User Balai/Satker
Status update: 13/03/2021
1
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI 1
I. USER BALAI/SATKER PADA KONREG TAHUN 2021 2
II. USER SETTING 3
A. USER LOGIN 3
B. SETTING PASSWORD 4
C. USER LOG OUT 5
III. DASHBOARD 6
IV. REVIEW USULAN PROVINSI 8
A. FORMAT ISU STRATEGIS 8
B. FORMAT USULAN PROVINSI 10
V. INPUT/EDIT 13
A. FORMAT KEGIATAN WAJIB 13
B. AKSI PADA FORMAT KEGIATAN WAJIB 19
C. FORMAT KEGIATAN BARU 26
D. AKSI PADA FORMAT KEGIATAN BARU 34
VI. GEOTAGGING 42
VII. HASIL PEMBAHASAN 47
A. FORMAT KEGIATAN WAJIB 47
B. FORMAT KEGIATAN BARU 48
C. FORMAT KESEPAKATAN KONREG 49
VIII. CETAK LAPORAN 50
A. FORMAT ISU STRATEGIS 50
B. FORMAT USULAN PROVINSI 51
C. FORMAT KEGIATAN WAJIB 52
D. FORMAT KEGIATAN BARU 53
E. FORMAT KESEPAKATAN 54
LAMPIRAN 56
A. DAFTAR ISU STRATEGIS DALAM RENSTRA PUPR 2020-2024 56
B. DAFTAR TEMATIK KONREG TA 2022 58
C. DAFTAR KRO/RO KONREG TA 2022 60
2
I. USER BALAI/SATKER PADA KONREG TAHUN 2021
Konreg tahun 2021 memiliki fokus untuk membahas kegiatan baru pada program teknis.
Kegiatan baru ini merupakan usulan dari Pemerintah Provinsi dan Balai/Satker yang akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2022. Buku panduan ini akan membahas sistematika inputan user Balai/Satker pada aplikasi SiKonreg; aplikasi yang digunakan pada kegiatan Konreg tahun 2021.
Pada kegiatan Konreg tahun 2021, usulan Balai/Satker akan dibagi menjadi dua: Kegiatan yang bersifat Wajib/Lanjutan dan Kegiatan Baru. Usulan Balai/Satker terhadap kegiatan baru dan kegiatan wajib ini dapat dipilih oleh unor dari aplikasi masing-masing (E-programming, SiTIA, SIPPa, dan SIBARU) untuk diusulkan dalam Konreg tahun 2021. Usulan ini dapat diinput langsung melalui aplikasi SiKonreg maupun melalui integrasi aplikasi.
Selain menginput Format Kegiatan Baru (FKB) dan Format Kegiatan Wajib (FKW), Balai/Satker juga dapat mereview dan merespon Format Usulan Provinsi (FUP). FUP merupakan usulan Pemerintah Provinsi terhadap kegiatan baru. Dengan dibukanya akses untuk merespond dan mereview usulan, diharapkan dapat menghindari duplikasi usulan yang sama dari Pemerintah Provinsi dan Balai/Satker. FUP yang disetujui oleh Balai/Satker akan masuk menjadi Format Kegiatan Baru (FKB).
Selain itu, user Balai/Satker juga dapat melihat arahan BPIW dan isu strategis (F-IS) yang diusulkan oleh pemerintah provinsi. Setelah pembahasan usulan didesk, Balai/Satker juga dapat melihat hasil kesepakatan konreg pada Format Kesepakatan Hasil Desk Provinsi (F-KS).
Identifikasi Unor
Kegiatan wajib/lanjutan
& kegiatan baru TA.2022 Review Isu Strategis (F-IS) dan
Respon Detail Usulan Prov. (F-UP)
Input Format Kegiatan Wajib (F-KW) dan Format Kegiatan Baru (F-KB) Usulan Provinsi yang Diakomodir
masuk F-KB
Format Kesepakatan Hasil Desk Provinsi (F-KS)
E-Programming Ditjen SDA
SiTIA Ditjen BM
SIPPa Ditjen CK
SIBARU Ditjen Perumahan
sikonreg.pu.go.id
3
II. USER SETTING
A. USER LOGIN
Aplikasi SiKONREG dapat diakses melalui url https://sikonreg.pu.go.id
1. Login dengan ‘Username’ dan ‘Password’ yang telah diberikan.
2. Input captcha yang tertera.
3. Klik Sign In.
4
B. SETTING PASSWORD
Untuk mengubah password sesuai dengan kebutuhan dapat dilakukan dengan:
1. Klik ikon avatar di pojok kanan atas.
2. Klik Ubah Password.
3. Tampilan ubah password.
4. Tulis password lama.
5. Input password baru.
6. Ulangi password baru.
7. Simpan password baru.
5
C. USER LOG OUT
Untuk keluar dari akun dapat dilakukan dengan:
1. Klik ikon avatar di pojok kanan atas.
2. Klik “Log Out”.
6
III. DASHBOARD
Dashboard berfungsi untuk melihat ringkasan 5 usulan kegiatan wajib dengan prioritas tertinggi dan 5 usulan kegiatan baru dengan prioritas tertinggi. Menu dashboard terdapat pada bagian kiri menu SiKonreg.
1. Arahan Prioritas/Koridor Utama dapat di download pada bagian bawah Dashboard. “Arahan Prioritas/Koridor Utama” berfungsi untuk melihat arahan-arahan pembangunan yang telah mengikuti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Strategis (Renstra) PUPR tahun 2020-2024. Arahan-arahan ini berbeda untuk masing-masing provinsi.
7 2. Tombol selengkapnya pada bagian 5 Kegiatan Wajib Prioritas Teratas akan mengarahkan pada
submenu Format Kegiatan Wajib pada menu Input/Edit.
3. Ikon “lihat detil” pada bagian 5 Kegiatan Wajib Prioritas Teratas akan mengarahkan ke laman detil Format Kegiatan Wajib. Untuk penjelasannya, lihat Bab V, Subbab B langkah 1.
4. Tombol selengkapnya pada 5 Kegiatan Baru Prioritas Teratas akan mengarahkan pada submenu Format Kegiatan Baru pada menu Input/Edit.
5. Ikon “lihat detil” pada bagian 5 Kegiatan Baru Prioritas Teratas akan mengarahkan ke laman detil Format Kegiatan Baru. Untuk penjelasannya, lihat Bab V, Subbab D langkah 1.
8
IV. REVIEW USULAN PROVINSI
A. FORMAT ISU STRATEGIS
Submenu “Format Isu Strategis” disediakan untuk mereview usulan isu strategis yang diusulkan oleh pemerintah provinsi di tahun 2022. Submenu ini tersedia pada menu “Review Usulan Provinsi”.
1. Filtering dapat dilakukan untuk memudahkan review usulan isu strategis berdasarkan Kabupaten/Kota terkait.
Filtering terhadap ditjen hanya akan menunjukkan ditjen sesuai ditjen user login.
2. Kolom aksi disediakan untuk melihat detil dan histori usulan isu strategis, klik icon “Lihat Detil” pada kolom aksi.
9 (a) Akan muncul tampilan detil usulan isu strategis.
(b) Untuk melihat histori terkait usulan, klik tombol “Histori Usulan”.
(c) Tampilan histori usulan. Terdapat informasi terkait: tanggal inputan/edit, tingkatan user yang menginput/mengedit, dan user yang menginput/mengedit.
10
B. FORMAT USULAN PROVINSI
Submenu “Format Usulan Provinsi” disediakan untuk menghindari terjadinya dua kali inputan terhadap usulan yang telah diusulkan oleh pemerintah provinsi dengan usulan Balai/Satker.
Balai/Satker dapat melihat kegiatan apa saja yang telah diusulkan oleh pemerintah provinsi di tahun 2022 dan apakah usulan tersebut telah diinput oleh Balai/Satker. Submenu ini tersedia pada menu “Review Usulan Provinsi”.
1. Filtering dapat dilakukan untuk memudahkan review usulan berdasarkan Kegiatan terkait.
2. Kolom aksi disediakan untuk melihat detil usulan, merespond usulan, dan melihat histori usulan pemerintah provinsi. Untuk melakukan kegiatan ini, klik ikon “Lihat Detil”.
11 (a) Akan muncul tampilan detil usulan pemerintah provinsi.
12 (b) Untuk melihat histori terkait usulan, klik tombol “Histori Usulan”.
Pada tampilan histori usulan, terdapat informasi terkait: tanggal inputan/edit, tingkatan user yang menginput/mengedit, dan user yang menginput/mengedit.
(c) Terdapat dua tipe respond terhadap usulan pemerintah provinsi; Masuk F-KB dan Ditangguhkan. Untuk memilih repond klik di salah satu pilihan.
(d) Untuk memberikan catatan atau alasan terhadap respond dapat diketik pada kolom
“Catatan”.
(e) Klik tombol “Proses” untuk menyimpan respon.
Respon pada usulan akan mengubah status pada kolom pekerjaan menjadi “Masuk F-KB”
atau “Ditangguhkan”.
(1) Apabila usulan diterima atau dipilih “Masuk F-KB”, data F-UP akan dimasukkan ke dalam list F-KB tanpa menghilangkannya dari list F-UP. Berikut tampilan F-UP yang berada di list F-KB.
(2) Tata cara untuk melakukan aksi pada submenu ini dapat dilihat pada Bab V, Subbab D.
13
V. INPUT/EDIT
A. FORMAT KEGIATAN WAJIB
Untuk menambahkan kegiatan wajib dapat dilakukan dengan:
1. Klik “Format Kegiatan Wajib” pada menu “Input/Edit”.
2. Klik “Input Baru”.
3. Tampilan “Input Kegiatan Wajib”.
14 4. Kolom awal pada inputan F-KW menunjukkan Ditjen Terkait. Kolom ini tidak dapat diubah,
akan otomatis terisi sesuai dengan user login.
5. Pilih Kegiatan. Daftar pilihan kegiatan akan menyesuaikan dengan pilihan Ditjen terkait.
Khusus untuk Ditjen SDA, sebelum menginput kolom Kegiatan, user akan diminta untuk memilih satker terkait.
6. Pilih Klasifikasi Rincian Output (KRO). Daftar pilihan KRO akan menyesuaikan dengan pilihan kegiatan.
7. Pilih Rincian Output (RO). Daftar pilihan RO akan menyesuaikan dengan pilihan KRO.
8. Ketik isian pekerjaan.
15 Khusus pekerjaan Ditjen Binamarga pada jalan nasional, ruas pekerjaan dapat dipilih pada menu pekerjaan dengan minimal mengetik tiga huruf dari nama ruas jalan nasional atau nama kabupaten/kota.
Jalan yang dapat dipilih adalah jalan yang berada di dalam wilayah provinsi masing-masing.
Apabila ruas jalan yang dipilih berada di luar wilayah provinsi masing-masing, akan muncul notifikasi error. Pekerjaan lintas provinsi tetap bisa diketik dan didijitasi secara manual pada kolom geotagging.
9. Ketik jumlah volume yang diinginkan. Untuk pemisah angka desimal gunakan simbol “,”.
10. Pilih satuan yang diinginkan.
11. Terdapat tiga kolom pembiayaan: RPM, PHLN, dan SBSN. Kolom ini disediakan untuk memberikan ruang untuk menampung pekerjaan dengan sumber pembiayaan lebih dari satu. Ketik kebutuhan biaya yang diusulkan, dalam ribu rupiah (dibagi 1.000 dari nominal rupiah). Biaya yang diinput merupakan biaya total, sistem tidak akan mengalikan jumlah volume dengan biaya yang diinput.
16 Tipe isian pada kolom ini adalah wajib diisi. Oleh karena itu, apabila pembiayaan bersumber pada satu tipe pembiayaan atau dua tipe pembiayaan, ketik nol “0” pada isian pembiayaan yang kosong.
12. Pilih Kabupaten/Kota.
13. Klik tombol “Buka Peta” pada kolom Geotagging Peta.
Khusus pekerjaan Ditjen Binamarga pada jalan nasional yang pada langkah ke-7 telah berhasil memilih jalan, geotagging akan otomatis terdigitasi. Akan muncul ikon “Tagging”
pada kolom Geotagging yang berhasil disimpan.
(a) Tampilan jendela Geotagging.
17 (b) Digitasi perencanaan sesuai dengan tipenya line/polygon/point.
(Penjelasan detail teknis geotagging dapat dilihat pada Bab VI, Geotagging).
(c) Setelah selesai mendigitasi, klik tombol “Save” untuk menyimpan Geotagging.
(d) Tampilan ikon “Tagging” pada Geotagging yang berhasil disimpan.
14. Pilih waktu pelaksaan. Pelaksanaan diwajibkan untuk dimulai pada tahun 2022 dan selesai tidak lebih dari tahun 2024.
15. Pilih Tematik usulan.
16. Untuk Tematik Prioritas Nasional dan Tematik Major Project Pilih uraian tematik.
17. Untuk Tagging tematik yang lebih dari satu, klik “Tambah Tematik”.
18. Klik “Submit” apabila usulan telah sesuai.
19. Akan muncul notifikasi sukses, klik “OK”.
18 20. Detail kegiatan baru yang telah disubmit akan muncul pada list F-KB.
19
B. AKSI PADA FORMAT KEGIATAN WAJIB
Usulan yang telah disubmit dapat kembali direview, diubah menjadi list Format Kegiatan Baru (F-KB), diedit, dihapus, dan diubah prioritasnya.
1. Untuk melihat detail usulan, klik ikon panah pada bagian kiri list detil dan klik ikon “detil”.
(a) Akan muncul tampilan detail usulan. Untuk melihat histori usulan, klik tombol “Histori Usulan”.
20 Tampilan histori usulan. Terdapat informasi terkait: waktu dan tanggal inputan, tingkatan user penginput, dan user penginput.
(b) Apabila didapati kesalahan menginput kegiatan wajib yang seharusnya merupakan kegiatan baru, usulan dapat dipindahkan dengan mengklik tombol “Ubah Ke F-KB”.
21 (1) Untuk mengubah pilihan ke Format Kegiatan Baru (F-KB), akan diminta untuk mengisi beberapa isian yang masih belum diisi. Berikut merupakan tampilan F-KB yang perlu diisi.
22 (2) Biaya yang diinput pada kolom RPM, PHLN, dan SBSN, akan secara otomatis diakumulasikan menjadi total biaya dalam ribu rupiah (dibagi 1.000 dari nominal rupiah). Biaya yang diinput merupakan biaya total, sistem tidak akan mengalikan jumlah volume dengan biaya yang diinput.
(3) Lakukan penginputan sesuai dengan tahapan pada Bab V Subbab C, Langkah 11-34.
(4) Detail usulan kegiatan wajib yang telah diubah menjadi kegiatan baru akan muncul pada list F-KB.
2. Selain menggunakan pilihan “Ubah ke F-KB” pada menu “detil” di atas, untuk mengubah usulan yang telah diinput pada kegiatan wajib menjadi kegiatan baru dapat dilakukan dengan mengklik ikon “switch” pada pilihan tombol aksi.
Akan muncul form isian seperti yang ditunjukkan pada Bab V, Subbab B langkah 1(b). Ulangi langkah 1(b) dari 2-4 untuk melengkapi isian F-KB.
23 3. Pada kolom aksi juga disediakan ikon “edit” untuk mengedit detil usulan.
(a) Keseluruhan inputan pada usulan kegiatan wajib dapat diubah sesuai kebutuhan. Klik tobol “Submit” setelah selesai mengedit.
(b) Akan muncul notifikasi berikut apabila usulan berhasil di edit. Klik “OK”.
24 (c) Perubahan ini akan mengbah histori usulan pada detil usulan.
4. Pada kolom aksi juga disediakan ikon “delete” untuk menghapus detail usulan.
(a) Lokasi ikon delete. Klik ikon panah pada bagian kiri list detil dan klik ikon “delete”.
(b) Akan muncul konfirmasi menghapus data. Klik tombol “Ya”.
(c) Data berhasil dihapus, Klik tombol “OK”.
5. List teratas menunjukkan usulan dengan prioritas tertinggi. Untuk mengubah tingkatan prioritas usulan, klik ikon panah pada bagian kiri list detil dan klik ikon “up” untuk menaikkan prioritas, dan ikon “down” untuk menurunkan prioritas.
25 (a) Lokasi ikon untuk menaikkan prioritas usulan.
(b) Lokasi ikon untuk menurunkan prioritas usulan.
26
C. FORMAT KEGIATAN BARU
Untuk menambahkan kegiatan baru dapat dilakukan dengan:
1. Klik “Format Kegiatan Wajib” pada menu “Input/Edit”.
2. Klik “Input Baru”.
3. Tampilan “Input Kegiatan Baru”.
27 4. Kolom awal pada inputan F-KB menunjukkan Ditjen Terkait. Kolom ini tidak dapat diubah,
akan otomatis terisi sesuai dengan user login.
5. Pilih Kegiatan. Daftar pilihan kegiatan akan menyesuaikan dengan pilihan Ditjen terkait.
Khusus untuk Ditjen SDA, sebelum menginput kolom Kegiatan, user akan diminta untuk memilih satker terkait.
28 6. Pilih Klasifikasi Rincian Output (KRO). Daftar pilihan KRO akan menyesuaikan dengan pilihan
kegiatan.
7. Pilih Rincian Output (RO). Daftar pilihan RO akan menyesuaikan dengan pilihan KRO.
8. Ketik isian pekerjaan.
Khusus pekerjaan Ditjen Binamarga pada jalan nasional, ruas pekerjaan dapat dipilih pada menu pekerjaan dengan minimal mengetik tiga huruf dari nama ruas jalan nasional atau nama kabupaten/kota.
Jalan yang dapat dipilih adalah jalan yang berada di dalam wilayah provinsi masing-masing.
Apabila ruas jalan yang dipilih berada di luar wilayah provinsi masing-masing, akan muncul notifikasi error. Pekerjaan lintas provinsi tetap bisa diketik dan didijitasi secara manual pada kolom geotagging.
29 9. Ketik jumlah volume yang diinginkan. Untuk pemisah angka desimal gunakan simbol “,”.
10. Pilih satuan yang diinginkan.
11. Ketik kebutuhan biaya yang diusulkan, dalam ribu rupiah (dibagi 1.000 dari nominal rupiah).
Biaya yang diinput merupakan biaya total, sistem tidak akan mengalikan jumlah volume dengan biaya yang diinput.
12. Pilih sumber pembiayaan yang akan digunakan.
13. Pilih waktu pelaksaan. Pelaksanaan diwajibkan untuk dimulai pada tahun 2022 dan selesai tidak lebih dari tahun 2024.
14. Pilih Kabupaten/Kota.
30 15. Klik Buka peta pada kolom Geotagging Peta.
Khusus pekerjaan Ditjen Binamarga pada jalan nasional yang pada langkah ke-7 telah berhasil memilih jalan, geotagging akan otomatis terdigitasi. Akan muncul ikon “Tagging”
pada kolom Geotagging yang berhasil disimpan.
(a) Tampilan jendela Geotagging.
(b) Digitasi perencanaan sesuai dengan tipenya line/polygon/point
(Penjelasan detail teknis geotagging dapat dilihat pada Bab VI, Geotagging).
(c) Setelah selesai mendigitasi, klik tombol “Save” untuk menyimpan Geotagging.
(d) Tampilan ikon “Tagging” pada Geotagging yang berhasil disimpan.
16. Pilih Tematik usulan.
31 17. Untuk Tematik Prioritas Nasional dan Tematik Major Project Pilih uraian tematik.
18. Untuk Tagging tematik yang lebih dari satu, klik “Tambah Tematik”.
19. Pilih Readiness Criteria rencana induk.
20. Upload dokumen rencana induk dalam format pdf, maksimal 10MB.
21. Pilih Readiness Criteria Feasibility Study.
22. Upload dokumen feasibility study dalam format pdf, maksimal 10MB.
23. Pilih Readiness Criteria DED.
32 24. Upload dokumen DED dalam format pdf, maksimal 10MB.
25. Pilih Readiness Criteria Dokumen lingkungan.
26. Upload dokumen dokumen lingkungan dalam format pdf, maksimal 10MB.
27. Pilih Readiness Criteria lahan.
28. Upload dokumen lahan dalam format pdf, maksimal 10MB.
29. Pilih Readiness Criteria pengelolaan pasca konstruksi.
33 30. Upload dokumen pengelolaan pasca konstruksi dalam format pdf, maksimal 10MB.
31. Pilih Readiness Criteria surat ketersediaan menerima bantuan.
32. Upload surat ketersediaan menerima bantuan dalam format pdf, maksimal 10MB.
33. Klik “Submit” apabila usulan telah sesuai.
34. Akan muncul notifikasi sukses, klik “OK”.
35. Kegiatan baru yang telah disubmit akan muncul pada list F-KB.
34
D. AKSI PADA FORMAT KEGIATAN BARU
Usulan yang telah disubmit dapat kembali direview, diubah menjadi list Format Kegiatan Wajib (F-KW), diedit, dihapus, dan diubah prioritasnya.
1. Untuk melihat detail usulan, klik ikon panah pada bagian kiri list detil dan klik ikon “detil”.
(a) Akan muncul tampilan detail usulan. Untuk melihat histori usulan, klik tombol “Histori Usulan”.
35 Tampilan histori usulan. Terdapat informasi terkait: waktu dan tanggal inputan, tingkatan user penginput, dan user penginput.
(b) Untuk menghapus usulan dari kegiatan baru klik tombol “Hapus Usulan dari Kegiatan Baru”.
36 (c) Apabila didapati kesalahan menginput kegiatan baru yang seharusnya merupakan
kegiatan wajib, usulan dapat dipindahkan dengan mengklik tombol “Ubah Ke F-KW”.
(1) Untuk mengubah pilihan ke Format Kegiatan Wajib (F-KW), akan diminta untuk mengisi beberapa isian F-KW yang masih belum diisi. Berikut merupakan tampilan F-KW yang perlu diisi.
37 (2) Terdapat tiga kolom pembiayaan: RPM, PHLN, dan SBSN. Kolom ini disediakan untuk memberikan ruang untuk menampung pekerjaan dengan sumber pembiayaan lebih dari satu. Ketik kebutuhan biaya yang diusulkan, dalam ribu rupiah (dibagi 1.000 dari nominal rupiah). Biaya yang diinput merupakan biaya total, sistem tidak akan mengalikan jumlah volume dengan biaya yang diinput.
Tipe isian pada kolom ini adalah wajib diisi. Oleh karena itu, apabila pembiayaan bersumber pada satu tipe pembiayaan atau dua tipe pembiayaan, ketik nol “0” pada isian pembiayaan yang kosong.
(3) Klik “Submit” apabila usulan telah sesuai.
(4) Akan muncul notifikasi sukses, klik “OK”.
(5) Detil usulan kegiatan baru yang sudah pindahkan ke menjadi Format Kegiatan Wajib akan muncul pada list F-KW.
38 2. Selain menggunakan pilihan “Ubah ke F-KW” pada menu “detil” di atas, untuk mengubah usulan yang telah diinput pada kegiatan baru menjadi kegiatan wajib dapat dilakukan dengan mengklik ikon “switch” pada pilihan tombol aksi.
Akan muncul form isian seperti yang ditunjukkan pada Bab V, Subbab D langkah 1(c). Ulangi langkah 1(c) dari 2-5 untuk melengkapi isian F-KW.
3. Pada kolom aksi juga disediakan ikon “edit” untuk mengedit detail usulan.
39 (a) Keseluruhan inputan pada usulan kegiatan baru dapat diubah sesuai kebutuhan. Klik
tobol “Submit” setelah selesai mengedit.
(b) Akan muncul notifikasi berikut apabila usulan berhasil di edit, Klik “OK”
(c) Perubahan ini akan mengbah histori usulan pada detail usulan.
40 4. Pada kolom aksi juga disediakan ikon “delete” untuk menghapus detail usulan.
(a) Lokasi ikon delete. Klik ikon panah pada bagian kiri list detil dan klik ikon “delete”.
(b) Akan muncul konfirmasi menghapus data. Klik tombol “Ya”.
(c) Data berhasil dihapus, Klik tombol “OK”.
41 5. List teratas menunjukkan usulan dengan prioritas tertinggi. Untuk mengubah tingkatan prioritas usulan, klik ikon panah pada bagian kiri list detil dan klik ikon “up” untuk menaikkan prioritas, dan ikon “down” untuk menurunkan prioritas.
(a) Lokasi ikon untuk menaikkan prioritas usulan.
(b) Lokasi ikon untuk menurunkan prioritas usulan.
42
VI. GEOTAGGING
Berikut merupakan Langkah yang diperlukan dalam membuat geotagging pada aplikasi SiKonreg:
1. Klik Buka peta pada kolom Geotagging Peta pada menu input Balai/Satker.
2. Tampilan jendela Geotagging.
3. Drag peta untuk menggeser lokasi sesuai dengan lokasi usulan.
4. Untuk Zoom, terdapat tiga cara yang diberikan.
(a) Klik icon “+” untuk zoom in dan icon “-“ untuk zoom out.
43 (b) Zoom sesuai area kotak yang diinginkan.
(c) Scroll ke atas pada mouse untuk zoom in dan scroll ke bawah untuk zoom out.
5. Terdapat tiga tipe digitasi: garis, area dan titik.
(a) Untuk mendigitasi usulan berupa garis, klik ikon “line”.
(1) Digitasi jalur dengan menyesuaikan jalur yang telah direncanakan.
(2) Klik pada vertex terakhir untuk mengakhiri digitasi atau klik finish.
44 (3) Bagian akhir digitasi garis menunjukkan panjang total rencana jalur pada peta.
(4) Pada inputan terdiri atas lebih dari satu garis, untuk melakukan penjumlahan anggaran dapat melakukan export melalui excel. Format export geojson diperuntukkan untuk visualisasi dan bukan untuk penjumlahan anggaran.
(b) Untuk mendigitasi usulan berupa area, klik ikon “area”.
(1) Digitasi area dengan menyesuaikan kawasan yang telah direncanakan.
(2) Klik pada vertex awal untuk mengakhiri digitasi atau klik finish.
45 (3) Bagian tengah area menunjukkan luas Kawasan yang didigitasi pada peta
(4) Pada inputan terdiri atas lebih dari satu area, untuk melakukan penjumlahan anggaran dapat melakukan export melalui excel. Format export geojson diperuntukkan untuk visualisasi dan bukan untuk penjumlahan anggaran.
(c) Untuk mendigitasi usulan berupa titik, klik ikon “point”.
(1) Tandai lokasi yang akan diusulkan.
(2) Pada inputan terdiri atas lebih dari satu titik, untuk melakukan penjumlahan anggaran dapat melakukan export melalui excel. Format export geojson diperuntukkan untuk visualisasi dan bukan untuk penjumlahan anggaran.
6. Untuk mengedit point/line/area, klik icon “edit”.
Drag drop vertex/titik sesuai dengan perencanaan, klik “Save” setelah selesai mengedit.
46 7. Untuk menghapus, klik icon “delete”.
(a) Pilih point/line/area yang ingin dihapus, atau klik ‘clear all’ untuk menghapus seluruh objek.
(b) Klik tombol “save” untuk mengakhiri delete objek.
8. Setelah selesai mendigitasi, klik tombol “Save” untuk menyimpan Geotagging.
9. Digitasi dapat dilakukan dengan tidak melewati batas provinsi masing-masing (pada peta ditunjukkan oleh area dengan warna yang lebih biru). Berikut adalah contoh yang salah, karena digitasi berada di luar batas wilayah provinsi.
Digitasi lintas provinsi akan mengakibatkan error saat dilakukan verifikasi.
10. Tampilan icon “Tagging” pada Geotagging yang berhasil disimpan.
Kaltim Kalteng
47
VII. HASIL PEMBAHASAN
A. FORMAT KEGIATAN WAJIB
Submenu “Format Kegiatan Wajib” disediakan untuk menunjukkan hasil pembahasan F-KW yang telah disetujui pada pembahasan desk Konreg Tahun 2021. Submenu ini tersedia pada menu “Hasil Pembahasan”.
Untuk memudahkan mencari kegiatan tertentu, dapat dilakukan filtering pada kolom kegiatan.
48
B. FORMAT KEGIATAN BARU
Submenu “Format Kegiatan Baru” disediakan untuk menunjukkan hasil pembahasan F-KB yang telah disetujui pada pembahasan desk Konreg Tahun 2021. Submenu ini tersedia pada menu “Hasil Pembahasan”.
1. Untuk memudahkan mencari kegiatan tertentu, dapat dilakukan filtering pada kolom kegiatan.
2. Untuk mereview detil kegiatan baru Balai/Satker, dapat dilakukan dengan mengklik ikon panah pada bagian kiri list detil dan klik ikon “detil”.
49
C. FORMAT KESEPAKATAN KONREG
Balai/Satker dapat mereview hasil kesepakatan konreg pada submenu “Format Kesepakatan Konreg” dalam menu “Hasil Pembahasan”. Kesepakatan ini terdiri atas Isu Strategis, 10 Kegiatan Wajib dan 10 Kegiatan Baru prioritas.
50
VIII. CETAK LAPORAN
A. FORMAT ISU STRATEGIS
Laporan isu strategis dapat dilihat pada menu “Cetak Laporan” submenu “Format Isu Strategis”.
1. Sebelum dicetak, laporan Isu strategis dapat di review dengan mengklik tombol “Preview”.
Preview isu strategis akan terlihat di bagian bawah tombol preview dan export.
2. Export laporan tersedia dalam format excel dan pdf; klik tombol “Export” lalu pilih tipe export.
51
B. FORMAT USULAN PROVINSI
Laporan usulan provinsi dapat dilihat pada menu “Cetak Laporan” submenu “Format Usulan Provinsi”.
1. Sebelum dicetak, laporan Isu strategis dapat di review dengan mengklik tombol “Preview”.
Preview isu strategis akan terlihat di bagian bawah tombol preview dan export.
2. Export laporan tersedia dalam format excel, pdf dan geojson; klik tombol “Export” lalu pilih tipe export. Format export geojson diperuntukkan untuk visualisasi dan bukan untuk penjumlahan anggaran.
52
C. FORMAT KEGIATAN WAJIB
Laporan kegiatan wajib dapat dilihat pada menu “Cetak Laporan” submenu “Format Kegiatan Wajib”.
1. Sebelum dicetak, laporan kegiatan wajib dapat di review dengan mengklik tombol
“Preview”.
Preview isu strategis akan terlihat di bagian bawah tombol preview dan export.
2. Export laporan tersedia dalam format excel, pdf dan geojson; klik tombol “Export” lalu pilih tipe export. Format export geojson diperuntukkan untuk visualisasi dan bukan untuk penjumlahan anggaran.
53
D. FORMAT KEGIATAN BARU
.Laporan kegiatan baru dapat dilihat pada menu “Cetak Laporan” submenu “Format Kegiatan Baru”.
1. Sebelum dicetak, laporan kegiatan baru dapat di review dengan mengklik tombol “Preview”.
Preview isu strategis akan terlihat di bagian bawah tombol preview dan export.
2. Export laporan tersedia dalam format excel, pdf dan geojson; klik tombol “Export” lalu pilih tipe export. Format export geojson diperuntukkan untuk visualisasi dan bukan untuk penjumlahan anggaran.
54
E. FORMAT KESEPAKATAN
Laporan Kesepakatan dapat dilihat pada menu “Cetak Laporan” submenu “Format Kesepakatan”.
1. Sebelum dicetak, laporan kegiatan baru dapat di review dengan mengklik tombol “Preview”.
Preview isu strategis akan terlihat di bawah tombol preview dan menu export.
Pada laporan kesepakatan terdapat review keseluruhan; Isu strategis, kegiatan wajib dan kegiatan baru untuk masing-masing unit organisasi. Hal yang tertera diantaranya adalah nomer urut prioritas, kegiatan hingga pekerjaan, volume, satuan, rencana alokasi dan total rencana alokasi.
55 2. Export laporan tersedia dalam format excel dan pdf; klik tombol “Export” lalu pilih tipe
export.
56
LAMPIRAN
A. DAFTAR ISU STRATEGIS DALAM RENSTRA PUPR 2020-2024
No. Unit Organisasi / Isu Strategis
A Ditjen Sumber Daya Air
1 Pengelolaan Air Tanah, Air Baku Berkelanjutan 2 Waduk Multiguna dan Modernisasi Irigasi 3 Ketahanan Kebencanaan Infrastruktur B Ditjen Bina Marga
1 Belum memadainya kualitas prasarana jalan serta masih kurangnya ketersediaan jaringan jalan untuk mendukung pengembangan wilayah
2 Ketersediaan jaringan jalan yang ada belum memadai dalam mendukung pengembangan wilayah, baik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi maupun pemerataan pembangunan.
C Ditjen Cipta Karya
1 Kesenjangan antara kebutuhan dan penyediaan layanan infrastruktur permukiman 2
Kurang optimalnya sinergi antar sektor dalam perencanaan dan pembangunan berbasis entitas kawasan, dimana permasalahan utama dan kebutuhan kawasan belum menjadi landasan penyelesaian masalah kawasan
3 Terbatasnya kapasitas kelembagaan pembangunan di daerah untuk melanjutkan pembangunan dan pengelolaan infrastruktur permukiman
4 Kurang optimalnya tata kelola pemanfaatan dan pengendalian infrastruktur permukiman yang telah terbangun
5 Terbatasnya kewenangan Pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur permukiman, khususnya untuk kegiatan di hilir
6 Belum optimalnya pemanfaatan alternatif sumber pembiayaan lainnya untuk mendukung keterbatasan pendanaan
7 Kerentanan permukiman terhadap bencana, baik alam maupun non-alam (termasuk pandemi wabah penyakit), serta mitigasi terhadap dampak perubahan iklim
D Ditjen Perumahan
1 Terdapat 45,90% rumah tangga di Indonesia yang menempati rumah tidak layak huni;
2 Semakin meningkatnya jumlah kebutuhan rumah layak dan terjangkau di wilayah perkotaan sebagai implikasi dari semakin dominannya jumlah penduduk perkotaan/urbanisasi
3
Kebutuhan penyediaan perumahan untuk mendukung pengembangan ibu kota negara (IKN), pusat pengembangan ekonomi baru (Kawasan Industri/KI, Kawasan Ekonomi Khusus/KEK, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional/KSPN, dan lain-lain), serta pemerataan pembangunan
4
Kebutuhan pengembangan penyediaan dan pengelolaan public housing yang merupakan salah satu Major Project dalam RPJMN Tahun 2020-2024 yang difokuskan di 6 (enam) kawasan metropolitan untuk memudahkan akses penduduk perkotaan (terutama kelompok MBR) terhadap hunian layak dan terjangkau, termasuk penyediaan badan pengelola dan ekosistem pendukung lainnya
5 Belum tersedianya sistem rental housing yang terintegrasi dan mendukung pengembangan sistem public housing
6 Regulasi penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman yang belum sinergis dan cenderung sentralistik
57 7 Belum tersedianya basis data dan dokumen perencanaan bidang perumahan yang akurat dan dapat
diakses dengan mudah oleh para stakeholder
8 Belum terdapat data sebaran dan potensi pasar perumahan MBR
9 Pemda belum secara konsisten menerapkan kebijakan kemudahan penerbitan izin pembangunan perumahan untuk kelompok MBR
10
Keterbatasan lahan yang terjangkau dan berada di sekitar pusat aktivitas/hub transportasi masal, serta belum optimalnya pemanfaatan lahan milik pemerintah/pemda/BUMN/BUMD untuk pembangunan perumahan bagi MBR
11 Infrastruktur perumahan dan permukiman yang belum memadai dan kurang terintegrasi dengan sistem infrastruktur perkotaan/wilayah
12 Masih kurang terintegrasinya upaya penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan
13 Belum optimalnya pemanfaatan kemajuan teknologi konstruksi, material lokal, dan terbatasnya kemitraan antara lembaga penelitian teknologi perumahan dengan pengembang perumahan 14
Keterbatasan kapasitas pembiayaan/pendanaan pemerintah dan belum optimalnya pemanfaatan creative financing (KPBU, SBSN/Sukuk) untuk mengurangi financial gap dalam penyediaan perumahan, terutama untuk kelompok MBR
15
Belum optimalnya pembinaan dan pengawasan terhadap desain dan kehandalan bangunan untuk mengurangi resiko kegagalan konstruksi, antisipasi kerawanan bencana, serta internalisasi konsep pengarusutamaan gender dalam pembangunan perumahan
58
B. DAFTAR TEMATIK KONREG TA 2022
No Uraian
1 Prioritas Nasional
1. Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas dan Berkeadilan 2. Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi Kesenjangan dan Menjamin Pemerataan 3. Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berkalitas dan Berdaya Saing
4. Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan
5. Memperkuat Infrastruktur untuk Pengembangan Ekonomi dan Pelayanan Dasar
6. Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana, dan Perubahan Iklim 7. Memperkuat Stabilitas Polhukhankam dan Transformasi Pelayanan Publik
2 Major Project
1. Industri 4.0 di 5 Sub Sektor Prioritas: Makanan dan Minuman, Tekstil dan Pakaian Jadi, Otomotif, Elektronik, Kimia dan Farmasi
2. 10 Destinasi Pariwisata Prioritas : Dana Toba, Borobudur Dskt, Lombok-Mandalika, Labuan Bajo, Manado-Likupang, Wakatobi, Raja Ampat, Bromo-Tengger-Semeru, Bangka Belitung, dan Morotai 3. 9 Kawasan Industri di Luar Jawa dan 31 Smelter
4. Penguatan Jaminan Usaha serta 50 Koperasi Petani dan Nelayan 5. Pembangunan Energi Terbarukan Green Fuel Berbasis Kelapa Sawit 6. Revitalisasi Tambak di Kawasan Sentra Produksi Udang dan Bandeng 7. Integrasi Pelabuhan Perikanan dan Fish Market Bertaraf Internasional 8. Pembangunan Wilayah Batam - Bintan
9. Pengembangan Wilayah Metropolitan: Palembang Banjarmasin, Makassar, Denpasar 10. Ibu Kota Negara (IKN)
11. Pengembangan Kota Baru: Maja, Tanjung Selor, Sofifi, Sorong
12. Wilayah Adat Papua: Wilayah Adat Laa Pago dan Wilayah Adat Domberay
13. Pemulihan Pasca Bencana: (Kota Palu dan sekitarnya, Pulau Lombok dan Sekitarnya, serta Kawasan Pesisir Selat Sunda)
14. Pusat Kegiatan Strategis Nasional: PKSN Paloh-Aruk, PKSN Nunukan, PKSN Atambua, PKSN Kefamenanu, PKSN Jayapura, & PKSN Merauke
15. Percepatan Penurunan Kematian Ibu dan Stunting
16. Pembangunan Science Techno Park (Optimalisasi Triple Helix di 4 Major Universitas) 17. Pendidikan dan Pelatihan Vokasi untuk Industri 4.0
18. Integrasi Bantuan Sosial Menuju Skema Perlindungan Sosial Menyeluruh 19. Jalan Tol Trans Sumatera Aceh - Lampung
20. KA Kecepatan Tinggi Pulau Jawa (Jakarta - Semarang dan Jakarta - Bandung) 21. Kereta Api Makassar - Pare Pare
22. Jaringan Pelabuhan Utama Terpadu
23. Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan di 6 Wilayah Metropolitan: Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang dan Makassar
24. Pembangunan dan Pengembangan Kilang Minyak
25. Pembangkit Listri 27.000 MW, Transmisi 19.000 KMS dan Gardu Induk 38.000 MVA 26. Infrastruktur TIK untuk Mendukung Transformasi Digital
27. Pengamanan Pesisir 5 Perkotaan Pantura Jawa 28. 18 Waduk Multiguna
29. Jembatan Udara 37 Rute di Papua
30. Jalan Trans pada 18 Pulau Tertinggal, Terluar, dan Terdepan
59 31. Jalan Trans Papua Merauke - Sorong
32. Akses Sanitasi (Air Limbah Domestik) Layak dan Aman (90% Rumah Tangga) 33. Akses Air Minum Perpipaan (10 Juta Sambungan Rumah)
34. Rumah Susun Perkotaan (1 Juta)
35. Infrastruktur Jaringan Gas Kota untuk 4 Juta Sambungan Rumah 36. Pemulihan Empat Daerah Aliran Sungai Kritis
37. Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan (2.219 Km) 38. Pembangunan Fasilitas Pengolahan Limbah B3 39. Penguatan Sistem Peringatan Dini Bencana
40. Penguatan NSOC - SCO dan Pembentukan 121 CSIRT 41. Penguatan Keamanan Laut di Natuna
3 Proyek Strategis Nasional 4 KSPN Super Prioritas
1. Danau Toba 2. Borobudur 3. Mandalika 4. Labuhan Bajo 5. Likupang 5 PEN
6 Padat Karya 7 Food Estate 8 Kawasan Industri 9 Ibu Kota Negara (IKN) 10 Perbatasan
11 Stunting 12 Gender/ARG 13 RAN-MAPI 14 Bencana 15 Terorisme
60
C. DAFTAR KRO/RO KONREG TA 2022
Ditjen/Kegiatan/KRO/RO 04 Ditjen Bina Marga
2409 Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan Nasional ABF Kebijakan Bidang Sarana dan Prasarana
001 Layanan Penyiapan dan Pengendalian Pelaksanaan 002 Layanan Perencanaan dan Pengawasan Teknik CBC Prasarana Bidang Konektivitas Darat (Jalan) 001 Pembangunan Jalan
002 Pelebaran Jalan Menambah Lajur 003 Pembangunan Jalan Bebas Hambatan
004 Pembangunan Jalan Trans Papua Merauke-Sorong (MP) 005 Pembangunan Jalan Strategis (ProPN)
006 Pembangunan Jalan Kawasan Prioritas (ProPN)
007 Pembangunan Jalan Akses Simpul Transportasi (ProPN)
008 Pembangunan Jalan Trans pada 18 Pulau Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (MP) CBF Prasarana Bidang Konektivitas Darat (Jembatan)
001 Pembangunan Jembatan
002 Pembangunan Flyover/Underpass/Terowongan
003 Pembangunan Jembatan Trans Papua Merauke-Sorong (MP) 004 Pembangunan Jembatan Strategis (ProPN)
005 Pembangunan Jembatan Kawasan Prioritas (ProPN)
006 Pembangunan Jembatan Akses Simpul Transportasi (ProPN)
007 Pembangunan Jembatan Trans pada 18 Pulau Tertinggal, Terluar, dan Terdepan CBR Dukungan Teknis
001 Layanan Penyiapan dan Pengendalian Pelaksanaan 002 Layanan Perencanaan dan Pengawasan Teknik CDC OM Prasarana Bidang Konektivitas Darat (Jalan) 001 Preservasi Pemeliharaan Rutin Jalan
002 Preservasi Rekonstruksi, Rehabilitasi Jalan 003 Pelebaran Jalan Menuju Standar
004 Penanganan Drainase, Trotoar, dan Fasilitas Keselamatan Jalan 005 Pemeliharaan Rutin Jalan Baru
006 Peningkatan Jalan Baru
007 Jalan Trans Papua Merauke-Sorong (MP) 008 Jalan Strategis (ProPN)
009 Jalan Kawasan Prioritas (ProPN)
010 Jalan Akses Simpul Transportasi (ProPN)
011 Jalan Trans pada 18 Pulau Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (MP) CDF OM Prasarana Bidang Konektivitas Darat (Jembatan)
001 Preservasi Rutin Jembatan 002 Preservasi Jembatan 003 Penggantian Jembatan
004 Pemeliharaan Rutin Jembatan di Jalan Baru 005 Jalan Trans Papua Merauke-Sorong (MP)
61 006 Jalan Strategis (ProPN)
007 Jalan Kawasan Prioritas (ProPN)
008 Jalan Akses Simpul Transportasi (ProPN)
009 Jalan Trans pada 18 Pulau Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (MP) 2410 Pengaturan, Pengusahaan, dan Pengawasan Jalan Tol
ABF Kebijakan Bidang Sarana dan Prasarana
010 Pengaturan, Pengusahaan, Pengawasan Jalan Tol
4979 Pengaturan dan Pembinaan Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan ABF Kebijakan Bidang Sarana dan Prasarana
001 Layanan Keteknikan Bidang Jalan dan Jembatan 002 Layanan Pengadaan Tanah
003 Pembinaan Teknik Penyelenggaraan Jalan Bebas Hambatan 004 Pengaturan dan Pembinaan Preservasi Jalan dan Jembatan 005 Pengaturan dan Pembinaan Pembangunan Jalan
006 Pengaturan dan Pembinaan Pembangunan Jembatan 007 Pembinaan Teknik Bidang Jalan dan Jembatan
009 Pengaturan dan Pembinaan Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan 011 Pengaturan dan Pembinaan Kepatuhan Internal
BEE Bantuan Kebencanaan
008 Fasilitasi Penanggulangan Darurat Akibat Bencana
Ditjen/Kegiatan/KRO/RO 05 Ditjen Cipta Karya
4253 Pembangunan dan Rehabilitasi Prasarana Pendidikan CBJ Prasarana Bidang Pendidikan Tinggi
001 Pembangunan, Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Perguruan Tinggi Negeri
002 Pembangunan, Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri
003 Pembangunan, Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Perguruan Tinggi Keagamaan Lainnya
CBI Prasarana Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah
001 Rehabilitasi dan Renovasi Sekolah Dasar dan Menengah 002 Pembangunan, Rehabilitasi dan Renovasi Sekolah Luar Biasa 003 Pembangunan, Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah
004 Rehabilitasi dan Renovasi Sekolah Keagamaan
005 Pembangunan Sarana Prasarana Pendidikan Dasar dan Menengah Baru 006 Pembangunan Sarana Prasarana Madrasah dan Sekolah Keagamaan Baru 4840 Penyelenggaraan Sanitasi yang Layak
CBB Prasarana Bidang Perumahan dan Pemukiman 001 Pembinaan Teknis Bidang Sanitasi
002 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat Skala Kota
003 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat Skala Permukiman 004 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat Skala Kota 005 Sistem Pengelolaan Drainase Lingkungan Permukiman
62 006 Sistem Pengelolaan Persampahan Skala Regional
007 Sistem Pengelolaan Persampahan Skala Kota 008 Sistem Pengelolaan Persampahan Skala Kawasan
009 Sistem Pengelolaan Persampahan Menjadi Sumber Energi Terbarukan 010 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat Berbasis Masyarakat 011 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat Skala Individu 012 Sistem Pengelolaan Drainase Berbasis Masyarakat
013 Sistem Pengelolaan Persampahan Berbasis Masyarakat
014 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat Skala Komunal FBA-Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah Daerah
001-Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan Sanitasi 4971 Penyelenggaraan Permukiman dan Bangunan Gedung BAH Pelayanan Publik Lainnya
001 Pembinaan dan Pengelolaan Rumah Negara CBB Prasarana Bidang Perumahan dan Pemukiman 001 Pengembangan Kawasan Permukiman 002 Pembangunan Baru Kawasan Permukiman 003 Pembangunan Kembali Kawasan Permukiman 004 Pemugaran Permukiman Kumuh
005 Peremajaan Permukiman Kumuh
006 Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh
007 Pembangunan Infrastruktur Permukiman Berbasis Masyarakat di Perkotaan 008 Pembangunan Infrastruktur Permukiman Berbasis Masyarakat di Perdesaan 009 Pembangunan dan Rehabilitasi Bangunan Gedung Hijau
010 Pembangunan dan Rehabilitasi Bangunan Gedung Fungsi Sosial dan Keagamaan 011 Pembangunan, Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Olahraga
012 Pembangunan, Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Pasar
013 Pembangunan, Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Strategis Lainnya 014-Penataan Kawasan Destinasi Wisata Danau Toba
015-Penataan Kawasan Destinasi Wisata Borobudur 017-Penataan Kawasan Destinasi Wisata Labuan Bajo 018-Penataan Kawasan Destinasi Wisata Manado Likupang 019-Penataan Kawasan Destinasi Wisata Wakatobi
020-Penataan Kawasan Destinasi Wisata Raja Ampat
021-Penataan Kawasan Destinasi Wisata Bromo - Tengger - Semeru 022-Penataan Kawasan Destinasi Wisata Bangka Belitung
023-Penataan Kawasan Destinasi Wisata Morotai 024 Penataan Bangunan dan Kawasan Kebun Raya
025 Penataan Bangunan dan Kawasan Sistem Perkotaan Nasional 026 Penataan Bangunan Kawasan Prioritas Tertentu
CBH Prasarana Bidang Pengendalian Bencana
001 Pembangunan Bangunan Gedung Mitigasi Bencana
002 Pembangunan dan Rehabilitasi Bangunan Gedung Pasca Bencana 003 Penataan Bangunan Kawasan Rawan Bencana
CBM Prasarana Bidang Pertahanan dan Keamanan
001 Penataan Bangunan Kawasan Pos Lintas Batas Negara
63 CBN Prasarana Bidang Pariwisata dan Kebudayaan
001 Rehabilitasi Bangunan Cagar Budaya dan Istana 002 Penataan Bangunan Kawasan Destinasi Wisata
003 Penataan Bangunan Kawasan Cagar Budaya dan Permukiman Tradisional FBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah Daerah
001 Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Kawasan Permukiman
002 Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan Penataan Lingkungan 003 Pembinaan dan Pengawasan Pembangunan, Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana
Olahraga, dan Pasar
4973 Penyelenggaraan Air Minum yang Layak
CBB Prasarana Bidang Perumahan dan Pemukiman 001 Pembangunan SPAM Kabupaten/Kota 002 Pembangunan SPAM Regional
003 Peningkatan SPAM Kabupaten/Kota 004 Peningkatan SPAM Regional
005 Perluasan SPAM Kabupaten/Kota 006 Perluasan SPAM Regional
007 Infrastruktur Air Minum Berbasis Masyarakat 4974 Penyelenggaraan Pembinaan Infrastruktur Permukiman BHC Operasi Bidang Penanganan Bencana
001 Infrastruktur Tanggap Darurat
CBB Prasarana Bidang Perumahan dan Pemukiman
001 Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Bidang Infrastruktur Permukiman
Ditjen/Kegiatan/KRO/RO 06 Ditjen Sumber Daya Air
5036 Pengembangan Jaringan Irigasi Permukaan, Rawa, dan Non-Padi CBG Prasarana Bidang SDA dan Irigasi
001-Bendung irigasi yang dibangun 002-Embung irigasi yang dibangun 003-Bendung irigasi yang direhabilitasi 004-Embung irigasi yang direhabilitasi CBR Dukungan Teknis
001-Dukungan teknis bidang irigasi dan rawa yang disusun 002-Pengadaan tanah bidang irigasi dan rawa yang dilaksanakan CBS Prasarana Jaringan Sumber Daya Air
001-Jaringan irigasi permukaan yang dibangun 002-Jaringan irigasi rawa yang dibangun
003-Jaringan irigasi non-padi / tambak yang dibangun 004-Jaringan irigasi permukaan yang direhabilitasi 005-Jaringan irigasi rawa yang direhabilitasi
006-Jaringan irigasi non-padi / tambak yang direhabilitasi
5037 Pengendalian Banjir, Lahar, Pengelolaan Drainase Utama Perkotaan, dan Pengaman Pantai
64 CBH Prasarana Bidang Pengendalian Bencana
001-Stasiun pompa banjir yang dibangun
002-Bendung gerak / pintu air banjir yang dibangun 003-Polder / kolam retensi yang dibangun
004-Sabo dam yang dibangun 005-Check dam yang dibangun
006-Stasiun pompa banjir yang direhabilitasi
007-Bendung gerak / pintu air banjir yang direhabilitasi 008-Polder / kolam retensi yang direhabilitasi
009-Sabo dam yang direhabilitasi 010-Check dam yang direhabilitasi CBR Dukungan Teknis
001-Dukungan teknis bidang sungai dan pantai yang disusun 002-Pengadaan tanah bidang sungai dan pantai yang dilaksanakan CBS Prasarana Jaringan Sumber Daya Air
001-Normalisasi/tanggul/perkuatan tebing sungai yang dibangun 002-Kanal banjir yang dibangun
003-Saluran drainase utama perkotaan yang dibangun 004-Seawall/breakwater yang dibangun
005-Normalisasi/tanggul/perkuatan tebing sungai yang direhabilitasi 006-Kanal banjir yang direhabilitasi
007-Saluran drainase utama perkotaan yang direhabilitasi 008-Seawall/breakwater yang direhabilitasi
5039 Pengembangan Bendungan, Danau, dan Bangunan Penampung Air Lainnya CBG Prasarana Bidang SDA dan Irigasi
001-Bendungan yang dibangun 002-Danau yang direvitalisasi
003-Embung/penampung air lainnya yang dibangun 004-Bendungan yang direhabilitasi
005-Embung/penampung air lainnya yang direhabilitasi CBR Dukungan Teknis
001-Dukungan teknis bidang bendungan dan danau yang disusun 002-Pengadaan tanah bidang bendungan dan danau yang dilaksanakan 5040 Pengembangan Jaringan Air Tanah dan Air Baku
CBG Prasarana Bidang SDA dan Irigasi 001-Unit air baku yang dibangun 002-Sumur air tanah yang dibangun 003-Embung air baku yang dibangun 004-ABSAH/PAH yang dibangun 005-Unit air baku yang direhabilitasi 006-Sumur air tanah yang direhabilitasi 007-Embung air baku yang direhabilitasi CBR Dukungan Teknis
001-Dukungan teknis bidang air tanah dan air baku yang disusun 002-Pengadaan tanah bidang sungai dan pantai yang dilaksanakan CBS Prasarana Jaringan Sumber Daya Air
65 001-Jaringan air baku yang dibangun
002-Jaringan irigasi air tanah (JIAT) yang dibangun 003-Jaringan air baku yang direhabilitasi
004-Jaringan irigasi air tanah (JIAT) yang direhabilitasi
Ditjen/Kegiatan/KRO/RO 07 Ditjen Perumahan
4978 Penyediaan Akses Rumah Layak Huni
CBB Prasarana Bidang Perumahan dan Permukiman 001-PSU Rumah Umum
002-Rumah Khusus
003-Rumah Susun Hunian ASN/TNI/POLRI 004-Rumah Susun Hunian MBR/Pekerja 005-Rumah Susun Asrama Pendidikan Tinggi 006-Rumah Susun Asrama Pendidikan Keagamaan 007-Bantuan Perumahan Swadaya Sejahtera 008-Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya 009-Bantuan Perumahan Swadaya Usaha RBB Prasarana Bidang Perumahan dan Permukiman
001-PSU Rumah Umum 002-Rumah Khusus
003-Rumah Susun Hunian ASN/TNI/POLRI 004-Rumah Susun Hunian MBR/Pekerja 007-Bantuan Perumahan Swadaya Sejahtera 008-Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya 009-Bantuan Perumahan Swadaya Usaha