• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEMINAR NASIONAL IPA VII

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SEMINAR NASIONAL IPA VII"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Reviewer:

Prof. Dr. Sudarmin, M.Si Prof. Dr. Zaenuri, S.E., M.Si.Akt

Prof. Dr. Wiyanto, M.Si Prof. Dr. Edy Cahyono, M.Si Prof. Dr. Ani Rusilowati, M.Pd

Editor:

Risa Dwita Hardianti, S.Pd, M.Pd Fidia Fibriana, S.Si., M.Sc.

Pelaksanaan Seminar 23 April 2016

Diselenggarakan Oleh:

JURUSAN IPA TERPADU

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

(3)

ii

Visi, Misi dan Tujuan

FMIPA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Visi:

FMIPA berwawasan konservasi yang religius, unggul, dan bermakna.

Misi:

1. Mengembangkan sumber daya insani berwawasan konservasi yang religius dan unggul

2. Mengembangkan dan mengamalkan ke-MIPA-an yang bermakna.

Tujuan:

1. Menghasilkan sumber daya insani ke-MIPA-an berwawasan konservasi yang religius dan unggul

2. Menghasilkan dan menerapkan ilmu ke-MIPA-an untuk

kemaslahatan masyarakat

(4)

ii

Visi Misi Jurusan IPA Terpadu

FMIPA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Visi Jurusan IPA Terpadu

Program Studi yang berwawasan konservasi, unggul dan bermakna dalam bidang Pendidikan IPA pada tahun 2020

Misi Jurusan IPA Terpadu

1. Menyelenggarakan pendidikan IPA berwawasan konservasi pada jenjang S1

2. Mengembangkan Pendidikan IPA melalui kegiatan penelitian yang unggul dan mengabdikannya kepada masyarakat

3. Menghasilkan karya inovatif dalam Pendidikan IPA yang

bermakna bagi masyarakat

(5)

ii

Diterbitkan oleh : Jurusan IPA Terpadu FMIPA Unnes bekerja sama dengan CV.

Swadaya Manunggal

SEMINAR NASIONAL IPA VII

JURUSAN IPA TERPADU FMIPA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2016

Reviewer:

Prof. Dr. Sudarmin, M.Si

Prof. Dr. Zaenuri, S.E., M.Si.Akt Prof. Dr. Wiyanto, M.Si

Prof. Dr. Edy Cahyono, M.Si Prof. Dr. Ani Rusilowati, M.Pd

Editor:

Risa Dwita Hardianti, S.Pd, M.Pd Fidia Fibriana, S.Si., M.Sc.

ISBN : xxx-xxx-xxxxx-x-x

CETAKAN PERTAMA APRIL 2016

Dicetak Oleh :

CV. SWADAYA MANUNGGAL Jl. Kelud Raya No. 78, Semarang

Telp. (024) 8411006 / Fax. (024) 8505723

E-mail: [email protected]

(6)

iii iii iii

PROCEEDING SEMINAR NASIONAL IPA VII 2016

TEMA SEMINAR:

“Pendidik IPA Inovatif yang Berdaya Saing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”

TUJUAN SEMINAR:

1. Mengomunikasikan dan memfasilitasi pertukaran informasi antara peserta seminar dengan nara sumber yang kompeten terkait pembelajaran dan penelitian IPA yang Inovatif dan Berdaya Saing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

2. Meningkatkan jejaring kerjasama antara para guru/dosen dan pemerhati pendidikan dengan program studi pendidikan sains (IPA), sains, dan non sains.

3. Memfasilitasi pertukaran informasi ilmiah berkaitan pembelajaran sains (IPA) dan non sains.

4. Memfasilitasi pengurus dan anggota PPII dalam meng- update informasi, pengetahuan, gagasan, pengalaman terkini.

Alamat Tim Penyunting:

Jurusan IPA Terpadu

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Negeri Semarang Alam

Kampus Sekaran Gunungpati Telp (024)

70805795

Website: http://ipa.unnes.ac.id

(7)

iv iv iv

SUSUNAN PANITIA SEMINAR NASIONAL IPA VII JURUSAN IPA TERPADU FMIPA

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

1. Penanggungjawab : Prof. Dr. Zaenuri, S.E, M.Si.Akt. (Dekan FMIPA) 2. Pengarah : Arif Widiyatmoko, S.Pd., M.Pd.

3. Ketua Panitia : Parmin, M.Pd.

4. Sekretaris : Muhamad Taufiq, M.Pd.

5. Bendahara : Novi Ratna Dewi, S.Si., M.Pd.

6. Seksi-seksi

a. Humas : Risa Dwita Hardianti, S.Pd, M.Pd.

b. Sidang : Drs. Andin Irsadi, M.Pd.

Dra. Sri Nurhayati, M.Pd. Dra. Woro Sumarni, M.Si.

c. Acara : Stephani Diah Pamelasari, S.S, M.Hum d. Konsumsi : Indah Urwatin Wusqo, M.Pd.

e. Makalah : Erna Noor Savitri, S.Si., M.Pd.

f. Kesekretariatan : Andin Vita Amalia, S.Si., M.Sc.

g. Perlengkapan : Muhammad Bisri

h. Transportasi : Robkhan

(8)

v

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya Seminar Nasional IPA VII tahun 2016. Seminar Nasional Pendidikan IPA merupakan agenda rutin tahunan Jurusan IPA Terpadu FMIPA Universitas Negeri Semarang.

Era perdagangan bebas ASEAN, harus disambut oleh dunia pendidikan dengan cepat, agar sumber daya manusia Indonesia siap menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan negara lain. MEA menjadi momentum yang baik untuk melakukan perbaikan-perbaikan pada sektor pendidikan Indonesia agar mampu menghasilkan SDM yang inovatif, kreatif, terampil, dan memiliki daya saing tinggi. Kegiatan seminar Nasional IPA VII ini dirancang untuk mewadahi pertemuan para pelaksana dan pemerhati pendidikan IPA di Indonesia; serta sebagai bagian dari kegiatan Dies Natalis Unnes ke-51 dan sebagai forum akademik untuk bertukar pikiran atau gagasan konseptual, pengetahuan, pengalaman, penelitian pendidikan yang berkaitan dengan upaya menyiapkan manusia yang inovatif dan berdaya saing dan implementasinya dalam pendidikan sains (IPA) dan bidang sains murni maupun terapan. Inovasi pembelajaran IPA merupakan bekal seorang pendidik IPA untuk meningkatkan mutu diri sehingga berkualitas dan berdaya saing di dalam negeri maupun di luar negeri pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Tema pada seminar nasional IPA VII ini adalah “Pendidik IPA Inovatif yang Berdaya Saing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”. Makalah dan abstrak yang disampaikan pada seminar nasional IPA VII ini berupa abstrak dari pemakalah utama dan pemakalah pendamping. Semoga kumpulan artikel dalam prosiding seminar ini dapat menjadi sarana penyampaian teori konseptual dan hasil penelitian pendidikan IPA.

Semarang, 23 April 2016

Panitia

(9)

vi

SAMBUTAN KETUA PANITIA

Kepada yang terhormat:

Bapak Dekan FMIPA Unnes Prof. Dr. Anna Permanasari, M.Si.

Prof. Dr. Badrun Kartowagiran, M.Pd.

Prof. Cari MA., M.Sc., Ph.D

Bapak /Ibu Pemakalah/Peserta Seminar

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang selalu memberikan nikmat, rahmat, dan hidayah-Nya; sehingga pada hari ini tanggal; 23 April 2016 kita dapat menyelenggarakan Seminar Nasional IPA VII dengan tema“Pendidik IPA Inovatif yang Berdaya Saing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”. Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah berlangsung mulai akhir tahun 2015. Indonesia sebagai salah satu negara yang tergabung dalam MEA harus siap menghadapi pasar ekonomi ASEAN tersebut. Kesepakatan ini tak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga sektor lainnya tak terkecuali “pendidikan” sebagai modal membangun sumber daya manusia yang kompetitif dan inovatif. Era perdagangan bebas ASEAN, harus disambut oleh dunia pendidikan dengan cepat, agar sumber daya manusia Indonesia siap menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan negara lain. Pendidikan bukan hanya sebuah kewajiban, lebih dari itu pendidikan merupakan sebuah kebutuhan. Pendidikan menempati garda terdepan dalam pembangunan SDM Indonesia. Pemberlakuan MEA menjadi momentum yang baik untuk melakukan perbaikan-perbaikan pada sektor pendidikan Indonesia agar mampu menghasilkan SDM yang inovatif, kreatif, terampil, dan memiliki daya saing tinggi. Kegiatan Seminar Nasional IPA VII ini dirancang sebagai wadah pertemuan para pelaksana dan pemerhati pendidikan IPA di Indonesia; serta sebagai bagian dari kegiatan Dies Natalis Unnes ke-51 dan forum akademik untuk bertukar pikiran atau gagasan konseptual, pengetahuan, pengalaman, penelitian pendidikan yang berkaitan dengan upaya menyiapkan manusia yang inovatif dan berdaya saing dan implementasinya dalam pendidikan sains (IPA) dan bidang sains murni maupun terapan.

Seminar Nasional IPA VII menghadirkan pembicara kunci sebagai pakar dalam pendidikan IPA, kami ucapkan selamat datang Prof Anna, Prof Badrun, dan Prof Cari. Suatu kehormatan bagi kami karena beliau-beliau berkenan hadir untuk membagi ilmunya di forum ini.

Kegiatan Seminar Nasional IPA VII ini diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari mahasiswa S1 dan S2, guru, dan dosen dengan asal peserta dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kami mengucapkan selamat datang di Universitas Negeri Semarang, Universitas Konservasi ini dan teriring banyak terima kasih atas peran sertanya. Selanjutnya, Ketua jurusan IPA terpadu juga menyambut baik dan merasa tersanjung atas partisipasinya dari para pakar pendidikan IPA, baik dari UNS, UNY, UM, UPI, UNJEM, dan Unnes yang hadir sebagai pemakalah paralel atau penyaji pada Seminar Nasional IPA V ini. Akhirnya pada kesempatan ini, saya mewakili seluruh panitia tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada segenap panitia seminar, serta memohon maaf pada para nara sumber dan peserta seminar jika ada banyak kekurangan. Semoga pelaksanaan seminar ini dapat berlangsung tanpa halangan yang berarti dan bermanfaat bagi kita semua demi kemajuan bangsa dan negara.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Ketua Panitia

Seminar Nasional IPA VII

Parmin, M.Pd.

(10)

vii

SAMBUTAN DEKAN FMIPA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Syukur alhamdulillah kita semua dalam keadaan sehat walafiat dapat mengikuti Seminar Nasional IPA yang diselenggarakan oleh Jurusan IPA terpadu FMIPA UNNES. Seminar ini dimaksudkan untuk memfasilitasi para peserta seminar dosen, guru, dan mahasiswa untuk saling mengkomunikasikan hasil penelitian dan pengalamannya baik antar peserta seminar, maupun peserta seminar dengan narasumber.

Kami mengucapkan terima kasih kepada para narasumber: Ibu Prof.

Dr. Anna Permanasari, M.Si. Prof. Dr. Badrun Kartowagiran (UNY); dan Prof.

Dr. Cari (UNS) yang bersedia berbagi ilmu dan pengalaman dalam seminar ini.

Terima kasih kami sampaikan juga kepada para peserta seminar dari Perguruan Tinggi, Sekolah, dan Instansi terkait yang datang dari berbagai tempat di Indonesia. Bapak/Ibu telah mendukung berlangsungnya seminar ini yang berarti juga ikut meningkatkan mutu pendidikan IPA di Indonesia.

Besar harapan kami semoga seminar ini dapat memberi kontribusi bermakna pada pendidikan IPA di Indonesia dengan adanya makalah- makalah tentang: professional guru IPA; pendidikan budaya dan karakter bangsa melalui pembelajaran sains; penelitian dan kajian konseptual mengenai pembelajaran sains berbasis budaya dan karakter bangsa; serta penelitian tindakan kelas MIPA.

Penghargaan yang tinggi dan ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Pengurus Jurusan IPA Terpadu FMIPA Unnes, dan Panitia Seminar Nasional IPA VII yang telah berinisiatif dan menyelenggarakan seminar ini dalam rangka Dies Natalis ke-51 UNNES. Tidak lupa, kami berterima kasih atas kehadiran pemakalah dari seluruh pelosok negeri, dengan total peserta 270 orang dari 13 propinsi, yaitu Aceh, Jambi, Lampung, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan Papua serta dari luar negeri yaitu Jepang. Sejumlah 124 makalah telah diterima panitia, dengan rincian 103 makalah dipublikasikan dalam prosiding Semnas dan 21 makalah dipublikasikan dalam Jurnal Pendidikan IPA Indonesia (JPII) yang telah terakreditasi nasional. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam penyelenggaraan seminar ini ada kekurangan. Semoga Allah SWT memberi petunjuk dan menerima amalan kita dalam seminar ini sebagai ibadah kita sekalian, aamiin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Semarang, 23 April 2016

Dekan FMIPA UNNES

(11)

viii

Prof. Dr. Zaenuri, S.E., M.Si.Akt.

(12)

ix

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i

SUSUNAN TIM PENYUNTING ii

TEMA DAN TUJUAN SEMINAR iii

SUSUNAN PANITIA iv

KATA PENGANTAR v

SAMBUTAN KETUA PANITIA vi

SAMBUTAN DEKAN FMIPA UNNES vii

DAFTAR ISI viii

DAFTAR MAKALAH ix

(13)

x

DAFTAR MAKALAH

1 PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF

Hal

SISWA

Cahyani Lestari, Tri Jalmo, Abdurrahman

1

2 PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPLE REPRESENTATION TERHADAP HASIL BELAJAR IPA

Dwi Febri Hidayati, Tri Jalmo, Abdurrahman

8

3 PENGARUH MODEL INQUIRY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

Dwi Jayanthi, Tri Jalmo, Abdurrahman

17

4 PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA

Ni Wayan Nila Sri Lestari, Tri Jalmo, Abdurrahman

24

5 PENGARUH PEMBELAJARAN IPA BERBASIS LABORATORIUM VIRTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

Ratna Agustini, Tri Jalmo, Abdurrahman

33

6 PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP HASIL BELAJAR IPA

Resti Nurisalfah, Tri Jalmo, Abdurrahman 39

7 PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA

Sasmita Erzana, Tri Jalmo, Abdurrahman 48

8 PENGGUNAAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS

Siti Umikasih, Tri Jalmo, Abdurrahman

57

9 PENGARUH PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR

Sulistiyowati, Abdurrahman, Tri Jalmo

65

10 PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

Warni, Tri Jalmo, Abdurrahman

73

11 PENGARUH MODEL INQUIRY TERBIMBING TERHADAP PENINGKATAN KETRAMPILAN PROSES SAINS

Yenni Yunartin, Tri Jalmo, Abdurrahman

80

12 PEMANFAATAN SARI WORTEL DAN TEPUNG RUMPUTLAUT SEBAGAI BAHAN ALAMI UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN DAN KEKENYALAN BAKSO SAPI DI KELURAHAN SUKOREJO

Ida Iryani Kristanti, Yuan Maylia Rosanti

89

(14)

xi

13 PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA BERDASARKAN GENDER

Baiq Fatmawati

95

14 STUDI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING INKUIRI SEBAGAI WAHANA PENDIDIKAN KIMIA

Nenden Indrayati Anggraeni, Dian Kurniati

103

15 EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM BERBASIS INKUIRI OLEH CALON GURU SEKOLAH DASAR

Rosnita

111

16 PENDIDIKAN-IPA INOVATIF BALITA BEKAL KEUNGGULAN DAYA SAING DALAM MEATungga Bhimadi

115

17 POTENSI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PEMBELAJARAN TEMATIK TUMBUHAN OBAT KELOMPOK BUDAYA SUNDA

Marisa Christina Tapilouw

123

18 METODE TUTORIAL TEMAN SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN PRESTASI PENGENALAN ALAT – ALAT LABORATORIUM KELAS VIIA SMP NEGERI 4 JUWANA TAHUN 2015

Suyono

131

19 PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN SAINS BERBASIS INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR

Fathin Irina Diatri, Tri Jalmo, Abdurrahman

138

20 OPTIMASI PROSEDUR PERCOBAAN DAN PENYIAPAN LEMBAR KERJA SISWA PRAKTIKUM PEMISAHAN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING MELALUI PEMISAHAN KOMPONEN ZAT WARNA DALAM PERMEN

Gebi Dwiyanti, FM. Titin Supriyanti, Siti Nur Rokhmah

145

21 MODEL PEMBELAJARAN BERPROGRAMA UNTUK OPTIMALISASI PEMBELAJARAN SAINS BERBASIS ACTIVE LEARNING

Didik Setyawarno

152

22 POTENSI MATA KULIAH PENGEMBANGAN PROFESI GURU IPA DALAM MEMPERSIAPKAN GURU IPA DI ERA MEA

Al Maryanto

165

23 PENGEMBANGAN PROGRAM ASESMEN FORMATIF TES TESTLET BERBANTUAN MOBILE DEVICE UNTUK SISWA KELAS X SMA PADA MATERI SUHU DAN KALOR Aloysius Rabata Nova T F T, Parno, Supriyono Koes H

166

24 MODIFIKASI ANALISIS VEGETASI MANGROVE SEBAGAI BAHAN AJAR DI SEKOLAH DASAR DI PULAU PARI KEPULAUAN SERIBU

Farihen, Azmi Al Bahij, Apri Utami Parta Santi

176

(15)

xii

25 EFEKTIVITAS MODUL KOLOID DENGAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA

Lita Novilia, Srini M. Iskandar, Fauziatul Fajaroh

184

26 ANALISIS VIRTUAL LABORATORY BERBASIS FLASH ANIMATION TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA TEMA OPTIK

Nuzul Andri Permana, Arif Widiyatmoko, Muhamad Taufiq

190

27 PENGEMBANGAN PETUNJUK PRAKTIKUM BERBASIS LABORATORY SKILLS PADA MATERI KINGDOM FUNGI KELAS X

Rini Madhawati, Enni Suwarsi Rahayu, Ibnul Mubarok

197

28 PENGEMBANGAN MODUL INTEGRATED LAB WORK PADA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA UNTUK MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS

Suharti, Siti Harnina Bintari, Sumadi

209

29 PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK KELAS X SMA PADA SUB MATERI INVERTEBRATA

Titin, Ruqiah Ganda Putri Panjaitan

218

30 PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN AKTIVITAS AESOP’S UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI REDOKS DAN ELEKTROKIMIA

Woro Sumarni, Kasmadi I.S , Nuni Widiarti

225

31 UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PhET (Physics Education Technology) UNTUK MENYIAPKAN SDM MENGHADAPI MEA

A.Halim, Ilham Maulana, Marlinda

237

32 INNOVATION SKILLS PENDIDIK IPA BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH SEBAGAI IMPLEMENTASI 21stCENTURY SKILLS DALAM MENGHADAPI MEA

Din Azwar Uswatun

246

33 MASALAH DAN POTENSI ASESMEN DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI

Eka Kurniati, Tuti Widianti, Andreas Priyono Budi Prasetyo 256 34 PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PELAKSANAAN PRAKTIKUM DI PROGRAM

STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UAD YOGYAKARTA PADA SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2014/2015

Hani Irawati

266

35 LAJU DEKOMPOSISI SERESAH DAUN DI LANTAI HUTAN GUNUNG API PURBA NGLANGGERAN

Moro H.K.E.P., Zulfikar M., Wibowo M.S., Sutisma R.

271

(16)

xiii PARSIAL DI YOGYAKARTA

Hengky Firmansyah

37 DESKRIPSI PENGUASAAN PENDEKATAN SAINTIFIK DAN MODEL PEMBELAJARAN GURU MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA

Joko Slamet

286

38 PERILAKU AYAM MUTIARA (Numida melegris, Linn 1758) PADA SAAT GERHANA MATAHARI SEBAGIAN DI JOGJAKARTA

Ilham M, Moro, H.K.E.P.M

297

39 MODUL FISIKA KELAS X DISERTAI ASSESMEN TEMAN SEJAWAT PADA MATERI POKOK GERAK MELINGKAR

Mustika Wati, Misbah, dan Putrie Aprilia Lestari

302

40 PENGARUH IMPACT TECHNIQUE TERHADAP DISIPLIN SISWA PADA PRAKTIKUM FISIKA DI SMP NEGERI 1

Syubhan An’nur, Sri Hartini, Sebrina Nur Caesari

307

41 DESAIN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) FISIKA DENGAN METODE DISCOVERY LEARNING BERBASIS PENDEKATAN METAKOGNITIF

Yuda Seta Mahendra, Chandra Ertikanto

314

42 UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEDAGOGIK GURU SEKOLAH DASAR (SD) TAHUNAN YOGYAKARTA DALAM MENYUSUN RPP BERDASARKAN STANDAR PROSES BERBASIS KURIKULUM 2013 MELALUI PENDEKATAN COLLABORATIVE

Astuti Wijayanti, Aris Munandar

321

43 FORMULASI PANGAN FUNGSIONAL ES KRIM BERBASIS UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN DAN PEWARNA ALAMI Zackiyah, Gebi Dwiyanti, F. Maria Titin Supriyanti, Feni Mustika Sari

334

44 PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS EKSPERIMEN SEDERHANA DENGAN PENDEKATAN C-CAT (CONCEPTUAL, CONTEXTUAL AND ANALITYCAL THINKING) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VII

Agus Kadarmanto

341

45 PEMANFAATAN E-BOOK INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN PROSES FISIOLOGI PADA TUMBUHAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP KELAS VIII

Astri Sutisnawati

348

46 PEMBELAJARAN KOLABORATIF DENGAN MEDIA MANIPULATIF UNTUK MEMAHAMKAN TRANSFORMASI GEOMETRI SISWA KELAS VII SMP TAMAN SISWA MALANG

Annisatul Khoiriyah

358

(17)

xiv

47 MODEL ACTIVE LEARNING BERBANTUAN MEDIA FLASH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA TEMA KALOR DAN PERPINDAHANNYA

Bagus Addin Hutomo, Parmin, Miranita Khusniati

367

48 PEMANFAATAN HUTAN WISATA TLOGO NIRMOLO, KALIURANG SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER BELAJAR KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PAKU GUNA MEMUNCULKAN PERILAKU KOMUNIKATIF SISWA

Destri Ratna Ma’rifah

373

49 PENGARUH MEDIA ANIMASI TEMA CAHAYA PADA KEMAMPUAN BERPIKIR LUWES (FLEXIBILITY) DAN ORISINAL (ORIGINALITY) SISWA SMP/MTs KELAS VIII Endang Rohmatun, Novi Ratna Dewi, Indah Urwatin Wusqo

381

50 REKONSTRUKSI MODEL PERKULIAHAN PENELITIAN LABORATORIUM BERBASIS PROBLEM SOLVING DECISION MAKING (PLBPSDM) KONTEKS ZEOLIT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR PENELITIAN MAHASISWA CALON GURU KIMIA

Florida Doloksaribu, Ahmad Mudzakir, Hayat Sholihin, Fransisca Sudargo

389

51 DESAIN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)BERBASIS TEKNIK ANALOGI PADA MATERI LISTRIK DINAMIS

Imas Setiana, Agus Suyatna, Abdurrahman

401

52 PENGARUH MODEL GI-GI TERHADAP KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENILAI PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA

Indrawati

410

53 IMPLEMENTASI MODEL COLLABORATIVE RANKING TASKS DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP MAHASISWA

Ni Made Pujani

418

54 PEMBUATAN MOVABLE BOOK BERBASIS PROJECT BASED LEARNING TEMA SISTEM PENCERNAAN DALAM MENDUKUNG KESIAPAN SISWA MENGHADAPI PERSAINGAN MEA

Mia Kumalasari

427

55 PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR IPA SMP/MTS KELAS VII PADA MATERI KARAKTERISTIK ZAT BERDASARKAN KURIKULUM 2013

Annisa Mahmuda, Ika Kartika, Raden Oktova

433

56 PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS BERBASIS MULTIPEL REPRESENTASI DALAM KONTEKS FISIKA Nurliana Marpaung, Liliasari, Aloysius Rusli, Agus Setiawan

443

57 PENGGUNAAN STRATEGI MIND MAPPING DAN JURNAL BELAJAR DALAM PENGEMBANGAN HASIL BELAJAR SISWA

Puji Lestari

454

(18)

xv

KEARIFAN LOKAL PEMBUATAN MOTIF BATIK DARI GETAH PISANG DAN PEWARNA ALAMI BUNGA ROSELLA

Rahmania Sukmawati, Stephani Diah Pamelasari, Risa Dwita Hardianti

59 PENERAPAN LEARNING CYCLE 7E TERINTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPA DI SDN 09 SURAU GADANG PADANG

Risda Amini

470

60 PENGARUH METODE IQRA’ MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA

Saminan, Nurul Fahmi

477

61 PENERAPAN METODE DISKUSI INTERAKTIF PADA PERKULIAHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI MAHASISWA

Sigit Sujatmika

489

62 PENGEMBANGAN MODUL PROBLEM BASED LEARNING MATERI REDOKS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH

Siti Hamidah, Sudarmin, Edy Cahyono

501

63 PEMBELAJARAN PENCEMARAN LINGKUNGAN BERMUATAN PENDIDIKAN UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Sri Ngabekti, Sari Narulita

508

64 PENGUATAN KELEMBAGAAN PRODI IPA MELALUI KERJASAMA WORKSHOP PEMBUTAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER DAN MEDIA STUDY CARD

Sudarmin, Muhamad Taufiq, Parmin

516

65 TUGAS TERBIMBING MENGEMBANGKAN MEDIA CETAK BERBASIS GAMBAR PROSES (MC-GP) UNTUK PEMBELAJARAN FISIKA SEKOLAH MENENGAH PADA MATA KULIAH MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA

Sutarto

522

66 KEEFEKTIFAN DSLM (DUAL SITUATED LEARNING MODEL) DALAM MENINGKATKAN PERUBAHAN KONSEP SISWA PADA MATERI LARUTAN BUFFER Widy Ika Parastuti, Suharti, Suhadi Ibnu

532

67 PENGEMBANGAN TES PILIHAN GANDA PIKTORIAL UNTUK MENGUKURPENGUASAAN PENGETAHUAN FAKTUAL, KONSEPTUAL, DAN PROSEDURAL SISWA SMA PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN

Wiwi Siswaningsih, Nahadi, Deden Cahaya Kusuma

540

68 EVALUASI PENGELOLAAN LABORATORIUM FISIKA DI SMA NEGERI KOTA JAMBI Wulan Anna Pertiwi, Agus Setyo Budi, Vina Serevina 549 69 PENGARUH KONTEKS PEMBELAJARAN SOCIOSCIENTIFIC ISSUES (SSI) TERHADAP 557

(19)

xvi PENGUASAAN KONSEP LAJU REAKSI SISWA

Yunilia Nur Pratiwi, Sri Rahayu, dan Fauziatul Fajaroh

70 EFEKTIVITAS SCIEINTIFIC APROACH PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN SETTING PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MEMBERDAYAKAN SCIENCE PROCESS SKILL MAHASISWA IKIP PGRI MADIUN

Pinkan Amita Tri Prasasti

568

71 PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) IPA UNTUK MI/SD KELAS VI SEMESTER II DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Moh. Agung Rokhimawan, Arninda Wijayanti

579

72 PROFIL GURU IPA TENTANG PEMAHAMAN, HAMBATAN, DAN EKSPEKTASI PEMBELAJARAN INKUIRI

Suciati, Chrisnia Octovi

591

73 REPRESENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PENELITIAN PADA MATA KULIAH BIOTEKNOLOGI DAN SALINGTEMAS DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA AKADEMIK DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA UNESA

Hasan Subekti, Martini

598

74 EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS MAHASISWA PADA MATA KULIAH KONSEP SAINS II TAHUN AKADEMIK 2015/2016

Ivayuni Listiani

608

75 ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP BERDASARKAN RAGAM BELAJAR SISWA KELAS X MATERI OPTIKA GEOMETRI

Jelia Fetmi Amalia, Suharto Linuwih, Wiyanto

615

76 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) PADA MATERI STOIKIOMETRI DI SMK- SMTI NEGERI BANDA ACEH

M. Hasan, Yulia Z, Ibnu Khaldun

624

77 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA KELAS X BERBASIS LITERASI SAINS MATERI ELASTISITAS ZAT PADAT

N. Hafiyani, A. Rusilowati, H. Susanto

635

78 IMPLEMENTASI MODEL GROUP INVESTIGATION MODIFIKASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Octarina Hidayatus Sholikhah

643

79 OPTIMASI PENURUNAN BOD DAN COD PADA LIMBAH CAIR PENGASAPAN IKAN DESA BANDARHARJO, KABUPATEN SEMARANG DENGAN TEKNOLOGI ZEOLIT-PLASMA

Rizsa Candra Asih

648

(20)

xvii IPAMuhamad Taufiq, Arfilia Wijayanti

81 PENGEMBANGAN SKENARIO PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MEMBERDAYAKAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI SISWA

F. Bayu Nirwana, Agus Suyatna , Viyanti

659

82 PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMK PADA MATERI HIDROKARBON DAN MINYAK BUMIFlorentina Maria Titin Supriyanti, Momo Rosbiono, Suryaman

671

83 PENGINTEGRASIAN POTENSI LOKAL DALAM PEMBELAJARAN IPA ALTERNATIF PENINGKATAN DAYA SAING GLOBAL

Insih Wilujeng

680

84 MEMBANGUN KARAKTER SISWA MELALUI INTEGRASI NILAI TAUHID DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN SAINS.

Ishmah Khairina Zakiri, Maya Asriana, Emas Agus Prastyo Wibowo

689

85 DESAIN ALAT PERAGA FISIKA DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MEMBERDAYAKAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI SISWA

Muhamad Iwan, Agus Suyatna, Viyanti

693

86 IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DAN BUDAYA DI SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN DIRI PESERTA DIDIK MELALUI GURU (PENGINTEGRASIAN NILAI TAUHID) DAN EKSTRAKULIKULER SEBAGAI PONDASI KARAKTER DI ERA GLOBAL GUNA MEWUJUDKAN INDONESIA EMAS

Navela Rahma Aji, Emas Agus Prastyo Wibowo

703

87 PENGARUH EXPERIENTIAL LEARNING MODEL TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH IPA PADA PESERTA DIDIK SMP KELAS VII

Nisrochah, Insih Wilujeng, Jumadi, Senam

708

88 ANALISIS KESIAPAN KOGNITIF PESERTA DIDIK KELAS XII IPA SMA/MA NEGERI DI KOTA PALOPO PADA MATERI POKOK UJIAN NASIONAL MATA PELAJARAN KIMIA TAHUN 2016

Irman Sanjaya dan Ramlawati

717

89 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENANYA DAN HASIL BELAJAR IPA PADA TOPIK KLASIFIKASI BENDA MELALUI DISCOVERY LEARNING KELAS VIIE SMP NEGERI 1 WEDARIJAKSA SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Suminarsih

725

90 PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 WEDARIJAKSA TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Susilowati

735

(21)

xviii

91 PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI

Setiono

745

92 DESAIN LKS YANG BERMUATAN INKUIRI TERBIMBING DALAM MEMBERDAYAKAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI

Tuti Widyawati, Agus Suyatna, Viyanti

752

93 PENGARUH PENDEKATAN EVIDENCE BASED PRACTICE TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DALAM PEMBELAJARAN FISIKA

Andi Sri Astika Wahyuni, Subaer, Kaharuddin Arafah

763

94 ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MAHASISWA CALON GURU PADA PERKULIAHAN BIOKIMIA

Andi Wahyudi, Liliasari, F.M. Titin Supriyanti

772

95 DESAIN MODUL FLUIDA BERMUATAN INKUIRI TERBIMBING YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI SISWA

Astri Mela Agustin, Agus Suyatna, Viyanti

779

96 MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM PEMBELAJARAN KIMIA MELALUI MODEL PROBLEM SOLVING TEACHING (PST) TIPE GALLET

Buchori Muslim

788

97 ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN ILMIAH MELALUI ARGUMENTASI SISWA TENTANG SAMPAH PLASTIK

Desti Herawati, Ari Widodo, Riandi, Diana Rochintaniawati

802

98 PENERAPAN COOPERATIF LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAElviana, Tri Jalmo , Abdurrahman

810

99 PENDIDIKAN YANG BERBASIS NANOTEKNOLOGI UNTUK MENCAPAI LITERASI SAINS SISWA

Emas Agus Prastyo Wibowo

816

100 PENGEMBANGAN TES KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATA KULIAH PRAKTIKUM IPA DI SD

Setiyo Prajoko, Mohamad Amin, Fatchur Rohman, Muhana Gipayana

821

101 PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN SIKAP ILMIAH MAHASISWA MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK

Evi Sapinatul Bahriah

832

102 PRAKTIKUM VIRTUAL HORMON UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

Mivtha Citraningrum, Fransisca Sudargo, Ani Fitriani

842

(22)

xix

103 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR GELOMBANG DAN OPTIKA BERBASIS SCAFFOLDING DALAM MEMBENTUK HABITS OF MIND MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA

Eko Susilowati, Dadi Rusdiana, Aloysius Rusli, Ida Kaniawati

850

(23)

624

STOIKIOMETRI DI SMK- SMTI NEGERI BANDA ACEH M. Hasan

1*

, Yulia Z

2

, Ibnu Khaldun

1

Alamat korespondensi: [email protected]

1Dosen Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah

2Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada Materi Stoikiometri di SMK-SMTI Negeri Banda Aceh.Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari ketuntasan belajar, sikap, dan tanggapan siswa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Subjek penelitian dipilih secara random sampling yaitu siswa kelas X-A yang berjumlah 19 orang, terdiri atas 14 laki-laki dan 5 perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan digunakan adalah soal tes, lembar observasi, dan angket. Berdasarkan hasil tes yang diberikan setelah proses pembelajaran berlangsung dipertemuan terakhir, diperoleh ketuntasan belajar siswa sebesar 84,2%. Sikap siswa di kelas X-A diamati dengan menggunakan lembar observasi diperoleh nilai persentase untuk sikap jujur sebesar 73,7%, untuk sikap tanggung jawab sebesar 78,9%, dengan kategori baik dan untuk sikap disiplin sebesar 81,3% dengan kategori sangat baik pada pertemuan I. Selanjutnya, hasil observasi diperoleh nilai persentase untuk sikap jujur sebesar 85,5%, untuk sikap tanggung jawab sebesar 86,3%, dan untuk sikap disiplin sebesar 86,5%, jadi masing-masing sikap dalam kategori sangat baik pada pertemuan II. Siswa memberi tanggapan positif pada kategori sangat setuju sebesar 22,6%, dan kategori setuju sebesar 59,5% terhadap penerapan model TPS dalam implementasi kurikulum 2013 pada materi stoikiometri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa terhadap penerapan model TPS dalam implementasi kurikulum 2013 pada materi stoikiometri dapat mencapai ketuntasan secara klasikal, sikap siswa tergolong dengan kategori sangat baik, dan siswa memberikan tanggapan positif pada model TPS di kelas X-A SMK SMTI Negeri Banda Aceh.

Kata Kunci : model think pair share, jujur, tanggung jawab, disiplin, kurikulum 2013, stoikiometri

PENDAHULUAN

Kurikulum pendidikan di Indonesia selalu mengalami perubahan dari tahun 1947 hingga tahun 2006. Perubahan kurikulum dari masa ke masa disebabkan karena adanya kebutuhan masyarakat yang selalu berubah setiap tahunnya sesuai dengan tuntutan zaman yang semakin berkembang pesat. Faktor lain yang menyebabkan kurikulum di Indonesia sering berubah juga karena adanya kekurangan dan

kelebihan dari setiap kurikulum sebelumnya.

Kekurangan dan kelebihannya terdapat pada landasan, komponen, prinsip, metode atau model penerapannya (Kusuma, [1]).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan [2] menyatakan bahwa pada kurikulum 2013ada terdapat kompetensi inti (KI).

Kompetensi inti (KI) merupakan operasional Standar Kempetensi Lulusan (SKL) dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki oleh peserta didik.

(24)

625 sikap keagamaan (kompetensi inti 1), sikap sosial (kompetensi inti 2), pengetahuan (kompetensi inti 3) dan keterampilan (kompetensi inti 4).

Keempat kelompok tersebut menjadi acuan dari Kompetensi Dasar dan harus dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif.

Wardani, dkk [3] menyatakan bahwa, hasil belajar kimia dapat dikelompokkan menjadi tiga aspek, yaitu aspek kognitif yang ditunjukkan setelah mengikuti tes, aspek afektif yang ditunjukkan pada saat pembelajaran, dan aspek psikomotor yang diperlihatkan saat observasi pada praktikum. Miswadi, dkk., [4] juga menyatakan hasil belajar itu menunjukkan perubahan kemampuan yang lebih baik setelah mengikuti proses pembelajaran berupa pengetahuan, konsep, sikap, dan keterampilan.

Guru harus kreatif dalam mengatur strategi pembelajaran agar siswa dapat memperoleh pemahaman konsep dari apa yang telah dipelajarinya. Salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran. Menurut Johar, dkk [5] suatu bentuk pola aktivitas yang menjadi dasar pijakan guru untuk mengorganisir kegiatan belajar mengajar dinamakan model pembelajaran. Hanafiah dan Cucu, [6]

menyatakan bahwa salah satu pendekatan dalam rangka mensiasati perubahan perilaku peserta didik secara adaptif maupun generatif yaitu menerapkan model pembelajaran.

Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang menumbuhkan kerja sama antar siswa berbasis konstruktivisme.

Model ini membantu siswa dalam memahami materi yang sulit. Salah satu tipenya yaitu model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Shofiyah dan Bertha, [7], penerapan model

berani mengemukakan pendapat, terlihat ada peningkatan sikap dari baik menjadi sangat baik.

Materi stoikiometri merupakan materi yang sulit bagi siswa kelas X, karena dalam materi ini mengandung hukum-hukum dasar kimia dan perhitungan kimia. Sesuai dengan pendapat Harnanto dan Ruminten [8] bahwa pemahaman konsep hukum dasar kimia mencakup: hukum Lavoisier, hukum Proust, hukum Dalton, hukum Gay Lussac, dan hukum Avogadro.

Berdasarkan hukum-hukum tersebut, massa, volume, dan jumlah partikel zat dapat diukur dan ditentukan. Dengan demikian, siswa dapat memprediksikan banyaknya zat yang akan dihasilkan atau diperlukan dalam suatu reaksi.

Jika siswa tidak menguasai hal tersebut, maka akan mengalami kesulitan dalam perhitungan kimia. Hal ini karena hukum dasar kimia digunakan

sebagai pijakan dalam perkembangan ilmu kimia. Sehingga perlu adanya strategi dalam pembelajaran untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa seperti, menerapkan model pembelajaran TPS. Model pembelajaran TPS memberi siswa waktu lebih banyak untuk berpikir, menjawab, dan saling membantu satu sama lain, sehingga dengan adanya waktu berpikir membuat siswa terdorong untuk terlibat secara aktif. Bahkan siswa yang jarang atau tidak pernah berbicara di depan kelas paling tidak akan memberikan ide atau jawaban di dalam kelompoknya. Selain itu kelebihan lainnya adalah pemahaman siswa akan materi suatu pokok bahasan akan lebih mendalam. Melalui model TPS ini diharapkan agar siswa lebih menguasai konsep dan memperoleh nilai KKM yang tuntas.

Sekolah SMK-SMTI Negeri Banda Aceh merupakan salah satu SMK yang ada di Banda

(25)

626 sekolah kejuruan yang mengutamakan pelajaran kimia, tetapi siswanya masih mengalami kesulitan dalam pelajaran kimia. Berdasarkan pengalaman PPL di sekolah banyak siswa yang tidak tuntas pada pelajaran kimia. Oleh karena itu, perlu diteliti mengenai “Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) dalam Implementasi Kurikulum 2013 pada Materi Stoikiometri di SMK-SMTI Negeri Banda Aceh Tahun Pelajaran 2013/2014”.

METODE

Penelitian ini sudah dilaksanakan di SMK- SMTI Negeri Banda Aceh pada bulan Februari 2014. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 21 s/d 28 Februari 2014 yang berlokasi di jalan TWK. Hasyim Banta Muda. Subjek dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X-A yang berjumlah 19 orang, terdiri dari 5 orang perempuan dan 14 orang laki-laki. Pemilihan sampel penelitian dilakukan secara random sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak.

Pengambilan subjek ini menggunakan sistem lotre yaitu dengan pencabutan nomor.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) tes kognitif, digunakan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa setelah penerapan model TPS dalam pembelajaran kimia;

2) lembar observasi, digunakan untuk mengamati sikap siswa selama proses pembelajaran untuk setiap kali pertemuan; 3) angket, digunakan untuk mengetahui tanggapan dan mengukur motivasi dari siswa mengenai kegiatan pembelajaran pada materi stoikiometri dengan penerapan model TPS. Sikap siswa selama pembelajaran diamati dengan menggunakan lembar observasi untuk aktivitas siswa.

Pengamatan dilakukan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, yaitu dengan memberi tanda cek (√) yang sesuai dengan kolom yang

dalam lembar observasi sesuai dengan kriteria yang ada pada setiap aspek sikap jujur, tanggung jawab, dan disiplin siswa yang muncul selama berlangsungnya rangkaian kegiatan pembelajaran dengan model TPS.

Selanjutnya pendeskripsian skor kategori menurut Sudijono [10] yaitu skala persentase pada Tabel 1.

Tabel 1. Skala Kategori Sikap Persentase Keterangan 80-100 Sangat baik

66-79 Baik

56-65 Cukup

46-55 Kurang

0-45 Gagal

Tanggapan siswa diperoleh melalui angket yang telah disebarkan sebelumnya, kemudian dianalisis dan pendeskripsian skor tanggapan siswa kedalam skala persentase pada Tabel 3.1. Respon siswa dapat dikatakan efektif jika jawaban siswa terhadap pertanyaan yang terdapat di angket tersebut ditanggapi dengan positif dan disertai dengan alasan yang logis.

PEMBAHASAN Hasil Belajar

Penelitian ini dilakukan selama dua minggu yaitu dua kali pertemuan. Proses pembelajaran dilakukan di kelas X-A. Setelah pembelajaran berakhir siswa diberikan soal tes untuk mengetahui hasil belajar siswa. Hasil belajar dinilai bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa dalam menjawab soal yang berkaitan dengan materi stoikiometri.

Soal tes berbentuk pilihan ganda sebanyak 10 soal, seperti yang disajikan dalam Lampiran 4.

Soal tes tesebut telah valid yang ditunjukkan dengan nilai persentase sebesar 95% dapat dilihat pada Lampiran 8 dan telah reliabel

(26)

627 11), sehingga dapat digunakan untuk mengumpulkan data. Setelah data terkumpul, dilakukan analisis data hasil belajar dengan memberikan skor dengan rentang 0 – 100 dan

dalam bentuk tabel frekuensi dan persentase.

Hasil belajar yang diperoleh di sajikan dalam Tabel 2.

Tabel 2. Hasil Belajar Siswa Kelas X-A SMK SMTI Negeri Banda Aceh pada Materi Stoikiometri

No Nama Nilai

Ketuntasan Pembelajaran Pada Model TPS

(KKM ≥70)

1 AFS 60 Tidak Tuntas

2 BFQ 80 Tuntas

3 DRR 80 Tuntas

4 ESF 60 Tidak Tuntas

5 ISP 80 Tuntas

6 KRZ 70 Tuntas

7 MAK 100 Tuntas

8 MHZ 70 Tuntas

9 MHS 80 Tuntas

10 MIR 90 Tuntas

11 MSM 70 Tuntas

12 NAF 100 Tuntas

13 NAR 90 Tuntas

14 RFT 40 Tidak Tuntas

15 RDJ 100 Tuntas

16 RZP 100 Tuntas

17 SGT 100 Tuntas

18 SFD 70 Tuntas

19 TLM 90 Tuntas

Jumlah 1530 -

Rata-rata 80,5 -

Persentase Ketuntasan (%) 84,2 - Pada materi stoikiometri, nilai KKM yang ditentukan oleh sekolah SMK-SMTI Negeri Banda Aceh adalah ≥ 70 sebagai ukuran ketuntasan individual. Jika siswa memperoleh nilai ≥ 70 pada materi stoikiometri maka dapat dikatakan siswa tersebut tuntas secara individual. Berdasarkan Tabel 4.1 dapat dilihat bahwa diantara 19 siswa nilai tertinggi adalah 100 dan nilai terendah adalah 40. Siswa yang nilainya tuntas ada sebanyak 16 orang dan siswa yang nilainya tidak

tuntas ada sebanyak 3 orang. Persentase ketuntasan yang dihasilkan sebesar 84,2% dan tergolong tinggi.

Berdasarkan perolehan hasil belajar siswa tersebut dapat dikatakan bahwa penerapan model TPS pada materi stoikiometri dapat mencapai ketuntasan belajar siswa. Meskipun pada soal nomor 5 dan 6 merupakan soal yang banyak menjawab salah, dikarenakan siswa merasa tingkat kesulitan pada soal tersebut

(27)

628 memahami cara penyelesaian soal tersebut.

Selain itu ada beberapa siswa yang pembelajarannya tidak tuntas karena pada saat proses pembelajaran di kelas beberapa siswa tersebut kurang memperhatikan penjelasan guru, dan kurang serius mengikuti pembelajaran. Selain itu sebagian siswa juga kurang menyukai pembelajaran kimia, dan ditambah lagi jam masuk pelajaran kimia di jam terakhir sehingga siswa merasa jenuh untuk belajar.

Menurut penuturan guru kimia di SMK tersebut, angka persentase ketuntasan pembelajaran siswa naik dari 70% menjadi 84,2%. Sesuai dengan penelitian Hasibuan [11]

mengenai pengaruh multimedia dengan menggunakan model TPS pada materi larutan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan pada hasil belajar setelah diterapkan model TPS menggunakan multimedia lebih baik yaitu 76,2% dari pada tanpa menggunakan multimedia yaitu 65,8%. Demikian juga halnya dengan penelitian Prayudhawati [12]

tentang meningkatkan kualitas pembelajaran dengan model TPS pada tema kesadahan air.

Hasil penelitiannya menunjukkan nilai ketuntasan secara klasikal pada pertemuan pertama sebesar 72,2% masih di bawah ketuntasan yang ditetapkan sebesar 85%. Pada pertemuan kedua nilai ketuntasan secara klasikal yang dicapai sebesar 94,4%. Jadi pada pertemuan kedua nilai ketuntasan klasikal sudah tercapai karena sudah melebihi nilai ketuntasan klasikal yang ditetapkan yaitu 85%.

Sikap Siswa

Pengamatan sikap siswa dilakukan selama dua kali pertemuan yang diamati oleh 4 orang pengamat. Sikap siswa yang diamati selama proses pembelajaran ada tiga sikap yaitu sikap jujur, sikap tanggung jawab, dan sikap disiplin.

LKS dan soal tes, sikap tanggung jawab dapat dilihat pada saat mengerjakan LKS, dan sikap disiplin dapat dilihat pada saat masuk kelas hingga berakhir pembelajaran.

Sikap Jujur

Setiap sikap memiliki indikator yang diamati oleh pengamat. Indikator dari sikap jujur yaitu, a) tidak menyontek dalam mengerjakan ujian atau tugas, b) tidak melakukan plagiat dalam mengerjakan setiap tugas, c) melaporkan data atau informasi apa adanya, dan d) membuat kesimpulan sesuai dengan yang telah didapat.

Sikap jujur ada enam indikator, tetapi hanya empat indikator yang diambil, sedangkan dua indikator lainnya tidak diambil karena pada indikator tersebut di lakukan dengan metode wawancara.

Sikap Tanggung Jawab

Ada lima indikator sikap tanggung jawab yang diamati yaitu, a) menerima resiko dari tindakan yang dilakukan, b) tidak menyalahkan orang lain, c) mengajarkan kepada teman, d) melaksanakan tugas kelompok dengan baik, dan e) menyampaikan gagasan. sikap tanggung jawab yang mendapatkan nilai nol terbanyak terdapat pada indikator (c) dan (e). Hal ini disebabkan karena pada indikator (c) siswa yang mengerti atau paham dengan materi stoikiometri tidak mau mengajarkan kepada temannya yang belum paham, dikarenakan jam pembelajaran yang kurang efektif (sore hari), siswa kurang tertarik dan merasa jenuh untuk membahas ulang pembelajaran yang telah disampaikan. Solusi yang dapat diberikan yaitu siswa yang telah paham sebaiknya membimbing temannya yang masih kurang mengerti dengan materi tersebut. Mereka juga dapat memanfaatkan waktu senggang untuk membahas kembali materi yang telah didapat sehingga bisa lebih mendalami materi tersebut. Sedangkan pada

(28)

629 dikarenakan siswa merasa takut salah dan kurang percaya diri. Hal ini juga bisa disebabkan karena kurangnya pemahaman terhadap materi yang diajarkan. Solusi yang dapat diberikan yaitu guru sebagai pembimbing harus lebih tegas dalam pembelajaran, dan juga keaktifan siswa dalam pembelajaran harus lebih ditingkatkan sehingga proses bembelajaran menjadi aktif dan tidak terlihat monoton. Terlihat ada peningkatan pada indikator (c) dan (e). Hal ini dikarenakan, dengan memberikan tugas secara kelompok siswa dapat mengulang kembali pembelajaran yang telah diajarkan, sehingga siswa yang mengerti dapat mengajarkan kepada siswa yang belum mengerti. Dengan adanya pemberian tugas siswa juga lebih berani untuk menyampaikan pendapat dari pembelajaran yang telah dilaksakan.

Sikap Disiplin

Indikator pada sikap disiplin ada sembilan aspek yaitu, a) masuk kelas tepat waktu, b) mengumpulkan tugas tepat waktu, c) tertib dalam mengikuti pembelajaran, d) mendengarkan pengarahan dan duduk berdasarkan kelompok, e) menyimak pendapat atau jawaban yang disampaikan kelompok lain, f) mendengarkan penguatan dari guru, g) mengerjakan tugas yang diberikan, h) mendiskusikan hasil tugas, dan i) mempresentasikan hasil diskusi. Pada sikap jujur ada satu indikator yang tidak diambil, yaitu patuh pada tata tertib atau aturan sekolah.

Indikator ini tidak diambil karena pihak sekolah yang berhak untuk menilainya. Kemudian pada sikap disiplin ada beberapa indikator yang ditambah sesuai dengan proses pembelajaran.

Sedangkan untuk sikap disiplin terlihat pada indikator (e) dan (i) yang mendapatkan nilai nol terbanyak. Pada indikator (e) banyak

siswa tidak menyimak pendapat ataupun jawaban yang dipersentasikan oleh temannya.

Pada indikator (e) sebaiknya guru harus lebih tegas agar siswanya dapat menghargai atau

menyimak teman yang sedang

mempresentasikan hasil yang telah diperoleh.

Selain itu siswa juga kurang tertarik dengan materi yang dipaparkan, dan waktu yang tidak memadai untuk melakukan aktifitas pembelajaran. Solusinya yang dapat diberikan oleh guru kepada siswa tersebut yaitu sebaiknya guru memberikan pemaparan yang lebih singkat dan jelas, sehingga siswa tersebut bisa mencerna pembelajaran dengan mudah tanpa harus berfikir terlalu jauh. Dengan demikian pada proses pembelajaran tidak akan memakan waktu yang cukup lama dalam memahami materi yang disampaikan. Sedangkan pada indikator (i) dikarenakan waktu pembelajaran yang relatif singkat sehingga banyak siswa yang tidak sempat melakukan persentasi. Solusi yang dapat diberikan pada masalah ini yaitu sebaiknya pihak sekolah menambah kuota jam pembelajaran pada bidang studi kimia, atau dapat merubah jam pembelajaran yang awalnya pada sore hari menjadi pagi hari.

Sikap disiplin siswa pertemuan II terlihat masih ada indikator yang mendapatkan nilai nol lebih banyak dari pada pertemuan I pada indikator (a) yaitu telat masuk kelas. Hal ini disebabkan karena pembelajaran kimia di mulai setelah shalat jum’at, jadi banyak siswa yang telat masuk kelas.

Berdasarkan hasil pengamatan sikap jujur, tanggung jawab, dan disiplin siswa pada masing- masing individu yang diamati oleh pengamat pada pertemuan I dan pertemuan II pada materi stoikiometri diperoleh nilai persentase rata-rata

(29)

630 Tabel 3. Hasil Persentase Rata-rata Sikap Siswa

Pertemuan

Sikap yang Diamati Jujur Tanggung

Jawab

Jawab

Disiplin

I 73,7% 78,9% 81,3%

II 85,5% 86,3% 86,5%

Sesuai dengan Tabel 4.2 pada pertemuan I saat proses pembelajaran berlangsung, untuk sikap jujur dan tanggung jawab dalam kategori baik, sedangkan sikap disiplin dalam kategori sangat baik. Sedangkan pada pertemuan II terlihat ada peningkatan sikap siswa, untuk sikap jujur, tanggung jawab, dan disiplin semua sikap termasuk dalam kategori sangat baik.

Berdasarkan hasil yang didapat sesuai dengan penelitian yang dilakukan Shofiyah dan Bertha [7] mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS untuk melatih sikap jujur, tanggung jawab, dan berani mengemukakan pendapat didapat hasil bahwa sikap jujur siswa pada pertemuan pertama dalam ketegori baik dan pada pertemuan kedua dan ketiga dalam ketegori sangat baik. Sikap tanggung jawab siswa pada pertemuan pertama dalam kategori cukup baik dan pada pertemuan kedua dan ketiga dalam kategori baik. Sedangkan pada sikap berani mengemukakan pendapat pada pertemuan pertama dalam ketegori cukup baik dan pada pertemuan kedua dan ketiga dalam kategori baik.

Demikian juga halnya dengan penelitian Sholatin dan Leny [14] mengenai pelatihan tanggung jawab dan disiplin siswa dalam pembelajaran kooperatif TPS pada materi koloid.

Hasil persentase nilai rata-rata yang didapat dari empat kali pertemuan secara berurutan yaitu 66%, 61,3%, 66%, dan 69,3% untuk sikap tanggung jawab. Sedangkan untuk sikap disiplin juga dilakukan dengan empat kali

berurutan yaitu, 68,7%,

72%, 76%, dan 74,7%. Dapat disimpulkan bahwa pada pertemuan I sampai IV tetap dalam kategori baik, tetapi jika dilihat dari nilainya ada terlihat peningkatan dari setiap pertemuan.

Pendapat yang sama juga dibuktikan oleh Yunani dan Bertha [15] tentang keterampilan sosial siswa pada materi larutan elektrolik dan non elektrolit dengan menggunakan model TPS.

Pada penelitian tersebut ada tiga aspek yang diamati yaitu, pertama aspek bertanya memperoleh persentase pada pertemuan I dan II sebesar 56,2% termasuk dalam kategori baik.

Kedua, aspek penyampaian ide atau pendapat pada pertemuan I diperoleh persentase sebesar 37,5% kategori buruk, sedangkan pada pertemuan II sebesar 56,3% kategori baik. Ketiga, aspek kerjasama pada pertemuan I sebesar 87,5% kategori sangat baik, sedangkan pada pertemuan II sebesar 100% kategori baik.

Tanggapan Siswa

Tanggapan siswa diukur dengan menggunakan lembar angket. Lembar angket berisi serangkaian pertanyaan tertulis yang diberikan kepada 19 orang siswa untuk dijawabnya. Angket ini terdiri dari 10 pertanyaan yang saling berkaitan satu sama lain dan diberikan pilihan jawaban beserta alasannya sehingga dapat diketahui persentase (%) tanggapan siswa. Tujuan dari pengisian angket ini adalah mengetahui minat siswa dan saran dari para siswa terhadap pembelajaran dengan model TPS. Angket diberikan kepada siswa setelah pembelajaran selesai dilakukan. Hasil tanggapan siswa dapat dilihat pada Tabel 4.

Berdasarkan hasil angket yang menjawab setuju diperoleh nilai persentase terbesar 78,9%

pada indikator pembelajaran dengan menggunakan kurikulum 2013 sangat

(30)

631 dengan implementasi kurikulum 2013 membuat siswa lebih banyak berinteraksi dengan siswa diperoleh persentase sebesar 68,4% yang menjawab setuju. Sedangkan pada indikator pembelajaran dengan model TPS dapat menumbuhkan semangat kreatif siswa dan pada indikator setelah pembelajaran dilakukan siswa akan menerapkan sikap jujur, tanggung jawab, dan disiplin, diperoleh nilai persentase yang sama yaitu sebesar 63,2% yang menjawab setuju.

Dari keempat indikator yang diuraikan

indikator yang memperoleh nilai persentase sebesar 57,9% siswa menjawab setuju. Adapun yang memperoleh nilai persentasi yang sama yaitu pada indikator siswa lebih menyukai pembelajaran dengan model konvensional, menggunakan model TPS siswa tidak mengalami kesulitan, dan model TPS juga membuat suasana belajar siswa menyenangkan. Serta 42,1% siswa yang menjawab setuju pada indikator siswa merasa termotivasi dalam belajar dengan penerapan model TPS.

Tabel 4. Hasil Tanggapan Siswa terhadap Model TPS pada Materi Stoikiometri

No Pertanyaan Angket Tentang Model Think Pair Share (TPS)

Jumlah Siswa Menjawab

Persentase Jawaban (%)

SS S KS TS STS SS S KS TS STS 1 Anda menyukai pembelajaran kimia dengan model

konvensional yang biasa digunakan guru anda!

4 11 4 0 0 21,1 57,9 21,1 0,0 0,0

2 Dengan menggunakan model TPS, saya merasa lebih termotivasi dalam belajar

6 8 5 0 0 31,6 42,1 26,3 0,0 0,0

3 Saya menyukai cara Guru menyampaikan materi Stoikiometri dengan model TPS

5 7 7 0 0 26,3 36,8 36,8 0,0 0,0

4 Model TPS yang digunakan oleh Guru dapat membuat materi Stoikiometri menjadi lebih mudah untuk dipahami

4 13 2 0 0 21,1 68,4 10,5 0,0 0,0

5 Dalam pembelajaran menggunakan model TPS saya tidak mengalami kesulitan

3 11 2 0 3 15,8 57,9 10,5 0,0 15,79

6 Model TPS dapat membuat suasana belajar saya menyenangkan

4 11 2 0 2 21,1 57,9 10,5 0,0 10,53

7 Penerapan model TPS dengan implementasi kurikulum 2013 membuat saya lebih banyak berinteraksi dengan teman

4 13 0 2 0 21,1 68,4 0,0 10,5 0,0

8 Pembelajaran dengan model TPS dapat menumbuhkan semangat kreatifitas saya

4 12 2 1 0 21,1 63,2 10,5 5,3 0,0

9 Pembelajaran dengan menggunakan kurikulum 2013 sangat

bermanfaat untuk sikap sosial saya

3 15 0 1 0 15,8 78,9 0,0 5,3 0,0

10 Setelah pembelajaran dilakukan saya akan menerapkan sikap jujur, bertanggung jawab, dan disiplin

6 12 1 0 0 31,6 63,2 5,3 0,0 0,0

Jumlah 43 113 25 4 5 226,3 594,7 131,6 21,1 26,3

Persentase Tanggapan (%) 22,6 59,5 13,2 2,1 2,6

Tanggapan negatif siswa terhadap model TPS pada materi stoikiometri terdapat pada

indikator siswa menyukai pembelajaran stoikiometri dengan menggunakan model TPS

(31)

632 menjawab kurang setuju. Pada indikator menggunakan model TPS siswa merasa termotivasi dalam pembelajaran diperoleh sebesar 26,3% yang menjawab kurang setuju.

Selain itu ada tiga indikator yang dijawab tidak setuju sebesar 10,5%, salah satunya pada indikator penerapan model TPS dengan implementasi kurikulum 2013 membuat siswa lebih banyak berinteraksi dengan temannya.

Sebesar 5,3% yang menjwab kurang setuju pada indikator setelah pembelajaran dilakukan siswa akan menerapkan siska jujur, tanggung jawab, dan disiplin. Ada dua indikator yang nilai persentasenya sama yang menjawab tidak setuju sebesar 5,3% yaitu pada indikator penerapan model TPS dapat menumbuhkan semangat kreatif siswa, dan pada indikator pembelajaran dengan menggunakan kurikulum 2013 sangat bermamfaat untuk siakp sosial siswa.

Sedangkan 15,8% yang menjawab sangat tidak setuju pada indikator dalam pembelajaran menggunakan model TPS siswa tidak mengalami kesulitan, dan 10,5% yang sangat tidak setuju pada indikator model TPS dapat membuat suasana belajar menyenangkan.

Tanggapan negatif siswa terhadap model TPS pada materi stoikiometri ini dikarenakan beberapa faktor, yaitu siswa kurang suka dan kurang tertariknya dalam pembelajaran dengan penerapan TPS, dan kurang memahami materi yang diajarkan. Selain itu juga dikarenakan guru yang mengajar kurang tegas dalam mengatur kelas, siswa merasa kurang cocok dengan pasangannya, dan ada juga siswa yang saling mengharapkan dalam menyelesaikan tugas. Hal ini juga dikarenakan waktu masuk pelajaran kimia yang ditetapkan oleh sekolah terlalu sore yaitu setelah shalat jum’at sehingga siswa sudah merasa bosan dan malas belajar.

Pada penerapan model TPS ini ada banyak

sampai dengan selesai. Adapun kendala yang dihadapi sesuai data yang diperoleh dari angket yaitu, siswanya sulit memahami materi dengan penerapan model TPS, dikarenakan siswa anggota kelompok dalam model TPS ini hanya dua orang, sehingga jika kedua siswa tersebut tidak mengerti maka mereka tidak ada tempat untuk bertanya lagi. Pada penerapan model TPS ini terlalu banyak kelompok yang terbentuk sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Selain itu siswa juga kurang terbiasa jika diawal pembelajaran diberikan masalah dan pengelaman siswa juga terbatas untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, sehingga siswa menjadi tidak termotivasi dalam pembelajaran dan tidak menyukai model TPS ini.

Dari data diketahui bahwa persentase keseluruhan tanggapan positif dari siswa yaitu sebesar 22,6% yang menjawab sangat setuju, dan 59,5% yang menjawab setuju. Sedangkan persentase keseluruhan tanggapan negatif siswa sebesar 13,2% yang menjawab kurang setuju, 2,1% yang menjawab tidak setuju, dan 2,6% yang menjawab sangat tidak setuju. Jadi, dari data yang dihasilkan terbukti bahwa tanggapan positif siswa terhadap penerapan model TPS dalam implementasi kurikulum 2013 pada materi stoikiometri lebih besar dari pada tanggapan negatif siswa

Hasil yang didapat sesuai dengan hasil penelitian Prayudhawati [12] tentang meningkatkan kualitas pembelajaran dengan model TPS pada tema kesadahan air. Dari penelitian tersebut didapat hasil dalam kategori cukup baik sebesar 80,6% respon siswa terhadap motivasi kegiatan pembelajaran siswa pada pertemuan I. Sedangkan pada pertemuan II respon siswa meningkat pada pembelajaran kooperatif tipe TPS mempermudah siswa dalam

(32)

633 Hasibuan [11] mengenai pengaruh multimedia dengan menggukan model TPS pada materi larutan. Hasil persentase dari angket minat siswa sebesar 84% yang berkategori sangat tinggi.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa: 1) Hasil belajar siswa pada materi stoikiometri yang diperoleh dari hasil tes setelah menerapkan model TPS dengan kategori baik dan ketuntasan belajar secara klasikal. 2) Sikap siswa selama proses pembelajaran berlangsung pada pertemuan I tergolong kategori baik untuk sikap jujur dan tanggung jawab, sedangkan sikap disiplin tergolong kategori sangat baik. Pada pertemuan kedua sikap jujur, tanggung jawab dan disiplin tergolong kategori sangat baik. 3) Hasil tanggapan siswa terhadap penerapan model TPS pada materi stoikiometri menunjukkan respon positif tergolong kategori baik.

DAFTAR PUSTAKA

1. Kusuma, D. C. 2013. Analisis Komponen- Komponen Pengembangan Kurikulum 2013 Pada

Bahan Uji Publik Kurikulum 2013. J. Analisis Komponen Pengembangan Kurikulum 2013.

Hml. 1-21.

2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

2012. Dokumen

2013.http://www.karwapi.blogspot.com/2013/

03/download-dokumen-kurikulum-2013.html.

diakses 27 September 2013.

3. Wardani, S., Antonius, T. W., dan Niken E.

P. 2009. Peningkatan Hasil Belajar Siswa melalui Pendekatan Keterampilan Proses

4. Miswadi, S. S., Priatmoko, S., dan Alinayah.

2008. Peningkatan Hasil Belajar Kimia Melalui Pembelajaran Berbantuan komputer dengan Media Chemo–Edutaiment. J. In. Pen.

Kim. 2(1):182-189.

5. Johar, R., Cut, N., dan Latifah, H. 2006.

Strategi Belajar Mengajar. Banda Aceh. PT:

Unsyiah Press

6. Hanafiah, N., dan Cucu, S. 2010. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung. PT: Refika ADITAMA

7. Shofiyah, N., dan Bertha Y. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) untuk Melatih Karakter Jujur, Tanggung Jawab, dan Berani Mengemukakan Pandapat Siswa Kelas X SMA Negeri Plumpang pada Materi Alkana, Alkena, dan Alkuna. J. Chem. Educ. 2(3):42-48.

8. Harnanto. A., dan Ruminten. 2009. Kimia 1 Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta. PT:

Departemen Pendidikan Nasional

9. Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

10. Sudijono, A. 2010. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

11. Hasibuan, H.F. 2012. Pengaruh

Multimedia dalam Pembelajaran Larutan yang Menggunakan Model TPS terhadap Minat dan Hasil Belajar Siswa SMA Ferdy Ferry. Artikel. Pend. Kimia. Universitas Jambi.

12. Prayudhawati, E. 2010. Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA Terpadu dengan 13. Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share

(TPS) pada Tema Kesadahan air di SMPN 1 Loceret Ngantjuk. J.Pensa : 92-100.

14. Anonim. 2013.

(33)

634 html?download=243%3Apenilaian-kompetensi- sikap. Diakses 17 November 2013.

15. Sholatin, A., dan Leny. Y. 2012. Pelatihan Tanggung Jawab dan Disiplin Siswa dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-

2(1):1-6.

16. Yunani, F. I., dan Bertha Y. 2012. Keterampilan Sosial Siswa pada Materi Larutan Elaktrolit di SMA Negeri 1 Surabaya pada Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair and Share (TPS). J. Chem. 1(2):19-26.

Referensi

Dokumen terkait

Dari contoh di atas, dapat diketahui bahwa banyak cara yang dapat dilakukan oleh Universitas Al Azhar Indonesia meningkatkan fasilitas yang dibutuhkan sehingga

Penyakit ini ditandai dengan tekanan darah ≥140/90 mmHg , terdapat riwayat hipertensi sebelum hamil, atau diketahui adanya hipertensi pada usia kehamilan <20

Untuk mengetahui aktivitas pengendalian penyebab penyakit patik oleh isolat-isolat pseudomonas pendar fluor secara in vitro menggunakan media biakan maka dilakukan

Pengertian lain menyatakan bahwa kepemimpinan adalah Proses menghargai orang lain untuk memahami dan menyepakati tentang apa yang perlu untuk dilakukan dan

Selain itu, juga dilakukan analisis data untuk melihat perbedaan hasil pretest dan follow up dengan besarnya Z adalah -1,633 dengan p-value sebesar 0.102 Nilai p-value

Menurut Rahayu (2010: 222) penerimaan atau pendapatan negara (goverment revenue) adalah semua penerimaan kas umum (kas pemerintah pusat) atau kas daerah (kas pemerintahan

rekrutmen yang pada umunya, diadakan kembali di tahun 2017 lalu, Saya dan para pegawai Madrasah melakukan perencanaan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan,

Masih banyak makanan lain yang menanti untuk dicicipi. Sambil mencicipi berbagai kue, Muti dan Tenri telah banyak belajar tentang kejeniusan orang-orang zaman dahulu dalam