• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENTINGNYA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN THE IMPORTANCE OF SCREENING CERVICAL CANCER AS WOMEN EMPOWERMENT EFFORT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENTINGNYA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN THE IMPORTANCE OF SCREENING CERVICAL CANCER AS WOMEN EMPOWERMENT EFFORT"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

90

PENTINGNYA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

THE IMPORTANCE OF SCREENING CERVICAL CANCER AS WOMEN EMPOWERMENT EFFORT

Selly Kresna Dewi1*, Margaretha Martini1, Sapariah Anggraeni1

1Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan Banjarmasin, Jl. Zafry Zam Zam,No 8, Banjarmasin – 70116

*Email: [email protected]/[email protected]

ABSTRAK

Kematian pada perempuan akibat kanker serviks di Indonesia meningkat setiap tahunnya sekitar 20,928 kasus kanker serviks dan 9.428 kematian akibat kanker serviks. Tersedianya fasilitas kesehatan terutama dalam deteksi dini kanker serviks masih minim dimanfaatkan oleh perempuan, dikarenakan rasa takut perempuan terhadap pemeriksaan, ketakutan jika mengetahui penyakit, dan ketidakmampuan perempuan dalam mengambil keputusan akibat pengetahuan tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks yang minim. Tujuan memberdayakan perempuan agar dapat memiliki kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks dan meningkatkan pengetahuannya.

Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada orang tua murid dan guru TK Negeri Pembina Banjarmasin pada Desember 2021, dengan memberikan ceramah Tanya jawab dan evaluasi terkait pentingnya deteksi dini kanker serviks. Kesimpulan pengetahuan perempuan terkait pentingnya deteksi dini kanker serviks baik yaitu 77% dan 63%, dengan berbagai faktor yang memengaruhi perempuan dalam melakukan deteksi dini serta harapan adanya perubahan perilaku perempuan dalam menjaga kesehatan system reproduksinya.

Kata Kunci :Kanker serviks, pemberdayan, deteksi dini

ABSTRACT

Deaths in women due to cervical cancer in Indonesia increase every year around 20,928 cases of cervical cancer and 9,428 deaths due to cervical cancer. The availability of health facilities, especially in screening of cervical cancer, is still minimally utilized by women, due to women's fear of examination, fear of knowing the disease, and women's inability to make decisions due to minimal knowledge about the importance of screening of cervical cancer. The purpose is to women empowerment to be aware of the importance of screening of cervical cancer and increase their knowledge. This method of implementing community service was carried out on parents and teachers in TK Negeri Pembina Banjarmasin in December 2021, by giving question and answer lectures and evaluations related to the importance of screening of cervical cancer. The conclusion of women's knowledge regarding the importance of screening of cervical cancer is both 77% and 63%, with various factors that influence women in carrying out early detection and expectations of changes in women's behavior in maintaining the health of their reproductive system

Keyword : Cancer serviks, empower, screening

(2)

91

PENDAHULUAN

Kanker merupakan masalah kesehatan global dan perkirakan angka kejadian kasus kanker telah meningkat menjadi 18,1 juta dan sekitar 9,2 juta kematian akibat kanker pada tahun 2018 (1).

Penyebab utama kematian akibat kanker bervariasi diseluruh negara dan dimasing-masing daerah tergantung pada tingkat perkembangan ekonomi dan faktor gaya hidup serta social (WHO, 2018).

Di Indonesia pada perempuan yang merujuk pada data Kemenkes per 31 januari 2019, terdapat angka kanker payudara 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 pendudukan dan kanker serviks sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13.9 per 100.000 penduduk (2).

Kematian pada perempuan akibat kanker serviks di Indonesia setiap tahunnya juga mengalami peningkatan diperkirakan sekitar 20,928 kasus kanker serviks dan sekitar 9.428 kematian akibat kanker serviks. Kanker ginekologi lainnya seperti ovarium dan endometrium juga termasuk lima kanker tersering pada perempuan di Indonesia (3). Dari dua jenis kanker tersebut, Indonesia menempati urutan kedelapan di Asia Tenggara dan 23 di Asia.

Kanker serviks merupakan kanker yang paling sering menyebabkan kematian pada perempuan di Indonesia, sehingga memerlukan intervensi yang tepat melalui pencegahan primer, sekunder dan tersier. Promosi kesehatan merupakan salah satu pencegahan primer yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks (4). Pencegahan primer mengutamakan penguatan fleksibilitas dalam melakukan pencegahan dengan cara mencegah dan mengurangi factor risiko. Strategi pencegahan primer yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang kanker serviks itu sendiri. Semua perempuan berisiko terkena kanker serviks, sehingga edukasi pencegahan dan deteksi dini diperkenalkan sejak dini untuk memberikan lebih banyak pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana mencegah risiko terkena kanker serviks (5). Ada banyak metode yang dapat digunakan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada remaja, misalnya melalui media film, video, ceramah, leaflet dan poster (6).

Banyaknya media yang digunakan dalam pencegahan primer untuk mendeteksi dini kanker serviks, penanganan kanker di Indonesia memiliki banyak kendala sehingga penderita ditemukan sudah dalam keadaan stadium lanjut. Hal ini terjadi karena rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kanker. Kejadian tersebut memiliki hubungan dengan kepercayaan umum pada mitos bahwa kanker tidak dapat dideteksi, tidak dapat dicegah atau disembuhkan (7). Pada kenyataannya, semua kankerdapatdicegah. Beberapajenisyang palingumum, seperti kanker payudara, kolerektal, dan serviks dapat disembuhkan jika terdeteksi sejak dini. Dari total penduduk berusia 30 sampai 50 tahun yang berisiko tinggi, lebih dari 36,7 juta orang yang mendapat deteksi dini hanya 1,75% atau 644.951 orang. Padahal target pemerintah adalah 80% (8).

Pelayanan keperawatan merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang mencakup perawatan langsung dan personal secara holistic secara mandiri dalam memberikan periode non child bearing dan non child bearing, sehingga perawat sebagai pemberi pelayanan memiliki tanggungjawab professional dan memiliki peran multi dimensional yang melakukan pendekatan proses keperawatan yang berfokus pada kebutuhan fisik, psikologis, sosial dan spiritual dalam memberikan asuhan keperawatan pada seluruh masalah kesehatan perempuan (9).

(3)

92

Pelayanan keperawatan pada dasarnya mengikuti program-program yang juga dilaksanakan oleh pemerintah, terutama pada kesehatan reproduksi seperti salah satu program deteksi dini kanker dengan pemeriksaan iva test gratis di layanan kesehatan terdekat pada kejadian kanker serviks maupun program vaksinasi HPV. Program deteksi dini kanker serviks merupakan program yang membantu perempuan agar dapat secara dini mengenal, mencegah secara dini kanker serviks, tetapi banyak faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Dari hasil komunikasi personal terhadap tiga orang perempuan menyatakan bahwa memiliki rasa ketakutan untuk melakukan pemeriksaan dikarenakan takut jika terkena canker serviks, kemudian takut dengan alat pemeriksaan seperti cocor bebek yang masuk ke vagina, serta masih minimnya informasi yang didapatkan terkait kanker serviks dan minimnya informasi terkait gratis untuk pemeriksaan kanker serviks (Komunikasi personal pada Ny. A,S& R. 2 Desember 2021).

Hasil studi menurut Sundari & Setyawati (2018), mengatakan bahwa dukungan social memiliki pengaruh pada perilaku ibu dalam melakukan deteksi dini kanker serviks sedangkan pengetahuan tidak memiliki hubungan yang signifikan pada perilaku perempuan dalam deteksi dini kanker serviks. Pada hasil penelitian ini pengetahuan tinggi sekitar 65,0% terhadap kanker serviks artinya perempuan sebenarnya memiliki wawasan atau pengetahuan yang baik tetapi banyak ketakutan- ketakutan secara psikologis atau lingkungan yang memengaruhi mereka.

Analisis masalah yang dapat dibuat dari fenomena diatas adalah dengan meningkatnya kejadian kanker serviks serta sudah adanya program pemerintah yang diupayakan untuk menganggulangi hal tersebut, banyak sekali faktor yang menghambat baik dari internal maupun eksternal perempuan.

Pada pencegahan primer sudah upayakan dan adanya strategi yang sudah dilakukan seperti salah satunya adanya promosi kesehatan yang sudah dengan berbagai macam metode tetapi masih belum maksimal dalam membantu untuk memberikan kesadaran bagi perempuan untuk melakukan deteksi dini kanker serviks. Sehingga tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini untuk membantu pemerintah meningkatkan program yang dimiliki, seperti salah satunya skrining awal kanker serviks, maka pada pengabdian masyarakat yang dilakukan akan memberikan kembali materi tentang kanker serviks dengan pemberian video animasi sehingga diharapkan dapat menyampaikan kanker serviks secara maksimal, sehingga dapat mendukung strategi pencegahan primer serta adanya kesadaran pada perempuan serta mampu mengambil keputusan dalam kesehatan system reproduksinya.

METODE PELAKSANAAN KEGIATAN

Kerangka Prosedur Operasional Pengabdian Masyarakat

(4)

93

Gambar 2. Kerangka Operasional kegiatan Pengabdian Masyarakat: Pentingnya Deteksi Dini Kanker serviks sebagai Upaya Pemberdayaan Perempuan

Pengabdian Kepada Masyarakat tentang : Pentingnya Deteksi Dini Kanker serviks sebagai Upaya Pemberdayaan Perempuan menggunakan metode :

1. Pemberian Video Animasi ke Wa Group orangtua/guru

2. Ceramah dan diskusi untuk menguatkan tentang isi dari video animasi yang diberikan: terkait Kanker serviks & Deteksi dini kanker serviks

3. Tanya Jawab terkait Materi yang disampaikan

4. Evaluasi (Menggambarkan temuan dengan kuesioner pengetahuan orangtua/guru terhadap kanker serviks dan deteksi dini kanker serviks)

5. Rencana Tindak Lanjut

Target Kegiatan Pengabdian Masyarakat: Orangtua/Perempuan di TK Negeri Pembina Banjarmasin

Pengurusan perijinan ke Sekolah

Sampel : 30 orangtua/guru di TK Negeri Pembina Banjarmasin

Pengolahan hasil sampling

Pemilihan target kegiatanminimal 30 orangtua/guru di TK Pembina Negeri Banjarmasin

Penyusunan Video Animasi & materi pendidikan kesehatan : Kanker Serviks dan Deteksi Dini Kanker

Serviks

Melakukan persiapan Pelaksanaan Kegiatan:

1. koordinasi dengan lapangan untuk pemberian video animasi dan ceramah secara luring dengan prokes ketat 2. Menyiapkan bahan dan alat untuk

kegiatan Pengiriman surat undangan ke Kepala Sekolah TK

Negeri Pembina

Pelaksanaan kegiatan PkM

Evaluasi dan pembuatan RTL

Penyusunan Laporan Akhir Kegiatan

(5)

94 Media yang digunakan adalah:

a. Video Animasi :Kanker serviks dan Deteksi Dini kanker serviks

b. Power Point untuk penguatan materi dengan metode ceramah dan diskusi c. Komputer, LCD dan alat pengeras suara.

d. Kuesioner Pengetahuan

Narasumber : Dosen STIKES Suaka Insan Banjarmasin Departemen Keperawatan Maternitas dan Pedaitrik serta Mahasiswa STIKES Suaka Insan Banjarmasin Semester 3.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil Evaluasi Kuesioner Pengetahuan tentang kanker serviks dan deteksi dini kanker serviks didapatkan jumlah sampel yaitu 30 orang dengan hasil sebagai berikut:

Tabel 1

Distrbusi Frekuensi Pengetahuan perempuan dengan pemberian video animasi tentang kanker serviks dan deteksi dini kanker serviks

Variable Jumlah Persentase

Pengetahuan perempuan tentang kanker serviks 1. Kurang

2. Baik

7 23

23%

77%

Pengetahuan perempuan tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks

1. Kurang 2. Baik

11 19

37%

63%

Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa Pengetahuan perempuan tentang kanker serviks baik yaitu 77% dan pengetahuan perempuan tentang Pentingnya Deteksi Dini Kanker serviks juga baik yaitu 63%.

Berdasarkan hasil perhitungan diatas dapat dikatakan bahwa perempuan lebih dari 50% memiliki pengetahuan yang baik tentang kanker serviks, informasi tentang kanker serviks didapatkan dari media masa, internet, televise maupun dari teman/tetangga dan perkumpulan perempuan. Informasi yang sudah dimiliki oleh orangtua/perempuan juga didapatkan dari petugas kesehatan yang memberikan edukasi terkait kanker serviks, artinya mereka memahami tentang apa itu kanker serviks, faktor penyebabnya serta bagaimana cara mencegah terjadinya kanker serviks serta cara skriningnya.

Hal tersebut sejalan dengan penelitian Zahra dan Rahmawati (2021) dalam studinya mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu tentang kanker serviks maka perilaku untuk melakukan deteksi dini kanker serviks akan meningkat. Hal ini juga disampaikan oleh Nababan dan

(6)

95

Surhayati (2021) bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku ibu dalam deteksi dini dengan papsmear terhadap kejadian kanker serviks. Sehingga dapat disimpulkan pengetahuan yang baik maka akan angka deteksi dini terhadap kanker serviks meningkat, pencegahan kanker serviks dan program berjalan dengan lancar serta harapannya kejadian kanker serviks bisa dicegah.

Dari kedua hasil studi justru pada hasil evaluasi yang didapatkan baik secara data yang didapat serta hasil komunikasi personal dengan beberapa perempuan, didapatkan hasil yang berbanding terbalik dengan hasil studi diatas. Dimana banyak kendala perempuan melakukan deteksi kanker serviks yakni seperti, ketakutan terhadap pemeriksaan yang dilakukan, ketakutan terhadap hasil diagnosis, kurangnya informasi terkait program gratis pemerintah terkait IVA Test/Pap Smear, dan kurang dukungan suami serta juga kesadaran perempuan itu sendiri terkait kesehatan reproduksinya (13).

Hal ini artinya berbanding terbalik dengan hasil studi sebelumnya, bahwa meskipun perempuan memiliki pengetahuan yang baik terkait kanker serviks tetapi belum tentu mau untuk melakukan deteksi dini kanker serviks.

Hasil studi lainnya menurut Sundari dan Setiawati (2018) mengatakan bahwa selain faktor yang disebutkan diatas didapatkan bahwa faktor kondisi social seseorang juga memengaruhi perilaku seseorang dalam mengambil keputusan untuk melakukan deteksi dini kanker serviks. Kondisi sosial yang dimaksudkan adalah dukungan suami dan dukungan nakes (14). Dimana terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan nakes dengan perilaku pemeriksaan IVA test yaitu dukungan suami nilai p = 0.041 dan OR = 8.55 ; dukungan petugas kesehatan dengan p = 0.000 dan OR = 21,66. Hal ini dapat disimpulkan bahwa apabila seseorang itu penting untuknya, maka apa yang dikatakan dan perbuatannyacenderungakandicontoh. Orang-orang yang dianggap penting ini akan menjadi role model bagi ibu dalam salah satu bagian dalam pengambilan keputusannya (15).

Keunggulan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh tim PkM sudah sesuai dengan fenomena yang ditentukan berdasarakan analsis masalah di tempat dilakukannya PkM, sehingga sasaran dan materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan. Selain itu membantu orangtua/perempuan untuk mengidentifikasi kembali terkait tentang pengetahuan mereka tentang kanker serviks dan deteksi dini kanker serviks dengan memfasilitasi sebuah video animasi yang dapat digunakan, sebar luaskan untuk membantu orangtua/perempuan lebih memahami dampak dari kankr serviks sertaupaya yang dapat dilakukan. Video animasi yang diberikan dapat dikirimkan melalui telepon, melalui whatsapp group, atau bisa ditampilkan di status Whatsaap, maupun media social lainnya. Dari hasil kegiatan PkM ini didapatkan juga gambaran secara sederhana kendala apa yang membuat deteksi dini tidak dilakukan oleh perempuan, serta didapatkan hanya tiga dari 30 orang perempuan yang sudah melakukan pemeriksaan dini kanker serviks.

Kelemahan dari hasil kegiatan PkM ini adalah kegiatan yang dilakukan terutama jumlah sampel dibatasi dikarenakan kondisi pandemic sehingga sebaran dari evaluasi masih belum maksimal, tetapi secara garis besar dapat dilihat gambarannya, selain itu kelemahan dari hasil kegiatan PkM kesadaran perempuan serta keberdayaan perempuan tidak bisa dinilai dengan waktu yang singkat karena membutuhkan pendampingan agar perempuan tersebut memiliki awareness terhadap kesehatan reproduksinya.

(7)

96

Tingkat kesulitan dalam pelaksanaan kegiatan. Kegiatan dilaksanakan berjalan dengan lancar, pengurusan perijinan tidak ada masalah, kepala sekolah TK Negeri Pembina, guru dan orang tua sangat welcome terhadap kegiatan yang dilakukan tim PkM, hanya saja waktu dan jumlah sampel yang dibatasi sehingga diskusi saat kegiatan berlangsung tidak dapat berjalan dengan maksimal sehingga dilanjutkan dengan diskusi via whatsapp. Video animasi sedang dalam masa pengurusan untuk dilakukan HaKI dan hasil Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan Oral Presentasi dan kemudian akan dipublikasikan kejurnal PkM.

Rencana Tindak Lanjut : Selesai kegiatan PkM, Tim pengabdi masih melakukan komunikasi dengan orangtua/guru/perempuan yang masuk kedalam kegiatan PkM, berdiskusi serta melakukan penguatan dan pendampingan serta meningkatan kesadaran perempuan agar perempuan berdaya dengan mampu mengambil keputusan terkait kesehatan reproduksinya serta adanya perubahan perilaku dalam deteksi dini kanker serviks. Jika ada yang memutuskan untuk melakukan deteksi maka tim pengabdi akan mengarahkan perempuan ke Fasilitas kesehatan terdekat.

Gambar 1. Kegiatan Promkes

(8)

97

KESIMPULAN

Kejadian kanker serviks didunia meningkat setiap tahunnya dan kematian akibat kanker serviks juga meningkat setiap tahunnya. Di Indonesia angka kejadian kanker serviks mengalami peningkatan 20,928 kasus dan sekitar 9.428 kematian akibat kanker serviks. Pemerintah Indonesia memiliki program yang dicanangkan untuk menurunkan angka kejadian kanker serviks melalui pencegahan primer yaitu dengan cara memberikan secara gratis untuk perempuan melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks, tetapi hal ini tidak juga menjadi solusi yang maksimal dalam pencegahan kanker serviks. Promosi kesehatan juga diberikan kepada perempuan dengan menggunakan media yang cukup menarik dan inovasi tetapi tidak juga membuat perempuan sadar dengan kesehatan reproduksinya. Sehingga tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk mengevaluasi kembali sejauh mana pengetahuan perempuan tentang kanker serviks dan deteksi dini kanker serviks serta apa yang menjadi kendala mereka untuk melakukan kanker serviks. Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan pengetahuan orangtua/perempuan tentang kanker serviks secara garis besar sudah lebih baik yaitu 77% dan pengetahuan kurang 23 %. Kemudian Pengetahuan perempuan tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks Baik 63% & Kurang 37 %.

Secara garis besar perempuan sudah memiliki pengetahuan yang baik tetapi kesadaran perempuan terhadap perilaku untuk melakukan kanker serviks masih rendah dengan beberapa alasan seperti takut dengan pemeriksaan kanker serviks, takut dengan hasil diagnosis, malu, dukungan yang kurang, informasi terkait gratis program deteksi dini kanker serviks tidak diketahui, serta belum mampu mengambil keputusan dalam kesehatan system reproduksinya. Dampak dari kegiatan ini perempuan mulai menyadari bahwa deteksi dini sangat penting untuk kesehatan reproduksinya, dan bermanfaat untuk meningkatkan awareness serta adanya empowerment pada perempuan. Saran : sebagai rencana tindak lanjutnya adalah adanya pendampingan berkelanjutan pada perempuan sampai perempuan memiliki perubahan perilaku agar dari tidak mau menjadi mau untuk melakukan deteksi dini kanker serviks.

UCAPAN TERIMA KASIH

Terima Kasih Kepada STIKES Suaka Insan Banjarmasin, Departemen Keperawatan Maternitas dan Pedaitrik, LPPM STIKES Suaka Insan, Orangtua/guru sertaTK Negeri Pembina Banjarmasin selaku wadah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2021.

(9)

98 REFERENSI

[1] Bray, F., Ferlay, J., Soerjomataram, I., Siegel, R., Torre, L., & Jemal, A. (2018). Global cancerstatistics 2018: GLOBOCAN estimates of incidence and mortality worldwide for 36 cancers in 185 countries. CA: A Journal for Clinicians, 00(00), 1–31.

https://doi.org/10.3322/caac.21492.

[2] Kementrian Kesehatan RI Pusat Data dan Informasi Kesehatan. (2015). Stop Kanker.

Infodatin-Kanker, hal 3. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004.

[3] Hediya Putri, R., Afiyanti, Y., Ungsianik, T., & Milanti, A. (2018). Supportive care needs and quality of life of patients with gynecological cancer undergoing therapy. Enfermeria Clinica, 28, 222–226. https://doi.org/10.1016/S1130-8621(18)30072-X

[4] Prasanti, A. D., &Herieningsih, S. W. (2018). Pengaruh Awareness Promosi Kesehatan dan Intensitas Word of Mouth Terhadap Minat Melakukan Vaksinasi Kanker Serviks pada Mahasiswi Bidang Kesehatan. Interaksi Online, 6(3), 210-219.

[5] Chusniah, W., Ratih, S. P., & Ekawati, R. (2021). Edukasi Upaya Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Serviks berbasis Media Video Animasi dan Flipcharts untuk Pelajar Kota Malang. Preventia: The Indonesian Journal of Public Health, 6(2), 105-110.

[6] Vera, D. A., & Melina, F. (2019). Efektivitas Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung, 7(2), 84-90.

[7] Kirana, L. A. (2016). Dukungan sosial dan resiliensi pada pasienkan kerpayudara (studi kasus pada pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi). Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(4).

[8] Trisnowati, T., &Aseta, P. (2020). Pemanfaatan Booklet Edukasi Dalam Peningkatan Kesadaran Ibu Melakukan Deteksi Dini Kanker Serviks: Booklets in Increasing Mother's Awareness of Conducting Early Detection of Cervical Cancer. Profesi (Profesional Islam):

Media Publikasi Penelitian, 18(1), 8-14.

[9] Ayuni, D. Q., & Ramaita, R. (2019). Pengaruh Pemberian Pendidikan Tentang Kanker Serviks Terhadap Pengetahuan Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur. (Perintis's Health Journal), 6(2), 89-94.

[10] Sundari, S., & Setiawati, E. (2018). Pengetahuan dan Dukungan Sosial Mempengaruhi Perilaku Deteksi Dini Kanker Servik Metode Iva. Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 1(1).

[11] Zahra, A.F & Fatmawati (2021). Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang deteksi dini kanker serviks dengan perilaku pemeriksaan deteksi dini kanker serviks di Puskesmas Piyungan Bantul. Repositori (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).

[12] Nababan, T. (2018). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Pemeriksaan Pap Smear Dipoli Obgyn Rsup. h. Adam Malik Medan. Jurnal Keperawatan Priority, 1(2).

[13]Kabuhung, E. I., & Ningrum, N. W. (2018). Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Media Urine. Dinamika Kesehatan:Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 9(2), 295-300.

(10)

99

[14]Shalikhah, S., Santoso, S., & Widyasih, H. (2021). Dukungan Keluarga dan Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery), 9(1), 1-7.

[15]Wantini, N. A., &Indrayani, N. (2019). Deteksi dini kanker serviks dengan inspeksi visual asamasetat (IVA). Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 6(1), 027- 034.

Gambar

Gambar 2. Kerangka Operasional kegiatan Pengabdian Masyarakat: Pentingnya Deteksi Dini Kanker  serviks sebagai Upaya Pemberdayaan Perempuan
Gambar 1. Kegiatan Promkes

Referensi

Dokumen terkait

Dalam bab ini membahas tentang bagaimana menganalisa permasalahan- permasalahan yang diangkat yang dikaitkan dengan pelayaan dan persiapan calon jamaah haji dan menyangkut

To the best of our knowledge, its performance evaluation is typically conducted with normal images, or snapshots: There is not enough knowledge whether object detection

mengetahui hubungan fungsional antar variabel yang mana skor pada suatu variabel dapat digunakan untuk memprediksi skor pada variabel lainnya dilakukan analisis

Penelitian budaya kosmopolitanisme dalam praktik jual beli di pasar terapung pada Kalimantan Selatan ini menjadi unik bagaimana pedagang di pasar terapung dalam

Dengan pada dasarnya orang tua kandung merelakan penyerahan anaknya kepada pasangan yang belum mempunyai keturunan untuk dijadikan anak angkat mereka dari orang yang

PENGARUH DOSIS PUPUK NITROGEN TERHADAP KANDUNGAN SERAT KASAR DAN PROTEIN KASAR RUMPUT GAJAH MINI.. (Pennisetumpupureum cv. Mott) PADA USIA PEMOTONGAN

Penelitian yang dilakukan penulis adalah untuk melakukan evaluasi terhadap geometri jalan aktual serta merekomendasikan geometri jalan angkut yang dapat menunjang efisiensi