POTENSI INDUSTRI KELAPA SAWIT
Kurniadi Patriawan Wakil Direktur Utama
PT Nusantara Sawit Sejahtera
This work is attributed to Teguh Patriawan
SYARAT TUMBUH KELAPA SAWIT
1. Daerah Tropika basah 120 L.U - 120 L.S dari pantai sampai 400 meter D.P.L
2. Curah hujan > 2.000 mm per tahun, merata sepanjang tahun 3. Temperatur optimum 240 C – 280 C
4. Penyinaran matahari 6 jam per hari, merata sepanjang tahun 5. Lembab udara 80%-90%
6. Sebaiknya pada kelerengan < 120 atau 21% (untuk memenuhi kriteria panen)
7. Keasaman tanah optimal 5,0 – 5,5 8. Permukaan air tanah dibawah 50 cm
9. Hara tanah yang kaya untuk produksi tinggi (bisa disubstitusi dengan pupuk).
Kondisi geografis dan iklim Indonesia sangat sesuai dengan syarat tumbuh tersebut diatas.
KARAKTERISTIK BISNIS KELAPA SAWIT
1. Murni Investasi❖ Menanam dulu baru panen
❖ Memanen hasil apa yang ditanam
❖ Tanaman baru menghasilkan pada tahun ke 4, sehingga selama 5 tahun pertama tanpa penghasilan
2. Padat Tenaga
❖ Penyerapan tenaga kerja langsung 0,2 tenaga kerja per hektar kebun tertanam.
❖ Ditambah dengan tenaga kerja Pabrik Pengolahan, Transportasi, Kontraktor, dan sektor informal lainnya sebesar 0,3 tenaga kerja per hektar kebun tertanam (tidak langsung).
3. Padat Modal
❖ Investasi tanaman s/d menghasilkan Rp. 80 – Rp. 90 juta per hektar
❖ Di luar pembangunan PKS dan Bulking Station
4. Hanya layak pada lahan yang murah, karena itu sesuai sebagai proyek pioner di daerah terpencil.
5. Pada umumnya membangun prasarana dan sarana sendiri karena berada di daerah terpencil
❖ Komunikasi
❖ Jaringan jalan dalam kebun
❖ Fasilitas perumahan Karyawan / Staff
❖ Kadang-kadang membangun pelabuhan / dermaga sendiri
6. Menggunakan sumber daya lokal dengan import contain kecil tetapi menghasilkan komoditi ekspor
Unsur yang penting adalah :
❖ Tanah
❖ Air
❖ Matahari
❖ Tenaga Kerja
❖ Pupuk
Diperkirakan 40% dari investasi / biaya pembangunan kebun, terserap oleh usaha/tenaga kerja lokal.
7. Komoditi internasional yang fluktuasi harganya sangat dipengaruhi oleh kondisi internasional
8. Return on Investment proyek cukup lama berkisar ±12 tahun.
Produksi Minyak Nabati Dunia
PERBANDINGAN PRODUK SEMBILAN MINYAK NABATI UTAMA DUNIA 1960 dan 2020 (000 Ton)
Sumber : Oil World Annual 2021 (Diolah)
PALM OIL+PALMKERN OIL;
1.685
SOYABEAN OIL; 3.300
RAPESEED OIL; 1.099
SUNFLOWER OIL; 1.788 COTTON OIL; 2.325
GROUNDNUT OIL;
2.587 COCONUT OIL; 1.949
OLIVE OIL;
1.339
16.072.000 1960
PALM OIL+PALMKERN OIL; 82.036
SOYABEAN OIL;
58.646 RAPESEED OIL;
25.358 SUNFLOWER OIL;
21.300 COTTON OIL;
4.612
GROUNDNUT OIL;
4.198
COCONUT OIL;
2.608 OLIVE OIL;
3.443
202.200.000 2020
TP
*) Gabungan Produksi CPO dan Palm Kernel Oil
Sumber: Oil World Annual 2010 - Vol.1 - up to 2009/10, Oil World Annual 2011 – 2021 (Diolah)
129.257 32.567
31.688 28.070
28.923 23.925 9.131
9.147 3.558 1.088
58.646 25.358
4.612
21.300 4.198
82.036 2.608
897 820 889
- 10.000 20.000 30.000 40.000 50.000 60.000 70.000 80.000 90.000 100.000 110.000 120.000 130.000 140.000
SOYBEANS RAPESEED COTTONSEED SUNFLOWERSEED GROUNDNUTS PALMOIL *) COPRA SESAMESEED LINSEED CASTORSEED
PRODUKSI (000 TON) LUAS TANAMAN (000 Ha)
Perbandingan Luas Tanaman & Produksi Minyak Nabati Dunia (2020)
Sumber: Oil World Annual 2021 - Vol.1
0,42
0,78
0,13
0,68
0,14 0,33
3,10
0,29
0,10 0,23
0,82
- 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50 3,00 3,50
PRODUKSI MINYAK PER HEKTAR
Ton/Ha
Sumber: Oil World Annual 2021 - Vol.1
MINYAK NABATI LUAS (HA)
1.Soybeans 129.257.000 2.Rapeseed 32.567.000 3.Cottonseed 31.688.000 4.Sunflowerseed 28.070.000 5.Groundnuts 28.923.000 6.Oil Palm 23.925.000 7.Copra 9.131.000 8.Sesameseed 9.147.000 9.Linseed 3.558.000 10. Castorseed 1.088.000
Lahan untuk Minyak Nabati
(Tahun 2020)
Konsumen
Minyak dan Lemak
Dunia
TP
KESEIMBANGAN SUPPLY DUNIA 17 JENIS MINYAK&LEMAK 2000-2020 (000 Ton)
Sumber : Oil World Annual 2021 (Diolah)
OILS & FATS 2000 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020
OPENING STOCKS 14.651 14.785 16.348 17.791 18.271 19.658 20.903 22.377 25.747 29.841 29.531 31.174 33.326 27.688 31.225 33.954 32.668 PRODUCTION 114.757 141.090 149.999 154.200 160.093 165.319 172.595 180.324 188.468 192.036 202.023 207.567 206.029 222.538 234.255 236.820 236.554 IMPORTS 35.682 50.955 56.355 57.836 61.472 64.091 66.724 68.403 73.317 75.628 77.417 83.062 80.521 87.024 89.368 98.129 95.884 EXPORTS 35.934 51.163 57.542 58.224 60.799 64.036 66.518 68.851 72.917 75.539 77.487 84.172 80.419 87.287 90.395 98.196 96.493 DISAPPEARANCE 113.432 139.319 147.369 153.373 159.390 164.129 171.327 176.506 184.774 192.435 200.310 204.318 211.769 219.354 230.408 238.039 237.492 CLOSING STOCKS 15.724 16.348 17.791 18.230 19.648 20.903 22.377 25.747 29.841 29.531 31.174 33.326 27.688 31.225 33.954 32.668 31.121
World Population (in
million) 6.089 6.514 6.593 6.673 6.754 6.874 6.958 7.043 7.128 7.213 7.298 7.383 7.467 7.550 7.631 7.713 7.795
TP
CATATAN
1. Dari data konsumsi minyak dan lemak tahun 2000 – 2020, terdapat peningkatan konsumsi tahunan sebesar lebih dari 6 juta ton per tahun.
2. Keunggulan minyak sawit dibanding dengan minyak nabati lain adalah produktivitas yang tinggi dan hemat pemakaian lahan, sehingga berpeluang untuk mengisi tambahan permintaan dunia akan minyak nabati dan lemak yang setiap tahunnya berkisar 6 juta ton.
3. Bilamana minyak sawit terhambat pengembangannya, maka tambahan permintaan dunia akan minyak nabati dan lemak dengan sendirinya harus dipenuhi dari negara-negara subtropis.
Dengan kata lain, lahan yang diperlukan akan lebih luas dan carbon emisi yang dihasilkan akan lebih tinggi.
4. Akankah peluang ini menjadi tantangan buat Indonesia?
Prediksi USDA akan konsumsi
minyak nabati dunia
Source : USDA, U.S. Census Bereau, International Database, Internal Estimates
Average Yearly Oil Consumption Growth Assumption
TP
❖ Lebih kurang 6 juta tenaga kerja yang terlibat secara langsung dalam kegiatan perkebunan dan pengolahan.
❖ Lebih kurang 5 juta tenaga kerja tambahan di luar kebun.
❖ Data Kemenaker per 2020 menunjukkan industri kelapa sawit dari hulu ke hilir berkontribusi menciptakan 16 juta lapangan kerja di Indonesia
❖ Menciptakan kegiatan ekonomi kecil dalam bentuk kebun plasma dan petani kecil.
❖ Menghasilkan devisa > USD 20 milyar setiap tahun dari ekspor CPO dan turunannya.
❖ Sebagai penggerak ekonomi di daerah terpencil.
❖ Untuk masa mendatang, kayu sawit memiliki potensi yang cukup besar sebagai bahan baku kayu, meskipun harus melalui treatment tertentu.
❖ Memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditi penghasil produksi hilir yang sangat luas yang mencakup kebutuhan dari konsumsi sampai dengan energi.
KONTRIBUSI EKONOMI
TP
KONTRIBUSI LINGKUNGAN
❖ Minyak kelapa sawit merupakan minyak nabati yang paling hemat akan penggunaan lahan, produktifitas 8~10 kali dibanding dengan
minyak nabati lainnya.
❖ Memiliki potensi sebagai tanaman untuk
reboisasi lahan-lahan terbuka dan terlantar yang tidak memiliki nilai ekonomi (potensi kayu) dan nilai konservasi.
❖ Beberapa peneliti menyatakan, per hektar kebun sawit menyerap ± 36,5 ton bahan kering
dibanding dengan hutan tropis yang menyerap
hanya ± 25,7 ton.
TP
❖ Manfaat minyak sawit sebagai
energi yang
terbarukan
danramah lingkungan
dibanding dengan sumber energi dari bahan bakar fosil, akan memposisikan minyak sawit menjadi komoditi yang sangat strategis di kemudian hari.❖ Dalam proses pengolahan, limbah padat maupun cair
dapat dimanfaatkan menjadi sumber
tenaga listrik
dansubstitusi pupuk
, sehingga tidak terjadi pencemaran terhadap lingkungan.TP
1 Minyak Goreng Shortening Methyl Esters 2 Margarine Cocoa Butter Substitute Plastic
3 Shortening Specialty Fats Textile Processing
4 Vanaspati (Vegetable Ghee) Ice Cream Metal Processing 5 Ice Creams Coffee Whitener / Cream Lubricants
6 Bakery Fats Sugar Confectionary Emulsifiers 7 Instant Noodle Biscuit Cream Fats Detergent
8 Sabun dan Detergent Filled Mild Glicerine
9 Cocoa Butter Extender Imitation Cream Cosmetic
10 Chocolate dan Coatings Sabun Explosives
11 Speciality Fats Detergent Pharmaceutical Product
12 Dry Soap Mixes Shampoo Food Protective Coating
13 Sugar Confectionary Kosmetik 14 Biscuit Cream Fats
15 Filled Milk 16 Lubrications 17 Textiles Oils 18 Bio Diesel
Produk Turunan Minyak Inti Sawit
Produk Turunan CPO
Produk Turunan Oleochemicals Kelapa
Sawit
PRODUK TURUNAN KELAPA SAWIT
TP
Janjang Kosong 22-24%
Effluent 0,65m3/Ton TBS Shell 5 – 6 %
Palm Kernel 5 – 6%
Crude Oil 21 – 25%
PABRIK KELAPA SAWIT
TANDAN BUAH SEGAR
Fiber 12-15%
TP