• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Semakin maraknya persaingan produsen yang sangat ketat di pasaran, maka

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Semakin maraknya persaingan produsen yang sangat ketat di pasaran, maka"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Periklanan

Semakin maraknya persaingan produsen yang sangat ketat di pasaran, maka mengharuskan produsen untuk berlomba – lomba memasarkan produknya agar laku dipasaran. Setiap produk menginginkan produknya dapat di terima dan di kenal oleh masyarakat luas, maka dari itu perlu informasi yang jelas mengenai produk yang akan ditawarkan kepada konsumen. Untuk memasarkan produk yang akan di tawarkan kepada konsumen, supaya konsumen memperoleh kejelasan informasi dan produsen memperoleh tanggapan positif dari konsumen maka diperlukan media periklanan.

1. Pengertian Periklanan

Ada beberapa pendapat para ahli mengenai periklanan diantaranya adalah menurut :

a. Jefkins, (1995: 5) mengatakan, Periklanan merupakan proses penyampaian pesan – pesan penjualan yang paling positif yang diarahkan kepada calon pembeli yang potensial atas produk, barang atau jasa tertentu dengan biaya yang semurah – murahnya.

b. Lwin dan Aitchhison, (1997: 3) mengutarakan, Bahwa iklan adalah kandungan utama dari manajemen promosi yang menggunakan ruang media

(2)

c. Pada dasarnya tujuan periklanan adalah mengubah atau mempengaruhi sikap–sikap khalayak serta membujuk khalayak untuk membeli produk A bukan produk B(Jefkins, 1995: 17).

Periklanan harus dibuat sedemikian rupa agar dapat menarik minat khalayak, origional, serta memiliki karakteristik tertentu dan persuasif sehingga para konsumen atau khalayak secara suka rela terdorong untuk melakukan sesuatu tindakan sesuai dengan yang diinginkan pengiklan(Jefkins, 1995: 18).

2. Fungsi-Fungsi Periklanan

Secara umum, Periklanan dihargai karena dikenal sebagai pelaksana berbagai fungsi komunikasi yang penting bagi perusahaanbisnis dan organisasi lainnya.

Berikut merupakan fungsi-fungsi periklanan (Shimp, 1999: 357-361):

a. Informing

Periklanan membuat konsumen sadar (aware), akan merek-merek baru, mendidik mereka tentang berbagai fitur dan manfaat merek, serta memfasilitasi penciptaan citra merek yang positif.

b. Persuading

Iklan yang efektif akan mampu mempersuasi (membujuk) pelanggan untuk mencoba produk dan jasa yang diiklankan.

c. Remainding

Iklan menjaga agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para

(3)

d. Adding Value

Periklanan memberikan nilai tambah pada merek dengan mempengaruhi persepsi konsumen.

Strategi Periklanan

Berikut merupakan strategi periklanan (Shimp, 1999: 362-363) a. Menetapkan tujuan

b. Memformulasi anggaran c. Menciptakan pesan-pesan iklan

d. Menyeleksi media dan alat komunikasi iklan

3. Jenis-Jenis Iklan

Iklan dapat digolongkan menjadi beberapa jenis (Jefkins, 1995: 39-55) yaitu:

a. Iklan Konsumen

Pada dasarnya terdapat dua macam barang yang umum di beli oleh masyarakat, barang konsumsi (consumer good) seperti bahan makanan, shampo, sabun, dsb. Serta barang tahan lama (durabel goo ), misalnya bangunan ( tempat tinggal ), mobil, perhiasan, dsb.

b. Iklan Bisnis

Mempromosikan barang-barang dan jasa non konsumen. Artinya, baik pemasangan dan sasaran iklan sama-sama perusahaan. Produk yang diiklankan adalah barang antara yang harus diolah atau menjadi unsur produk.

(4)

c. Iklan Perdagangan

Iklan perdagangan secara khusus ditujukan kepada kalangan distributor, pedagang-pedagang kulakan besar, pada agen, eksportir atau importer, dan para pedagang besar serta kecil. Sedangkan barang-barang yang diiklankan adalah barang untuk dijual kembali.

d. Iklan Eceran

Iklan-iklan yang dilancarkan oleh pasar swalayan atau toko-toko serba berukuran besar. Iklan ini dibuat dan disebarkan oleh pihak pemasok atau produsen, iklan ini biasanya ditempatkan di semua lokasi yang menjual produk tersebut kepada konsumen.

e. Iklan Bersama

Istilah iklan bersama atau kerjasama iklan di sini khusus mengacu pada iklan eceran. Contoh : promosi bersama antara iklan pasta gigi dan sikat gigi.

f. Iklan Keuangan

Iklan keuangan ini meliputi iklan-iklan untuk bank, jasa tabungan, asuransi serta investasi.

g. Iklan Rekruitmen

Iklan jenis ini bertujuan untuk merekrut calon pegawai (seperti : anggota polisi, angkatan bersenjata, perusahaan swasta dan badan-badan umum lainnya).

(5)

B. Event Organizer (EO)

1. Pengertian Event Organizer

Event Organizer adalah suatu kelompok usaha dalam bidang jasa yang

ditujukan secara resmi oleh client untuk mengorganisasikan rangkaian acara, dimulai dari proses pembuatan konsep, perencanaan, persiapan, eksekusi hingga rangkaian acara selesai dalam rangka membantu klien mewujudkan tujuan yang diharapkan melalui rangkaian acara yang diadakan. Bersamaan dengan maraknya Event Organizer (EO) di berbagai daerah, secara alamiah terjadi segmentasi EO. Ada EO yang memberikan jasa vendor kepada suatu perusahaan, ada yang mengkhususkan diri pada acara anak – anak, ada yang menjadi spesialis dalam acara pernikahan atau kegiatan korporasi. EO juga sebagai brand activation. Maksudnya biro jasa EO ini terjun langsung bagaimana caranya untuk mempermudah audiens mengenal secara langsung dan membeli produk atau jasa secara langsung sehingga khalayak mampu mengenal suatu brand. Tetapi nyatanya banyak yang hanya ikut – ikutan karena usaha tersebut pada masa sekarang ini banyak memberikan keuntungan yang sangat besar (Hahn, 1999:219).

Biro jasa event organizer merupakan bagian dari bidang periklanan. Iklan adalah suatu metode atau cara memikat perhatian publik atas suatu barang atau jasa tanpa penjualan secara langsung. Tegasnya melalui media iklan, publik di tarik perhatiannya, dipengaruhi atau dibujuk agar mau membeli barang – barang

(6)

atau jasa serta mau menerima ide – ide yang dibawakan atau dianjurkan oleh iklan tersebut(Nuryanto, 1997:7).

EO yang mendatangkan hasil bagi orang yang membutuhakan pengelolaan acara. Bisa mendatangkan keuntungan atau setidaknya menciptakan citra yang baik. Pada prinsipnya EO berfungsi mempermudah konsumen mewujudkan acara sesuai ide atau kebutuhanya. Event Organizer pada dasarnya memiliki hubungan yang sagat erat baik dengan ;perusahaan produsen maupun dengan media. Sebuah produsen pasti membutuhkan Event Organizer untuk memasarkan produknya melalui penyelenggaraan suatu acara atau Event, sama halnya dengan Event Organizer pasti membutuhkan media sebagi sarana kampanye produk yang telah dibuatnya.

Pada Umumnya Event Organizer hampir tidak ada bedanya dengan biro jasa periklanan, untuk itu Event Organizer juga menggunakan sebuah konsep pemasaran dalam membuat promosi (Khasali, 1992: 13), yaitu sebagai berikut : a. What ( Produk apa yang ditawarkan )

Dalam membuat promosi,sebuah biro Event Organizer harus menentukan apa keunggulan produk yang akan ditawarkan.

b. Who ( Sasaran Produk )

Selain menentukan apa yang akan di iklankan, perusahaan tersebut harus menentukan sasaran promosi, apakah itu anak – anak, remaja, atau orang dewasa.

(7)

c. Where ( Pemilihan Media )

Setelah menentukan kedua hal tersebut,perusahaan harus menentukan tempat dan media yang tepat untuk promosi yang dibuatnya.

d. When ( Penjadwalan )

Hal ini menyangkut waktu yang akan digunakan untuk memasarkan produk.

e. How ( Strategi Promosi )

Bagaimana cara membujuk atau mempengaruhi konsumen agar tertarik untuk membeli produk yang dipromosikan tersebut.

f. How Much ( Anggaran Biaya )

Berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk mempromosikan produk tersebut

Sebenarnya Event Organizer lebih banyak menggunakan konsep pemasaran poin 5 pada konsep pemasaran menurut Khasali yang tersebut di atas yaitu How (Strategi Promosi). EO lebih condong ke strategi promosi dikarenakan dalam sebuah EO lebih memikirkan bagaiman caranya produk dari klien lebih cepat dikenal dan dijual langsung kepada khalayak tanpa ada keraguan dari khalayak.

Maka konsep ini merupakan konsep inti dari biro jasa Event Organizer. Event Organizer tidak saja hanya lembaga, melainkan sebuah aktivitas perancangan,

pengkoordinasian, pengarahan dan kontrol kegiatan untuk mencapai keinginan individu atau organisasi.

Di Event Organizer, yang paling penting adalah ide, dan cara menyampaikan

(8)

keputusan apakah klien akan menggunakan jasa EO tersebut atau tidak. Secara umumEvent Organizer di bagi atas dua kelompok kebutuhan klien, yaitu : (Suseno, 2006:16)

a. Klien yang membutuhkan Event Organizer acara (meeting, insentif, convention, exhibiton).

b. Klien marketing communications (khususnya below the line).

2. Jenis – Jenis Event Organizer

Dilihat dari jenis acara yang di adakan,Event organizer dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis :

a. One Stop Agency ,Event Organizer yang mampu menyelenggarakan

berbagai jenis acara hingga skala internasional.

b. MICE ( meeting, invention, convention, exhibition ) yang khusus

bergerak di bidang penyelenggara acar berbentuk pertemuan.

c. Brand Activation, adalah EO yang secara spesifik membantu klienya

untuk mempromosikan dalam rangka peningkatan penjualan,pengenalan merk di kalangan konsumen,dengan berinteraksi langsung ke target marketnya.

d. Musik dan Hiburan : Event Organizer yang memiliki spesialis di bidang hiburan terutama musik.

e. Wedding Organizer : Event organizer yang secara khusus memebantu

(9)

f. Penyelenggara ulang tahun : EO yang ahli membuat pesta ulang tahun termasuk untuk anak-anak. (http//id.wikipedia.org)

3. Proses Mengadakan Event

Dalam mengadakan acara atau event melalui beberapa tahapan. Proses mengadakan event agar dapat berjalan lancar dan mencapai keberhasilan antar lain (Suseno, 2006: 18-33) :

a. Mengadakan petemuan antara klien dan EO

Ini merupakan proses pertama yang dilakukan untuk mengadakan sebuah event. Proses ini bisa bermua dari perbincangan-perbincangan antara

perusahaan penyandang dana (sponsorship) dan biro jasa layanan (EO), ini juga bisa berawal dari sebuah tender promosi dari perusahaan. Dalam pertemuan ini biasanya klien mengutarakan keluhannya atau rencana yang ingin dilakukan.

b. Mengajukan proposal kepada pihak klien

Proses mengajukan proposal kepada klien ini dilakukan setelah mengetahui keluhan dan apa yang diinginkan oleh klien. Disini EO mulai melakukan pekerjaannya dan membuat proposal yang berisi tentang program acara yang akan diajukan kepada klien. Berikut merupakan isi dari proposal :

1. Mencakup masalah yang dihadapi

2. Memberikan solusi dan jawaban atas keluhan dari klien

(10)

4. Desain-desain promosi

5. Tujuan dan manfaat program acara

6. Etimasi dana yang dipergunakan dalam acara 7. Lampiran

4. Persiapan Materi Event

Menurut (Suseno, 2006: 19) dalam bukunya “cara pintar jadi event organizer menjelaskan, setelah pihak EO mendapatkan persetujuan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan yang matang dari segi bidang dan perlengkapan yang dibutuhkan, antara lain:

a. Property

Ini mencakup segala segala yang dibutuhkan selama pelaksanaan event.

Misalnya : transportasi, tenda dan biasanya juga SPG (Sales Promotion Girl) serta team work.

b. Perijinan

Hal ini mencakup tentang surat ijin pemakaian tempat yang diguakan untuk event, biasanya perijinan ini langsung kepada yang berwajib sesuai tingkatan daerahnya. Perijinan memiliki andil yang sangat penting dalam pelaksanaan acara.

c. Entertainer

Ini merupakan salah satu strategi promosi yang digunakan dalam suatu

(11)

audiencedan konsumen. Entertainer ini biasanya adalah artis papan atas ataupun artis lokal serta MC (Pembawa Acara).

d. Creative Event

Ini merupakan sumber dan imajinasi dari creator, yang nantinya akan diaplikasikan dalam pelaksanaan event. Hal ini mencakup tentang ide dan gagasan dalam tata acara, tata panggung, Rundown serta beberapa desain pendukung acaraseperti layout, backdrop, flyer, spanduk, baliho dan lain- lainsebagai publikasi, pemasaran serta promosi.

5. Sponsor Media Event

Media komunikasi mempunyai peran penting dalam keberhasilan suatu event. Persaingan yang semakin ketat di antara berbagai media baik media cetak maupun elektronik maupun internet.

a. Media Cetak

Nama-nama sponsor atau logo di cantumkan dalam ikla di media cetak yang dipublikasikan. Tergantung beberapa kali iklan akan dimunculkan pada surat kabar harian,iklan juga di muat menyesuaikan kolom kosong yang tersedia.

b. Radio

Sarana promosi yang umum digunakan untuk memasarkan bazar,festival,dan event-event lainya adalah bekerja sama dengan stasiun

(12)

penyelenggaraan event. Biasanya satu stasiun radio hanya bersedia menjadi mitra atau sponsor ekslusif,dan akan bekerja sama dengan pemrakarsa untuk memasarkan event,dan radio jua bisa dijadikan sebagai tempat penjualan tiket dan tempat pendaftaran. Stasiun radio tersebut akan menyiarkan beberapa program komersial dan promosi,maupun pengumuman- pengumuman penunjang event yang sifatnya nirlaba. Untuk menambah kredibilitas dan agar terlihat perbedaanya dengan stasiun radio lainya. Pihak stasiun radio dapat berperan sebagai pembawa acara atau terlihat langsung dalam event untuk meliput,memepromosikan,menyebarluaskan materi dan mendokumentasikan acara.

c. Televisi

Disamping iklan dan promosi di televisi,televisi juga dapat dilibatkan pada event untuk melakukan program promosi event yang terintegrasi yang meliputi pemberitaan dan peliputan langsung. Sebagai mitra kerja sama sponsor,sebuah stasiun televisi local beberapa kali menayangkan event sebelum berlangsung kemudian liputan langsung selama festival atau acar berlangsung.

Selain ketiga hal tersebut,dalam sebuah event memerlukan sponsor.

Berikut beberapa jenis sponsor yang diperlukan dalam penyelenggaraan event :

a. Title / Presenting ( sponsor utama ) : menanggung seluruh biaya

(13)

b. Host / Supporting ( Sponsor Pendukung ) : menanggung bidang –

bidang tertentu pada suatu event,misalnya makanan dan minuman selama event berlangsung.

c. Tiered ( Sponsor partisian ) : memberikan dana sesuai dengan tingkat

kemampuan produk dan jasa.

d. In Kind ( Sponsor barter ) : Sponsor in kind menyediakan barang dan

jasa secara gratis untuk event yang nilainya setara dengan manfaat yang diterima sponsor tersebut (Hoyle, 2006: 115).

6. Efektivitas Event

Event marketing adalah salah satu cara yang ampuh dalam menyampaikan

sebuah brand dengan mengajak costumer potensialagar terllibat dalam sebuiah event yang diselenggarakan perusahaan. Alasan event dinilai efektif apabila :

a. Meningkatkan awareness b. Meningkatkan image product c. Menigkatkan sales

d. Komunikasi sampai ke target market e. Menambah jumlah pelanggan baru f. Keberhasilan media promosi g. Memperkenalkan produk h. Lebih dekat dengan konsumen

(14)

7. Mitra Kerja Event Organizer

(Suseno, 2006: 189 - 193)Mitra kerja event organizerbiasa disebut dengan suppliyer atau dengan kata lain pemasok dari beberapa jenis kebutuhan event.

Sebagai event organizer,kita tidak mungkin memiliki semua jenis peralatan untuk memenuhi keperluan sebuah pegelaran event. Berbagai jenis mitra kerja tersebut antara lain :

a. Tempat acara (venue) b. Cetak print digital c. Penginapan d. Percetakan e. Sound system

f. Dokumentasi g. Tata lampu h. Catering

i. Pembangkit daya listrik j. Transportasi

k. Panggung l. Media Massa m. Perlengkapan n. SDM dan artis agen o. Dekorasi

(15)

q. Kembang api

r. Persewaan busana,alat musik s. Biro jasa promotor

t. Tempat penjualan tiket u. Biro jasa desan kreatif

v. InstansiPemerintah dan kepolisian w. Wartawan Media

Referensi

Dokumen terkait

Pada tahap ini akan dilakukan survey untuk memperoleh suara pelanggan yang tentu membutuhkan waktu dan keterampilan untuk mendengarkan. Proses Quality Function Deployment

Dalam saluran pemasaran industri produsen barang industri dapat menggunakan tenaga penjualannya untuk menjual langsung kepada pelanggan industri; atau, produsen tersebut

Berdasarkan penjelasan ahli diatas bahwa manfaat informasi harga pokok produksi untuk menentukan harga jual produk perusahaan yang berproduksi masa memproses produknya untuk

Bentuk special events , biasanya, manajemen harus melihat acara kalender tahunan, melihat pada tahun ( calendar of event ) dari tahun tertentu, kemudian menyusun rencana

Meskipun baru 3 tahun berdiri, Platinum Event Organizer telah diakui oleh masyarakat dan dunia Periklanan di Yogyakarta sebagai pemberi solusi untuk masalah penyelenggaraan acara

Pengertian harga adalah sejumlah uang sebagai alat ukur untuk memperoleh produk atau jasa. Perusahaan harus bisa menerapkan harga yang tepat dalam memasarkan produknya, sebab

Sebagaimana dijelaskan pada bab I sebelumnya bahwa video klip merupakan sarana bagi para produsen musik untuk memasarkan produknya lewat medium televisi (Komputer, 2006:

Suatu dalam memasarkan produk atau jasanya selalu disertai dengan pelayanan, dengan adanya suatu perusahaan dapat memberikan gambaran mengenai produknya dengan