GIZI dan KIA di Puskesmas
1. Anwar 4. Sri Yanti Malik
2. Peryent Ba’ru 5. Muliati Aras 3. A.Muh.Akbar Jaya 6. Yenni
Pembimbing
Prof. Dr H Veni Hadju, M.Sc, Ph.D
PENDAHULUAN
• Program Kesehatan Ibu dan anak (KIA) adalah
tercapainya kemampuan hidup sehat melalui peningkatan
derajat kesehatan yang optimal, bagi ibu dan keluarganya
untuk menuju Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera
(NKKBS) serta meningkatnya derajat kesehatan anak
untuk menjamin proses tumbuh kembang optimal yang
merupakan landasan bagi peningkatan kualitas manusia
seutuhnya.
METODE PELAKSANAAN
Metode wawancara/interview juga merupakan proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara Tanya jawab sambil bertatap muka antara
pewawancara dengan responden/ orang yang di wawancarai
KARAKTERISTIK PUSKESMAS
Sub Materi
PKM WARA
UTARA PKM PADANG
LAMBE PKM SULI
Terletak di kecamatan bara Kota Palopo. . Luas
puskesmas wara utara adalah 848 m2. Wilayah kerja merupakan daerah
perkotaan tiap kelurahan dapat dijangkau dengan kendaraan roda 2 atau
atau roda 4
Terletak di Kecamatan Wara Barat Kota Palopo yang jaraknya kurang lebih
20 Km dari pusat Pemerintahan Kota Palopodengan luas Wilayah
18,1 KM Persegi
terletak di jl.poros palopo – makassar,
desa suli kecematan suli,
kab.luwu, letak puskesmas ini berada di ibu kota
kecmatan
MASALAH GIZI DAN KIA
PKM WARA UTARA
• Masalah status gizi (stunting dan wasting)
• Cakupan
pelayanan anak baru lahir usia 0-28 hari yang belum maksimal
• Cakupan
pertolongan persalinan di tenaga medis masih belum maksimal
PKM PADANG LAMBE
• masalah status gizi anak
• pemberian ASI ekslusif
• kunjungan K1- K4 yang belum maksimal
• cakupan imunisasi
PKM SULI
• Masalah gizi : Status Gizi, ibu hamil Anemia dan KEK, BBLR, Balita Kurus
• Masalah KIA:
Kunjungan Ibu Hamil,
persalinan, pengukuran berat badan lahir usia 0-28 hari,
pengukuran
Balita
JENIS PROGRAM GIZI DAN KIA DI PUSKESMAS
Kesehatan Ibu
Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil sesuai standar (K4) ( 88
%)
Cakupan Ibu Bersalin yang mendapatkan Pertolongan Persalinan oleh tenaga kesehatan di Fasilitas Kesehatan sesuai standar ( 88 %)
Cakupan Desa Melaksanakan Kelas Ibu hamil (50%) Kesehatan Bayi
Cakupan Bayi Baru lahir usia 0-28 hari yang mendapatkan pelayanan sesuai standar (KN Lengkap) (90%)
Cakupan Kunjungan bayi sesuai standar (95% )
Kesehatan Balita
Cakupan Pelayanan Anak Balita ( 77 % )
Cakupan Pelayanan Kesehatan anak Balita Sakit yang dilayani MTBS (100%)
Kesehatan Anak Usia sekolah dan Remaja
Cakupan Peserta Didik kelas 1 yang mendapat penjaringan Kesehatan (100%)
Jumlah Sekolah Dasar (SD/MI/SDLB) yang dilakukan penjaringan kesehatan bagi peserta didik kelas 1 (100%)
JENIS PROGRAM GIZI DAN KIA DI PUSKESMAS
• Program inovasi
PKM Suli : Luwu Macenning ( Melawan dan Mencegah Stunting)
kelas IMUT (ibu hamil periksa mulut dan gigi)
PKM padang Lambe : Kelas Rematri
Hasil dan Capaian Program- periode september2022
No Kegiatan PKM
Wara Utara
Padan PKM lambe g
PKM Suli
III KESEHATAN KELUARGA 81,40 71,86
A Kesehatan Ibu 78,4 74,12
1. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil sesuai standar (K4) ( 88
%) 63 51,9 60,05
2. Cakupan Ibu Bersalin yang mendapatkan Pertolongan Persalinan oleh tenaga kesehatan di Fasilitas Kesehatan sesuai standar ( 88 %)
71 52,6 62,32
3. Cakupan Desa Melaksanakan Kelas Ibu hamil (50%) 100 100 100
B Kesehatan Bayi 70,40 59,66
1 Cakupan Bayi Baru lahir usia 0-28 hari yang mendapatkan
pelayanan sesuai standar (KN Lengkap) (90%) 70,0 59 60,34
2 Cakupan Kunjungan bayi sesuai standar (95% ) 70,8 80,2 58,99
C Kesehatan Balita 85,72 59,66
1 Cakupan Pelayanan Anak Balita ( 77 % ) 71,4 60,3 60,34
2 Cakupan Pelayanan Kesehatan anak Balita Sakit yang
dilayani MTBS (100%) 100 100 58,99
D Kesehatan Anak Usia sekolah dan Remaja 89,16 69,70
Cakupan Peserta Didik kelas 1 yang mendapat penjaringan
Kesehatan (100%) 88,3 87 39,40
Jumlah Sekolah Dasar (SD/MI/SDLB) yang dilakukan
penjaringan kesehatan bagi peserta didik kelas 1 (100%) 90,0 60 100
No Kegiatan PKM
Wara Utara
PKM Padan
g lambe
PKM
Suli
PEMBAHASAN
AKIBAT MAL NUTRISI
Gizi salah berpengaruh negatif terhadap perkembangan mental, perkembangan fisik, produktivitas, dan kesanggupan kerja manusia.
Gizi salah yang diderita pada masa periode dalam kandungan dan periode anak-anak, menghambat kecerdasan anak.
04
PENANGGULANGAN MASALAH GIZIPeningkatan usaha perbaikan gizi
keluarga (UPGK), peningkatan upaya keamanan pangan dan gizi melalui Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG), Peningkatan komunikasi, informasi, dan edukasi di bidang pangan dan gizi masyarakat, Intervensi langsung kepada sasaran melalui pemberian makanan tambahan (PMT), distribusi kapsul vitamin A dosis tinggi, tablet dan sirup besi serta kapsul minyak beriodium
04
PENILAIAN STATUS GIZI Penilaian status gizi secara langsung dapat dibagi
menjadi empat penilaian yaitu antropometri, klinis, biokimia dan
05 STATUS GIZI
Status gizi yang baik diperlukan untuk mempertahankan derajat kebugaran dan kesehatan, membantu pertumbuhan bagi anak, serta menunjang pembinaan prestasi olahragawan. Status gizi ini menjadi penting karena merupakan salah satu faktor risiko untuk terjadinya kesakitan atau kematian.
01
INDIKATOR STATUS GIZI Indikator status gizi yaitu tanda-tanda yang dapat memberikan gambaran tentang keadaan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi oleh tubuh. Indikator status gizi umumnya secara langsung dapat terlihat dari kondisi fisik atau kondisi luar seseorang
02
03
1. Banyak hal yang harus diperkuat mulai dari ketersediaan data dan informasi secara
periodik untuk dapat digunakan dalam
perencanaan program yang benar dan efektif.
2. Melakukan penanggulangan program perbaikan gizi dan kesehatan yang bersifat preventif untuk jangka panjang, sementara kuratif dapat diberikan pada kelompok
masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
3. Melakukan strategi program khusus untuk penanggulangan kemiskinan
4. Secara bertahap melakukan peningkatan pendidikan, strategi ini merupakan strategi jangka panjang yang dapat mengangkat Indonesia dari berbagai masalah gizi dan kesehatan