• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. dikenal dengan Research and Development (R&D) yang. pemasaran STT Tawangmangu dalam meningkatkan jumlah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. dikenal dengan Research and Development (R&D) yang. pemasaran STT Tawangmangu dalam meningkatkan jumlah"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau yang dikenal dengan Research and Development (R&D) yang dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan strategi pemasaran STT Tawangmangu dalam meningkatkan jumlah mahasiswa baru melalui bauran pemasaran. Sugiyono (2016) berpendapat bahwa metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, menguji kelayakan dan keefektifan dari produk tersebut sehingga menjadi produk yang dapat dimanfaatkan.

Tahap awal yang dilakukan peneliti yaitu menemukan potensi dan masalah di tempat penelitian. Dengan adanya penemuan tersebut maka peneliti melakukan studi literatur dan pengumpulan informasi dari sumber-sumber yang terkait. Peneliti selanjutnya merancang produk yaitu strategi yang dapat menjawab masalah di STT Tawangmangu yang berkaitan dengan jumlah

(2)

76

mahasiswa. Rancangan tersebut harus melalui tahap validasi (diuji secara internal) oleh ahli atau praktisi pemasaran pendidikan.

Selanjutnya, produk tersebut direvisi oleh peneliti berdasarkan saran-saran dari ahli atau praktisi. Di tahap akhir, desain tersebut dibuat menjadi produk awal dalam penelitian ini.

3.2 Prosedur Penelitian dan Pengembangan

Prosedur dalam penelitian dan pengembangan yang digunakan peneliti terdiri dari 10 langkah yang dikemukakan oleh Sugiyono (2016) yang digunakan dalam meneliti dan menguji untuk menciptakan produk yang belum ada. Akan tetapi, perlu diketahui dalam penelitian ini dibatasi sampai pada tahapan revisi produk 1 saja mengingat waktu penelitian yang terbatas. Sehingga, 7 langkah yang dimaksud adalah (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) rancangan produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba terbatas, (7) revisi produk 1. Tahapan tersebut dapat terlihat pada gambar 3.1 sebagai berikut:

(3)

77 Gambar 3. 1

Tahapan Penelitian dan Pengembangan

3.2.1 Potensi dan Masalah

Peneliti akan memulai dengan mengidentifikasi masalah dan menemukan potensi yang akan memberikan nilai tambah.

Peneliti dapat memulai dengan analisis kebutuhan (need assessment) dan juga memahami perbedaan antara fakta atau

kondisi riil dan kondisi yang seharusnya (kondisi ideal). Kondisi riil yang ada di STT Tawangmangu saat ini adalah turunnya calon mahasiswa baru sementara jumlah pendaftar diharapkan melebihi

Uji Coba Produk Desain Produk Validasi Desain

Pengumpulan Data Potensi dan

Masalah

Revisi Desain

Revisi Produk

(4)

78

daya tampung sehingga kampus dapat melakukan tahap seleksi secara ketat dan memperoleh input yang berkualitas.

Potensi dan masalah yang ditemukan di STT Tawangmangu dikaji berdasarkan tujuh unsur bauran pemasaran (marketing mix) yang digunakan sebagai bahan penyusunan rencana strategi. Kemudian potensi dan masalah dapat diidentifikasi dari analisis SWOT. Kekuatan dan peluang dari analisis tersebut merupakan potensi, sementara kelemahan dan ancaman merupakan masalah. Potensi dan masalah diketahui berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.

3.2.2 Studi Literatur dan Pengumpulan Informasi

Pengumpulan berbagai informasi dilakukan sebanyak mungkin terkait yang dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat perencanaan strategi pemasaran yang diharapkan. Studi literatur dilakukan untuk mencari teori tentang strategi yang akan digunakan contohnya seperti dalam penelitian ini menggunakan strategi bauran pemasaran. Tujuan adanya pelaksanaan FGD adalah untuk mengkonfirmasi faktor-faktor internal dan eksternal

(5)

79

kampus yang telah diidentifikasi berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Di dalam proses FGD dilakukan penentuan bobot dan nilai dari setiap hasil identifikasi.

3.2.3 Rancangan Produk

Peneliti membuat rancangan produk berdasarkan studi literatur dan pengumpulan informasi yang telah dilakukan berupa konsep rencana strategis pemasaran di STT Tawangmangu.

Rencana strategis ini belum teruji oleh para pakar sehingga belum diketahui kelemahan atau kekurangannya, sehingga pada tahap selanjutnya dibutuhkan uji validasi oleh pakar atau ahli dalam bidang pemasaran dan jasa pendidikan. Peneliti menguji rancangan strategi yang telah disusun dengan pakar yang memang ahli di bidang pengembangan produk dan pembuatan strategi pemasaran.

3.2.4 Validasi Desain

Rancangan produk yang telah dikembangkan akan dinilai oleh validator dengan menggunakan lembar penilaian dalam bentuk angket. Tujuan dari tahap validasi desain produk ini adalah untuk menilai kelayakan produk strategi yang dikembangkan oleh

(6)

80

peneliti. Validator yang merupakan ahli atau pakar dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 3.1 sebagai berikut:

Tabel 3. 1

Daftar Validator Rancangan Produk No Nama Validator Bidang

Keahlian

Keterangan

1 Dr.Yari

Dwikurnaningsih, M.Pd

Ahli

Pengembangan Produk

Dosen PPs Magister Administrasi Pendidikan 2 Dr. Ade Iriani,

M.M

Ahli

Perencanaan Strategi

Dosen PPs Magister Administrasi Pendidikan 3 Dr. Agus Sugiarto,

M.M

Ahli Pemasaran Pendidikan

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

4 Dr. Kalis Stevanus, M.Th

Praktisi Pendidikan

Ketua STT Tawangmangu

Hasil penilaian terhadap seluruh pernyataan diukur dengan mengacu pada skala Likert (1932). Penggunaan skala Likert menurut Sugiyono (2013:132) adalah untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Prinsip utamanya adalah menentukan lokasi kedudukan seseorang dalam suatu kontinum sikap terhadap objek

(7)

81

sikap mulai dari sangat negatif sampai dengan ukuran yang sangat positif.

Angket yang disusun dalam penelitian ini berisi kurang lebih pernyataan yang di dalamnya meminta validator untuk memberikan tanda checklist (√) pada kolom skala penilaian yang tersedia. Jawaban validator pada setiap butir pernyataan diberikan skor skala 1-5, yaitu 5 (sangat sesuai), 4 (sesuai), 3 (cukup sesuai), 2 (kurang sesuai), dan 1 (sangat kurang sesuai).

Kelayakan produk dapat dilakukan dengan dua langkah yaitu dengan menghitung persentase skor hasil penilaian pada setiap pernyataan dan menghitung skor rata-rata dari hasil penilaian ahli atau pakar. Masing-masing langkah tersebut dihitung dengan menggunakan dua rumus di bawah ini yang diadaptasi dari Ernawati dan Sukardiyono (2017:207). Rumus untuk menghitung persentase skor hasil penilaian pada setiap pernyataannya sebagai berikut:

(8)

82

Skor maksimum pada rumus (1) sama dengan skor skala tertinggi yaitu lima (5). Sementara rumus menghitung skor rata-rata dari hasil penilaian validator sebagai berikut:

Keterangan:

𝑥̅ : skor rata-rata 𝑛 : jumlah penilai

∑ 𝑥 : skor total masing-masing pernyataan

Skor rata-rata (%) yang diperoleh selanjutnya ditentukan kategori kelayakan berdasarkan kriteria (Arikunto, 2009:35) sebagai berikut:

Tabel 3. 2

Kriteria Kelayakan Rancangan Produk Strategi

(9)

83 3.2.5 Revisi Desain

Revisi desain merupakan tahapan yang dilakukan untuk memperbaiki kelemahan atau kekurangan yang ditemukan berdasarkan hasil validasi desain produk. Dalam penelitian ini, saran dan masukan yang diberikan oleh validator dijadikan sebagai bahan revisi desain produk. Strategi bauran pemasaran dalam meningkatkan jumlah mahasiswa di STT Tawangmangu sebagai desain produk akan dikembangkan lebih lanjut sesuai saran dan masukan dari validator diuji coba secara terbatas pada langkah selanjutnya.

3.2.6 Uji Coba Terbatas

Strategi pemasaran yang telah divalidasi dan direvisi selanjutnya dapat diujicoba secara terbatas yang dilakukan dengan FGD. Berdasarkan hasil uji coba terbatas maka akan dapat diketahui beberapa kelemahan atau produk belum memenuhi spesifikasi produk yang ditetapkan. Pengujian secara terbatas yang dilakukan dalam penelitian ini, dilakukan untuk mengetahui bentuk produk, proses kerja, kemungkinan respons subjek yang

(10)

84

dikenai produk tersebut. Dalam memperoleh data tersebut digunakan metode kualitatif karena data hasil penelitian kualitatif dianalisis secara kualitatif (Sugiyono, 2016:477-478).

3.2.7 Revisi Produk 1

Tahap yang terakhir pada penelitian ini adalah revisi produk 1. Masukan yang diberikan dari stakeholder sebagai subjek uji coba dari hasil pengujian terhadap produk strategi secara terbatas, dijadikan sebagai masukan dalam revisi produk. Hasil reviasi tersebut kemudian dibukukan dan diberikan kepada Ketua STT Tawangmangu sebagai panduan dalam manajemen pemasaran di kampus dalam meningkatkan jumlah mahasiswa.

3.3 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di STT Tawangmangu yang berada di Kabupaten Karanganyar, Kecamatan Tawangmangu tepatnya di Desa Kalisoro. Penelitian dilakukan berlangsung terhitung dari bulan Oktober 2021 hingga Juni 2022. Alasan pemilihan STT Tawangmangu sebagai tempat penelitian karena adanya persoalan jumlah pendaftaran mahasiswa baru yang cenderung fluktuatif

(11)

85

padahal STT Tawangmangu memiliki potensi dari segi mutu dan citra yang baik di mata masyarakat, serta mendapatkan dukungan yang kuat dari para pemangku kepentingan. Menurunnya jumlah pendaftar berkaitan dengan permasalahan pemasaran yang kurang efektif di STT Tawangmangu sehingga diperlukan sebuah rumusan strategi pemasaran untuk mengatasi masalah tersebut.

3.4. Desain Uji Coba Produk 3.4.1. Desain Uji Coba

Uji coba yang dilakukan bertujuan untuk memastikan apakah produk telah layak digunakan dalam mencapai sasaran atau tujuan serta kesesuaian dengan pengguna dalam manangani permasalah pemasaran di STT Tawangmangu. Uji coba dilakukan melalui dua tahap yaitu uji ahli dan uji pengguna. Adapun tahapn uji produk secara terperinci dapat dilihat dapat tabel di bawah ini.

(12)

86 Tabel 3. 3

Tahapan Uji Coba Produk Tahanan

Uji Coba

Jumlah Subjek Uji Coba

Karakteristik Subjek Uji

Coba

Instrumen Uji Coba

Hasil Uji Coba

Uji Ahli 4 Orang 2 Dosen Magister Administrasi Pendidikan, 1 dosen ahli pemasaran, dan ketua STT Tawangmangu

Kusioner penilaian kelayakan produk

Draft revisi produk strategi

Uji Pengguna

14 orang Ketua, 3 Wakil Ketua, 2 Kepala Program Studi, 1 Biro Administrasi, 1 kepala LPMI, 1 kepala LPPM, 1 kepala perpustakaan, 1 staf bagian pusat data,1 staf forlap dikti, 1 staf keasramaan, dan 1 dosen

Pedoman FGD

Persepsi kampus tentang estimasi keberhasilan produk di masa yang akan datang

(13)

87 3.4.2. Subjek Uji Coba

Uji coba produk dilakukan dengan melibatkan subjek ahli dan subjek pengguna. Subjek ahli yang dilibatkan untuk melakukan validasi desain produk yang telah dibuat yaitu pakar pembuatan strategi, pakar pengembangan produk pendidikan, dan praktisi pendidikan. Sementara subjek pengguna yang dilibatkan di dalam uji coba produk adalah tanaga pendidik dan tenaga kependidikan di STT Tawangmangu. Pemilihan subjek didasarkan pada pertimbangkan bahwa pihak-pihak yang bersangkutan dapat menjadi sumber data penelitian yang dibutuhkan secara objektif dan sebenarnya (representatif).

3.5 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data meliputi studi dokumentasi, observasi, dan wawancara mendalam termasuk FGD. Berikut ini peneliti memaparkan teknik pengumpulan data untuk keperluan penelitian ini adalah:

a. Observasi atau pengamatan baik terus terang maupun tersamar terhadap kondisi kampus, lingkungan, sarana prasarana dan proses pembelajaran di STT Tawangmangu.

(14)

88

Kegiatan ini dilaksanakan setiap kali peneliti melakukan kunjungan ke kampus.

b. Wawancara, yaitu dengan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan masalah penelitian kepada para informan (ketua, wakil ketua, dan mahasiswa sebagai pengguna jasa).

c. Studi dokumentasi, yaitu dengan mendapatkan salinan data tentang sejarah berdirinya kampus, visi dan misi kampus, struktur organisasi, profil kampus, dokumen perencanaan kampus, program penerimaan mahasiswa baru, laporan kegiatan kampus, laporan penerimaan mahasiswa, dan daftar prestasi mahasiswa. Peneliti mempelajari, mengolah, dan menyajikan sesuai dengan kebutuhan penelitian.

d. Focus Group Discussion (FGD) dilaksanakan 2 kali.

Pertama dilaksanakan bersama stuktural, perwakilan dosen dan perwakilan staf selama dua jam yang membahas analisis SWOT. FGD kedua dilaksanakan bersama peserta yang sama dengan FGD pertama. Peneliti melaksanakan

(15)

89

FGD kedua ini bertujuan untuk memperoleh kritik dan saran terkait rancangan produk yang dikembangkan oleh peneliti dari hasil uji coba.

Tabel 3. 4

Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen penelitian

No Data Sumber

Data

Teknik Pengumpulan

Data

Instrumen 1 Potensi dan

masalah penelitian

1. Seluruh pemangku kepentingan kampus

Observasi, wawancara, dan studi dokumentasi

Pedoman wawancara dan

dokumentasi 2 Profil STT

Tawangmangu

1. Ketua Studi

dokumentasi

Dokumentasi 3 Dokumen

pemasaran kampus

1. Ketua Studi dokumen

Dokumentasi

4 Data penerimaan mahasiswa STT

Tawangmangu dalam 4 tahun terakhir

Ketua dan Biro

Administrasi

Studi

Dokumentasi

Dokumentasi

5 Analisis SWOT

Seluruh pemangku kepentingan

FGD Panduan

FGD

3.6 Teknik Validasi Data

Teknik yang digunakan untuk menjamin keabsahan data serta kedalaman dan kejelasan pemahaman pemasaran pendidikan

(16)

90

dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi. Hal ini dilakukan dengan dua cara sebagai berikut:

1. Triangulasi Teknik. Data mengenai fenomena yang terjadi diperoleh dengan menggunakan varian teknik pengumpulan data yaitu, wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi, dan FGD. Data yang diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan dengan ketua, dosen, dan seluruh pemangku kepentingan dibandingkan dengan perolehan data hasil penelitian yang menggunakan observasi. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan pada bukti fisik melalui studi dokumentasi dan dikonfirmasi melalui kegiatan FGD. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan beberapa teknik ini, kemudian dibandingkan dan disimpulkan sehingga memperoleh data hasil identifikasi akhir mengenai faktor-faktor internal dan eksternal kampus yang dapat dipercaya.

2. Triangulasi Sumber. Dalam melaksanakan hal ini dilakukan dengan cara membandingkan kebenaran suatu fenomena berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai

(17)

91

sumber. Data hasil wawancara yang dilakukan dengan ketua, dibandingkan dengan data dari dosen, dan seluruh pemangku kepentingan. Data dari masing-masing sumber tersebut kemudian disimpulkan sehingga diperoleh data yang valid.

3.7 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Analisis data kualitatif yaitu digunakan untuk mendeskripsikan data kualitatif yang berkaitan dengan potensi dan masalah pemasaran pendidikan serta faktor internal dan eksternal yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan FGD. Aktivitas dalam analisis data menurut Miles dan Huberman (Sugiyono, 2016: 368) yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

2. Analisa data kuantitatif, untuk menentukan posisi strategi pemasaran berdasarkan faktor-faktor internal dan eksternal sesuai tahapan analisis SWOT. Analisis kuantitatif juga

(18)

92

dilakukan untuk mengetahui kelayakan desain produk strategi berdasarkan hasil penilaian validator.

Referensi

Dokumen terkait

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengumumkan bahwa telah menemukan adanya penyalahgunaan dana Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat senilai Rp 4,281 triliun dari

Semua aktiviti penyelidikan dalam kampus perlu ditangguhkan kecuali penyelidikan secara individu yang penting sahaja yang ditentukan oleh dekan/ pengarah pusat melalui surat

ke arah tengah panggung, kemudian adeg- adeg pocapa nyekel gondewa kiri, Selanjutnya Somantri bergerak dedet gondewa maju dua langkahan dengan arah hadap ke

Berfungsi mengatur dan mengendalikan kegiatan bagian pelayanan keperawatan sesuai dengan visi dan misi Rumah Sakit Roemani menuju terwujudnya pelayanan keperawatan yang prima.

Penggunaan daun gamal (Gliricidia sapium), guna mempercepat kematangan buah pisang Raja Sere dan Emas yang dilakukan Yulianingsih dan Dasuki (1989), menyatakan bahwa daun gamal

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka akan diteliti mengenai “Pengaruh Kecerdasan Intelektual, Emosional dan Spiritual Terhadap Minat Berwirausaha

memadukan antara unsur masyarakat pengguna (kelompok nelayan, pengusaha perikanan, dll) dan pemerintah yang dikenal dengan Co- management yang menghindari peran

Pengaplikasian terhadap buku informasi yang dirancang adalah perawatan kulit anak dan hal-hal yang perlu diperhatikan untuk memberikan penanganan awal penyakit kulit