suatu target, bila suatu indikator kinerja sudah ditetapkan, maka target tersebut haruss ungguh-sungguh diupayakan pencapaiannya.

Indikator kinerja utama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung tahun 2015, sebagaimana terlihat pada dua table berikut :

Tabel 3.2. Pencapaian Indikator Kinerja Utama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Tahun 2015

No INDIKATOR CAPAIAN 2014

2015 TARGET

AKHIR RPJMD (2019)

CAPAIAN S.d 2015 TERHADAP

2019 (%) Target Realisasi %

1. Jumlah Wisatawan Nusantara

4.327.188 4.759.950 5.530.803 116 7.155.495 77

2. Jumlah Wisatawan Mancanegara

95.528 105.081 114.907 109 153.914 74

Tabel 3.3. Realisasi dan Capaian Kinerja Indikator Kinerja Utama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Tahun 2015 Per Triwulan

N o

Sasaran Strategis

Indikator

Kinerja Satuan Target

Tahunan Triwulan Target Realisasi Prose ntase 1. Meningkatnya

kontribusi sektor pariwisata pada

perekonomian daerah

Jumlah Wisatawan Nusantara

Org 4.759.950 Trw I 713.993 829.620 116 Trw II 1.903.980 2.212.321 116 Trw III 951.990 1.106.161 116

Trw IV 1.189.986 1.382.701 116 Jumlah

Wisatawan Mancanegar a

Org 105.081 Trw I 10.508 11.491 109

Trw II 21.016 22.981 109 Trw III 42.033 45.963 109 Trw IV 31.524 34.472 109

Indikator Kinerja Utama yang diuraikan diatas, penetapan target dan pengukuran realisasi realisasi triwulan diukur berdasarkan dengan menggunakan arus lonjakan jumlah wisatawan pada bulan-bulan tertentu, dimana tingkat jumlah wisatawan domestic maupun mancanegara akan mengalami peningkatan pada saat musim liburan atau pada momen-momen tertentu.

(19)

Tabel 3.4. Kinerja dan Realisasi Pecapaian Indikator Kinerja Utama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Tahun 2015

No Sasaran Strategis

Indikator

Kinerja Satuan

2015 2016

Target 2015

Capaian

2015 Realisasi Target

(RPJMD) PK 1. Meningkatnya

kontribusi sektor pariwisata pada

perekonomian daerah

Jumlah Wisatawan Nusantara

Orang 4.759.950 5.530.803 116 5.235.945 6.138.900

Jumlah Wisatawan Mancanegara

Orang 105.081 114.907 109 115.639 115.639

3.2. EVALUASI DAN ANALISA CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

Dalam sub bab ini disajikan capaian kinerja Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sesuai dengan hasil pengukuran kinerja Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran tersebut dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut:

Sasaran Meningkatnya Kontribusi Sektor Pariwisata pada Perekonomian Daerah Pengembangan Kepariwisataan di Provinsi Lampung dalam Visi “LAMPUNG MAJU DAN SEJAHTERA 2019”.

Capaian Indikator Kinerja Utama sasaran jumlah kunjungan wisatawan nusantara pada tahun 2014 jumlah kunjungan wisatawan Nusantara berjumlah 4.327.188 orang dan pada tahun 2015 sejumlah 5.530.803 orang, dengan target yang telah ditetapkan pada tahun 2015 sejumlah 4.759.950 orang, dengan begitu jumlah kunjungan wisatawan nusantara pada tahun 2015 mengalami peningkatan sehingga realialisasi jumlah kunjungan wisatawan nusantara pada tahun 2015 melebihi target mencapai 116 %, dan bila diukur dari target capaian akhir RPJMD tahun 2015 telah mencapai 77%, peningkatan jumlah wisatawan nusantara dapat kita lihat pada table 3.5. berikut :

Tabel 3.5. Rencana Realisasi Pencapaian Sasaran Kunjungan Wisatawan Nusantara

No Indikator Kinerja

Capaian 2014

2015 Target

Akhir RPJMD

(2019)

Capaian S.d 2015 Terhadap

2019 (%) Target Realisasi %

1. Jumlah Wisatawan Nusantara

4.327.188 4.759.950 5.530.803 116 7.155.495 77

Begitu juga Capaian Indikator Kinerja Utama sasaran jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2014 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara berjumlah 95.528 orang dan pada tahun 2015 sejumlah 114.907 orang, dengan target yang telah

(20)

ditetapkan pada tahun 2015 sejumlah 105.081 orang, dengan begitu jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2015 mengalami peningkatan sehingga realialisasi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2015 melebihi target mencapai 109 %, dan bila diukur dari target capaian akhir RPJMD tahun 2015 telah mencapai 74%, peningkatan wisatawan mancanegara dapat kita lihat pada table 3.6. berikut : Tabel 3.6. Rencana Realisasi Pencapaian Sasaran Kunjungan Wisatawan

Mancanegara No Indikator

Kinerja

Capaian 2014

2015 Target

Akhir RPJMD

(2019)

Capaian S.d 2015 Terhadap

2019 (%) Target Realisasi %

2. Jumlah Wisatawan Mancanegara

95.528 105.081 114.907 109 153.914 74

Keberhasilan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung dalam pencapaian Target kinerja pada tahun 2015 tak terlepas dari dukungan SDM/Aparatur pada dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung memiliki sumber daya manusia yang berjumlah 129 Orang yang terdiri dari 86 Orang Pegawai Negeri Sipil dan 43 Orang Pegawai Tenaga Harian Lepas, Sumber Daya Manusia yang ada pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreratif Provinsi Lampung dapat kita lihat pada table 3.7.

berikut :

Tabel 3.7. Sumber Daya Manusia pada SKPDDinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung tahun 2015

JUMLAH PEGAWAI

KUALIFIKASI PENDIDIKAN

PANGKAT/

GOL

JUMLAH PEJABAT STRUKTURAL FUNGSIONAL

1 2 3 4 5

PNS : 8

6 S3 : - IV/d : - Ess IV = 15

L : 4

0 S2 : 15 IV/c : 1 Ess III = 5

P : 4

6 S1 : 26 IV/b : 6 Ess II = 1

D4 : - IV/a : 3

PTHL : 4

3 D3 : 7 III/d 17 D2 : - III/c : 5

D1 : 2 III/b : 29

SLTA : 36 III/a : 3

(21)

SLTP : - II/d : 5

SD : - II/c : 2

II/b : 14

II/a : 12

Dari data kepegawaian Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung dapat disimpulkan bahwa Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung membutuhkan Sumber Daya Manusia yang berdisiplin ilmu bidang Pariwisata agar keberhasilan kinerja Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung dapat lebih dimaksimalkan.

Selain dukungan aparatur Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya Tahun Anggaran 2015 memiliki Program serta Kegiatan yang bersifat promosi, pembinaan, dan peningkatan, berikut program/kegiatan yang ada pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung sebagai penyebab penunjang keberhasilan kinerja Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun Anggaran 2015 :

 Pelaksanaan Promosi pariwisata dalam dan luar daerah sehingga tersedianya informasi pariwisata provinsi Lampung adapun pelaksanaan kegiatan, antara lain : Mengikuti Pameran Gebyar Wisata Budaya dan Nusantara 2015 di JCC Jakarta pada tanggal 14 – 17 Mei 2015, mengikuti Pameran Lampung Fair di PKOR Way Halim – Bandar Lampung pada tanggal 5 – 20 September 2015, dan mengikuti Gebyar Wisata Budaya Indonesia 2015 di Atrium Mega Mall Batam Center pada tanggal 19 – 24 November 2015

 Penyelenggaraan festival krakatau ke XXV tahun 2015, antara lain :

Festival Krakatau merupakan core event pariwisata nasional yang juga merupakan salah satu program Pemerintah Provinsi Lampung yang bertujuan untuk mempromosikan Lampung sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia yang memiliki beragam potensi baik seni, budaya dan alam.Perhelatan Festival Krakatau tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, hanya ada sedikit perbedaan mulai dari tampilan atraksi seni dan budayanya serta sistem dekorasi yang lebih menarik dan berwarna, hal tersebut dilakukan agar pengunjung yang datang baik masyarakat lokal maupun turis mancanegara tidak merasa bosan.

Festival Krakatau XXVberlangsung pada tanggal23- 30Agustus2015 di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran dengan tema Explore Lampung….jelajahi Indonesia….

Tema ini merupakan ungkapan ajakan untuk mengekplorasi Lampung yang memiliki tempat-tempat wisata menarik dan eksotis, serta mengenal budaya dan kearifan lokal masyarakatnya yang masih terjaga. Adapun pelaksanaan kegiatan, sebagai berikut :

(22)

1. Petualangan Nusantara IV (supporting event)

Kegiatan ini merupakan Supporting Event Festival Krakatau yang berupa kegiatan perkemahan besar, pengibaran bendera 17 Agustus (di Gunung Krakatau, di kedalaman laut, di Gunung Rajabasa, pantai Guci Batu Kapal), workshop, petualangan (snorkeling, diving, pendakian, bersepeda, basic sea survival), perlombaan, musik dan hiburan seni budaya, penanaman pohon khas Lampung.

2. Pesta Pantai dan Food Festival

Dimeriahkan dengan Lomba Foto Bawah Air, Snorkeling Ramean, Lomba Mancing dengan Layang-layang serta food festival.

3. Lomba Baca dan Musikalisasi Puisisyair Lampung Karam

4. Krakatau Fes’ Expo

(23)

Kegiatan ini diisi dengan event Pameran foto obyek wisata Lampung, Coffee Festival dan Pemilihan Miss Coffee Lampung.

5. Tour Krakatau

perjalanan wisata dalam rangka mengenang meletusnya gunung krakatau pada tahun 1883.

6. Krakatau Jetski Adventure

Perjalanan wisata dalam rangka mengenang meletusnya gunung Krakatau pada tahun 1883, dengan mengendarai jetski.

7. Lampung Culture dan Tapis Carnival

Menampilkan Putra-Putri Lampung dalam keragaman Busana Adat/Daerah, (sesuai dengan tema yang dittampilkan) dari masing-masing Kab/Kota setempat.

Keragaman dan kekhasan seni Tapis yang dikemas dalam bentuk pakaian Fantasi siap pakai dalam berbagai bentuk suasana. Thema Karnaval Budaya “The Greatest harmony” yang memiliki makna:

Ungkapan kebersamaan dan kerukunan masyarakat Lampung.

 Penyusunan dan pembuatan bahan - bahan promosi pariwisata yaitu tersedianya bahan-bahan promosi pariwisata Lampung dalam upaya memberikan pelayanan kepada wisatawan guna mendapatkan informasi tentang potensi dan daya tarik wisata Provinsi Lampung, Kegiatan ini antara lain : Melaksanakan lomba desain logo

(24)

pariwisata dalam rangka pencitraan kepariwisataan Lampung, Pembuatan vinil pariwisata, pembuatan X banner, Penggandaan leafleat pariwisata, penggandaan peta pariwisata, penggandaan booklet pariwisata, penggandaan DVD pariwisata Lampung, penggandaan piagam, desain bahan promosi, pembuatan display bahan promosi, updating system aplikasi program touch screen, pembuatan majalah pariwisata, pembuatan partisi, dan pembuatan tiang baliho.

 Pengembangan objek pariwisata unggulan di Provinsi Lampung yang memiliki potensi pariwisata cukup besar, berupa keanekaragaman obyek dan daya tarik wisata yang tersebar di wilayah Lampung, antara lain : Tersedianya Desain Tapak Pusat Konservasi Gajah di Taman Nasional Way Kambas, Desain Tapak Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman dan Kajian Tekhnis Lembaga Tinggi Kepariwisataan yang berkaitan dengan pembangunan Sekolah Tinggi Pariwisata di Provinsi Lampung,

 Peningkatan sarana dan prasarana pariwisata sehingga Pariwisata yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana serta fasilitasi dapat terpenuhi, antara lain : Terlaksananya koordinasi di Kabupaten Pesisir Barat dan Taman Nasional Way Kambas, serta Pembangunan MCK dan Shelkter/gazebo di Taman Nasional Way Kambas dan tersedianya menara pengawas di Kabupaten Pesisir Barat

 Terpilihnya pemenang desa wisata Se-Provinsi Lampung, serta terlaksananya pembuatan toilet permanen sejumlah 2 unit, pembuatan baliho pada pintu masuk dan bertambahanya sarana wisata di Taman Hutan Raya Wan Abdurahman

 Pengembangan dan penguatan informasi dan data base survey data kunjungan wisatwan di 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung dan tersedianya Buku Pariwisata Dalam Angka 2015, serta jaringan Website Pariwisata Lampung.com sehingga terlaksananya promosi pariwisata melalui IT dan media sosial

 Pengembangan SDM di bidang pariwisata yang bertujuan memilih dan mencetak generasi muda Lampung sebagai duta wisata Provinsi Lampung yang profesional dan berdedikasi tinggi yang akan mempromosikan pariwisata dan budaya daerah Lampung baik ditingkat lokal, nasional dan Internasional, kegiatan pengembangan SDM di bidang pariwisata antara lain : Pada tahun 2015 ini peserta Pemilihan Muli Mukhanai Provinsi Lampung 2015 berasal dari 13 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, yang berjumlah 56 orang. Dimana rangkaian kegiatan yang mereka ikuti pada ajang pemilihan ini adalah sebagai berikut :

1. Test Tertulis dan Wawancara;

Tes Tertulis dan Wawancara adalah tes awal yang diberikan oleh paniitia penyelenggara dimana pada tes ini diberikan soal-soal yang mencangkup soal tentang budaya Lampung, pariwisata Lampung, soal pengetahuan umum dan bahasa inggris,

(25)

sedangkan tes wawancara tes yang diberikan oleh dewan juri yang meliputi bahasa inggris, bahasa Lampung dan pengetahuan umum.

2. Pembukaan dan Fashion Show;

Pembukaan di laksanakan di Lantai III Mall Kartini-Bandar Lampung dihadiri oleh para tamu undangan dan masyarakat umum yang dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung. Dalam rangkaian acara pembukaan terdapat Fashion Show yang menampilkan seluruh peserta dengan menggunakan pakain Batik Lampung dan dinilai oleh 3 dewan juri dimana penilaiannya meliputi keserasian pakaian dan cara berkomunikasi.

3. Pembekalan, Beauty Class

Materi pembekalan seputar Pariwisata, Budaya daerah Lampung dan Nasional, kepribadian dan tentang Tata Pemerintahan Provinsi Lampung. Juga menjadi salah satu materi dalam sesi pembekalan tersebut.

Selanjutnya Beauty Class dan Lomba Tata Rias adalah salah satu rangkaian kegiatan Pemilihan Muli Mekhanai Provinsi Lampung 2054 yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kemampuan peserta dalam menyiapkan diri untuk tampil menarik dan rapi dalam setiap kesempatan.

4. Talent Show

Talent show atau acara malam bakat adalah acara pentas bakat dan kemampuan bagi semua finalis muli Mekhanai Lampung tahun 2015 disini peserta di berikan kesempatan untuk menunjukan kemampuan atau talent yang mereka miliki terutama di bidang Seni dan budaya.

5. Grand Final

Malam Grand Final adalah acara puncak pemilihan Muli Mekhanai dan Puteri Pariwisata Lampung tahun 2015. Konsep acara pada malam Grand Final pemilihan Muli Mekhanai dan Puteri Pariwisata Lampung tahun 2015 adalah lomba dan hiburan

 Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pengembangan kemitraan pariwisata dan masyarakat atau komunitas dapat ikut berperan serta dalam pengembangan kepariwisataan, antara lain:

Bentuk nyata peran serta masyarakat/komunitas dalam pengembangan Kemitraan pariwisata, dalam kegiatan ini di wujudkan dalam bentuk kegiatan Jelajah Tahura yang dilaksanakan di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman pada tanggal 31 Oktober 2015.

Jelajah Tahura merupakan sarana untuk menumbuh kembangkan dan meningkatkan rasa bangga terhadap potensi alam dan meningkatkan keperdulian terhadap pengembangan pariwisata sekaligus memupuk persatuan dan kesatuan para generasi muda.

(26)

 Partisipasi pada Karnaval Budaya dalam rangka promosi pesona kekayaan budaya Lampung, antara lain ; Karnaval Budaya dalam Rangka Promosi Pesona Kekayaan Budaya Lampung yang dilaksanakan pada tanggal 16 dan 17 Juli 2015 di Istana Negara Jakarta, setiap tahun mengikuti karnaval dari masing – masing provinsi seluruh indonesia yang mewakili daerah masing-masing untuk tampil dalam rangka Peringatan HUT RI, dan Festival Musik Bambu Nasional di Provinsi Lampung, antara lain : Festival Musik Bambu Nasional ini diadakan seluruh nya di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung, tepatnya dilapangan Perkantoran Kabupaten Pringsewu.

 Promosikan seni budaya Lampung ke Dunia Internasional dan menjadikan Provinsi Lampung menjadi salah satu destinasi tujuan wisatawan mancanegara, Kegiatan Pemberian dukungan penghargaan kerjasama dan fasilitasi di laksanakan di Canbera Australia pada tanggal 13 s.d 14 November 2015 dan di Den Haag Belanda pada acara Tong-tong Fair pada tanggal 2 Juni 2015.

 Pelaksanaan Fasion Show bertujuan agar masyarakat lebih mengenal dan ingin memakai kain batik busana tradisional etnik Lampung. Adapun pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan bertempat Mall Boemi Kedatun pada tanggal 6 November 2015 dan diikuti oleh 25 Designer yang ada di Provinsi Lampung yang diperagakan oleh 50 orang model.

 Pagelaran kolaborasikan dengan instrumen musik nasional, yang melibatkan pelajar dari seluruh Provinsi di Indonesia yang telah di audisi oleh Provinsi perwakilan masinga-masing, sehingga pemuda-pemudi bangsa yang memiliki bakat dan kemampuan olah vocal dan memainkan alat musik yang telah di tentukan sesuai kriteria Kegiatan ini di laksanakan di Cibubur pada tanggal 1 s.d 3 Agustus 2015 bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Perkembangan pariwisata ini menunjukan capaian yang menggembirakan. Tingkat kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara mengalami peningkatan. Hal ini di dukung oleh beragam potensi pariwisata di Provinsi Lampung baik potensi alam, budaya, serta berbagai potensi wisata lainnya. Kondisi ini tentunya memberikan nilai tambah dan daya saing yang semakin kuat baik secara nasional maupun internasional.

Jumlah wisatawan nusantara mengalami peningkatan, begitu pula dengan jumlah wisatawan mancanegara, hal ini menunjukan nilai positif dengan meningkatnya jumlah wisatawan pada tahun 2015.

Hal ini menunjukan bahwa Provinsi Lampung semakina diakui sebagai tujuan destinasi wisata baik di tingkat domestic maupun di skala global. Pertumbuhan pariwisata Provinsi Lampung ini juga didorong peningkatan penyelenggaraan Meeting Conference Exhibitions (MICE) di hotel berbintang di Provinsi Lampung, salah satu factor

(27)

pendukung adalah ketersediaan infrastruktur hotel dan ruang pertemuan lainnya yang semakin meningkat dari sisi kuantitas dan kualitas

Jika dilihat dari pilihan jenis akomodasi yang digunakan, terdapat perbedaan pilihan antara wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara, pilihan ini didasarkan akan kebutuhan atas kenyamanan serta mutu pelayanan, hal ini perlu menjadi perhatian bagi pelaku industri jasa akomodasi untuk senantiasa meningkatkan mutu pelayanan.

Table 3.8. Jumlah tamu wisatawan Nusantara dan Mancanegara berdasarkan jenis akomodasi pada tahun 2015

Hotel Berbintang

BULAN WISATAWAN

TOTAL NUSANTARA MANCANEGARA

Januari 13,930 468 14,398

Februari 16,636 269 16,905

Maret 11,161 396 11,557

April 11,520 392 11,912

Mei 13,844 400 14,244

Juni 11,677 469 12,146

Juli 10,852 246 11,098

Agustus 13,820 451 14,271

September 13,014 385 13,399

Oktober 16,254 378 16,632

November 13,271 385 13,656

Desember 16,754 519 17,273

JUMLAH 162,733 4,758 167,491

Hotel Non Bintang

TAHUN WISATAWAN

TOTAL NUSANTARA MANCANEGARA

Januari 59,283 136 59,419

Februari 64,131 173 64,304

Maret 75,002 135 75,137

April 74,879 253 75,132

Mei 77,066 173 77,239

(28)

Juni 68,384 356 68,740

Juli 64,810 371 65,181

Agustus 74,723 586 75,309

September 71,687 339 72,026

Oktober 78,764 199 78,963

November 70,875 272 71,147

Desember 79,764 686 80,450

JUMLAH 859,368 3,679 863,047

Permasalahan

 Walaupun potensi Provinsi Lampung sangat terbuka dan masih mungkin untuk dikembangkan lagi, namun, salah satu hambatan adalah membangun sinergi antar even-even kepariwisataan dengan pola distribusi dan kalender musim pariwisata.

Terdapat bulan-bulan dimana jumlah wisatawan meningkat seperti liburan sekolah atau liburan hari raya dan akhir/awal tahun. Pengelolaan event kepariwisataan yang disinergikan dengan momentum seperti ini akan bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang lebih banyak lagi.

 Pentingnya sektor pariwisata juga bisa dilihat dari dukungan dan kontribusi masyarakat dalam pengembangan nilai, keagamaan dan kekayaan budaya yang ada.

Namun demikian, upaya-upaya ini masih perlu disinergikan dan mendapatkan dukungan dari pemerintah, seperti dukungan kebijakan dan sarana-prasarana yang akan menjadi enabling environment bagi inisiatif masyarakat dalam pengembangan wisatawan berbasis budaya.

 Seiring peningkatan kunjungan wisatawan, dinilai tingkat pemenuhan kualitas dan kuantitas SDM pariwisata yang profesional belum memadai sesuai dengan jumlah karakteristik wisatawan yang semakin beragam.

Solusi

 Memperluas pilihan wisatawan dengan memperbaharui destinasi wisata termasuk destinasi baru yang beragam.

 Sarana pendukung untuk meningkatkan kepuasan wisatawan, seperti sarana transfortasi, ataupun sarana dan prasarana yang lain.

 Pelembagaan partisipasi masyarakat dan dukungan bagi inisiatif masyarakat dalam pengembangan saran dan destinasi wisata.

(29)

3.3. REALISASI ANGGARAN

Penyerapan anggaran belanja langsung pada tahun 2015 sebesar 95,52 % dari total anggaran yang dialokasikan, jika dilihat dari realisasi anggaran per Program, penyerapan anggaran terbesar pada program Pengembangan Destinasi Pariwisata (97.09%) sedangkan penyerapan terkecil pada program Pengembangan Pemasaran Pariwisata (95.68%). Realisasi anggaran dan target renstra Dinas pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung pada tahun 2015, dapat kita lihat pada table 3.8. berikut :

Table. 3.9. Perbandingan realisasi anggaran dan target RENSTRA pada tahun 2015

No Program Target

Tahun 2015

Realisasi

Tahun 2015 % 1. Pelayanan Adminsitrasi

Perkantoran 2.324.713.650,- 2.384.006.705,- 102.55

2. Peningkatan Sarana dan

Prasarana Aparatur 260.500.000,- 458.610.000,- 176.05 3. Peningkatan Disiplin Aparatur 113.000.000,- 113.000.000,- 100 4. Peningkatan Kapasitas Sumber

Daya Aparatur 100.000.000,- 100.000.000,- 100

5. Pengembangan Pemasaran

Pariwisata 2.095.000.000,- 2.891.127.400,- 138

6. Pengembangan Destinasi

Pariwisata 1.300.000.000,- 1.441.017.800,- 110.85

7. Pengembangan Kemitraan 2.095.000.000,- 850.563.250,- 40.60 8. Ekonomi Kreatif Berbasis Seni

dan Budaya 1.800.000.000,- 2.039.560.000,- 113.31

9. Ekonomi Kreatif Berbasis

Media Desain dan Iptek 850.000.000,- 238.165.600,- 28.02 10. Pengembangan Kapasitas

Sumber Daya Manusia 338.900.000,- 748.897.500,- 220.98 Jumlah 11.277.113.650,- 11.264.948.255,- 99.89

Efisiensi anggaran menunjukan bagaimana sasaran dengan indikator yang dirumuskan telah berhasil dicapai dengan memanfaatkan sumber daya/input tertentu. Semakin tinggi jumlah sumber daya yang dikeluarkan untuk mencapai keluaran tertentu, maka efisiensinya akan semakin rendah. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah sumber daya yang dihabiskan untuk mencapai sasaran, maka efisiensi anggaran akan semakin tinggi.

Pencapaian kinerja dan anggaran pada tahun 2015 secara umum menunjukan tingkat efisiensi anggaran yang sangat tinggi. Hal ini bisa dilihat bahwa mayoritas dari seluruh sasaran menunjukan realisasi anggarannya lebih kecil daripada realisasi kinerjanya. Ini

Gambar

Tabel 2.2. Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja
Tabel  2.3.  Rencana  Belanja  Dinas  Pariwisata  dan  Ekonomi  Kreatif  Provinsi  Lampung Tahun Anggaran 2015
Tabel 3.1 Skala Nilai Peringkat Kinerja  No  Interval Nilai Realisasi
Tabel  3.2.  Pencapaian  Indikator  Kinerja  Utama  Dinas  Pariwisata  dan  Ekonomi  Kreatif Provinsi Lampung Tahun 2015
+6

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelayanan Informasi Publik di Lingkungan

Sistem Informasi Tata Ruang Provinsi Lampung KATA PENGANTAR Manual Book Aplikasi SIMTARU Provinsi Lampung ini merupakan buku rujukan bagi aparatur pemerintah untuk melaksanakan

Square (R 2 ) sebesar 0.304 (30,4%) ini menerangkan bahwa efektivitas kerja pegawai pada Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau dapat diterangkan oleh faktor

Dalam struktur perwilayahan perencanaan pariwisata nasional yang tercantum dalam RIPPNAS, Provinsi Lampung termasuk dalam Wilayah B bersama-sama dengan Provinsi Jawa

Jika pemohon datang langsung ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Bagian Pelayanan Informasi yang akan

Berdasarkan uraian tersebut diketahui bahwa: (1) seharusnya pengolahan terbitan resmi pemerintah di Perpustakaan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Barat lebih

BAB II TINJAUAN UMUM TEMPAT PRAKTIK KERJA LAPANGAN 2.1 Tugas,Fungsi dan Struktur Dinas Pariwisata Provinsi Lampung Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 4 Tahun 2014

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung belum memiliki forum kolaborasi penta helix dalam upaya pengembangan desa wisata Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi