• Tidak ada hasil yang ditemukan

USULAN PENELITIAN HIBAH UNGGULAN PROGRAM STUDI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "USULAN PENELITIAN HIBAH UNGGULAN PROGRAM STUDI"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

Bidang Unggulan : Sosial, Ekonomi, Bahasa Kode/Nama Bidang Ilmu : 596/Ilmu Hukum

USULAN PENELITIAN

HIBAH UNGGULAN PROGRAM STUDI

KESADARAN HUKUM MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS UDAYANA DALAM MENGEMBANGKAN PERILAKU

ANTI KORUPTIF

TIM PENELITI

1. I GUSTI AGUNG AYU DIKE WIDHIYAASTUTI, SH. MH /0014078004 2. Dr. I GUSTI KETUT ARIAWAN, SH. MH/0009075702

MAHASISWA

1. MADE NANIKA MAWAPUSTI YADNYA/ NIM: 1303005144 2. I DEWA AYU MAHESWARI ADIANANDA/NIM: 1303005140

PROGRAM STUDI ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS UDAYANA MEI 2016

(2)
(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ...

HALAMAN PENGESAHAN ... i

DAFTAR ISI ... ii

RINGKASAN ... 1

JUDUL PENELITIAN ... 2

BAB I PENDAHULUAN ... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5

1. Negara Hukum... 5

2. Konsepsi Kesadaran Hukum ... 6

3. Korupsi………. 8

BAB III METODE PENELITIAN ... 12

1. Pendekatan Masalah ... 12

2. Sumber dan Jenis Data ... 12

3. Teknik Pengumpulan Data ... 13

4. Teknik Pengolahan dan Analisis Bahan Hukum ... 14

BAB IV BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN ... 15 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

(4)

1 RINGKASAN

Penelitian ini mengambil judul tentang Kesadaran Hukum Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana dalam Mengembangkan Perilaku Anti Koruptif.

Penelitian ini didasarkan pada pemikiran awal tentang pentingnya peran generasi muda dalam mencegah korupsi sehingga sangat penting mengetahui apakah generasi muda mengetahui tentang perilaku-perilaku anti koruptif dan bagaimanakah kesadaran hukum mereka untuk mengembangkan perilaku tersebut. Untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut maka penelitian ini akan menggunakan metode yuridis empiris yang secara riil akan melakukan pengamatan langsung terhadap generasi muda yang diwakilkan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Unud dengan menyebarkan kuesioner. Diharapkan dengan ditempuhnya metode penelitian ini maka jawaban yang akan diperoleh adalah tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap perilaku anti koruptif dan tingkat kesadaran hukum generasi muda untuk mengembangkan perilaku anti koruptif. Luaran akhir dari penelitian ini adalah adanya publikasi ilmiah yang dapat menambah khasanah wawasan masyarakat tentang pentingnya mengembangkan perilaku anti koruptif dalam segala lini usia.

(5)

2 I. PENDAHULUAN

a. Latar Belakang

Perilaku-perilaku korupif tersebut kini menjadi bagian dari kehidupan manusia Indonesia. Perilaku koruptif terkesan telah dipelajari secara turun menurun dan membudaya serta mengakar daging dalam perilaku manusia Indonesia. Perilaku koruptif dianggap telah dipelajari sejak usia dini dan lingkungan keluarga disebut- sebut sebagai proses pertama korupsi dipelajari. Fakta inilah yang konon menyebabkan korupsi sangat sulit dicegah apalagi diberantas.

Pemberantasan korupsi memerlukan setidak-tidaknya komitmen dari seluruh lapisan masyarakat bangsa Indonesia untuk menghentikan tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan yang memicu kesempatan terjadinya korupsi. Terlebih jika mengingat kondisi korupsi di Indonesia sudah bukan lagi di tahap perbuatan fisik semata namun telah merasuk ke dalam sendi-sendi nilai moral dan etika masyarakat bangsa Indonesia. Tindakan pemberantasan korupsi saat ini tidak cukup dilakukan hanya dengan menggunakan pola-pola penegakan hukum atau pola represif tetapi juga harus dilakukan dengan menggunakan pola-pola preventif misalnya melalui pendidikan hukum.

Pendidikan hukum ini dapat dilakukan dengan jalan sosialisasi, penyuluhan hukum, atau pembinaan hukum kepada masyarakat. Melalui pendidikan hukum ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran hukum masyarakat untuk meminimalisir perilaku-perilaku koruptif sebelum perilaku tersebut harus diselesaikan dengan menggunakan upaya represif. Sasaran utama dari pendidikan hukum ini adalah masyarakat umum namun secara spesifik sekiranya harus menyasar generasi muda dalam hal ini para pemuda yang memiliki lebih banyak peluang untuk memperbaiki suatu keadaan.

(6)

3 b. Urgensi Penelitian

Pemuda merupakan generasi penerus dari suatu bangsa. Gerakan-gerakan yang dibuat pemuda cenderung membawa perubahan pada kehidupan bangsanya. Di Indonesia sejak masa perjuangan kemerdekaan, pemuda menjadi pendorong sekaligus penggerak terjadinya perubahan-perubahan dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Pemuda yang di era itu diwakili oleh mahasiswa memiliki peranan penting dalam membawa nasib bangsa hingga mencapai pada kemerdekaan. Dalam konteks ini harus disadari bahwa dalam sejarah bangsa Indonesia, pemuda yang diwakili oleh mahasiswa merupakan agent of change atau agen perubahan. Kemerdekaan Indonesia merupakan wujud dari gerakan pemuda Indonesia yang dimotori oleh Soekarno dkk tanpa henti mengupayakannya secara terus menerus melalui perjuangan-perjuangan diplomasi.

Dikaitkan dengan situasi Indonesia saat ini yang sedang melakukan perlawanan terhadap tindak korupsi, campur tangan generasi muda amatlah menentukan. Sebagaimana digambarkan, perilaku korupsi merupakan perilaku yang telah ada sejak jaman dahulu. Perilaku ini dipandang telah terwarisi secara turun temurun dan membudaya sehingga akan sulit dicegah atau diberantas jika tidak dimulai dari generasi mudanya. Pada generasi mudalah masa depan bangsa ini dititipkan sehingga penekanan pencegahan harus ditekankan pada generasi mudanya.

Mahasiswa dipandang sebagai generasi muda yang paling mampu karena telah memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam memilah-milah tindakan-tindakan atau perilaku-perilaku yang dipandang koruptif. Menekankan pada mereka untuk tidak berperilaku koruptif merupakan tujuan pendidikan hukum dalam pencegahan korupsi.

Terkait dengan ini, peneliti tertarik untuk meneliti tentang kesadaran hukum mahasiswa untuk melakukan pencegahan tindak korupsi melalui upaya-upaya mengembangkan diri berperilaku anti koruptif. Adapun masalah yang akan diteliti antara lain :

(7)

4 1. Bagaimana pemahaman mahasiswa Fakultas Hukum Unud tentang

korupsi di Indonesia?

2. Bagaimana kesadaran mahasiswa Fakultas Hukum Unud dalam pencegahan tindak pidana korupsi?

3. Bagaimana kesadaran mahasiswa untuk mengembangkan perilaku anti koruptif dalam kehidupannya sehari-hari?

(8)

5 II. TINJAUAN PUSTAKA

1. Konsep Negara Hukum

Berdasarkan pada Teori Kedaulatan Hukum, negara pada prinsipnya tidak berdasarkan atas kekuasaan belaka (machtsstaat) tetapi harus berdasarkan atas hukum (rechtsstaat) ditemukan pada penjelasan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Negara berdasarkan atas hukum harus didasarkan atas hukum yang baik dan adil. Hukum yang baik adalah hukum yang demokratisyang didasarkan atas kehendak rakyat sesuai dengan kesadaran hukum rakyat, sedangkan hukum yang adil adalah hukum yang sesuai dan memenuhi maksud dan tujuan setiap hukum yakni keadilan.

Konsep Negara Hukum ini mulai berkembang dengan pesat sejak akhir abad ke- 19 dan awal abad ke-20.Menurut FJ. Stahl sebagaimana dikutip oleh Oemar Senoadji merumuskan unsur-unsur Rechtsstaat dalam arti sebagai perlindungan terhadap hak- hak asasi manusia, pemisahan atau pembagian kekuasaan Negara untuk menjamin hak asasi manusia, serta pemerintahan berdasarkan peraturan, serta adanya peradilan administrative.1

Dengan terjadinya perkembangan jaman yang pesat dan disertai tuntutan kebutuhan hidup yang semakin meningkat, peranan Negara menjadi sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan warganya. Sejak memasuki jaman modern pada abad ke-20, konsep Negara hukum formil mulai ditinggalkan dan konsep Negara hukum modern mulai dikembangkan. Konsep negara hukum formil ditinggalkan dan diganti dengan konsep Negara hukum dalam arti materiil.

Berkembangnya konsep negara hukum materiil sejalan dengan perkembangan peranan Negara yang semakin besar dan luas, yakni menyelenggarakan kesejahteraan umum yang disebut welfare state atau menurut istilah Lemaire disebut bestuurszrog2.

1Marbun.SF., 1997, Peradilan Administrasi Negara dan Upaya Administratif di Indonesia, Yogyakarta : Liberty Yogyakarta, hal. 8.

2Ibid. hal. 12.

(9)

6 Mengingat peranan negara semakin besar dan luas memasuki hamper seluruh kehidupan masyarakat serta tantangan yang dihadapi berkembang dengan cepat dan menuntut segera penyelesaiannya maka untuk itu pemerintah memerlukan suatu freiesermessen atau discretionaire. Freies Ermessen atau discretionaire adalah wewenang yang diberikan kepada Pemerintah untuk mengambil tindakan guna menyelesaikan suatu masalah penting yang mendesak, yang datang secara tiba-tiba dimana belum ada peraturannya.Jadi kebijaksanaan ini diambil tanpa dilandasi oleh peratura umum yang memberikan kewenangan kepada administrasi negara untuk membuat kebijaksanaan tersebut.

Kebijaksanaan itu dalam prakteknya sering dituangkan dalam berbagai bentuk seperti surat edaran, pedoman, pengumuman, surat keputusan yang bersifat abstrak dan umum dan bahkan dalam bentuk peraturan yang disebut dengan pseudo-wet giving ( perundang-undangan semu ). Dalam praktek penyelenggaraan Pemerintahan yang berdasarkan atas hukum, khususnya dilihat dari kacamata hukum administratif ternyata adanya lembaga discretionaire ini telah menimbulkan berbagai dilemma dan menjadikan berbagai persoalan serius.Sebab bagi suatu negara yang didasarkan atas hukum mengharuskan agar setiap kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh Pemerintah didasarkan atas wewenang undang-undang atau peraturan yang lebih tinggi sesuai dengan asas legalitas.3

2. Konsepsi Kesadaran Hukum

Berbicara mengenai konsepsi kesadaran hukum, dipahami benar bahwa sulit untuk merumuskan suatu konsepsi kesadaran hukum. Namun demikian ada beberapa konsepsi kesadaran hukum yang dapat diselusuri.

Konsepsi kesadaran hukum Krabbe, kesadaaan hukum sebenarnya merupakan kesadaran atau nilai-nilai yang terdapat di dalam diri manusia tentang hukum yang

3Ibid. hal. 13.

(10)

7 ada atau tentang ukum yang diharapkan ada. Sebenarnya yang ditekankan adalah nilai-nilai tentang fungsi hukum dan bukan suatu penilaian hukum terhadap kejadian- kejadian yang konkrit dalam masyarakat yang bersangkutan.4

Konsepsi lain yang erat hubungannya dengan kesadaran hukum atau yang mencakup kesadaran hukum, adalah konsepsi mengenai kebudayaan hukum (legal culture).5 Konsepsi ini secara relative baru diperkembangkan, dan salah satu kegunaannya adalah untuk dapat mengetahui perihal nilai-nilai terhadap prosedur hukum maupun substansinya. 6 Sehubungan dengan ini Soerjono Soekanto menerangkan apabila ajaran-ajaran tentang kesadaran hukum dibandingkan dengan konsepsi kebudayaan hukum, maka konsepsi terakhir ini lebih luas. Ajaran-ajaran kesadaran hukum lebih banyak mempermasalahkan kesadaran hukum yang dianggap sebagai mediator antara hukum dengan perikelaluan manusia baik secara individual maupun kolektif. Menurut Soerjono Soekanto, konsepsi kesadaran hukum lebih tepat, oleh karena kesadaran hukum banyak sekali berkaitan dengan aspek-aspek kognitif dan perasaan yang seringkali dianggap sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara hukum dengan pola-pola perilaku manusia dalam masyarakat. Hal ini memerlukan penguraian sedikit tentang nilai-nilai dan berprosesnya nilai-nilai tadi menjadi hukum.7

Sistem-sistem nilai menghasilkan patokan-patokan untuk proses yang bersifat psikologis, antara lain, pola-pola berpikir yang menentukan sikap mental manusia, sikap mental yang pada hakekatnya merupakan kecenderungan-kecenderungan untuk bertingkah laku, membentuk pola-pola perikelakuan maupun kaedah-kaedah. Dari proses tersebut, nyatalah bahwa manusia sebagai warga masyarakat senantiasa berusaha untuk mengarahkan dirinya ke suatu keadaan yang dianggap wajar yang berwujud di dalam pola-pola perikelakuan dan kaedah-kaedah tertentu. Dengan

4 Soerjono Soekanto, 1982, Kesadaran Hukum dan Kepatuhan Hukum, CV. Rajawali, Jakarta, h. 152

5 Ibid., hal. 153

6 Friedman dalam ibid.

7 Ibid., hal. 154

(11)

8 demikian maka sebetulnya manusia hidup di dalam suatu struktur pola perikelakuan dan struktur kaidah untuk hidup, struktur mana sekaligus merupakan suatu pola kehidupan,walaupun kadang-kadang manusia tidak menyadari keadaan tersebut.8

Memperhatikan hal-hal tersebut di atas dapat dipahami bahwa hukum adalah konkretisasi nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Suatu keadaan yang dicita- citakan adalah adanya kesesuaian antara nilai dan hukum. Jadi jika terjadi perubahan nilai maka akan terjadi perubahan hukum dan perubahan ini harus dibarengi dengan kesadaran hukum di dalam masyarakatnya. Jadi dapat dikatakan bahwa permasalahan kesadaran hukum adalah permasalahan nilai.

3. Korupsi

Memahami makna korupsi tidak bisa dilakukan hanya dengan menggunakan satu jenis pendekatan saja. Dengan kata lain untuk memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang makna korupsi diperlukan pula pengertian-pengertian korupsi dari berbagai sudut pandang ilmu. Hal ini akan membantu dalam memahami korupsi. sehubungan dengan itu berikut akan diuraikan beberapa pandangan-pandangan yang menggunakan pendekatan multidisipliner dalam memahami korupsi.

Dari segi terminology, istilah korupsi berasal dari kata “corruptio” dalam bahasa latin yang berarti kerusakan atau kebobrokan, dan dipakai pula untuk menunjukkan keadaan atau perbuatan yang busuk. Webster’s New American Dictionary, kata

“corruption” diartikan sebagai “decay” (lapuk), “contamination“ (kemasukan sesuatu yang merusak) dan “impurity” (tidak murni). Sedangkan kata “corrupt” dijelaskan sebagai “to become rotten or putrid” (menjadi busuk, lapuk atau buruk), juga “to

8 Ibid., hal. 158

(12)

9 induce decay in something originally clean and sound” (memasukkan sesuatu yang busuk atau yang lapuk ke dalam sesuatu yang semula bersih dan bagus).9

Wertheim10 menggunakan pengertian yang lebih spesifik. Menurutnya, seorang pejabat dikatakan melakukan tindak pidana korupsi, adalah apabila ia menerima hadiah dari seseorang yang bertujuan memengaruhinya agar mengambil keputusan yang menguntungan kepentingan si pemberi hadiah. Kadang-kadang pengertian ini juga mencakup perbuata menawarkan hadiah, atau bentuk balas jasa yang lain.

Pemerasan berupa meminta hadiah atau balas jasa karena sesuatu tugas yang merupakan kewajiban telah dilaksanakan seseorang, juga dikelompokkan oleh Wertheim sebagai perbuatan korupsi. Di samping itu, masih termasuk ke dalam pengertian korupsi adalah penggunaan uang negara yang berada di bawah pengawasan pejabat-pejabat pemerintahan untuk kepentingan pribadi yang bersangkutan. Dalam hal yang terakhir ini, para pejabat pemerintah dianggap telah melakukan penggelapan uang negara dan masyarakat.11

Berdasarkan keseluruhan pendapat tersebut di atas harus dipahami bahwa dalam memahami korupsi, cara pandang setiap orang akan berbeda-beda. Artinya tidak akan sama persis satu dengan yang lainnya. Kondisi ini sangat tergantung pada iklim politik, budaya, kesadaran hukum masyarakat dan perkembangan sistem hukum masing-masing. Oleh karena itu tidak jarang dijumpai adanya pengertian yang berbeda-beda dalam memahami korupsi. Tidak jarang terjadi pula pandangan mengenai perbuatan yang dianggap sebagai korupsi di suatu negara namun di negara lain belum tentu itu termasuk dalam perbuatan korupsi bisa jadi hanya penggelapan atau penyuapan biasa. Oleh karena itu harus dipahami bahwa dalam memahami makna korupsi sangat tergantung dari politik hukum pidana yang dianut oleh suatu negara.

9 Elwi Danil, 2010, Korupsi : Konsep, Tindak Pidana dan Pemberantasannya, PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta., hlm. 3

10 Wertheim dalam Elwi Danil, ibid., hlm. 5

11 Ibid., hlm. 6

(13)

10 Memasuki abad ke 21, perhatiann dan keprihatinan masyarakat dunia internasional terhadap masalah korupsi kian meningkat. Ini bisa dilihat dari semakin seringnya Kongres-Kongres Internasional khususnya yang diadakan PBB/United Nations mengangkat isu tentang permasalahan korupsi. Keprihatinan masyarakat internasional mencapai puncaknya dengan dideklarasikannya United Declarations Convention Against Corruption (UNCAC) yang disahkan dalam Konferensi Diplomatik di Merida Mexico pada Desember 2003. Jadi dalam bagian pembukaan Konvensi PBB tersebut ditegaskan, bahwa masyarakat internasional (peserta konvensi) prihatin atas keseriusan (kegawatan) masalah-masalah dan ancaman- ancaman yang ditimbulkan oleh korupsi terhadap stabilitas dan keamanan masyarakat, yang melemahkan lembaga-lembaga dan nilai-nilai demokrasi, nilai-nilai etika dan keadilann, serta membahayakan pembangunan berkelanjutan dan supremasi hukum. Oleh karena itu perlu diyakininya suatu pendekatan komprehensif dan multidisipliner untuk mencegah dan memerangi korupsi secara efektif.12

Dalam perspektif hukum pidana, tindak pidana korupsi tergolong sebagai kejahatan yang sangat berbahaya, baik terhadap masyarakat, maupun terhadap bangsa dan negara. Kerugian keuangan negara dan perekonomian negara adalah akibat nyata yang yang menjadi dasar pembenaran dilakukannya kriminalisasi terhadap berbagai bentuk perilaku koruptif dalam kebijakan perundang-undangan pidana. Akan tetapi, hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah suatu negara justru merupakan akibat yang jauh lebih besar dan lebih berbahaya daripada hanya sekedar kerugian dari sudut keuangan dan ekonomi semata.13 Hal ini dapat menjadi indicator berbahayanya tindak pidana korupsi jika dibiarkan berkembang secara terus menerus.

Sifat berbahaya dari tindak pidana korupsi dan efek yang luas terhadap kehidupan bernegara dan masyarakat juga telah ditegaskan dalam Kongres Perserikatan Bangsa- Bangsa ke-9. Hasil kongres di Kairo ini kemudian dibicarakan oleh Commition on

12 Ibid., hlm. 64

13Mardjono Reksodiputro, 1998, Kemajuan Pembangunan Ekonomi dan Kejahatan, Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian UI, Jakarta, dalam Ibid., hlm. 70

(14)

11 Crime Prevention and Criminal Justice, di Wina yang menghasilkan resolusi tentang Actions agains corruptions dan menegaskan korupsi merupakan masalah serius karena dapat membahayakan stabilitas dan keamanan masyarakat, merusak nilai-nilai demokrasi dan moralitas (underminded the values of democracy and morality) dan membahayakan pembangunan sosial, ekonomi, dan politik (jeopardized social, economic and political development).14

14 Edi Setiadi dan Rena Yulia, 2010, Hukum Pidana Ekonomi, Graha Ilmu, Yogyakarta, hlm. 88

(15)

12 III. METODE PENELITIAN

Penelitian merupakan suatu sarana pokok dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran secara sistematis, metodologis dan konsisten melalui proses penelitian tersebut perlu diadakan analisa dan konstruksi terhadap data yang telah dikumpulkan dan diolah.15

1. Pendekatan Masalah

Untuk memperoleh suatu pembahasan sesuai dengan apa yang terdapat di dalam tujuan penyusunan bahan analisis, maka dalam penulisan penelitian ini menggunakan metode pendekatan secara Yuridis Empiris, yaitu penelitian hukum dengan cara pendekatan fakta yang ada dengan jalan mengadakan pengamatan dan penelitian dilapangan kemudian dikaji dan ditelaah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang terkait sebagai acuan untuk memecahkan masalah, dalam hal ini pendekatan tersebut digunakan untuk menganalisis secara kualitatif

16.

Pendekatan yuridis empiris yaitu suatu pendekatan yang dilakukan untuk menganalisis tentang sejauh mana suatu peraturan atau perundang-undangan atau hukum berlaku secara efektif dalam masyarakat,17 yaitu efektifitas penegakkan hukum terhadap Minimarket tidak berizin di Kota Denpasar.

2. Sumber dan Jenis Data

a. Sumber Data Primer

15 Soerjono Soekanto dan Sri Mamuji, 1985, Penelitian Hukum Normatif-Suatu Tinjauan Singkat,Rajawali Press, Jakarta, hlm. 1.

16 Rony Hanitijo Soemitro, 1998, Metode Penelitian Hukum dan Jurimetri, Ghalia Indonesia, Jakarta, Hlm. 52.

17 Kuntjaraningrat, 1999, Kebudayaan, Metalitet & Pembangunan, Gramedia, Jakarta.

(16)

13 Sumber data primer ini diperoleh berdasarkan hasil interview/wawancara, observasi dan pengamatan terhadap perilaku dan pola pikir mahasiswa Fakultas Hukum Unud.

b. Sumber data Sekunder

Sumber data sekunder ini diperoleh berdasarkan sumber-sumber tertulis yang dalam hal ini bahan-bahan hukum seperti:

1) Peraturan perundang-undangan, peraturan pemerintah, dan peraturan daerah, serta peraturan terkait lainnya.

2) Berkas-berkas kasus atau pengaduan.

3) Buku kepustakaan terkait;

3. Teknik Pengumpulan Data

Berkaitan dengan hal tersebut, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut :

1. Data Primer, data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari mahasiswa Fakultas Hukum Unud.

Data primer diperoleh dengan wawancara yaitu cara memperoleh informasi dengan bertanya langsung pada pihak-pihak yang berwenang, mengetahui dan terkait kesadaran hukum mahasiswa dalam mengembangkan perilaku anti koruptif sebagai bentuk pencegahan korupsi di masa yang akan datang.

Sistem wawancara yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah wawancara bebas terpimpin, artinya terlebih dahulu dipersiapkan daftar pertanyaan sebagai pedoman tetapi masih dimungkinkan adanya variasi

(17)

14 pertanyaan yang disesuaikan dengan situasi pada saat wawancara dilakukan.18

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang mendukung keterangan atau menunjang kelengkapan data primer yang diperoleh dengan cara studi pustaka atau literatur. Data sekunder terdiri dari:

1) Bahan-bahan hukum primer, meliputi a) Peraturan perundang-undangan.

b) Peraturan Pemerintah

2) Bahan-bahan hukum sekunder, yaitu bahan-bahan yang erat hubungannya dengan bahan hukum primer dan dapat membantu menganalisa dan memahami bahan hukum primer, meliputi; buku-buku mengenai perizinan, buku tentang Metodologi Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah.

4. Teknik Pengolahan dan Analisis Bahan Hukum

Data yang diperoleh baik dari studi lapangan maupun studi dokumen pada dasarnya merupakan data tataran yang dianalisis secara deskriptif kualitatif, yaitu setelah data terkumpul kemudian dituangkan dalam bentuk uraian logis dan sistematis, selanjutnya dianalisis untuk memperoleh kejelasan penyelesaian masalah, kemudian ditarik kesimpulan secara deduktif, yaitu dari hal yang bersifat umum menuju hal yang bersifat khusus.19 Dalam penarikan kesimpulan, penulis menggunakan metode deduktif. Metode deduktif adalah suatu metode menarik kesimpulan dari yang bersifat umum menuju penulisan yang bersifat khusus.

18 Soetrisno Hadi, 1985, Metodologi Reseacrh Jilid II, Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM,Yogyakarta, Hlm. 26.

19 Soeryono Soekanto, Op. Cit. Hlm. 10.

(18)

15 IV. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN

1.1 Biaya

No Jenis Pengeluaran Biaya yang diusulkan pertahun (Rp)

1. Gaji dan Upah (Maks 30%) Rp. 6.687.900,- 2. Bahan Habis Pakai dan Peralatan

Penunjang (40%)

Rp. 8.917.200,-

3. Perjalanan (Maks 10%) Rp. 2.229.300,- 4. Pengolahan Data, Laporan, Publikasi,

dalam jurnal, Menghadiri Seminar, Pendaftaran HAKI dan lain-lain (20%)

Rp. 4.458.600,-

Jumlah Rp. 22.293.000,-

1.2 Jadwal Penelitian No Jenis

Kegiatan

Bulan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Pembuatan

Proposal I

V

2 Persiapan Pengurusan Ijin

Penelitian

V

(19)

16 3 Pelaksanaan

Penelitian

V

4 Penyusunan Pelaporan 70%

Penelitian

V

5 Pelaporan 70%

Penelitian

V

6 Penelitian 100%

V

7 Penyusunan laporan 100%

Penelitian

V V

8 Pelaporan 100%

Penelitian

V V

(20)

17 DAFTAR PUSTAKA

BUKU-BUKU :

Aziz Syamsudin, 2011, Tindak Pidana Khusus, Sinar Grafika, Jakarta

Darwan Prinst, 2002, Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung

Deni Setiawan, 2008, KPK Memburu Koruptor, Pustaka Timur, Jakarta Diana Napitupulu, 2010, KPK in Action, Raih Asa Sukses, Jakarta

Edi Setiadi & Rena Yulia, 2005, Hukum Pidana Ekonomi, Graha Ilmu, Yogyakarta Ermansyah Djaja, 2009, Memberantas Korupsi Bersama KPK, Sinar Grafika, Jakarta Evi Hartanti, 2005, Tindak Pidana Korupsi, Sinar Grafika, Jakarta

Elwi Danil, 2014, Korupsi : Konsep, Tindak Pidana dan Pemberantasannya, PT.

RajaGrafindo Persada, Jakarta

Hariman Satria, 2014, Anatomi Hukum Pidana Khusus, UII Press, Yogyakarta

ARTIKEL INTERNET :

http://nasional.kompas.com/read/2015/01/28/14000051/Korupsi.dari.Kerajaan.Nusant ara.hingga.Reformasi, diunggah tanggal 16 Mei 2016

(21)

18 LAMPIRAN

LAMPIRAN 1. JUSTIFIKASI ANGGARAN PENELITIAN 1. Honor

Honor Honor/

Bulan(Rp)

Waktu (Jam/Bulan)

Bulan Honor per tahun (Rp)

Ketua Rp.195.329,00 8 12 Rp. 2.343.950,00

Anggota Rp.195.329,00 8 12 Rp.2.343.950,00

2 Fieldworker Rp.100.000,00 4 6 Rp. 2.000.000,00

SUB TOTAL (Rp) Rp. 6.687.900

2. Peralatan Penunjang Material Justifikasi Pemakaian

Kuantitas Harga Satuan (Rp)

Harga Paralatan Penunjang (1th) Peralatan

Penunjang 1 (Sewa Komputer)

Untuk pengetikan laporan penelitian

10 bulan Rp. 350.000,00 Rp. 3.500.000,00

Peralatan Penunjang 2 (Sewa Printer)

Untuk pencetakan laporan penelitian

10 bulan Rp. 255.720,00 Rp. 2.557.200,00

SUB TOTAL (Rp) Rp. 6.057.200,00

3. Barang Habis Pakai Material Justifikasi

Pemakaian

Kuantitas Harga Satuan (Rp)

Biaya per tahun (Rp)

Kertas A4 70 gram

Pengumpulan data,

penganalisaan data, pembuatan

8 Rim Rp. 50.000,00 Rp. 400.000,00

(22)

19 laporan

Alat tulis (pulpen, spidol, penghapus, klip, stapler dll)

Pengumpulan data,

penganalisaan data, pembuatan laporan

4 set Rp. 100.000,00 Rp. 400.000,00

Flashdisc Tempat Penyimpanan data dan laporan

4 buah Rp. 100.000,00 Rp. 400.000,00

Pengadaan dokumen data

Selama Penelitian

1 paket Rp. 1.000.000,00 Rp. 1.000.000,00

Konsumsi Selama Penelitian (Makan, Minum)

10 paket Rp. 66.000,00 Rp. 660.000,00

SUB TOTAL (Rp) Rp. 2.860.000,00

4. Perjalanan

Material Justifikasi Perjalanan

Kuantitas Harga Satuan (Rp)

Biaya per tahun (Rp)

Perjalanan Pengurusan Proposal

Kampus FH UNUD Jl Pulau Bali

2 Org x 3 Rp. 100.000,00 Rp. 600.000,00

Perjalanan Pengurusan Ijin

Kampus FH UNUD Jl. Pulau Bali

2 Org x 1 Rp. 75.000,00 Rp.150.000,00

Perjalanan Pengerjaan Penelitian

Kampus FH UNUD Jl. Pulau Bali

4 Org x 6 Rp. 50.000,00 Rp. 1.200.000,00

Pengerjaan Laporan

Kampus FH UNUD Jl. Pulau

2 Org x 2 Rp. 69.825,00 Rp. 279.300,00

(23)

20 Bali

SUB TOTAL (Rp) Rp.2.229.300,00

5. Lain-lain (Laporan, Seminar dll)

Kegiatan Justifikasi Kuantitas Harga Satuan (Rp)

Biaya per tahun (Rp)

Proposal LPPM Unud 1 Rp. 500.000,00 Rp. 500.000,00 Laporan 70% LPPM Unud 1 Rp. 750.000,00 Rp. 750.000,00 Seminar Penyampaian

Hasil Penelitian di Fakultas Hukum Unud

1 Kegiatan Rp. 1.000.000,00 Rp. 1.000.000,00

Pembuatan dan

Penggandaan Laporan

Pengetikan, Penggandaan, Penjilidan

6 Laporan Rp. 200.000,00 Rp. 1.200.000,00

Publikasi Ilmiah

Penyusunan Artikel dan Administrasi Jurnal Publikasi

1 Paket Rp. 1.208.600,00 Rp.1.008.600,00

SUB TOTAL (Rp) Rp. 4.458.600,00 TOTAL ANGGARAN YANG DIPERLUKAN DALAM 1

TAHUN (Rp)

Rp. 22.293.000,00

(24)

21 LAMPIRAN 3. SUSUNAN ORGANISASI TIM PENELITI DAN PEMBAGIAN TUGAS

NO NAMA/NIDN INSTANSI ASAL

BIDANG ILMU

ALOKASI WAKTU

(JAM /MINGGU)

URAIAN TUGAS

1 I Gusti Agung Ayu Dike

Widhiyaastuti, SH.

MH/0014078004

Fakultas Hukum Universitas Udayana

Hukum Pidana

2 jam / 4 minggu

Menyiapkan proposal, menyiapkan surat ijin, menganalisa dan mengolah data, menyimpulkan data, menyusun laporan, membuat laporan, menggandakan laporan, menyiapkan artikel, mengirim artikel.

2 Dr. I Gusti Ketut Ariawan, SH.

MH/0009075702

Fakultas Hukum Universitas Udayana

Hukum Pidana

1 jam / 4 minggu

Menyiapkan proposal, menyiapkan surat ijin, menganalisa dan mengolah data, menyimpulkan data, menyusun laporan, membuat laporan, menggandakan laporan, menyiapkan artikel, mengirim artikel.

(25)

22 LAMPIRAN 4. BIODATA KETUA DAN ANGGOTA TIM PENELITI SERTA MAHASISWA YANG TERLIBAT

1. Ketua Peneliti A. Identitas Diri

1. Nama Lengkap (dengan gelar) I Gusti Agung Ayu Dike

Widhiyaastuti, SH. MH P 2. Jabatan Fungsional Asisten Ahli

3. Jabatan Struktural Sekretaris Bagian Hukum Pidana FH UNUD

4. NIP 198007142003122003

5. NIDN 0014078004

6. Tempat dan Tanggal Lahir Denpasar, 14 Juli 1980

7. Alamat Rumah Jl. Pulau Saelus I No. 4 Sesetan Dps Selatan

8. HP 0817561407

9. Alamat Kantor

Jln. P. Bali No.1 Denpasar 80114 10. Nomor Telepon/Faks

(0361) 222666/ Fax. 234888 11. Alamat e-mail

[email protected] 12. Lulusan yang telah dihasilkan

S-1= … orang; S-2= …Orang; S-3= Orang … 13. Mata Kuliah yg diampu 1. Hukum Pidana

2. Tindak Pidana Tertentu KUHP 3. Penitensier

4. Tindak Pidana Khusus 5. Perbandingan Hukum Pidana 6. Pembaharuan Hukum Pidana 7. Hukum Pidana Lanjutan 8. Klinik Anti Korupsi B. Riwayat Pendidikan

Program S-1 S-2 S-3

Nama Perguruan Tinggi

Univ Udayana Bali Program Magister Ilmu Hukum Universitas Diponegoro Semarang

-

(26)

23 Bidang Ilmu Hk Perdata Internasional Sistem Peradilan Pidana -

Tahun Masuk 1998 2008 -

Tahun Lulus 2003 2013 -

Judul

Skripsi/Thesis/

Disertasi

Akibat Hukum Perceraian Perkawinan Campuran Internasional Studi

Pengadilan Negeri Denpasar

Pemidanaan Delik Adat Dalam Rangka

Pembaharuan Hukum Pidana

-

Nama

Pembimbing/P romotor

1. I Made Sukatera, SH 2. IGBP Sukaarjawa, SH

1. Prof.DR. Barda

Nawawi Arief. SH.MH 2. Dr. Eko Soponyono,

SH. MH

-

C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir

No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan

Sumber *) Jml (Juta Rp.) 1. 2012 Tinjauan Yuridis

Pertanggungjawaban Pidana dlm Pelaksanaan Jabatan Notaris

DIPA Kenotariatan FH

UNUD

6.000.000

2. 2012 Pertanggungjawaban Pidana Pers dlm Penyebaran Berita Bohong (Kajian Yuridis thp Peraturan Perundang-undangan di bidang Pers)

Hibah Dosen Muda

7.500.000

3. 2012 Praktik Monopoli Dalam Korporasi Sebagai Tindak Pidana Ekonomi

DIPA FH UNUD

7.500.000

4. 2014 Tinjauan Yuridis Tentang Kewajiban Notaris Untuk Melaporkan Indikasi Tindak Pidana Pencucian Uang Oleh Klien Sebagai Bentuk

Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang

DIPA Kenotariatan FH

UNUD

7.500.000

5. 2014 Pertanggungjawaban Korporasi Dalam Perspektif

Dana DIPA 7.500.000

(27)

24 Pembaharuan Hukum Pidana BLU Unud

6 2014 Plea Bargaining Sebagai Bentuk Peringanan Hukuman dalam Sistem Peradilan Pidana (Studi Komparatif)

DANA DIPA FH UNUD

7.500.000

7 2014 Peran Serta Masyarakat Adat dalam Mencegah Terjadinya Tindak Pidana Korupsi

Mandiri -

6. 2015 Kompensasi Sebagai Bentuk Pelayanan terhadap Korban Tindak Pidana Kekerasan dalam Sistem Peradilan Pidana

DIPA Prodi Magister Ilmu Hukum Unud

9.900.000

7 2015 Pelaksanaan Pidana Pembayaran Uang Pengganti dan Upaya Pengembalian Aset Korupsi (Asset Recovery) di Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Bali

DIPA FH UNUD

25.000.000

8 2015 Perlindungan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Narkotika Yang Merupakan Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (Studi Kasus Mary Jane)

DIPA FH UNUD

9.000.000

9 2015 Hak Waris In Adat Bali Customary Law

Joint Research With Charles

Darwin University

-

10. 2015 Tanggung Jawab Notaris Terhadap Keabsahan Tanda Tangan Dalam Akta Yang Dibuatnya

Dana Prodi Magister Kenotariatan FH

UNUD

12.500.000

11 2015 Kebijakan Formulasi Hukum Pelaksanaan Pidana Bagi Pidana Pemenuhan Kewajiban Adat Dalam Rangka Pembaharuan Hukum Pidana

Mandiri -

(28)

25 D. Pengalaman Pengabdian kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir

No. Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat

Pendanaan

Sumber *) Jml (Juta Rp.) 1. 2012 Sosialisasi Pembekalan Materi

Tindak Pidana Penipuan Dalam Pembuatan Akta Notaris Bali

Dana Prodi Magister Kenotariatan UNUD

5.000.000

2. 2013 Sosialisasi Peran dan Fungsi Notaris Dalam Sebuah

Perjanjian Di Br. Tengah Desa Kerambitann Kabupaten Tabanan

Dana Prodi Magister Kenotariatan

3 2014 Sosialisasi Pentingnya Akta PPAT dalam transaksi Jual Beli Tanah di Desa Buahan Kaja, Kec Payangan, Kab Gianyar, Prop

LPPM UNUD

E. Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah dalam Jurnal dalam 5 Tahun Terakhir

No. Judul Artikel Ilmiah

Volume/Nomor Nama Jurnal 1. Fenomena Cyber

Terrorism

Kertha Patrika FH UNUD

F. Pengalaman Penyampaian Makalah Secara Oral pada Pertemuan/

Seminar Ilmiah dalam 5 Tahun Terakhir No Nama Pertemuan

ilmiah/ Seminar

Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat 1. Seminar Desiminasi

Hasil Penelitian Dosen Prodi Mkn Unud

Tinjauan Yuridis Tentang Kewajiban Notaris Untuk Melaporkan Indikasi Tindak Pidana Pencucian Uang Oleh Klien Sebagai Bentuk

Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang

Ruang Kuliah Prodi MKn Unud

(29)

2. Seminar Diseminas Hasil Penelitian Do Prodi MKn UNUD

3. Seminar Nasional Pembaharuan Huku Pidana IHDN

4 Seminar Hasil Penelitian Joint Research UNUD da CDU

G. Pengalaman Penul No Judul Buk

1 Buku Ajar Klinik Korupsi

Semua data yang saya dipertanggungjawabka ketidak-sesuaian denga Demikian biodata ini persyaratan dalam pen Hukum Universitas U dengan Skim Hibah Un

minasi ian Dosen

NUD

Tanggung Jawab Notaris Terhadap Keabsahan Tanda Tangan Yang Dalam Akta Yang Dibuatnya

Rua MK

ional Hukum

Kebijakan Formulasi Hukum Pelaksanaan Pidana Bagi Pidana Pemenuhan Kewajiban Adat Dalam Rangka Pembaharuan Hukum Pidana

Inst Nas

UD dan

Hak Waris in Adat Bali Customary Law

Rua Ken UN

Penulisan Buku 5 Tahun terakhir

l Buku Tahun Jumlah

Halaman Klinik Anti 2015

g saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adala wabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari

dengan kenyataan, saya sanggup menerima risikon ta ini saya buat dengan sebenarnya untuk mem m pengajuan penelitian Kesadaran Hukum Ma sitas Udayana Dalam mengembangkan Perilak bah Unggulan Program Studi.

Denpasar, 20 Juli 2016 Pengusul

I Gusti Agung Ayu Dike Widhiyaas

26 Ruang Kuliah Prodi MKn UNUD

Institut Hindu Dharma Nasional Bali

Ruang Prodi Magister Kenotariatan FH UNUD

Penerbit Udayana University Press

i adalah benar dan dapat hari ternyata dijumpai risikonya.

k memenuhi salah satu Mahasiswa Fakultas erilaku Anti Koruptif

iyaastuti, SH. MH

(30)

27 2. Anggota Peneliti

Identitas Diri

1. Nama Lengkap (dengan gelar) I Gusti Ketut Ariawan, SH. MH L 2. Jabatan Fungsional Pembina

3. Jabatan Struktural Lektor Kepala

4. NIP 19570709 198610 1 001

5. NIDN 0009075702

6. Tempat dan Tanggal Lahir Buleleng, 9 Juli 1957

7. Alamat Rumah Jl. Kertha Petasikan IXD No. 8 Sidekarya

8. HP 081353299311

9. Alamat Kantor Jln. P. Bali No.1 Denpasar 80114 10. Nomor Telepon/Faks

(0361) 222666/ Fax. 234888 11. Alamat e-mail [email protected] 12. Lulusan yang telah dihasilkan

S-1= … orang; S-2= …Orang; S-3= Orang … 13. Mata Kuliah yg diampu 1. Hukum Pidana

2. Tindak Pidana Tertentu KUHP 3. Penitensier

4. Tindak Pidana Khusus 5. Perbandingan Hukum Pidana 6. Pembaharuan Hukum Pidana 7. Hukum Pidana Lanjutan 8. Klinik Anti Korupsi B. Riwayat Pendidikan

Program S-1 S-2 S-3

Nama Perguruan Tinggi

Univ Udayana Bali Program Magister Ilmu Hukum Universitas Diponegoro Semarang

Universitas Airlangga

Surabaya Bidang Ilmu Hk Pidana Sistem Peradilan Pidana Ilmu Hukum

Tahun Masuk 1979 1990 1998

Tahun Lulus 1984 1992 2000

(31)

28 Judul

Skripsi/Thesis/

Disertasi

Peranan Keterangan Ahli Dalam Upaya Pembuktian Menurut KUHAP

Eksistensi Delik Hukum Adat Bali Dalam Rangka Pembentukan Hukum Nasional

Pemenuhan Kewajiban Adat dalam Implementasi

Rancangan KUHP Nama

Pembimbing/P romotor

-

C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir

No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan

Sumber *) Jml (Juta Rp.) 1. 2010 Penelitian Putusan Pengadilan

Tentnag Ilegal Logging Cq Putusan PN Amlapura No.

96/Pid.B/2008/PN. AP

Mandiri 6.000.000

2. 2010 Penelitian tentang Putusan Pengadilan TIndak Pidana Korupsi cq Putusan PN Makassar No.

23/Pid.B/PN.MKS

Mandiri 7.500.000

3. 2011 Penelitian tentang Penanggulangan

Penyalahgunaan Narkotika dan Psikotropika di Wilayah Hukum Kepolisian Resort Kota Denpasar

Mandiri 7.500.000

4. 2014 Tinjauan Yuridis Tentang Kewajiban Notaris Untuk Melaporkan Indikasi Tindak Pidana Pencucian Uang Oleh Klien Sebagai Bentuk

Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang

DIPA Kenotariatan FH

UNUD

7.500.000

5 2014 Plea Bargaining Sebagai Bentuk Peringanan Hukuman dalam Sistem Peradilan Pidana

DANA DIPA FH UNUD

7.500.000

(32)

29 (Studi Komparatif)

D. Pengalaman Pengabdian kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir No. Tahun Judul Pengabdian Kepada

Masyarakat

Pendanaan

Sumber *) Jml (Juta Rp.) 1. 2012 Sosialisasi Pembekalan Materi

Tindak Pidana Penipuan Dalam Pembuatan Akta Notaris Bali

Dana Prodi Magister Kenotariatan UNUD

5.000.000

2. 2013 Sosialisasi Peran dan Fungsi Notaris Dalam Sebuah

Perjanjian Di Br. Tengah Desa Kerambitann Kabupaten Tabanan

Dana Prodi Magister Kenotariatan

E. Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah dalam Jurnal dalam 5 Tahun Terakhir

No. Judul Artikel Ilmiah

Volume/Nomor Nama Jurnal 1. Identifikasi dan

Pola Penyelesaian Delik Adat di Kabupaten Warapan Provinsi Papua

Edisi Khusus Februari 2010 Kertha Patrika FH UNUD

2 Terobosan Terhadap Batas- Batas Kebebasan Kekuasaan Kehakiman

Jilid 39/No. 4 Desember 2010 Jurnal Masalah-Masalah Hukum FH UNDINP Semarang

3 Penanggulangan dan Pemberantasan TIndak Pidana Pencucian Uang Setelah Berlakunya UU No. 8 Tahun 2008

Vol. 7/Juli 2011 Kertha Wicaksana

4 Perlindungan Hukum terhadap

Vol 7 /Juli 2012 Kertha Wicaksana

(33)

30 Anak Sebagai

Korban Kekerasan Seksual

F. Pengalaman Penyampaian Makalah Secara Oral pada Pertemuan/

Seminar Ilmiah dalam 5 Tahun Terakhir No Nama Pertemuan

ilmiah/ Seminar

Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat 1. Focus Group

Discussion BPKP

Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagai Extra Ordinary Crime

Hotel Puri Ayu Denpasar, Tanggal 19 Oktober 2011

2. FGD DPD RI-DPR RI dan Unud

Unud, 18 September 2012

3. Seminar Desiminasi Hasil Penelitian Dosen Prodi Mkn Unud

Tinjauan Yuridis Tentang Kewajiban Notaris Untuk Melaporkan Indikasi Tindak Pidana Pencucian Uang Oleh Klien Sebagai Bentuk

Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang

Ruang Kuliah Prodi MKn Unud

4 Seminar Diseminasi Hasil Penelitian Dosen Prodi MKn UNUD

Tanggung Jawab Notaris Terhadap Keabsahan Tanda Tangan Yang Dalam Akta Yang Dibuatnya

Ruang Kuliah Prodi MKn UNUD

G. Pengalaman Penulisan Buku 5 Tahun terakhir

No Judul Buku Tahun Jumlah

Halaman

Penerbit 1 Buku Ajar Klinik Anti

Korupsi

2015 Udayana University

Press

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima risikonya.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan penelitian Kesadaran Hukum Mahasiswa Fakultas

(34)

31 Hukum Universitas Udayana Dalam mengembangkan Perilaku Anti Koruptif dengan Skim Hibah Unggulan Program Studi.

Denpasar, 20 Juli 2016 Pengusul

(Dr. I Gusti Ketut Ariawan, SH. MH)

(35)

32 Anggota Mahasiswa

LAMPIRAN BIODATA MAHASISWA 1 CURRICULUM VITAE

IDENTITAS DIRI

Nama : Made Nanika Mawapusti Yadnya

NIM : 1303005144

Tempat dan Tanggal Lahir : Denpasar, 3 Oktober 1995 Jenis Kelamin : Laki-laki ⌧ Perempuan Status Perkawinan : Kawin ⌧ Belum Kawin

Agama : Hindu

Pekerjaan : Mahasiswa

Perguruan Tinggi : Fakultas Hukum Universitas Udayana Alamat : Jln. P. Bali No.1 Denpasar 80114 Tlp/Fax : (0361) 222666/ Fax. 234888

Alamat Rumah : Perumahan Tunjung Sari Permai No. 10 Denpasar

Tlp./Fax : 087761173828

Nama Ayah : Drs. Ketut Dyatmika Yadnya Pekerjaan Ayah : Pegawai Swasta

Nama Ibu : Ni Wayan Sudiasih Dharmawan, SE Pekerjaan Ibu : Ibu Rumah Tangga

Alamat e-mail : [email protected] RIWAYAT PENDIDIKAN

Tahun Lulus Jenjang Sekolah / Perguruan Tinggi 2007

2010

SD SMP

SDK Santo Yoseph 2 Denpasar SMP Negeri 4 Denpasar 2013

2013 s/d sekarang

SMA S1

SMA Negeri 6 Denpasar Fakultas Hukum Universitas Udayana

KEGIATAN KEMAHASISWAAN

Tahun Kegiatan

2013 Peserta Student Day 2013 Universitas Udayana

(36)

33 2013

2013

2013

2013

2013

2013

2013

2013

2013

2014

2014

Peserta Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Tahun 2013 tingkat Universitas Udayana

Peserta Pengenalan Bahan Hukum Mahasiswa Reguler Periode XI Fakultas Hukum Universitas Udayana

Peserta Student Day 2013 Fakultas Hukum Universitas Udayana dengan tema “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kebhinekaan guna Mewujudkan Mahasiswa Hukum yang Berbhakti, Berintegritas dan Disiplin”

Peserta Kerja Sosial (Kersos) 2013 Komite Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana dengan tema “Merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Menjalin Hubungan Harmonis Mahasiswa dengan Masyarakat”

Peserta Program Pengenalan Bahan Hukum Mahasiswa Periode 11 Tahun 2013 Fakultas Hukum Universitas Udayana

Peserta Kegiatan Mahasisya Upanayana XI Forum Persaudaraan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Udayana dengan tema “Upanayana Sebagai Identitas Awal Mahasiswa Hindu dalam Mempererat tali Persaudaraan”

Peserta Kuliah Umum Dan Video Conference Kerjasama Fakultas Hukum Universitas Udayana dengan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia dengan tema “Pengawasan dan Pembinaan Pengadilan Pasca Amandemen UUD 1945”

Peserta Seminar Sosialisasi Perlindungan Konsumen Perbankan Pada Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana yang diselenggarakan atas kerjasama Bank Indonesia dengan Fakultas Hukum Universitas Udayana Peserta Seminar acara Napak Tilas Hari Sumpah Pemuda yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang Bali Perhimpunan Mahasiwa Hukum Indonesia (DPC PERMAHI Bali)

Peserta Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) 2014 yang diselenggarakan oleh Komite Mahasiwa Fakultas Hukum Universitas Udayana dengan tema “Mengembangkan Pola Pikir Kreatif dan Kontributif Mahasiswa Hukum Sebagai Agent Of Change”

Panitia Student Day Genta Iustitia 2014 Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana dengan tema “Gelorakan Nilai-Nilai Pancasila dalam Semangat Kebhinekaan guna Mewujudkan Mahasiswa

(37)

34 2014

2014

2014

2014

2015

2015

2015

2015

Hukum yang Nasionalis”

Peserta Seminar Penetapan Status Tersangka dalam Tindak Pidana Korupsi yang diselenggarakan atas kerjasama Program Studi Doktor Ilmu Hukum Universitas Udayana dengan Pusat Kajian Anti Korupsi Fakultas Hukum Universitas Udayana dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia Peserta Kuliah Umum Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dr.

Hamdan Zoelva, SH., MH. Yang diselenggarakan dalam rangka Jubilium Emas Fakultas Hukum Universitas Udayana 1964-2014

Peserta Seminar 2nd International Cyberlaw yang diselenggarakanatas kerjasama Lembaga Kajian Hukum Teknologi FHUI dengan Fakultas Hukum Universitas Udayana

Peserta Seminar Public Service Day Educating and Equipping Justice Reformers (E2J) yang diselenggarakan atas kerjasama USAID The Asia Foundation dan Fakultas Hukum Universitas Udayana

Peserta Seminar dalam Rangkaian Pelatihan Peradilan Semu (RPPS) yang diselenggarakan oleh Udayana Moot Court Community Fakultas Hukum Universitas Udayana

Peserta Diskusi Publik Diseminasi Hasil Eksaminasi Publik Putusan Praperadilan yang diselenggarakan atas kerjasama Indonesia Corruption Watch dengan Fakultas Hukum Universitas Udayana

Peserta Seminar Internasional “Recognition and Protection of Local Communities’ Rights and Traditional Knowledge” yang diselenggarakan atas kerjasama Charles Darwin University School of Law dengan Master of Law Program of Udayana University

Peserta Seminar Memahami Konstitusi Menggunakan Metode Problem Based Learning yang diselenggarakan atas kerjasama Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia dengan Fakultas Hukum Universitas Udayana dalam rangka HUT Fakultas Hukum Universitas Udayana dan BKFH ke 51

(38)

35 Denpasar, 10 Mei 2016

Made Nanika Mawapusti Yadnya

NIM. 1303005144

(39)

36 LAMPIRAN BIODATA MAHASISWA 2

CURRICULUM VITAE

IDENTITAS DIRI

Nama : I Dewa Ayu Maheswari Adiananda

NIM : 1303005140

Tempat dan Tanggal Lahir : Denpasar, 22 Juni 1995 Jenis Kelamin : Laki-laki ⌧ Perempuan Status Perkawinan : Kawin ⌧ Belum Kawin

Agama : Hindu

Pekerjaan : Mahasiswa

Perguruan Tinggi : Fakultas Hukum Universitas Udayana Alamat : Jln. P. Bali No.1 Denpasar 80114 Tlp/Fax : (0361) 222666/ Fax. 234888 Alamat Rumah : Jalan Batu Intan III/12 Batubulan

Tlp./Fax : 087861864412

Nama Ayah : Dr. I Dewa Gede Palguna S.H.,M.Hum Pekerjaan Ayah : Dosen

Nama Ibu : I Gst Ayu Shri Trisnawati S.H.

Pekerjaan Ibu : Ibu Rumah Tangga

(40)

37 Alamat e-mail : [email protected]

RIWAYAT PENDIDIKAN

Tahun Lulus Jenjang Sekolah / Perguruan Tinggi 2007

2010

SD

SMP

SD Negeri 8 Dauh Puri

SMP Negeri 1 Denpasar

2013

2013 s/d sekarang

SMA

S1

SMA Negeri 2 Denpasar

Fakultas Hukum Universitas Udayana

KEGIATAN KEMAHASISWAAN

Tahun Kegiatan

2013

2013

Peserta Student Day 2013 Universitas Udayana

Peserta Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Tahun 2013 tingkat Universitas Udayana

Peserta Pengenalan Bahan Hukum Mahasiswa Reguler Periode XI Fakultas

(41)

38 2013

2013

2013

2013

2013

2013

Hukum Universitas Udayana

Peserta Student Day 2013 Fakultas Hukum Universitas Udayana dengan tema “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kebhinekaan guna Mewujudkan Mahasiswa Hukum yang Berbhakti, Berintegritas dan Disiplin”

Peserta Kerja Sosial (Kersos) 2013 Komite Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana dengan tema “Merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Menjalin Hubungan Harmonis Mahasiswa dengan Masyarakat”

Peserta Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) 2013 yang diselenggarakan oleh Komite Mahasiwa Fakultas Hukum Universitas Udayana

Peserta Kegiatan Mahasisya Upanayana XI Forum Persaudaraan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Udayana dengan tema “Upanayana Sebagai Identitas Awal Mahasiswa Hindu dalam Mempererat tali Persaudaraan”

Peserta Seminar Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana dengan tema “Membangun Enterpreneur Muda yang Sadar Akan Hukum Perlindungan Konsumen”

Peserta Seminar Internasional “U Gen Seminar” yang diselenggarakan oleh Global Peace Foundation Indonesia

Peserta Seminar Hukum Kesehatan Perhimpunan Mahasiswa Hukum

(42)

39 2014

2014

2014

2014

2014

2014

Indonesa dengan tema “Membedah Hukum Kesehatan Dalam Praktik Kedokteran”

Peserta Kuliah Umum Dan Video Conference Kerjasama Fakultas Hukum Universitas Udayana dengan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia dengan tema “Pengawasan dan Pembinaan Pengadilan Pasca Amandemen UUD 1945”

Panitia Student Day Genta Iustitia 2014 Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana dengan tema “Gelorakan Nilai-Nilai Pancasila dalam Semangat Kebhinekaan guna Mewujudkan Mahasiswa Hukum yang Nasionalis”

Panitia Rangkaian Pelatihan Peradilan Semu (RPPS) yang diselenggarakan oleh Udayana Moot Court Community Fakultas Hukum Universitas Udayana

Inti OC (Sekertaris) kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) 2014 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiwa Fakultas Hukum Universitas Udayana dengan tema “Mengembangkan Pola Pikir Kreatif dan Kontributif Mahasiswa Hukum Sebagai Agent Of Change”

Peserta Kuliah Umum Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dr.

Hamdan Zoelva, SH., MH. Yang diselenggarakan dalam rangka Jubilium Emas Fakultas Hukum Universitas Udayana 1964-2014

Panitia Ekspresi Suara Anak Muda (EKSADA) 2014 dengan tema “Music As A Voice Of Peace”

(43)

40 2014

2014

2014

2015

2015

2015

2015

Peserta International Seminar on Economic Migration (Current Indonesia – Malaysia Laws) 2014

Peserta Talkshow Hukum Cyber Crime Kerjasama DPC PERMAHI Bali dengan APJII Provinsi Bali dengan tema “Penegakan Hukum Cyber Crime”

Peserta Kongres Luar Biasa Restrukturisasi Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Hukum Universitas Udayana

Wakil Koordinator Bidang 1 Pendidikan dan Penalaran HMPI (Himpunan Mahasiswa Program Pagi) BEMFH (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum)

Inti OC (Ketua) Student Day Fakultas Hukum Universitas Udayana 2015 dengan tema “Membangkitkan Kembali Nilai-Nilai Pancasila Dalam Karakter Mahasiswa Hukum Sebagai Generasi Penggerak Perubahan”

Panitia Pengabdian Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Udayana 2015 dengan tema “Aktualisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi Berlandaskan Kekeluargaan Guna Mewujudkan Mahasiswa Hukum Yang Mandiri, Kritis, dan Berjiwa Sosial

(44)

41 2015

Denpasar, 10 Mei 2016

I Dewa Ayu Maheswari Adiananda

NIM. 1303005140

(45)

42 Lampiran 6

SURAT PERNYATAAN PERSONALIA PENELITIAN Yang bertanda tangan di bawah ini saya :

1. Nama Lengkap : I Gusti Agung Ayu Dike Widhiyaastuti, SH. MH NIP/NIDN : 19800714 200312 2 003

Fakultas/P.S. : Hukum Pidana Status dalam penelitian : Ketua

2. Nama Lengkap : Dr. I Gusti Ketut Ariawan, SH. MH NIP/NIDN : 19570709 198610 1 002

Fakultas/P.S. : Hukum Pidana Status dalam penelitian : Anggota

Menyatakan bahwa kami secara bersama-sama telah menyusun proposal penelitian yang berjudul “KESADARAN HUKUM MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS UDAYANA DALAM MENGEMBANGKAN PERILAKU ANTI KORUPTIF”, dengan jumlah usulan dana sebesar Rp. 22.293.000,- (dua puluh dua juta dua ratus sembilan puluh tiga ribu rupiah). Apabila proposal ini disetujui maka kami secara bersama-sama akan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan penelitian ini sampai tuntas sesuai dengan persyaratan yang dituangkan dalam Surat Perjanjian Pelaksanaan Penelitian.

Demikian Surat Pernyataan ini kami buat dan ditandatangani bersama sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Denpasar, 20 Juli 2016

(Dr. I Gusti Ketut Ariawan,SH.MH) (I Gst Agung Ayu Dike Widhiyaastuti, SH. MH)

(46)

43

Referensi

Dokumen terkait

Pengumpulan data primer diperoleh dari hasil penelitian secara langsung pada subjek penelitian dengan cara interview (wawancara). Wawancara yaitu teknik pengumpulan data dengan

Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan responden yang bersangkutan untuk memperoleh data yang berhubungan dengan

Data primer ini diperoleh dengan cara mengadakan penelitian lapangan dengan mengadakan wawancara, yaitu cara untuk memperoleh informasi dengan cara bertanya secara langsung

Data primer ini diperoleh dengan cara mengadakan penelitian lapangan dengan mengadakan wawancara, yaitu cara untuk memperoleh informasi dengan cara bertanya secara

8 Data primer dalam penulisan hukum ini diperoleh melalui wawancara secara langsung di lokasi penelitian dari pihak yang berwenang dalam memberikan keterangan secara

Data primer ini diperoleh dengan cara mengadakan penelitian lapangan dengan mengadakan wawancara. yaitu cara untuk memperoleh informasi dengan cara bertanya secara langsung

Di luar dua ketentuan di atas juga terdapat ketentuan lain yang dapat digunakan untuk menjerat pelaku euthanasia (tindakan pihak keluarga), yaitu ketentuan Pasal 356

Dengan begitu data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dengan wawancara kepada narasumber untuk memperoleh informasi dan data yang dibutuhkan sesuai dengan permasalahan