• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SMA N 2 Lintongnihuta Mata Pelajaran : Geografi

Kelas/Semester : X / I

Materi Pokok : PENGETAHUAN DASAR GEOGRAFI - Objek Studi Geografi

- Pendekatan geografi Alokasi Waktu : 3 x 45 menit ( 1 x TM) Pertemuan : 2

A. Kompetensi Inti :

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalamilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi dasar dan indikator

1.1 Menghayati keberadaan dirinya sebagai makhluk Tuhan yang dapat berfikir ilmiah dan mampu meneliti tentang lingkungannya.

2.1 Menunjukkan perilaku proaktif dalam mempelajari hakekat ilmu dan peran geografi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

3.1 Memahami pengetahuan dasar geografi dan terapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator:

3.1.5 Menganalisis gejala geosfer dalam objek studi geografi 3.1.6 Menganalisis gejala geosfer dalam pendekatan geografi

4.1 Menyajikan contoh penerapan pengetahuan dasar geografi pada kehidupan sehari- hari dalam bentuk tulisan

Indikator:

4.1.1 Melaporkan hasil pengamatan gejala geosfer berkaitan terhadap objek studi geografi

4.1.2 Melaporkan hasil pengamatan gejala geosfer berkaitan terhadap pendekatan geografi

(2)

C. Tujuan pembelajaran:

1) Melalui modul siswa kelas X dapat menganalisis gejala geosfer berkaitan terhadap objek studi geografi

2) Melalui modul siswa kelas X dapat menganalisis gejala geosfer dalam pendekatan geografi

D. Materi Ajar:

1. Fakta : contoh gejala geosfer dalam objek studi geografi, contoh gejala geosfer

dalam pendekatan geografi

2. Konsep : Objek studi geografi, pendekatan geografi.

E. Media/alat bantu yang digunakan : 1. Gambar tentang fenomena di bumi 2. Gambar tentang pendekatan geografi 3. LKS

F. Sumber Belajar

1. Uli,Marah dan Asep Mulyadi. 2006. Geografi SMA dan MA Kelas X.Jakarta:Esis.

(halaman 3-5)

2. Tika, Pabundu. 2001. Geografi SMA dan MA Kelas X.Jakarta: Bumi Aksara.

(Halaman 2-8)

3. Anjayani,dkk. 2009. Georafi Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. (Halaman 1-12)

4. Iskandar,L. 2009. Geografi 2 Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. (Halaman 2-7)

G. Metode Pembelajaran:

Pendekatan pembelajaran : Scientific

Metode Pembelajaran : Diskusi, Informasi, Tanya jawab Model Pembelajaran : examples non examples

H. Kegiatan Pembelajaran

Langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu

Pedahuluan  Guru memberi salam, menyiapkan kelas, berdoa, kemudian mengabsen peserta didik.

 menyampaikan KD, Indikator, tujuan dan garis besar materi yang akan dipelajari

 Pembagian kelompok belajar, menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah- langkah pembelajaran examples non examples

10’

Kegiatan Inti

Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok.

Mengamati :

 Meminta siwa memperhatiak LKS mereka dan memberi kesempatan siswa untuk menanyakan hal yang kurang dipahami.

Menanya:

(3)

 Memberi kesempatan siswa untuk menanyakan hal yang kurang dipahami tentang fenomena geosfer.

Mengeksplorasi :

 Meminta siswa untuk berdiskusi di dalam kelompok untuk membahas masalah objek-objek geografi

 Hasil diskusi di kumpulkan kepada guru.

Mengasosiasi:

 Siswa mengidentifikasi objek-objek kajian geografi.

 Siswa menyesuiakan pendekatan-pendekatan geografi yang di dapat dari internet dengan gambar fenomena geosfer yang terdapat pada LKS.

Mengkomunikasikan:

 Meminta setiap kelompok untuk menyajikan hasil diskusi mereka.

 Melalui hasil diskusi kelompok guru mulai menjelaskan materi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

110’

Penutup  Meminta siswa membaca materi untuk pertemuan berikutnya yaitu mengenai objek studi geografi dan pendekatan geografi pada modul halaman

 Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan Salam dan berdoa

10’

I. Penilaian

 Kognitif : lembar kerja siswa (terlampir)

 Afektif : lembar pengamatan aktivitas siswa (terlampir)

Mengetahui, Lintongnihuta, Juli 2021

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

(Drs.Nelson Tambunan,MM) (Rikardo Saragih,S.Pd)

NIP.196402041990041006 NIP.197311202006041001

(4)

BAHAN AJAR

Satuan Pendidikan : SMA N 2 Lintongnihuta Kelas / Semester : X / I

Mata Pelajaran : GEOGRAFI

Jumlah Pertemuan : 3 x 45 menit ( 1x TM )

KI Kompetensi Dasar

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalamilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

3.1. Memahami pengetahuan dasar geografi dan terapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator Tujuan Pembelajaran

3.1.5 Menganalisis gejala geosfer dalam objek studi geografi

3.1.6 Menganalisis gejala geosfer dalam pendekatan geografi

5. Melalui modul siswa kelas X dapat menganalisis gejala geosfer berkaitan terhadap objek studi geografi secara kelompok

6. Melalui modul siswa kelas X dapat menganalisis gejala geosfer dalam pendekatan geografi

CONTOH FENOMENA GEOGRAFI

Gambar Banjir Gambar Kebakaran Hutan

Pada dasarnya Bumi yang kita huni ini merupakan objek kajian geografi. Objek kajian ini dapat dibagi menjadi objek material dan objek formal.

1. OBJEK STUDI GEOGRAFI a. Objek Material

(5)

Objek material yaitu segala sesuatu baik berupa materi atau berupa gejala geografi yang terjadi dalam ruang (geosfer) yang dipelajari oleh geografi. Karena ruang lingkupnya geosfer maka objek studi material ini berada di 5 bagian geosfer yaitu:

1) Litosfer. Lithos artinya batuan dan sphera artinya lapisan. Deskripsi lengkapnya adalah lapisan penyusun kulit bumi yang terluar dan terbentuk dari batuan. Objek material geografi pada lapisan ini adalah segala sesuatu materi atau gejala geografi yang terdapat atau terjadi pada lapisan ini.

contoh dalam bentuk materinya yaitu: batuan dengan berbagai jenisnya, gunung dengan tipe dan ketinggianya. Sedangkan dalam bentuk fenomena dan gejala geografi misalnya gempa, pergerakan lempeng tektonik

2) Hidrosfer. Adalah bagian dari geosfer dalam bentuk lapisan perairan yang tersebar di lautan, tanah, permukaan tanah, atmosfer (udara), maupun dalam bentuk padat, cair, gas.

Contoh dalam bentuk materi yaitu air, salju, uap (gas) dan dalam bentuk gejala geografi yaitu: pasang surut, arus laut, pergerakan air tanah dan lain-lain

3) Atmosfer. Adalah lapisan udara yang menyelubungi bumi

Contoh dalam bentuk materi: awan, udara beserta materi penyusunnya dan dalam bentuk gejala geografi yaitu: perubahan unsur-unsur cuaca

4) Biosfer. Lapisan kehidupan yang ada di gesofer selain dari manusia yaitu berupa flora dan fauna

Contoh materinya: flora dan fauna dan gejalanya: persebarannya, habitatnya (kondisi ruangan yang mendukungnya)

5) Antroposfer. Adalah lapisan kehidupan manusia dalam ruang.

Contohnya kehidupan biologisnya (kelahiran, kematian) kehidupan sosialnya, aktivitas ekonominya, budayana dan lain – lain.

b. Objek Formal

Yaitu sudut pandang dan cara berpikir terhadap objek material yang berupa materi atau gejala geografi yang ada di geosfer. Cara pandang dan cara berpikir ini dapat melalui pendekatan keruangan, kelingkungan dan kewilayahan. (baca kembali pendekatan geografi)

Objek formal adalah sudut pandang dan cara berpikir (pendekatan) terhadap gejala material di muka bumi, baik yang sifatnya fisik maupun sosial yang dilihat dari sudut pandang keruangan (spasial). Objek formal inilah yang membedakan geografi dengan ilmu yang lainnya. Dalam geografi selalu ditanyakan mengenai dimana gejala itu terjadi dan mengapa gejala tersebut terjadi. Berikut adalah tahap pendekatan geografi dalam memahami fenomena geosfer:

1. What?

2. Where?

3. When?

4. Why?

5. How?

6. Who?

Contoh penerapannya dapat dilihat pada kasus terjadinya banjir. Dalam memandang peristiwa ini geografi akan menjawab:

1. What? Apa yang terjadi?

Jawab: Banjir.

2. Where? Dimana banjir tersebut terjadi?

(6)

Jawab: Di DKI Jakarta.

3. When? Kapan banjir itu terjadi?

Jawab: Pada musim hujan bulan Februari 2007.

4. Why? Mengapa banjir tersebut dapat terjadi?

Jawab: Karena pengaruh curah hujan yang tinggi dan kondisi lahan yang di Jakarta yang sudah tidak mampu menyerap air hujan dikarenakan pembangunan yang merusak tatanan ekosistem.

5. How? Bagaimana banjir tersebut berlangsung?

Jawab: Banjir tersebut melanda 50% wilayah DKI Jakarta dan menyebabkan aktivitas perekonomian masyarakat lumpuh. Kemacetan parah juga melanda jalan-jalan protokol di Dki Jakarta. Ribuan rumah warga rusak terendam banjir yang hampir mencapai 3 meter.

6. Who? Siapa yang harus bertanggung jawab atas fenomena ini?

Jawab: Pemerintah setempat harus bijak dalam merencanakan pembanguan kota dan masyarakat harus sadar akan lingkungannya dengan tidak membuang sampah ke saluran air dan sungai.

2. PENDEKATAN GEOGRAFI

Dalam memahami suatu masalah tentunya diperlukan metode atau cara, begitu pula dengan ilmu geografi. Pendekatan geografi merupakan metode atau cara analisis untuk memahami berbagai gejala dan fenomena geosfer yang terjadi di permukaan bumi.

Pendekatan dalam suatu konsep ilmu digunakan untuk memahami objek kajian dari ilmu itu sendiri. Penggunaan pendekatan yang tepat terhadap fenomena geografi akan memberikan hasil analisis yang tepat dan benar. Hal itu secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan secara tepat.

Analisis gejala-gejala di permukaan Bumi menggunakan pendekatan geografi dapat dilakukan dengan menerapkan pertanyaan 5W 1H (what, when, where, why, who, dan how).

Pertanyaan “what” ( fenomena apa yang terjadi), “When” (kapan fenomena terjadi), “where”

(dimana fenomena itu terjadi), “who” (siapa yang menyebabkan fenomena itu terjadi) Pertanyaan ”why” (mengapa) pada peristiwa banjir menekankan pada penyebab terjadinya banjir. pernyataan yang menunjukkan sebab banjir. Banjir bandang terjadi disebabkan oleh penebangan liar. Penebangan liar menyebabkan hutan menjadi gundul sehingga tidak mampu menahan air hujan yang berlebih.

Pendekatan yang digunakan dalam geografi di bedakan menjadi 3 bagian yaitu : 1. Pendekatan Keruangan

Ruang adalah seluruh permukaan Bumi yang merupakan tempat hidup tumbuhan, hewan, dan manusia. Pendekatan keruangan menganalisis gejala atau fenomena geografis berdasarkan penyebarannya dalam ruang. Analisis keruangan merupakan pendekatan yang khas dalam geografi sebab merupakan studi tentang keanekaragaman ruang muka Bumi.

Pendekatan keruangan mendasarkan pada perbedaan sifat penting lokasi seperti struktur, pola, dan proses. Struktur keruangan berkaitan dengan elemen pembentuk ruang berupa kenampakan titik (point features), kenampakan garis (line features), dan kenampakan area (areal features. Data lokasi yang dibutuhkan dalam analisis keruangan meliputi data titik, garis, dan area. Data garis yang diperlukan antara sungai, jalan raya, dan batas wilayah. Data titik antara lain meliputi titik ketinggian, gedung, dan gunung. Sementara itu, data area meliputi hutan, permukiman, perkebunan, dan persawahan. Pendekatan keruangan mengkaji suatu permasalahan berdasarkan ruang kejadiannya. Manusia merupakan subjek dalam kajian

(7)

keruangan karena kegiatan manusia mampu memengaruhi penggunaan ruang, penyediaan ruang yang akan dimanfaatkan, serta pola keruangan yang dihasilkan.

Pendekatan keruangan mengkaji fenomena geosfer dengan analisis aktivitas manusia, topik, dan regional.

 Analisis pendekatan aktivitas manusia mengkaji hubungan aktivitas manusia dalam ruang. Contohnya, pemanfaatan dataran rendah untuk lahan pertanian.

 Analisis pendekatan topik diperlukan dalam kajian keruangan. Pendekatan topik menghubungkan suatu kejadian dengan tema utama dalam permasalahan tersebut.

Pendekatan ini digunakan untuk mengkaji fenomena geografi dari topik tertentu yang menjadi pusat perhatian. Contohnya, wabah penyakit demam berdarah di suatu wilayah.

Penyakit demam berdarah menjadi topik utama karena menyerang penduduk yang berdomisili di wilayah tersebut.

 Pendekatan keruangan mengkaji suatu fenomena dalam ruang. Analisis regional dalam pendekatan keruangan menjelaskan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik tersendiri. Contohnya, daerah hujan tropis didominasi oleh tumbuhan besar dan berdaun lebar.

Contoh penggunaan pendekatan keruangan dalam analisis geografi sebagai berikut.

a. Terbentuknya pola permukiman yang berbeda di daerah pegunungan dan sepanjang aliran sungai.

b. Kepadatan penduduk di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan perdesaan.

c. Permasalahan kependudukan di negara berkembang lebih kompleks dibandingkan dengan negara maju.

Analisis yang digunakan dalam pendekatan keruangan sebagai berikut.

 Pendekatan aktivitas manusia adalah kajian yang menghubungkan aktivitas manusia dalam ruang.

 Pendekatan topik adalah kajian yang menghubungkan suatu kejadian dengan tema utama dalam permasalahan tersebut.

 Pendekatan wilayah, menjelaskan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik tersendiri.

2. Pendekatan Kelingkungaan (ekologi)

Pendekatan kelingkungan (ekologi) tidak hanya mendasarkan pada interaksi organisme dengan lingkungan, tetapi juga dikaitkan dengan fenomena yang ada serta perilaku manusia.

Pada dasarnya lingkungan geografi mempunyai dua sisi, yaitu perilaku manusia dan fenomena lingkungan. Sisi perilaku manusia mencakup dua aspek, yaitu pengembangan gagasan dan kesadaran lingkungan. Interelasi keduanya menjadi ciri khas pendekatan kelingkungan. Perkembangan cara penebangan pohon dari menggunakan gergaji menjadi menggunakan mesin merupakan contoh pengembangan gagasan manusia dalam memanfaatkan lingkungan. Oleh karena itu, fenomena ini merupakan contoh aplikasi pendekatan kelingkungan. Pendekatan kelingkungan mengkaji interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan dan interaksi antarmakhluk hidup, termasuk di dalamnya tindakan manusia dalam memanfaatkan alam. Karakteristik manusia yang dapat diamati melalui pendekatan ini adalah mengembangkan gagasan dan kesadaran lingkungan. Pengembangan gagasan untuk memanfaatkan lingkungan hendaknya memperhitungkan dampak yang akan ditimbulkan. Kesadaran lingkungan terlihat dalam setiap kegiatan manusia saat

(8)

memanfaatkan alam. Contoh kesadaran lingkungan adalah penghijauan kembali hutan yang gundul.

Pendekatan kelingkungan berperan untuk mengkaji permasalahan yang disebabkan oleh interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya dan interaksi antara makhluk hidup yang satu dengan yang lain. Makhluk hidup yang memiliki peran penting dalam interaksi tersebut adalah manusia. Oleh karena itu, pendekatan kelingkungan dapat digunakan untuk mengetahui tindakan manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan serta upaya manusia yang dapat dilakukan untuk menanggulanginya.

Pendekatan kelingkungan merupakan analisis fenomena geosfer berdasarkan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan fisik, fenomena alam, dan perilaku manusia.

Contohnya, kerusakan lapisan ozon oleh akumulasi gas CO2 di atmosfer. Akumulasi gas CO2 di atmosfer secara berlebih disebabkan oleh tindakan manusia yang kurang memperhatikan keseimbangan lingkungan. Faktor penyebab akumulasi CO2 di atmosfer antara lain emisi gas buang kendaraan bermotor dan asap pabrik industri.

Pendekatan lingkungan (ekologi) menekankan pada keterkaitan antara suatu fenomena geosfer dengan variabel lingkungan yang ada. Kerangka analisis pendekatan kelingkungan tidak hanya mengaitkan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan fisik, tetapi juga mengaitkan hubungan makhluk hidup dengan fenomena alam dan perilaku manusia.

Pendekatan kelingkungan (ekologi) merupakan analisis berdasarkan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan fisik, fenomena alam, dan perilaku manusia. Contohnya, kajian mengenai efek penggunaan pestisida terhadap tingkat kesuburan tanah. Kajian ini menunjukkan hubungan perilaku manusia dalam memengaruhi kondisi alam.

Pendekatan kelingkungan atau ekologi adalah pendekatan yang digunakan untuk mengetahui keterkaitan dan hubungan antara unsur-unsur yang berada di lingkungan tertentu, yaitu hubungan antarmakhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan alamnya.

contoh : Akibat ulah manusia yang menebangi hutan mengakibatkan bencana tanah longsor dan banjir. Hal itu mengakibatkan banyak sawah dan daerah pertanian rusak, bahkan banyak ternak dan hewan piaraan yang mati.

3. Pendekatan Kompleks Wilayah/Analisis kompleks Wilayah

Pendekatan kewilayahan adalah pendekatan yang mendasarkan pada kombinasi antara pendekatan keruangan dan kelingkungan. Pendekatan ini menekankan adanya perbedaan karakteristik tiap - tiap wilayah. Perbedaan ini mendorong suatu wilayah berinteraksi dengan wilayah lain. Contoh pendekatan kewilayahan adalah kajian masalah kependudukan. Kondisi kependudukan tiap-tiap wilayah di muka Bumi tidak sama, baik secara kualitas dan kuantitas.

Kondisi tersebut mendorong adanya interaksi antarwilayah, seperti transmigrasi dan perdagangan. Aplikasi pendekatan kewilayahan dapat dilakukan dalam perencanaan kawasan transmigrasi. Perencanaan kawasan transmigrasi didasarkan pada perbedaan karakteristik wilayah berupa jumlah penduduk.

Pendekatan kewilayahan mengkaji suatu fenomena dengan mengombinasikan pendekatan keruangan dan kelingkungan sehingga analisisnya mengkaji deskripsi, distribusi, dan hubungan timbal balik antara alam dan makhluk hidup atau antara alam dengan alam. Kajian yang kompleks tersebut pada umumnya digunakan untuk analisis perencanaan tata ruang kota, perencanaan kawasan transmigrasi, dan perencanaan permukiman.

Salah satu penerapan pendekatan kompleks wilayah yang paling tepat adalah kegiatan perencanaan permukiman suatu kawasan. Pendekatan kompleks wilayah atau kewilayahan

(9)

mengkaji suatu permasalahan dengan mengombinasikan pendekatan keruangan dan kelingkungan. Kajian pendekatan kompleks wilayah dapat menemukan bahwa fenomena yang terjadi di setiap wilayah berbeda-beda.Perbedaan fenomena tersebut membentuk karakteristik wilayah. Contohnya, pembangunan permukiman di wilayah perbukitan dan dataran rendah memerlukan kajian karakteristik tiap-tiap wilayah. Untuk mendapatkan perencanaan kawasan yang tepat, diperlukan pendekatan kompleks wilayah.

pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kewilayahana dalam kerjanya merupakan satu kesatuan yang utuh. pendekatan yang terpadu inilah yang disebut pendekatan geografi.

jadi fenomena, gejala, dan masalah ditinjau penyebaran keruangannya, keterkaitan antara berbagai unit ekosistem dalam ruang. penerapan pendekatan geografi terhadap gejala dan permasalahan dapat menghasilkan berbagai alternatif- alternatif pemecahan masalah.komprehensif. Pendekatan kompleks wilayah merupakan gabungan antara pendekatan keruangan dan pendekatan ekologi. Hal ini karena setiap daerah memiliki perbedaan, baik

Kondisi alam maupun manusia, sehingga setiap daerah akan melakukan interaksi dengan daerah lain untuk memenuhi kebutuhannya. Karena itu, terjadi penawaran dan permintaan akan barang dan jasa. Misalnya, daerah yang subur dan banyak memiliki sumber daya akan banyak dikunjungi penduduk dari daerah yang miskin sumber daya.

Referensi :

1. Uli,Marah dan Asep Mulyadi. 2006. Geografi SMA dan MA Kelas X.Jakarta:Esis.

(halaman 3-5)

2. Tika, Pabundu. 2001. Geografi SMA dan MA Kelas X.Jakarta: Bumi Aksara.

(Halaman 2-8)

3. Anjayani,dkk. 2009. Georafi Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. (Halaman 1-12)

4. Iskandar,L. 2009. Geografi 2 Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. (Halaman 2-7)

5. www.wikipedia.com

Jadilah ILMU PADI : “KIAN BERISI KIAN MERUNDUK”

(10)

LEMBAR KERJA SISWA Pertemuan 2

Judul : Pengetahuan Geografi Mata Pelajaran : GEOGRAFI

Kelas/Semester : X/ I

Waktu : 40 menit

Nama kelompok :

Kelas :

KI Kompetensi Dasar

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalamilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

3.1 Memahami pengetahuan dasar geografi dan terapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator Tujuan Pembelajaran

3.1.5 Menganalisis gejala geosfer dalam objek studi geografi

3.1.6 Menganalisis gejala geosfer dalam pendekatan geografi

5. Melalui modul siswa kelas X dapat menganalisis gejala geosfer berkaitan terhadap objek studi geografi secara kelompok

6. Melalui modul siswa kelas X dapat menganalisis gejala geosfer dalam pendekatan geografi

Indikator :

1. Menganalisis gejala geosfer dalam objek studi geografi 2. Menganalisis gejala geosfer dalam pendekatan geografi RINGKASAN MATERI

Objek Studi Geografi

Banyak ahli telah mengemukakan objek geografi, akan tetapi semuanya tampak berbeda. Apabila diurutkan kembali, akan tampak bahwa objek geografi terdiri atas dua aspek yaitu material dan formal.

a. Objek material

Objek material geografi adalah geosfer yang terdiri atas litosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer, dan antroposfer, dengan menekankan antroposfer sebagai makhluk yang paling berperan dalam biosfer. Unsur-unsur ini, sebenarnya dikaji pula oleh bidang ilmu lain seperti litosfer oleh geologi, atmosfer oleh klimatologi, geofisika dan meteorologi, hidrosfer o leh hidrologi, biosfer oleh biologi, dan antroposfer oleh sosiologi, antropologi, politik, ekonomi,

(11)

dan lain sebagainya. Di manakah letak geografi? Geografi mempelajari ilmu kebumian dan kehidupan manusia secara terintegrasi. Bagaimana hubungan dan pengaruhnya secara timbal baik antara faktor fisikal dan manusia tersebut secara menyeluruh. Karena itu, ilmu geografi berada di dua pijakan, yaitu antara ilmu alam dan ilmu sosial.

b. Objek formal

Objek formal geografi adalah cara pandang dan cara berpikir terhadap gejala yang ada di permukaan bumi, baik keadaan fisik maupun keadaan sosialnya. Cara pandang geografi terhadap objek formal dapat dilihat dari organisasi keruangan (spatial setting) yang meliputi:

1) pola persebaran gejala tertentu di permukaan bumi (spatial pattern);

2) keterkaitan atau hubungan sesama antargejala tersebut (spatial system);

3) perkembangan atau perubahan yang terjadi pada gejala tersebut (spatial process).

Pendekatan Dalam Geografi

Dalam pengkajian geografi, kita mengenal tiga pendekatan utama, yaitu sebagai berikut.

1. Pendekatan spasial (keruangan)

Ruang adalah seluruh permukaan bumi yang merupakan tempat hidup tumbuhan, hewan, dan manusia. Pendekatan keruangan menganalisis gejala atau fenomena geografis berdasarkan penyebarannya dalam ruang. Analisis keruangan merupakan pendekatan yang khas dalam geografi, sebab merupakan studi tentang keanekaragaman ruang muka bumi dengan membahas masing-masing aspek-aspek keruangannya. Aspek-aspek ruang muka bumi meliputi faktor lokasi, kondisi alam, dan kondisi sosial budaya masyarakatnya.

Contoh seorang pengusaha ingin mendirikan sebuah pabrik. Dimana pabrik itu akan didirikan? Idealnya pabrik tersebut didirakan di pinggir jalan raya dekat pelabuhan dan tidak kenak banjir. Mengapa pabrik ditempatkan di wilayah yang strategis dekat pelabuhan, jalan raya dan tidak kenak banjir.

Bahan baku mudah didatangkan melalui pelabuhan yang akan di angkut melalui jalan raya.

Demikian pula hasil produksinya, akan dipasarkan melalui jalan raya juga, dan wilayah tersebut harus bebas banjir karena banjir dapat menghambat proses produksi dan proses pemasaran.

2. Pendekatan ekologi (lingkungan)

Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisma hidup dan lingkungannya. Organisma hidup meliputi manusia, hewan, dan tumbuhan, sedangkan lingkungan meliputi air, tanah, dan udara. Ekologi manusia (human ecology) adalah studi mengenai interaksi antara manusia dan lingkungannya, atau manusia dan manusia lainnya.

Ekologi manusia sering pula disebut sebagai objek kajian geografi. Pendekatan ekologis menekankan hubungan antarmakhluk hidup dan komponen lingkungan hidup lainnya. Dalam hal ini, hubungan antara manusia dan lingkungannya. Interaksinya antara manusia dan lingkungan bersifat sebab akibat. Misalnya, kalau manusia merusak hutan maka manusia juga akan terkena dampaknya seperti longsor. Jadi, melalui pendekatan ini agar manusia selalu menjaga lingkungannya.

3. Pendekatan kewilayahan (regional)

Pendekatan kewilayahan (regional) mencoba membandingkan berbagai kawasan di muka bumi dengan memperhatikan aspek-aspek keruangan dan lingkungan dari masing- masing wilayah secara komprehensif. Pendekatan kompleks wilayah merupakan gabungan antara pendekatan keruangan dan pendekatan ekologi. Hal ini karena setiap daerah memiliki perbedaan, baik Kondisi alam maupun manusia, sehingga setiap daerah akan melakukan interaksi dengan daerah lain untuk memenuhi kebutuhannya. Karena itu, terjadi penawaran

(12)

dan permintaan akan barang dan jasa. Misalnya, daerah yang subur dan banyak memiliki sumber daya akan banyak dikunjungi penduduk dari daerah yang miskin sumber daya.

Petunjuk:

1. Perhatikanlah langkah-langkah kerja di bawah

2. Amatilah gambar yang terdapat pada lembar kerja siswa 3. Bacalah dengan cermat ringkasan materi

4. Jawablah pertanyaan pada kertas yang sudah disediakan

5. Pada no 3 jika kolom tidak mencukupi, maka salin di kertas yg sudah di sediakan.

6. Ikuti langakah-langkah kerja yang tertera pada LKS.

7. Berilah komentar mu pada ruang komentar tentang bagian mana yang mana pada LKS yang sudah dipahami dan yang belum di pahami

1. Amati gamabar dibawah ini, kemudian diskusikanlah bersama teman satu kelompok tentang :

1. Dimana fenomena tersebut terjadi 2. Kapan fenomena tersebut terjadi

3. Mengapa fenomena tersebut bias terjadi

4. Siapa yang berperan aktif dalam fenomena geosfer yg terdapat pada gambar..

2. Sebutkan 1 contoh fenomena geografi:

No Lapisan geosfer Contoh fenomena

1 Litosfer 2 Hidrosfer 3 Atmosfer 4 Biosfer 5 Antroposfer

3. Isilah tabel dibawah ini dengan penjelasan dan contoh dari pendekatan geografi!

No Pendekatan

Geografi Contoh Penjelasan

1 Keruangan

2 Kelingkungan

(13)

3 Kompleks wilayah

Komentar….

S E L A M A T B E K E R J A . . . ! ! !

(14)

PENILAIAN

Satuan Pendidikan : SMA N 2 Lintongnihuta Mata Pelajaran : Geografi

Kelas/Semester : X / I

Materi Pokok : PENGETAHUAN DASAR GEOGRAFI - Ruang lingkup pengetahuan geografi Alokasi Waktu : 3 x 45 menit ( 1 x TM)

KI Kompetensi Dasar

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalamilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

3.1 Memahami pengetahuan dasar geografi dan terapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator Tujuan Pembelajaran

3.1.5 Menganalisis gejala geosfer dalam objek studi geografi

3.1.6 Menganalisis gejala geosfer dalam pendekatan geografi

5. Melalui modul siswa kelas X dapat menganalisis gejala geosfer berkaitan terhadap objek studi geografi secara kelompok

6. Melalui modul siswa kelas X dapat menganalisis gejala geosfer dalam pendekatan geografi

PENILAIAN SIKAP Petunjuk:

 Berilah skor pada instrument penilaian dengan melihat rubric penilaian,

 Tentukan akumulasi nilai dengam melihat pedoman penilaian.

 Alokasi waktu 3x45 menit ( 1 Pertemuan )

Lembar Penilaian Sikap No Nama

Keterampilan Siswa

Skor kualit atif

kuantit atif

predi Disipli kat

n

Mengayo mi

Mengha gai

Berkerja sama 1

2 3 4 5

(15)

Dst

Rubrik Penilaian Sikap No. Aspek yang

diamati Indikator penilaian Skor

1. Disiplin a. Dapat menyelesaikan tugas dari guru tepat waktu b. Kurang dapat menyelesaikan tugas dari guru tepat

waktu

c. Tidak dapat menyelesaikan tugas dari guru tepat waktu

3 2 1 2. Mengayomi a. Dapat menjadi tutor sebaya

b. Kurang dapat menjadi tutor sebaya c. Tidak dapat menjadi tutor sebaya

3 2 1 3. Menghargai a. Dapat menghargai pendapat orang lain

b. Kurang dapat menghargai pendapat orang lain c. Tidak dapat menghargai pendapat orang laiin

3 2 1 4. Bekerja Sama a. Dapat Bekerja sama dengan baik

b. Kurang dapat Bekerja sama dengan baik c. Tidak dapat Bekerja sama dengan baik

3 2 1 Pedoman Penilaian Sikap

Untuk melihat skor dari hasil pengamatan, gunakan rumus dibawah ini:

𝑆𝑘𝑜𝑟 = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑥100

Untuk melihat predikat 1 – 4 gunakan rumus dibawah ini:

Nilai Predikat 1-4 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ

100 𝑥4

Nomor Nilai Kuantitatif Nilai Kualitatif Predikat

1 3,66/4,00 SB A

2 2,66/3,00/3,33 B B

3 1,66/2,00/2,33 CB C

4 1,00/1,33 KB D

PENILAIAN PENGETAHUAN 1) Lembar Kerja Siswa

Petunjuk:

 Berilah skor pada instrument penilaian dengan melihat rubric penilaian,

 Tentukan akumulasi nilai dengam melihat pedoman penilaian

 Alokasi waktu 40 menit.

Kriteria penilaian LKS 1 Nomor

Soal

Indikator penilaian Skor

1.1Jawaban sesuai dengan indikator 7 1.1Jawaban kurang sesuai dengan indikator 3,5

(16)

1.

1.1Jawaban tidak sesuai dengan indikator 0 1.2Jawaban sesuai dengan indikator 7 1.2Jawaban kurang sesuai dengan indikator 3,5 1.2Jawaban tidak sesuai dengan indikator 0 1.3Jawaban sesuai dengan indikator 7 1.3Jawaban kurang sesuai dengan indikator 3,5 1.3Jawaban tidak sesuai dengan indikator 0 1.4Jawaban sesuai dengan indikator 7 1.4Jawaban kurang sesuai dengan indikator 3,5 1.4Jawaban tidak sesuai dengan indikator 0

2.

2.1Jawaban sesuai dengan indikator 7 2.1Jawaban kurang sesuai dengan indikator 3,5 2.1Jawaban tidak sesuai dengan indikator 0 2.2Jawaban sesuai dengan indikator 7 2.2Jawaban kurang sesuai dengan indikator 3,5 2.2Jawaban tidak sesuai dengan indikator 0 2.3Jawaban sesuai dengan indikator 7 2.3Jawaban kurang sesuai dengan indikator 3,5 2.3Jawaban tidak sesuai dengan indikator 0 2.4Jawaban sesuai dengan indikator 7 2.4Jawaban kurang sesuai dengan indikator 3,5 2.4Jawaban tidak sesuai dengan indikator 0 2.5Jawaban sesuai dengan indikator 7 2.5Jawaban kurang sesuai dengan indikator 3,5 2.5Jawaban tidak sesuai dengan indikator 0

3.

3.1Jawaban sesuai dengan indikator 10 3.1Jawaban kurang sesuai dengan indikator 5 3.1Jawaban tidak sesuai dengan indikator 0 3.2Jawaban sesuai dengan indikator 10 3.2Jawaban kurang sesuai dengan indikator 5 3.2Jawaban tidak sesuai dengan indikator 0 3.3Jawaban sesuai dengan indikator 10 3.3Jawaban kurang sesuai dengan indikator 5 3.3Jawaban tidak sesuai dengan indikator 0

𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎(𝑁𝑅) 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑐𝑎𝑝𝑎𝑖

𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙𝑋 100%

Hasil tersebut ditafsirkan dengan rentang kualitatif, yaitu

90%≤NR≥100% : A Sangat Baik 80%≤NR<90% : B Baik 70%≤NR<80% : C Cukup 60%≤NR<70% : D Kurang 0%≤NR<60% : E Sangat Kurang

Lembar Penilaian LKS

Nama Kelompok Nilai Kualitatif Nilai KUantitatif ket

Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4

(17)

Kriteria Penilaian Aktivitas No. Aspek yang

diamati Indikator penilaian Skor

1. Bertanya a. Bertanya sesuai dengan materi b. Bertanya hal yang tidak sesuai materi c. Tidak bertanya

3 2 1 2. Menjelaskan a. Menjelaskan materi dengan lengkap

b. Menjelaskan tetapi kurang lengkap c. Tidak dapat menjelaskan

3 2 1 3. Menanggapi a. Meberi tanggapan yang sesuai dengan materi

b. Menanggapi tetapi tidak berkaitan dengan materi

c. Tidak pernah menanggapi

3 2 1 4. Berdiskusi a. Aktif dalam berdiskusi

b. Kurang aktif dalam berdiskusi c. Tidak aktif dalam berdiskusi

3 2 1 Observasi Aktivitas Siswa

Kel No Nama Aktivitas Siswa

Jumlah Bertanya Menanggapi Menjelaskan Diskusi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Referensi

Dokumen terkait

Bahan silikat pijar yang terkandung di dalam lapisan batuan (litosfer) dalam perut bumi disebut ..... Gunungapi dapat dibedakan berdasarkan

bongkahan batu. Di sela-sela bongkahan terdapat hasil pelapukan batuan. Jadi, masih ada batu yang belum melapuk secara sempurna. Lapisan batuan induk, berupa bebatuan yang

Bagi unsur-unsur yang segolongan, jari-jari atom makin ke bawah makin besar sebab jumlah kulit yang dimiliki atom makin banyak, sehingga kulit terluar makin jauh

Interior bumi merupakan bagian dalam bumi lapisan-lapisan apa saja yang ada didalamnya, sedangkan Litosfer yaitu lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan

2) Gambar mengenai dinamika litosfer terhadap kehidupan (gambar gerak epirogenesa, orogenesa, lipatan, dan patahan). 3) Video mengenai dinamika litosfer terhadap kehidupan

Lithosfer berasal dari bahasa yunani yaitu Lithos artinya Batuan, dan Sphera artinya Lapisan. Merupakan lapisan kerak  bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan dengan

Lapisan ini mempunyai pengaruh yang sangat penting karena pada lapisan ini cahaya dari matahari tidak akan langsung masuk permukaan bumi, melainkan akan

Lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam-logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa Si O2 dan Mg O lapisan ini memiliki berat jenis yang terbilang lebih besar dari