• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini, perkembangan perusahaan di Indonesia sudah berkembang dengan sangat pesat. Banyak perusahaan saling berlomba – lomba untuk meningkatkan nilai perusahaan. Saat ini telah banyak perusahaan yang telah go public dengan mendaftarkan diri dalam bursa efek untuk meningkatkan nilai perusahaannya. Adanya bursa efek juga dapat membantu perusahaan yang telah masuk dalam pasar modal serta membutuhkan tambahan investasi dan calon investor bertemu dengan memperjualbelikan saham suatu perusahaan sehingga para investor dapat dikatakan sebagai pemilik perusahaan tersebut. Manajemen sebagai pihak pengelolah dalam suatu perusahaan memiliki kewajiban untuk mensejahterakan pemilik saham (Saleh, N. M., Rahman, R. C., dan Hassan, M. S., 2009). Dengan meningkatnya kekayaan pemilik saham maka nilai perusahaan akan meningkat, sehingga para investor dapat melihat kinerja perusahaan yang baik.

Ownership structure dari kebanyakan perusahaan di Indonesia memiliki kecenderungan terkonsentrasi (Wiranata dan Nugrahanti, 2015). Ownership structure memiliki beberapa macam diantaranya, Institusional ownership yaitu kepemilikan saham oleh bank atau institusi lainnya bertindak dengan memonitor perusahaan, mendisiplinkan, dan mempengaruhi manajer perusahaan agar bekerja sesuai dengan tujuan perusahaan (Shleifer dan Vishny, 1986). manajerial ownership adalah manajemen yang memiliki persentasi kepemilikan dalam perusahaan. Manajemen yang memiliki kepemilikan dalam perusahaan dapat menimbulkan agency theory (Saleh, N. M., Rahman, R. C., dan Hassan, M. S., 2009). Mereka dituntut untuk dapat mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada pemegang saham. Namun tidak semua manajemen yang memiliki kepemilikan ini tidak menyimpang. Jensen dan Meckling (1976) mengatakan bahwa manajer yang memiliki kepemilikan saham dalam perusahaan cenderung menyimpang dari memaksimalkan kekayaan pemegang saham dengan mengambil

(2)

tunjangan, lalai, dan mengambil proyek yang dapat menguntungkan diri sendiri.

Jika dalam suatu perusahaan terdapat foreign ownership, maka dapat dipastikan bahwa pemilik saham asing tersebut memiliki keyakinan akan perusahaan dapat menciptakan value yang baik bagi perusahaan. Adanya government ownership dalam perusahaan dapat bertindak dengan memonitor dan mengawasi perusahaan dengan dekat (Ghazali, 2010). Struktur kepemilikan yang berbeda dapat menimbulkan mekanisme kontrol yang berbeda yang digunakan oleh stakeholder dalam memantau aktivitas bisnis yang terjadi dalam perusahaan termasuk proses pelaporan keuangan (Nelson dan Rusdi, 2015). Apabila pemilik juga menduduki jabatan yang dapat mengambil keputusan bagi perusahaan maka pemilik juga dapat meningkatkan kinerja perusahaan dengan mengambil keputusan dari perhitungan kinerja perusahaan. Family ownership adalah sekelompok keluarga atau seseorang yang memiliki jumlah saham sekurangnya 20 persen. Dengan adanya family ownership dalam perusahaan dapat menekan biaya agensi atau agency cost (Villalonga dan Amit, 2004).

Financial performance dibutuhkan untuk mengambil keputusan internal maupun eksternal perusahaan. Financial Performance merupakan gambaran keuangan dalam suatu perusahaan. Beberapa peneliti sebelumnya telah meneliti tentang pengaruh ownership structure dengan financial performance. Hasil penelitian Lappalainen dan Niakanen (2012) menunjukkan institutional ownership sebagai faktor penentu financial performance pada perusahaan kecil dan menengah di Finlandia karena memiliki hubungan yang signifikan terhadap financial performance. Hal ini didukung juga oleh Zouari dan Taktak (2014) yang meneliti hubungan ini juga dengan islamic banks sebagai sampel penelitian yang hasilnya menyatakan positif signifikan. Hasil tersebut berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Mcmahon (2007) yang menyatakan proporsi ekuitas yang dimiliki manajer medium sized enterprise memiliki hubungan yang tidak signifikan dengan financial performance.

Dari penjabaran diatas dan menurut penelitian sebelumnya, dapat dikatakan bahwa ownership structure dapat mempengaruhi financial performance. Didalam penelitian ini peneliti akan membahas Institutional ownership terhadap financial

(3)

performance dengan tambahan intellectual capital sebagai variabel intervening antara institutional ownership dengan financial performance.

Saat ini kemunculan dari knowladge based economy membuat berubahnya tolak ukur nilai kinerja dan presepsi perusahaan (Saleh, N. M., Rahman, R. C., dan Hassan, M. S., 2009).Pengetahuan masuk menjadi asset yang berharga dalam menciptakan nilai perusahaan dalam bentuk intangible asset. Sudah banyak perusahaan yang tidak hanya mengandalkan tangible asset saja namun juga menerapkan intangible asset dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya.

Tangible asset dan intangible asset dapat memenuhi syarat sebagai strategic asset, namun pada knowledge era saat ini maka yang memenuhi kriteria intangible asset dalam knowledge based adalah modal tak berwujud atau bisa di sebut intangible capital. (Roos, G., dan Roos, J., 1997). Intellectual capital tidak mudah untuk diidentifikasi dan dilaporkan dalam laporan keuangan, berdasarkan standar akuntansi internasional IAS 38, intangible assets, the recongnition of internally generated brands, mastheads, publishing titles, and customer lists in financial steatments in prohibited (Nimtrakoon, 2015).

Intellectual capital dapat dikatakan sebagai sumber competitive advantage yang telah menarik perhatian akademisi dan manajer perusahaan (Firer dan Williams, 2005). Sehingga dapat dikatakan bahwa intellectual capital dapat mempengaruhi financial performance suatu perusahaan. Hal ini didukung oleh pernyataan Chen, M. C., Cheng, S. J., dan Hwang, Y. (2005) yang mengatakan bahwa intellectual capital memiliki kontribusi dalam financial performance dan dapat menjadi salah satu lead indikator dalam financial performance pada masa yang akan datang karena berdampak positif. Peneliti sebelumnya Mondal, A., dan Ghosh, S. K. (2012) juga menyatakan bahwa intellectual capital dengan financial performance memiliki hubungan positif. Sedangkan ada beberapa peneliti yang memiliki pendapat yang sedikit berbeda seperti Maditinos, D., Chatzoudes, D., Tsairidis, C., dan Theriou, G. (2011) yang mengatakan adanya hubungan yang signifikan antara satu dari tiga komponen intellectual capital yaitu human capital efficiency dan salah satu indikator financial performance yaitu ROE serta Joshi, M., Cahill, D., Sidhu, J., dan Kansal, M. (2013) yang berpendapat intellectual

(4)

capital memiliki hubungan yang kompleks dengan financial performance karena human capital efficiency dan structural efficiency tidak selalu menyebabkan financial performance masa depan yang tinggi.

Beberapa peneliti terdahulu juga meneliti mengenai pengaruh Ownership structure terhadap intellectual capital pada perusahaan yang tercatat dalam MESDAQ. Hasil penelitian dari Bohdanowicz (2014) meneliti hubungan manajerial ownership dan efisiensi intellectual capital, hasil dari penelitian tersebut adalah manajerial ownership berhubungan negative dengan human capital efficiency. Khosravi, A., Bandaria, A. A., dan Khosravi, M. (2014) yang juga meneliti hubungan antara ownership structure dengan intellectual capital dalam perusahaan yang terdaftar di TSE. Hasil dari penelitian ini menunjukan manajerial ownership dan institutional ownership berpengaruh positif dan signifikan dengan intellectual capital

Berdasarkan penelitian terdahulu yang sudah disebutkan diatas dari beberapa peneliti maka hal tersebut menjadi latar belakang dari ketertarikan penelitian ini karena menunjukan beberapa hasil yang berbeda. Berdasarkan hasil dari peneliti terdahulu mengenai hubungan beberapa variabel tersebut sejauh pengamatan peneliti masih sedikit yang meneliti mengenai ownership structure, financial performance, dan intellectual capital. Dari penjabaran yang sudah di jabarkan diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ pengaruh institutional ownership terhadap financial performance dengan intellectual capital sebagai variabel intervening terhadap perusahaan retail

dan jasa yang tercatat di BEI ”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan diatas, maka rumusan masalah yang timbul adalah

1. Apakah ada pengaruh antara institutional ownership dengan intellectual capital pada perusahaan retail dan jasa?

2. Apakah ada pengaruh antara intellectual capital dengan financial performance pada perusahaan retail dan jasa?

(5)

3. Apakah ada pengaruh antara institutional ownership dengan financial performance pada perusahaan retail dan jasa?

1.3 Batasan Penelitian

Pada penelitian ini hanya meneliti pada industri retail dan jasa di Indonesia pada tahun 2011 – 2015.

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan diatas maka tujuan penelitian ini adalah

1. Untuk mengetahui pengaruh antara institutional ownership terhadap intellectual capital

2. Untuk mengetahui pengaruh antara intellectual capital terhadap financial performance

3. Untuk mengetahui pengaruh antara institutional ownership terhadap financial performance

1.5 Manfaat Penelitian

1. Memberikan informasi bagi pelaku bisnis dan perusahaan mengenai dampak penerapan institutional ownership terhadap intellectual capital

2. Memberikan informasi tentang keterkaitan institutional ownership dengan intellectual capital

3. Memberkan informasi tentang dampak yang diberikan atas penerapan institutional ownership terhadap financial performance

1.6 Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah penulisan dan pemahaman, maka pembahasan dalam skripsi ini akan diuraikan menjadi lima bab. Masing – masing diuraikan sebagai berikut:

BAB 1 : PENDAHULUAN

Pada bab ini akan membahas mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan penelitian, tujuan yang ingin dicapai, manfaat yang ingin diberikan, dan sistematika pembahasan penulisan.

(6)

BAB 2 : LANDASAN TEORI

Pada bab ini akan membahas tentang teori – teori yang digunakan dalam penelitian ini disertai dengan definisi dan penjelasan dari tiap variabel, hubungan antara variabel, dan hipotesis yang akan diuji.

BAB 3 : METODE PENELITIAN

Bab ini menjelaskan metode penelitian yang diantaranya model analisis, definisi konseptual dan variable, skala pengukuran, jenis dan sumber data, instrumen dan pengumpulan data, populasi, sampel dan teknik sampling, uji hipotesis penelitian, rancangan kuesioner, teknik analisis, dan unit analisis.

BAB 4 : HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS

Bab ini menjelaskan tentang gambaran umum objek penelitian, deskripsi data, hasil analisa dan pembahasan penelitian.

BAB 5 : KESIMPULAN, SARAN, DAN BATASAN PENELITIAN

Isi pada bab yang terakhir ini adalah kesimpulan yang didalamnya meliputi rangkuman atau intisari dari hasil analisa dan pembahasan yang telah diteliti oleh penulis, saran yang merupakan gagasan, perbaikan maupun pemecahan masalah yang diharapkan akan berguna bagi pihak – pihak yang berkepentingan.

Referensi

Dokumen terkait

Secara umum variasi kandungan unsur hara (N, P dan Si) yang Karakteristik usia masyarakat yang banyak memanfaatkan Pantai Bali tertinggi pada usia 20-29 tahun yaitu

Pengenceran 10 -2 diambil sebanyak 1 ml dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi aquades steril sebanyak 9 ml dan diberi label 10 -3.. Pengenceran 10 -3 diambil

(iv) penggunaan logo rasmi SKUM pada sijil penyertaan / penghargaan tertakluk kepada program dan aktiviti yang dijalankan oleh syarikat korporat, NGO dan badan-badan lain

Metode ini berbeda dari metode peleburan, dalam hal sumber unsur penentu tidak perlu pada air kristal asam sitrat, akan tetapi boleh juga air ditambahkan ke dalam bukan

Verifikasi hasil perhitungan dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan Excel dengan hasil perhitungan manual dengan metode yang ada pada buku teks untuk desain

Sama seperti pada unit analisis sebelumnya, Kompas.com mendapatkan indeks skor yang terendah bila dibandingkan dengan dua media online lainnya.. Berdasarkan

Untuk menganalisis hubungan antara nilai tegangan supply terhadap torsi dan putaran pada motor DC shunt, maka dilakukan pengujian dengan menurunkan tegangan yang diberikan ke

Hal ini terasa semakin sulit untuk diselesaikan dalam jangka pendek karena adanya keterbatasan lahan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kelurahan