• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keabsahan Akta Notaris Yang Menggunakan Cyber Notary Sebagai Akta Otentik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Keabsahan Akta Notaris Yang Menggunakan Cyber Notary Sebagai Akta Otentik"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Dalam Pasal 31 ayat (1) dan (2) Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M.02.PR.08.10 Tahun 2004, ditemukan pengaturan bahwa Majelis Pemeriksa

Dari putusan Judex Factie dan putusan Judex Yuris tersebut dapat disimpulkan bahwa Notaris sebagai pejabat umum selain berwenang membuat akta otentik juga dibebani

Partijk : Akta yang dibuat dihadapan pejabat yang diberi wewenang untuk itu, adalah akta dengan mana pejabat menerangkan juga apa yang dilihat serta dilakukannya, dibuat oleh

Dari pemikiran Pitlo yang dialihbahasakan oleh M.Isa Arief tersebut menunjukkan bahwa apa saja yang tercantum dalam sutau benda, asalkan mengandung pesan atau buah pikiran yang

Wewenang dari MPD diatur dalam Pasal 66, Pasal 70 dan Pasal 71 UUJN dan juga dalam Pasal 13 ayat (1) dan (2) Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia

Merupakan alat bukti yang sempurna sebagaimana dimaksud dalam pasal 1870 Kitab Undang-undang Hukum Perdata, ia memberikan diantara para pihak termasuk para ahli

1. Isi Pasal-pasal tertentu yang menegaskan secara langsung jika notaris melakukan pelanggaran, maka akta yang bersangkutan akan mempunyai kekuatan pembuktian

Dari pemikiran Pitlo yang dialihbahasakan oleh M.Isa Arief tersebut menunjukkan bahwa apa saja yang tercantum dalam sutau benda, asalkan mengandung pesan atau buah pikiran yang