• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

22 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi exsperimental) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian eksperimen ini yaitu posttest only control group design. Skema Posttest only control group design disajikan pada tabel 3.1 sebagai berikut.

Tabel 3.1 Skema posttest only control group design

Kelompok Perlakuan Pascates

Eksperimen X O

Kontrol - O

(Sumber: Sugiyono, 2011)

Penelitian ini melibatkan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, kedua kelas ini diberikan model pembelajaran yang berbeda. Kelas eksperimen diberikan perlakuan model pembelajaran CBL sedangkan pada kelas kontrol diberikan perlukan model pembelajaran non-CBL yaitu Discovery Learning.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat dilaksanakannya penelitian ini adalah di SMP Negeri 14 Malang.

Berlokasi di Jl. Teluk Bayur No. 2, Pandanwangi, Kec. Belimbing, Kota Malang – Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan pada semester genap bulan Januari tahun ajaran 2019/2020. Proses belajar mengajar dilaksanakan dua kali pertemuan atau tatap muka.

3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 14 Malang tahun pelajaran 2019/2020, dengan jumlah keseluruhan 288 siswa.

(2)

3.3.2 Sampel

Sampel penelitian ini ada dua kelas, yaitu kelas VII-8 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-7 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa perkelas ada 32 siswa

3.3.3 Teknik Sampling

Teknik sampling ini ditentukan secara acak (simple random sampling).

Teknik sampling terdiri dari dua kelas yaitu siswa kelas VII-8 digunakan sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-7 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa masing-masing kelas 32 siswa. Sampel pada penelitian ini diambil dari populasi.

Sampel terdiri dari kelas VII-8 sebagi kelas eksperimen dan VII-7 sebagai kelas kontrol.

3.4 Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini ada dua variabel yaitu, variabel terikat (dependent variable) dan variabel bebas (independent variable) :

a. Variabel bebas (X) model pembelajaran CBL.

b. Variabel terikat (Y) dalam penelitian ini yaitu kemampuan berpikir kreatif peserta didik.

3.5 Prosedur Penelitian.

Tahap pertama yang dilakukan adalah wawancara dengan guru IPA untuk mengetahui gambaran mengenai pembelajaran IPA di kelas, dan strategi yang digunakan dalam pembelajaran. Selanjutnya observasi kelas untuk mengetahui secara langsung cara guru mengajar dan kondisi pembelajaran di dalam kelas.

3.5.1 Tahap Persiapan

Perencanaan merupakan tahap awal yang harus dilakukan sebelum melakukan tindakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah siswa dalam proses belajar mengajar.

1) Menentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan diajarkan keapada siswa.

2) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model pembelajaran CBL.

3) Menyiapkan media pembelajaran.

(3)

4) Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati siswa dalam proses pembelajaran berlangsung.

5) Menyiapkan lembar catatan lapang.

3.5.2 Tahap Pelaksanaan

Guru menerapkan RPP yang sudah dibuat sebelumnya tentang materi bioteknologi dengan menggunakan model pembelajaran CBL. Adapun urutan- urutan kegiatan atau pelaksanaan tindakan secara garis besar sebagai berikut:

1) Kegiatan awal

a. Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa.

b. Guru menanyakan kabar siswa sebagai sikap disiplin.

c. Guru mengecek kehadiran siswa dan mengecek kesiapan belajarnya.

d. Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman siswa dan materi sebelumnya.

e. Guru memberikan gambaran tentang manfaat kegiatan pembelajaran dan materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

f. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran saat pembelajaran berlangsung.

2) Kegiatan Inti Literasi

Identifikasi konsep : (langkah 1)

a. Guru menyajikan gambar/video yang relevan mengenai bioteknologi.

b. Guru memberikan stimulus agar siswa bertanya.

c. Guru meminta siswa secara mandiri untuk membaca dan mencermati buku paket IPA kelas VII.

d. Guru meminta siswa menyajikan hasil literasi tentang konsep pencemaran lingkungan dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

e. Guru meminta masing-masing siswa untuk menemukan hal-hal yang menarik dari hasil membaca terkait pencemaran lingkungan.

Berpikir kritis (critical thinking)

a. Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar/video yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar.

(4)

b. Pertanyaan-pertanyaan yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.

Masalah gagasan dan nilai (collaboration) Integrasi : (langkah 2)

a. Guru meminta siswa untuk mendiskusikan hasil temuannya dalam kelompoknya.

b. Guru meminta siswa mengaitkan hal-hal menarik yang ditemukan dengan kehidupan siswa, masyarakat, atau manusia lainnya dan lingkungan.

Masalah, gagasan dan nilai (langkah 3)

c. Berdasarkan Hasil integrasi tersebut, guru meminta peserta didik berdiskusi untuk menggali dan menemukan masalah dan gagasan yang berhubungan deangan pencemaran lingkungan.

Rencana kegiatan (Langkah 4 – awal)

d. Guru meminta siswa secara pribadi atau kelompok membuat rancangan awal tentang kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan rumusan hasil diskusi atau temuan masalah, dan nilai-nilai.

e. Guru menjelaskan bahwa rencana ini juga sekaligus menjadi sebuah proposal dengan sistematika sederhana yang dibimbing oleh guru.

f. Siswa diminta untuk mencari informasi kepada guru dan tenaga ahli lain untuk menyempurnakan rencangan kegiatan.

Communication

Merencanakan kegiatan

a. Guru menugaskan setiap kelompok atau individu untuk presentasi.

b. Guru menugaskan setiap kelompok atau individu yang maju untuk menentukan moderator.

c. Siswa (kelompok) yang lain diminta untuk mecatat hal-hal yang penting d. Guru meminta siswa dalam kelompok untuk memberikan komentar

penilaian terhadap kelompok yang presentasi.

(5)

e. Guru dan siswa dalam kelompok memberikan berbagai masukan untuk perbaikan rencana kegiatan.

Pemilihan dan penetapan rencana tindak lanjut

d. Guru dan kelompok siswa menentukan kelompok mana yang sudah bisa langsung mengeksekusi kegiatan dan mana yang masih harus melakuakn perbaikan.

Kesimpulan

Guru bersama siswa menyimpulkan masing-masing rencana kegiatan yang berhubungan dengan materi pelajaran.

3. Penutup

a. Guru membimbing siswa membuat rangkuman atau kesimpulan dari hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

b. Guru membimbing siswa merumuskan kembali mengenai pencemaran lingkungan dalam kegiatan pembelajaran hari ini.

c. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.

3.5.3 Tahap Pengamatan

Pengamatan dilakukan ketika pembelajaran berlangsung oleh observer.

Observer bertugas mengamati dan mengisi lembar observasi yang telah disediakan oleh peneliti. Pengamatan dilakukan dengan menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan RPP untuk mengetahui proses pembelajaran sudah sesuai atau belum. Pengamatan dengan menggunakan lembar observasi dapat dituliskan tanda () untuk menilai terlaksana atau tidak terlaksana proses pembelajaran model CBL sesuai RPP.

(6)

Gambar 3.1 Prosedur penelitian

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini disusun melalui teknik pengumpulan data yang meliputi sumber data, teknik pengambilan data, dan instrument.

3.6.1 Sumber Data

Sumber data adalah subyek darimana data peneliti ini diperoleh. Sumber data pada peneliti ini berasal dari siswa SMP Negeri 14 Malang kelas VII-7 dan VII-8 sebagai objek penelitian guru yang melaksanakan penelitian.

3.6.2 Teknik Pengambilan Data

Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melaksanakan wawancara, observasi/pengamatan, tes tertulis, dan dokumentasi.

Penyusunan perangkat pembelajaran berupa RPP, LKS, dan Instrumen penelitian

Tahap pelaksanaan pembelajaran CBL

Pembelajaran pada kelas eksperimen menggunakan model CBL dan kelas kontrol

tanpa menggunakan model CBL

Pengamatan dan analisis data

Melakukan wawancara dengan guru Biologi mengenai proses pembelajaran

(7)

1) Wawancara

Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara melalui menggunakan bahasa lisan secara tatap muka atau melalui media tertentu. Wawancara dilakukan diawal sebelum tindakan. Wawancara dilakukan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran IPA di kelas VII SMP Negeri 14 Malang meliputi model pembelajaran yang digunakan guru, dan respon siswa terhadap model yang guru terapkan, aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dikelas, nilai hasil belajar siswa, dan KKM diterapkan oleh sekolah, wawancara ini untuk mengetahui permasalahan yang akan diteliti.

2) Observasi

Teknik pengumpulan data melalui observasi dengan cara mengamati setiap kejadian yang berlangsung dan mencatatnya dengan alat observasi tentang hal yang diamati dan teliti. Observasi dilaksanakan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa dengan tujuan memperoleh informasi tentang keterlaksanaan pembelajaran dan melihat kondisi pembelajaran dari awal dan akhir tindakan.

Pengamatan dilakukan oleh observer yaitu guru bidang studi dan teman peneliti dengan mengisi lembar observasi.

3) Tes tertulis ekplorasi ide

Dalam penelitian ini, data yang telah didapatkan berupa data kualitatif dan akan diolah menjadi kuantitatif dengan berbagai tahapan. Data kuantitatif berupa data hasil tes kemampuan berpikir kreatif. Setelah diolah, dilakukan analisis data kuantitatif dengan bantuan program computer yaitu Microsoft excel dan SPSS 16.0. Adapun pengolahan dan analisis data kualitatif dilakukan dengan bantuan program computer yaitu Microsoft excel.

4) Dokumentasi

Dokumentasi merupakan teknik untuk mendapatkan data-data berupa tulisan, gambar, dan karya siswa untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa. Dokumentasi dilakukan juga untuk mendokumentasikan kegiatan proses pembelajaran yang berlangsung sesuai dengan RPP, selain digunakan bukti penelitian telah dilakukan.

(8)

3.6.3 Instrumen Penelitian

Instrumen yang dilakukan dalam penelitian ini, disajikan pada tabel 3.2.

Tabel 3.2. Instrumen penelitian

No Data yang diambil Teknik Pengumpulan Data Instrumen Penilaian 1 Analisa proses pembelajaran Lembar wawancara Guru bidang studi IPA

2 Proses Pembelajaran Lembar observasi Siswa

3 Kemampuan berpikir kreatif Lembar tes eksplorasi ide Siswa

1. Lembar wawancara

Lembar wawancara berisi tentang pertanyaan yang diajukan pada guru mata pelajaran IPA SMP Negeri 14 Malang. Pertanyaan yang diajukan mengenai proses pembelajaran IPA, respon siswa, kesulitan yang dialami guru saat pembelajaran, hasil pembelajaran, model pembelajaran yang sering digunakan guru. Hasil wawancara dengan guru mata pelajaran IPA, disajikan pada lampiran 6.

2. Lembar observasi

Lembar Observasi berupa lembar pengamatan yang diisi oleh pengamat untuk memperoleh data tentang kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh peneliti sebagai pendidik. Lembar observasi berisi kesesuaian tentang keterlaksaaan pembelajaran. Pengisian lembar observasi ini dengan tanda check list () pada kolom Y atau T sesuai yang terjadi di kelas. Pengamatan dilakukan ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. Guru mata pelajaran IPA bertindak sebagai pengamat pada proses pembelajaran ini.

3. Lembar tes eksplorasi ide

Lembar tes ekplorasi ide diisi oleh siswa pada kelas eksperimen dan dan kelas kontrol. Lembar tes eksplorasi ide berisi tentang permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekitar siswa. Siswa disuruh mengisi bagaimana cara mengatasi permalahan yang ada.

3.7 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data pada penelitian eksperimen dilakukan setelah data kuantitatif terkumpul. Data kuantitatif diperoleh dari hasil lembar ekplorasi ide siswa yang disesuaikan dengan kategori dalam rubrik indikator kemampuan

(9)

berpikir kreatif siswa yang disajikan pada lampiran 11. Setelah disesuaikan dengan indikator kemampuan berpikir kreatif , masing-masing siswa akan memperoleh skor dari lembar ekplorasi ide. Selanjutnya dilakukan analisis data untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan uji independent sample t-test. Data kuantitatif berupa hasil lembar eksplorasi, yang kemudian akan dianalisis dengan menggunakan program komputer Microsoft excel dan SPSS 17.0. Terdapat beberapa tahap pengujian yaitu uji normalitas, uji homogenitas, uji beda rata-rata.

Analisis data untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kreatif kelas eksperimen dengan kelas kontrol di uji menggunakan uji independent sample t- test dengan bantuan program komputer yaitu Microsoft excel dan SPSS 17.0.

Tahap pengujian pertama yang dilakukan yaitu uji normalitas untuk melihat distribusi kenormalan data menggunakan Kolmogrov-Smirnov dan Saphiro-Wilk.

Jika nilai signifikansi < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal, namun jika signifikansi,> 0,05 maka data yang di uji berdistribusi normal. Tahap pengujian kedua, uji homogenitas untuk menguji apakah kedua data tersebut homogen atau tidak dengan menggunakan Levene’s test. Jika nilai signifikansi < 0,05 maka varians kelompok data tidak homogen dan jika nilai signifikansi > 0,05 maka varian kelompok data homogen. Tahap pengujian ketiga yaitu uji independent sample t-test. Uji ini menggunakan nilai signifikansi 0,05, jika nilai signifikansi <

0,05 maka H0 ditolak (Aldy, 2016).

Pengujian tentang pengaruh model pembelajaran CBL terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa di SMP Negeri 14 Malang dengan hipotesis, sebagai berikut:

H0 = Tidak ada perbedaan rata-rata nilai kemampuan berpikir kreatif siswa antara kelas CBL dengan kelas non-CBL.

Ha = Ada perbedaan rata-rata nilai kemampuan berpikir kreatif siswa antara kelas CBL dengan kelas non-CBL.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam Kisah 20:35 Paulus mengatakan, “ Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang

Tutkielman kielikäsitys pohjautuu funktionaaliseen näkökulmaan, jossa kieli nähdään sosi- aalisena ilmiönä ja vuorovaikutuksen välineenä. Kieltä luonnehtivat monitulkintaisuus ja

Beralih melihat Mastani yang mencitrakan perempuan kuat secara fisik dalam film, terlihat dari bagaimana Mastani berbaur di dunia laki-laki seperti bertempur,

Pengolahan keseluruhan data didapatkan penentuan hiposenter gempabumi seperti ditunjukkan pada tanda bulat warna biru sebelum direlokasi, warna kuning setelah

Dari berbagai rumusan yang telah ada dan pengalaman empiris dari berbagai negara yang lebih dulu menjalankannya terlihat bahwa elemen penting yang diperlukan dalam menerapkan

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kreativitas siswa yang memperoleh model pembelajaran kooperatif tipe Treffinger lebih tinggi dibandingkan dengan

Kedudukan obyek perjanjian pembagian harta waris dalam Putusan pengadilan Nomor 138/Pdt.G/2017/PN.Sby tidak langsung menyimpangi sistem kewarisan Hukum Adat Bali

Dapat dilihat dari rekapitulasi tersebut bahwa pengembalian kredit pada kredit KUPEDES tidak berjalan baik, dilihat dari rendahnya hasil responden pada