Keabsahan Akta Notaris Yang Menggunakan Cyber Notary Sebagai Akta Otentik
Teks penuh
Dokumen terkait
Dalam Pasal 31 ayat (1) dan (2) Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M.02.PR.08.10 Tahun 2004, ditemukan pengaturan bahwa Majelis Pemeriksa
Dari putusan Judex Factie dan putusan Judex Yuris tersebut dapat disimpulkan bahwa Notaris sebagai pejabat umum selain berwenang membuat akta otentik juga dibebani
Partijk : Akta yang dibuat dihadapan pejabat yang diberi wewenang untuk itu, adalah akta dengan mana pejabat menerangkan juga apa yang dilihat serta dilakukannya, dibuat oleh
Dari pemikiran Pitlo yang dialihbahasakan oleh M.Isa Arief tersebut menunjukkan bahwa apa saja yang tercantum dalam sutau benda, asalkan mengandung pesan atau buah pikiran yang
Wewenang dari MPD diatur dalam Pasal 66, Pasal 70 dan Pasal 71 UUJN dan juga dalam Pasal 13 ayat (1) dan (2) Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Merupakan alat bukti yang sempurna sebagaimana dimaksud dalam pasal 1870 Kitab Undang-undang Hukum Perdata, ia memberikan diantara para pihak termasuk para ahli
1. Isi Pasal-pasal tertentu yang menegaskan secara langsung jika notaris melakukan pelanggaran, maka akta yang bersangkutan akan mempunyai kekuatan pembuktian
Dari pemikiran Pitlo yang dialihbahasakan oleh M.Isa Arief tersebut menunjukkan bahwa apa saja yang tercantum dalam sutau benda, asalkan mengandung pesan atau buah pikiran yang