• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peta konsep Ekologi Biogeografi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peta konsep Ekologi Biogeografi"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

 

Ekologi Biogeografi

Pola sebaran tumbuhan dan hewan dari sudut pandang kebutuhan fisiologisnya.

1. KEBUTUHAN AIR

Tumbuhan dan hewan beradaptasi untuk menghadapi kondisi air yang melimpah atau kondisi air yang sedikit.

Adaptasi tumbuhan -kaktus prickly pear,tumbuhan succulentspadang pasir, menyimpan air di dalam batangnya yang tebal dan berdaging untuk digunakan pada musim tanpa hujan.

Adaptasi hewan -bunglon Namaqua, gurun Kalahari, Afrika bagian selatan. Spesies tersebut mengubah warna kulitnya untuk mengatur suhu tubuh, dan mengubah kembali warnanya saat pagi hari untuk menyerap sinar matahari dan warna kelabu terang agar dapat memantulkan warna tersebut saat siang hari.

2. SUHU

Suhu memengaruhi proses-proses fisiologi yang terjadi pada jaringan tumbuhan dan hewan. Iklim yang lebih hangat membutuhkan adaptasi untuk mendinginkan suhu tubuh.

Contoh pada kelelawar cokelat melakukan hibernasi bersama-sama. Suhu tubuh menurun, detak jantung melambat. Hewan tersebut dapat bertahan hidup selama 6 bukan dalam keadaan tersebut.

Rambut dan lemak tubuh yang tebal yang dimiliki beruang cokelat alaska, menyebabkan beruang tersebut memiliki suhu tubuh yang konstan.

3. FAKTOR IKLIM LAINNYA

Faktor-faktor ekologi lainnya yang memengaruhi pola distribusi tumbuhan dan hewan meliputi:

 Intensitas cahaya

 Lamanya siang hari

 Lamanya musim pertumbuhan

 Intensitas dan durasi angin

Contoh :

Cow parsnipmenyukai naungan di Gunung Hood, National Forest, Oregon

4. FAKTOR GEOMORFIK (bentuk lahan)

yang memengaruhi sebaran tumbuhan dan hewan meliputi:

 Kemiringan lereng

 Aspeklereng

Relief

Contoh :

Lerengyang lebih lembap dan menghadap kearah utara mendukung hutan terbukapiñonpine

danjuniper.

Lereng yang kering dan menghadap arah selatan mendukung semak xerofitik.

5. FAKTOR EDAFIK

Faktor edafik (tanah) meliputi:

 Ukuran partikel tanah

 Ukuran materi organik di tanah

 Jumlah materi organik

 Sifat dari materi organik

Tanah berpasir menyimpan sedikit air

Tanah dengan lanau dan lempung menyimpan air lebih banyak

Materi organik dalam jumlah yang tinggi menyediakan lebih banyak nutrisi untuk menghidupi spesies tumbuhan yang lebih banyak.

Biota dapat mengubah kondisi tanah -padang rumput membentuk tanah yang kaya dan subur.

Tanah dapat bervariasi dilokasi yang berbeda, memengaruhi sebaran lokal tumbuhan dan hewan.

6. GANGGUAN

Gangguan adalah proses alamiah dalam ekosistem, dan ekosistem beradaptasi dengannya. Gangguan meliputi:

 kebakaran

 banjir

 angin kencang

7. INTERAKSI DIANTARA JENIS ORGANISME

Contoh : Kawanan singa dan gajah berbagi kolam air. Hewan lain harus menunggu mereka selesai. Ant-eater raksasa menikmati makan siang berupa rayap brazil.

Spesies bereaksi dengan lingkungan fisik sekitarnya bersama dengan spesies lain. Interaksi tersebut dapat menguntungkansetidaknya bagi salah satu spesies, merugikanbagi salah satu atau kedua spesies, atau tidak memberikan efekapapun kepada kedua spesies.

Interaksi merugikan meliputi:

 Kompetisi -terjadi ketika dua spesies membutuhkan sumber daya yang sama yang jumlahnya terbatas

 Predasi -terjadi ketika spesies memangsa spesies lain

 Parasitisme -terjadi ketika spesies memperoleh nutrisi dari spesies lain

 Herbivori -terjadi ketika hewan makan, mereka mengurangi viabilitas dari populasi spesies tumbuhan

 Allelopati -terjadi ketika satu spesies tumbuhan memproduksi racun kimiawi yang menghambat pertumbuhan spesies tumbuhan lain

Interaksi menguntungkan meliputi 3 macam simbiosis.

Kommensalisme-satu spesies diuntungkan sedangkan yang lainnnya tidak untung maupun rugi

Protocooperation-hubungan menguntungkan kedua spesies tetapi tidak penting untuk

kelangsungan hidup keduanya.

http://elibrary.unm.edu/sora/Condor/files/issues/v087n01/p0145-p0147.pdf

Ekologi Suksesi

sebuah ekosistem melewati beberapa tahap untuk sampai ke kondisi klimaks.

•Suksesi primer terjadi pada tanah yang baru terbentuk.

•Suksesi sekunder terjadi ketika gangguan telah menghilangkan atau mengubah komunitas yang ada.

Tahap awal dari suksesi –rumput pantait umbuh di suatu habitat, membentuk batang didalam tanah yang merambat di bawah tanah dan menumbuhkan akar dan daun. Setelah pasir stabil, semak mulai tumbuh, kemudian spesies pohon yang tahan dengan kondisi kering, misalnya

pinesdanhollies, mulai tumbuh.

Suksesi sekunder dapat terjadi setelah gangguan mengubah suatu komunitas yang ada.

Old-field succession, pada ladang yang ditinggalkan, adalah contoh suksesi sekunder

Suksesiautogenic (suksesi yang terjadi tanpa bantuan) dapat dihambat oleh:

 angin

 kebakaran

 banjir

 pembukaanlahanuntukpertanian

 pembalakan

 

Referensi

Dokumen terkait

Tumbuhan membuat makanan- nya sendiri dengan menggunakan air dan zat- zat hara yang terdapat di dalam tanah yang diambil dari tumbuhan lain atau dari hewan seperti serangga..

Minyak atau lemak adalah bahan-bahan yang tidak larut dalam air, yang berasal dari. tumbuh-tumbuhan

Tidak sedikit didapati pula bahwa ada organisme tertentu yang tidak hanya beradaptasi dengan faktor pembatas lingkungan fisik saja, tetapi mereka bisa

menghadapi tugas-tugas seperti itu, siswa sebenarnya dihadapkan pada berbagai sumber belajar yang melimpah yang mungkin relevan atau tidak relevan dengan kebutuhan dan

Oleh sebab itu perlu adanya penjagaan dan perlindungan yang dimaskudkan adalah untuk senantiasanya merawat diri pada setiap makhluk hidup (manusia, hewan,

Energi : suatu bahan yang menyebabkan organisme mempunyai kemampuan untuk melakukan kerja Energi dari matahari  tumbuhan, hewan dan manusia Rantai makanan (food chain)..

membunuhnya. Air hujan yang asam itu juga memasuki air permukaan seperti sungai atau danau dan meracuni tumbuhan serta hewan-hewan air. Sebagian hujan asam itu meresap ke tanah

Menghadapi kondisi tersebut, setiap perusahaan dituntut untuk segera berubah atau melaksanakan transformasi dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang makin kompetitif melalui